Articles
190 Documents
Persepsi Perilaku Caring: Analisis Karakteristik Perawat di Rumah Sakit “X” Kabupaten Banyuwangi
Roshinta Sony Anggari;
Maulida Nurfazriah Oktaviana
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 4 No 2 (2018): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (383.177 KB)
Salah satu institusi yang memegang peran penting dalam pembangunan kesehatan masyarakat tersebut adalah Rumah Sakit. Keperawatan merupakan bentuk pelayanan profesional sebagai bagian integral dari pelayanan kesehatan terutama Rumah Sakit. Keperawatan didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan mencakup biopsikososial dan spiritual yang komprehensif, ditujukan kepada individu, keluarga dan masyarakat baik sakit maupun sehat yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia. Sebagai pemberi layanan perawat hendaknya memiliki kemampuan untuk memperhatikan orang lain, keterampilan intelektual, teknikal dan interpersonal yang tercemin dalam perilaku caring. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persepsi perawat tentang perilaku caring di RS “X” Kabupaten Banyuwangi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kategorik dengan jumlah sampel 37 perawat yang diperoleh selama 2 minggu. Pengumpulan data menggunakan kuesioner inventaris perilaku caring yang diterjemahkan dari kuesioner CBI Wolf (1988). Hasil analisis perilaku caring perawat didapatkan skor CBI tinggi di setiap ruang rawat inap, nilai skor CBI mean tertinggi ada pada ruang rawat inap kelas 1 dan VIP dengan nilai mean 3,778. Hasil penelitian ini memberikan implikasi untuk rumah sakit agar semakin meningkatkan perilaku caring perawat tanpa melihat jenis ruang rawat inap tempat perawat bekerja. Perlu dilakukan penelitian lanjutan yang mampu menggali perilaku caring perawat dari persepsi perawat maupun pasien dengan metode observasi dan self assessment.
Gambaran Karakteristik Pasien Hemodialisis di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang
Erna Melastuti;
Hayatun Nafsiah;
Ayi Fachrudin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 4 No 2 (2018): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (291.267 KB)
Hemodialisis merupakan terapi yang paling umum untuk pasien ESRD (End State Renal Disease) untuk menggantikan fungsi ginjal yang rusak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran karaktersitik pasien hemodialisa sehingga dapat diketahui kondisi pasien untuk menentukan masa depan pengobatan mereka. Ketepatan dalam pengobatan akan mempengaruhi keberhasilan pengobatan, kesehatan secara keseluruhan dan kualitas hidup pasien yang menjalani hemodialisisPenelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif, pengumpulan data menggunakan kuesioner dan observasi langsung. Jumlah responden sebanyak 30 responden. Data yang diperoleh diolah secara statistik dengan menggunakan distribusi Frekuensi. Hasil didapatkan bahwa karakteristik responden yaitu usia terbanyak 46-55 tahun sebesar (36.7%), jenis kelamin laki-laki sebesar (56.7 %), tingkat pendidikan SMA sebesar (46.7%), lama menjalani hemodialisis 29-52 bulan sebesar (36.7%), pekerjaan wiraswasta sebesar (43.3%), penyulit terkait dengan dukungan sosial yaitu tidak mengalami penyulit sebesar (73,3%), komplikasi intradialisis mengalami komplikasi sebesar (100,0%), dukungan sosial dengan dukungan sosial tinggi sebesar (60,0%), kepatuhan menjalani hemodialisis dengan hasil patuh sebesar (86,7%).
Uji Prebiotik Unulin Umbi Dahlia (Dahlia Pinnata Cav.) Berbunga Merah Darah pada Lactobacilus Acidophillus dan Streptococcus Termophillus
Iif Hanifa Nurrosyidah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 4 No 2 (2018): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (186.193 KB)
Prebiotik dan Probiotik merupakan dua mekanisme alternatif untuk menjaga keseimbangan mikroflora usus besar ke arah yang menguntungkan bagi kesehatan. Hasil metabolisme probiotik yang berupa asam-asam organik seperti asam laktat, asam propionat, asam butirat, dan asam asetat, akan menurunkan pH usus besar. Kondisi pH usus besar yang asam akan menghambat atau membunuh bakteri patogen. Inulin merupakan polimer dari unit fruktosa yang dihubungkan dengan ikatan β-(2-1) glikosidik. Tujuan penelitian ini adalah untuk perhitungan kecepatan pertumbuhan spesifik dan waktu generasi dengan membandingkan waktu generasi dari dua spesies bakteri yang digunakan (lactobacilus acidophillus dan streptococcus termophillus).Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain penelitian berupa post test-only control group design, yaitu membandingkan hasil akhir dari kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol. Perlakuan yang dilakukan adalah pemberian inulin umbi dahlia berbunga merah darah dengan konsentrasi 2.500 ppm, 5.000 ppm, 10.000 ppm. Kelompok kontrol tanpa diberi inulin. Masing-masing pengamatan dilakukan tiga kali ulangan. Hasil uji prebiotik yang diperoleh dianalisis dengan menghitung kecepatan tumbuh spesifik dan waktu generasi (doubling time). Enumerisasi total mikroba diukur dengan menggunakan metode spektrofotometri pada panjang gelombang 625 nm. Banyaknya cahaya yang dipancarkan (optical density/OD) sebanding dengan kerapatan sel bakteri dalam suspensi. Hasilnya menunjukkan kecepatan pertumbuhan tertinggi L.acidophillus diperoleh dari penambahan inulin 10.000 ppm. Pertumbuhan S.thermophillus juga menunjukkan kecepatan pertumbuhan tertinggi pada penambahan inulin 10.000 ppm. Peningkatan kecepatan pertumbuhan semakin meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi inulin yang diberikan.Maka uji prebiotik yang telah dilakukan, pemberian inulin dari umbi dahlia berbunga merah darah mampu meningkatkan pertumbuhan bakteri probiotik L. Acidophillus dan S. Termophilus.
Pengaruh Motivator ASI terhadap Keberhasilan ASI Ekslusif
Septi Kurniawati;
Reni Sulistyowati;
Vita Raraningrum
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 5 No 1 (2018): Juli
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (627.194 KB)
Air susu ibu (ASI) adalah makanan terbaik untuk bayi karena merupakan makanan alamiah yang sempurna, mudah dicerna oleh bayi dan mengandung zat gizi yang sesuai dengan kebutuhan, kekebalan dan mencegah berbagai penyakit serta untuk kecerdasan bayi, aman dan terjamin kebersihannya karena langsung diberikan kepada bayi agar terhindar dari gangguan pencernaan seperti diare, muntah dan sebagainya. Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh motivator ASI terhadap keberhasilan ASI Ekslusif, dan manfaatnya adalah meningkatnya ilmu pengetahuan tentang ASI Esklusif bagi tumbuh kembang bayi, sehingga dapat mempengaruhi ibu untuk memberikan ASI Eklsusif. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian quasy experimental. Variabel dependen pada penelitian ini adalah pengetahuan, sikap dan praktik menyusui secara eksklusif. Variabel independennya adalah motivator ASI. Teknik sampling menggunakan probability sampling. Lokasi penelitian berada di Puskesmas Kedung Rejo Kecamatan Muncar Banyuwangi. Instrumen penelitian digunakan adalah kuesioner dan lembar observasi. Analisis bivariate dilakukan dengan menggunakan uji Chi Square.Hasil dari penelitian ini mengambarkan bahwa sebagian besar (84,9%) ibu menyusui mempunyai pengetahuan yang baik tentang ASI Ekslusif, namun dengan pengetahuan baik sebagian besar (67.5%) ibu tidak menyusui secara ekslusif dikarenakan banyak ibu yang mengeluh ASI belum keluar secara lancar pada tiga hari pertama kelahiran bayi dan ditakutkan bayi mengalami kuning, sehingga banyak ibu yang memberikan susu formula, air gula, maupun madu murni pada hari-hari tersebut. Hal ini mungkin disebabkan karena sebagian kecil (25.8%) ibu menyusui yang aktif melakukan pertemuan dengan motivator ASI dengan frekuensi pertemuan minimal 2x dalam satu bulan dan sebagian besar (74.2%) tergolong pasif dengan pertemuan hanya 1x dalam satu bulan atau bahkan tidak melakukan pertemuan sama sekali. Disarankan untuk para motivator ASI agar lebih giat melakukan pertemuan dengan para ibu hamil, dan menyusui dalam memotivator pemberian ASI bukan hanya dalam pertemuan formal, namun juga dalam pertemuan nonformal juga bisa melakukan motivasi ibu menyusui.
Faktor Pemicu terhadap Tingginya Kejadian Preeklamsi pada Ibu Hamil
Eko Prabowo;
Haswita Haswita;
Lina Agustiana Puspitasari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 5 No 1 (2018): Juli
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (446.03 KB)
Sampai dengan saat ini, preeklamsia/eklamsia merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas perinatal di Indonesia. Preeklampsia sendiri merupakan kondisi ibu hamil yang disertai dengan timbulnya hipertensi disertai proteinuria akibat kehamilan, setelah umur kehamilan 20 minggu atau segera setelah persalinan. Sementara itu untuk kasus-kasus maternal yang ditemukan dari tahun 2012-2014 cenderung terjadi peningkatan dari tahun ketahun. Khusus untuk kasus PE/Eklampsia berurut turut 423 kasus tahun 2012, 453 kasus tahun 2013, 514 kasus tahun 2014. Menganalisis hubungan antara beberapa faktor risiko terhadap terjadinya pre eklampsia pada ibu hamil di Kabupaten Banyuwangi.Penelitian ini ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan studi kasus kontrol (Case Control Study). Teknik sampling yang digunakan adalah concecutive sampling. Lokasi penelitian berada di RSUD Genteng dan Blambangan. Instrumen penelitian pada variabel independen adalah kuesioner dan pada variabel dependen adalah lembar observasi. Uji statistik pada penelitian ini adalah uji X2 dan regresi logistic.Hasil uji regresi logistic bahwa variabel umur memiliki OR sebesar 0.635 dengan p value 0.003 menunjukkan diantara ke empat variabel bebas, variabel umur memiliki hubungan yang paling dominan terhadap kejadian pre eklamsi pada ibu hamil di RSUD Genteng dan Blambangan Banyuwangi.Ibu hamil yang usianya kurang dari 18 tahun dan lebih dari 35 tahun memiliki resiko tinggi terjadinya komplikasi yaitu preeklamsi. Maka dianjurkan untuk melakukan Ante Natal Care (ANC) pada saat hamil sehingga dapat menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Banyuwangi.
Subyektif Well Being Penderita Diabetes Mellitus di Klinik Ash-Shakinah Tegalsari Tamansari Banyuwangi
Siswoto Hadi Prayitno;
Sumarman Sumarman
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 5 No 1 (2018): Juli
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (424.702 KB)
Penyakit diabetes mellitus merupakan suatu penyakit kronis yang dapat menimbulkan dampak bukan hanya fisik namun juga psikologis. Akibat dari penyaikt ini dapat merampas kebebasan penedrita dalam kehidupannya terutama dalam hal konsumsi makanan. Dampaknya pendertia dapat mengalami gangguan kebahagiaan dan keseajhteraan. Kesejateraan harus tetapi dimiliki meski menderita penaykit diabetes mellitus. Akibat bila kesejahteraan menurun dapat menurunkan kualitas hidup penderita diabetes mellitus yang rentan akan komplikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesejahteraan subyektif penderita diabetes mellitus di klinik As-Sakinah di Tamansari Kecamatan Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi.Desain penelitian ini adalaha kualitatif yng bersifat deskriptif, pendekatan kualitatif yang digunakan pada penelitian ini adalah fenomenologi yaitu mencari gambaran kesejahteraan subyektif penderita diabetes mellitus. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita diabetes mellitus. Teknik sampling yang digunakan yaitu accidental sampling. Pada penelitian ini dengan melakukan wawancara langsung kepada penderita dan didokumenasikan.Jumlah keseluruhan yang diperoleh selama penelitian sebanyak 8 informan manyatakan bahwa kesejahteraan subyektif dapat dirasakan meski menderita penyakit diabetes mellitus.
Faktor Determinan yang Berpengaruh terhadap Keputusan Bidan Merujuk Pasien dengan Kehamilan Risiko Tinggi
Erich Hudisusanto;
Tita Hariyanti;
Kurnia Widyaningrum
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 5 No 1 (2018): Juli
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (496.22 KB)
Rumah Sakit Ibu Dan Anak Harapan Sehat Tentram (RSIA HST) dikenal sebagai RS rujukan kehamilan risiko tinggi dari berbagai kecamatan di Trenggalek. Namun pada bulan Juli sampai Desember 2016 didapatkan penurunan rujukan bidan kasus kehamilan risiko tinggi. Bidan perujuk merupakan ujung pelayanan di desa terhadap ibu hamil. Proses pengambilan keputusan untuk merujuk adalah keputusan yang dipengaruhi oleh individu bidan sendiri. Tujuan penelitian adalah menganalisis faktor determinan yang terdiri lima variabel guna mengetahui pengaruhnya terhadap keputusan bidan merujuk ibu hamil risiko tinggi. Jenis penelitian kuantitatif dengan analisis potong lintang. Penelitian menggunakan metode total sampling yaitu jumlah sampel sama dengan jumlah populasi sebesar 167 bidan yang pernah merujuk. Analisa data menggunakan PLS.Hasil penelitian terhadap keputusan merujuk menunjukkan variabel kepercayaan kesehatan berpengaruh positif dan signifikan, variabel status ekonomi berpengaruh positif namun tidak signifikan, variabel akses sarana berpengaruh positif namun tidak signifikan, variabel penanggung biaya berobat berpengaruh negatif dan signifikan, variabel kebutuhan akan pelayanan kesehatan berpengaruh positif dan signifikan. Kesimpulan yang didapat yaitu variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap keputusan merujuk adalah penanggung biaya berobat. Saran yang dapat diberikan adalah lebih fokus terhadap variabel yang berefek paling dominan guna meningkatkan angka rujukan yaitu melalui kerjasama dengan pihak asuransi kesehatan.
Hubungan Motivasi dengan Kinerja Petugas Kesehatan di Puskesmas Kalibaru Kulon Kecamatan Kalibaru Kabupaten Banyuwangi
Hendrik Probo Sasongko;
Febrika Devi Nanda
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 5 No 1 (2018): Juli
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (343.449 KB)
Kesenjangan antara pelayanan yang dirasakan dengan pelayanan yang diharapkan, hal ini disebabkan sebagai akibat tidak terpenuhinya harapan para pelanggan. Tidak sedikit keluhan kekecewaan yang terlontar dari masyarakat yang pernah menerima layanan kesehatan karena kurang terpenuhinya harapan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang diterimanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi dengan kinerja petugas kesehatan di Puskesmas Kalibaru Kulon Kecamatan Kalibaru Kabupaten Banyuwangi.Desain penelitian ini menggunakan survey analitik dengan cross sectional dengan cara melakukan menyebarkan kuesioner pada 36 petugas kesehatan di Puskesmas Kalibaru dalam waktu itu juga, teknik pengambilan sampel dengan menggunakan total sampling.Hasil penelitian menyebutkan bahwa tak seorangpun motivasi kerja baik sejumlah 0 responden (0%) dengan kinerja kurang, motivasi kerja baik sejumlah 0 responden (0%) dengan kinerja cukup dan sebagian besar motivasi kerja baik sejumlah 24 responden (66.7%) dengan kinerja baik. Analisis data dengan menggunakan chi-square Asymp. Sig (0.000)< (0.05) maka Ho ditolak sehingga ada hubungan motivasi dengan kinerja petugas kesehatan.Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam upaya meningkatkan kinerja organisasi maka intervensi terhadap motivasi sangat penting. Motivasi memiliki hubungan yang signifikan dengan kinerja petugas kesehatan, karena motivasi memberikan dorongan kerja yang baik untuk menjalin ikatan hubungan yang lebih kuat dengan instansi tempat bekerja dan pada akhirnya meningkatkan kualitas dan kuantitas puskesmas.
Pengaruh Promosi Kesehatan terhadap Peningkatan Pengetahuan Masyarakat tentang Hepatitis A di Desa Kapuran RT 05 RW 02 Kecamatan Wonosari Kabupaten Bondowoso
Yuana Dwi Agustin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 5 No 1 (2018): Juli
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (406.882 KB)
Rendahnya pengetahuan masyarakat tentang penyakit hepatitis A dan bagaimana penularan dari penyakit hepatitis A, serta kurangnya peran dari petugas kesehatan dalam memberikan promosi kesehatan membuat penyakit hepatitis A terus saja terjadi di masyarakat. Dengan pemberian promosi kesehatan seseorang dapat memberikan informasi yang sebelumnya tidak diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh promosi kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat tentang Hepatitis A. Desain penelitian ini adalah pra-eksperimen one group pre-post design. Jumlah populasi 127 orang total sampel yang diteliti 32 responden dengan menggunakan tekhnik simple random sampling .Hal ini dilakukan dengan mengedarkan kuesioner yang mengandung soal – soal mengenai Hepatitis A. penghitungan dan penilaian dengan menggunakan rumus prosentase. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 26 orang (81%) berpengetahuan kurang sebelum dilakukan promosi kesehatan. Setelah dilakukan promosi kesehatan 20 responden (62 %) berpengetahuan baik, dan tidak ada responden (0%) yang berpengetahuan kurang. Berdasarkan uji statistik SPSS dengan menggunakan uji T-Test dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh peningkatan pengetahuan masyarakat tentang Hepatitis A sebelum dan sesudah dilakukan promosi kesehatan di Desa Kapuran RT 05 RW 02 Kecamatan Wonosari Kabupaten Bondowoso. Pengetahuan masyarakat tentang Hepatitis A dipengaruhi oleh tingkat usia, pendidikan, pekerjaan, dan sumber informasi. Diharapkan responden lebih aktif mengikuti kegiatan promosi kesehatan untuk mendapatkan informasi yang lebih banyak.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Dismenore Primer pada Mahasiswi Akademi Kesehatan Rustida Banyuwangi
Firdawsyi Nuzula;
Maulida Nurfazriah Oktaviana
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 6 No 1 (2019): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (456.243 KB)
|
DOI: 10.55500/jikr.v6i1.67
Menstruasi merupakan proses fisiologis yang terjadi pada wanita secara berkala dan dipengaruhi oleh hormon reproduksi yaitu estrogen dan progesteron. Masalah yang terjadi pada kesehatan reproduksi remaja saat menstruasi salah satunya adalah Dismenore atau nyeri saat menstruasi (Utari, 2016). Dismenore primer adalah nyeri saat menstruasi tanpa adanya kelainan pada alat-alat genital. Nyeri akan dirasakan sebelum atau bersamaan dengan permulaan menstruasi dan berlangsung untuk beberapa jam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian dismenore primer pada mahasiswi tingkat dua Akademi Kesehatan Rustida Krikilan Banyuwangi.Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan non probability sampling. Besar sampel sebanyak 60 mahasiwa tingkat dua Akademi Kesehatan Rustida. Alat pengumpulan data menggunakan angket. Analisis data menggunakan Chi Square dan regresi logistik ganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan aktivitas fisik dengan kejadian dismenore (p value = 0.000), tingkat stress dengan dismenore (p value = 0.001), konsumsi fast food dengan dismenore (p value = 0.001), paparan asap rokok dengan kejadian dismenore (p value = 0.002), tidak ada hubungan antara status gizi dengan dismenore (p value = 0.011). Variabel aktivitas fisik yang berpengaruh paling dominan terhadap kejadian dismenore pada mahasiswa tingkat dua Akademi Kesehatan Rustida Krikilan dari hasil uji regresi logistic nilai OR sebesar 17.211.Aktivitas fisik, tingkat stress, konsumsi fast food, paparan asap rokok berhubungan dengan dismenore, sedangan status gizi tidak ada berhubungan dismenore