Journal of Nursing and Public Health (JNPH)
Journal of Nursing and Public Health is an open access and peer-reviewed journal. Journal of Nursing and Public Health is an international journal which provides a forum for publishing the scientific works of nurse practitioners, academics, and researchers. It publishes original papers, reviews and short reports on all aspects. The journal is published regularly in every year. Journal of Nursing and Public Health considers submissions on any aspect of public health across age groups and settings. The focus and scopes of the journal include adult Nursing, Emergency nursing, Gerontological nursing, Community nursing, Mental health nursing, Pediatric nursing, Maternity nursing, nursing leadership and management, complementary and alternative medicine (CAM) in nursing, education in nursing, Public health practice and impact, Epidemiology and Biostatistic, Applied Epidemiology, Need or impact assessments, Health service effectiveness, management and re-design, Health Protection including control of communicable diseases, Health promotion and disease prevention, Evaluation of public health programmes or interventions, Public health governance, audit and quality, Public health law and ethics, Health policy and administration, Capacity in public health systems and workforce, Public health nutrition, Environmental health, Occupational health and safety, Reproductive health and Maternal and child health, science, philosophy, and practice of public health, especially in under-developed and developing countries. Journal of Nursing and Public Health is published by Universitas Dehasen Bengkulu in cooperation with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) and Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) ). It is aimed at all public health practitioners and researchers and those who manage and deliver public health services and systems. It will also be of interest to anyone involved in provision of public health programmes, the care of populations or communities and those who contribute to public health systems in any way. This is not an exhaustive list and the Editors will consider articles on any issue relating to nursing and public health.
Articles
40 Documents
Search results for
, issue
"Vol 11 No 2 (2023)"
:
40 Documents
clear
STUDI KUALITATIF: GAMBARAN PERILAKU ODHA DALAM PENCEGAHAN HIV/AIDS DI KABUPATEN REJANG LEBONG
ALMAINI, ALMAINI
Journal of Nursing and Public Health Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v11i2.5048
Pendahuluan: HIV/AIDS merupakan penyakit menular yang terjadi di kalangan masyarakat yang belum ditemukan vaksin atau obat yang efektif. Secara global terdapat 36 juta orang dengan HIV di seluruh dunia. ODHA adalah singkatan dari Orang Dengan HIV/AIDS, yaitu penderita yang didiagnosis positif terinfeksi HIV. Jumlahnya di Indonesia sebanyak 193.030 orang. Jumlah ODHA di Kabupaten Rejang Lebong sejak 2011 mencapai 123 orang. ODHA mempunyai peran penting dalam rantai penularan karena merupakan host pembawa agent. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menggali secara mendalam perilaku ODHA dalam pencegahan penularan virus HIV di wilayah Kabupaten Rejang Lebong. Metode: Jenis penelitian ini observasional bersifat deskriptif menggunakan pendekatan kualitatif, informan berjumlah 6 orang yaitu 2 orang OHDA LSL, 1 orang ODHA beristeri, 1 orang ODHA mantan PSK, 1 orang petugas konseling, dan 1 orang dari LSM. Pengumpulan informasi dilakukan dengan wawancara mendalam menggunakan pedoman wawancara. Data dianalisis secara deskriptif berdasarkan tema yang didapatkan. Hasil dan Pembahasan: Hasil menemukan pengetahuan ODHA tentang penularan HIV melalui hubungan seksual sebelum didiagnosa dan setelah didiagnosa cukup baik, namun tidak disertai dengan tindakan yang baik. Pengetahuan dan sikap yang baik belum tentu membuat orang akan bertindak. Perlu factor lain yaitu factor pendorong dan factor penguat. Pelayanan CST di RSUD Curup berjalan dengan baik. Kesimpulan : Perilaku ODHA dalam pencegahan penularan virus HIV sangat baik. Kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Rejang Lebong diharapkan selalu memberikan dukungan kepada poliklinik CST di RSUD Curup, dan Program PCT di Puskesmas yang ada di Kabupaten Rejang Lebong.
STUDI LITERATUR TENTANG PENINGKATAN MANAJEMEN MUTU PELAYANAN KESEHATAN DI RUMAH SAKIT INDONESIA
AMBARI, AMBARI;
SUNARSIH, ELVI;
MINARTI, MISNA
Journal of Nursing and Public Health Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v11i2.5093
Pendahuluan: Rumah sakit berfungsi sebagai sumber rujukan utama untuk perawatan kesehatan, terutama ketika menyangkut masalah penyembuhan dan rehabilitasi kesehatan pribadi.Kemampuan rumah sakit dalam memberikan perawatan berkualitas tinggi yang memuaskan pasien merupakan salah satu tuntutan kesehatan konsumen.Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan penyelenggaraan pelayanan kesehatan sesuai dengan standar pelayanan kesehatan yang ditentukan dengan menggunakan manajemen mutu pelayanan sebagai suatu proses.Metode: metodologi yang digunakan literature review, dan melibatkan sejumlah kegiatan yang melibatkan pengumpulan data perpustakaan tentang peningkatan manajemen mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit.Hasil dan Pembahasan: Dalam bisnis atau aktivitas apa pun yang menyediakan layanan, layanan pelanggan adalah rahasia kesuksesan. Jika konsumen senang, penyedia layanan mengharapkan umpan balik dalam bentuk keinginan pelanggan untuk menyatakan minat dalam merekomendasikan penyedia layanan kepada orang lain untuk menyebarkan berita tentang pengalaman positif dan menarik klien baru.Kesimpulan:Meliputi Peningkatan Akreditasi Rumah Sakit, Sistem Manajemen Mutu yang Sesuai dengan ISO 9001:2015, Pelaksanaan Manajemen Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan, Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIM-RS) harus ditingkatkan, Total Quality Management (TQM) dalam Layanan Rumah Sakit: Analisis, Manajemen data adalah kebutuhan layanan minimum rumah sakit.
FAKTOR PENYEBAB DAN DAMPAK PAPARAN PESTISIDA TERHADAP KESEHATAN PETANI
CHAIRUNNISA, CHAIRUNNISA;
MASYURA, ELVIRA ENDAH;
AIDILA, DINA;
MARKUASA SIAGIAN, MUHAMMAD RAJASYAH;
NANDA, NANDA;
RAHMADANI, SHABRINA
Journal of Nursing and Public Health Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v11i2.5094
Pendahuluan: Pestisida merupakan bahan kimia yang dapat menghilangkan hama dan dapat meningkatkan hasil pertanian, disamping efek menguntungkan juga dapat menimbulkan efek merugikan dari paparan pestisida pada manusia yakni dapat mempengaruhi kesehatan petani. Tubuh yang terpapar pestisida akan mengganggu pembentukan sel darah merah yang dapat berpengaruh pada penurunan kadar hematokrit dan sistem imun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penyebab dan dampak paparan pestisida terhadap petani. Metode penelitian : Metode yang digunakan desain literature review yang memakai format PICOS dan menggunakan kata kunci “exposure pesticide” AND “exposed pesticide hematology”. Hasil yang diperoleh dari database Science Direct, Google Schoolar dan Spirnger sebanyak 40 jurnal kemudian difilter lagi untuk jurnal dalam kurun waktu lima tahun dan dengan permasalahan yang sama didapatkan jurnal sebanyak 3 judul. Hasil: Anemia adalah keadaan kadar hemoglobin (Hb) dalam darah kurang dari batasan normal yang berbeda untuk setiap kelompok usia dan jenis kelamin yang dapat disebabkan oleh kelainan pembentukan sel, pendarahan, ataupun gabungan ketiganya. Anemia juga berdampak pada kesehatan manusia, sama halnya dengan dampak yang diberikan dalam pembangungan sosial dan ekonomi. Pestisida adalah racun yang sangat berbahaya bagi manusia sehingga faktor keamanan pemakaian pestisida perlu mendapat prioritas. Idealnya pestisida dapat membunuh serangga pembawa penyakit dan hama pada tanaman, tetapi tidak beracun bagi manusia dan makhluk hidup lainnya yang bukan merupakan target. APD ) adalah suatu alat yang mempunyai kemampuan untuk melindungi seseorang yang fungsinya mengisolasi sebagian atau seluruh tubuh dari potensi bahaya di tempat kerja.
PENGARUH AKTIVITAS KERJA DAN BEBAN ANGKAT TERHADAP KELUHAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDS)
SAFITHRY, CINDY YUNIKA;
NISYA, KHOIRUN;
FADHILAH, NAHIDATUL;
SHAKILA, RIFA;
HARAHAP, RIZKI ALYA;
HASANAH, WIRDATUN
Journal of Nursing and Public Health Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v11i2.5099
Berat beban yang diangkut akan menimbulkan kelelahan dan keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs). Musculoskeletal disorders (MSDs) merupakan keluhan pada bagian-bagian otot skeletal mulai dari keluhan ringan hingga sangat sakit. Beban statis yang yang diterima pekerja secara terus-menerus dan dalam durasi lama dapat menyebabkan keluhan berupa kerusakan pada ligament, sendi dan tendon. Tujuan literatur ini yaitu mengetahui Pengaruh Aktivitas Kerja Dan Beban Angkat Terhadap Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs). Penelitian ini merupakan penelitian yang berbentuk Literature Riview. Hasil dari kajian literatur yaitu Penyebab terjadinya musculoskeletal adalah Pengerahan Tenaga Otot berlebihan, sikap kerja yang tidak alamiah, serta pekerjaan berulang yang mengakibatkan pembebanan yang terus menerus menekan tulang, ligamen dan sendi. Kesimpulan dari kajian literatur yaitu adanya pengaruh aktivitas kerja dan beban angkat terhadap keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs).
EFEKTIVITAS KEGIATAN RELAWAN CONTACT TRACER COVID-19
PRAMITA, CHANDRA WIDIATNI;
FEBRIAWATI, HENNI;
OKTAVIDIATI, EVA;
YANUARTI, RISKA;
ANGRAINI, WULAN
Journal of Nursing and Public Health Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v11i2.5159
Pendahuluan: Covid-19 merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh Virus Corona (SARS-COV2) yang banyak merenggut nyawa masyarakat terutama petugas Kesehatan. Dengan meningkatnya penyebaran Kasus Covid-19 yang meresahkan masyarakat, maka diperlukan upaya penanganan yang bertujuan untuk memutus rantai penularan virus Covid-19 di Indonesia, Pemerintah membuat program kegiatan Relawan Contact Tracer Covid-19 dengan cara merekrut tenaga Relawan dari berbagai daerah, yang akan bekerja sama dengan Recon dan Kemenkes untuk memutus rantai penularan dan menurunkan angka kasus Konfirmasi Positif Covid-19. Penelitian ini dirancang dengan metode Kualitatif dan data yang digunakan adalah data Retrospektif dari hasil catatan kegiatan Relawan Contact Tracer Covid-19 yang dilakukan pada bulan Juni sampai Agustus tahun 2021 di Puskesmas Tais, Kabupaten Seluma. Kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan program 3T (Testing, Tracing, Treatment). Hasil Kegiatan ini menunjukkan bahwa kegiatan 3T yang dilakukan Efektif. Dilihat dari Kualitas, Kuantitas dan Waktu, kegiatan Relawan Contact Tracer Covid-19 dikatakan efektif karena telah mencapai target yang diinginkan. Hambatan yang ditemukan saat dilapangan yaitu tidak dilakukannya penggunaan APD (Alat pelindung diri) yang lengkap sesuai dengan ketentuan Kemenkes RI tahun 2020. Untuk itu diharapkan Pihak Puskesmas Tais dapat melakukan penyempurnaan APD lengkap agar para petugas dapat bekerja lebih Optimal.
PENGETAHUAN FAKTOR RESIKO PENYAKIT JANTUNG DAN TINGKAT KECEMASAN KELUARGA PASIEN JANTUNG
KHOIRINI, FATIMAH;
BAKARA, DERISON MARSINOVA;
ALMAINI, ALMAINI
Journal of Nursing and Public Health Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v11i2.5162
Pendahuluan: Peningkatan kasus penyakit jantung setiap tahunnya dapat dikontrol dari faktor resiko yang dapat dimodifikasi. Faktor pendorong melakukan perubahan prilaku salah satunya dengan pengetahuan dan merupakan kunci dalam meningkatkan kesadaran menjalankan prilaku hidup sehat. Ketakutan dan kecemasan dialami oleh keluarga jika ada anggota keluarganya yang masuk rumah sakit. Jika keluarga yang mengalami kecemasan tentunya tidak dapat berpikir jernih, tidak dapat memberikan perawatan yang maksimal dan tidak dapat memberikan semangat bagi pasien jantung untuk menjalani perawatan Metode: Penelitian deskripsi korelasi dengan metode cross sectional untuk hubungan pengetahuan keluarga tentang resiko penyakit jantung dan tingkat kecemasan keluarga pasien jantung. Sampel merupakan keluarga pasien jantung yang mengantar berobat pasien ke Rumah Sakit. Sampel berjumlah 58 responden dengan tehnik accidental sampling. Pengukuran pengetahuan menggunakan kuesioner pengetahuan yang telah dilakukan uji validitas dan reabilitas, sedangkan mengukur tingkat kecemasan keluarga pasien jantung dengan menggunakan modifikasi lembar checklist cemas HARS. Analisis bivariat menggunakani uji chi square. Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian menunjukkan Ada hubungan antara kecemasan keluarga pasien jantung dengan jenis kelamin. Sebagian besar pengetahuan keluarga tentang risiko penyakit jantung termasuk dalam kategori berpengetahuan baik. Sebagian kecil keluarga pasien jantung mengalami kecemasan. Tidak ada hubungan pengetahuan keluarga tentang risiko penyakit jantung dengan tingkat kecemasan. Kesimpulan: Tidak ada hubungan pengetahuan keluarga tentang risiko penyakit jantung dengan tingkat kecemasan. Hendaknya pihak rumah sakit dapat memberikan tindakan keperawatan misalnya pendidikan kesehatan tentang risiko penyakit jantung kepada keluarga pasien jantung terutama kepada keluarga yang tingkat pengetahuannya rendah serta dapat memberikan tindakan keperawatan pada keluarga pasien yang mengalami kecemasan.
ASUPAN KALSIUM DAN ZAT BESI DENGAN KEJADIAN DISMENORE PRIMER PADA REMAJA PUTRI DI SMPN 02 KOTA BENGKULU TAHUN 2023
SARI, GEBI PRANSISKA;
JUMIYATI, JUMIYATI;
OKFRIANTI, YENNI
Journal of Nursing and Public Health Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v11i2.5163
Pendahuluan: Masa remaja atau masa adolecent merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa muda yang mengalami perubahan-perubahan dalam proses pertumbuhan fisik, kognitif, dan psikososial, terutama pada remaja putri akan mengalami menstruasi (dismenore). Dismenore merupakan keluhan ginekologis akibat ketidak seimbangan hormon progesteron dalam darah sehingga mengakibatkan timbul rasa nyeri dan yang paling sering terjadi pada wanita dan mengalami dismenore memproduksi prostaglandin 10 kali lebih banyak dari wanita yang tidak dismenore, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui asupan kalsium dan zat besi pada remaja putri di Smpn 02 Kota Bengkulu. Metode: Metode penelitian dilakukan secara observasional dengan rancangan case control pada remaja putri kelas viii. Sebanyak 38 remaja putri tidak dismenore primer dan 25 remaja putri dismenore primer. Remaja putri dengan kategori asupan kalsium 1200 mg/hari, magnesium 200-250 mg, dan zat besi 26 mg. Analisis data statistik dilakukan dengan uji Chi Square. Hasil dan Pembahasan: menunjukkan bahwa kejadian dismenore primer pada remaja putri di Smpn 02 Kota Bengkulu sebesar 39,7% atau 25 remaja putri dan 60,3% remaja putri atau 38 remaja putri tidak dismenore. Kesimpulan: penelitian ini menunjukkan bahwa asupan kalsium dan magnesium berhubungan dengan kejadian dismenore primer.
ASUHAN KEPERAWATAN MANAJEMEN PENGENDALIAN MARAH PADA PASIEN GANGGUAN JIWA DENGAN RESIKO PERILAKU KEKERASAN DI RUANG INAP MURAI RSKJ SOEPRAPTO PROVINSI BENGKULU TAHUN 2023
GIBBRAN, MUHAMAD;
RIYADI, AGUNG;
PARDOSI, S.
Journal of Nursing and Public Health Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v11i2.5164
Menurut World Health Organization (WHO), (2018) prevalensi penderita skizofrenia yaitu lebih dari 20 juta jiwa terkena skizofrenia. Setiap tahunnya lebih dari 1,6 juta orang meninggal dunia akibat perilaku kekerasan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan Gambaran Asuhan Keperawatan Manajemen Pengendalian Marah Pada Pasien Gangguan Jiwa dengan Resiko Perilaku Kekerasan di RSKJ Soeprapto Kota Bengkulu. Metode penelitian ini adalah penelitian studi kasus dalam bentuk studi kasus untuk mengeksplorasi masalah. Studi kasus ini dilakukan di ruang Murai B RSKJ Soeprapto Provinsi Bengkulu Pada Bulan 13 April s/d 18 april 2023. Metode dan instrument studi kasus adalah observasi, wawancaradan studi dokumentasi. Evaluasi keperawatan pada responden I dan responden II dilakukan pada tanggal 19 April 2023 Tn.p dan Tn.k masih mengingat perawat, mengerti bahwa tindakan meluapkan emosi dengan cara memukul orang lain tidak baik, dan pada Tn.I menyadari bahwa perawatan diri penting untuk kesehatan dirinya, sedangkan pada Tn.k memahami bahwa perasaannya curiga berlebihan adalah efek waham dari penyakit skizofrenai yang pasien derita. Responden I dan responden II mampu melakukan tindakan pengendalian marah dengan cara memukul bantal dan berdziki. Sehingga dapat dianalisis masalah keperawatan resiko perilaku kekerasan pada TN.p dan Tn. K teratasi, Evaluasi sudah dilakukan penulis sesuai keadaan pasien. Pada data subjektif Tn.P mengatakan sudah jarang merasakan emosi dan keinginan untuk memukul orang tidak ada.
REBUSAN BAWANG PUTIH DAN TERAPI RELAKSASI NAFAS DALAM MENURUNKAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI
EFENDI, PAUZAN;
BUSTON, ERNI;
JUMARTA, HERZA;
BUSTON, NONI
Journal of Nursing and Public Health Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v11i2.5165
Hipertensi merupakan salah satu penyakit pada sistem kardiovaskuler yang memiliki angka mortalitas dan morbiditas yang tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh rebusan bawang putih dan terapi relaksasi nafas dalam pada tekanan darah penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Sawah Lebar Kota Bengkulu. Desain penelitian adalah quasi experiment dengan prepost test design with control group. Teknik sampling yang digunakan adalah random sampling sampling dengan populasi 545. Jumlah responden 36 orang yang terdiri dari 18 responden setiap kelompok. Penelitian ini dilakukan selama 4 hari dengan durasi setiap tindakan pemberian air rebusan bawang putih dan terapi relaksasi nafas dalam selama 10 menit setiap hari. Pada kelompok kontrol diberikan nafas dalam dilakukan selama 4 hari dengan durasi setiap tindakan selama 10 menit setiap hari. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan rerata tekanan darah antar kelompok tekanan darah sistol 11.61 mmHg dan tekanan darah diastol 3.05 mmHg. Hasil analisis menunjukkan ada perbedaan penurunan rata-rata tekanan darah sistol dan diastol antar kelompok dengan p value 0.044 (p value ≤ 0,05). Kesimpulan rebusan bawang putih dan terapi relaksasi nafas dalam terhadap tekanan darah yang merupakan terapi nonfarmakologi yang dapat digunakan untuk mengurangi angka kejadian hipertensi di masyarakat untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.
FAKTOR PENGGUNAAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK DI RS X
HILHAMI, HILHAMI;
HOSIZAH, HOSIZAH;
JUS’AT, IDRUS
Journal of Nursing and Public Health Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v11i2.5166
Pendahuluan: Penggunaan rekam medis elektronik di fasilitas kesehatan Indonesia tidak merata. Menurut data Badan Layanan Kesehatan Rujukan (2020), baru 74 dari 575 RS Indonesia yang telah mengintegrasikan rekam medis elektronik. Penggunaan rekam medis elektronik juga terhambat oleh sarana dan prasarana yang kurang memadai, seperti koneksi jaringan yang tidak stabil yang dapat memperlambat kerja pengguna, informasi yang tidak sepenuhnya akurat, dan banyaknya langkah dan tahap dalam pengisian rekam medis elektronik. Melihat kendala-kendala tersebut di atas, diperlukan evaluasi yang menyeluruh, terutama mengenai manfaat yang seharusnya dirasakan oleh rumah sakit dan pelanggan jika penggunaan rekam medis elektronik berjalan lancar dan menghasilkan citra positif bagi rumah sakit dalam konteks persaingan pelanggan. Metode: Penelitian ini termasuk kedalam penulisan kausalitas yang berfungsi untuk meneliti apakah ada hubungan sebab akibat antara dua peristiwa yang terpisah. Hasil dan pembahasan: penelitian menunjukan bahwa adanya pengaruh teknologi, dan komitmen organisasi terhadap penggunaan RME yang di mediasi oleh budaya kerja. Kesimplan: Hasil penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh teknologi, budaya kerja terhadap penggunaan rekam medis elektronik. Pada variabel komitmen organisasi tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap penggunaan rekam medis elektronik. Teknologi diukur dengan pendekatan lima aspek yaitu content, accuray, format, ease for use dan timeless.