cover
Contact Name
Eko Sumartono
Contact Email
ekosumartono@relawanjurnal.id
Phone
+6282138129668
Journal Mail Official
ekosumartono@relawanjurnal.id
Editorial Address
Faculty of Health Studies, Universitas Dehasen Bengkulu Jl. Merapi Raya No.Kel, Kebun Tebeng, Kec. Ratu Agung, Kota Bengkulu, Bengkulu 38226
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Journal of Nursing and Public Health (JNPH)
ISSN : 23387033     EISSN : 27220613     DOI : https://doi.org/10.37676/jnph.v8i1
Core Subject : Health,
Journal of Nursing and Public Health is an open access and peer-reviewed journal. Journal of Nursing and Public Health is an international journal which provides a forum for publishing the scientific works of nurse practitioners, academics, and researchers. It publishes original papers, reviews and short reports on all aspects. The journal is published regularly in every year.  Journal of Nursing and Public Health considers submissions on any aspect of public health across age groups and settings. The focus and scopes of the journal include adult Nursing, Emergency nursing, Gerontological nursing, Community nursing, Mental health nursing, Pediatric nursing, Maternity nursing, nursing leadership and management, complementary and alternative medicine (CAM) in nursing, education in nursing, Public health practice and impact, Epidemiology and Biostatistic, Applied Epidemiology, Need or impact assessments, Health service effectiveness, management and re-design, Health Protection including control of communicable diseases, Health promotion and disease prevention, Evaluation of public health programmes or interventions, Public health governance, audit and quality, Public health law and ethics, Health policy and administration, Capacity in public health systems and workforce, Public health nutrition, Environmental health, Occupational health and safety, Reproductive health and Maternal and child health, science, philosophy, and practice of public health, especially in under-developed and developing countries. Journal of Nursing and Public Health is published by Universitas Dehasen Bengkulu in cooperation with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) and Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) ).  It is aimed at all public health practitioners and researchers and those who manage and deliver public health services and systems. It will also be of interest to anyone involved in provision of public health programmes, the care of populations or communities and those who contribute to public health systems in any way. This is not an exhaustive list and the Editors will consider articles on any issue relating to nursing and public health.
Articles 420 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IBU DALAM MELAKUKAN STIMULASI TUMBUH KEMBANG PADA ANAK TODDLER DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KABUPATEN REJANG LEBONG MISNIARTI MISNIARTI; SRI HARYANI
Journal of Nursing and Public Health Vol 10 No 1 (2022)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v10i1.2374

Abstract

Pendahuluan: Perkembangan berarti bertambahnya fungsi alat tubuh yang dicapai melalui pertumbuhan, perkembangan, kematangan dan belajar. Perkembangan pada anak meliputi perkembangan motorik halus, motorik kasar, perkembangan bicara dan bahasa, serta sosialisasi dan kemandirian. Pertumbuhan dan perkembangan anak dibagi dalam beberapa peroide yaitu masa prenatal atau masa intra uteri, masa bayi, masa anak dibawah lima tahun, masa anak prasekolah. Pada masa ini adalah masa yang tepat untuk mengoptimalkan perkembangan anak, agar perkembangan anak bisa optimal maka kebutuhan dasar anak untuk tumbuh kembang harus terpenuhi dahulu. Berbagai masalah yang terdapat pada perkembangan anak seperti keterlambatan motorik, bahasa dan perilaku. Anak yang mendapatkan stimulasi yang terarah akan lebih cepat berkembang bila dibandingkan anak yang kurang bahkan tidak sama sekali mendapatkan stimulasi. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah desain penelitian diskriptip analitik dengan menggunakan desain cros sectional. Pada penelitian ini peneliti bertujuan untuk mengetahui hubungan antara variable independen dan variable dependen diidentifikasi pada satu waktu, yaitu antara faktor pengetahuan ibu dengan tindakan stimulasi perkembangan pada anak usia toddler. Hasil dan Pembahasan: Hasil Uji statistik didapatkan nilai ρ 0,030 < α = 0,05, berarti ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan tindakan stimulasi perkembangan pada anak usia toddleir. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian bahwa ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan tindakan stimulasi perkembangan anak maka perlu dilanjutkan dengan melakukan penelitian ini perlu dilanjutka dengan meneliti tentang faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi ibu dalam melakukan tindakan stimulasi perkembangan pada anak usia toddler.
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN KEJADIAN TEMPER TANTRUM PADA ANAK PRASEKOLAH (USIA 3-6 TAHUN) DI PAUD IT AULADUNA 1 KOTA BENGKULU DEVI RATNA SARI A; RAVIKA RAMLIS; MARLIN SUTRISNA
Journal of Nursing and Public Health Vol 10 No 1 (2022)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v10i1.2375

Abstract

Temper tantrum merupakan ganggguan yang dapat terjadi pada anak prasekolah. Di negara maju Northwestern Feinberg dari 1500 orang tua 84% dari anak-anak usia 2-5 tahun meluapkan frustasinya dengan mengamuk dan 8,6% memiliki tantrum sehari-hari. Di Indonesia, 23-83% dari anak-anak usia 2-4 tahun pernah mengalami temper tantrum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pola asuh orangtua dengan kejadian temper tantrum pada anak usia prasekolah (usia 3-6 tahun) di PAUD IT Auladuna 1 Kota Bengkulu Tahun 2021. Metode yang digunakan adalah desain penelitian deskriptif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang mempunyai anak pra sekolah usia 3-6 tahun di PAUD IT Auladuna 1 Kota Bengkulu, jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 38 orang dengan teknik total sampling. Penelitian ini menggunakan uji chi-square. Hasil analisa uji univariat didapatkan sebagian besar responden (76,3%) dengan pola asuh orang tua demokratis, sebagian besarresponden (55,3%) dengan temper tantrum. Hasil uji analisa Bivariat didapatkan ada hubungan antara pola asuh orang tua dengan kejadian temper tantrum pada anak prasekolah (usia 3-6 tahun) di PAUD IT Auladuna 1 Kota Bengkulu Tahun 2021 nilai p-value = 0,019 (p-value ≤ 0,05). Diharapkan orang tua dapat menerapkan pola asuh yang baik agar dapat mencegah terjadinya temper tantrum pada anak.
STUDI RETROSPEKTIF GAYA HIDUP DAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA USIA PRODUKTIF RD. HALIM; AGUNG SUTRIYAWAN
Journal of Nursing and Public Health Vol 10 No 1 (2022)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v10i1.2376

Abstract

Prevalensi kejadian hipertensi di Jawa Barat menempati posisi kedua secara nasional, sedangkan Kota Bandung dengan prevalensi sebesar 36,79%. Kecenderungan peningkatan prevalensi hipertensi pada kelompok usia produktif salah satunya disebabkan oleh tingkat kesibukan dan gaya hidup yang tidak sehat. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan gayahidup (aktivitas fisik, kebiasaan merokok, konsumsi garam berlebih dan konsumsi alkohol) dengan kejadian hipertensi pada usia produktif. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain penelitian kasus kontrol. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang berkunjung dan melakukan pengobatan kepoli umum yang tercatat dalam register laporan di Puskesmas Neglasari. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 400 responden. Sampel diambil menggunakan teknik acak sederhana dengan kriteria penderita usia produktif yaitu bersusia 25 – 54 tahun. Instrumen yang digunakan adalah lembar ceklis dan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukan variable yang berhubungan dengan kejadian hipertensi adalah aktivitas fisik (p=0,000 dan OR=5,723), kebiasaan merokok (p=0,000 dan OR=2,049), konsumsi garam berlebih (p=0,000 dan OR=2,071), dan konsumsi alkohol (p=0,000 dan OR=2,165).Gaya hidup yang terbukti berhubungan signifikan dengan kejadian hipertensi adalah aktivitas fisik. Kebiasaan merokok, konsumsi garam berlebih dan konsumsi alkohol. Disarankan kepada tenaga kesehatan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terutama usia produktif tentang pencegahan hipertensi melalui program CERDIK.
KOMBINASI TRAY AERATOR DAN FILTRASI DALAM MENURUNKAN KONSENTRASI FE PADA AIR SUMUR GALI DI KELURAHAN RAWA MAKMUR PERMAI RIANG ADEKO; RUSTAM AJIE
Journal of Nursing and Public Health Vol 10 No 1 (2022)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v10i1.2377

Abstract

Air bersih merupakan salah satu sarana untuk meningkatkan kesejahteraan hidup dalam upaya peningkatan derajat kesehatan. Kebutuhan air bersih tersebut perlu dipenuhi dalam jumlah dan kualitas yang memadai. Berdasarkan survey awal yang dilakukan pada tanggal 07 Januari 2021 kondisi air sumur gali warga RT 04 RW 03 Kelurahan Rawa Makmur Permai Kecamatan Muara Bangkahulu Kota Bengkulu setelah dilakukan pengukuran diperoleh kadar besi (Fe) 3,972 mg/L. Dari hasil pengukuran pada survey awal diketahui bahwa air sumur gali warga RT 04 RW 03 Kelurahan Rawa Makmur Permai Kecamatan Muara Bangkahulu Kota Bengkulu masih melebihi ambang batas yag dipersyaratkan oleh Permenkes RI No.32 tahun 2017. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penurunan kadar Fe sebelum dan sesudah perlakuan dengan menggunakan variasi 3 Tray Aerator, 5 Tray Aerator, 7 Tray Aerator menggunakan kombinasi filtrasi dengan lama kontak 40 menit dalam menurunkan konsentrasi Fe pada air sumur gali serta untuk mengetahui variasi Tray Aerator dan filtrasi yang paling efektif untuk menurunkan kadar Fe. Jenis penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu (quasi experimental) dengan desain post test only control group design, dimana subyek dibagi menjadi 2 perlakuan. Pengukuran kandungan Fe air sampel dilakukan masing- masing sebanyak 3 kali pada kelompok perlakuan dengan 3 variasi tray yaitu 3 tingkatan, 5 tingkatan dan 7 tingkatan dengan lama kontak 40 menit. Hasil penelitian diperoleh variasi perlakuan paling efektif untuk menurunkan kadar Fe dengan menggunakan kombinasi 7 Tray Aerator dan Filtrasi dapat menurunkan kadar Besi (Fe) hingga 94,53 %. Hasil penelitian diperoleh bahwa semakin banyak tingkatan Tray Aerator maka semakin efektif penurunannya.
HUBUNGAN PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI SUNTIK DEPO MEDROXY PROGESTERON ASETAT (DMPA) TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN DAN TEKANAN DARAH TINGGI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PASAR KEPAHIANG DESI EMILDA; SRI HARYANI; YUSNIARITA YUSNIARITA
Journal of Nursing and Public Health Vol 10 No 1 (2022)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v10i1.2378

Abstract

Pendahuluan: Kontrasepsi suntik Depo Medroxy Progesteron Asetat (DMPA) merupakan kontrasepsi hormonal, yang berisi hormon progesteron atau kombinasi hormon esterogen progesteron. Efek samping yang sering terjadi dari penggunaan alat kontrasepsi KB suntik adalah peningkatan berat badan dan tekanan darah tinggi. Puskesmas Pasar Kepahiang dengan cakupan KB suntik terbanyak yaitu 2.110 (62,4 %). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan penggunaan alat kontrasepsi suntik DMPA terhadap peningkatan berat badan dan tekanan darah tinggi di wilayah kerja Puskesmas Pasar Kepahiang. Metode: . Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional. Sampel sebanyak 82 terbagi menjadi 41 ibu yang menggunakan kontrasepsi suntik DMPA dan 41 ibu menggunakan kontrasepsi Non DMPA. Pengambilan sampel menggunakan teknik Random Sampling. Data dianalisis dengan statistic Chi-square dan regresi linier. Hasil dan Pembahasan: Hasil analisis didapatkan ada hubungan antara penggunaan alat kontrasepsi hormonal DMPA terhadap peningkatan berat badan dengan nilai p =0,018 (<0,05) dan ada hubungan antara penggunaan alat kontrasepsi hormonal DMPA terhadap peningkatan tekanan darah nilai p =0,046(< 0,05). Kesimpulan: Diharapkan menjadi sebagai sumber informasi dalam penyuluhan tentang manfaat dan efek samping macam-macam alat kontrasepsi khususnya KB suntik, agar masyarakat bisa lebih bijak dalam memilih alat kontrasepsi yang akan digunakan.
HUBUNGAN TINGKAT KEBISINGAN LALU LINTAS DENGAN KONSENTRASI SISWA SAAT PEMBELAJARAN DI SMPN 01 DAN SMPN 04 KOTA BENGKULU SRI MULYATI
Journal of Nursing and Public Health Vol 10 No 1 (2022)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v10i1.2379

Abstract

Menurut KepMenLH No.48 Tahun 1996 kebisingan yang diperbolehkan untuk sekolah ialah 55dB. Salah satu penyebab konsentrasi belajar terganggu karena kebisingan. Menurut peneliti terdahulu yang dilakukan di SMP 2 Kota Bengkulu tingkat kebisingan yang diperoleh ialah 68,17 dB. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk diketahuinya hubungan tingkat kebisingan dengan konsentrasi siswa saat pembelajaran di SMPN01 dan SMPN04 Kota Bengkulu.anallitik dengan menggunakan pendekatan crosssectional. Jumlah sampel sebanyak 90 siswa SMPN01dan 90 siswa SMPN04. Cara pengambilan sampel secara proposional random sampling. Data penelitian dianalisis dengan univariat dan bivariat (uji chi-square).Tingkat kebisingan di SMPN01 hampir seluruh (86,7%) > NAB dan di SMPN04 kurang dari setengah (37,8%) > NAB. Sedangkan konsentrasi belajar di SMPN01 lebih dari setengah (60%) kurang baik dan di SMPN 04 hampir seluruhnya (37,8%) kurang baik. Ada hubungan tingkat kebisingan lalu lintas dengan konsentrasi belajar siswa di SMPN01(p=0,024), tidak ada hubungan tingkat kebisingan lalu lintas dengan konsentrasi belajar siswa di SMPN04 (p=0,163).Sekolah dapat mengendalikan kebisingan jalan raya dengan cara menanam pohon-pohon yang besar disekitar sekolah seperti pohon-pohon kalpataru.
HUBUNGAN STATUS GIZI TERHADAP KEJADIAN PENYAKITDEGENERATIF PADA LANSIA DI DISTRIK WANGGAR KABUPATEN NABIRE SUKATEMIN SUKATEMIN; NOVI LASMADASARI; ESTER ESTER
Journal of Nursing and Public Health Vol 10 No 1 (2022)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v10i1.2380

Abstract

Salah satu bentuk keberhasilan pembangunan di suatu bangsa salah satunya adalah menurunya mortalitas, morbiditas, meningkatnya umur harapan hidup. Meningkatnya angka harapan hidup merupakan dampak dari peningkatan derajat kesehatan dan kesejahteraan penduduk, menurunnya angka kemiskinan dan perubahan gaya hidup yang terjadi di setiap negara termasuk di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fenomena yang sering dikeluhkan oleh masyarakat, terutama oleh lansia yang sedang mengikuti posyandu lansia tentang keadaan penyakit yang sedang di derita, sehingga diperoleh jawaban ada tidaknya hubungan antara status gizi dengan penyakit degenerative. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 90 lansia yang tersebar di 4 posbindu di desa Wanggar, Wanggar Makmur, BumiMulia dan Wiraska. Sampel terbagi atas 42 orang tanpa gejala penyakit degenerative dan 48 orang dengan gejala penyakit degenerative. Penelitian menggunakan metode crossectional study, yaitu dengan model melakukan pengukuran secara simultan dengan pendekatan case control, dimana sebagai kasus adalah lansia yang mengalami gangguan berupa hypertensi, asamurat, arthritis, peningkatan kolesterol, peningkatan gula darah dan keluhan gangguan kardiovaskuler. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji statistik dengan menggunakan Chi Square Test diperoleh hasil sebesar 0,000 dimana P = < 0,05 maka hipotesis diterima, ada hubungan antara status gizi lansia yang diukur berdasarkan pengukuran atropometri terhadap kejadian penyakit degeneratif di Wanggar kabupaten, kabupaten nabire tahun 2020. Ada hubungan yang bermakna antara status gizi dengan kejadian penyakit degeneratif pada lansia, dimana p-value < 0,005. Dengan demikian status gizi lansia berhubungan dengan kejadian PTM pada lansia di kecamatan Wanggar.
HUBUNGAN KEBIASAAN MEROKOK DENGAN GAMBARAN MOTILITAS SPERMA PADA PEROKOK AKTIF DI KOTA BENGKULU TEDY FEBRIYANTO; RADEN SUNITA; JON FARIZAL
Journal of Nursing and Public Health Vol 10 No 1 (2022)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v10i1.2382

Abstract

Pendahuluan: Rokok adalah hasil olahan tembakau terbungkus termasuk cerutu atau bentuk lainnya yang dihasilkan dari tanaman Nicotiana tobacum, Nicotiana rustica dan spesies lain. Bentuk sintetis yang mengandung nikotin dan tar dengan atau tanpa bahan tambahan. Sebatang rokok tembakau mengandung lebih dari 4000 bahan kimia berbahaya di dalamnya. Dari ribuan kandungan zat pada rokok itu, tiga kandungan yang paling berbahaya adalah tar, nikotin dan karbon monoksida. Infertilitas adalah suatu kondisi dimana pasangan suami istri belum mampu memiliki keturunan setelah melakukan hubungan seksual sebanyak 2 sampai 3 kali seminggu dalam 1 tahun tanpa menggunakan alat kontrasepsi jenis apapun. Faktor-faktor yang mempengaruhi infertilitas antara lain usia, stres, lingkungan, dan juga aktivitas seksual (frekuensi, posisi, waktu, dan lain-lain). Faktor lingkungan yang dimaksud disini adalah alkohol, ganja dan juga rokok. Pengujian motilitas sperma bertujuan untuk mengetahui persentase sperma yang bergerak dengan bebas setelah sampel mengalami liquefasi, untuk melakukan pengujian motilitas sperma, diteteskan 10-50µl yang kemudian ditutup dengan cover glass berukuran 20x20 mm dan diamati dibawah mikroskop dengan pembesaran mulai 10x objektif untuk melihat penyebaran sperma yang merata pada preparat, kemudian dilanjutkan dengan pembesaran 40x objektif untuk menilai motilitas sperma. Metode: Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis univariat (analisis deskriptif) bertujuan untuk menjelaskan atau mendeskripsikan karakteristik setiap variabel penelitian (Notoatmodjo, 2012) . Data yang telah dimasukkan akan diedit dan dikelompokkan berdasarkan normal atau tidak normal motilitas sperma dan dilakukan analisis Uji Chi-square untuk melihat hubungan motilitas sperma dengan perokok aktif di Kota Bengkulu. Hasil dan Pembahasan: Frekuensi lama merokok responden yang paling banyak adalah lebih dari 5 tahun yaitu sebesar 53,3 persen dengan persentase jumlah rokok perhari dari 30 responden adalah 66,7 persen. Hubungan kebiasaan perokok aktif berdasarkan lama merokok dan jumlah batang rokok dengan gambaran motilitas sperma adalah H0 ditolak dan Hipotesis adanya hubungan antara kualitas sperma perokok dengan kebiasaan lama merokok dan jumlah batang rokok. Kesimpulan: Dari hasil dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan kebiasaan merokok dengan gambaran motilitas sperma pada perokok aktif dengan frekuensi lama merokok 5-10 tahun berdasarkan jumlah rokok perhari dari 30 responden.
PERBEDAAN DAYA HAMBAT MINYAK ATSIRI DAUN KENIKIR (COSMOS CAUDATUS KUNTH.) DAN MINYAK ATSIRI DAUN KEMANGI (OCIMUM BASILICUM) TERHADAP PERTUMBUHAN KLEBSIELLA PNEUMONIAE YANA VANIA FARADILA; ULLYA RAHMAWATI
Journal of Nursing and Public Health Vol 10 No 1 (2022)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v10i1.2383

Abstract

Pendahuluan: Infeksi pneumonia menjadi masalah yang cukup serius di Indonesia, penyebabnya adalah bakteri Klebsiella pneumoniae. Salah satu pengobatan infeksi ini dengan mengkonsumsi antibiotik. Namun, penggunaan yang berlebihan dapat mengakibatkan resistensi bakteri terhadap antibiotik. Hal ini dapat diatasi dengan beralih menggunakan bahan alami. Bahan alami yang dapat digunakan sebagai obat adalah kenikir (Cosmos caudatus Kunth.) dan kemangi (Ocimum basilicum) karena mengandung senyawa antibakteri yaitu minyak atsiri.Metode: Jenis penelitian ini eksperimen murni dengan desain Post test Only Control Grup Design. Subjek penelitian adalah biakan bakteri Klebsiella pneumoniae ATCC 33495 berumur 24jam yang diinkubasi pada suhu 37oC. Obyek penelitian adalah minyak atsiri daun kenikir dan minyak atsiri daun kemangi dalam berbagai varian konsentrasi yakni 20%, 40%, 60%, 80%, 100%. Uji daya hambat antibakteri menggunakan metode difusi sumuran. Data hasil pengukuran zona hambat kedua minyak atsiri dalam berbaga variasi konsentrasi diuji One Way Anova dan Post Hoc LSD untuk mengetahui konsentrasi optimum pada tiap minyak atsiri. Data hasil pengukuran zona hambat pada konsentrasi optimum diperoleh sebanyak 30 data, kemudian diuji beda dengan uji Independent Sample T-Test. Hasil dan Pembahasan: uji Independent Sample T-Test menunjukkan nilai signifikasi sebesar 0,003 (p<0,05) yang berarti bahwa terdapat perbedaan daya hambat antara kedua minyak atsiri. Kesimpulan: ada perbedaan daya hambat minyak atsiri daun kenikir (Cosmos caudatus Kunth.) dan minyak atsiri daun kemangi (Ocimum basilicum) terhadap pertumbuhan Klebsiella pneumoniae.
PATIENT’S PERSPECTIVES IN IMPLEMENTATION OF HEALTH PROTOCOL PREVENTING THE TRANSMISSION OF COVID-19 IN THE HEALTH SERVICE ENVIRONMENT BASED ON THE QUALITY OF LIFE (QOL) CONCEPT YAYAN KURNIAWAN; SUTRI YANI
Journal of Nursing and Public Health Vol 10 No 1 (2022)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v10i1.2384

Abstract

Introduction: Currently, COVID-19 has become a global pandemic. The number of COVID-19 cases in Bengkulu Province in January reached 23.110 cases, while for regional cases, Bengkulu City occupies the highest position, namely 9.015 cases compared to 8 (eight) surrounding districts, which Among them, as many as 158 people died. Transmission of COVID-19 can occur airborne or through air contaminated with the coronavirus, then the virus enters through the nose, eyes, mouth, and other mucous membranes. Discipline in implementing health protocols in the community has reduced transmission. Patients' quality of life undergoing treatment in hospitals during the current COVID-19 pandemic often shows terrible symptoms. Nurses cannot be separated from their responsibilities as severing agents and preventing transmission in the family, community, or health care environment. Aspects of focus in this study's concept of Quality of Life (QOL) are biological health functions, psychological, spiritual, social, and family support. Metode: The design of this research is descriptive phenomenology with a qualitative study method. The total respondents in this study were 15 patients who were taken from 3 treatment rooms (inpatient)—sampling using the purposive sampling method. The criteria for respondents in this study were inpatients, patients with the good general condition, adult patients, and cooperative patients. The data that was explored from the respondents was an overview of the patient's perspective related to efforts to prevent COVID-19 by implementing health protocols in terms of the Quality Of Life (QOL) aspect obtained through in-depth interviews, namely an overview of (1) functions health biologically (physiological), (2) psychological, (3) spiritual, (4) social and (5) family support. Hasil: The results of the analysis obtained from in-depth interviews on the physiological aspect that the application of health protocols is effective in preventing transmission, on the psychological aspect the application of health protocols has an impact on feeling safe in patients, on the spiritual aspect the application of health protocols does not make the patient reduce the value of worship, on the social aspect the patient says that With the application of strict protocols, patients use alternative communication media without having to meet in person so that patients feel protected. Regarding family support, respondents said that the implementation of health protocols could also be adequately realized with full support from the family. Kesimpulan: Implementation related to strict health protocols can be well received and beneficial for the patient's quality of life.