cover
Contact Name
Alfridus Gado
Contact Email
alfridusg@gmail.com
Phone
+6282144658484
Journal Mail Official
alfridusg@gmail.com
Editorial Address
Jurnal TEKNOSIAR Fakultas Teknik Universitas Flores Jl. Sam Ratulangi Ende Kelurahan Paupire Kecamatan Ende Tengah Kabupaten Ende NTT
Location
Kab. ende,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
TEKNOSIAR
Published by Universitas Flores
ISSN : 19075197     EISSN : 27212270     DOI : https://doi.org/10.37478/teknosiar
Core Subject : Engineering,
TEKNOSIAR: Journal of Engineering is a media publication published twice a year (in April and October) by the Faculty of Engineering, University of Flores. The aim is as a forum for scientific communication and also disseminates research results, literature studies, funds in the form of design results, study results, case studies and modeling in engineering and engineering management with the scope of: Civil Engineering (structure, transportation, development of water resources , geotechnical engineering, and construction / project management), Architecture (theory, architecture history and design; Architectural science and technology; Urban architecture and urban design; Home and residential architecture; Interior and exterior design; Flores cultural architecture).
Articles 118 Documents
Hubungan Kondisi Lokasi Dan Alat Perlengkapan Pada Depot Air Minum Isi Ulang Dengan Kualitas Bakteriologi Di Kabupaten Ende Tahun 2014 Valentinus Tan
TEKNOSIAR Vol. 8 No. 1 (2014): April
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.67 KB)

Abstract

Air merupakan salah satu kebutuhan manusia yang paling penting. Untuk memenuhi kebutuhan air minum masyarakat, salah satu alternatifnya adalah pemakaian air minum isi ulang (AMIU) karena mudah dijangkau. Namun tidak semua depot air minum terjamin kualitasnya. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kualitas AMIU salah satu sanitasi tempat pengolahan .Penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan sanitasi pengolahan dengan kualitas bakteriologi depot AMIU di Kabupaten Ende tahun 2014. Seluruh populasi dijadikan sampel (total sampling), yaitu 32 depot.Berdasarkan hasil penelitian diperoleh lokasi depot AMIU memenuhi syarat sebanyak 20 (62,5%) depot, alat dan perlengkapan tidak memenuhi syarat sebanyak 18 (56,25%) depot,. Mayoritas kualitas bakteriologi depot AMIU adalah tidak memenuhi syarat sebanyak 20 (62,5%) depot. Ada hubungan lokasi depot AMIU dengan kualitas bakteriologi dengan nilai p = 0,032, Ada hubungan alat dan perlengkapan depot AMIU dengan kualitas bakteriologi dengan nilai p = 0,005, ada hubungan hygiene perorangan karyawan depot AMIU dengan kualitas bakteriologi dengan nilai p = 0,025.Berdasarkan hasil penelitian diharapkan kepada pemilik depot air minum untuk menerapkan hygiene sanitasi pengolahan . Selain itu, Pemerintah diharapkan meningkatkan pengawasan dan monitoring yang ketat terhadap depot AMIU tentang pelaksanaan pemeriksaan kualitas air secara rutin.
Kinerja Pencahayaan Alami Pada Bangunan Eco House Petrus Jhon Alfred Depa Dede
TEKNOSIAR Vol. 8 No. 1 (2014): April
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (915.895 KB)

Abstract

Bangunan membutuhkan distribusi pencahayaan alami yang memadai untuk kenyamanan visual dan produktivitas sehari-hari. Terkait dengan kondisi langit dan lingkungan di daerah tropis lembab maka dibutuhkan distribusi pencahayaan alami dengan menggunakan nilai illuminance dan daylight factor (DF) untuk melihat performa ruang dalam bangunan. Namun sering timbul permasalahan pada bangunan seperti pengaruh dimensi, bahan, orientasi bukaan, overhang, dan obstruction. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi lingkungan dan kinerja pencahayaan alami dalam bangunan Eco House. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metoda studi lapangan, yaitu melakukan pengukuran dengan menggunakan alat ukur dan hasilnya disesuaikan dengan standar kenyamanan visual untuk ruang kerja. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa nilai iluminan berada dibawah standar pencahayaan alami (SNI 03-2396-2001) dan nilai daylight factor pada tiap ruang tidak seragam. Nilai daylight factor yang didapatkan pada tiap ruang berbeda-beda karena pengaruh dari reflektan interior seperti penggunaan bahan, material dan warna yang diterapkan.
Perancangan Hotel Resort Di Daerah Roe, Desa Ngeghedhawe, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo Dengan Pendekatan Arsitektur Hijau Shirly Wunas; Silvester Masias Siso; Thomas Mema
TEKNOSIAR Vol. 8 No. 1 (2014): April
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (726.829 KB)

Abstract

Manusia memiliki kesibukan dan gaya hidup yang berbeda. Terutama pada kehidupan kalangan perkotaan yang rentan dengan kejenuhan dan kepenatan dalam menghadapi rutinitas sehari-hari. Resort merupakan alternative yang dipersiapkan untuk memberi suasana relaksasi melalui view alam unggulan dan fasilitas-fasilitas yang telah disediakan. Resort ini mengambil lokasi didaerah Roe, tepatnya di desa Ngeghedhawe, kecamatan Aesesa, kabuaten Nagekeo, provinsi Nusa Tenggara Timur.Menggunakan beberapa teori-teori arsitektur yang nendukung dan dapat digunakan sebagai pedoman ketika merancang. Melalui tema Arsitektur Hijau, resort ini lebih ditekankan pada penghijauan alam Mbay yang pada saat ini cuacanya cukup panas. Hasil penelitian ini adalah Menghasilkan sebuah konsep perencanaan dan rancangan sarana akomodasi pariwisata Hotel Resort di kawasan Roe daerah Mbay kabupaten Nagekeo yang memanfaatkan potensi alamiah yang ada disekitar kawasan dengan melakukan pendekatan terhadap arsitektur hijau sebagai acuan desain bangunan dan dapat memberikan jasa wisata berupa informasi wisata, penginapan serta jasa–jasa lain yang berkaitan dengan kegiatan wisata.
Pengaruh Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Pada Pekerja Tambang Pasie Di Wilayah Kecamatan Keo Tengah Kabupaten Nagekeo Kristoforus Je
TEKNOSIAR Vol. 9 No. 1 (2015): April
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.933 KB)

Abstract

Tindakan yang dilakukan untuk pencegahan kecelakaan kerja yaitu membuat program keselamatan dan kesehatan kerja dengan tujuan dapat mengurangi dan mencegah terjadinya kecelakaan kerja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh keselamatan dan kesehatan kerja terhadap produktivitas kerja pada pekerjaan tambang pasir di wilayah Kecamatan Keotengah Kabupaten Nagekeo. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Explanatory denganjumlah responden 50 orang dan teknik pengumpulan data berupa: observasi, wawancara dan pengisian kuesioner. Hubungan keselamatan kerja (X1) terhadap produktivitas kerja (Y). Terdapat pengaruh yang signifikan dimana Ftabel >Fhitung, atau 7,604 > 3,19. Besar korelasi 0,741 tergolong kuat, sedangkan kontribusi 54,90% sisanya 45,10% ditentukan oleh variabel lain. Kesehatan kerja (X2) terhadap produktivitas kerja (Y). Terdapat pengaruh yang signifikan antara dimana Ftabel>Fhitung, atau 6,783 > 3,19. Besar korelasi 0,679 teergolong kuat, sedangkan kontribusi 46,10% sisanya 53,90% ditentukan oleh variabel lain. Hubungan keselamatan (X1) dan kesehatan kerja (X2) terhadap produktivitas kerja (Y) pada pekerjaan tambang pasir diwilayah Kecamatan Keotengah Kabupaten Nagekeo, dimana Ftabel>Fhitung, atau 32,94 > 5,10. Besar korelasi 0,764, kontribusi korelasi X1, X2 terhadap Y sebesar 58,36% sedangkan sisanya 41,64% ditentukan oleh variabel lain. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa pentingnya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja karena mempunyai manfaat yang sangat besar pengaruhnya terhadap produktivitas kerja.
Penggunaan Sebagian Pasir Laut Sebagai Pengganti Agregat Halus Dalam Campuran Beton Dapat Meningkatkan Mutu Beton Mikael Wora; Arnold S. Da’o
TEKNOSIAR Vol. 9 No. 1 (2015): April
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.308 KB)

Abstract

Studi eksperimental kekuatan beton dengan menggunakan pasir laut sebagai pengganti agregat halus dalam campuran beton. Perencanaan Campuran beton berdasarkan metode SK-SNI-T-15-1990-03. Persentase pasir laut yang digunakan adalah 0%, 10%, 20%, 30%, 40%, dan 50%. Benda uji yang berbentuk kubus ukuran 15 cm x 15 cm x 15 cm berjumlah 120 buah, masing-masing perilaku berjumlah 20 buah dan mutu beton rencana K-200. Pengujian kekuatan beton pada umur 3, 7, 14, 21, dan 28 hari. Hasil penelitian pemeriksaan fisik bahan terhadap pasir Pasir laut Pantai Ndao Ende; kadar lumpur yang terkandung 3,9% dari yang ditentukan < 5%, berat jenis pasir 3.07 kg/cm³ dari yang disyaratkan 2,50 kg/cm³ dan masuk dalam zona III. Hasil kuat tekan mengunakan pasir laut 0% 234,48 kg/cm², Kuat tekan mengunakan pasir laut 10% 273,94 kg/cm², Kuat tekan mengunakan pasir laut 20% 244,98 kg/cm², Kuat tekan mengunakan pasir laut 30% 232,30 kg/cm², Kuat tekan mengunakan pasir laut 40% 205,59 kg/cm², Kuat tekan mengunakan pasir laut 50% 165,66 kg/cm². Hasil menunjukkan bahwa pasir laut dapat digunakan dalam campuran beton sebesar 10-20% dan meningkatkan mutu beton mencapai 16,83 % dari beton normal.
Studi Evaluasi Perencanaan Perkerasan Lentur Pada Ruas Jalan Eputobi Di Kecamatan Tetihena Kabupaten Flores Timur Fransiskus Xaverius Ndale; Dominikus Suban Kromen
TEKNOSIAR Vol. 9 No. 1 (2015): April
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.08 KB)

Abstract

Ruas jalan junction Eputobi dimana, selama kurang lebih 5 (lima) tahun terakhir telah terjadi peningkatan komposisi maupun volume lalu lintas yang melintasi pada ruas jalan tersebut sehingga akan terjadi perubahan pembebanan akibat muatan lalu lintas yang bekerja.maka perlu mengetahui tebal lapis perkerasan lentur yang diperlukan sesuai beban lalu lintas yang terjadi. Metode penelitian yang digunakan untuk melakukan analisis perencanaan konstruksi perkerasan lentur dengan metode Analisa Komponen SKBI 2.3.26.1987-UDC.625.73. Hasil penelitian ditinjau berdasarkan evalusai kondisi eksisting dan perencanaan alternative, tebal perkerasan pada ruas jalan junction Eputobi yang mana pada tebal lapisan permukaan kondisi eksisting yang ada masih layak sampai dengan umur rencana 10 tahun, namun setelah umur rencana 10 tahun maka lapisan permukaan sudah tidak layak lagi. Kemudian berdasarkan perencanaan alternative untuk tebal lapisan permukaan pada perencanaan awal kurang 1 cm yang mana seharusnya 5 cm bukan 4 cm, sedangkan kalau ditinjau dari lapisan pondasi bawah maka tebal lapisan bawah masih mampu sampai dengan umur rencana 10 tahun dan setelah umur rencana lebih dari 10 tahun sudah tidak layak lagi
Evaluasi Tingkat Pelayanan Jalan Pada Ruas Jalan Sam Ratulangi Di Kabupaten Ende Thomas Aquino Arif Sidyn; Kristoforus Yan Lowo
TEKNOSIAR Vol. 9 No. 1 (2015): April
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.188 KB)

Abstract

Arus lalu lintas terlihat ramai pada pagi hari sepanjang ruas jalan Sam Ratulangi ketika para mahasiswa, pegawai dan dosen melakukan aktivitas perkuliahan, bekerja pada daerah permukiman dis sekitar ruas jalan ini. Adapun aktvitas perdagangan berupa toko dan kios yang berpengaruh terhadap hambatan samping. Lebar badan jalan kurang lebih 6 meter tanpa fasilitas pejalan kaki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja pelayanan pada ruas jalan Sam Ratulangi saat ini, jangka pendek, menengah, dan panjang. Survey lalu lintas selama 3 hari dengan 3 periode waktu pagi, siang dan sore untuk mengetahui kondisi lauli lintas pada jam puncak. Metode analisis data menggunakan Manual Kapasitas Jalan (MKJI, 1997). Hasil penelitian menunjukkan pada tahun 2012-2017 kinerja ruas jalan pada ke-3 segmen dalam kondisi baik dengan tingkat pelayanan berada pada level B. Pada tahun 2020 kondisi kinerja ruas jalan ini sudah mulai mengalami penurunan dengan tingkat pelayanan pada level C, sedangkan pada tahun 2032, tingkat pelayan ketiga segmen turun level F. Kondisi ini menyatakan volume lalu lintas sudah melampau kapasitas ruas jalan yang ada. Ruas Jalan Sam Ratulangi akan mengalami kemacetan dan diperlukan upaya pengendalian untuk mengurangi kemacetan.
Tata Zonasi Permukiman Adat Di Desa Nggela, Kecamatan Wolojita, Kabupaten Ende Fabiola T.A. Kerong
TEKNOSIAR Vol. 9 No. 1 (2015): April
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.618 KB)

Abstract

Permukiman adat di Desa Nggela merupakan salah satu permukiman adat yang masih bertahan keasliannya di Kabupaten Ende-Flores dan merupakan tempat tinggal dari para pemimpin adat dan terdapat juga zona-zona yang membagi permukiman adat ini menjadi beberapa wilayah. Penelitian ini akan mencari tentang relasi antara struktur masyarakat dan tata zonasi di permukiman adat ini dan faktor-faktor lain yang mendukung relasi antara kedua hal tersebut. Metode kualitatif dengan pendekatan secara naturalistik hasil penelitian ini menemukan adanya tata zonasi permukiman adat. Selain dari pada itu, ada faktor-faktor lain yang berpengaruh pada tata zonasi yaitu faktor kosmologi, sejarah, proteksi, aktivitas, dan teritori elemen-elemen sakral.
Analisis Tingkat Kepuasan Dan Tingkat Kepentingan Penghuni Perumahan BTN Kelurahan Mautapaga Kecamatan Ende Timur Kabupaten Ende Dian Fitriawati Mochdar
TEKNOSIAR Vol. 9 No. 1 (2015): April
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.909 KB)

Abstract

Rumah merupakan dambaan setiap insan yang hidup di dunia ini. Bagaimanapun kondisinya, kehidupan seseorang sebagian besar diawali, dilakoni, dan diakhiri di rumah. Kebutuhan rumah yang layak, sehat, aman, serasi dan teratur selain sebagai kebutuhan dasar juga merupakan faktor penting dalam peningkatan harkat dan martabat, mutu kehidupan serta kesejahteraan dari masyarakat sebagai pemilik.Tujuan yang ingin dicapai dalam studi ini adalah mengidentifikasi karakteristik dan perilaku masyarakat perumahan BTN untuk mengetahui tingkat kepuasan masyarakat terhadap penyediaan dan pengelolaan sarana serta prasarana, dan mengetahui tingkat kepentingan sarana dan prasarana dalam pemanfaatan aktifitas kehidupan sehari-hari masyarakat perumahan.Penyebaran quisioner di Perumahan BTN adalah sebanyak 31 sampel, di mana untuk tipe kecil adalah sebanyak 5 sampel, untuk tipe sedang adalah sebanyak 13 sampel dan untuk tipe besar adalah sebanyak 13 sampel. Berdasarkan teori dan standar perumahan dan permukiman yang ada maka ditemukan variabel-variabel pertanyaan atau atribut untuk tingkat Kepuasan sebanyak 46 pertanyaan dan tingkat Kepentingan sebanyak 46 pertanyaan, dibagi dalam kelompok pertanyaan berdasarkan 3 kelompok yaitu Fisik (Dasar dan Binaan) Kawasan Perumahan, Fisik (Dasar dan Binaan) Unit Rumah dan Sosial, Ekonomi. Tingkat Kepuasan dilambangkan dengan (X) dan Tingkat Kepentingan dilambangkan dengan (Y) merupakan tujuan dari Metode IPA. Hasil analisa IPA untuk masing-masing tipe yaitu semua variabel perlu diperbaiki, karena belum mencapai standar atau belum optimal.
Panti Asuhan Anak Naungan Kasih St. Elisabeth Dengan Pendekatan Arsitektur Neo – Vernacular Ende Lio Di Kota Ende Fabiola T.A. Kerong; Stefanus Sepa Kooro
TEKNOSIAR Vol. 9 No. 2 (2015): Oktober
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1546.168 KB)

Abstract

Panti Asuhan Anak Naungan Kasih St. Elisabeth sebagai tempat bernaung anak-anak terlantar perlu ditata ulang guna melengkapi fasilitas-fasilitas yang masih terbatas untuk mendukung kegiatan anak-anak pada panti asuhan ini untuk beberapa tahun ke depan mengingat masih banyak anak-anak yatim-piatu dan anak telantar yang tak tertampung dan terbina, karena sebagai suatu wadah atau rumah, panti asuhan anak Naungan. Dengan konsep pendekatan perancangan arsitektur Neo-Vernacular Ende-Lio, Panti Asuhan menghadirkan Fasilitas-fasilitas baru guna mendukung aktivitas yang ada pada Panti Asuhan ini, Fasilitas-fasilitas Utama dan Fasilitas Penunjang yang ada ditata sedemikian rupa sesuai dengan Konsep Arsitektur Neo-vernacular yang diterapkan pada ruang dalam dan ruang luar bangunan. Pola tata letak bangunan serta sirkulasi pada ruang dalam bangunan dan ruang luar bangunan dengan mendekatkan konsep vernacular Ende-Lio.

Page 3 of 12 | Total Record : 118