cover
Contact Name
Alfridus Gado
Contact Email
alfridusg@gmail.com
Phone
+6282144658484
Journal Mail Official
alfridusg@gmail.com
Editorial Address
Jurnal TEKNOSIAR Fakultas Teknik Universitas Flores Jl. Sam Ratulangi Ende Kelurahan Paupire Kecamatan Ende Tengah Kabupaten Ende NTT
Location
Kab. ende,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
TEKNOSIAR
Published by Universitas Flores
ISSN : 19075197     EISSN : 27212270     DOI : https://doi.org/10.37478/teknosiar
Core Subject : Engineering,
TEKNOSIAR: Journal of Engineering is a media publication published twice a year (in April and October) by the Faculty of Engineering, University of Flores. The aim is as a forum for scientific communication and also disseminates research results, literature studies, funds in the form of design results, study results, case studies and modeling in engineering and engineering management with the scope of: Civil Engineering (structure, transportation, development of water resources , geotechnical engineering, and construction / project management), Architecture (theory, architecture history and design; Architectural science and technology; Urban architecture and urban design; Home and residential architecture; Interior and exterior design; Flores cultural architecture).
Articles 118 Documents
Kinerja Termal Rumah Niang Di Dataran Tinggi Tropis Lembab Petrus Jhon Alfred Depa Dede
TEKNOSIAR Vol. 9 No. 2 (2015): Oktober
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.078 KB)

Abstract

Rumah Niang merupakan salah satu dari sepuluh ragam Arsitektur Tradisional di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang berada di dataran tinggi Kabupaten Manggarai (800 - 1200 dpl) dengan kekhasan yang dimilikinya yaitu denah yang berbentuk lingkaran dan atap berbentuk kerucut. Rumah Niang tumbuh dari rakyat dengan segala macam tradisi serta memanfaatkan berbagai potensi-potensi lokal seperti material, teknologi dan pengetahuan yang ada. Namun potensi-potensi lokal seperti penggunaan material lightweight tersebut menimbulkan permasalahan di daerah dataran tinggi yang cenderung dingin karena sifat termal dari material lightweight mudah lepas dan mengalir keluar sehingga dapat berpotensi menciptakan kondisi underheating dan mempengaruhi kondisi kenyamanan dalam bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh desain rumah Niang dalam merespon kondisi termal di dataran tinggi dan menganalisa perilaku material dari elemen desain yang berpengaruh terhadap kinerja termal rumah Niang. Penelitian dilakukan dengan metoda observasi dan simulasi dengan bantuan software ARCHIPAK versi 5.0. Hasil akhir dalam penelitian ini menunjukkan bahwa desain rumah Niang belum dapat memberikan kenyamanan termal yang memadai terutama pada malam hingga pagi hari, dimana kondisi bangunan cenderung mengalami underheating dalam periode yang cukup lama. Dari simulasi juga dapat diketahui bahwa lantai dan atap merupakan elemen yang paling kritis terhadap pelepasan panas.
Identifikasi Pola Permukiman Tradisional Suku Lio, Dusun Nuaone Kecamatan Kelimutu Kabupaten Ende Dian Fitriawati Mochdar
TEKNOSIAR Vol. 9 No. 2 (2015): Oktober
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.933 KB)

Abstract

Pemukiman tradisional adalah asset kawasan yang dapat memberikan ciri ataupun identitas lingkungan, identitas kawasan tersebut terbentuk dari pola lingkungan, tatanan lingkungan binaan, ciri aktifitas sosial budaya dan aktifitas ekonomi yang akan yang khas. Pola tata ruang pemukiman mengandung tiga elemen, yaitu ruang dengan elemen penyusunnya (bangunan dan ruang di sekitarnya), tatanan (formasion) yang mempunyai makna komposisi secara paten atau model dari suatu komposisi.Arsitektur Suku Ende Lio merupakan ungkapan dan cerminan sosial budaya masyarakatnya, sebagaimana dijelaskan di dalam bagian-bagian permukiman yang ada di permukiman Suku Ende Lio. Setiap hasil karya yang diciptakan benar-benar mempunyai landasan yang kuat dan khas, baik struktur, bentuk, tata ruang, dan juga pemakaian ornamen-ornamennya.Bentuk yang khas dan spesifik tersebut mampu menampilkan bentuk yang selaras dengan lingkungannya. Walaupun ada kontradiksi bentuk yang ditemukan tetapi ada keserasian antara alam dan lingkungan binaan yang diciptakan sehingga bentuk yang mempunyai dasar yang kuat dan ciri khas tersebut mudah diingat dan dikenal orang atau pengamat karena elemen-elemen yang ditampilkannya mempunyai satu kesatuan yang membentuk satu permukiman adat.
Kualitas Air Isi Ulang Pada Depot Air Minum Di Wilayah Utara Kota Ende Marselinus Yunior Nisanson
TEKNOSIAR Vol. 9 No. 2 (2015): Oktober
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.323 KB)

Abstract

Penelitian tentang kualitas air minum isi ulang pada depot air minum di wilayah utara Kota Ende bertujuan untuk mendapatkan kualitas air minum dari aspek fisik, kimia, dan bakteriologis dengan metode pengambilan 5 sampel air yang dilakukan di laboratorium Dinas Kesehatan Kab. EndeHasil penelitian menunjukan secara fisik dankimia kondisi kualitas air minum yang dihasilkan oleh depot air minum isi ulang diperoleh hasil kualitas air yang baik yaitu tidak ada sampel air minum yang melampaui standar mutu air minum sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 492/Menkes/PER/IV/2010. Sedangkan Secara bakteriologis, diketahui 4 DAM memenuhi syarat standar mutu air minum sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 492/Menkes/PER/IV/2010, dan 1 DAM tidak memenuhi standar mutu air minum karena mengandung bakteri E coli > 0 yang ditemukan pada sampel Depot C.Kondisi air baku yang digunakan pada Depot Air Minum Isi Ulang di Wilayah Ende Utara dari hasil uji kualitas air pada 5 depot secara fisik dan kimia dinyatakan memenuhi syarat kesehatan dan secara bakteriologis dinyatakan tidak memenuhi syarat kesehatan karena Total Coliform melebihi batas standar mutu air baku yaitu > 50 menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 416/MENKES/PER/IX/1990.
Karakteristik Permukiman Adat Dusun Nuaone Suku Lio Ende Flores Mukhlis A. Mukhtar
TEKNOSIAR Vol. 9 No. 2 (2015): Oktober
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.792 KB)

Abstract

Arsitektur Tradisional Ende Lio mempunyai kekhasan dan ciri tersendiri baik dalam bentuk arsitekturalnya maupun filosofi yang dikandung bentuk bangunannya dan mempunyai hubungan yang erat dengan setting sosial budaya masyarakat. Tujuan pembahasan dalam jurnal ini mengenal bagian – bagian element pembentuk ruang permukiman tradisional Suku Lio yang merupakan simbol permukiman di setiap permukiman adat. Metode yang digunakan adalah metode diskriptif analisis, yaitu dengan cara memaparkan berbagai data yang berkaitan dengan arsitektur tradisional Ende Lio yang ada di permukiman adat, serta kemudian menganalisisnya berdasarkan bagian-bagian permukiman adat sebagaimana satu kesatuan bangunan Sehingga dapat dihasilkan suatu kesimpulan akhir tentang karakteristik permukiman adat Suku Ende Lio.
Analisa Biaya Drainase Perkotaan Terhadap Terjadinya Perubahan Tataguna Lahan Di Pusat Pemerintahan Kabupaten Nagekeo Yohanes Meo
TEKNOSIAR Vol. 9 No. 2 (2015): Oktober
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.289 KB)

Abstract

Pengalihan fungsi lahan perkotaan yang berlebihan menimbulkan pengurangan air masuk kedalam tanah pada saat terjadi hujan. Dalam kondisi ini akan terjadi banyak persoalan antara lain banjir, erosi dan sedimentasi yang pada akhirnya mempengaruhi sistem drainase kota. Metode penelitian ini adalah analisis kuantitatif dengan data antara lain, perubahan tata guna lahan di pusat pemerintahan kabupaten Nagekeo 32 Ha, Luas DAS 2891 Ha. Topografi termasuk daerah rendah, maka koefisien pengaliran sebesar C = 0,03. Geologi berjenis batuan Vulkanik dan Sediman, sehingga koefisien pengaliran C = 0,16. Keadaan permukaan tanah ditumbuhkan padang rumput, maka koefisien pengaliran C = 0,21. Dari hasil analisis diketahui saluran drainase perkotaan berbentuk trapesiun, dengan saluran primer lebar bawah (b) 1,20 meter, lebar atas (T) 2,44 meter, ambang bebas (tb) 0,50 meter. Saluran sekunder b = 0,335 meter, T = 0,696 meter, fb = 0,205 meter. Saluran tersier b = 0,231 m, T = 0, 480 meter, fb = 0,170 meter. Saluran drainase jalan b = 0,08 meter, T = 0, 165 meter, fb = 0,10 meter. Biaya pembangunan sebesar Rp. 2,084, 865, 628, 00
Respon Pengunjung dan Pedagang Terhadap Kondisi Lingkungan Termal (Suhu Udara) Di Pasar Wolowona Kota Ende Dede, Petrus Jhon Alfred Depa
TEKNOSIAR Vol. 13 No. 1 (2019): Volume 13 Nomor 1 April 2019
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.367 KB) | DOI: 10.37478/teknosiar.v13i1.226

Abstract

Pasar Wolowona merupakan salah satu pasar yang ada di Kota Ende yang menyediakan kebutuhan pokok masyarakat dengan aneka jenis jualan. Aktifitas jual beli di pasar ini sangat itens. Kenyamanan lingkungan (suhu udara) di pasar di saat terjadinya aktifitas jual beli merupakan salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi hasil penjualan dan daya tarik pembeli. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu tentang bagaimana respon dari para pengunjung dan penjual terhadap kondisi suhu udara di pasar Wolowona sebagai bagian dari kenyamanan termal dalam desain arsitektur. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif diskriptif. Dalam penelitian ini pengumpulan data dilakukan dengan survey, observasi dan studi literatur. Jumlah responden yang di wawancara adalah 30 orang, terdiri dari 13 orang pedagang, 13 orang pengunjung dan 4 orang petugas, yang berusia 15 - 60 tahun. Waktu wawancara dilakukan pada pagi, siang dan sore hari yaitu pada pukul 09:00, pukul 13:00 dan pukul 17:00. Kuesioner respon diambil menggunakan indeks PMV (Predicted Mean Vote) dengan 7 poin skala sensasi termal, yaitu -3 (Dingin), -2 (Sejuk), -1 (Agak sejuk), 0 (Netral), 1 (Agak hangat), 2 (Hangat), dan 3 (Panas). Hasil penelitian menunjukkan, bahwa para pengunjung dan penjual merasa tidak pus dengan kondisi kenyamanan (suhu udara) yang ada. Data dari 30 orang responden yang di wawancara hanya 5 orang responden yang merasakan nyaman/ netral dan 12 orang merasakan hangat serta 13 orang lainya merasakan panas. Oleh karena itu diperlukan tindakan dengan menata kembali lingkungan dan desain pasar.
Tinjauan Keamanan Lereng Di Desa Tomberabu 1 Kecamatan Ende Kabupaten Ende Radja, Veronika Miana; Kota, Ireneus
TEKNOSIAR Vol. 13 No. 1 (2019): Volume 13 Nomor 1 April 2019
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.844 KB) | DOI: 10.37478/teknosiar.v13i1.227

Abstract

Secara geografis, Desa Tomberabu 1 berjarak kurang lebih 15 km dari Kota Ende dengan ketinggian wilayah rata-rata 780 meter dari permukaan laut dan keadaan topografi terdiri dari bukit dengan kemiringan berkisar 30° - 60°. Mayoritas masyarakat Desa Tomberabu 1 berprofesi sebagai petani dan bermukim di sepanjang lereng yang juga merupakan lahan perkebunanan dan ladang penduduk. Sehngga perlu dipertimbangkan keamanannya dari bahaya longsor, mengingat daerah ini merupakan wilayah dengan intensitas curah hujan cukup tinggi.Analisis ini dilakukan untuk memperoleh deskripsi sampel tanah dan data berupa angka yang akan digunakan untuk mencari nilai faktor keamanan lereng dengan kemiringan mendekati 90o setinggi 10 m. Nilai yang diperoleh adalah SF = 1,003 < 1,2 , nilai ini menyatakan bahwa lereng tersebut dalam kondisi tidak aman. Sehingga perlu dilakukan penanggulangan kelongsoran antara lain dengan mengubah tinggi lereng dengan membuat teras pada ketiggian 5 m, dan diperoleh angka keamanannya SF = 1,318. Walaupun demikian masih perlu juga untuk melakukan perencanaan saluran yang baik serta pembuatan dinding penahan yang sesuai dengan kondisi tanahnya
Kajian Tarif Angkutan Pedesaan Trayek Terminal Kota Ruteng – Satar Mese Gare, Mansuetus; Wora, Mikael
TEKNOSIAR Vol. 13 No. 1 (2019): Volume 13 Nomor 1 April 2019
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.697 KB) | DOI: 10.37478/teknosiar.v13i1.228

Abstract

Penelitian ini ingin menunjukkan besar tarif normal yang layak berdasarkan situasi dan kondisi saat ini. Hasil yang diperoleh BOK sebesar Rp.222.900,00 /hari/ trip, maka tariff rata-rata sebesar Rp. 12.800,00 sedangkan tariff berdasarkan Perda sebesar Rp. 13.464,00. Namun Tarif real dilapangan variasi yaitu Rp. 15.000,00 Rp. 18.000,00 dan Rp 20.000,00. Kemauan masyarakat membayar angkutan antara Rp 10.000 sampai Rp 20.000 dengan rata-rata Rp 12.300,00 masih dalam batas normal, Sedangkan berdasarkan analisis dari biaya yang di keluarkan setiap kali kendaraan beroperasi yaitu sebesar Rp 18.600,00 masih jauh dari tarif tetapan pemerintah daerah yaitu sebesar Rp 13.500,00. Kemampuan membayar untuk transportasi faktual rata-rata Rp 12.300,00 Sedangkan kemampuan membayar terendah dari masyarakat sebesar Rp 10.000,00 dan kemampuan membayar masyarakat tertinggi sebesar Rp 20.000,00. Kemauan membayar tarif dari masyarakat di Ruteng dan Kecamatan Satar Mese rata-rata Rp 12.800,00 Sedangkan kemauan membayar tarif terendah sebesar Rp 10.000,00 dan kemauan membayar tarif tertinggi sebesar Rp 20.000,00. Berdasarkan analisis data pengeluaran kendaraan tiap kali beroprasi, tarif angkutan umum jurusan kota Ruteng - Satar Mese yang efektif perhari yaitu sebesar Rp 18.600,00 /pnp/rit.
Analisis Tingkat Kekakuan Struktur Rangka - Dinding Geser Tanpa Dan Dengan Belt Truss Pada Bangunan Tinggi Beton Bertulang Akibat Beban Lateral Suku, Yohanes Laka; Ndale, Fransiskus Xaverius
TEKNOSIAR Vol. 13 No. 1 (2019): Volume 13 Nomor 1 April 2019
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.869 KB) | DOI: 10.37478/teknosiar.v13i1.229

Abstract

Bangunan tinggi rawan terhadap beban lateral akibat gempa dan angin. Salah satu solusi untuk meningkatkan kinerja struktur bangunan tingkat tinggi dalam menahan beban lateral antara lain yaitu dengan pemasangan dinding geser (shear wall) sebagai sub sistim penahan beban lateral dari sistim struktur untuk manambah kekakuan struktur. Semakin tinggi bangunan maka dinding geser akan menyerap gaya geser yang besar, dan dengan demikian lebar dinding geser akan bertambah besar. Salah satu cara untuk memperkecil lebar diding geser dengan nilai kekuatan yang sama yaitu dengan penambahan outrigger dan belt truss. Penggunaan Sistim Belt Truss pada bangunan tinggi dapat meningkatkan kekakukan struktur dan membuat struktur lebih efficient dibawah pengaruh beban lateral/gempa. Hasil perhitungan untuk struktur gedung 15 lantai ini, didapat bahwa model struktur rangka dinding geser dengan satu belt truss dapat mereduksi simpangan lateral maksimum sebesar 18,5 % dengan penempatan belt truss pada ¾ tinggi gedung, sedangkan dengan dua belt truss simpangan lateral maksimum yang dapat diredukai sebesar 27,01 % yakni dengan penempatan belt truss pada lantai atas dan pada ½ tinggi bangunan.
Analisis Kepuasan Pejabat Pembuat Komitmen Pada Pekerjaan Jalan Bidang Bina Marga Di Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kabupaten Ende Deti, Mersiana; Je, Kristoforus; Nisanson, Marselinus Yunior
TEKNOSIAR Vol. 13 No. 1 (2019): Volume 13 Nomor 1 April 2019
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.641 KB) | DOI: 10.37478/teknosiar.v13i1.231

Abstract

Pejabat Pembuat Komitmen(PPK) adalah Salah satu penentu keberhasilan dan atau kepuasan sebuah proyek khususnya proyek rehabilitasi/pemeliharaan jalan dan jembatan pada Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Ende. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kepuasan Pejabat Pembuat Komitmen pada Pelaksanaan pekerjaan pembangunan jalan dan jembatan. dilihat dari aspek persiapan, perencanaan, pelaksanaan dan administrasi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Explanatory, dengan responden sebanyak 28 karyawan dan pengawas lapangan, teknik pengumpulan data berupa penyeberangan kuesioner. Hasil menunjukkan kepuasan Pejabat pembuat Komitmen pada proyek tersebut rata-rata kepuasan secara keseluruhan mendapat nilai sebesar 3,43 yang selanjutnya dinyatakan kotegori Puas dengan rentang nilai berkirar antara 60 -80 %, sedang kan hasil per aspek didapat sebagai berikut : aspek persiapan dengan nilai kepuasan 3,47 (kategori puas), aspek perencanan dengan nilai kepuasan 3,38 (kategori cukup puas),. aspek pelaksanaan dengan nilai kepuasan 3,38 (kategori cukup puas), dan aspek administrasi dengan nilai kepuasan 3,49 (kategori puas). Hasil penelitian ini menunjukkan dari ke empat aspek diatas sangat mempengaruhi kepuasan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Page 4 of 12 | Total Record : 118