cover
Contact Name
Alfridus Gado
Contact Email
alfridusg@gmail.com
Phone
+6282144658484
Journal Mail Official
alfridusg@gmail.com
Editorial Address
Jurnal TEKNOSIAR Fakultas Teknik Universitas Flores Jl. Sam Ratulangi Ende Kelurahan Paupire Kecamatan Ende Tengah Kabupaten Ende NTT
Location
Kab. ende,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
TEKNOSIAR
Published by Universitas Flores
ISSN : 19075197     EISSN : 27212270     DOI : https://doi.org/10.37478/teknosiar
Core Subject : Engineering,
TEKNOSIAR: Journal of Engineering is a media publication published twice a year (in April and October) by the Faculty of Engineering, University of Flores. The aim is as a forum for scientific communication and also disseminates research results, literature studies, funds in the form of design results, study results, case studies and modeling in engineering and engineering management with the scope of: Civil Engineering (structure, transportation, development of water resources , geotechnical engineering, and construction / project management), Architecture (theory, architecture history and design; Architectural science and technology; Urban architecture and urban design; Home and residential architecture; Interior and exterior design; Flores cultural architecture).
Articles 118 Documents
Kinerja Pelayanan Angkutan Mobil Penumpang Umum Trayek Termina Mena - Kota Ruteng Kase, Ernes Fabianus; Sidyn, Thomas Aquino Arif; Tan, Valentinus
TEKNOSIAR Vol. 13 No. 1 (2019): Volume 13 Nomor 1 April 2019
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.436 KB) | DOI: 10.37478/teknosiar.v13i1.232

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja pelayanan angkutan umum dan mengoptimalkan angkutan umum yang ada pada trayek Terminal Mena – Kota Ruteng. Parameter yang ditinjau berupa tingkat efektifitas dengan parameter waktu tempuh kendaraan, waktu tunggu, kecepatan, headway, tingkat operasional dan faktor muatan penumpang. Metode yang digunakan adalah survei dan wawancara dengan operator atau sopir dan penumpang angkutan umum. Hasil Peneltian menunjukan bahwa kinerja pelayanan angkutan umum bila ditinjau dari Headway kendaraan berkisar sebesar 5,97 menit karena masih berada pada rentangan Headway menurut standar Direktorat Jenderal Perhubungan Darat yaitu 1 – 12 menit. Kinerja angkutan umum memperoleh kecepatan rata-rata berkisar dari 5,1 km/jam dimana belum memenuhi standar Direktorat Jenderal Perhubungan Darat adalah 10 – 25 km/jam. Tingkat Operasional ditinjau dari waktu tunggu rata-rata sebesar 2,98 menit belum memenuhi standar Direktorat Jenderal Perhubungan Darat adalah 5 - 10 menit. Faktor muatan penumpang rata-rata berkisar dari 24,59% belum memenuhi standar Direktorat Jenderal Perhubungan Darat adalah diatas 70%. Kesimpulan menunjukan kinerja pelayanan angkutan umum sudah baik, Namun kinerja angkutan umum, Tingkat Operasional, Faktor muatan penumpang belum memadai. Khususnya factor muatan disebabkan karena berubahnya minat penumpang yang menggunakan jasa mobil penumpang ke jasa Ojek.
Analisis Nilai Kepadatan Tanah Quarry Ia, Samba, Nanganesa Dan Wokonio Rudu, Arnoldus Wilhelmus; Radja, Veronika Miana; Suku, Yohanes Laka
TEKNOSIAR Vol. 13 No. 2 (2019): Volume 13 Nomor 2 Oktober 2019
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.43 KB) | DOI: 10.37478/teknosiar.v13i2.234

Abstract

Tanah merupakan bagian yang utama dalam sistim konstruksi.dalam hal ini kaitannya dengan pemadatan, tidak semua jenis tanah dapat digunakan untuk bahan pemadatan. Bahan yang digunakan dalam pengujian ini adalah pasir Ia, Samba, Nanganesa dan Wokonio yang berada dalam kabupaten Ende, yang di uji di Laboratorium Mekanika tanah Fakultas Teknik Universitas Flores. Dalam penelitian ini di lakukan pencampuran secara random yakni sebanyak 25%, 50%, dan 75% untuk mendapatkan nilai kepadatan maksimal. Pengujian sifat meaknis campuran tanha menggunakan metode standar proctor.Hasil pengujian ini menunjukan bahwa dari penggabungan tanah tersebut dapat memberi perubahan pada nilai kepadatan volume tanah kering (gdmax) dan kadar air (?copt) maksimal. Nilai kepadatan tanah dari masing-masing quary antara lain: quary Ia gd sebesar 1,78 kg/cm3, quary Samba gd sebesar 1,74 kg/cm3, quary Nanganesa gd sebesar 1,67 kg/cm3 dan quary Wokonio gd sebesar 1,355 kg/cm3. Nilai kepadatan tanah untuk komposisi campuran tanah di peroleh gd sebesar 1,85 kg/cm3, dengan komposisi campuran dari quary Ia 75 % dan Nanganesa 25 % serta quary Ia 75 % dan Samba 25 %. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan, maka hasil pemadatan yang baik adalah dengan menggunakan campuran pasir Ia dan Samba atau pasir Ia dan Nanganesa.
Kinerja Ruas Jalan Pada Pusat Perbelanjaan Di Kawasan Pasar Inpres Ruteng Mamput, Hiasintus Regulas; Gare, Mansuetus; Kota, Ireneus
TEKNOSIAR Vol. 13 No. 2 (2019): Volume 13 Nomor 2 Oktober 2019
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.829 KB) | DOI: 10.37478/teknosiar.v13i2.235

Abstract

Pasar merupakan tempat terjadinya aktivitas jual beli antara pedagang dan pembeli. Jalan merupa sarana lalu lintas bagi para pengunjung maupun pedagang. Dima terdapat aktivitas yang cukup tinggi karena pedangan maupun pengunjung selalu menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat selain pejalan kaki.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kinerja ruas jalan pada pusat perbelanjaan dikawasan pasar Inpres Ruteng serta dampak lalu-lintas yang ditimbul akibat adanya pusat perbelanjaan. Data-data yang digunakan: geometrik jalan, volume lalu lintas, hambatan samping, dan kecepatan kendaraan. Metode pengumpulan data: observasi (pengamatan langsung) dan traffic counting. Metode analisis menggunakan pedoman Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI, 1997). Hasil analisis menunjukan bahwa derajat kejenuhan jika tidak adanya bangkitan kendaraan masuk dalam kategori E yaitu arus tidak stabil kecepatan terkadang terhenti, permintaan sudah mendekati kapasitas, sedangkan jika adanya bangkitan kendaraan masuk dalam kategori C yaitu arus stabil, kecepatan di kontrol oleh arus lalu lintas. Tingkat pelayanan yang terjadi menunjukkan dkondisi yang sebenarnya terjadi di lapangan, dimana kawasan tersebut mengalami kemacetan pada jam-jam tertentu yang disebabkan oleh hambatan samping yang sangat tinggi karena frekuensi kejadian sebesar 927,6 kejadian/jam ? 900 kejadian/jam dari standar MKJI.
Pengembangan Kawasan Wisata Hutan Mangrove Di Desa Nira Nusa Kecamatan Maurole Kabupaten Ende (Dengan Pendekatan Tema Ekowisata) Pande, Guaredini Karlos Paso; Mochdar, Dian Fitriawati; Kerong, Fabiola T.A.
TEKNOSIAR Vol. 13 No. 2 (2019): Volume 13 Nomor 2 Oktober 2019
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (821.449 KB) | DOI: 10.37478/teknosiar.v13i2.236

Abstract

Desa Nira Nusa Kecamatan Maurole Kabupaten Ende merupakan desa yang terletak di wilayah pesisir pantai laut Flores. Desa ini memiliki potensi ekowisata yang besar terutama ekosistem mangrove. Desa Nira Nusa memiliki banyak potensi sumberdaya wisata namun belum diteliti lebih lanjut dari aspek-aspek yang mendukung daerah ini untuk dikembangkan menjadi objek wisata mangrove, sehingga data dan informasinya masih bersifat umum. Untuk pengembangan wisata suatu daerah diperlukan kajian mendalam dari berbagai aspek. Maka perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui potensi dan daya tarik wisata mangrove yang ada di Desa Nira Nusa serta menghitung nilai keindahan dari potensi tersebut sehingga dapat dikembangkan menjadi kawasan wisata yang mendukung kelestarian alam serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat stempat. Metode pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan langsung di lapangan dan wawancara secara langsung dengan responden untuk memberikan penilaian terhadap keindahan potensi wisata. Hasil penelitian menunjukan bahwa potensi dan daya tarik objek wisata mangrove di Desa Nira Nusa adalah ekosistem mangrove, view ke arah pantai laut Flores, dan budaya serta potensi kearifan lokal. Kegiatan yang dapat dilakukan adalah berwisata, fotografi, memancing, pengamatan burung (bird watching), dan menikmati sunset. Potensi dan daya tarik wisata mangrove Desa Nira Nusa berdasarkan ruang lingkup site yang berada di area pesisir pantai laut Flores.
Kajian Kualitas Air Tanah Di Wilayah Timur Kota Ende Nusa Tenggara Timur Nisanson, Marselinus Yunior; Tan, Valentinus
TEKNOSIAR Vol. 13 No. 2 (2019): Volume 13 Nomor 2 Oktober 2019
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.18 KB) | DOI: 10.37478/teknosiar.v13i2.241

Abstract

Penelitian kualitas air sumur (air tanah) di wilayah timur kota Ende dengan mengambil 10 sampeldari rumah penduduk dan dilakukan pemeriksaan di laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten Ende dengan tujuan mengetahui kualitas air yang ditinjau dari aspek kimia, fisik, dan mikrobiologi serta mengetahui tingkat pencemaran air dengan menggunakan metode Indeks pencemaran, yang mengacu pada peraturan Menteri Kesehatan nomor 492/MEN.KES/PER/IX/2010 tentang persyaratan kualitas air dan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup nomor 115 tahun 2003 tentang pedoman penentuan status mutu air. Berdasarkan hasil penentuan status mutu air yang dianalisis menggunakan metode indeks pencemaran diperoleh hasil Pij untuk air bersih yaitu: sumur 1= 6,7 (cemar sedang), sumur 2=6,08 (cemar sedang), sumur 3= 5,24 (cemar sedang), sumurl 4= 6,09 (cemar sedang), sumur 5= 5,24 (cemar sedang), sumur 6= 6,7 (cemar sedang), sampel 7= 3,8 (cemar ringan), sumur 8= 3,45 (cemar ringan), sumur 9=4,46 (cemar ringan), sumur 10= 5,27 (cemar sedang) dan indeks pencemaran untuk air minum diperoleh Pij yaitu: sumur 1= 12,8 (cemar berat), sumur 2= 12,18 (cemar berat), sumur 3= 11,34 (cemar berat), sumur 4= 12,18 (cemar berat), sumur 5= 11,34 (cemar berat), sumur 6=12,79 (cemar berat), sumur 7= 9,54 (cemar sedang), sumur 8= 9,546 (cemar sedang), sumur 9= 10,55 (cemar berat), dan sumur 10= 11,37 (cemar berat). Kesimpulan penelitian ini adalah semua air sumur di wilayah timur kota Ende telah mengalami pencemaran sehingga dapat menyebabkan gangguan kesehatan bagi penggunanya.
Analisis Korelasi Jumlah Kendaraan Bermotor Dan Panjang Jalan Terhadap Kecelakaan Lalu-Lintas Pada Ruas Jalan Wirajaya Dalam Kota Ende Bakarang, Lazarus; Sidyn, Thomas Aquino Arif
TEKNOSIAR Vol. 13 No. 2 (2019): Volume 13 Nomor 2 Oktober 2019
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.17 KB) | DOI: 10.37478/teknosiar.v13i2.243

Abstract

Ruas jalan Wirajaya berada dalam Kota Ende dengan panjang jalan 1,60 km, lebar jalan 12,40 meter dan bahu jalan 1,60 meter. Ruas jalan ini merupakan daerah aktivitas pendidikan dimana terdapat 7 Lembaga Pendidikan. Kecelakaan lalu lintas juga tidak akan terhindar dari seorang pengeudi aupun pengguna jalan. Berdasarkan informasi bahwa laju kecelakaan lalu lintas yang terjadi pada ruas jalan Wirajaya dalam berbagai kategori cenderung meningkat dari waktu ke waktu selama dua tahun terakhir ini. Ruas jalan Wirajaya melayani arus lalu lintas yang cukup besa,maka ruas jalan ini harus mampu beroperasi secara maksimal. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan jumlah kendaraan bermotor dan panjang jalan terhadap kecelakaan lalu lintas, yang terjadi pada ruas jalan Wirajaya dalam Kota Ende. Metode analisis data menggunakan metode Chi-kuadrat untuk menguji kebebasan antara dua sampel variable. Hasil derajat hubungan untuk variabel jumlah kendaraan bermotor Q = 0,22 dan variabel jumlah kecelakaan panjang jalan Q = 0,11. Karena nila 0.11 < 0,70 maka tidak ada hubungan sangat erat. Maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara jumlah kendaraan bermotor dan panjang jalan terhadap jumlah kecelakaan lalu lintas pada ruas jalan Wirajaya.
Perilaku Undrained Strength Pada Tanah Lempung Ekspansif Tidak Terganggu Selama Proses Pembasahan Dan Pengeringan Berhubungan Dengan Retak Permukaan Dan Suction Ester, Elim
TEKNOSIAR Vol. 13 No. 2 (2019): Volume 13 Nomor 2 Oktober 2019
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.982 KB) | DOI: 10.37478/teknosiar.v13i2.245

Abstract

Tanah lempung ekspansif sangat mudah mengalami perubahan volume akibat perubahan kadar air. Saat tanah mengalami pengeringan tanah akan menyusut dan retak, jika mengalami pembasahan tanah akan mengembang. Akibat dari perubahan kadar air dalam tanah berpengaruh pada suction, retak permukaan dan undrained shear strength. Penelitian ini menggunakan benda uji tanah ekspansif undisturb diambil dari daerah Citraland di Surabaya, Indonesia. Dilakukan pengujian awal untuk mengetahui sifat fisik dan mekanik tanah. Selanjutnya dilakukan proses pengeringan dimulai saat kondisi inisial dengan kadar air (Wc) 57,79 % langsung dikeringkan pada suhu ruang sampai dengan kadar air (Wc) 10,01%. Kemudian dilakukan proses pembasahan dari kadar air (Wc) 10,01% dengan penambahan air sebesar 25%, 75% dan 100% dari kadar air inisial. Dari Pengamatan evolusi retak permukaan pada proses pengeringan dan pembasahan ditentukan kondisi kadar air sebagai acuan untuk pengujian undrained triaksial shear strength dan suction. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa retak permukaan mulai terjadi saat peningkatan nilai suction mencapai 178 kali saat pengeringan, saat pembasahan tanah menjadi rusak (damage). Nilai kohesi maksimun 42 kPa terjadi pada kadar air (Wc) 22, % saat pengeringan dan 28 kPa saat kadar air (Wc) 45% pada proses pembasahan. Sifat tanah lempung ekspansif undisturb berubah menyerupai batuan dengan nilai sudut geser dalam sebesar ?= 62,60 saat pengeringan. Tanah ekspansif dari penelitian ini adalah tanah unsaturated.
Analisis Daya Dukung Pondasi Bored Pile Tiang Tunggal Pada Proyek Rumah Sakit Internasional Surabaya Wora, Mikael
TEKNOSIAR Vol. 13 No. 2 (2019): Volume 13 Nomor 2 Oktober 2019
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (899.173 KB) | DOI: 10.37478/teknosiar.v13i2.248

Abstract

Paper ini menyajikan tentang hasil karya imliah skripsi penulis tentang studi banding perencanan pondasi tiang pancang beton dan bored pile, dimana konstruksi pondasi tiang pancang maupun bored pile adalah jenis pondasi dalam yang berfungsi untuk memikul beban yang disalurkan dari struktur atas bangunan bertingkat 3 bangunan gedung Rumah Sakit Internasional Surabaya.Tujuan studi untuk mengetahui jenis pondasi apa yang layak digunakanan sesuai kondisi tanah yang berada dibawah bangunan sebagai pijakan, agar bangunan tersebut tetap nyaman. Metode analisis yang digunakan antara lain : Metode Paulos dan Davis adalah rumus empris, Cone Penetrasi Tes (CPT) dan Standart Penetrasi Test (SPT) adalah data hasil penyelidikan dilapangan. Berdasarkan hasil analisis metode CPT memperoleh daya dukung sebesar 590,65 kN, metode SPT daya dukung sebesar 676,30 kN, Metode Paulos dan Davis untuk tiang tunggal daya dukung sebesar 831.00 kN. Hasil analisi menyimpulkan bahwa pondasi bored pile tiang tunggal layak digunakan karena dapat memikul beban layan yang diberikan sebesar 538.30 kN.
Penggunaan Geotextil Sebagai Bahan Bangunan Ndale, Fransiskus Xaverius
TEKNOSIAR Vol. 13 No. 2 (2019): Volume 13 Nomor 2 Oktober 2019
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (736.226 KB) | DOI: 10.37478/teknosiar.v13i2.265

Abstract

Bahan dasar geotekstil pada umumnya dihasilkan dari serat dan benang polymeric dengan unsur utama seperti polypropylene, polyester, polyethylene dan polyamide. Jenis geotextile yang banyak digunakan adalah jenis woven dan nonwoven Woven geotextiles adalah suatu bahan seperti kain yang dibentuk dengan ditenun. Nonwoven dibuat dengan 100 persen polypropylene. Bahan polimer sebagai perkuatan konstruksi, khususnya perkuatan dengan bahan geotextile. Geotextile merupakan salah satu jenis geosynthetis yang cukup luas penggunaannya dibidang teknik sipil untuk memecahkan permasalahan geoteknik. Sebagai alternatif yang digunakan dalam menangani tanah dasar adalah penggunaan geotekstil yang berfungsi sebagai pemisah atau separator (separation) ,filtrasi,drainase,perkuatan atau tulangan (reinforcement),stabilisasi,proteksi dan gabungan dari fungsi-fungsi tersebut. Dalam pemilihan bahan geotextil yang akan digunakan pada umumnya berdasarkan karakteristik teknik bahan geotextile tersebut. Karakteristik teknik tersebut meliputi antara lain karakteristik fisis, mekanis, dan hidrolis. Penggunaan geotextile yang paling umum diantaranya:stabilisasi tanah,perkuatan tanah timbunan,perkuatan lapis perkerasan jalan,perkuatan jalan kereta api,selain itu hasil pengembangan geotekstil dengan bahan lain: retaining wall, geotextile pada abutment jembatan,geotextile yang digunakan untuk box culvert,sedimen kontrol,waste containment. Hasil yang diperoleh dari penggunaan bahan geotekstil adalah: durabilitas bangunan dan umur bangunan lebih lama ,pelaksanaan relatif mudah,bahan ringan mobilisasi relative murah, biaya konstruksi relative murah.
Analisis Perilaku Struktur Gedung Berkolom Masif Dan Berlubang Tuga, Aprilia Romana; Suku, Yohanes Laka; Nisanson, Marselinus Yunior
TEKNOSIAR Vol. 14 No. 1 (2020): Volume 14 Nomor 1 April 2020
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v14i1.1130

Abstract

Kolom merupakan elemen struktur penting dalam struktur bangunan gedung yang berfungsi menopang dan meneruskan beban aksial dan momen ke struktur pondasi. Kolom berlubang sering digunakan sebagai conduit tempat perpipaan plumbing, mekanikal dan elektrikal untuk tujuan estetika. Penelitian perilaku struktur gedung berkolom massif dan berlubang bertujuan mengetahui perilaku struktur kolom berlubang dengan luasan lubang 3%, 4%, 5% dan 6% dari luasan penampang kolom. Perilaku yang diamati berupa waktu getar struktur, gaya geser dasar, simpangan, dan momen guling. Hasil analisis diperoleh bahwa model struktur dengan kolom berlubang tersebut mempunyai waktu getar struktur lebih kecil dari getar struktur maksimum yang disyaratkan. Akibat adanya lubang berat struktur kolom berlubang menjadi lebih ringan dibandingkan dengan struktur dengan kolom massif sehingga mereduksi gaya geser dasar, simpangan dan momen guling pada struktur dengan kolom massif.

Page 5 of 12 | Total Record : 118