cover
Contact Name
Ngurah Indra Pradhana
Contact Email
indra_pradana@unud.ac.id
Phone
+6281933079954
Journal Mail Official
jurnalpustaka@unud.ac.id
Editorial Address
Kampus Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana Jalan Pulau Nias 13, Sanglah, Denpasar Bali Indonesia 80114
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Pustaka : Jurnal Ilmu-Ilmu Budaya
Published by Universitas Udayana
ISSN : 25287508     EISSN : 25287516     DOI : https://doi.org/10.24843/PJIIB
Core Subject : Humanities,
Pustaka: Jurnal Ilmu-Ilmu Budaya, merupakan jurnal yang memuat artikel hasil penelitian serta kajian ilmiah di bidang sastra, Bahasa, dan Budaya. Terbit dua kali dalam setahun, pada bulan Februari dan Agustus. Jurnal ini bertujuan menjadi wadah bagi para peneliti, dosen, mahasiswa dan para praktisi di bidang Sastra, Bahasa, dan Budaya untuk mempublikasikan karya ilmiahnya secara luas
Articles 186 Documents
Tipe Kepribadian Bigfive Dengan Pengambilan Keputusan Dalam Memilih Parfum di Kota Pekanbaru Bima Maulana Putra; Fikri .; Suroyo .
Journal Social and Humaniora Vol 21 No 1 (2021)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/PJIIB.2021.v21.i01.p06

Abstract

Decision making in buying a product is a difficult thing for consumers, because it really depends on the type of personality which belongs to consumers. Several studies explain that the personality type of big five is a variable that could influence decision making. The aim of this research is to explain the correlation between personality types of bigfive with decision making in choosing perfumes. The research population is perfume consumers in Pekanbaru Mall with a total of 400 consumers. Data were collected using BigFive Personality inventory scale and Decision Making scale. The sample was taken using accidental sampling technique. The analysis technique that was used in this research is Product Moment correlation test analysis techniques. Based on the analysis, there is correlation between Bigfive personality and decision making in choosing perfumes with a correlation value (r) of (0.839) with a significant value (p) of (0.035) (p<0.050). The hypothesis of this research is accepted, which means there is positive and significant correlation between personality type of bigfive and decision making in choosing perfumes. The effective contribution of BigFive Personality with Decision Making is 32.9%
Desa dan Banjar Sebagai Kesatuan Struktural dan Fungsional I Ketut Kaler
Journal Social and Humaniora Vol 20 No 2 (2020)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/PJIIB.2020.v20.i02.p04

Abstract

Organisasi sosial adat berupa Banjar dan Desa bagi masyarakat Bali sudah tidak asing lagi. Keberadaannya selalu berurusan dengan Adat dan Agama khususnya Agama Hindu. Adapun ciri yang eksklusif daripadanya adalah keterikatan dengan tempat pemujaan yaitu Kahyangan Tiga ( Pura Desa, Pura Puseh, Pura Dalem ). Jalinan hubungan structural-fungsional akan tampak di dalam berbagai aktivitas pada ketiga Kuil tersebut. Baik sebagai pendukung tenaga maupun dana. Oleh karena itu kedua organisasi ini tidak dapat dipisahkan satu sama lain.
Critical Review: Singapore: a 'NewAlexandria'of the Par East" dan " Cruel Temtation': A Case Study of a Korean Drama and its Reception in the Singaporean Community” Bambang Dharwiyanto Putro
Journal Social and Humaniora Vol 21 No 1 (2021)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/PJIIB.2021.v21.i01.p11

Abstract

This paper was compiled inspired by two articles previously written by experts such as: Prof. Dr. Phil. I Ketut Ardhana, MA "Singapore: a 'NewAlexandria'of the Far East" in this book Tourism, Cultural Identity, and Globalization Singapore (2007), discusses a lot about Singapore from a historical perspective by seeing Singapore as a New Alexandaria country and the work of Kellie Chen " Cruel Temtation ': A Case Study of a Korean Drama and its Reception in the Singaporean Community "(2011). Next, a critical review will be carried out and an analysis of the contribution of Cultural Studies (its paradigm, its theoretical framework) to Singapore's development (Epistemology). Cultural studies (cultural studies) is an interdisciplinary or postdisciplinary field of inquiry that explores the production and cultivation of meaning maps as well as a discursive formation.
Ritus Budaya Tingkeban Sebagai Perekat Sosial pada Masyarakat Jember Dhimas Abror Djuraid; Ana Nailun Najah; Indri Mar’atus Sholiha; Nellasari Agustin
Journal Social and Humaniora Vol 21 No 1 (2021)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/PJIIB.2021.v21.i01.p02

Abstract

Indonesia sebagai negara multikultural memiliki beragam budaya yang memiliki identitas berbeda sesuai dengan daerah. melalui keberagaman ini dapat menyongsong nama Indonesia menjadi negara yang kaya akan budaya dan dapat dikenal di seluruh dunia. Budaya memiliki makna yang berbeda-beda di setiap daerah. Salah satu budaya yang ada di daerah Jember salah satunya “Ritus Budaya Tingkeban” yang berfungsi sebagai perekat sosial pada masyarakat. Ritus budaya tingkeban ini merupakan upacara yang dilakukan sebagai bentuk kehormatan dalam kehamilan usia 7 bulan seorang ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk rangkaian tingkeban sebagai perekat sosial dari masyarakat Jember. Penelitian ini dilakukan melalui metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif sedangkan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara pada masyarakat Jember.
Perkembangan Seni Patung Garuda di Dusun Pakudui Gianyar Anak Agung Inten Asmariati
Journal Social and Humaniora Vol 20 No 2 (2020)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/PJIIB.2020.v20.i02.p08

Abstract

Tulisan ini mengulas tentang perkembangan seni patung garuda yang ada di Dusun Pakudui Tegalalang Gianyar. Seni patung merupakan bagian dari kesenian dan di era milenial mulai jarang diminati oleh generasi muda. Namun ada salah satu dusun yang hingga sekarang ini masih tetap menekuni seni patung yang menjadi andalannya adalah patung garuda. Permasalahan yang dikaji dalam tulisan ini, (1) Mengenai perkembangan seni patung garuda dan implikasi bagi masyarakat sekitarnya. Metodologi yang digunakan dalam tulisan ini adalah metodelogi sejarah kebudayaan dan teori yang mendukung tulisan ini adalah rhole teori yaitu teori peran yang merupakan peran dari Bapak Made Ada sebagai maestro dari seni patung garuda sehingga beliau sebagai inspirasi bagi generasi muda di dusun Pakudui dalam mengembangkan seni patung tersebut. Sehingga tanpa mereka sadari telah terlibat dalam pelestarian kerajinan seni patung. Melalui seni patung ini berkembang kemudian menjadi home industry sehingga membantu meningkatkan perekonomian rumah tangga dengan merujuk pada tingkat kesehatan masyarakatnya yang makin baik dan taraf hidup yang meningkat serta tingkat pendidikan generasi muda sekarang yang rata-rata sudah ke jenjang perguruan tinggi.
PETAGANAL (Pelatihan Tari Dan Gamelan Tradisional) Di Panti Asuhan Dharma Jati, Denpasar Anak Agung Sagung Sari Maheswari; Ni Putu Kanya Mitha Gunapadmi; Pande Made Ari Ananta Paramarta; Ni Putu Ayu Lestari Damaiyanti; Ni Nyoman Ni Nyoman
Journal Social and Humaniora Vol 21 No 1 (2021)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/PJIIB.2021.v21.i01.p07

Abstract

Culture has become a national cultural heritage, where culture is not only seen from the physical side as a beauty but more than that is the philosophical values contained in it. Dance and traditional musical instruments must be introduced and taught early. The orphanage children have the right to receive education and training to receive traditional, also they are including the next generation who must preserve education in Indonesia. The method used is by conducting counseling, training, and mentoring techniques. This program lasts for four months with the potential results obtained, namely in the distribution of scientific, social and educational articles through learning by videos.
Bentuk Tabu Bahasa Korea Anak Agung Gede Suhita Wirakusuma
Journal Social and Humaniora Vol 20 No 2 (2020)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/PJIIB.2020.v20.i02.p03

Abstract

This research was condutcet with the aim of knowing kind of taboo in Korean language. This research is a qualitative research using observation and interview methods in data collection against Koreans who are living and settling in Bali. This research focused on verbal taboo. Classification of Taboo in Korean using theory of taboo from Frazer (1955). Research findings and analysis result show that taboo in Korean has variety depending on the context of the situation and the interlocutor.
Front Matter Pustaka Vol. 21 No. 1 2021 Editorial Team Jurnal Pustaka
Journal Social and Humaniora Vol 21 No 1 (2021)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

-
Wedhang Cor Sebagai Simbol Budaya Kota Jember Bayu Aji Sastra; prilly dwi larasati; Della Sifaul Azizzah; Margi Rizky
Journal Social and Humaniora Vol 21 No 1 (2021)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/PJIIB.2021.v21.i01.p03

Abstract

Kreasi kuliner pada suatu daerah dapat menandakan suatu bentuk identitas kelompok masyarakat yang memiliki ciri khas yang unik. Adanya gelombang migrasi secara massif etnik Jawa dan Madura yang tersebar di wilayah Keresidenan Besuki pada Orde Baru, melahirkan akulturasi budaya pada wilayah Kota Jember yaitu budaya Pandhalungan. Budaya ini juga mempengaruhi pada aspek kuliner, salah satunya adalah Wedhang Cor. Modernitas mempengaruhi selera kuliner seseorang, namun wedhang cor sebagai minuman tradisional masih ramai pengunjung. Wedhang Cor merupakan minuman khas dari Kota Jember dimana minuman yang merupakan campuran dari rempah-rempah pilihan dan memberikan rasa hangat dan menyegarkan di tubuh. Minuman ini memiliki penikmat dari berbagai kalangan, karena dianggap memiliki keunikan rasa dan juga khasiat yang menyehatkan tubuh karena memiliki komposisi seperti jahe, susu, dan ketan hitam yang diaduk menjadi satu. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan wedhang cor menjadi symbol budaya Kota Jember (2) Mengidentifikasi filosofi dibalik minuman wedhang cor mengetahui filosofi dari salah satu minuman khas Jember. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember dengan menggunakan teknik metode penelitian kualitatif, dengan perolehan data dan informasi melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wedhang cor memiliki filosofi yang mendalam tentang relasi dan juga falsafah kehidupan bermasyarakat yang direpresentasikan melalui minuman/wedhang, hal ini mencirikan masyarakat pandalungan yang memiliki sikap terbuka, mudah beradaptasi, dan ekspresif.
Pengembangan Industri Kreatif di Desa Wisata Bona, Belega dan Keramas Perspektif Gender Ida Ayu Putu Mahyuni
Journal Social and Humaniora Vol 20 No 2 (2020)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/PJIIB.2020.v20.i02.p07

Abstract

This study on the development of creative industries with a gender perspective is expected to know and understand about the participation of women workers for family income in order to improve their welfare through the industrial sector. as well as the efforts that have been made by related parties, such as the community, local government, and parties concerned about the need to uphold justice in improving the quality of life of the population, especially women. The main problem is: What factors cause women to choose to work and be involved in the creative industry? What are the parties involved in upholding justice in improving the quality of life of the population, especially women according to the gender responsive Presidential Instruction Number 9 of 2000? Gender analysis is used in this study with the assumption that both men and women work and participate according to their potential and needs and equally get benefits

Page 9 of 19 | Total Record : 186