cover
Contact Name
Ngurah Indra Pradhana
Contact Email
indra_pradana@unud.ac.id
Phone
+6281933079954
Journal Mail Official
jurnalpustaka@unud.ac.id
Editorial Address
Kampus Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana Jalan Pulau Nias 13, Sanglah, Denpasar Bali Indonesia 80114
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Pustaka : Jurnal Ilmu-Ilmu Budaya
Published by Universitas Udayana
ISSN : 25287508     EISSN : 25287516     DOI : https://doi.org/10.24843/PJIIB
Core Subject : Humanities,
Pustaka: Jurnal Ilmu-Ilmu Budaya, merupakan jurnal yang memuat artikel hasil penelitian serta kajian ilmiah di bidang sastra, Bahasa, dan Budaya. Terbit dua kali dalam setahun, pada bulan Februari dan Agustus. Jurnal ini bertujuan menjadi wadah bagi para peneliti, dosen, mahasiswa dan para praktisi di bidang Sastra, Bahasa, dan Budaya untuk mempublikasikan karya ilmiahnya secara luas
Articles 186 Documents
Konflik Israel-Palestina: Peran PBB dan Pengaruh Pengakuan Palestina sebagai Negara Pengamat Ra’afi Nur Azhami, Mochammad; Adisha nur Syafira, Putri; Zaqi Muttaqin, Muhammad
Pustaka : Jurnal Ilmu-Ilmu Budaya Vol 24 No 2 (2024)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/PJIIB.2024.v24.i02.p18

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran PBB dalam menyelesaikan konflik Israel-Palestina dan dampak pengakuan Palestina sebagai negara pengamat non-anggota. Masalah utama yang dihadapi adalah efektivitas PBB dalam mengurangi ketegangan dan memfasilitasi perdamaian antara kedua pihak. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis kualitatif deskriptif dengan fokus pada data sekunder dari dokumen resmi PBB, resolusi, laporan, jurnal ilmiah, dan artikel berita. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pengakuan ini meningkatkan legitimasi Palestina di tingkat internasional, namun reaksi negatif dari Israel memperburuk ketegangan di lapangan.
Fenomena Stockholm Syndrome dalam Drama 3 Nen A Gumi Karya Komuro Naoko dan Suzuki Yuma Rabullizat, M Refy; Yuliani Giri, Ni Luh Kade; Ratna Dian Aryani, Made
Pustaka : Jurnal Ilmu-Ilmu Budaya Vol 24 No 2 (2024)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/PJIIB.2024.v24.i02.p09

Abstract

This research is titled "The Phenomenon of Stockholm Syndrome in the Drama 3 Nen A Gumi: Ima Kara Mina-san wa, Hitojichi Desu by Komuro Naoko and Suzuki Yuma". The aim of this research is to determine several factors that cause stockholm syndrome and its symptoms that appear in the drama 3 Nen A Gumi: Ima Kara Mina-san wa, Hitojichi Desu by Komuro Naoko and Suzuki Yuma. Qualitative method is used in this research. This research uses literary psychology theory from Wellek & Warren (1989:90), Stockholm syndrome theory from Graham, et al (2015) and behavioristic theory from B.F. Skinner (1953). The results of this research shows that, Stockholm syndrome symptoms in the drama 3 Nen A Gumi: Ima Kara Mina-san wa, Hitojichi Desu by Komuro Naoko and Suzuki Yuma is caused by the hostages`s compulsion to adjust their feeling to the conditions caused by hostage taker and begins to show mercy to the hostage taker when he shows kindness from time to time. The conditions caused by the hostage taker include (1) violence, (2) prohibition on running away, (3) prohibition on contact with the outside world, and (4) the hostage taker showing kindness. Then the symptoms of Stockholm syndrome that the hostages experienced include (1) Feeling sympathy for the hostage taker, (2) Having trust in the hostage taker, and (3) protecting the hostage taker
Upaya Perempuan dalam Mempertahankan Pakaian Adat Songket Melayu di Kabupaten Batubara Ramadani, Fadiyah Ramadani; Br Surbakti, Nabila; MT, Erra Fazira
Pustaka : Jurnal Ilmu-Ilmu Budaya Vol 24 No 2 (2024)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/PJIIB.2024.v24.i02.p14

Abstract

Pakaian adat memiliki peran penting dalam mempertahankan warisan sosial budaya, khususnya pakaian adat Songket Melayu di Kabupaten Batubara, yang menjadi simbol identitas bagi etnis Melayu. Namun, era globalisasi dan modernisasi telah menghadirkan tantangan dalam memelihara dan menjaga budaya lokal ini. Perempuan memegang peran kunci dalam melestarikan pakaian adat ini, baik sebagai pengguna utama, pemelihara tradisi, maupun pelaku produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran perempuan dalam melestarikan pakaian adat Songket Melayu di Kabupaten Batubara. Melalui wawancara dan studi literatur, penelitian ini menyoroti kontribusi perempuan dalam menjaga keberlangsungan pakaian tradisional sebagai bagian integral dari warisan budaya Melayu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan memainkan peran penting dalam mempertahankan keaslian motif dan desain tradisional serta dalam transfer pengetahuan tentang teknik pembuatan songket kepada generasi muda. Meskipun demikian, penelitian juga mengidentifikasi beberapa tantangan dalam mempertahankan pakaian adat Songket Melayu, seperti kurangnya keterlibatan generasi muda, perubahan gaya hidup, kurangnya dukungan pemerintah, tantangan ekonomi, kurangnya kesadaran masyarakat, dan tingkat kesenjangan gender.
Implementasi Pengembangan Kurikulum Kitab Kuning di Madrasah Aliyah Negeri Program Keagamaan (Manpk) Man 2 Samarinda (Studi Pada Manpk Man 2 Samarinda) Wahyudi, Wahyudi; Jannah, Fathul; Tamam, Badrut
Pustaka : Jurnal Ilmu-Ilmu Budaya Vol 24 No 2 (2024)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/PJIIB.2024.v24.i02.p05

Abstract

The significance of the approach in learning the yellow book—an Arabic book without syakal or harakat that Middle Eastern academics wrote in the Middle Ages and contained Islamic religious sciences—motivates this study. The appropriate approach must be taken when studying the yellow book in order to effectively communicate the learning objectives. In addition to the Al-Qur'an and As-Sunnah, the yellow book is typically studied in Islamic boarding schools and serves as the primary teaching resource. The yellow book is nevertheless studied in formal institutions as well, notably MANPK MAN 2 Samarinda, in addition to Islamic boarding schools. By taking part in numerous competitions related to the program to improve the yellow book, MANPK MAN 2 Samarinda pupils are able to read and comprehend the yellow book.
Prosedur Penyelesaian Sengketa Internasional: Studi Kasus Indonesia dan Amerika Serikat Rizqullah, Raffi; Aulia, Rahma; Salsabilla Rahman, Isya; Nadira Oktariana, Syifa
Pustaka : Jurnal Ilmu-Ilmu Budaya Vol 24 No 2 (2024)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/PJIIB.2024.v24.i02.p19

Abstract

Penelitian ini mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan prosedur penyelesaian sengketa internasional antara Indonesia dan Amerika Serikat. Tujuan penelitian adalah untuk memahami bagaimana sistem hukum, budaya hukum, orientasi politik dan ekonomi, serta pengalaman sejarah masing-masing negara membentuk pendekatan mereka terhadap sengketa internasional. Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan mengkaji literatur dari buku dan jurnal bereputasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia mengutamakan negosiasi dan mediasi, sementara Amerika Serikat lebih mengandalkan arbitrase dan litigasi, mencerminkan perbedaan dalam konteks nasional dan internasional yang mempengaruhi diplomasi masing-masing negara.
Dinamika Umat Katolik Pada Masa Pandemi Covid-19 di Bali Sunaryo, Fransiska Dewi Setiowati
Pustaka : Jurnal Ilmu-Ilmu Budaya Vol 24 No 2 (2024)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/PJIIB.2024.v24.i02.p10

Abstract

The COVID-19 pandemic began to unsettle residents in Bali in March 2020. This also has an impact on religious life, especially Catholics in Bali. Prior to the COVID-19 pandemic, Catholics and others were able to worship freely without any restrictions. Everything runs in harmony and solidarity and tolerance between religious communities are maintained. However, since the outbreak of COVID-19, various restrictions have been put in place to prevent transmission to humans in various parts of the world, including in Bali. The purpose of this study was to find out what policies were taken by the Diocese of Denpasar in the face of the COVID-19 pandemic and to find out how Catholics in Bali adapted to the restrictions imposed by the government. The method used in this study is a qualitative descriptive method with a social history approach. In this study, it was concluded that the restrictions in preventing covid-19 did not prevent people from continuing to worship from anywhere and anytime, and religion can be a weapon to strengthen the faith of its people in the face of the covid-19 pandemic. Pandemi covid-19 mulai meresahkan warga di Bali pada Maret 2020 Hal ini berdampak pula dengan kehidupan umat manusia di berbagai bidang termasuk kehidupan umat beragama di Bali. Sebelum terjadi pandemic covid-19, umat Katolik dan lainnya dapat beribadah dengan leluasa tanpa ada pembatasan. Semua berjalan dengan harmonis serta terjaga solidaritas dan toleransi antar umat beragama. Namun sejak merebaknya covid -19 berbagai pembatasan dilakukan untuk mencegah penularan kepada umat manusia di berbagai belahan dunia, termasuk di Bali. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa kebijakan yang diambil oleh Keuskupan Denpasar dalam menghadapi pandemic covid-19 dan mengetahui bagaimana umat Katolik di Bali beradaptasi dengan pembatasan yang dilakukan oleh pemerintah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sejarah sosial. Dalam penelitian ini diperoleh simpulan bahwa dengan adanya pembatasan dalam pencegahan covid-19 tidak menghalangi umat untuk tetap beribadah dari mana saja dan kapan saja, serta agama dapat menjadi senjata untuk memperkuat keimanan umatnya dalam menghadapi pandemic covid-19.