cover
Contact Name
Ngurah Indra Pradhana
Contact Email
indra_pradana@unud.ac.id
Phone
+6281933079954
Journal Mail Official
jurnalpustaka@unud.ac.id
Editorial Address
Kampus Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana Jalan Pulau Nias 13, Sanglah, Denpasar Bali Indonesia 80114
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Pustaka : Jurnal Ilmu-Ilmu Budaya
Published by Universitas Udayana
ISSN : 25287508     EISSN : 25287516     DOI : https://doi.org/10.24843/PJIIB
Core Subject : Humanities,
Pustaka: Jurnal Ilmu-Ilmu Budaya, merupakan jurnal yang memuat artikel hasil penelitian serta kajian ilmiah di bidang sastra, Bahasa, dan Budaya. Terbit dua kali dalam setahun, pada bulan Februari dan Agustus. Jurnal ini bertujuan menjadi wadah bagi para peneliti, dosen, mahasiswa dan para praktisi di bidang Sastra, Bahasa, dan Budaya untuk mempublikasikan karya ilmiahnya secara luas
Articles 186 Documents
Pola Deskripsi pada Istilah Budaya Bali dalam Teks Berbahasa Inggris Ni Ketut Alit Ida Setianingsih
Journal Social and Humaniora Vol 19 No 2 (2019)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.168 KB) | DOI: 10.24843/PJIIB.2019.v19.i02.p04

Abstract

Artikel ini membahas mengenai pola deskripsi yang digunakan pada penggunaan istilah budaya Bali dalam teks berbahasa Inggris. Teks bermuatan budaya menjadi salah satu tantangan dalam komunikasi. Hal itu mengingat pemahaman budaya turut berperan dalam kelancaran komunikasi. Sehingga memahami budaya menjadi keharusan untuk mempermudah komunikasi antar dua penutur berbeda. Dalam hal ini, teks – teks berbahasa Inggris yang memaparkan mengenai budaya Bali mempunyai tantangan tersendiri. Memberikan pemahaman makna terhadap suatu istilah budaya Bali terhadap pembaca dengan latar budaya yang sangat berbeda. Untuk itu, penambahan informasi dilakukan oleh penulis dan salah satunya dengan menggunakan pola deskripsi. Pola deskripsi memberikan peluang pemahaman yang lebih komprehensif terhadap istilah – istilah budaya yang tidak terdapat kesepadanannya pada budaya lainnya. Sumber data yang digunakan adalah media online dan data yang diambil merupakan teks – teks berisikan istilah budaya Bali yang berbahasa Inggris. Metode pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi dengan menerapkan teknik membaca rinci, pencatatan, dan pemilahan data. Sedangkan metode deskriptif kualitatif diaplikasikan untuk menjelaskan pola deskripsi yang terhadap pada penjelasan istilah budaya Bali dalam teks Bahasa Inggris. Simpulan yang diperoleh adalah pola deskripsi menjadi pilihan untuk menjelaskan makna suatu istilah budaya Bali. Dalam upaya menjelaskan makna tersebut, penulis menggunakan pola deskripsi berupa deskripsi bentuk, deskripsi fungsi, maupun kombinasi keduanya. Hanya pada istilah budaya Bali di media online berbahasa Inggris, pola deskripsi bentuk lebih cenderung dominan untuk menjelaskan makna suatu istilah budaya Bali.
Lagu, Kaum Muda dan Budaya Demokrasi Roma Ayuni A. Loebis
Journal Social and Humaniora Vol 18 No 2 (2018)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.234 KB) | DOI: 10.24843/PJIIB.2018.v18.i02.p02

Abstract

Lagu (nyanyian) merupakan hasil karya seni yang terbangun dari bahasa, sastra, dan musik serta penyanyi. Setiap lirik lagu mempunyai tujuan tertentu yang ingin disampaikan kepada masyarakat sebagai pendengar/khalayaknya. Kaum muda umumnya akrab dengan lagu dikarenakan lagu merupakan salah satu sarana hiburan ataupun menyalurkan hobi menyanyi, sekaligus dapat mewarnai karakter. Masalah dalam penelitian ini adalah apakah lagu dapat dijadikan sarana dalam penyampaian tentang buadaya demokrasi. Tujuan penelitian, melihat peran lagu sebagai sarana dalam memberikan pengajaran tentang budaya demokrasi. Penelitian menggunakan metode analisis konten dan menggunakan pendekatan pragmatik, yakni pemakaian bahasa dalam komunikasi. Penelitian menunjukkan lagu memiliki peran dalam memahamkan budaya demokrasi kepada kaum muda dan membentuk cara fikir dalam berpolitik bagi pemilih pemula. Pendidikan politik kepada pemilih pemula adalah proses pembelajaran dan pemahaman tentang hak, kewajiban dan tanggung jawab setiap warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Maka, teks bahasa dan sastra pada lagu yang dinyanyikan oleh para pemuda dapat memainkan peranannya sebagai pendidikan politik dan membentuk budaya demokrasi.
Analisis Deiksis Dialek Kulisusu Masyarakat Desa Rante Gola Kecamatan Bonegunu Kabupaten Buton Utara Tofan Stofiana
Journal Social and Humaniora Vol 21 No 1 (2021)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/PJIIB.2021.v21.i01.p09

Abstract

This study aims to find out whether the sort card media can improve speaking skills in learning to tell the experience of students of class X-3 of SMAN 2 Lasalimu Selatan. This research was compiled based on the Classroom Action Research (CAR) design which was divided into two cycles with four stages per cycle, namely planning, action, observation and reflection. The first cycle was held from 9 to 14 January 2017. The second cycle was held on January 16 to 21 2017 in class X-2 of SMAN 2 Lasalimu Selatan. The results of the study show that the use of sort card media increases speaking skills in learning to tell the experience of X-3 grade students of SMAN 2 Lasalimu Selatan. This increase is indicated by the acquisition of success percentage of 67.44% in the first cycle and increased by 5.36% in the second cycle to reach the success percentage of 76.33%
Peningkatan Kualitas SDM Melalui Pelatihan Bahasa Inggris Sebagai Penggiat Literasi Bagi Anak-Anak Jalanan di Yayasan Lentera Anak Bali (YLAB) Komang Trisnadewi; Sri Widiastutik; I Ketut Setiawan
Journal Social and Humaniora Vol 20 No 2 (2020)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/PJIIB.2020.v20.i02.p01

Abstract

Dalam menghadapi era globalisasi, tuntutan terhadap kebutuhan sumber daya manusia untuk siap menjawab tantangan global sangat besar. Penanaman sikap melalui pendidikan sejak dini sangat penting dalam membentuk kualitas hidup yang baik bagi anak-anak sebagai cikal bakal dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat. Peningkatan kualitas, khususnya bagi anak-anak jalanan di Denpasar telah menjadi konsentrasi pemerintah sejak lama. Namun kondisi ini belum mampu menjamin anak-anak jalanan mendapatkan pendidikan yang baik dan hidup layak. Yayasan Lentera Anak Bali (YLAB) merupakan yayasan nonprofit bergerak aktif sebagai pemerhati kehidupan anak-anak jalanan sejak tahun 2011 di kawasan Denpasar Timur. YLAB mewujudkan adanya perlindungan hak anak, khususnya dalam pemenuhan hak-hak anak yang berkeadilan baik dalam bidang pendidikan (bagi anak marjinal/kurang mampu), penguatan sistem hukum, kesehatan dan psikososial anak, penanganan anak bangsa korban seks pariwisata Bali. Pihak Yayasan menyadari bahwa anak-anak jalananpun harus diberi kesempatan untuk ikut berperan melalui skill berkomunikasi Bahasa Inggris sebagai satu-satunya alat komunikasi global. Untuk itu muncullah gagasan kerjasama dan diusulkan dalam program kemitraan masyarakat (PKM) ini, berupa sumbangsih pengetahuan dan dukungan berliterasi melalui pendidikan Bahasa Inggris di luar jam kerja anak, selama dua kali dalam seminggu. Hasil dari kegiatan PKM diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia secara optimal, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kepedulian mengutamakan hak-hak anak dalam berliterasi, menyediakan kemudahan akses belajar, serta evaluasi terhadap wujud pencapaian program pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Makna Sapaan pada Penggunaan Negirai Kotoba: Cerminan Ragam Bahasa Jepang Ni Made Andry Anita Dewi; Silvia Damayanti
Journal Social and Humaniora Vol 20 No 2 (2020)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/PJIIB.2020.v20.i02.p10

Abstract

Negirai kotoba merupakan ungkapan yang cukup sering digunakan oleh masyarakat Jepang dalam kehidupan sehari-hari, baik secara formal maupun informal. Ungkapan yang termasuk dalam negirai kotoba diantaranya adalah gokurou (san/sama) dan otsukare (san/sama). Negirai kotoba dapat didefinisikan sebagai ungkapan apresiasi atau terima kasih atas kerja keras/usaha/upaya yang telah dilakukan seseorang (mitra tutur). Kedua ungkapan tersebut banyak ditemukan dalam dunia kerja khususnya di perusahaan atau perkantoran di Jepang. Penggunaan kedua ungkapan tersebut cukup beragam dan cukup banyak dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti status sosial dan kedekatan hubungan antar partisipan. Salah satu hal yang berkaitan dengan penggunaan negirai kotoba ini adalah bentuk sapaan yang digunakan oleh partisipan. Konteks sosial mendasari penggunaan bentuk sapaan tersebut sehingga partisipan dapat menentukan negirai kotoba yang digunakan dalam tuturan. Drama yang digunakan sebagai data adalah drama berbahasa Jepang yang berjudul Natsuko Kira yang ditanyangkan pada tahun 2016. Drama ini bergenre wanita karir yang menghadapi berbagai masalah dalam pekerjaan maupun kehidupan rumah tangganya.
Bentuk dan Faktor Penyebab Hikikomori dalam Anime “Nhk Ni Youkoso!” Maharani Patria Ratna; Yosafat Anugerah Mombong
Journal Social and Humaniora Vol 21 No 1 (2021)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/PJIIB.2021.v21.i01.p05

Abstract

Hikikomori is one of the most common social problems in Japan. This research's object is the anime series NHK ni Youkoso !, with 24 episodes, which premiered from July to December 2006. The author uses the observation method of note-taking techniques to collect data, and the data analysis is written descriptively. The results of this study contained 11 forms of Hikikomori behaviour in the anime that the author studied, namely: hikikomori perpetrators confined themselves for more than six months, refused to interact with other people, refused to go to school, refused to leave the room, experienced hallucinations, experienced insomnia, professional setbacks, have thoughts of persecution, have feelings of depression, desire death and suicidal thoughts, and are addicted to alcohol. Meanwhile, the factors causing hikikomori behaviour are amae and the inability to accept intervention from others.
Standardisasi Pengajaran Bipa: Revaluasi Metode Menuju Kompetensi Komunikatif I Ketut Darma Laksana
Journal Social and Humaniora Vol 20 No 2 (2020)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/PJIIB.2020.v20.i02.p05

Abstract

The method of language teaching to achieve communicative competencies to be a choice in second language learning has not developed widely at this time. This paper aims to present the workings of the Linguistic Method as a form of revaluation of traditional methods of language teaching which are considered to have not met the requirements of BIPA Teaching Standardization. The traditional teaching methods applied so far still revolve around the Direct Method and Translation Method. Both of these methods are suspected of not being able to bring learners to communicative competence. The application of the Direct Method has not shown maximum results because it only relies on teaching methods by prioritizing the use of the target language (second language), but the issue of teaching material does not receive an adequate portion to achieve the expected communicative competence. Similarly the Translation Method which basically attempts to convey material by translating it into learner language (generally in English to deal with heterogeneous classes), nor touching teaching material. In connection with that, Cognitive Linguistics which gave birth to Cognitivism Theory and is known as the Linguistic Method in second language teaching is important to be applied to achieve communicative competence. By the standardization it means that method of language teaching must be measured by the linguistic methods itself as a guidance: teaching each aspect of language, such as grammatical patterns, vocabulary groups, and sound devices is carried out in five stages, namely recognition, imitation, repetition, variation, and selection.
Air dan Peradaban Manusia pada Zaman Bali Kuno I Wayan Srijaya; Kadek Dedy Prawirajaya R.
Journal Social and Humaniora Vol 21 No 1 (2021)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/PJIIB.2021.v21.i01.p10

Abstract

Water is one of the natural elements that is needed by living things. Every living thing, including humans, cannot stay without water. Therefore water is one of the basic human needs besides the need for sanitation and shelter. Water functions as a thirst quencher when humans are thirsty, and functions as fertilizer for plants during the dry season. That is why water is indispensable for maintaining the survival of humans and other creatures. Water is also the starting place for the emergence of a human civilization.
Strategi Meningkatkan Kemampuan Bahasa Inggris Mahasiswa STMIK STIKOM Indonesia Melalui Pemanfaatan Video Online Youtube I Kadek Agus Bisena; Ni Nyoman Ayu J. Sastaparamitha
Journal Social and Humaniora Vol 21 No 1 (2021)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/PJIIB.2021.v21.i01.p01

Abstract

The current generation that is known as the millennium generation is synonymous with technological and educational developments. This phenomenon is a strategy that can be used by advocates of foreign languages, especially English in packaging a material to be taught. One of the choices is the use of youtube online videos as supporting teaching materials. The technology is very easy to access, especially STMIK STIKOM Indonesia students, where almost all students have the youtube application. This study uses a qualitative description analysis method to see how attractive YouTube videos are among students, as well as video criteria that are considered interesting by them. The results of the study are packaging of youtube online videos that are tailored to the teaching material delivered to STMIK STIKOM Indonesia students, as the lecturers' handlers and student references in their own creative learning.
Alih Bahasa Figuratif Pada Terjemahan Karya Sastra Puisi I Nyoman Tri Ediwan; Sang Ayu Isnu Maharani
Journal Social and Humaniora Vol 20 No 2 (2020)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/PJIIB.2020.v20.i02.p09

Abstract

Penerjemahan puisi memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi dibanding teks terjemahan pada umumnya. Penerjemah biasanya menghadapi masalah dalam menerjemahkan bahasa kiasan oleh karena penting untuk menghasilkan kesepadanan dari bahasa sumber (BSu) ke bahasa sasaran (BSa) terutama dari aspek sosio budaya. Penelitian ini berusaha mengidentifikasi bahasa figuratif serta pergeseran pada terjemahan karya sastra puisi. Penelitian ini mengambil data secara acak dari antalogi puisi yang berjudul ‘Serpihan Sajak Dari Australia’. Sumber data adalah puisi berbahasa Inggris (BSu) dengan terjemahannya dalam bahasa Indonesia (BSa). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan metode dokumentasi. Adapun teknik yang digunakan adalah teknik simak dan catat. Puisi dari BSu dicatatkan baris per baris demikian halnya dengan puisi dari BSa untuk kemudian dianalisa dengan cara membandingkan isi puisi tersebut. Analisa mencakup bahasa figuratif dan juga strategi terjemahan yang digunakan pada terjemahan karya sastra puisi tersebut. Adapun pendekatan atau teori yang diaplikasikan untuk penelitian ini adalah teori terjemahan (Larson), teori pergeseran penerjemahan (Catford dan Simatupang)

Page 8 of 19 | Total Record : 186