cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
alhikmah@iainlangsa.com
Phone
+6285260801133
Journal Mail Official
alhikmah@iainlangsa.ac.id
Editorial Address
Department of Communication and Islamic Broadcasting Studies The Faculty of Ushuluddin, Adab, and Da'wah State Institute for Islamic Studies Langsa Jalan Meurandeh - Kota Langsa
Location
Kota langsa,
Aceh
INDONESIA
Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebudayaan
ISSN : 20869762     EISSN : 26550539     DOI : https://doi.org/10.32505/hikmah
Core Subject : Education,
It is a journal published by the Department of Communication and Islamic Broadcasting Studies of the Faculty of Ushuluddin, Adab, and Dakwah of IAIN Langsa.
Articles 169 Documents
KOMUNIKASI ANTARPRIBADI: Suatu Kajian dalam Perspektif Komunikasi Islam Azhar Azhar
Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebudayaan Vol 8 No 1 (2017): Volume 8 Nomor 1, Januari-Juni 2017
Publisher : DEPARTEMENT OF COMMUNICATION AND ISLAMIC BROADCASTING STUDIES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/hikmah.v8i1.400

Abstract

Tujuan penulisan ini membahas tentang komunikan antarpribadi dalam perspektif komunikasi Islam, sebagaimana yang tercantun dalam surat al-Nahl ayat 125, yaitu dengan cara hikmah, mau‘idzat hasanah, mujādalah billatī hiya ahsan. Dari beberapa pendapat ahli diketahui bahwa komunikasi antarpribadi biasanya dilakukan secara tatap muka (face to face) sehingga terjadilah kontak pribadi (personal contact). Dengan demikian, hasil umpan balik berlangsung seketika, akhirnya komunikator dapat mengetahui apakah komunikasinya ditanggapi positif atau negatif oleh komunikan. Hal ini dapat dilihat dari mimik atau ekspresi wajah. Jika tanggapan komunikan itu negatif, maka dapat diubah gaya komunikasi tersebut. Ditinjau dari teori-teori komunikasi antarpribadi dalam perspektif komunikasi Islam, lebih dititik beratkan kepada proses penyampaian pesan atau informasi dari komunikator kepada komunikan, dengan menggunakan kaedah dan prinsip komunikasi yang berdasarkan kepada Alquran dan Hadis. Proses penyampaian pesan kepada audien secara langsung atau melalui media menjunjung kebenaran yang diajarkan oleh agama. Dalam proses ini umpan balik (feedback) dalam komunikasi Islam bukan kepada komunikatornya, tetapi kepada mad‘ū, berbeda dengan komunikasi umum yang lebih mengutamakan kepentingan politik dan material. Komunikasi antarpribadi dalam persfektif Islam disebut dengan dakwah fardiyah. Dalam penyampaiannya diperlukan pengetahuan dalam komunikasi dan kebijaksanaan seorang dai. Seorang dai yang bijaksana adalah orang yang dapat mempelajari realitas, situasi masyarakat, dan kepercayaan mereka serta menempatkan mereka pada tempatnya masing-masing. Dai mengajak mereka berdasarkan kemampuan akal, pemahaman, tabiat, tingkatan keilmuan dan status sosial mereka.
PERAN DAN FUNGSI DAI DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGI DAKWAH Agus Salim
Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebudayaan Vol 8 No 1 (2017): Volume 8 Nomor 1, Januari-Juni 2017
Publisher : DEPARTEMENT OF COMMUNICATION AND ISLAMIC BROADCASTING STUDIES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/hikmah.v8i1.401

Abstract

Tulisan ini membahas tentang peran dan fungsi dai dalam perspektif psikologi dakwah. Dakwah merupakan kewajiban setiap muslim. Sebagai dai tentu saja kita ingin mencapai kesuksesan dalam mencapai tugas dakwah. Salah satu bentuk keberhasilan dalam dakwah adalah berubahnya sikap kejiwaan seseorang. Psikologi dakwah mempedomani kegiatan dakwah, maka tujuan psikologi dakwah dalam peran dan fungsi dai memberikan pandangan tentang mungkinnya dilakukan perubahan tingkah laku atau sikap mental psikologis sasaran dakwah sesuai dengan pola kehidupan yang dikehendaki oleh ajaran agama yang didakwahkan oleh aparat dakwah/dai. Peran dan fungsi dai sebagai juru dakwah adalah salah satu faktor dalam kegiatan dakwah yang menempati posisi sangat penting dalam berhasil atau tidaknya kegiatan dakwah. Dai professional yang mengkhususkan diri di bidang dakwah, seyogianya memiliki kepribadian yang baik untuk menunjang keberhasilan dakwah baik yang bersifat rohani atau yang bersifat fisik. Hasil yang ingin diperoleh dengan pengetahuan tentang tulisan ini, diharapkan kita dapat melaksanakan tugas dakwah dengan pendekatan kejiwaan sehingga hal yang diharapkan peran dan fungsi seorang dai benar-benar dapat dipahami oleh seorang dai sebagai mubalig dan kondisi objek dakwah sebagai mad‘ū
D A Y A H DALAM PERSPEKTIF PERUBAHAN SOSIAL Hamdan Hamdan
Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebudayaan Vol 8 No 1 (2017): Volume 8 Nomor 1, Januari-Juni 2017
Publisher : DEPARTEMENT OF COMMUNICATION AND ISLAMIC BROADCASTING STUDIES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/hikmah.v8i1.402

Abstract

Dayah di Aceh merupakan lembaga pendidikan keagamaan dengan bahasa pengantarnya bahasa Aceh. Dayah sebagai lembaga yang mampu memberdayakan masyarakat agar mengembangkan potensi fitrah manusia, hingga ia dapat memerankan diri secara maksimal sebagai hamba Allah yang ta’at serta esksistensi dayah juga masih semakin diakui dalam memainkan perannya di tengah-tengah masyarakat sebagai lembaga dakwah. Dayah dan masyarakat juga merupakan sebuah hubungan yang sudah terjalin erat sehingga keberadaan dayah di tengah-tengah masyarakat dapat diterima dan menjadi sebuah gerakan perubahan dalam menciptakan suasana yang islami bagi masyarakat itu sendiri kemudian masyarakat dan dayah tidak lagi terjadi pertentangan baik dari pihak dayah maupun dari kalangan masyarakat. Setiap manusia pasti mengalami perubahan dan perubahan itu dipengaruhi dari berbagai faktor, apabila perubahan yang dipengaruhi oleh faktor agama maka masyarakat akan memiliki perubahan dalam prilaku keagamaan. Semua orang bersepakat bahwa kehidupan sosial tidaklah statis, melainkan selalu berubah secara dinamis. Tapi tidak orang mempunyai kesepakatan sama dalam mengartikan perubahan sosial. Malah, konsep perubahan sosial sempat diberi makna intuitif dan sebagai suatu mitos belaka. Dalam perkembangannya pun para ahli memperlihatkan perbedaan dalam memahami perubahan sosial. Pemaknaan konsep perubahan sosial kelihatannya masih problematik hingga kini. Oleh karena itu gerakan atau aktivitas-aktivitas dakwah dayah seperti majelis taklim di berbagai desa atau gampong diharapkan yang nantinya bisa menciptakan sebuah perubahan sosial sehingga bisa dirasakan oleh kalangan masyarakat itu sendiri, serta dalam menjalankan aktivitas dakwahnya, dayah tak hanya santri saja yang menjadi sasarannya akan tetapi masyarakat juga yang di luar dayah bisa mendapatkan ilmu tentang pengetahuan agama dari hasil aktivitas dakwah yang dilakukan dayah dan perubahan sosial bisa dapat dirasakan oleh masyarakat dari semenjak sebelum adanya dayah hingga dayah itu hadir di tengah-tengah masyarakat mampu memberikan perubahan, baik dari pengetahuan tentang agama maupun dalam proses pengamalan ibadah.
Kebebasan Berkomunikasi Dalam Perspektif Islam Rusli
Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebudayaan Vol 10 No 1 (2019): Volume 10 Nomor 1, Januari-Juni 2019
Publisher : DEPARTEMENT OF COMMUNICATION AND ISLAMIC BROADCASTING STUDIES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/hikmah.v10i1.1699

Abstract

Kebebasan berkomunikasi dalam perspektif Islam adalah suatu sistem komunikasi yang dibangun atas nilai-nilai etika dan prinsip-prinsip yang berlandaskan kepada Al-Quran dan Hadis. Kebebasan berkomunikasi dalam Islam, yaitu bebas menyampaikan pesan-pesan Islami, baik secara lisan, pikiran, dan tulisan kepada khalayak demi kemaslahatan, khususnya bagi umat Islam dan manusia secara umum. Demi tercapainya kebahagiaan di dunia dan akhirat, pesan yang disampaikan kepada komunikan harus benar, jujur, dan dengan cara yang baik, lemah lembut, dan bisa dipertanggung jawabkan baik kepada diri sendiri, masyarakat luas maupun kepada Allah SWT.
Peluang dan Tantangan Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam Dalam Menghadapi Era Disruptif 4.0 Zulkarnain
Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebudayaan Vol 10 No 1 (2019): Volume 10 Nomor 1, Januari-Juni 2019
Publisher : DEPARTEMENT OF COMMUNICATION AND ISLAMIC BROADCASTING STUDIES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/hikmah.v10i1.1703

Abstract

Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam FUAD IAIN Langsa di masa mendatang tidak akan mampu berkompetisi dalam tataran yang lebih mengglobal tanpa diimbangi dengan strategi komunikasi yang efektif dan transformatif. Memasuki abad ke-21 bangsa Indonesia dihadapkan pada berbagai tantangan besar berskala global. Sebagian besar tantangan itu muncul dari proses globalisasi yang terjadi sejak paruhan kedua abad ke-20 dan diperkirakan semakin intensif pada abad mendatang. Globalisasi tidak hanya mendorong terjadinya transformasi peradaban dunia melalui proses modernisasi, industrialisasi, dan revolusi informasi. Lebih dari itu juga akan menimbulkan perubahan-perubahan dalam struktur kehidupan bangsa-bangsa dunia, termasuk Indonesia. Memasuki abad baru bangsa Indonesia diperkirakan akan mengalami perubahan-perubahan serba cepat dalam berbagai bidang kehidupan, baik dakwah, sosial, budaya, ekonomi, politik, pendidikan maupun di bidang teknologi.
Komunikasi Massa Dalam Media Critical dan Media Equation Bahtiar
Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebudayaan Vol 10 No 1 (2019): Volume 10 Nomor 1, Januari-Juni 2019
Publisher : DEPARTEMENT OF COMMUNICATION AND ISLAMIC BROADCASTING STUDIES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/hikmah.v10i1.1705

Abstract

Banyak para ahli komunikasi dunia memberikan pandangan tentang komunikasi massa secara beragam. Semua dilakukan berdasarkan sudut pandang masing-masing untuk melahirkan sebuah pemahaman yang konkrit, jelas dan mudah dipahami oleh semua kalangan terkait komunikasi massa. Diantara ahli komunikasi yang meyampaikan defenisi komunikasi massa untuk diketahui dan dipahami khalayak adalah Bittner mengatakan “komunikasi massa adalah pesan yang dikomunikasikan melalui media massa pada sejumlah besar orang (massa communication is meseeges communicated through a mass medium to a large number of people). Dalam ilmu jurnalistik, media massa yang menyiarkan berita atau informasi disebut juga dengan istilah pers. Menurut undang-undang pokok pers nomor 40 tahun 1999 pasal 1 ayat (1) pers adalah lembaga social dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengelola dan menyampaikannya sebagai informasi, baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara gambar serta data dan grafik menggunakan media massa. Misi yang diemban oleh media massa adalah mengamankan, menjunjung dan menyukseskan pembangunan nasional. Dari defenisi yang diungkapkan oleh para ahli tersebut, maka dapat kita pahami secara sederhana bahwa komunikasi massa adalah proses penyampaian pesan dari seorang komunikator kepada komunikan (khalayak banyak) melalui saluran media massa baik berupa cetak, online, radio dan televisi. Namun dalam pemahaman komunikasi massa, setiap pesan yang disampaikan berisi informasi atau berita penting bagi masyarakat, baik berupa pengumuman, pendidikan, pengetahuan, maupun informasi social, hukum, politik dan budaya yang terjadi dalam kehidupan kita. Bukan pesan (komunikasi) sebagaimana percakapan rutin yang dilakukan oleh dua orang atau lebih di warung atau rumah. Media massa sebagai saluran atau sarana komunikasi telah mengalami perkembangan yang signifikan dari waktu ke waktu, mulai dari surat kabar cetak harian (koran), majalah, berkembang ke era frekuensi atau radio, selanjutnya era signal atau televisi dan kini era jaringan atau internet. Perkembangan media massa ini secara positif semakin memudahkan manusia melakukan berbagai komunikasi terbuka secara massif untuk penyebaran informasi. Namun secara negative, perkembangan teknologi media massa ini juga telah merusak bahkan memutuskan hubungan interaksi social masyarakat. Bahkan manusia cenderung lebih memilih media sebagai sarana untuk berkomunikasi daripada bertemu langsung dan menyampaikan pesan (komunikasi interpersonal).
Sensasi dan Persepsi Pada Psikologi Komunikasi Vivi Novinggi
Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebudayaan Vol 10 No 1 (2019): Volume 10 Nomor 1, Januari-Juni 2019
Publisher : DEPARTEMENT OF COMMUNICATION AND ISLAMIC BROADCASTING STUDIES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/hikmah.v10i1.1706

Abstract

Allah swt menganugerahkan alat indera kepada makhluk-Nya untuk mengetahui segala sesuatu di luar dirinya. Melalui alat indera manusia dan hewan bisa menjaga dirinya dan mempertahankan kehidupannya. Di dalam psikologi, dikenal dua istilah pemrosesan informasi yang diterima dari pengamatan, yaitu sensasi dan persepsi. Dalam arti sempit kedua istilah ini tidak dibedakan karena kedua fungsi ini merupakan dua proses yang melibatkan pengamatan. Tetapi, secara fungsional kedua fungsi psikis ini sangat berbeda. Beberapa bentuk emosi bisa memengaruhi persepsi. Misalkan seorang anak yang takut berada di kamar yang gelap akan mempersepsi kamar tersebut banyak sesuatu yang menakutkan. Kecintaan kita pada seseorang pun menjadikan diri kita lupa untuk mengetahui kekurangan yang ada pada orang yang kita cintai. Begitu juga dengan kebencian pada seseorang menyebabkan kita hanya memerhatikan kejelekannya saja tanpa melihat kebaikannya. Rasulullah saw mengisyaratkan bahwa semua dorongan dan emosi yang terdapat dalam diri kita dapat menghalangi persepsi dan pikiran secara benar. Sabda Rasulullah saw yang artinya: Cinta kepada dunia merupakan pangkal setiap kesalahan dan cintamu kepada sesuatu akan menjadikan dirimu buta dan tuli. Diriwayatkan oleh Anas ra. Hadits ini mengisyaratkan bahwa kecintaan kepada dunia dapat memperlambat cara berpikir yang benar dan menghalangi persepsi kita secara tepat. Mencintai sesuatu secara berlebihan dapat menyebabkan buta dan tuli karena panca indera dan cara berpikir cenderung akan keliru. Dikehidupan kita sehari-hari kita selalu menggunakan indra kita untuk mengetahui apa yang kita rasakan, tanpa alat-alat indra kita tidak bisa merasakan kehidupan di dunia ini. Dalam makalah ini akan membahas sensasi dan persepsi, seperti yang kita ketahui didalam sensasi indra kita ada dua stimuli (rangsang), yang pertama stimuli eksternal dan stimuli internal. kemudian bagaimana sensasi dalam dimensi pengindraan dan ambang pengindraan. dalam makalah ini juga akan membahas bagaimana alat-alat indra kita merasakan sesuatu atau rangsang. Seperti alat indra penglihatan, pendengaran, pengecapan, penciuman dan perasa. Dan kemudian dalam persepsi, kita ketahui apa itu persepsi setelah kita mengetahui sensasi. Dikarnakan sensasi mempengaruhi persepsi. Persepsi dalam pandangan Islam adalah suatu proses kognitif yang dialami individu dalam memahami informasi baik melalui panca indera, seperti mata untuk melihat, telinga untuk mendengar, hidung untuk penciuman, hati untuk merasakan, dan pemahaman dengan indera mata maupun pemahaman dengan hati dan akal. Ada faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi, yaitu faktor perhatian yang meliputi faktor eksternal dan internal, faktor fungsional dan faktor struktural.
Komunikasi Massa Sebagai Media Dakwah Safrizal
Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebudayaan Vol 10 No 1 (2019): Volume 10 Nomor 1, Januari-Juni 2019
Publisher : DEPARTEMENT OF COMMUNICATION AND ISLAMIC BROADCASTING STUDIES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/hikmah.v10i1.1707

Abstract

Sejarah media penyiaran dunia dimulai ketika ahli fisika Jerman bernama Heinrich Hertz pada tahun 1887 berhasil mengirim dan menerima gelombang radio. Upaya Hertz itu kemudian dilanjutkan oleh Guglielmo Marconi (1874-1937) dari Italia yang sukses mengirimkan sinyal morse berupa titik dan garis dari sebuah pemancar kepada suatu alat penerima. Sinyal yang dikirimkan Marconi berhasil menyeberangi Samudra Atlantik pada tahun 1901 dengan menggunakan gelombang elektromagnetik. Stasiun radio pertama muncul ketika seorang tehnik bernama Frank Conrad di Pittsburgh AS, pada tahun 1920 secara iseng-iseng sebagai bagian dari hobi, membangun sebuah pemancar radio di garasi rumahnya. Conrad menyiarkan lagu-lagu, mengumumkan hasil pertandingan olahraga dan menyiarkan instrumen musik yang dimainkan putranya sendiri. Dalam waktu singkat, Conrad berhasil mendapatkan banyak pendengar seiring dengan meningkatnya penjualan pesawat radio ketika itu. Stasiun radio yang dibangun Conrad itu kemudian diberi nama KDKA dan masih tetap mengudara hingga saat ini, menjadikannya sebagai stasiun tertua di Amerika dan mungkin juga didunia. Di Provinsi Aceh perkembangan siaran radio saat ini berkembang dengan pesat mengikuti perubahan zaman dan aturan yang berlaku. Sampai saat ini program-program pada siaran Radio Swasta masih banyak diminati oleh pendengarnya disetiap lapisan masyarakat mulai dari kalangan anak-anak, remaja, hingga dewasa. Program-program siaran Radio Swasta di Aceh khususnya kabupaten Aceh Tamiang banyak menyiarkan siaran-siaran yang berbau Islami hingga siaran-siaran umum dan Pemerintahan, sehingga berbagai program radio menjadi lebih baik dan sesuai. Program Penyiaran tentang Ke-Islaman tersebut disiarkan pada Radio Birama Indah 103,7 FM untuk disiarkan di wilayah Aceh Tamiang guna mendukung terciptanya ketentraman dan kesejahteraan berdasarkan ajaran Islam yang diajarkan oleh baginda Rasulullah SAW sebagai suri tauladan bagi kita semua khususnya umat Islam diseluruh penjuru dunia.
Komunikasi Persuasif Orang Tua Dalam Mengatasi Kenakalan Remaja Dhiaurrahman
Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebudayaan Vol 10 No 2 (2019): Volume 10 Nomor 2, Juli-Desember 2019
Publisher : DEPARTEMENT OF COMMUNICATION AND ISLAMIC BROADCASTING STUDIES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/hikmah.v10i2.1708

Abstract

Komunikasi persuasif adalah komunikasi yang dilakukan sebagai ajakan atau bujukan agar mau bertindak sesuai dengan keinginan komunikator selanjutnya komunikasi persuasif dinilai efektif dilakukan orang tua dalam mengatasi kenakalan pada remaja karena pesanpesan yang bersifat himbauan dan bujukan akan mudah diterima dan dipahami oleh remaja, secara bahasa komunikasi merupakan proses interaksi atau hubungan saling pengertian satu sama lain antara sesama manusia. Proses interaksi atau hubungan satu sama lain yang dikehendaki oleh seseorang dengan maksud agar dapat diterima dan dimengerti antara sesamanya. (Soewarno Handaya Ningrat, 1980:94) Carl I. Hovland mendefenisikan ilmu komunikasi sebagai upaya yang sistematis untuk merumuskan secara tegar asas-asas penyampaian informasi serta pembentukan pendapat dan sikap. Hovland mengatakan bahwa komunikasi adalah proses mengubah perilaku orang lain. (Onong Uchjana Efendy, 1992:10) Menurut Kamus Psikologi, Dictionary of Behavioral Science, yang dikutip oleh Rakhmat, menyebutkan enam pengertian komunikasi : Komunikasi 1) Penyampaian perubahan energi dari satu tempat ketempat yang lain seperti dalam sistem saraf atau penyampaian gelombang-gelombang suara. 2) Penyampaian atau penerimaan sinyal atau pesan oleh organisme. 3) Pesan yang disampaikan. 4) Teori Komunikasi. ( Jalaluddin Rakhmat, 1991:4) Benard Berelson dan Gary A. Steiner menjelaskan bahwa komunikasi adalah transmisi informasi, gagasan, emosi, keterampilan dan sebagainya dengan menggunakan simbol-simbol, kata-kata, gambar, fitur, grafik dan sebagainya. ( Deddy Mulyana, 2001:62)
Komunikasi Satu Arah dan Dua Arah Hamdan
Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebudayaan Vol 10 No 2 (2019): Volume 10 Nomor 2, Juli-Desember 2019
Publisher : DEPARTEMENT OF COMMUNICATION AND ISLAMIC BROADCASTING STUDIES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/hikmah.v10i2.1709

Abstract

Pada dasarnya, manusia adalah mahluk yang bergantung. Sehingga, tidak bisa hidup secara mandiri dan pasti membutuhkan orang lain untuk mengatasi kendala yang ada dalam kehidupannya, sehingga manusia biasa disebut sebagai makhluk sosial. Dalam menjalani kehidupan sosial tersebut, seseorang memerlukan sebuah fasilitas serta cara untuk membantunya mempermudah dirinya untuk masuk pada ranah sosial tersebut. Interaksi merupakan ungkapan yang kemudian dapat menggambarkan cara untuk mempermudah terjadinya sebuah hubungan antara seseorang dengan orang lain, yang kemudian diaktualisasikan melalui praktek komunikasi. Oleh karena itu, seringkali istilah komunikasi digantikan dengan komunikasi sosial, komunikasi juga ditujukan untuk menyatukan komponen-komponen sosial yang bervariasi dan mempunyai prilaku yang berbeda. Komunikasi adalah proses dimana pesan-pesan ditransfer dari sumber kepada penerima, baik secara langsung maupun melalui media. Memahami komunikasi berarti memahami apa yang terjadi selama komunikasi berlangsung, mengapa itu terjadi, manfaat apa yang dirasakan, akibat-akibat apa yang ditimbulkan, apa tujuan dari aktivitas komunikasi, sesuai dengan apa yang diinginkan, memahami hal-hal yang dapat mempengaruhi dan memaksimalkan hasil-hasil dari kejadian tersebut.

Page 5 of 17 | Total Record : 169


Filter by Year

2017 2025