cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
alhikmah@iainlangsa.com
Phone
+6285260801133
Journal Mail Official
alhikmah@iainlangsa.ac.id
Editorial Address
Department of Communication and Islamic Broadcasting Studies The Faculty of Ushuluddin, Adab, and Da'wah State Institute for Islamic Studies Langsa Jalan Meurandeh - Kota Langsa
Location
Kota langsa,
Aceh
INDONESIA
Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebudayaan
ISSN : 20869762     EISSN : 26550539     DOI : https://doi.org/10.32505/hikmah
Core Subject : Education,
It is a journal published by the Department of Communication and Islamic Broadcasting Studies of the Faculty of Ushuluddin, Adab, and Dakwah of IAIN Langsa.
Articles 163 Documents
HEGEMONI MEDIA MASSA DAN PENTINGNYA MEMBANGUN KOMPETENSI KHALAYAK Samsuar
AL-HIKMAH: Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Budaya Vol 9 No 1 (2018): Januari - Juni 2018
Publisher : DEPARTEMENT OF COMMUNICATION AND ISLAMIC BROADCASTING STUDIES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.492 KB)

Abstract

Kepemilikan media massa menjadi alat yang paling efektif dalam mengejar globalisasi dan hegemoni penguasa elit Atas khayak. Akibatnya media massa tidak memberikan ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam proses produksi, yang menyebabkan kesenjangan antara media massa dan khalayak. Kemampuan literasi media bagi masyarakat yang hidup ditengah-tengah dunia sesak media (media satuarated world) dan pengaruh Hegemoni dipandang sebagai kebutuhan yang sangat mendesak untuk membangun kompetensi khalayak dalam mengendalikan isi media untuk kehidupan yang lebih baik.
ANCAMAN HOAX TERHADAP MEDIA MASSA Gandhi, Al Mutia
AL-HIKMAH: Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Budaya Vol 9 No 1 (2018): Januari - Juni 2018
Publisher : DEPARTEMENT OF COMMUNICATION AND ISLAMIC BROADCASTING STUDIES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.681 KB)

Abstract

Kemajuan teknologi dan informasi dewasa ini turut memberikan berbagai dampak positif dan negatif terhadap penyampaian sebuah  pesan melalui media. Dimana pesan atau informasi yang ingin disampaikan melalui media  sangat cepat untuk di ketahui khalayak. Terlebih pada media massa, informasi tersebut menyebar diberbagai media massa seperti facebook, instagram, twitter, whatsapp, berita online tanpa proses filterisasi sebuah pesan. Padahal kebenaran dari sebuah pesan akan mempengaruhi fikiran, emosi dan kepercayaan seseorang atau sekelompok orang dalam bertindak. Apabila pesan atau informasi tersebut berisi nilai kebohongan (hoax) maka akan mempengaruhi kredibilitas sebuah media sebagai alat untuk menyampaikan sebuah pesan atau informasi. Sehingga media yang dalam hal ini bertindak sebagai perantara akan terancam reputasinya dan kepercayaan dari komunikan atau publik sebagai sebuah alat.
HADIS TEMATIK KOMUNIKASI PERSUASIF, PARTISIPATIF, INSTRUKTIF DAN KOERSIF Jaya, Aswan
AL-HIKMAH: Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Budaya Vol 9 No 1 (2018): Januari - Juni 2018
Publisher : DEPARTEMENT OF COMMUNICATION AND ISLAMIC BROADCASTING STUDIES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.153 KB)

Abstract

Sumber utama hukum Islam adalah Al Quran dan Hadis. Khusus dalam kajian ini berkonsentrasi pada satu sumber hukum Islam saja yaitu hadis, sementara dalil Al Quran ditempatkan sebagai salah satu penguji kebenaran hadis tersebut. Menemukan hadis-hadis yang cocok untuk dijadikan dalil terhadap beberapa tema umum menjadi tujuan dari penulisan ini, melalui pendekatan metode tematik. Tentunya hal ini bukanlah urusan yang mudah karena memiliki konsekuensi yang berdampak kepada penyimpangan dari makna sesungguhnya hadis. Untuk menghindari, setidaknya meminimalisir kekeliruan, maka perlu terlebih dahulu mengkaji secara tepat tema-tema yang dimaksud.Terdapat beberapa variabel utama yang perlu penjelasan secara tepat dengan batasan-batasannya, sehingga dalam pembahasan berikutnya tidak bias yang berakibat menghilangkan maksud dan makna yang ingin dicapai. Variabel-variabel tersebut adalah hadis, komunikasi, komunikasi persuasif,  komunikasi partisipatif, komunikasi instruktif dan komunikasi Koersif. Sesungguhnya variabel-variabel komunukasi, kecuali komunikasi partisipatif tergolong dalam sub ilmu komunikasi yaitu teknik komunikasi atau fungsi komunikasi dan atau metode komunikasi. Istilah teknik yang berasal dari bahasa Yunani ?technikos? dengan arti keterampilan atau keperigelan, berdasarkan pada keterampilan berkomunikasi yang dilakukan komunikator, teknik komunikasi diklasifikasi menjadi Komunikasi Informasi, Komunikasi Persuasif, Komunikasi Koersif, Komunikasi Instruktif, Hubungan Manusiawi.
ANALISIS KOMUNIKASI ORGANISASI PARTAI POLITIK ISLAM Sahputra, Dedi
AL-HIKMAH: Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Budaya Vol 9 No 1 (2018): Januari - Juni 2018
Publisher : DEPARTEMENT OF COMMUNICATION AND ISLAMIC BROADCASTING STUDIES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.857 KB)

Abstract

Kinerja sebuah organisasi dilihat dari efisiensi para anggotanya dalam kinerjanya masing-masing. Sedangkan kinerja para anggota organisasi dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Sedangkan faktor utama dari efektivitas kinerja organisasi dilihat dari pelayanannya dalam interaksinya dengan lingkungan sekitarnya. Karena organisasi yang semakin dapat memberikan pelayanan yang terbaik maka ia akan semakin mendapat penerimaan lingkungannya. Analisis komunikasi organisasi R. Wayne Pace digunakan dalam menganalisis partai politik Islam. Di mana ajaran Islam sebagai landasan utama partai politik Islam telah meliputi berbagai aplikasi dari sistem nilai yang dianut dalam organisasi modern yang berasal dari dunia Barat.
EFEKTIVITAS KOMUNIKASI ANTARBUDAYA DALAM MENYELESAIKAN KONFLIK RUMAH TANGGA DI WILAYAH KUA LHOKSUKON Al Azhar
AL-HIKMAH: Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Budaya Vol 9 No 1 (2018): Januari - Juni 2018
Publisher : DEPARTEMENT OF COMMUNICATION AND ISLAMIC BROADCASTING STUDIES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.955 KB)

Abstract

Efektivitas komunikasi antarbudaya dalam menyelesaikan konflik di dalam rumah tangga di Kantor Urusan Agama (KUA) Lhoksukon. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran komunikasi antarbudaya masyarakat dalam menyelesaikan konflik tersebut di KUA Lhoksukon Aceh Utara dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi peran komunikasi budaya masyarakat dalam menyelesaikan konflik rumah tangga di KUA Lhoksukon. Jenis penelitian yang dilakukan termasuk deskriptif kualitatif. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa konflik dimotivasi oleh perbedaan karakteristik yang dibawa oleh individu dalam suatu budaya dan kebiasaan yang tidak dipahami oleh pasangan karena kebiasaan satu keluarga dengan keluarga lain selalu berbeda sehingga sikap pasangan akan menyebabkan kesalahpahaman, disebabkan karena perbedaan budaya. Budaya dan norma yang berbeda perlu diperhatikan dan dihargai dengan menghargai norma budaya yang berbeda dapat menghindari kesalahpahaman di antara mayarakat yang ada di wilayah KUA Lhoksukon. Adat Istiadat adalah salah satu penyebab perbedaan budaya. Mencegah konflik perbedaan adat istiadat diharapkan kepada masyarakat untuk saling menghormati. Perbedaan kebiasaan, budaya, adat istiadat terlihat pada kegiatan pesta, seperti pernikahan, khitanan, ucapan syukur, tahlilan acara atau samadiah dan lain-lain. Faktor kebiasaan adalah faktor yang dipengaruhi oleh apakah orang tersebut melakukan suatu kebiasaan atau tidak. Faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi antarbudaya masyarakat dalam menyelesaikan konflik dengan saling menghormati perbedaan, kelompok, antar individu, budaya, minat, sosial, fungsi hukum dan kesadaran publik.
KOMUNIKASI ANTARA ULAMA DAYAH DAN KEPOLISIAN DALAM MENANGGULANGI KEMUNGKARAN DI KABUPATEN ACEH TIMUR Baihaki
AL-HIKMAH: Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Budaya Vol 9 No 1 (2018): Januari - Juni 2018
Publisher : DEPARTEMENT OF COMMUNICATION AND ISLAMIC BROADCASTING STUDIES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.593 KB)

Abstract

Komunikasi merupakan proses penyampaian pesan dari komunikator ke kekomunikan sehingga terjadinya komunikasi yang efektif, baik secara bahasa maupun bukan bahasa. Namun fenomena komunikasi yang terjadi antara ulama dayah dengan kepolisian Kabupaten Aceh Timur selama ini terkesan masih kurang efektif. Karena itu penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendiskripsikan bentuk komunikasi yang terjadi antara ulama dayah dengan kepolisian dalam menaggulagi kemungkaran di Aceh Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk analisis data merujuk pada pola yang dikembangkan oleh Lexy J Moleong dengan tahapan-tahapan analisis yang dimulai dari mengumpul data, reduktif data, display data dan verifikasi data. Untuk memudahkan proses pengumpulan data dan analisis data maka disusun beberapa pertanyaan penelitian sebagai berikut : 1) Apa saja jenis kemungkaran yang sering terjadi di wilayah Kabupaten Aceh Timur, 2) Bagaimana bentuk komunikasi antara ulama dayah dengan lembaga kepolisian dalam menanggulangi kemungkaran di Kabupaten Aceh Timur, 3) Bagaimana peluang dan tantangan berkomunikasi antara ulama dengan kepolisian dalam menanggulangi kemungkaran di Kabupaten Aceh Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerja sama antara ulama dayah dengan kepolisian dalam menaggulangi kemungkaran seperti pencurian, narkoba dan aliran sesat dilakukan dalam bentuk sosialisasi dan mediasi, adapun peluang yang dihadapi oleh ulama dayah dengan kepolisian adalah saling koordinasi dan saling mempercayai, sedangkan tatangannya adalah sedikit waktu untuk saling bertatap muka serta kurangnya dukungan dari masyarakat.
KOMUNIKASI ANTARBUDAYA PENGUNGSI ETNIS ROHINGYA DENGAN MASYARAKAT ACEH DI CAMP BAYEUN ACEH TIMUR Safrizal
AL-HIKMAH: Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Budaya Vol 9 No 1 (2018): Januari - Juni 2018
Publisher : DEPARTEMENT OF COMMUNICATION AND ISLAMIC BROADCASTING STUDIES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.155 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul komunikasi antarbudaya etnis Rohingya dengan masyarakat Aceh di camp Bayeun Aceh Timur. Penelitian ini akan membahas Proses komunikasi antarbudaya antara etnis Rohingya dengan masyarakat Aceh di camp Bayeun Aceh Timur dan hambatan yang mempengaruhi terjadinya komunikasi antarbudaya antar etnis pengungsi Rohingya dengan masyarakat Aceh di camp Bayeun Aceh Timur serta dampak dari interaksi budaya antar etnis Rohingya dengan masyarakat Aceh. Penelitian ini ditempuh bertujuan untuk mengetahui tentang komunikasi antarbudaya antar etnis pengungsi Rohingya dengan masyarakat Aceh dalam kehidupan sosial di camp Bayeun Aceh Timur dan hambatan-ambatan yang mempengaruhi proses komunikasi antarabudaya yang terjalin antara kedua belah pihak. Penelitian ini termasuk jenis penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian diperoleh bahwa melalui komunikasi antarbudaya yang terjalin antara etnis Rohingya dengan masyarakat Aceh di camp Bayeun Aceh Timur secara sosial memberikan kemampuan bagi etnis Rohingya untuk bisa berkomunikasi dengan bahasa Indonesia. Hambatan-hambatan yang mempengaruhi proses komunikasi antarbudaya pengungsi etnis Rohingya dengan masyarakat Aceh di camp Bayeun Aceh timur ialah meliputi hanya bisa secara lisan dan tidak bisa tulisan, perbedaan gaya hidup antar etnis Rohingya dan masyarakat Aceh, Penarikan diri dari komunikasi (kepribadian yang terlalu menutup diri dari lingkungan), Etnis Rohingya malas untuk berbicara.
KOMUNIKASI SUAMI DAN ISTRI DALAM HADIS NABI Marhaban, Nawawi
AL-HIKMAH: Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Budaya Vol 9 No 2 (2018): Juli - Desember 2018
Publisher : DEPARTEMENT OF COMMUNICATION AND ISLAMIC BROADCASTING STUDIES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.855 KB)

Abstract

Keluarga merupakan kelompok sosial yang terkecil dalam masyarakat. Keluarga dapat dibentuk dengan terlebih dahulu melakukan pernikahan. Oleh karena itu pernikahan dilakukan agar mewujudkan keharmonisan keluarga. Keharmonisan keluarga akan menjadi cita-cita bagi setiap pasangan suami istri. Untuk mewujudkannya maka diperlukan pemahaman dan pengertian dari masing-masing pasangannya. Penelitian yang dilakukan oleh Chuang (Chuang, 2005: 272-291.) menyebutkan bahwa kesejahteraan dan keharmonisan keluarga dapat dilihat dari harapan peran dan saling melengkapi antar anggota keluarga. Walaupun keluarga harmonis menjadi yang didambakan namun pada kenyataannya dalam berkeluarga tidak selalu berjalan dengan baik. Persoalan komunikasi menjadi salah satu alasan utama ketidakharmonisan dalam rumah tangga, data yang diperoleh Depkumham (2011) menunjukan adanya peningkatan KDRT dari tahun 2001 sampai dengan 2007. Kemudian perceraian yang terjadi pada tahun 2010 merupakan yang tertinggi dalam kurun 5 tahun terakhir, Hal tersebut disebabkan karena konflik komunikasi, ekonomi, dan kebutuhan psikologis. Padahal salah satu fungsi komunikasi dalam hubungan keluarga adalah untuk mempererat hubungan dengan orang lain atau sebaliknya. Komunikasi sangat penting dalam hubungan keluarga, sebab tanpa komunikasi hubungan-hubungan yang akrab tidak dapat terjalin. Pada saat ini, fenomena komunikasi memiliki relevan yang teramat kuat bagi berlangsung dan lestarinya sistem kehidupan rumah tangga seseorang.
KOMUNIKASI DAN PUBLISITAS DITINJAU DALAM KOMUNIKASI MASSA Deni P, Indira Fatra
AL-HIKMAH: Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Budaya Vol 9 No 2 (2018): Juli - Desember 2018
Publisher : DEPARTEMENT OF COMMUNICATION AND ISLAMIC BROADCASTING STUDIES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.986 KB)

Abstract

Keilmuan komunikasi tidak dapat dipungkiri adalah hasil dari beberapa teori keilmuan sosial. Dimana ilmu sosial adalah induk dari ilmu komunikasi. Kajian dan sumbangan pemikiran Auguste Comte, Durkhein, Talcott Parson dan Robert K. Merton merupakan sumbangan paradigma fungsional bagi lahirnya teori-teori komunikasi yang beraliran struktural-fungsional. Sumbangan-sumbangan pemikiran Karl Marx dan Habermas menyumbangkan paradigma konflik bagi lahirnya teori-teori konflik dan teori kritis dalam kajian ilmu komunikasi. (Burhan Bungin, 2008: 235) Perkembangan ilmu komunikasi di Indonesia saat ini dipengaruhi oleh tiga paradigma besar, yaitu : Pertama, Paradigma Teori Konvensional, Kedua, Paradigma Kritis dan Perspektif Komunikasi, Ketiga, Paradigma Teknologi Media. Tulisan ini akan meninjau komunikasi dalam paradigma komunikasi massa.
FUNGSI KOMUNIKASI Basit, Lutfi
AL-HIKMAH: Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Budaya Vol 9 No 2 (2018): Juli - Desember 2018
Publisher : DEPARTEMENT OF COMMUNICATION AND ISLAMIC BROADCASTING STUDIES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.666 KB)

Abstract

Terdapat empat fungsi komunikasi adalah (1) menginformasikan (to inform): Yaitu memberikan informasi kepada masyarakat, memberitahukan kepada masyarakat mengenai peristiwa yang terjadi, ide atau pikiran dan tingkah laku orang lain, serta segala sesuatu yang disampaikan orang lain. (2) Mendidik (to educate) yaitu: fungsi komunikasi sebagai sarana pendidikan. Melalui komunikasi, manusia dalam masyarakat dapat menyampaikan ide dan pikirannya kepada orang lain sehingga orang lain mendapatkan informasi dan ilmu pengetahuan. (3) Menghibur (to entertain) yaitu: Fungsi komunikasi selain menyampaikan pendidikan dan mempengaruhi, komunikasi juga berfungsi untuk memberi hiburan atau menghibur orang lain. (4) Mempengaruhi (to influence) yaitu: fungsi mempengaruhi setiap individu yang berkomunikasi, tentunya berusaha saling mempengaruhi jalan pikiran komunikan dan lebih jauh lagi berusaha merubah sikap dan tingkah laku komunikan sesuai dengan apa yang diharapkan.

Page 3 of 17 | Total Record : 163


Filter by Year

2017 2025