Articles
169 Documents
Karakteristik Manusia Komunikan
Nawawi Marhaban
Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebudayaan Vol 10 No 2 (2019): Volume 10 Nomor 2, Juli-Desember 2019
Publisher : DEPARTEMENT OF COMMUNICATION AND ISLAMIC BROADCASTING STUDIES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32505/hikmah.v10i2.1711
Pemeran utama dalam proses komunikasi adalah manusia. Jika fokus psikologi adalah manusia yang terlibat dalam komunikasi, maka yang harus diketahui adalah karakteristik manusia sebagai komunikan yaitu faktor-faktor yang mempengaruhi tingkah laku mereka dalam berkomunikasi. Hakikat manusia terletak pada hidup kejiwaannya (rohaniahnya) juga didukung oleh hidup jasmaniahnya agar terwujud kesehatan lahir dan batin. Oleh karena itu, secara psikologi pendekatan yang dilakukan ialah secara interdiciplinary approach (pendekatan antar ilmu), dimana manusia dilihat dari segala aspeknya kemudian dipadukan menjadi satu ilmu pengetahuan yang padu dan lengkap. (Faizah, Lalu Muchsin Effendi,2006:42)
Efektifitas Komunikasi Orang Tua Terhadap Penerapan Ajaran Agama Kepada Anak
Juli Armayanti
Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebudayaan Vol 10 No 2 (2019): Volume 10 Nomor 2, Juli-Desember 2019
Publisher : DEPARTEMENT OF COMMUNICATION AND ISLAMIC BROADCASTING STUDIES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32505/hikmah.v10i2.1714
Efektifitas komunikasi orang tua sangat penting bagi kehidupan anak, apalagi seperti di zaman sekarang ini dimana anak banyak yang telah lalai dengan kemajuan teknologi yang memicu perubahan zaman. Sehingga banyak perubahan-perubahan yang terjadi dalam masyarakat yang sangat cepat sekali diterima. hal inilah yang memicu para orang tua untuk lebih memperhatikan anak mereka agar tidak terjerumus dengan perubahan zaman yang bersifat negatif, dengan cara komunikasi yang efektif bagi orang tua serta bersifat aktif diharapakan dapat membentuk karakter anak yang baik, terutama perbuatan anak yang bersifat religius. Penulis tertarik memilih judul ini di karenakan orang tua merupakan sebuah contoh atau cerminan bagi anak, jika orang tua mengajarkan hal yang baik maka anak akan menirunya. Apalagi peranan orang tua itu dibutuhkan dalam membentuk karakter anak yang akan dijadikan bekal bagi anak untuk hidup bermasyarakat kelak. Disini peneliti melihat dari segi efektifitasnya berkomunikasi orang tua kepada anak. Mengenai metodelogi penelitiannya penelitian ini berbentuk deskriptif kualitatif, dimana penelitian deskriptif kualitatif adalah suatu penelitian yang bermaksud memberikan uraian mengenai suatu gejala sosial dengan menggunakan ukuran perasaan sebagai dasar penelitian. Hasil yang di peroleh dari penelitian ini adalah efektifitasnya komunikasi orang tua yang bersikap proaktif, orang tua yang relegius dan orang tua yang bersikap empati terhadap anaknya bisa menjadi cara untuk mengajarkan anaknya tentang agama sehingga sudah terlihat banyak diantara anak-anak telah melakukan shalat berjama’ah, sudah jarang terlihat seorang anak di kampung kesehatan melanggar norma dan adat yang berlaku dimasyarakat.
Ekosistem Dakwah Dalam Era Teknologi Disruptif
Zulkefli bin Aini
Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebudayaan Vol 10 No 2 (2019): Volume 10 Nomor 2, Juli-Desember 2019
Publisher : DEPARTEMENT OF COMMUNICATION AND ISLAMIC BROADCASTING STUDIES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32505/hikmah.v10i2.1715
Ziauddin Sardar (1993) pernah mengemukakan pendapat tentang beberapa perubahan besar akan berlaku dalam kehidupan umat Islam akibat kemunculan dan penggunaan suatu inovasi dalam teknologi maklumat dan komunikasi (ICT). Ini kerana sepanjang berlakunya perkembangan teknologi yang bermula dengan teknologi kertas, yang diikuti selepas itu teknologi percetakan dan cakera padat, dalam pemerhatian beliau mendapati bahawa peranan ulama sebagai orang yang dianggap menguasai ilmu dan menjadi panduan serta rujukan dalam pembangunan masyarakat Islam akan mengalami pengurangan sedikit demi sedikit. Beliau berhujah: “The role of the ulama as human memory banks, and the power they command by virtues of that role, is about to end”. Berdasarkan pandangan tersebut, beliau menyimpulkan bahawa keupayaan teknologi baru ICT yang mmempunyai keupayaan mengatasi kemampuan manusia biasa dalam menyimpan, memproses dan mendapatkan maklumat dalam jumlah yang banyak dan boleh dilakukan dengan sangat pantas.Begitu juga dalam pencarian dan pencapaian maklumat tentang Islam yang boleh diakses melalui perisian ICT yang serba canggih, pada pandangan beliau, secara tidak langsung boleh mengurangkan pengaruh penguasaan ilmu oleh para ulama pada masa sekarang. Persoalannya apakah Islam dan umat Islam serta para ulama perlu meninggalkan atau mengabaikan atau tidak mengendahkan suatu penciptaan baharu dalam dunia yang begitu pantas dengan perkembangan teknologi dengan mempertahankan cara dan pendekatan lama dan konvensional dalam menyebarkan mesej Islam dalam kerangka dakwah kepada umat manusia sedangkan umat mahukan perubahan dan terdedah dengan perubahan? apakah dakwah begitu kaku dan tidak berkembang selari dengan berkembangnya kemajuan sains dan teknologi yang menghasilkan pelbagai invention yang memudahkan urusan umat manusia? apakah mawdu'` dakwah yang perlu dikongsikan kepada sasaran dakwah yang mempunyai pelbagai latar belakang yang kedudukannya barangkali sama taraf atau tidak dengan pendakwah? Apakah pendakwah hanya berdiam diri apabila berhadapan dengan mad`'u yang pelbagai latarbelakang atau menggunakan pendekatan konvensional atau tradisional menyampaikan mesej Islam dalam kerangka dan iklim dakwah masa kini?
Kepribadian Ganda Sebagai Pelacur Perspektif Psikologi Komunikasi
Rusli
Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebudayaan Vol 10 No 2 (2019): Volume 10 Nomor 2, Juli-Desember 2019
Publisher : DEPARTEMENT OF COMMUNICATION AND ISLAMIC BROADCASTING STUDIES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32505/hikmah.v10i2.1716
Persoalan sosial dalam kehidupan masyarakat tidak terlepas dari berbagai kebutuhan hidup manusia yang semakin hari semakin sulit dirasakan, hal ini menimbulkan berbagai masalah terhadap perilaku seseorang dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Masalah sosial terbentuk oleh kombinasi faktor-faktor internal yang berasal dari dalam diri seseorang dan faktor-faktor eksternal yang berasal dari lingkungan sosial. Pelacuran salah satu penyakit masyarakat yang dianggap sebagai pekerjaan atau sering disebut dengan Pekerja Seks Komersial (PSK). Seorang pelacur yang mempunyai kepribadian ganda dalam kehidupannya yaitu sebagai pelacur dan juga sebagai seorang yang memiliki keyakinan terhadap agamanya, hal ini menimbulkan konflik dalam dirinya antara kebenaran dan kekufuran yang dilakukannya. Nilai-nilai atau norma-norma agama yang mengarahkan seseorang kepada kebenaran dan kepribadian yang sebenarnya sebagai manusia ideal. Bila dilihat dalam perspektif psikologi komunikasi, tepatnya dalam psikologi kognitif tidak terlepas dari psikologi sosial. Pengaruh psikologi kognitif ini dalam psikologi sosial, terutama untuk meggambarkan perkembangan konsepsi sebagai manusia.
Teknologi Komunikasi dan Informasi
Bahtiar
Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebudayaan Vol 9 No 1 (2018): Volume 9 Nomor 1, Januari-Juni 2018
Publisher : DEPARTEMENT OF COMMUNICATION AND ISLAMIC BROADCASTING STUDIES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32505/hikmah.v9i1.1722
Teknologi merupakan segala sesuatu sarana yang digunakan untuk memudahkah kehidupan manusia dalam menjaga kelangsungan hidup. Perkembangan teknologi juga sebagai indicator kemajuan suatu peradaban manusia pada setiap masanya dan itu menjadi dasar untuk perubahan dan perkembangan teknologi kedepannya. Kemajuan sebuah teknologi sangat berimplikasi pada perubahan kehidupan manusia baik secara positif maupun negative. Besarnya pengaruh dari teknologi membuat manusia terus melakukan berbagai pengembangannya untuk menciptakan teknologi-teknologi baru demi memudahkan kehidupan manusia dalam berbagai hal. Sebagaimana plot dalam film (science fiction) dengan judul “Jumper”, dalam film ini menggambarkan bagaimana pengaruh sains dan teknologi yang diimajinasikan terhadap masyarakat mampu membuka hubungan jarak jauh secara fisik seperti pesan suara atau gambar melalui teknologi frekuensi atau jaringan dengan kemampuan “teleportasi” (perpindahan fisik atau tubuh manusia dari suatu tempat ke tempat yang lain dalam waktu yang sangat cepat). Selanjutnya komunikasi merupakan interaksi dua orang atau lebih yang memiliki kesamaan makna mengenai hal yang diperbincangkan dan mengistilahkannya dengan komunikatif. selain membangun interaksi social, komunikasi juga sebuah proses penyampaian informasi kepada khalayak untuk diketahui dan dipahami. Sehingga penyebaran informasi tersebut melahirkan sebuah tatanan kehidupan social atau budaya yang baru ditengah masyarakat (peradaban), sesuai dengan tuntutan dan tuntunan perubahan jaman (masa)
Hegemoni Media Massa dan Pentingnya Membangun Kompetensi Khalayak
Samsuar
Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebudayaan Vol 9 No 1 (2018): Volume 9 Nomor 1, Januari-Juni 2018
Publisher : DEPARTEMENT OF COMMUNICATION AND ISLAMIC BROADCASTING STUDIES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32505/hikmah.v9i1.1723
Kepemilikan media massa menjadi alat yang paling efektif dalam mengejar globalisasi dan hegemoni penguasa elit Atas khayak. Akibatnya media massa tidak memberikan ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam proses produksi, yang menyebabkan kesenjangan antara media massa dan khalayak. Kemampuan literasi media bagi masyarakat yang hidup ditengah-tengah dunia sesak media (media satuarated world) dan pengaruh Hegemoni dipandang sebagai kebutuhan yang sangat mendesak untuk membangun kompetensi khalayak dalam mengendalikan isi media untuk kehidupan yang lebih baik.
Ancaman Hoax Terhadap Media Massa
Al Mutia Gandhi
Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebudayaan Vol 9 No 1 (2018): Volume 9 Nomor 1, Januari-Juni 2018
Publisher : DEPARTEMENT OF COMMUNICATION AND ISLAMIC BROADCASTING STUDIES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32505/hikmah.v9i1.1724
Kemajuan teknologi dan informasi dewasa ini turut memberikan berbagai dampak positif dan negatif terhadap penyampaian sebuah pesan melalui media. Dimana pesan atau informasi yang ingin disampaikan melalui media sangat cepat untuk di ketahui khalayak. Terlebih pada media massa, informasi tersebut menyebar diberbagai media massa seperti facebook, instagram, twitter, whatsapp, berita online tanpa proses filterisasi sebuah pesan. Padahal kebenaran dari sebuah pesan akan mempengaruhi fikiran, emosi dan kepercayaan seseorang atau sekelompok orang dalam bertindak. Apabila pesan atau informasi tersebut berisi nilai kebohongan (hoax) maka akan mempengaruhi kredibilitas sebuah media sebagai alat untuk menyampaikan sebuah pesan atau informasi. Sehingga media yang dalam hal ini bertindak sebagai perantara akan terancam reputasinya dan kepercayaan dari komunikan atau publik sebagai sebuah alat.
Hadis Tematik Komunikasi Persuasif, Partisipatif, Instruktif dan Koersif
Aswan Jaya
Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebudayaan Vol 9 No 1 (2018): Volume 9 Nomor 1, Januari-Juni 2018
Publisher : DEPARTEMENT OF COMMUNICATION AND ISLAMIC BROADCASTING STUDIES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32505/hikmah.v9i1.1725
Sumber utama hukum Islam adalah Al Quran dan Hadis. Khusus dalam kajian ini berkonsentrasi pada satu sumber hukum Islam saja yaitu hadis, sementara dalil Al Quran ditempatkan sebagai salah satu penguji kebenaran hadis tersebut. Menemukan hadis-hadis yang cocok untuk dijadikan dalil terhadap beberapa tema umum menjadi tujuan dari penulisan ini, melalui pendekatan metode tematik. Tentunya hal ini bukanlah urusan yang mudah karena memiliki konsekuensi yang berdampak kepada penyimpangan dari makna sesungguhnya hadis. Untuk menghindari, setidaknya meminimalisir kekeliruan, maka perlu terlebih dahulu mengkaji secara tepat tema-tema yang dimaksud.Terdapat beberapa variabel utama yang perlu penjelasan secara tepat dengan batasan-batasannya, sehingga dalam pembahasan berikutnya tidak bias yang berakibat menghilangkan maksud dan makna yang ingin dicapai. Variabel-variabel tersebut adalah hadis, komunikasi, komunikasi persuasif, komunikasi partisipatif, komunikasi instruktif dan komunikasi Koersif. Sesungguhnya variabel-variabel komunukasi, kecuali komunikasi partisipatif tergolong dalam sub ilmu komunikasi yaitu teknik komunikasi atau fungsi komunikasi dan atau metode komunikasi. Istilah teknik yang berasal dari bahasa Yunani “technikos” dengan arti keterampilan atau keperigelan, berdasarkan pada keterampilan berkomunikasi yang dilakukan komunikator, teknik komunikasi diklasifikasi menjadi Komunikasi Informasi, Komunikasi Persuasif, Komunikasi Koersif, Komunikasi Instruktif, Hubungan Manusiawi.
Analisis Komunikasi Organisasi Partai Politik Islam
Dedi Sahputra
Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebudayaan Vol 9 No 1 (2018): Volume 9 Nomor 1, Januari-Juni 2018
Publisher : DEPARTEMENT OF COMMUNICATION AND ISLAMIC BROADCASTING STUDIES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32505/hikmah.v9i1.1726
Kinerja sebuah organisasi dilihat dari efisiensi para anggotanya dalam kinerjanya masing-masing. Sedangkan kinerja para anggota organisasi dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Sedangkan faktor utama dari efektivitas kinerja organisasi dilihat dari pelayanannya dalam interaksinya dengan lingkungan sekitarnya. Karena organisasi yang semakin dapat memberikan pelayanan yang terbaik maka ia akan semakin mendapat penerimaan lingkungannya. Analisis komunikasi organisasi R. Wayne Pace digunakan dalam menganalisis partai politik Islam. Di mana ajaran Islam sebagai landasan utama partai politik Islam telah meliputi berbagai aplikasi dari sistem nilai yang dianut dalam organisasi modern yang berasal dari dunia Barat.
Efektivitas Komunikasi Antarbudaya Dalam Menyelesaikan Konflik Rumah Tangga Di Wilayah KUA Lhoksukon
Al Azhar
Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebudayaan Vol 9 No 1 (2018): Volume 9 Nomor 1, Januari-Juni 2018
Publisher : DEPARTEMENT OF COMMUNICATION AND ISLAMIC BROADCASTING STUDIES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32505/hikmah.v9i1.1727
Efektivitas komunikasi antarbudaya dalam menyelesaikan konflik di dalam rumah tangga di Kantor Urusan Agama (KUA) Lhoksukon. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran komunikasi antarbudaya masyarakat dalam menyelesaikan konflik tersebut di KUA Lhoksukon Aceh Utara dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi peran komunikasi budaya masyarakat dalam menyelesaikan konflik rumah tangga di KUA Lhoksukon. Jenis penelitian yang dilakukan termasuk deskriptif kualitatif. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa konflik dimotivasi oleh perbedaan karakteristik yang dibawa oleh individu dalam suatu budaya dan kebiasaan yang tidak dipahami oleh pasangan karena kebiasaan satu keluarga dengan keluarga lain selalu berbeda sehingga sikap pasangan akan menyebabkan kesalahpahaman, disebabkan karena perbedaan budaya. Budaya dan norma yang berbeda perlu diperhatikan dan dihargai dengan menghargai norma budaya yang berbeda dapat menghindari kesalahpahaman di antara mayarakat yang ada di wilayah KUA Lhoksukon. Adat Istiadat adalah salah satu penyebab perbedaan budaya. Mencegah konflik perbedaan adat istiadat diharapkan kepada masyarakat untuk saling menghormati. Perbedaan kebiasaan, budaya, adat istiadat terlihat pada kegiatan pesta, seperti pernikahan, khitanan, ucapan syukur, tahlilan acara atau samadiah dan lain-lain. Faktor kebiasaan adalah faktor yang dipengaruhi oleh apakah orang tersebut melakukan suatu kebiasaan atau tidak. Faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi antarbudaya masyarakat dalam menyelesaikan konflik dengan saling menghormati perbedaan, kelompok, antar individu, budaya, minat, sosial, fungsi hukum dan kesadaran publik.