This Community Service Program (PKM), initiated by lecturers from the Architecture Study Program, aims to integrate contextual learning with the application of practical and sustainable architectural design knowledge. The program focuses on improving the quality of reading spaces as facilities that support literacy development among elementary school students. A well-designed reading environment that is comfortable, attractive, and responsive to children's needs can encourage reading habits and create a more conducive learning atmosphere. The partner institution, SD Negeri 01 Kalideres Pagi, West Jakarta, currently faces several challenges related to its reading facilities. Existing conditions reveal a limited reading area, unorganized book storage, and a visual environment that lacks appeal, reducing students’ interest in utilizing the space for reading activities. To address these issues, the “Cikal Aksara” program was developed through a collaborative effort between lecturers and students to design a reading space that is functional, comfortable, and participatory. The program actively involved school stakeholders throughout the design process to ensure that the proposed solutions responded to actual user needs. This initiative is aligned with Sustainable Development Goal (SDG) 4: Quality Education, which promotes inclusive and equitable education and supports lifelong learning opportunities, particularly through the enhancement of literacy among children. The design process employed a participatory design-based approach, comprising observations of existing conditions, identification of user needs in collaboration with the school partner, literature review, design concept development, and design evaluation and refinement based on partner feedback. These theoretical foundations informed the development of design recommendations that accommodate children's anthropometric characteristics, optimize visual elements to improve comfort and engagement, and create a welcoming learning environment. The primary output of the program is a contextual design concept document that can serve as a strategic reference for the sustainable development of literacy facilities within the school. ABSTRAK Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang diinisiasi oleh dosen Program Studi Arsitektur bertujuan mengintegrasikan pembelajaran kontekstual dengan penerapan ilmu desain yang aplikatif dan berkelanjutan. Kegiatan ini berfokus pada peningkatan kualitas ruang membaca sebagai sarana pendukung literasi bagi siswa Sekolah Dasar. Keberadaan ruang membaca yang nyaman, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan anak diyakini mampu menumbuhkan minat baca serta mendukung proses belajar dalam lingkungan pendidikan yang lebih kondusif. Mitra kegiatan, Sekolah Dasar Negeri 01 Kalideres Pagi, Jakarta Barat, menghadapi berbagai keterbatasan pada fasilitas ruang baca. Kondisi eksisting menunjukkan ruang yang sempit, penyimpanan buku yang kurang terorganisir, serta tampilan visual yang belum mampu menarik minat siswa untuk beraktivitas di dalamnya. Menanggapi permasalahan tersebut, program “Cikal Aksara” dikembangkan melalui kolaborasi dosen dan mahasiswa dalam merancang konsep ruang membaca yang lebih fungsional, nyaman, dan partisipatif dengan melibatkan warga sekolah. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education), yang menekankan pentingnya pendidikan yang inklusif, merata, dan berkualitas serta mendukung peningkatan budaya literasi sejak usia dini. Proses perancangan didasarkan pada metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis desain melalui tahapan observasi kondisi eksisting, identifikasi kebutuhan pengguna bersama mitra sekolah, studi literatur, pengembangan konsep desain, serta evaluasi dan penyempurnaan desain berdasarkan masukan mitra. Hasil kajian tersebut menjadi landasan dalam penyusunan konsep desain yang menyesuaikan dimensi furnitur dengan karakteristik pengguna, mengoptimalkan elemen visual untuk meningkatkan kenyamanan, serta menciptakan suasana ruang yang ramah bagi anak. Luaran kegiatan berupa dokumen konsep desain yang diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengembangan dan pembangunan fasilitas literasi sekolah secara berkelanjutan.