cover
Contact Name
Endah Setyaningsih
Contact Email
baktimas@untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
baktimas@untar.ac.id
Editorial Address
Sekretariat: Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Tarumanagara (LPPM - UNTAR). Gedung M, Lt. 5, Kampus 1 Universitas Tarumanagara Jl. Letjen S Parman no 1 Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
ISSN : 26210398     EISSN : 26207710     DOI : 10.24912/jbmi
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia (P-ISSN 2620-7710 dan E-ISSN 2621-0398) merupakan jurnal yang menjadi wadah bagi penerbitan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu : 1. Psikologi 2. Komunikasi 3. Hukum 4. Budaya 5. Bahasa 6. Seni Rupa dan Design Jurnal ilmiah ini diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara. Dalam satu tahun, jurnal ini terbit dalam dua nomor, yaitu pada bulan Mei dan November. Jurnal ini terutama memuat artikel hasil-hasil penelitian ilmiah, termasuk penelitian normatif.
Articles 752 Documents
PENYULUHAN PERSIAPAN PRANIKAH UNTUK MENINGKATKAN KESIAPAN MENTAL MAHASISWA UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG Medi Nopiana; Rina Maria Hendriyani; Venni Avionita; Liya Megawati; Widya Febryari Anita
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v9i2.35826

Abstract

This premarital preparation counseling activity was motivated by the community service team's concern over the high number of divorces in West Java Province. The high rate of divorce experienced by some communities often shakes the psychological condition of them (particularly those experiencing it), resulting in a decline of communities' happiness in overall. One of the reasons for the high divorce rate is thought to be a lack of mental preparation among prospective couples before entering marriage. This lack of mental preparation is evidenced, among other things, by the fact that many prospective couples still do not understand the essence of marriage. Meanwhile, based on the literature review, there have been no reports of community service activities providing premarital preparation counseling for young people in Karawang Regency, particularly university students. Therefore, the community service team was enthusiastic about carrying out this counseling activity as a form of community service. The activity took place on Thursday, October 9, 2025, utilizing a counseling method. The results of this activity indicated that it had significant benefits for the students, opening their minds to the importance of knowledge about premarital preparation, enabling them to better prepare mentally for their future married life. Similar activities should be held in the future, targeting more students of Universitas Singaperbangsa Karawang, and synchronizing with the Ministry of Religious Affairs program.   ABSTRAK Pelaksanaan kegiatan penyuluhan persiapan pranikah ini dilatarbelakangi keprihatinan tim pengabdi akan tingginya jumlah peristiwa perceraian di Provinsi Jawa Barat. Tingginya peristiwa perceraian yang dialami sebagian masyarakat kerapkali mengguncang kondisi psikologis masyarakat (terutama masyarakat yang mengalaminya), sehingga berdampak pada menurunnya kebahagiaan masyarakat secara menyeluruh. Salah satu penyebab tingginya jumlah perceraian, diduga karena kurangnya persiapan mental para calon pasangan sebelum memasuki jenjang pernikahan. Kurangnya persiapan mental mereka, antara lain, ditandai masih banyaknya para calon pasangan yang kurang memahami arti sebuah pernikahan. Sementara itu, berdasarkan studi literatur, belum terdapat laporan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang melaksanakan penyuluhan persiapan pranikah untuk kaum muda di Kabupaten Karawang, khususnya para mahasiswa. Oleh karena itu, tim pengabdi bersemangat untuk melaksanakan kegiatan penyuluhan tersebut sebagai bentuk dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini diselenggarakan pada hari Kamis, 9 Oktober 2025, dengan menggunakan metode penyuluhan. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa kegiatan tersebut memiliki manfaat yang besar kepada para mahasiswa. berupa terbukanya wawasan mereka akan pentingnya pengetahuan tentang persiapan pranikah, sehingga mereka dapat menyiapkan mental mereka dengan lebih baik menuju jenjang kehidupan rumah tangga ke depan. Untuk penyelenggaraan kegiatan yang sama di kemudian hari, disarankan agar dapat lebih banyak lagi menyasar kepada seluruh mahasiswa Universitas Singaperbangsa Karawang, serta melakukan sinkronisasi dengan program Kementerian Agama.  
PERANAN JURNAL PENYESUAIAN UNTUK MENINGKATKAN AKURASI DAN KUALITAS LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN DAGANG Henny Wirianata; Metio Alberto; Rusi
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v9i2.36879

Abstract

In carrying out operational activities, trading companies are required to be able to provide useful information to interested parties. One of the main tools of providing this information is financial statements. This training aims to ensure that training participants, students of SMA Santo Kristoforus 1, gain early knowledge about the importance of adjustment journals in improving the accuracy and quality of trading company financial statements so that the information presented is useful in decision making. This community service activities were held offline on Tuesday, October 21, 2025. Training participants consisted of students in grades X, XI, and XII. The method used combined lectures, discussions, questions and answers, and practice questions. The questionnaire results showed that before the training, most students had never studied adjusting journals and therefore did not have an adequate understanding of adjusting journals. However, after participating in this activity, there was a significant increase in their knowledge and understanding. Overall, this activity had a positive impact on students of SMA Kristoforus I Jakarta in fostering interest and understanding of accounting, especially regarding the application of adjusting journals which play an important role in producing accurate and quality financial information in financial statements. The material presented in the training can be an initial provision for participants to be ready to practice in work, open a business, run a family business, or to deepen their knowledge at a higher level of education.   ABSTRAK Dalam menjalankan kegiatan operasional, perusahaan dagang dituntut untuk mampu menyediakan informasi yang bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan. Salah satu sarana utama dalam penyediaan informasi tersebut adalah laporan keuangan. Pelatihan ini bertujuan agar peserta pelatihan yaitu siswa/i SMA Santo Kristoforus 1 mendapatkan pengetahuan sejak dini tentang pentingnya peranan jurnal penyesuaian dalam meningkatkan akurasi dan kualitas laporan keuangan perusahaan dagang agar informasi yang disajikan berguna dalam pengambilan keputusan. Kegiatan PKM dalam bentuk pelatihan tentang jurnal penyesuaian bagi siswa SMA Santo Kritoforus 1 diadakan pada hari Selasa, 21 Oktober 2025 secara luring (offline). Peserta pelatihan terdiri dari siswa/I kelas X, XI, dan XII. Metode yang digunakan memadukan ceramah, diskusi, tanya jawab, dan latihan soal. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa sebelum pelatihan sebagian besar siswa/i belum pernah mempelajari jurnal penyesuaian sehingga belum memiliki pemahaman yang memadai mengenai jurnal penyesuaian, namun setelah mengikuti kegiatan ini, terjadi peningkatan yang signifikan terhadap pengetahuan dan pemahaman mereka. Secara keseluruhan, kegiatan PKM ini memberikan dampak positif bagi siswa/i SMA Kristoforus I Jakarta dalam menumbuhkan minat dan pemahaman terhadap akuntansi, khususnya terkait penerapan jurnal penyesuaian yang berperan penting dalam menghasilkan informasi keuangan yang akurat dan berkualitas dalam laporan keuangan. Materi yang disampaikan dalam pelatihan dapat menjadi bekal awal untuk peserta siap mempraktekkan di dunia kerja, membuka usaha, menjalankan bisnis keluarga, atau untuk memperdalam di jenjang pendidikan yang lebih tinggi.  
SKRINING KADAR HEMOGLOBIN PADA REMAJA USIA 11–14 TAHUN DI SEKOLAH DAERAH TANGERANG Enny Irawaty; Novendy Novendy
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v9i2.36894

Abstract

Anemia remains a significant global public health issue, including in Indonesia, despite a downward trend in prevalence in recent years. Adolescents—particularly those of junior high school age—are vulnerable to anemia due to increased iron requirements during rapid growth and menstrual blood loss among girls. Anemia in adolescents often goes undetected due to nonspecific symptoms, yet it can impact cognitive function, academic performance, and long-term health. A lack of early detection for anemia was identified as a key issue among the project partners. Therefore, this community service initiative aimed to screen hemoglobin levels among junior high school students in Tangerang Regency as a means of early detection. The activity aligns with the Sustainable Development Goals (SDGs), specifically SDG 2 (Zero Hunger) on nutrition and SDG 3 (Good Health and Well-being) on public health. The methodology involved measuring hemoglobin levels using a Sinocare HB 101 digital hemoglobinometer on students in grades 7–9 who had obtained parental consent. The screening was conducted on November 3, 2025, following standard procedures for capillary blood testing. A total of 126 students participated, with a mean age of 12.97 years. The results showed a mean hemoglobin level of 14.3 g/dL, with a range of 10.3 to 17.9 g/dL. The prevalence of anemia among participants was 5.6%, lower than the national prevalence for the 5–14 age group; this difference is likely attributable to participants' socioeconomic characteristics and nutritional status. This activity demonstrates that routine screening with digital hemoglobinometers is a crucial initial step in preventing anemia among adolescents.   ABSTRAKAnemia merupakan masalah kesehatan masyarakat yang masih signifikan secara global, termasuk di Indonesia, meskipun prevalensinya menunjukkan tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Remaja, khususnya usia Sekolah Menengah Pertama (SMP), merupakan kelompok yang rentan mengalami anemia akibat peningkatan kebutuhan zat besi pada masa pertumbuhan pesat serta kehilangan darah menstruasi pada remaja putri. Kondisi anemia pada remaja sering tidak terdeteksi karena gejalanya tidak spesifik, namun dapat berdampak pada fungsi kognitif, prestasi akademik, dan kesehatan jangka panjang. Minimnya deteksi dini anemia merupakan salah satu permasalahan yang ditemukan pada mitra. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan skrining kadar hemoglobin pada siswa SMP di Kabupaten Tangerang sebagai upaya deteksi dini anemia pada remaja. Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 2 (Zero Hunger) dalam penanggulangan masalah gizi dan SDG 3 (Good Health and Well-being) dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. Metode yang digunakan adalah pemeriksaan kadar hemoglobin menggunakan hemoglobinometer digital Sinocare tipe HB 101 pada siswa kelas 7–9 yang telah mendapatkan persetujuan dari orang tua. Pemeriksaan dilakukan pada tanggal 3 November 2025 dengan prosedur standar pemeriksaan darah kapiler. Sebanyak 126 siswa mengikuti kegiatan ini dengan rerata usia 12,97 tahun. Hasil pemeriksaan menunjukkan rerata kadar hemoglobin sebesar 14,3 g/dL dengan rentang 10,3–17,9 g/dL. Prevalensi anemia pada peserta adalah 5,6%, lebih rendah dibandingkan prevalensi nasional pada kelompok usia 5–14 tahun. Perbedaan ini diduga dipengaruhi oleh karakteristik sosial ekonomi dan pemenuhan gizi peserta. Kegiatan ini menunjukkan bahwa skrining rutin dengan menggunakan hemoglobinometer digital merupakan langkah awal pencegahan anemia pada remaja.  
SKRINING PROFIL HEMATOLOGI SEBAGAI STRATEGI PROMOTIF-PREVENTIF: SEBUAH KEGIATAN PENGABDIAN MASYARAKAT DI MASYARAKAT ADAT Yoanita Widjaja; Alexander Halim Santoso
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v9i2.37206

Abstract

This community service activity aimed to conduct early detection through hematological profiling and to enhance health awareness among the Baduy community in Lebak Regency, Banten. The activities were carried out integratively, comprising health education, venous blood sampling, laboratory examinations, and individualized result counseling. Of the 58 adult participants, the majority were female (74.1%), with a mean age of 39.45 ± 17.01 years. The findings showed an overall mean hemoglobin level of 11.75 ± 1.25 g/dL, mean level for males and females were 11.8 g/dL (SD 1.12) and 11.72 g/dL (SD 1.29) respectively; hematocrit level was 34.81 ± 3.80%, with mean level of 34.87% (SD 3.44) in males and 34.79% (SD 3.96) in females; leukocyte count of 9.06×10³ ± 2.29×10³ cells/µL; and platelet count of 3.12×10⁵ ± 0.66×10⁵ cells/µL. These data indicate that the majority of participants were experiencing anemia. The implementation of screening accompanied by education, provided the community with essential knowledge and increased their awareness of hematological disorder risk factors. The involvement of Baduy traditional leaders and local health cadres further strengthened the program’s success through culturally aligned approaches. This initiative underscores that hematological profile screening is an appropriate promotive–preventive strategy for the early detection of health problems, while also serving as a model for strengthening community-based health services in indigenous territory.   ABSTRAK Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan deteksi dini melalui profil hematologi dan meningkatkan kesadaran kesehatan dan pada komunitas Baduy di Kabupaten Lebak, Banten. Kegiatan dilakukan secara terpadu dengan melakukan penyuluhan kesehatan, pengambilan sampel darah vena, pemeriksaan laboratorium, dan konseling hasil individual. Dari total 58 partisipan dewasa, sebagian besar berjenis kelamin perempuan (74,1%) dengan rerata usia 39,45±17,01 tahun. Hasil menunjukkan rerata kadar hemoglobin secara keseluruhan 11,75±1,25 g/dL, rerata pada laki-laki dan perempuan adalah sebesar 11,8 g/dL (SD 1,12) dan 11,72 g/dL (SD 1,29), hematokrit 34,81±3,80%, dengan  rerata pada laki-laki sebesar 34,87% (SD 3,44) dan perempuan 34,79% (SD 3,96), leukosit 9,06×10³±2,29×10³ sel/µL, dan trombosit 3,12×10⁵±0,66×10⁵ sel/µL. Terdapat 39 dari 58 partisipan mengalami anemia. Data ini mengindikasikan bahwa sebagian besar partisipan menderita anemia. Pelaksanaan skrining disertai edukasi memberikan pengetahuan kepada masyarakat dan dapat meningkatkan kesadaran mereka terhadap faktor risiko kelainan hematologi. Keterlibatan tokoh adat dan kader kesehatan Baduy memperkuat keberhasilan program melalui pendekatan budaya yang selaras dengan nilai lokal. Kegiatan ini menegaskan bahwa skrining profil hematologi merupakan strategi promotif–preventif yang sesuai untuk mendeteksi masalah kesehatan secara dini, sekaligus menjadi model penguatan layanan kesehatan berbasis komunitas di wilayah adat.
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM MERANCANG PEMBELAJARAN MEMBACA BERDIFERENSIASI TERHADAP KEBUTUHAN SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS Wilyani Handali; Jap Tji Beng; Sri Tiatri
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v9i2.38261

Abstract

Low national literacy levels and the demand for equitable educational rights in inclusive schools present critical challenges for Indonesia's current education system. Teachers in inclusive classrooms often struggle to design accommodative instruction, particularly for students with Autism Spectrum Disorder (ASD) who require specific reading approaches. This Community Service Program (PKM) aims to enhance teacher competence in designing differentiated reading instruction tailored to the needs of students with special needs. This initiative represents a tangible step toward achieving Sustainable Development Goal (SDG) 4—Quality Education—specifically by ensuring inclusive, fair, and equitable access to education for all children. The seminar was conducted in person at an elementary school in Tangerang and attended by ten teachers. A pre-test and post-test design was used to measure changes in teacher knowledge before and after the intervention. The material covered the theoretical foundations of inclusive education, principles of differentiated instruction, and evidence-based reading strategies such as multisensory approaches, explicit instruction, and the use of visual supports. Wilcoxon Signed-Rank test results indicated a significant improvement in teacher competence (W = 0.000; z = –2.666; p = 0.009) with a very large effect size (rank-biserial correlation = –1.000). The average participant score rose sharply from 4.60 to 9.40, accompanied by a reduction in score variance, indicating more uniform and consistent understanding among the teachers. This program offers practical benefits by equipping educators with ready-to-use clinical-pedagogical skills while making a significant contribution to fostering inclusive, responsive, and evidence-based literacy practices in elementary school settings.   ABSTRAK Rendahnya capaian literasi nasional serta tuntutan pemenuhan hak pendidikan yang setara di sekolah inklusif menjadi tantangan krusial dalam sistem pendidikan Indonesia saat ini. Guru di kelas inklusif sering kali menghadapi kesulitan dalam merancang instruksi yang akomodatif, khususnya bagi siswa dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) yang memerlukan pendekatan membaca spesifik. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam merancang pembelajaran membaca berdiferensiasi yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa berkebutuhan khusus. Upaya ini merupakan langkah nyata dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDG) 4 mengenai Pendidikan Bermutu (Quality Education), khususnya dalam menjamin akses pendidikan yang inklusif, adil, dan setara bagi semua anak. Seminar dilaksanakan secara luring di sebuah sekolah dasar di Tangerang dan diikuti oleh sepuluh guru. Desain pre-test dan post-test digunakan untuk mengukur perubahan pengetahuan guru sebelum dan sesudah intervensi. Materi yang diberikan mencakup landasan teori pendidikan inklusif, prinsip-prinsip pembelajaran berdiferensiasi, serta strategi membaca berbasis bukti seperti pendekatan multisensori, instruksi eksplisit, dan penggunaan dukungan visual. Hasil uji Wilcoxon Signed-Rank menunjukkan peningkatan kompetensi guru yang signifikan (W = 0,000; z = –2,666; p = 0,009) dengan effect size yang sangat besar (rank-biserial correlation = –1,000). Rata-rata skor peserta meningkat tajam dari 4,60 menjadi 9,40, disertai penurunan variasi skor yang menandakan pemahaman guru menjadi lebih merata dan konsisten. Program ini memberikan manfaat praktis dalam membekali pendidik dengan keterampilan klinis-pedagogis yang siap pakai, sekaligus memberikan kontribusi penting dalam mendorong praktik literasi yang inklusif, responsif, dan berbasis bukti di lingkungan sekolah dasar.  
PEMBELAJARAN KOMUNIKASI DAN STORYTELLING DI PANTI ASUHAN YATIM & DHU’AFA TOMANG Lydia Irena; Cindy Claudia; Atiyatul Fakhiroh; Shevina Vimalananda Sumedha; Sharon Ester Ngantung; Hizkia Noel
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v9i2.36901

Abstract

Public speaking skills are an important skill that needs to be developed from an early age to build self-confidence and effective communication skills. Moreover, education plays a strategic role in shaping superior, characterful, and adaptive human resources in facing the dynamics of social life. However, not all children have the same opportunity to hone these skills, including children in orphanages. Based on these conditions, this Community Service (PKM) activity was carried out at the Tomang Orphanage for Orphans & the Poor in West Jakarta, with the aim of improving children's communication skills and confidence through an interactive and fun learning approach. The implementation method used a participatory approach by actively involving children in each stage of the activity, including the observation stage, material design with a series of activities covering public speaking training, storytelling sessions, educational games, joint documentation, and the provision of basic necessities and stationery as a form of social support for the welfare of the children in the orphanage, as well as an evaluation at the end of the activity. The results of the activity showed an increase in the children's ability to express themselves in public and an increase in active participation during the learning process. This activity also contributed to strengthening social values, empathy, and cooperation among participants. ABSTRAK Kemampuan berbicara di depan umum merupakan keterampilan penting yang perlu dikembangkan sejak dini untuk membentuk rasa percaya diri dan kemampuan berkomunikasi yang efektif. Apalagi pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk sumber daya manusia unggul, berkarakter, serta adaptif dalam menghadapi dinamika kehidupan sosial. Namun, tidak semua anak memperoleh kesempatan yang sama untuk mengasah keterampilan tersebut, termasuk anak-anak di Panti Asuhan. Berdasarkan kondisi tersebut, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini telah dilaksanakan di Panti Asuhan Yatim & Dhu’afa Tomang, Jakarta Barat, dengan tujuan meningkatkan kemampuan komunikasi dan kepercayaan diri anak-anak melalui pendekatan pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dengan melibatkan anak-anak secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan meliputi tahap observasi, perancangan materi dengan pemberian rangkaian kegiatan yang mencakup pelatihan public speaking, sesi bercerita, permainan edukatif, dokumentasi bersama dokumentasi bersama dan pemberian bantuan kebutuhan pokok dan alat tulis sebagai bentuk dukungan sosial terhadap kesejahteraan anak-anak panti serta evaluasi di akhir kegiatan.. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan anak-anak dalam mengekspresikan diri di depan umum serta peningkatan partisipasi aktif selama proses pembelajaran. Kegiatan ini juga berkontribusi terhadap penguatan nilai-nilai sosial, empati, dan kerja sama antar peserta. Secara keseluruhan, penerapan komunikasi partisipatif dalam program ini terbukti efektif dalam meningkatkan kepercayaan diri anak-anak sekaligus mendukung pelaksanaan pendidikan non-formal yang inklusif dan berkelanjutan.
EDUKASI DAN PRAKTIK PEMBERIAN AROMATERAPI LEMON PADA IBU HAMIL EMESIS GRAVIDARUM DI POSYANDU MAWAR Sutrisna Altahirah; Nurul Intan Ramadhan; Novia Martin; Wildan; Hazen Masrafat; Asriadi; Sapril
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v9i2.37163

Abstract

Emesis gravidarum is a common complaint experienced by pregnant women during the first trimester due to hormonal changes, which may interfere with daily activities and quality of life. Non-pharmacological management is considered a safe alternative to reduce these symptoms, one of which is lemon aromatherapy. This community service activity aimed to improve pregnant women's knowledge about emesis gravidarum and the use of lemon aromatherapy as a complementary therapy. The methods included health education sessions, demonstrations of lemon aromatherapy application, and evaluation through pre-test and post-test assessments. The activity was conducted at Posyandu Mawar, Waara Public Health Center, Muna Regency, involving first-trimester pregnant women. The results showed an increase in participants’ knowledge from 50% before education to 90% after education. Additionally, the incidence of emesis gravidarum decreased from 86,7% before the intervention to 76,7% after the implementation of lemon aromatherapy. The activity showed an increase in pregnant women’s knowledge regarding emesis gravidarum and the utilization of lemon aromatherapy after receiving education, as well as changes in nausea and vomiting complaints based on observations conducted during the activity. Lemon aromatherapy can be recommended as a safe, simple, and affordable complementary therapy in antenatal care services at primary healthcare settings. ABSTRAK Emesis gravidarum merupakan keluhan yang umum terjadi pada ibu hamil trimester pertama akibat perubahan hormonal yang dapat mengganggu aktivitas dan kualitas hidup ibu. Penanganan nonfarmakologis menjadi alternatif yang aman untuk mengurangi keluhan tersebut, salah satunya melalui aromaterapi lemon. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang emesis gravidarum dan pemanfaatan aromaterapi lemon sebagai terapi komplementer. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi penggunaan aromaterapi lemon, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Kegiatan dilaksanakan di Posyandu Mawar wilayah kerja Puskesmas Waara Kabupaten Muna dengan melibatkan ibu hamil trimester pertama. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dari 50% sebelum edukasi menjadi 90% setelah edukasi. Selain itu, terjadi penurunan kejadian emesis gravidarum dari 85% sebelum intervensi menjadi 75% setelah praktik penggunaan aromaterapi lemon. Kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu hamil terkait emesis gravidarum dan pemanfaatan aromaterapi lemon setelah diberikan edukasi, serta terdapat perubahan keluhan mual dan muntah berdasarkan hasil observasi selama kegiatan berlangsung. Aromaterapi lemon dapat menjadi alternatif terapi komplementer yang aman, mudah, dan terjangkau untuk diterapkan dalam pelayanan antenatal di tingkat pelayanan kesehatan dasar.
PELATIHAN ADOBE ILLUSTRATOR BAGI SISWI SMK YADIKA 2 JAKARTA BARAT Edy Chandra; Naomi Gracia Wijaya; Nero Devanca Chandra
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v9i2.37425

Abstract

Digital media development has increased the need for visual literacy and vector-based design skills among vocational students. This community service activity aimed to introduce basic Visual Communication Design and Adobe Illustrator to female students of SMK Yadika 2 West Jakarta through practical learning in the Animation Studio of the Faculty of Art and Design, Universitas Tarumanagara. The activity was conducted on Friday, March 27, 2026, using practice-based training that included an introduction to visual communication design, Adobe Illustrator workspace orientation, demonstrations of basic tools, guided vector exercises, and a mini project entitled “Youth Creative Expression” for T-shirt design. Ten students participated. Evaluation was conducted after the practical session by observing task completion, checking the required basic tools, and assessing vector-design outputs against operational criteria comprising simple forms, a maximum of three colors, visual legibility, and suitability for application on a Tshirt. Four of ten participants (40%) completed all required basic-tool exercises and produced vector designs that met the basic criteria, while six participants (60%) completed only part of the exercise sequence within the available time. Four works were selected for T-shirt mock-up or prototype development. The activity produced a training module, a scientific article manuscript, and prototype development based on the selected vector designs. The results indicate that practice-based training can provide an applicable introduction to digital design, although competency achievement varied among participants. The activity contributes to SDG 4: Quality Education by expanding access to basic digital-design learning and supporting creative skill development among female vocational students.   ABSTRAK Perkembangan media digital meningkatkan kebutuhan terhadap literasi visual dan keterampilan desain berbasis vektor bagi peserta didik vokasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkenalkan dasar Desain Komunikasi Visual dan Adobe Illustrator kepada siswi SMK Yadika 2 Jakarta Barat melalui pembelajaran praktis di Studio Animasi Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Tarumanagara. Kegiatan dilaksanakan pada Jumat, 27 Maret 2026 dengan metode pelatihan berbasis praktik langsung yang meliputi pengenalan DKV, orientasi ruang kerja Adobe Illustrator, demonstrasi perangkat dasar, latihan vektor terbimbing, dan proyek mini bertema “Ekspresi Kreatif Remaja” untuk desain kaos. Pelatihan diikuti oleh 10 siswi. Evaluasi peserta dilakukan setelah sesi praktik melalui observasi penyelesaian tugas, pemeriksaan penggunaan perangkat dasar yang diwajibkan, serta penilaian hasil desain vektor berdasarkan kriteria operasional berupa penggunaan bentuk sederhana, maksimal tiga warna, keterbacaan visual, dan kesesuaian untuk diaplikasikan pada media kaos. Hasil menunjukkan bahwa 4 dari 9 peserta (40%) menyelesaikan seluruh latihan perangkat dasar dan menghasilkan desain vektor yang memenuhi kriteria dasar, sedangkan 6 peserta (60%) menyelesaikan sebagian tahapan latihan dalam waktu pelaksanaan yang tersedia. Empat karya dipilih untuk dikembangkan menjadi mock-up atau prototipe kaos. Luaran kegiatan meliputi modul pelatihan, naskah artikel ilmiah, dan pengembangan prototipe berdasarkan karya terpilih. Hasil ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik dapat menjadi pengenalan desain digital yang aplikatif, meskipun tingkat ketercapaian kompetensi peserta masih bervariasi. Kegiatan mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui perluasan akses pembelajaran desain digital dasar dan pengembangan keterampilan kreatif siswi SMK.
MENGATASI KECEMASAN BERKOMUNIKASI DI DEPAN UMUM BAGI PELAKU UMKM DI KABUPATEN BELITUNG Agoes Dariyo; Ezra Andrianputra
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v9i2.37742

Abstract

Communication activities are the most basic activities for every human being as a social creature who lives in society. Communication activities occur everywhere. In any place (in the family, school, industrial company, office), everyone is required to communicate with other people. By communicating intensively, any social conflict problem can be resolved well, because each individual is required to understand each other and accept differences in views in the social environment (in the family, class, school, industrial companies and the wider community). Some people think communicating in public is not a problem in their life. They are used to communicating in public. However, for some other people, communicating in public is the biggest problem in their life. If they are asked to choose two options, namely the first option, speaking in public, and the second option, doing a task themselves without having to speak in public, then that person will definitely choose the second option. Sometimes, in certain situations, a person is forced by circumstances that require that person to speak in public. For example: when someone is appointed as a group leader and he is forced to speak to convey ideas, thoughts or important ideas to his group. In such a situation, a person inevitably has to develop public speaking skills.  This communication training will be useful for overcoming anxiety about communicating in public, especially for those who want to make progress in their lives. Implementation activities use one group pre-test and post-test.  Data were collected using a communication anxiety questionnaire. Data analysis using the t test technique (difference test) between pre-test and post-test. The results of data analysis show that training activities to overcome anxiety about communicating in public have a significant effect on reducing anxiety about communicating in public for Belitung Small, Micro and Medium Enterprises.   ABSTRAK Kegiatan komunikasi adalah kegiatan paling mendasar bagi setiap manusia sebagai makhluk sosial yang  hidup di masyarakat. Kegiatan komunikasi berlaku di mana-mana. Setiap tempat mana pun (di dalam keluarga, sekolah, perusahaan industri, kantor), setiap orang dituntut untuk berkomunikasi dengan orang lain. Dengan berkomunikasi secara intensif, maka setiap masalah konflik sosial apa pun akan dapat diatasi dengan baik, karena masing-masing individu dituntut untuk saling mengerti dan menerima perbedaan pandangan dalam lingkungan sosial (di dalam keluarga, kelas, sekolah, perusahaan industri maupun masyarakat luas). Sebagian orang menganggap berkomunikasi di depan umum, bukanlah suatu masalah dalam hidupnya. Mereka sudah terbiasa untuk berkomunikasi di depan umum. Namun bagi sebagian orang lain lagi, berkomunikasi di depan umum, merupakan masalah terbesar dalam hidupnya. Jika ia disuruh memilih dua pilihan yaitu pilihan pertama berbicara di depan umum, dan pilihan kedua mengerjakan suatu tugas sendiri tanpa harus bicara di depan umum, maka orang tersebut dipastikan akan memilih pilihan yang kedua. Kadang-kadang, dalam situasi tertentu, seseorang dipaksa oleh keadaan yang menuntut orang tersebut harus berbicara di depan umum. Misalnya: ketika seseorang ditunjuk sebagai seorang ketua kelompok dan ia pun terpaksa harus berbicara menyampaikan gagasan, pemikiran atau ide-ide penting kepada kelompoknya. Dalam situasi yang demikianlah, maka seseorang mau tak mau harus mengembangkan keterampilan berbicara di depan umum.  Pelatihan berkomunikasi ini akan dapat berguna untuk mengatasi kecemasan berkomunikasi di depan umum, khususnya mereka yang hendak mencapai kemajuan dalam hidupnya. Kegiatan pelaksanaan menggunakan pre-test and post-test one group.  Pengambilan data dengan menggunakan kuesioner kecemasan berkomunikasi. Analisis data dengan menggunakan teknik t test (uji beda) antara pre-test dan post-test. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan mengatasi kecemasan berkomunikasi di depan umum, memiliki pengaruh cukup signifikan menurunkan kecemasan berkomunikasi di depan umum, bagi para pelaku UMKM Belitung.  
MEMBANGUN KESADARAN HUKUM TERHADAP LINGKUNGAN BAGI SISWA SMA NEGERI 17 JAKARTA Tundjung Herning Sitabuana; Elisabeth Sihaloho; Michael Conrad; Rieven Yehezkiel Nasari
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v9i2.37828

Abstract

The limited introduction of environmental law at the secondary school level has resulted in students' understanding of environmental issues being more focused on ecological aspects than on legal dimensions. Community service activities conducted by the Faculty of Law, Tarumanagara University (FH Untar), were aimed at fostering students' legal awareness of environmental issues through educational sessions on the norms and substance of environmental law. The community service was conducted by the FH Untar team at SMAN 17 Jakarta, involving 40 students utilizing interactive lecture, discussion, and question-and-answer methods. The presentation materials encompassed fundamental concepts of environmental law, constitutional rights to a healthy environment, civic obligations toward the environment, and the implementation of environmental legal knowledge in social life. The result demonstrated an enhancement in students' comprehension of fundamental environmental law concepts, their ability to elucidate rights and obligations regarding environmental protection, and their capacity to identify behaviors that support environmental conservation. Furthermore, the discussions revealed a heightened awareness among participants regarding the significance of individual participation in environmental protection. This initiative proves that environmental law education plays a vital role in enhancing students' knowledge and consciousness concerning environmental law. This community service activity directly aligns with and supports the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly SDG 13 (Climate Action), which emphasizes the importance of education and public awareness raising in addressing climate change challenges and environmental preservation.   ABSTRAK Rendahnya pengenalan hukum lingkungan pada tingkat sekolah menengah menyebabkan pemahaman siswa terhadap isu lingkungan lebih banyak berfokus pada aspek ekologis dibandingkan aspek hukum. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan oleh Fakultas Hukum Universitas Tarumanagara dimaksudkan membangun kesadaran hukum pelajar terhadap isu-isu lingkungan hidup melalui penyuluhan mengenai norma dan substansi hukum lingkungan. Pengabdian masyarakat oleh tim FH Untar dilaksanakan di SMA Negeri 17 Jakarta dengan melibatkan 40 siswa dengan metode ceramah interaktif, diskusi, dan sesi tanya jawab. Substansi pemateri meliputi konsep dasar hukum lingkungan, hak atas lingkungan hidup berdasarkan konstitusi, kewajiban masyarakat terhadap lingkungan, serta implementasi pengetahuan hukum lingkungan dalam hidup bermasyarakat. Hasil pelaksanaan pengabdian masyarakat menunjukkan peningkatkan pemahaman pelajar terhadap konsep dasar hukum lingkungan, menjelaskan hak dan kewajiban dalam perlindungan lingkungan hidup, serta mengidentifikasi perilaku yang mendukung pelestarian lingkungan. Diskusi yang berlangsung juga menunjukkan meningkatnya kesadaran peserta terhadap pentingnya partisipasi individu dalam menjaga lingkungan hidup. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi hukum lingkungan berperan dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran hukum siswa terhadap isu lingkungan hidup. Kegiatan pengabdian masyarakat ini linear mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), khususnya TPB 13 (Aksi Lingkungan) yang menekankan pentingnya pendidikan dan peningkatan kesadaran masyarakat dalam menghadapi permasalahan perubahan iklim dan pelestarian lingkungan.

Filter by Year

2018 2026