cover
Contact Name
Endah Setyaningsih
Contact Email
baktimas@untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
baktimas@untar.ac.id
Editorial Address
Sekretariat: Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Tarumanagara (LPPM - UNTAR). Gedung M, Lt. 5, Kampus 1 Universitas Tarumanagara Jl. Letjen S Parman no 1 Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
ISSN : 26210398     EISSN : 26207710     DOI : 10.24912/jbmi
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia (P-ISSN 2620-7710 dan E-ISSN 2621-0398) merupakan jurnal yang menjadi wadah bagi penerbitan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu : 1. Psikologi 2. Komunikasi 3. Hukum 4. Budaya 5. Bahasa 6. Seni Rupa dan Design Jurnal ilmiah ini diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara. Dalam satu tahun, jurnal ini terbit dalam dua nomor, yaitu pada bulan Mei dan November. Jurnal ini terutama memuat artikel hasil-hasil penelitian ilmiah, termasuk penelitian normatif.
Articles 740 Documents
PENERAPAN HABIT TRACKER UNTUK MENINGKATKAN LATIHAN MANDIRI PADA KOMUNITAS PADUAN SUARA GEREJA Angela Nathania Kurniawan; Audi Karina Budiman; Hafsa Nur Rahayu Putri; Jessica Carissa Augustine Budi; Regina Sugito; Penny Handayani
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v9i1.36876

Abstract

Gita Crescentia is a Catholic youth community choir at St. Yakobus Church, Jakarta, which faces issues with the members’ low frequency of individual vocal practice. This problem affects the quality of rehearsals and overall performance during services. Through a community-based approach, a habit tracker intervention was designed and implemented over two weeks to encourage independent practice habits. The intervention involved active participation from members and committees of the community. It was evaluated formatively using Global Progress and summatively with Self Report Habit Index (SRHI). Results indicated an increase in the average frequency of independent practice from the first to the second week. These findings indicate that the habit trackers contributed to building a more consistent and autonomous rehearsal routine, the impact however was not significant. This activity highlights the importance of member participation in designing programs relevant to the community’s needs and the role of ongoing monitoring in sustaining newly formed habits.
PENYULUHAN PERSIAPAN UJI KOMPETENSI HUMAS BAGI KEMENTERIAN DAN BUMN Muhammad Adi Pribadi; Marilyn Alexander; Brindawan Suraj Murti
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v9i1.36905

Abstract

The Community Service Program (PKM) conducted by the Untar Team (Universitas Tarumanagara) at Lembaga Sertifikasi Profesi Public Relations Indonesia (LSPPRI) aims to provide guidance to prospective participants of the Public Relations (PR) competency test regarding the necessary preparations prior to undertaking the examination. This PKM initiative is important to be implemented as part of efforts to support the government in encouraging skilled individuals to obtain professional certification from the Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). The PKM Untar plays a significant role in motivating public relations practitioners to acquire professional certification in the field. The existence of Untar’s PKM provides opportunities for the public to learn about and participate in the professional certification program for Public Relations. The workshop participants consisted of public relations personnel from one of the Ministries and several State-Owned Enterprises (BUMN), who registered themselves to take the PR competency test at LSPPRI. As a Professional Certification Institute (LSP), LSPPRI has received authorization from BNSP to conduct competency tests, issue PR professional certificates, and prepare competency test materials on behalf of BNSP. The Untar PKM Team contributed by providing education on the implementation process of the PR competency test, determining the appropriate scheme, and developing portfolio preparation strategies. The Head of the Untar PKM Team was invited by the leader of LSPPRI to serve as a facilitator due to his competence and experience as an assessor in the field of public relations. One of the challenges faced by LSPPRI was finding experienced speakers for the workshop, as other assessors were unwilling to take on the role, except for the Head of the Untar PKM Team. Another issue was that many prospective participants lacked knowledge and experience regarding the PR competency test, thus requiring guidance during the workshop to increase their chances of obtaining a “Competent” (K) score from the assessors. The workshop was conducted online on August 22, 2025. The methodology applied in the PKM was qualitative, in which the PKM leader delivered the material using PowerPoint via Zoom, employing a symbolic interaction approach. After one hour of presentation, participants were given the opportunity to freely ask questions to the presenter. The prospective assessees who have attended the counseling sessions obtained a Competent score during the competency test. This demonstrates that the activities conducted by the PKM Untar Team were successful in delivering the quality information required by the community. Keywords: Untar, PKM, LSPPRI, PR, Humas ABSTRAK Program PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat) yang dilaksanakan oleh Tim Untar (Universitas Tarumanagara) di Lembaga Sertifikasi Profesi Public Relations Indonesia (LSPPRI) bertujuan untuk memberikan penyuluhan kepada calon peserta uji kompetensi PR (Public Relations) terkait persiapan yang perlu dilakukan sebelum mengikuti uji kompetensi. PKM dengan tema ini penting untuk dilaksanakan sebagai bagian dari upaya membantu pemerintah dalam mendorong Masyarakat yang memiliki keterampilan bekerja untuk mendapatkan sertifikat profesi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Kegiatan PKM Untar menjadi bagian penting mendorong para profesi humas memiliki sertifikat profesi Humas. Keberadaan PKM Untar memberikan kesempatan pada Masyarakat untuk mengetahui dan mengikuti program sertifikat profesi Humas. Para peserta workshop adalah personil humas dari salah satu Kementerian dan beberapa BUMN (Badan Usaha Milik Negara), yang mendaftarkan diri mereka untuk mengikuti uji kompetensi PR di LSPPRI. Sebagai LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi), LSPPRI mendapatkan ijin dari BNSP (Badan Nasional Sertifkasi Profesi) untuk menyelenggarakan uji kompetensi, membuat sertifikat profesi PR dan membuat materi uji kompetensi atas nama BNSP. Tim PKM Untar berperan memberikan edukasi terkait proses pelaksanaan uji kompetensi PR, menentukan skema yang tepat, dan strategi penyusunan portofolio. Ketua Tim PKM Untar mendapatkan undangan dari pimpinan dari LSPPRI untuk menjadi penyuluh karena memiliki kompetensi dan pengalaman sebagai asesor di bidang humas. Permasalahan LSPPRI adalah mencari pembicara yang berpengalaman dalam workshop karena asesor lain tidak bersedia untuk jadi pembicara, kecuali ketua tim PKM Untar. Permasalahan lainnya adalah para calon peserta tidak memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam uji kompetensi PR sehingga mereka perlu dibimbing dalam workshop, agar mereka memiliki kesempatan yang besar dalam memperoleh nilai K (Kompeten) dari asesor. Pelaksanaan workshop dilakukan secara daring, pada tanggal 22 Agustus 2025. Metodologi pelaksanaan PKM adalah dengan pendekata kualitatif dimana ketua PKM menyampaikan materi menggunakan ppt melalui media zoom dengan pendekatan interaksi simbolik. Setelah satu jam presentasi, para peserta diberikan keleluasaan untuk bertanya kepada pemateri. Para calon asesi yang telah mengikuti penyuluhan mendapatkan nilai Kompeten saat mengikuti uji kompetensi. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan Tim PKM Untar sukses dalam memberikan kualitas informasi yang di perlukan Masyarakat. Kata kunci: Untar, PKM, LSPPRI, PR, Humas
PERAN TIM KESEHATAN DALAM MENDUKUNG PELAKSANAAN PERKEMAHAN ANTAR SATUAN KARYA NASIONAL 2025 Novia Martin; Zuhriana K. Yusuf
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v9i1.37169

Abstract

The 2025 National Inter-Scout Unit Camp involved participants from various regions and required optimal health service support. Fatigue, minor injuries, common illnesses, and emergency medical conditions were the main challenges in large-scale outdoor activities. This community service aimed to provide basic medical services, first aid, and health education to camp participants through the establishment of a field health team. The activity was carried out on Tuesday, November 4th, 2025 from 07.30–14.00 WITA at Bongohulawa Camping Ground, Limboto. The implementation method was conducted through direct health services including registration, blood pressure and body temperature checks, doctor examination, and medicine administration according to participants’ needs. The health team consisted of lecturers and health workers from the Faculty of Medicine, Universitas Negeri Gorontalo. The results showed that health services were carried out effectively, participants received quick access to basic medical services, and awareness of the importance of early health detection during camp activities increased. The presence of a field hospital also provided a sense of safety for participants and organizers. This activity proves that health team collaboration in field activities can improve the quality of community health services and support the overall success of national events.
PENGUATAN BRANDING KAMPUNG WARNA-WARNI JODIPAN MELALUI DESAIN IDENTITAS VISUAL KAWASAN Mariana; Cyntya Febrianti; Bernanto Aditya Kosasih; Avrello Alsando
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v9i1.37175

Abstract

Jodipan Tourism Village in Malang City is one example of the successful transformation of a slum area into a thematic tourist destination with high visual appeal. Through its distinctive colorful concept, Jodipan has succeeded in attracting the attention of domestic and international tourists and has become an icon of creative tourism in Malang City. However, with the increasing number of similar tourist destinations, new challenges have emerged for Jodipan Village: maintaining its existence and positive image amidst increasingly competitive tourism competition. This condition demands a strengthened visual communication strategy that is more focused through the design of a visual identity that is able to represent local cultural values, unique character, and tourism potential of the area. This community service activity was carried out using qualitative methods that included direct observation, interviews with residents and tourism managers, and field research to understand the social, cultural, and visual context of Jodipan Village. The main objective of this activity was to design a visual identity system that would serve as an effective communication and promotional medium, both in print and digital media. This design is expected to strengthen the professional image of Jodipan Village as a creative, community-based tourism destination, while increasing its visual appeal for tourists. Through a participatory process, the Jodipan community was also encouraged to be actively involved in maintaining and developing the designed visual identity, thereby fostering a sense of ownership and pride in their tourism village. Thus, this activity not only contributes to increasing tourism appeal and the local economy but also strengthens the sustainability of community-based tourism thai is aligned with the objectives of the Sustainable Develompment Goals (SDGs), especially SDG 11: Sustainable Cities and Communities. ABSTRAK Kampung Wisata Jodipan di Kota Malang merupakan salah satu contoh keberhasilan transformasi kawasan permukiman kumuh menjadi destinasi wisata tematik yang memiliki daya tarik visual tinggi. Melalui konsep warna-warni yang khas, Jodipan berhasil menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara dan menjadi ikon wisata kreatif Kota Malang. Namun, seiring meningkatnya jumlah destinasi wisata serupa, muncul tantangan baru bagi Kampung Jodipan untuk mempertahankan eksistensi dan citra positifnya di tengah persaingan pariwisata yang semakin kompetitif. Kondisi ini menuntut adanya penguatan strategi komunikasi visual yang lebih terarah melalui perancangan identitas visual yang mampu merepresentasikan nilai-nilai budaya lokal, karakter unik, serta potensi wisata yang dimiliki kawasan tersebut. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan metode kualitatif yang meliputi observasi langsung, wawancara dengan warga dan pengelola wisata, serta riset lapangan untuk memahami konteks sosial, budaya, dan visual Kampung Jodipan. Tujuan utama kegiatan ini adalah merancang sistem identitas visual yang berfungsi sebagai media komunikasi dan promosi yang efektif, baik pada media cetak maupun digital. Perancangan ini diharapkan dapat memperkuat citra profesional Kampung Jodipan sebagai destinasi wisata kreatif berbasis komunitas, sekaligus meningkatkan daya tarik visual bagi wisatawan. Melalui proses partisipatif, masyarakat Jodipan juga didorong untuk terlibat aktif dalam menjaga dan mengembangkan identitas visual yang telah dirancang, sehingga terbentuk rasa memiliki dan kebanggaan terhadap kampung wisata mereka. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berkontribusi pada peningkatan daya tarik wisata dan ekonomi lokal, tetapi juga memperkuat keberlanjutan pariwisata berbasis pemberdayaan masyarakat yang selaras dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 11: Sustainable Cities and Communities.
PELATIHAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN UNTUK UMKM BERBASIS SAK EMKM Ida Puspitowati; Al Fathir Rizky Pradifa
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v9i1.35803

Abstract

Usaha berskala mikro, kecil, dan menengah menempati posisi penting dalam pergerakan ekonomi Indonesia. Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kabupaten Belitung termasuk wilayah yang memiliki konsentrasi usaha pengolahan cukup menonjol. Namun demikian, para pelaku usaha masih menghadapi beragam kendala, antara lain jangkauan pemasaran yang belum kuat, akses dana yang terbatas, kemampuan pencatatan yang masih rendah, persaingan yang semakin ketat, serta hambatan dalam memperoleh bahan baku. Salah satu langkah yang relevan untuk menjawab persoalan tersebut ialah memperkuat kemampuan penyusunan informasi keuangan yang tertata, karena dokumen semacam ini sering menjadi syarat dalam pengajuan pembiayaan kepada lembaga resmi. Atas dasar kebutuhan tersebut, kegiatan pengabdian ini diselenggarakan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai penyusunan catatan dan pelaporan keuangan sederhana berdasarkan standar akuntansi bagi entitas mikro, kecil, dan menengah. Pelaksanaannya dilakukan melalui penyampaian materi, praktik langsung, dan asistensi kepada pelaku usaha di Kabupaten Belitung. Hasil kegiatan memperlihatkan bahwa peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai proses pencatatan keuangan dan mulai memiliki kemampuan dasar dalam menyiapkan laporan sederhana secara lebih terstruktur. Bekal tersebut diharapkan dapat membantu pengelolaan usaha, memperkuat proses evaluasi, serta memperbesar peluang memperoleh dukungan pendanaan dari lembaga pembiayaan formal.
SKRINING PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI MELALUI KPSP DAN PSIKOEDUKASI ORANG TUA SEBAGAI UPAYA DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG DI PAUD NURUL WIHDAH: Agustina Agustina; Dastin Imanuel; Olivia Aldisa; Monika
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v9i1.36867

Abstract

PAUD Nurul Wihdah belum memiliki program skrining perkembangan anak yang dilakukan secara sistematis menggunakan instrumen standar, sementara pemahaman orang tua mengenai tahapan perkembangan anak dan pemberian stimulasi di rumah masih terbatas. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan keterlambatan perkembangan tidak terdeteksi sejak dini. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan deteksi dini perkembangan anak melalui Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) serta meningkatkan pengetahuan dan keterlibatan orang tua melalui psikoedukasi. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan koordinasi dengan mitra, pelaksanaan skrining perkembangan menggunakan KPSP pada anak usia 3–6 tahun, penyampaian hasil skrining, pemberian psikoedukasi kepada orang tua, serta evaluasi melalui observasi dan wawancara. Hasil skrining menunjukkan bahwa 71,9% anak berada pada kategori Sesuai, 21,9% pada kategori Meragukan, dan 6,3% pada kategori Penyimpangan, sehingga anak yang memerlukan pemantauan dan stimulasi lanjutan dapat segera diidentifikasi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman orang tua mengenai tahapan perkembangan anak, pentingnya deteksi dini, serta kemampuan memberikan stimulasi yang sesuai di rumah. Selain itu, komunikasi dan kolaborasi antara guru dan orang tua menjadi lebih baik dalam memantau perkembangan anak secara berkelanjutan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa skrining perkembangan yang diintegrasikan dengan psikoedukasi merupakan strategi yang efektif untuk mendukung deteksi dini, meningkatkan peran keluarga, dan mengoptimalkan tumbuh kembang anak usia dini di lingkungan PAUD.
PEMANFAATAN STRATEGI ATM UNTUK MENINGKATKAN PERFORMA MEDIA SOSIAL UMKM CRAFTOTE Lydia Irena; Steven Winata; Jhodi Triputra Wirjadi; Keisha Ong; Evelyn Jofani; Robin Untung
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v9i1.36900

Abstract

The rapid growth of social media platforms has transformed how small businesses build awareness and connect with audiences. TikTok and Instagram, as the most engaging platforms among Indonesian users, have become essential tools for micro, small, and medium enterprises (MSMEs) to expand their visibility. However, many local businesses still struggle to adapt their content strategies effectively. This paper presents a digital marketing training and implementation project conducted with Craftote, a café and gallery in West Jakarta promoting local handmade crafts. The project focused on applying the ATM method (Observe, Copy, Modify) as a creative framework to design and produce social media content that aligns with viral trends while maintaining Craftote’s sustainable and artistic identity. The team observed trending content on TikTok’s “For You Page,” replicated relevant formats, and modified them with original ideas to produce engaging videos. Through this hands-on implementation, Craftote’s TikTok views increased from 1,047 to more than 112,000, and Instagram reach grew by approximately 135%, with 79% of viewers being new audiences. Beyond numerical improvements, the project demonstrated how structured digital marketing training combined with creative adaptation could foster brand authenticity, improve engagement, and build stronger public awareness. This activity serves as a practical model for MSMEs seeking to integrate ethical creativity with social media strategy in order to achieve sustainable brand visibility. Pertumbuhan pesat media sosial telah mengubah cara pelaku usaha kecil membangun kesadaran merek dan menjalin hubungan dengan audiensnya. TikTok dan Instagram kini menjadi dua platform paling populer di Indonesia dan berperan penting dalam memperluas jangkauan UMKM. Namun, masih banyak pelaku usaha lokal yang kesulitan dalam mengelola strategi konten secara efektif. Makalah ini membahas kegiatan pelatihan dan implementasi digital marketing yang dilakukan bersama Craftote, sebuah café dan galeri di Jakarta Barat yang menampilkan kerajinan tangan lokal. Kegiatan ini menerapkan metode ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) sebagai kerangka kreatif untuk merancang dan memproduksi konten media sosial yang mengikuti tren tanpa meninggalkan identitas merek Craftote yang berkelanjutan dan artistik. Tim mengamati tren di halaman For You Page (FYP) TikTok, meniru format yang relevan, dan memodifikasinya dengan ide orisinal untuk menghasilkan konten yang menarik. Melalui implementasi langsung, tayangan TikTok Craftote meningkat dari 1.047 menjadi lebih dari 112.000, sementara jangkauan Instagram naik sekitar 135% dengan 79% penonton baru. Lebih dari sekadar hasil statistik, kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan digital marketing yang terarah dan adaptasi kreatif dapat memperkuat autentisitas merek, meningkatkan keterlibatan audiens, serta membangun kesadaran publik yang lebih luas. Kegiatan ini menjadi model praktis bagi UMKM lain dalam mengintegrasikan kreativitas etis dan strategi media sosial guna mencapai visibilitas merek yang berkelanjutan.
PSIKOEDUKASI PENDIDIKAN SEKSUALITAS UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN REMAJA SMP DAN SMA SAINT JOHN’S CATHOLIC SCHOOL GADING SERPONG, TANGERANG Penny Handayani; Laurentius Sandi Witarso; Yuvens Marvel Yanggah; Melisa Vitalia Fransiska
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v9i1.36929

Abstract

Adolescence is a transitional period from childhood to adulthood marked by biological changes and the development of identity. Without adequate understanding, adolescents are at risk of facing various problems such as sexual violence and sexually transmitted diseases. Therefore, comprehensive sexuality education is essential to help adolescents protect themselves and make healthy decisions. However, this topic remains taboo in some contexts, leading adolescents to seek misleading information. A sexuality education seminar was held on August 8, 2025, at Saint John’s Catholic School Gading Serpong. The school upholds core values such as Respect, Responsibility, Resilience, Integrity, Generosity, Harmony, and Truth, aiming to balance students’ academic and personal growth. To support these values, the seminar was designed to equip junior and senior high school students with knowledge about puberty and skills to protect themselves in social interactions. The seminar was conducted using a psychoeducational approach, combining knowledge and practical skills related to relevant sexuality issues. Sessions were separated by gender (male and female) and educational level (junior and senior high school) to address biological differences. The program’s effectiveness was evaluated using a paired t-test to compare participants’ pre-test and post-test results. Out of 207 male and 151 female students who attended, 112 males and 86 females completed the evaluation. Findings showed a notable increase in sexuality knowledge, though the results did not represent all participants. Future programs are expected to include follow-up evaluations to assess sustained knowledge and attitude changes among students.
STAND PAMERAN PROKLIM RW-11 PEKAYON JAYA SEBAGAI SARANA PENINGKATAN KUALITAS EDUKASI DAN MARKETING KAMPANYE LINGKUNGAN Samsu Hendra Siwi
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v9i1.36948

Abstract

Public awareness of the dangers and impacts of climate change affecting the world (globally) and the residential environment (locally) will affect all aspects of life. Adaptation and mitigation programs for climate change serve as the background for activities in the RW 11 Pekayon Jaya community, South Bekasi. The PROKLIM program (Climate Village Program) is a community-based initiative at the “RT and RW” levels across Indonesia that involves communities, private institutions, government institutions, and other stakeholders. This program needs to be continuously socialized to the community. One of the socializations carried out is the holding of an environmental exhibition. The fact is that not all residents are involved or aware of RW 11's PROKLIM activities. Community participation must still be increased through educational activities and exhibitions at events held in the RW 11 environment. The commemoration of August 17 as Indonesian Independence Day, which involves all residents, is an important occasion to gather residents and showcase PROKLIM RW 11's activities, which have achieved notable results at the national level. Participation in the exhibition at the 17 August commemoration bazaar is crucial to attracting residents to achieve environmental quality improvement activities. The PKM implementation method is to provide assistance in the construction of the PROKLIM RW 11 exhibition stand. The result of this PKM is the PROKLIM RW 11 exhibition stand for the Republic of Indonesia Independence Day Commemoration event.
ANALISIS STRATEGI PEMASARAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN PENJUALAN PADA USAHA DESSERT PUDDING BALLS FLA Ichelle Hitomi Chow; Nastasya Cindy Hidajat
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v9i1.37474

Abstract

Industri makanan dan minuman di Indonesia mengalami perkembangan yang pesat seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan produk kuliner yang inovatif dan menarik. Salah satu bentuk inovasi tersebut adalah hadirnya dessert modern yang tidak hanya menawarkan cita rasa lezat, tetapi juga tampilan estetis yang sesuai dengan tren gaya hidup digital. PUMOY Fla merupakan salah satu usaha kuliner yang berinovasi dengan menghadirkan produk pudding balls berbagai rasa yang dipadukan dengan vla lembut serta topping menarik. Kegiatan MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran digital yang diterapkan oleh PUMOY Fla dalam meningkatkan penjualan serta membangun kesadaran merek (brand awareness) di kalangan konsumen muda. Melalui observasi,wawancara, survei konsumen, dan analisis konten media sosial, khususnya Instagram. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa strategi pemasaran digital berbasis media sosial berperan penting dalam memperkenalkan produk kepada pasar yang lebih luas. Konten visual yang konsisten, menarik, dan relevan dengan tren menjadi faktor utama dalam menarik perhatian audiens serta membangun kedekatan emosional antara konsumen dan merek. Selain itu, pemanfaatan testimoni pelanggan dan User Generated Content (UGC) turut meningkatkan kepercayaan dan loyalitas terhadap produk. Secara keseluruhan, strategi pemasaran yang diterapkan PUMOY Fla terbukti efektif dalam meningkatkan daya tarik produk, memperkuat citra merek, dan mendukung pertumbuhan usaha secara berkelanjutan di era digital.