cover
Contact Name
Endah Setyaningsih
Contact Email
baktimas@untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
baktimas@untar.ac.id
Editorial Address
Sekretariat: Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Tarumanagara (LPPM - UNTAR). Gedung M, Lt. 5, Kampus 1 Universitas Tarumanagara Jl. Letjen S Parman no 1 Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
ISSN : 26210398     EISSN : 26207710     DOI : 10.24912/jbmi
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia (P-ISSN 2620-7710 dan E-ISSN 2621-0398) merupakan jurnal yang menjadi wadah bagi penerbitan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu : 1. Psikologi 2. Komunikasi 3. Hukum 4. Budaya 5. Bahasa 6. Seni Rupa dan Design Jurnal ilmiah ini diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara. Dalam satu tahun, jurnal ini terbit dalam dua nomor, yaitu pada bulan Mei dan November. Jurnal ini terutama memuat artikel hasil-hasil penelitian ilmiah, termasuk penelitian normatif.
Articles 727 Documents
PENYUSUNAN AD/ART UNTUK MENDUKUNG KEPEMIMPINAN KOLEKTIF DI KOMUNITAS ATMA RIDERS Fathiyyah Zalfaa; Nasya Prilita Prihandono; Daria Develle Veronica Manalu; Lauren Yusmita Danela Siburian; Sabina Citra Narindra; Penny Handayani
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v9i1.35752

Abstract

Atma Riders is a motorcycle enthusiast community within Atma Jaya Catholic University of Indonesia that emphasizes family values and collective leadership. However, the community has faced several internal challenges, including the absence of a clear organizational system, low member participation, weak coordination among divisions, and conflicts caused by unclear roles and decision-making mechanisms. This community engagement program aimed to develop participatory and flexible Bylaws (AD/ART) that align with the community’s characteristics to support organizational sustainability. The program employed a Participatory Action Research (PAR) approach through several stages, including need assessment, focus group discussions (FGDs), workshops for drafting the bylaws, and program evaluation. The intervention involved active board members, community members, alumni, faculty advisors, and a law student who supported the legal drafting process. The results demonstrated that the collaborative development of the AD/ART successfully clarified the organizational structure, role distribution, members’ rights and obligations, as well as conflict resolution and decision-making mechanisms. Program evaluation based on Dunn’s dimensions indicated positive outcomes in effectiveness, adequacy, responsiveness, and appropriateness. Furthermore, the participatory process enhanced members’ sense of ownership, emotional attachment to the community, and commitment to implementing collective leadership practices. The resulting AD/ART serves not only as a formal organizational document but also as a strategic foundation for strengthening collective leadership, transparency, and the long-term sustainability of the Atma Riders community.   ABSTRAK Komunitas Atma Riders merupakan komunitas pecinta motor di lingkungan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya yang mengedepankan nilai kekeluargaan dan kepemimpinan kolektif. Namun, komunitas ini menghadapi berbagai permasalahan internal, seperti belum adanya sistem organisasi yang jelas, rendahnya partisipasi anggota, lemahnya koordinasi antar divisi, serta konflik akibat ketidakjelasan peran dan mekanisme pengambilan keputusan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menyusun Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang partisipatif, fleksibel, dan sesuai dengan karakter komunitas untuk mendukung keberlanjutan organisasi. Program dilaksanakan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) melalui tahapan need assessment, focus group discussion (FGD), workshop penyusunan AD/ART, serta evaluasi program. Intervensi melibatkan pengurus aktif, anggota, alumni, dosen pendamping, dan mahasiswa hukum sebagai pendukung penyusunan dokumen. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penyusunan AD/ART secara kolaboratif berhasil memperjelas struktur organisasi, pembagian peran, hak dan kewajiban anggota, serta mekanisme penyelesaian konflik dan pengambilan keputusan. Evaluasi program berdasarkan dimensi Dunn menunjukkan hasil yang baik pada aspek efektivitas, kecukupan, responsivitas, dan ketepatan. Selain itu, proses partisipatif meningkatkan rasa memiliki (sense of ownership), keterikatan anggota terhadap komunitas, dan komitmen untuk menjalankan organisasi secara kolektif. Penyusunan AD/ART ini tidak hanya berfungsi sebagai dokumen formal organisasi, tetapi juga menjadi fondasi strategis dalam memperkuat kepemimpinan kolektif, transparansi, dan keberlanjutan komunitas Atma Riders di masa mendatang.
EDUKASI KEUANGAN DIGITAL SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PINJAMAN DARING ILEGAL PADA KELOMPOK PKK DUSUN SEMUNGGANG Dita Nugroho; Toghu Rio Tama; Faizatu Almas Hadyantari
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v9i1.35915

Abstract

The development of digital financial services has increased community access, but has also created vulnerability to illegal online lending. This community service activity aims to improve public digital financial literacy, particularly among homemakers and several village communities in Semunggang Hamlet, by raising awareness of the risks of illegal online lending. The methods used include interactive counselling, educational video screenings, group discussions, and simulations to identify the characteristics of illegal online loans and the mechanisms for reporting them to the relevant authorities. The results of the activity showed an increase in participants' understanding and critical attitude towards quick loan offers through social media, as well as a commitment to always check the legality of loan applications before using them. This activity had a positive impact on increasing financial awareness, family economic independence, and strengthening digital financial literacy at the community level. Keywords: Digital financial literacy, fintech, illegal online lending, financial education, and community empowerment.   ABSTRAK, 10 pt Perkembangan layanan keuangan digital telah meningkatkan kemudahan akses bagi masyarakat, yang sekaligus menimbulkan kerentanan terhadap permasalahan pinjaman daring ilegal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan digital bagi masyarakat, khususnya bagi para ibu rumah tangga dan bebera komunitas desa di Dusun Semunggang melalui upaya  sosialisasi resiko Pinjaman Daring Ilegal. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, pemutaran video edukatif, diskusi kelompok, dan simulasi mengenali ciri-ciri pinjaman online ilegal serta mekanisme pelaporan ke otoritas terkait. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan sikap kritis peserta terhadap tawaran pinjaman cepat melalui media sosial, serta munculnya komitmen untuk selalu melakukan pengecekan legalitas aplikasi pinjaman sebelum digunakan. Kegiatan ini berdampak positif terhadap peningkatan kesadaran finansial, kemandirian ekonomi keluarga, dan penguatan literasi keuangan digital di tingkat komunitas. Kata kunci: Literasi keuangan digital, FinTech, Pinjaman daring ilegal, Edukasi keuangan, Pemberdayaan masyarakat
EDUKASI PENGHITUNGAN FOOD COST NASI GUDEG PASAR LARIS Enrico Joseph Immanuel Winata; Hendro Lukman
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v9i1.36336

Abstract

Cost is one of the most important things for a business. In manufacturing companies, costs can be categorized into direct material costs, direct labor costs, overhead costs, and other operational expenses. One example of a manufacturing business is culinary enterprise. It has the cost of raw food materials as its main cost component. referred to as food cost. A healthy food cost proportion is 40% of its selling price at maximum, so that other production and operational costs can be covered while still generating profit. The calculation of food cost can be utilized to evaluate the profitability of a menu. In this community service project (PKM), the PKM team educated the calculation of food cost to a traditional culinary enterprise, “Nasi Gudeg Pasar Laris”, as the partner of this project, with their main menu “Nasi Gudeg Komplit”. Then, the PKM team gathered secondary data from the partner, detailing what raw food materials are required and how much each of them costs. Next, the team calculated the food cost of the menu. The result indicated that the food cost proportion of the menu exceeded the healthy range significantly. Based on the result, strategic advices were offered to the partner on how to reduce the food cost proportion. Furthermore, training on food cost calculation was also provided so that in the future they can implement it again independently other menus to evaluate their profitability. ABSTRAK Biaya adalah salah satu hal terpenting yang dimiliki suatu bisnis. Pada perusahaan manufaktur, biaya dapat dikelompokkan menjadi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, biaya overhead, dan beban operasional lainnya. Salah satu contoh perusahaan manufaktur adalah usaha kuliner. Komponen biaya utamanya adalah biaya bahan baku makanan, yang disebut dengan istilah food cost. Proporsi food cost yang sehat paling tinggi 40% dari harga jualnya, sehingga biaya produksi dan operasional lainnya masih dapat tertutupi dan tetap menghasilkan keuntungan. Perhitungan food cost dapat digunakan untuk mengevaluasi profitabilitas dari suatu menu. Pada kegiatan ini, tim PKM memberikan edukasi mengenai perhitungan food cost kepada salah satu usaha kuliner tradisional, yaitu Nasi Gudeg Pasar Laris, sebagai mitra PKM. Mitra memiliki menu utama, yaitu Nasi Gudeg Komplit. Setelah memberikan edukasi kepada mitra, tim PKM mengumpulkan data bahan baku pengolahan Nasi Gudeg Komplit, lalu memantau harga pasar masing-masing bahan baku tersebut. Kemudian, dilakukan perhitungan food cost pada menu tersebut, dengan hasil proporsi food cost terhadap harga jual melewati batas sehat maksimum secara signifikan. Berdasarkan hasil tersebut, diberikan saran mengenai strategi apa yang harus diambil untuk mengurangi proporsi food cost kepada mitra. Lalu, diberikan juga pelatihan kepada mitra agar kedepannya mitra bisa menerapkan kembali perhitungan food cost pada menu lainnya untuk mengevaluasi profitabilitasnya.
PROGRAM PELATIHAN SELF-REGULATED LEARNING UNTUK MENGATASI PROKRASTINASI PADA SISWA SMP DAN SMA VICKERY CHRISTIAN ACADEMY Kathryn Charissa Ayustyasti Suleiman; Michelle Maria Clarissa Cahanar; Nehemia Adriel Vitardy; Kailey Dyana Hunaidy; Immanuela Dyah Nindhita; Tanaya Sheralea; Penny Handayani
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v9i1.36877

Abstract

Vickery Christian Academy (VCA) is a semi-homeschooling-based community where parents who choose to educate their children at home (homeschoolers) become members of the community. Needs analysis conducted through surveys, interviews, and FGD revealed that junior and senior high school students at VCA face challenges in managing their study time independently. This training intervention aimed to enhance students’ self-regulated learning attitude, knowledge, and skills, focusing on time management, goal setting, learning styles awareness, and fostering hope. This training was conducted in person on June 5, 2025, involving 28 students. The implementation methods included interactive lectures, group discussions, and worksheet activities. Evaluation was carried out through pre-test and post-test assessments, the Online Self-Regulated Learning Questionnaire (OSLO), observations, and participant feedback forms. The results showed an average improvement of 13.06% between the pre-test and post-test scores. In addition, the average OSLQ score increased by 6.78%, indicating a positive shift in students’ self-regulated learning behaviors. The training had a positive impact by increasing students’ awareness of time management and their ability to formulate concrete learning goals. In conclusion, self-regulated learning training successfully empowered the VCA community in implementing self-regulated learning in students.
PELATIHAN MEDIA PROMOSI DIGITAL MENGGUNAKAN CANVA UNTUK PENINGKATAN DAYA SAING UMKM BIR PLETOK LELY HAMDAN Dedi Trisnawarman
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v9i1.36895

Abstract

UMKM Bir Pletok Lely Hamdan merupakan salah satu produsen minuman tradisional khas Betawi yang memiliki nilai budaya dan kesehatan tinggi. Namun, dalam praktiknya, UMKM ini menghadapi kendala dalam memasarkan produk secara efektif karena promosi masih dilakukan secara konvensional melalui bazar atau rekomendasi dari mulut ke mulut. Minimnya pemahaman dan keterampilan dalam membuat media promosi digital menjadi hambatan utama dalam memperluas pasar dan meningkatkan daya saing. Berdasarkan permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan promosi digital melalui pelatihan penggunaan aplikasi Canva.Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif yang terdiri atas empat tahap, yaitu persiapan, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Pada tahap pelatihan, peserta diperkenalkan dengan konsep promosi digital, keterampilan dasar penggunaan Canva, praktik pembuatan flyer katalog produk, serta simulasi unggahan di media sosial. Selanjutnya, dilakukan pendampingan intensif selama dua minggu untuk memastikan mitra mampu mengaplikasikan keterampilan yang diperoleh secara mandiri.Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan mitra dalam mendesain flyer promosi yang lebih menarik, informatif, dan sesuai karakteristik produk. Flyer yang dihasilkan tidak hanya layak untuk dicetak, tetapi juga efektif digunakan pada platform digital seperti Instagram, WhatsApp, dan Facebook. Pendampingan berkelanjutan membantu mitra lebih percaya diri dalam mengelola konten promosi.Kesimpulannya, pelatihan Canva mampu memberikan solusi praktis, murah, dan aplikatif dalam meningkatkan kemampuan promosi digital UMKM Bir Pletok Lely Hamdan. Kegiatan ini diharapkan menjadi model pemberdayaan UMKM tradisional agar mampu bersaing di era ekonomi digital.
KOMUNIKASI BUDAYA BERBASIS LINGKUNGAN: EDUKASI KREATIF BATIK UNTUK SISWA SMA Septia Winduwati; Manda Aulia Az Zahra; Lisa Fernanda
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v9i1.36989

Abstract

Amidst the rapid flow of globalization and foreign popular culture, Indonesia's younger generation is increasingly alienated from local cultural heritage such as batik, and has minimal awareness of environmental issues and responsible consumption. This Community Service (PKM) activity was chosen to address the low level of high school students' involvement in local cultural practices and contextual environmental education. Batik, as Indonesia's intangible cultural heritage, is not merely a textile art product, but also a medium for communicating philosophical values, history, and the relationship between humans and nature. However, the involvement of school-age youth in creative activities based on local culture, particularly batik, remains very low, so it needs to be reintroduced through a medium close to the youth's lifestyle, namely environmentally friendly canvas hats. The method used is an educational-participatory approach based on cultural communication and environmental communication. The activity is carried out in five stages: preparation, an educational seminar, a workshop on batik painting on hats, reflection on work, and evaluation. Each stage is designed to encourage active participation and shape students' understanding of cultural values and environmental awareness. Evaluation is carried out using pre- and post-tests as well as direct observation of the process and results of the work. This activity supports the achievement of SDGs 12 and 13 and aligns with UNTAR's PKM theme No. 8, which focuses on strengthening public communication on media, culture, and sustainability. It is also expected to foster creativity, a sense of ownership of local culture, and encourage sustainable changes in environmentally conscious consumption behavior among the younger generation. ABSTRAK Di tengah derasnya arus globalisasi dan budaya populer asing, generasi muda Indonesia kian terasing dari warisan budaya lokal seperti batik, serta minim kesadaran terhadap isu lingkungan dan konsumsi yang bertanggung jawab. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dipilih untuk merespons rendahnya keterlibatan pelajar SMA dalam praktik budaya lokal dan edukasi lingkungan yang kontekstual. Batik, sebagai warisan budaya takbenda Indonesia bukan hanya sekadar produk seni tekstil, tetapi juga media komunikasi nila-nilai filososfis, sejarah, dan relasi manusia dengan alam. Namun, keterlibatan remaja usia sekolah terhadap aktivitas kreatif berbasis budaya lokal, khususnya membatik masih sangat rendah, sehingga perlu diperkenalkan kembali melalui media yang dekat dengan gaya hidup remaja, yaitu topi kanvas ramah lingkungan. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatifpartisipatoris berbasis komunikasi budaya dan komunikasi lingkungan. Kegiatan dilakukan dalam lima tahap: persiapan, seminar edukatif, workshop praktik melukis batik di atas topi, refleksi karya, dan evaluasi. Setiap tahap dirancang untuk mendorong partisipasi aktif dan membentuk pemahaman siswa terhadap nilai budaya serta kesadaran lingkungan. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test serta observasi langsung terhadap proses dan hasil karya. Kegiatan ini mendukung pencapaian SDG 12 dan 13, serta sejalan dengan tema unggulan PKM UNTAR No. 8 tentang penguatan kualitas komunikasi masyarakat dalam isu media, budaya, dan keberlanjutan. Kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kreativitas, rasa memiliki terhadap budaya lokal, serta mendorong perubahan perilaku konsumsi yang lebih sadar lingkungan di kalangan generasi muda secara berkelanjutan.
PROGRAM PELATIHAN KOMPETENSI GURU PAUD DI TK ISLAM “X” Margaretha Purwanti; Yolanda Sonya Athalia; Renata Raissa Sondakh
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v9i1.37173

Abstract

Teachers’ competence is an important thing that Early Childhood Education (PAUD) teachers must have, including pedagogic, social, professional, and personality. However, it seems that there are early childhood teachers who do not show these four competencies, such as TK Islam “X” teachers. Data were collected by interviews, observations, and focus group discussion. Based on the problem tree analysis, it is known that teachers at TK Islam “X” still need to improve their knowledge regarding various learning media, assertive communication, and be a professional teacher based on work ethic. In other words, they need to improve their competences as an early childhood education teacher. Therefore, training was conducted to improve TK Islam “X” teachers in these four aspects of competencies. There was an increase in pre-test and post-test scores, which means there was an improvement in competences’ knowledge of the teachers in Tk Islam “X” as the result of the training. Participants' evaluations of all aspects of the training were generally positive. Participants scored on the extent to which the research objectives were achieved, the suitability of the material to the objectives, the delivery method, the clarity of the facilitator's delivery, the benefits of the training, and their overall satisfaction with the training are 4.75-5.00 (in scale range 0-5). Suggestions include an agreement sheet for implementing what was learned during the training, along with a follow-up plan (evaluation) for behavior resulting from the training. ABSTRAK Kompetensi merupakan hal yang penting untuk dimiliki oleh seorang guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), meliputi kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Meskipun demikian, tampaknya terdapat guru PAUD yang belum memiliki keempat kompetensi tersebut secara optimal, seperti guru-guru di TK Islam “X”. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan focus group discussion. Berdasarkan analisis menggunakan pohon masalah, diketahui bahwa guru di TK Islam “X” masih perlu meningkatkan pengetahuan terkait variasi media pembelajaran, komunikasi asertif dengan sesama guru, dan sikap profesional yang berlandaskan etos kerja. Dengan kata lain, para guru perlu meningkatkan aspek-aspek dalam kompetensi guru PAUD. Oleh karena itu, dilaksanakan sebuah pelatihan guna meningkatkan kompetensi guru TK Islam “X” pada keempat aspek tersebut melalui sebuah pelatihan. Terdapat peningkatan hasil pre-test dan post-test, yang menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan kompetensi guru di TK Islam “X” sebagai hasil dari diadakannya pelatihan. Hasil evaluasi peserta terhadap semua hal terkait pelatihan secara umum menunjukkan hal yang positif. Skor yang diberikan oleh peserta dalam hal seberapa jauh tujuan penelitian ini tercapai, kesesuaian materi degan tujuan, metode penyampaian, kejelasan penyampaian oleh fasilitator, manfaat pelatihan dan kepuasan secara umum terhadap pelatihan yang telah dijalani berkisar 4.75 – 5.00 (dalam skala 1-5). Saran yang dapat diberikan adalah ada lembar kesepakatan untuk menerapkan apa yang sudah diterima selama pelatihan ini, berikut dengan rencana tindak lanjut (evaluasi) terhadap perilaku sebagai hasil dari pelatihan ini.
KECERDASAN BUATAN DI TEMPAT KERJA: BAGAIMANA STRATEGI MENGHADAPINYA? Kiky Dwi Hapsari Saraswati
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v9i1.35955

Abstract

Perkembangan teknologi yang semakin pesat menyebabkan berbagai dampak bagi berbagai pihak. Dunia industri yang sebelumnya sangat mengandalkan peran SDM, perlahan mulai beralih kepada penggunaan teknologi pintar. Tugas-tugas yang sebelumnya dilakukan oleh karyawan, perlahan mulai digantikan oleh robot, artificial intelligence, dan service automation (RAISA). Terlepas dari dampak positif yang diakibatkan, karyawan juga merasakan dampak negatifnya, yaitu job replacement anxiety. Untuk mengantisipasi berbagai dampak penggunaan RAISA tersebut, mahasiswa tingkat akhir yang sedang bersiap memasuki dunia kerja perlu membekali diri dengan wawasan yang komprehensif. Tujuannya adalah agar mahasiswa memiliki pemahaman yang benar dan persepsi yang positif terhadap penggunaan RAISA, sehingga menjadikan RAISA sebagai peluang dan bukan ancaman bagi masa depan karier. Oleh karena itu, perlu diselenggarakan sebuah seminar yang ditujukan bagi mahasiswa tingkat akhir sebagai bekal untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja di era RAISA ini. Dalam seminar ini pula akan dipaparkan berbagai strategi yang dapat diimplementasikan oleh peserta agar dapat beradaptasi dengan makin meluasnya penggunaan RAISA di dunia usaha dan industri. Seminar akan melibatkan pemateri yang kompeten di bidang psikologi industri dan organisasi, sehingga mampu menyampaikan materi sesuai target yang ditetapkan. Efektivitas seminar akan diukur dengan menggunakan evaluasi berupa reaksi peserta terhadap pelaksanaan seminar. Selain itu, evaluasi juga akan dilakukan untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta dengan membandingkan nilai pre-test dan post-test. Hasil evaluasi efektivitas seminar menyimpulkan bahwa peserta merasa puas dengan penyelenggaraan seminar ini dan terjadi peningkatan pengetahuan yang diperoleh oleh peserta.
SEMINAR DAN PENDAMPINGAN PENGGUNAAN APLIKASI VICARA DI GRADASI THERAPY CENTER JAKARTA TIMUR Lely Hiryanto; Georgia Sugisandhea; Brenda Abigail Hans Hartama; Eryca Dhamma Shanty; Tony
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v9i1.36042

Abstract

Anak berkebutuhan khusus yang memiliki masalah dalam berkomunikasi secara verbal dapat menggunakan Komunikasi Augmentatif and Alternatif (KAA) sebagai salah satu alat bantu. Salah satu aplikasi KAA seluler gratis dan berbahasa Indonesia adalah Visually Interactive Communication and Reading Aid (VICARA). VICARA awalnya merupakan hasil kolaborasi antara LSPR dan ICT Watch yang selanjutnya dikembangkan lebih lanjut bersama Universitas Tarumanagara. VICARA berisi kartu gambar yang jika disentuh atau di-tap mengeluarkan suara sesuai label kata atau kalimat pada kartu. VICARA tidak hanya sebagai alat bantu berkomunikasi, tetapi dapat digunakan juga untuk membantu anak-anak dengan gangguan wicara untuk belajar mengucapkan kata-kata sederhana melalui kartu gambar bersuara tersebut. Kegiatan pengabdian ini bermaksud memberikan pendampingan penggunaan VICARA kepada terapis dan para orang tua dengan anak berusia 12 tahun kebawah melakukan terapi dan edukasi di Gradasi Therapy Center Jakarta Timur. Kegiatan pertama adalah seminar yang telah dilaksanakan untuk 23 peserta terdiri dari para terapis, guru dan orang tua. Hasil survei menunjukkan bahwa para peserta seminar lebih memahami peran KAA dan VICARA dan manfaat mereka. Kegiatan lanjutannya yaitu pendampingan secara personal juga telah dilaksanakan untuk terapis wicara dan terapis perilaku di Gradasi Therapy Center. Hasil pendampingan memperlihatkan peran signifikan VICARA lebih untuk terapi wicara dibandingkan terapi perilaku dikarenakan kesiapan dan fokus siswa diperlukan untuk pemakaian aplikasi tersebut.
PEMBEKALAN PRODUKSI KONTEN POSITIF MEDIA DIGITAL BAGI SISWA SEKOLAH MENENGAH Nigar Pandrianto; Gregorius Genep Sukendro; Budi Utami
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v9i1.36287

Abstract

Penggunaan media digital yang kian meluas, tidak hanya meningkatkan hubungan, tetapi juga penyalahgunaan media digital itu sendiri. Salah satunya adalah penyebaran konten negatif. Konten negatif itu dapat berupa berita palsu, cyber bullying, radikalisme online, dan hoax yang disebar melalui berbagai platform. Tidak jarang media-media ini menjadi tempat paling subur penyebaran ataupun penyemaian berbagai ide negatif terutama untuk anak muda. Untuk meredam hal itu banyak pihak mendorong masyarakat untuk mulai menyebarkan konten positif. Sayangnya tidak semua orang sanggup membuat dan menyebarkan konten positif secara tepat. Oleh sebab itu diperlukan sebuah pelatihan ataupun pembekalan yang dapat memberikan wawasan kepada masyarakat seputar konten positif, terutama di kalangan anak muda maupun remaja, Hal ini diharapkan menjadi titik awal penyebaran konten positif di masyarakat, sekaligus meredam penyebaran konten media sosial negatif. Salah satu tools yang dapat digunakan adalah pemberian pembekalan. Adapun pelatihan produksi konten positif berorientasi pada konten yang bersifat edukatif, informatif serta ekspresif. Tips dan langkah-langkah praktis juga akan diberikan agar peserta pembekalan dapat menyerap informasi dengan lebih mudah dan langsung dapat mempraktikkanya. Selain itu, tips-tips distribusi konten pun akan diberikan agar penyebaran konten positif dapat lebih efektif. Metode ini terbilang efektif karena peserta menjadi lebih memahami apa itu konten positif dan bagaimana memproduksinya melalui berbagai platform, termasuk melalui media sosial. Peserta juga menjadi lebih paham bagaimana harus menghindari penyebaran konten negatif, dan bagaimana konsekuensi yang mungkin terjadi ketika konten-konten tersebut tersebar tanpa terkendali.