cover
Contact Name
Endah Setyaningsih
Contact Email
baktimas@untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
baktimas@untar.ac.id
Editorial Address
Sekretariat: Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Tarumanagara (LPPM - UNTAR). Gedung M, Lt. 5, Kampus 1 Universitas Tarumanagara Jl. Letjen S Parman no 1 Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
ISSN : 26210398     EISSN : 26207710     DOI : 10.24912/jbmi
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia (P-ISSN 2620-7710 dan E-ISSN 2621-0398) merupakan jurnal yang menjadi wadah bagi penerbitan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu : 1. Psikologi 2. Komunikasi 3. Hukum 4. Budaya 5. Bahasa 6. Seni Rupa dan Design Jurnal ilmiah ini diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara. Dalam satu tahun, jurnal ini terbit dalam dua nomor, yaitu pada bulan Mei dan November. Jurnal ini terutama memuat artikel hasil-hasil penelitian ilmiah, termasuk penelitian normatif.
Articles 727 Documents
GAMBARAN HASIL PELATIHAN PARENTS EMOTION COACHING UNTUK ORANGTUA DARI REMAJA Theresia Indira Shanti; Fransisca Rosa Mira Lentari; Mohammad Adi Ganjar Priadi; Chelsea Jetrolin Wijaya; Kayla Saheera Wibawa
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v9i1.36430

Abstract

Salah satu bentuk dukungan bagi orangtua adalah pelatihan untuk mengelola emosi remaja melalui emotions coaching. Tujuan pelatihan ini uji coba modul parents emotion coaching apakah memberikan dampak peningkatan pemahaman peserta untuk mengelola emosi remaja mereka. Ada 3 Ibu yang bersedia mengikuti pelatihan ini. Desain pengabdian adalah melihat dampak pelatihan terhadap peserta, dengan data diolah secara kualitatif. Perbedaan materi pelatihan ini dibandingkan pelatihan emotions coaching lainnya adalah materi yang tidak hanya emotions coaching, namun juga pemahaman meta emosi orangtua, serta persepsi Ibu mengenai keterlibatan suami dalam mendampingi remaja. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif untuk perbaikan modul yang dapat lebih disebarluaskan pada masyarakat. Keterbatasan pengabdian ini adalah kurang ragamnya partisipan yaitu tidak adanya ayah. Disimpulkan bahwa modul ini sudah mengafirmasi peserta untuk memiliki meta emosi dan kepekaan terhadap emosi remaja, dan menambah pengetahuan peserta sehingga dapat berkomunikasi yang dipahami secara positif oleh remaja mereka. Mengenai keterlibatan ayah, modul ini juga membantu responden untuk memahami keterlibatan ayah yang ideal dalam mengasuh remaja, dan peran mereka sebagai ibu untuk mengoptimalkan keterlibatan suami mereka dalam pengasuhan remaja mereka. Mereka merasakan manfaat dari pelatihan ini dan berharap lebih banyak orangtua mendapatkan materi dan manfaat yang minimal sama positifnya dengan mereka. Perbaikan modul diantaranya penjelasan lebih rinci mengenai bentuk komunikasi orangtua yang dipahami secara positif oleh remaja dan dukungan sosial bagi remaja bila figur ayah tidak ada dalam keluarga.
PENERAPAN POSITIVE REINFORCEMENT UNTUK MENURUNKAN TINGKAT AGRESIVITAS PADA ANAK DI YAYASAN SOSIAL X Evelyn Jolyn Angmulya; William Victorio; Agustina Agustina
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v9i1.36442

Abstract

Masa kanak-kanak merupakan fase krusial dalam proses pembentukan karakter dan perkembangan emosi individu. Namun demikian, fenomena perilaku agresif, baik yang bersifat verbal maupun fisik, masih sering ditemui dalam keseharian, yang pada akhirnya dapat mengganggu dinamika sosial, menurunkan kapasitas empatik anak, serta menghambat proses tumbuh kembang secara psikologis dan sosial. Intensi penelitian ini adalah untuk menurunkan tingkat agresivitas anak di Yayasan Sosial X melalui intervensi berbasis positive reinforcement. Analisis kebutuhan dilaksanakan melalui metode wawancara dan observasi. Merujuk pada hasil yang ditemukan, tingkat agresivitas anak-anak di Yayasan Sosial X cenderung cukup tinggi. Maka dirancanglah program intervensi yang meliputi teknik positive reinforcement, refleksi diri, psikoedukasi, dan roleplay, dengan mengimplementasikan pre-test dan post-test sebagai pengukuran secara sistematis perubahan tingkat agresivitas pra dan pasca penerapan intervensi. Hasil penelitian mengindikasi terjadinya penurunan yang signifikan skor agresivitas dari rata-rata pre-test 82,75 menurun menjadi 55,50 pada post-test. Temuan ini menandakan bahwa program intervensi optimal dalam mereduksi perilaku agresivitas pada anak.
KOMUNIKASI OLAH RAGA UNTUK MENUMBUHKAN SPORTIVITAS BASKET PADA ANAK SEKOLAH MELALUI KEGIATAN COACHING CLINIC Sinta Paramita; Agustina Kahumako
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v9i1.36860

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berfokus pada penanaman nilai sportivitas basket pada siswa-siswi di Escostratos Basketball Club Bandung. Melalui serangkaian coaching clinic, kami memanfaatkan kekuatan komunikasi olahraga sebagai sarana utama untuk membentuk karakter sportif anak-anak usia sekolah. Sportivitas, yang mencakup kejujuran, rasa hormat, dan etika bermain yang baik, merupakan pilar penting dalam perkembangan diri dan interaksi sosial di dunia olahraga. Coaching clinic dipilih sebagai metode intervensi yang memungkinkan terjadinya transfer pengetahuan dan pembentukan perilaku secara langsung dan terstruktur. Dalam pelaksanaannya, kami mengintegrasikan prinsip-prinsip komunikasi olahraga yang efektif. Ini meliputi pemberian instruksi yang jelas dan bernada positif, penyampaian umpan balik yang konstruktif untuk perbaikan, penerapan teknik mendengarkan aktif untuk memahami kebutuhan pemain, serta memfasilitasi diskusi mendalam mengenai pentingnya fair play dan rasa hormat, baik kepada rekan satu tim maupun lawan. Desain komunikasi ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan keterampilan teknis bermain basket, tetapi juga untuk menanamkan etos sportivitas secara intrinsik. Kami percaya bahwa dengan komunikasi yang tepat, anak-anak dapat tumbuh menjadi pemain basket yang lebih mahir sekaligus individu yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur. Hasil yang diharapkan adalah terciptanya lingkungan olahraga yang sehat dan positif, di mana para pemain di Escostratos Basketball Club Bandung tidak hanya unggul dalam permainan, tetapi juga menjadi teladan dalam hal sportivitas. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil membuat anak-anak sekolah memahami pentingnya menumbuhkan sportivitas dalam setiap aspek permainan basket mereka.
PENGEMBANGAN DAN KETEKUNAN ANAK MELALUI KEGIATAN SULAM STRIMIN DI YAYASAN RPB BINTARO Fivanda Fivanda; Jennifer Hung; Vanesa
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v9i1.36865

Abstract

Amid the rapid development of technology and the strong influence of popular culture, Generation Alpha children are increasingly accustomed to visual and digital media that present information instantly. This condition highlights the need for alternative learning spaces that balance digital stimulation with creative activities that foster patience and perseverance. This Community Service (PKM) program aims to develop creativity and perseverance among Generation Alpha children through strimin embroidery activities. The participants were foster children aged 13–14 years under the Rumah Pagi Bahagia Foundation, Bintaro. The training was conducted offline using a participatory approach that emphasized hands-on learning experiences. The activity began with an introduction to tools, materials, and basic basting stitch techniques, followed by embroidery practice on strimin fabric until the completion of individual works. To accommodate the visual preferences of Generation Alpha, the PKM team provided attractive basic patterns themed around flora, fauna, and cartoon characters. These patterns served as initial guides to help participants understand embroidery techniques while allowing creative exploration through individual choices of color combinations and stitching styles. Evaluation was conducted through direct observation, questionnaires, and pre-test and post-test comparisons administered before and after the training. The results showed that 84% of participants were able to follow the entire training process consistently. The embroidery activities helped improve focus, patience, and perseverance while encouraging creative expression. In conclusion, strimin embroidery training is an effective learning medium for fostering creativity and perseverance among Generation Alpha children through a contextual and humanistic approach that remains relevant to current developments in popular culture and technology Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kuatnya pengaruh budaya populer, anak-anak Generasi Alpha semakin terbiasa dengan media digital yang menampilkan informasi secara visual dan instan. Kondisi ini mendorong perlunya ruang belajar alternatif yang tidak hanya menstimulasi kreativitas, tetapi juga melatih ketekunan dan kesabaran melalui aktivitas keterampilan tangan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengembangkan kreativitas dan ketekunan anak Generasi Alpha melalui kegiatan sulam strimin. Peserta kegiatan merupakan anak asuh Yayasan Rumah Pagi Bahagia Bintaro berusia 13–14 tahun. Pelatihan dilaksanakan secara luring dengan pendekatan partisipatif yang menekankan pengalaman belajar langsung. Proses kegiatan dimulai dengan pengenalan alat, bahan, dan teknik dasar tusuk jelujur, kemudian dilanjutkan dengan praktik menyulam pada kain strimin hingga tahap penyelesaian karya. Untuk menyesuaikan karakter Generasi Alpha yang akrab dengan visual populer, tim PKM menyediakan pola dasar yang menarik dengan tema flora, fauna, dan karakter kartun. Pola ini berfungsi sebagai panduan awal agar peserta lebih mudah memahami teknik dasar, sekaligus memberikan ruang eksplorasi kreativitas melalui pemilihan warna dan gaya jahitan sesuai preferensi masing-masing. Tahap evaluasi dilakukan melalui observasi, kuesioner, serta perbandingan hasil pre-test dan post-test yang diberikan sebelum dan setelah pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 84% peserta mampu mengikuti seluruh rangkaian pelatihan secara konsisten dan antusias. Proses menyulam terbukti membantu peserta melatih fokus, kesabaran, dan ketekunan dalam menyelesaikan karya. Dengan demikian, kegiatan sulam strimin dapat menjadi media pembelajaran yang efektif untuk mengembangkan kreativitas dan ketekunan anak Generasi Alpha melalui pendekatan yang kontekstual, humanis, dan relevan dengan perkembangan budaya populer dan teknologi masa kini.
INTERVENSI PELATIHAN KOMUNIKASI ASERTIF DAN PERSUASIF PADA KOMUNITAS JURU PEMANTAU JENTIK RW 07 Brenda Asnaputri Bu’ulolo; Christie Anjelique Latif; Christie Clara Pingkan Poluakan; Keysha Zaretha Adhisty Layla; Samira Estu Wijidani; Vanessa Julianne Manalu; Penny Handayani
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v9i1.36878

Abstract

The number of Dengue Hemorrhagic Fever cases in Indonesia has reached 10,752 and remains a public health issue requiring greater attention from both the government and the community. The Mosquito Monitoring Community (Jumantik) serves as a community group responsible for monitoring and supervising local residents to ensure their environment is free from mosquito larvae. In carrying out their duties, the cadres are expected to provide education through public outreach so that residents can understand strategies to prevent mosquito larvae inside their homes. However, in practice, some residents refuse home inspections and show indifference toward cleanliness. Additionally, the importance of maintaining a larva-free home is not well understood by many residents. The communication approaches used by the cadres to engage with the community also often result in discomfort among the residents. Furthermore, Jumantik cadres do not receive training on how to properly conduct educational outreach. Therefore, an intervention in the form of assertive and persuasive communication training is necessary to improve their communication skills. Follow-up actions such as coaching and the distribution of questionnaires were also carried out to monitor progress in communication skills after the training. The results showed positive development in the communication abilities of the Jumantik cadres, especially in persuasive communication. Representatives of neighborhood associations (RT) and residents also reported improvements in the communication skills of the Jumantik cadres.
INTEGRATING TECHNICAL AND COMMUNITY TRAINING FOR SOLAR ENERGY ADOPTION: A CASE STUDY OF BARENGKOK VILLAGE Sri Hastuty; Yudi Rahmawan; Khusnun Widiyati; Yose Fachmi Buys; Iman Kartolaksono Reksowardojo; Syuja Lagusma; Fayza Yulia
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v9i1.37050

Abstract

Access to clean and sustainable energy remains limited in rural Indonesia, constraining social and economic activities. To address this issue, a community-based program was conducted in Barengkok Village, Bogor Regency, focusing on the installation, socialization, and maintenance training of solar photovoltaic (PV) street lighting systems. The program aimed to promote renewable energy awareness and strengthen local capacity for sustainable energy management. A participatory approach was applied, integrating three activities: installation of solar PV lamps at strategic sites, education on clean energy and carbon footprint reduction, and hands-on maintenance training. Program evaluation involved pre- and post-tests, observations, and participant satisfaction surveys. Results showed a clear improvement in participants’ understanding and technical competence. Average scores for PV knowledge and carbon awareness increased from 68.48% to 75.00%, Furthermore, 96% of the participants expressed high satisfaction. This initiative demonstrates that community-based renewable energy education effectively enhances technical literacy, supports carbon reduction goals, and fosters long-term energy sustainability in rural areas.
PEMBELAJARAN SENI RUPA BERBASIS OIL PASTEL UNTUK MENINGKATKAN MOTORIK HALUS DAN KREATIVITAS ANAK SEKOLAH DASAR BAYONGBONG PONTANG SERANG BANTEN Heru Budi Kusuma; Junita Kerin; Viona Elika
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v9i1.37171

Abstract

Kegiatan menggambar merupakan salah satu bentuk ekspresi diri yang penting dalam perkembangan anak usia sekolah dasar. Media oil pastel sebagai alat bantu menggambar memiliki karakteristik warna yang kuat dan mudah diaplikasikan, sehingga sangat cocok digunakan untuk merangsang kreativitas dan keberanian anak dalam berekspresi visual. Pelatihan menggambar menggunakan oil pastel di tote bags terhadap siswa kelas 3 dan 4 di Sekolah Dasar Negeri Bayongbong, untuk memberikan Pelajaran tentang Teknik mengontrol Gerakan tangan, mengatur tekanan dan arah goresan. Metode pelatihan dilakukan secara bertahap melalui pendekatan demonstratif dan praktik langsung, dengan fokus pada pengenalan media, teknik dasar penggunaan oil pastel, dan eksplorasi warna serta bentuk. Penggunaan media oil pastel memberikan pengalaman sensorik yang kaya karena teksturnya yang lembut dan warnanya yang cerah, sehingga dapat meningkatkan keberanian anak dalam bereksperimen dengan warna dan bentuk. Selain itu, menggambar juga dapat meningkatkan konsentrasi, ketekunan, dan rasa percaya diri anak. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam beberapa aspek: pengetahuan tentang media menggambar meningkat sebesar 72%, motivasi siswa dalam menggambar meningkat hingga 90%, keberanian menggunakan warna meningkat sebesar 85%, dan kreativitas siswa meningkat sebesar 63%. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan menggambar dengan oil pastel tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa terhadap media seni rupa, tetapi juga mampu mendorong minat dan keterampilan motorik halus mereka. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi alternatif pembelajaran seni yang menyenangkan dan bermanfaat bagi perkembangan anak di sekolah dasar.