cover
Contact Name
Irham Iskandar
Contact Email
jurnallitbangbappeda@gmail.com
Phone
+6281377199442
Journal Mail Official
jurnallitbangbappeda@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tgk. H. Mohd. Daud Beureueh No.26 Banda Aceh kode pos 23121
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Ekonomi Dan Pembangunan
ISSN : 08529124     EISSN : 27147754     DOI : -
Core Subject : Economy,
Journal of Economics and Development (JEP) discusses empirical research or conceptual articles in the field of economics which include development planning, regional economics, public economics, industrial economics, safety economics, international economics, Islamic economics, finance and banking.
Articles 66 Documents
ANALISIS PENDAPATAN DAN SKALA PERTANIAN KOPI ROBUSTA DI KECAMATAN JAYA KABUPATEN ACEH JAYA Akhmad Baihaqi; Yusya Abubakar; Yusdiana Yusdiana; Emmia Tammbarta Kembaren
Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Vol 14, No 1 (2023): JURNAL EKONOMI DAN PEMBANGUNAN
Publisher : Bappeda Provinsi Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jep.v14i1.775

Abstract

Kabupaten Aceh Jaya merupakan penghasil kopi robusta yang pernah jaya waktu sebelum konflik (sebelum tahun 1998), produksi biji kopi Robusta mencapai 30 ton per tahun namun sekarang hanya 10 ton sampai 15 ton. Petani memilih tanaman kopi bernilai tinggi yang sesuai dengan cuaca dan kondisi tanah setempat, sehingga dapat memenuhi kebutuhan kebutuhan hidup keluarga petani. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui besar pendapatan yang diterima petani kopi robusta serta mengetahui skala usaha yang layak pada usahatani kopi robusta. Hasil penelitian Usahatani kopi robusta menguntungkan dan layak untuk dilanjutkan, dilihat bahwa rata-rata pendapatan petani kopi robusta sebesar  sebesar Rp. 1.699.724 per bulan, dengan nilai B/C ratio sebesar 5,75. BEP jumlah produksi sebesar 98 kg per tahun, rata-rata produksi 661 kg per tahun.  Untuk BEP harga sebesar Rp. 5.361 per kg sedangkan rata-rata harga jual sebesar Rp. 36.180 per kg. Selanjutya untuk BEP luas lahan luas lahan, titik impas lahan garapan hanya 0,15 ha, sedangkan konsidi di lapangan rata-rata petani kopi robusta mempunyai lahan 1,06 ha.
PENGARUH INFLASI, PDRB DAN UPAH MINIMUM TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA SEKTOR PERTANIAN DI KABUPATEN PIDIE Zulkarnain Zulkarnain; Rahmaddiansyah Rahmaddiansyah; Nadia Ulfa; Bagio Bagio
Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Vol 14, No 1 (2023): JURNAL EKONOMI DAN PEMBANGUNAN
Publisher : Bappeda Provinsi Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jep.v14i1.776

Abstract

Penyerapan tenaga kerja merupakan masalah penting dalam pembangunan daerah. Penyerapan tenaga kerja pada dasarnya dipengaruhi oleh tingkat pertumbuhan ekonomi (PDRB), tingkat inflasi, dan tingkat upah. Kondisi pertumbuhan jumlah penduduk usia kerja pada Kabupaten Pidie tahun 2011-2020 mengalami perbadingan yang fluktuatif. Pada tahun 2011 penduduk yang bekerja di Kabupaten Pidie mengalami pertumbuhan sebesar 1,73% dan ditahun 2014 turun menjadi 1,42%. Kemudian di tahun 2015 laju pertumbuhan penduduk yang bekerja naik lagi sebesar 2,02% penurunan jumlah pertumbuhan penduduk yang bekerja diduga karena karena faktor migrasi (perpindahann penduduk). Kondisi meningkatnya jumlah penduduk angkatan kerja 170.251 jiwa ditahun 2011 menjadi 215. 316 di tahun 2020 artinya perlu peningkatan kesempatan kerja. Karena apabila antara pertumbuhan angkatan kerja dan penciptaan lapangan kerja tidak sebanding dengan jumlah permintaan tenaga kerja yang mampu menyerapnya akan menjadi masalah dalam dunia ketenagakerjaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Inflasi, PDRB dan Upah Minimum terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Sektor Pertanian di Kabupaten Pidie tahun 2011-2020. Metode analisis yang digunakan adalah metode penelitian bersifat asosiatif kausal dengan pendekatan kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa, (1) Inflasi berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap penyerapan tenga kerja sektor pertanian, (2) PDRB berpengaruh negatif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja sektor pertanian, dan (3) Upah minimum berpengaruh negatif signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja sektor pertanian di Kabupaten Pidie. 
TINGKAT PARTISIPASI ANGGOTA KOPERASI NELAYAN CAMAR LAUT DI KECAMATAN JOHAN PAHLAWAN KABUPATEN ACEH BARAT Teuku Athaillah; Ayu Novita; Cut Faradilla; Safrika Safrika
Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Vol 14, No 1 (2023): JURNAL EKONOMI DAN PEMBANGUNAN
Publisher : Bappeda Provinsi Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jep.v14i1.778

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk partisipasi anggota terhadap Koperasi Nelayan Camar Laut. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Penentuan lokasi penelitian dilaksanakan secara purposive sampling, sedangkan penentuan sampel dilakukan dengan teknik sampling jenuh. Hasil analisis data partisipasi anggota terhadap partisipasi organisasi menunjukkan skor 73,62 yang mana termasuk pada kategori kurang aktif. Sedangkan pada partisipasi permodalan (skor 87,66) dan pemanfaatan unit usaha (skor 88) anggota koperasi termasuk pada kategori sangat aktif.
ANALISIS PENGARUH PENGELUARAN PEMERINTAH TERHADAP KEMISKINAN DI PROVINSI BENGKULU Septriani Septriani
Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Vol 14, No 1 (2023): JURNAL EKONOMI DAN PEMBANGUNAN
Publisher : Bappeda Provinsi Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jep.v14i1.779

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh belanja fungsi kesehatan, belanja fungsi pendidikan, dan belanja perlindungan social  terhadap kemiskinan pada kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diambil dari Kementerian Keuangan dan Badan Pusat Statistik. Adapun alat analisis yang digunakan adalah analisis regresi data panel. Berdasarkan hasil regresi data panel, diperoleh  random effect model sebagai model terbaik. Berdasarkan uji t diperoleh hasil bahwa secara parsial belanja fungsi kesehatan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan pada α (0,05), kemudian belanja fungsi pendidikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemiskinan pada α (0,05), sedangkan belanja perlindungan social   tidak berpengaruh terahadap kemiskinan. Kemudian secara simultan variabel belanja fungsi kesehatan, belanja fungsi pendidikan, dan belanja fungsi perlindungan social  berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemiskinan pada α (0,05) dengan hasil nilai Adjusted R-square sebesar 0.3318 atau sebesar 33,18 persen. Artinya pada penelitian ini masih banyak variabel di luar model yang mempengaruhi kemiskinan. Pada penelitian ini ditemukan bahwa program pemerintah daerah dalam belanja fungsi kesehatan dan belanja fungsi pendidikan telah memberikan dampak yang signifikan terhadap kemiskinan di Provinsi Bengkulu. Sementara belanja fungsi perlindungan social tidak berdampak pada kemiskinan di Provinsi Bengkulu. Oleh kerena itu, pemerintah daerah dapat meningkatkan belanja fungsi kesehatan dalam upaya pengentasan kemiskinan di Provinsi Bengkulu, sementara untuk belanja fungsi pendidikan, pemerintah daerah Provinsi Bengkulu perlu mengalokasikan anggaran untuk program yang tepat sehingga mampu meningkatkan kualitas pendidikan. Sedangkan pada belanja fungsi perlindungan social, pemerintah daerah Provinsi Bengkulu perlu membuat program yang bersifat mitigasi jangka panjang dan pengawasan yang ketat dalam pemberian bantuan social kepada masyarakat, sehingga akan memberikan dampak yang signifikan dalam pengentasan kemiskinan di Provinsi Bengkulu.
PENGARUH INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA DAN PENGANGGURAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI PROVINSI ACEH Masdi Masdi; Nanda Yuniza; Nurkhalis Nurkhalis
Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Vol 14, No 1 (2023): JURNAL EKONOMI DAN PEMBANGUNAN
Publisher : Bappeda Provinsi Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jep.v14i1.781

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui tentang pengaruh indeks pembangunan manusia dan tingkat pengangguran terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Aceh. Penelitian ini menggunakan data sekunder Indeks Pembangunan Manusia dan Tingkat Pengangguran tahun 2017-2021 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh. Adapun alat analisis yang digunakan adalah regresi data panel 23 Kabupaten/Kota di provinsi Aceh menggunakan eviews 10. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh variabel Indeks Pembangunan Manusia dan variabel Pengangguran tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel pertumbuhan ekonomi, disebabkan adanya hubungan negatif antara Indek Pembangunan Manusia dengan Pertumbuhan Ekonomi terdapat ada faktor lain yang mempengaruhinya dimana pertumbuhan ekonomi tumbuh disebabkan dipengaruhi oleh sektor konsumsi. Sedangkan variabel pengangguran juga tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel pertumbuhan ekonomi, meningkatnya pengangguran berdampak pertumbuhan ekonomi menurun karena daya beli masyarakat turun juga dipengaruhi oleh faktor keamanan sehingga mengakibatkan kurangnya minat bagi pengusaha untuk berinvestasi oleh karena itu pemerintah harus berupaya untuk mencari investor dan menjaga keamanan yang stabil serta program pemerintah harus ada peningkatan terhadap sumber daya manusia sehinggai nilai IPM lebih meningkat
ANALISIS PERMINTAAN TELUR AYAM RAS DI INDONESIA DENGAN PENDEKATAN MODEL ARDL Murtala Murtala; Nurchaliza Nurchaliza
Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Vol 14, No 1 (2023): JURNAL EKONOMI DAN PEMBANGUNAN
Publisher : Bappeda Provinsi Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jep.v14i1.780

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jangka pendek dan jangka panjang Harga Telur Ayam Ras, Harga Telur Ayam Buras, Jumlah Penduduk dan Pendapatan Perkapita terhadap Permintaan Telur Ayam Ras di Indonesia. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data seri waktu (time series) periode 1989-2018. Metode analisis data yang digunakan adalah pendekatan Autoregressive Distributed Lag (ARDL) dan alat analisis menggunakan bantuan software Eviews 10. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel permintaan telur ayam ras, harga telur ayam ras, harga telur ayam buras dan pendapatan perkapita stasioner pada tingkat first difference dan variabel jumlah penduduk stasiner pada tingkat level serta terkointegrasi dalam hubungan jangka panjang. Hasil dari penelitian ini adalah dalam model persamaan jangka pendek dan jangka panjang diketahui bahwa variabel harga telur ayam ras berpengaruh negatif dan signifikan terhadap permintaan telur ayam ras dan variabel harga telur ayam buras dalam jangka pendek berpengaruh positif tapi tidak signifikan terhadap permintaan telur ayam ras dan model persamaan jangka panjang berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap permintaan telur ayam ras.Variabel jumlah penduduk dan pendapatan perkapita dalam jangka pendek maupun jangka panjang berpengaruh positif dan signifikan terhadap permintaan telur ayam ras di Indonesia