Widya Accarya
Widya Accarya, 2085-0018 (Print ISSN), 2722-8339 (Electronic ISSN) is the Journal of Education who published research articles and of theoretical articles in education which published by Faculty of Teacher Training and Pedagogy, Dwijendra University. The journal is published twice a year every April and October published by Faculty of Teacher Training and Pedagogy. This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: • Education • Language Teaching and Learning • Classroom Action Research • Morphology • Syntax • Phonology • Semantic • Pragmatic • Discourse Analysis • Translation • Comparative Linguistics History • Applied Linguistic
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 7 No 1 (2017): Widya Accarya"
:
10 Documents
clear
HUBUNGAN GAYA BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR ILMU ALAMIAH DASAR PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA DAN DAERAH FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS DWIJENDRA TAHUN AKADEMIK 2016/2017
ARYAWAN, I WAYAN
Widya Accarya Vol 7 No 1 (2017): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (221.797 KB)
|
DOI: 10.46650/wa.7.1.429.%p
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gaya belajar dengan prestasi belajar Ilmu Alamiah Dasar pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Dwijendra tahun akademik 2016/2017. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survey, sedangkan anggota sampel ditentukan dengan metode sensus dengan jumlah responden sebanyak 47 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis Chi Square dan Koefisien Kontingensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mempunyai gaya belajar visual sebanyak 21 orang (44,7%) dan sebagian besar prestasi belajar mahasiswa adalah baik sebanyak 23 orang (48,9 %). Hasil perhitungan dengan analisis Chi Square diperoleh Ï?2hitung =25,282 >Ï? 2tabel = 15,507 dan Ï value = 0,001 < 0,05. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara gaya belajar dengan prestasi belajar Ilmu Alamiah Dasar pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Dwijendra tahun akademik 2016/2017. Nilai Koefisien Kontingensi diperoleh sebesar 0,591 menyatakan bahwa tingkat keeratan hubungan gaya belajar terhadap prestasi belajar adalah sedang. Jadi jika mahasiswa menyadari gaya belajar dan menggunakan cara-cara yang efektif sesuai dengan gaya belajar tersebut maka akan diperoleh prestasi yang optimal. Kata Kunci: Gaya Belajar, Prestasi Belajar
IMPLEMENTASIMODEL PEMBELAJARAN VALUES TIME PIE DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PPKN SISWA KELAS VII A SMP NEGERI 2 KUTA UTARA KABUPATEN BADUNG
SUJANA, I GEDE
Widya Accarya Vol 7 No 1 (2017): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (151.268 KB)
|
DOI: 10.46650/wa.7.1.430.%p
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan model  pembelajaran Values Time Pie dalam meningkatkan prestasi belajar PPKn siswa Kelas VII A SMP Negeri 2 Kuta Utara Kabpaten Badung. Dengan rumusan masalah yang diajukan apakah dengan Model pembelajaran Values Time Pie dapat meningkatkan prestasi belajar siswa di Kelas VII A SMP Negeri 2 Kuta Utara Kabupaten Badung. Model pembelajaran ini berkaloborasi dengan guru mata pelajaran PPKn kelas VII A SMP Negeri 2 Kuta Utara. Subyek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas VII A dengan jumlah 40 orang, terdiri dari 17 siswa laki-laki dan 23 siswa perempuan, dan sasaran utama dalam penelitian ini adalah mmeningkatkan prestasi belajar pada mata pelajaran PPKn. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi dan tes, sedangkan analisis data menggunakan teknik deskriptif kuantitatif.Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan kemampuan siswa dalam penyelesaian soal dan diskusi kelompok. Hal ini ditunjukan dengan peningkatanprestasi belajar siswa siklus I pada pertemuan pertama walaupun belum mencapai target. Pada pertemuan pertama sudah 66,67% siswa yang mendapatkan prestasi yang baik, pada pertemuan kedua dapat dilihat peningkatan prestasi belajar siswa-siswa tersebut walaupun belum mencapai target, pada pertemuan kedua sudah 76,19% siswa mendapatkan hasil yang baik. Pada pertemuan ketiga mengalami peningkatan yang lebih baik yakni 100% sehingga sudah mencapai ketuntasan 80%. Hasil uji kompetensi siklus I pertemuan ketiga lebih baik dibandingkan pertemuan kesatu dan kedua. Keaktifan siswa dan prestasi belajar siswa mengalami peningkatan, hal ini ditunjukan prosentase prestasi belajar siswa pada siklus I pertemuan pertama yakni 66,67%, pertemuan kedua 76,19%, dan pertemuan ketiga 100%. Hal ini nampak bahwa aktivitas siswa selama proses pembelajaran sudah sangat baik sehingga mengalami peningkatan prestasi belajar yang bagus. Dari uraian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Values Time Pie dapat meningkatkan prestasi belajar PPKn siswa Kelas VII A SMP Negeri 2 Kuta Utara pada mata pelajaran PPKn tahun pelajaran 2016/2017. Kata kunci:Model pembelajaran Values Time Pie, Prestasi belajar siswa, mata pelajaran PPKn.Â
EKSISTENSI PEREMPUAN BALI DALAM POLITIK
KARTIKA, I MADE
Widya Accarya Vol 7 No 1 (2017): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (120.876 KB)
|
DOI: 10.46650/wa.7.1.431.%p
Setiap warga negara Indonesia mempunyai hak dan kewajiban. Salah satu hak dan kewajiban tersebut adalah hak politik. Hak politik merupakan hak semua warga negara termasuk kaum perempuan untuk berkiprah dalam bidang politik. Eksistensi perempuan dalam rangka menuju kesetaraan gender dalam bidang politik, pemerintah telah melakukan regulasi dengan mengeluarkan Undang-Undang Pemilu dan Partai Politik bahwa dalam pemilu legislatif ditetapkan quota perempuan sebesar 30 %. Eksistensi perempuan Bali sebagai bentuk partisipasi politik warga negara terlihat dalam keterlibatan dan  keterwakilannya dalam setiap aktivitas politik khususnya dalam pemilu legislatif.Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah eksistensi perempuan Bali dalam politik yang terlihat pada keterwakilannya dan partisipasi politik dalam pemilu legislatif tahun 2014 di Provinsi Bali?. Sedangkan tujuan penelitian adalah untuk mengetahui eksistensi perempuan Bali dalam politik khusus pada keterwakilan dan partisipasi politiknya dalam pemilu legislatif tahun 2014 di Provinsi Bali.Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pencatatan dokumentasi, dan teknik kepustakaan. Kemudian analisis data yang digunakan dalam pemecahan permasalahan yang terdapat dalam penelitian ini mengunakan analisis kualitatif, sedangkan penyajiannya secara deskriptif komparatif.Berdasarkan hasil penelitian, eksistensi perempuan Bali yang terlihat pada keterwakilannya dalam pemilu legislatif 2014 adalah sebanyak 168 orang atau sebesar 37% dari 460 orang anggota yang ada dalam daftar calon tetap. Sedangkan dalam hasil pemilu legislatif, menunjukkan keterwakilannya hanya mencapai 5 orang atau 9.0% dari quota yang telah ditentukan, ini berarti pemilu 2014 keterwakilan perempuan belum mencapai quota 30% seperti yang diamnatkan oleh Undang-Undang Pemilu dan Partai Politik. Kata Kunci : Eksistensi, Perempuan Bali, Politik.
PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN TERHADAP PERILAKU PRIMORDIALISME
PURANA, I MADE
Widya Accarya Vol 7 No 1 (2017): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (51.598 KB)
|
DOI: 10.46650/wa.7.1.432.%p
Pendidikan pada hakikatnya mengandung tiga jenis kegiatan, antara lain sebagai berikut. (1) Mendidik adalah membentuk kepribadian individu atau kelompok. (2) Mengajar adalah menanamkan kemampuan berpengetahuan. (3) Melatih adalah memupuk supaya terampil mempraktikkan kemampuannya di masyarakat. Pendidikan merupakan proses memanusiakan manusia. Pendidikan merupakan upaya sadar yang diarahkan untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik di segala aspek kehidupan. Namun, kenyataannya masih saja ada pemikiran atas ide yang mengutamakan kepentingan suatu kelompok atau komunitas dalam masyarakat. Oleh karena itu, pengetahuan ilmu agama dan kebudayaan mutlak diperlukan. Kata kunci: Pendidikan, prilaku, primordialismeÂ
PERANAN AWIG-AWIG DALAM MELESTARIKAN ADAT DAN BUDAYA DI BALI
RINDAWAN, I KETUT
Widya Accarya Vol 7 No 1 (2017): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (71.417 KB)
|
DOI: 10.46650/wa.7.1.433.%p
Bali sebagai daerah pariwisata yang terkenal karena keindahan alamnya dan budaya yang dikuatkan dengan adatnya. Sesungguhnya Adat dan budaya di Bali disinari oleh agama Hindu, sehingga adat dan budaya serta kehidupan agama Hindu di Bali sangat kuat dan saling mengait tidak bisa dipisahkan. Dalam rangka menyikapi perkembangan global sudah tentu timbul kekhawatiran akan tergerusnya kehidupan masyarakat adat dan budaya di Bali karena berdampak pada perkembangan pola pikir orang Bali. Untuk itu peranan Pemerintah Daerah baik Propinsi maupun Kabupaten/Kota menginstrusikan kepada dinas terkait yaitu Dinas Kebudayaan. Dimana masing-masing supaya semua mararakat adat di bali memiliki awig-awig sebagai dasar/ landasan mengatur dan melaksanakan adat di desa masing-masing. Maka akan dicoba meneliti â?? Peranan Awig-awig Dalam Melestarikan Adat dan Budaya di Baliâ?. Dari judul di atas rumusan masalah yang akan dibahas adalah sebagai berikut: 1). Apa fungsi Awig _ Awig sebagai control sosial terhadap Desa adat di bali; 2). Apa Peran awig â?? Awig dalam melestarikan Adat dan Budaya di Bali Metoda penelitian yang digunakan dalam penelitian ini dianalisis secara deskriftif kualitatif. Dari analisis data yang diperoleh dalam penelitian ini dimana fungsi awig-awig dalam melestarikan adalah melalui penerapan awig-awig di desa dapat mengantisipasi perubahan-perubahan dengan tetap mempertahankan nilai-nilai agama Hindu. Untuk mempertahan nilai- nilai adat dan budaya awig-awig merupakan alat atau dasar untuk mengatur masyarakat dalam beraktifitas kesehariannya di masyarakat adat. Sedangkan peranan awig-awig dalam melestarikan Adat dan Budaya di Bali adalah sebagai dasar mengatur perilaku warga dalam kehidupan masyarakat adat karena sesungguhnya awig-awig itu merupakan politik hukum nya desa adat dalam pempertahankan eksistensinya dalam menghadapi tantangan global terutama bali sebagai daerah pariwisata yang setiap hari warga bali bergesekan dengan orang asing. Kata Kunci: Awig-Awig , Melestarikan Adat dan Budaya.Â
SINERGI PEMERINTAH DESA DAN BADAN PERMUSYAWARATAN DESA (BPD) DALAM PEMBANGUNAN DESA DI BIDANG PENDIDIKAN DI DESA PADANGSAMBIAN KAJA KECAMATAN DENPASAR BARAT KOTA DENPASAR TAHUN 2017
SUDIARTA, I NENGAH
Widya Accarya Vol 7 No 1 (2017): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (83.81 KB)
|
DOI: 10.46650/wa.7.1.434.%p
Berdasarkan Undang â?? Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah Pasal 200 ayat (1), maka dapat diketahui bahwa dalam penyelenggaraan pemerintah desa ada 2 (dua) unsur pemerintahan penting yang berperan di dalamnya yaitu : pemerintahan desa dan badan permusyawaratan desa. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui Bagaimana hubungan antara pemerintah desa dan badan permusyawaratan desa ( BPD ) dalam pembangunan desa di bidang pendidikan di Desa Padangsambian Kaja Kecamatan Denpasar Barat Kota Denpasar dan (2) Untuk mengetahui Apa kendala-kendala yang di hadapi oleh pemerintah desa dan badan permusyawaratan desa ( BPD ) dalam pembangunan desa di bidang pendidikan di Desa Padangsambian Kaja Kecamatan Denpasar Barat Kota Denpasar. Teknik pengumpulan data menggunakan data primer melalui metode wawancara dan data sekundernya dengan metode dokumentasi. Tehnik analisis datanya menggunakan deskriptif kualitatif.Hasilpenelitiannya, yaituHubungan Pemerintah Desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam pembangunan desa di bidang pendidikan sudah dilakukan secara optimal,perencanaan kepala desa dan BPD dalam merencanakan pembangunan Desa di bidang pendidikan sudah menunjukan adanya kordinasi yang bagus dalam hal pemberian bantuan kepada anak- anak yang kurang mampu seperti bantuan sarana, perbaikan gedung sekolah, bantuan tong sampah,penyampaian informasi kepada masyarakat dalam hal perencanaan pembangunan pendidikan sudah di lakukan secara optimal. Kendala- kendala yang di hadapi yaitu partisipasi masyarakat dalam pembangunan Desa di bidang pendidikan masih kurang maksimal, pertemuan di tingkat Desa antara pemerintah Desa dan BPD yaitu membahas tentang program- program desa sudah terlaksana dengan baik. Kata Kunci : Hubungan Pemerintah Desadan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Dalam   Pembangunan DesaÂ
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KELUARGA DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI MORAL ANAK ( STUDI DI TAMAN PENITIPAN ANAK WERDHI KUMARA I PANJER KECAMATAN DENPASAR SELATAN)
SUTIKA, I MADE
Widya Accarya Vol 7 No 1 (2017): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (92.041 KB)
|
DOI: 10.46650/wa.7.1.435.%p
Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari ayah,ibu dan anak yang hidup bersama dan saling berinteraksi dengan penuh ikatan emosional.. Seringkali sikap dan prilaku orang tua yang baik dan benar, tanpa disadari justru menghalangi terwujudnya pembentukan nilai-nilai moral yang baik bagi anak.Perilaku anak yang cenderung lekas marah, kurang hormat terhadap orang tua, bersikap kasar, kurang disiplin merupakan faktor utama dalam menentukan anak dalam menghadapi krisis moral Implementasi pendidikan keluarga sangat penting sebagai peletak dasar dalam memberikan bimbingan, arahan, nasehat, pembentukan disiplin yang berlandaskan nilai-nilai moral harus senantiasa ditanamkan dan dikembangkan oleh orang tua terhadap anak dalam kehidupan keluarga.Walaupun waktu sangat minimal yang dimiliki oleh orang tua harap dipergunakan dengan sebaik-baiknya disadari pula bahwa pada umumnya secara realitas sangat sibuk maka kolaboratif, kordinatif perlu kedua belah pihak dalam pembentukan nilai â?? nilai moral anak.          Sebagai permasalahan utama dalam penelitian ini adalah bagaimanakah implementasi pendidikan keluarga dalam pembentukan nilai-nilai moral anak. Metode pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pencatatan dokumen, wawancara dan observasi dengan responden orang tua dan kepala lembaga Taman Penitipan Anak. Setelah data dikumpulkan dan dianalisis dengan teknik analisis dtskriptif kualitatif.          Berdasarkan analisis data hasil yang diperolah dalam penelitian ini adalah, keberadaan orang tua tetap memegang peranan yang sangat penting dalam pembentukan nilai-nilai moral anak seperti menanamkan sikap jujur, disiplin, bertanggung jawab, relegius, peduli lingkungan, menyediakan waktu untuk anak, membantu memecahkan masalah, menegur bila salah. Untuk itu diharapkan kepada semua orang tua jangan sama sekali mengabaikan pendidikan dalam keluarga karena sebagai dasar atau fundamen dalam pembentukan nilai â??nilai moral anak selanjutnya Kata kunci: peranan pendidikan keluarga, moral anak.
PELAKSANAAN PERKAWINAN NYENTANA DALAM RANGKA MENGAJEGKAN SISTEM KEKELUARGAAN PATRILINEAL DI BALI
Sujana, I Putu Windu Mertha
Widya Accarya Vol 7 No 1 (2017): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (75.58 KB)
|
DOI: 10.46650/wa.7.1.436.%p
Sistem perkawinan yang berlaku di suatu daerah, dipengaruhi oleh sistem kekeluargaan yang berlaku di daerah tersebut. Masyarakat Bali menganut sistem ke bapaan atau patrilineal (Vaderrechtelijk). Sistem ke bapaan atau patrilineal yaitu memperhitungkan hubungan kekerabatan melalui garis keturunan dari pihak laki-laki atau purusa. Berdasarkan hal tersebut terlihat bahwa anak laki-laki yang berperan dalam keluarga Hindu, ini berarti anak wanita tidak mempunyai tempat dalam keluarga dan selanjutnya tertutuplah kelanjutan keluarga tersebut bila hanya terlahir anak wanita atau anak-anak wanita saja. Keadaan demikian akan menimbulkan kecemasan dalam keluarga tersebut. Namun adat dan agama Hindu memberikan jalan keluar yaitu dengan melaksaakan perkawinan nyentana untuk anak wanitanya. Sehingga dapat dikatakan bahwa perkawinan nyentana dilaksanakan dalam rangka mengajegkan sistem kekeluargaan patrilineal di Bali, hal tersebut dapat dilihat dengan dilaksanakannya perkawinan nyentana sebagai upaya untuk mengatasi ketidak hadiran anak laki-laki dalam suatu keluarga Hindu dan hanya dengan perkawinan nyentana akan dapat beralih kedudukan dan beralih hak dan kewajiban dari anak wanita menjadi anak laki-laki di dalam sistem kekeluargaan patrilineal. Kedudukan wanita yang tadinya sudah di sentana rajegkan akan berubah kedudukannya atau statusnya menjadi laki-laki. Kata-kata kunci: Perkawinan Nyentana, Mengajegkan,Patrilineal.Â
PENTINGNYA KUALITAS HUBUNGAN ANTAR PRIBADI KONSELOR DALAM KONSELING REALITAS
TIRTAWATI, ANAK AGUNG RAI
Widya Accarya Vol 7 No 1 (2017): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (107.99 KB)
|
DOI: 10.46650/wa.7.1.445.%p
Konseling realitas bertumpu pada ide sentral bahwa kita memilih sendiri perilaku kita dan oleh karena itu kita bertanggung jawab tidak hanya atas apa yang kita lakukan tetapi juga atas bagaimana kita berpikir dan merasakan. Arah sasaran umum dari sistem konselingnya adalah menyediakan suatu kondisi yang akan menolong klien untuk bisa mengembangkan kekuatan psikologis untuk mengevaluasi perilakunya sekarang, dan untuk bisa mendapatkan perilaku yang lebih efektif. Proses belajar berperilaku efektif ini dapat difasilitasi dengan menciptakan lingkungan konseling yang hangat , bisa menerima, dan aplikasi berbagai prosedur konseling.Konseling yang hangat, bisa menerima dan efektif dalam aplikasi prosedur konseling memerlukan kualitas hubungan antar pribadi yang baik antara konselor dan klien. Hubungan antar pribadi adalah proses sosial dimana individu-individu yang terlibat didalamnya saling berhubungan dan saling mempengaruhi. Lebih lanjut hubungan antar pribadi adalah suatu hubungan dimana orang-orang yang terlibat dalam komunikasi menganggap orang lain sebagai pribadi dan bukan sebagai obyek yang disamakan dengan benda. Jadi dalam hubungan antar pribadi kedudukan dan fungsi antara individu yang satu dengan yang lain, yaitu antara konselor dan klien adalah setara.Kualitas hubungan antar pribadi konselor dan klien ini dalam konseling realitas akan sangat menentukan dalam : (1) Mempermudah memahamkan klien tentang Teori Kontrol, (2) Memaksimalkan fungsi dan peranan konselor, (3) Mewujudkan konsep Jantera Konseling (Cycle of Counseling ) yang baik, (4) Menerapkan dengan baik teknik- teknik khusus dalam konseling realitas.
KEPALA SEKOLAH DALAM KONSEP KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN: SUATU KAJIAN TEORITIS
Santika, I Gusti Ngurah
Widya Accarya Vol 7 No 1 (2017): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
ABSTRAK Dalam institusi pendidikan pun kepemimpinan yang dijalankan kepala sekolah memiliki kedudukan dan peran yang sangat menentukan bagi keberhasilan lembaga pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kedudukan dan peran kepemimpinan kepala sekolah ditinjau dari aspek teoritisnya. Kemudian ingin mengetahui pengaruh kepemimpinan kepala terhadap keberhasilan institusi pendidikan dalam mencapai tujuannya. Dalam penyusunan penelitian ini, peneliti tidak langsung turun kelapangan untuk melakukan survei, namun peneliti memperoleh data hanya dengan menggunakan metode studi literatur, yaitu dengan cara mengumpulkan literatur yang bersumber dari buku, jurnal, dan sumber lainnya yang berhubungan kepemimpinan kepala sekolah dalam institusi pendidikan secara teoritis. Adapun hasil penelitian ini menunjukan (1) Kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan merupakan motor penggerak penentu arah kebijakan sekolah, serta menentukan bagaimana tujuan pendidikan di sekolah yang dipimpinnya dapat direalisasikan, dituntut untuk senantiasa meningkatkan kinerja. (2) Kepemimpinan kepala sekolah mempunyai kedudukan dan peran yang dominan dalam menentukan arah pencapaian keberhasilan sekolah. Bila kepala sekolah mampu dengan cerdas memberdayakan segala potensi yang ada di sekolah, maka tujuan yang dicita-citakan akan mudah terwujud. Kata Kunci: Kepala Sekolah, Kepemimpinan Pendidikan, Kajian Teoritis.