Widya Accarya
Widya Accarya, 2085-0018 (Print ISSN), 2722-8339 (Electronic ISSN) is the Journal of Education who published research articles and of theoretical articles in education which published by Faculty of Teacher Training and Pedagogy, Dwijendra University. The journal is published twice a year every April and October published by Faculty of Teacher Training and Pedagogy. This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: • Education • Language Teaching and Learning • Classroom Action Research • Morphology • Syntax • Phonology • Semantic • Pragmatic • Discourse Analysis • Translation • Comparative Linguistics History • Applied Linguistic
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 8 No 2 (2017): Widya Accarya"
:
10 Documents
clear
PELAKSANAAN REHABILITASI OLEH BADAN NARKOTIKA NASIONAL TERHADAP PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI PROPINSI BALI
RINDAWAN, I KETUT
Widya Accarya Vol 8 No 2 (2017): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (101.119 KB)
|
DOI: 10.46650/wa.8.2.504.%p
Bali sebagai daerah Pariwisata Indonesia bagian tengah yang menjadi incaran para wisatawan baik domistik maupun manca negara. Dari para wisatawan itu sudah tentu membawa budaya masing-masing apakah itu sesuai dengan budaya kita khususnya bali atau tidak. Salah satu dari berbagai dampak negatif adalah Pulau Bali menjadi tempat yang sangat empuk peredaran narkoba sehingga menjadi daerah rawan narkoba. Peredaran narkoba itu sendiri tidak pada kalangan pariwisata saja tapi warga masyarakat Bali sendiri kena juga dampaknya, baik sebagai pengedar atau pemakai, lebih-lebih generasi muda, tetapii kadang tokoh masyarakat juga kena pengaruh narkoba dengan berbagai alasan, selain itu berbagai kasus narkoba yang terjadi terus mengalami peningkatan sehingga dapat menambahkan kekhawatiran bagi masyarakat Bali itu sendiri. Berdasarkan latar belakang diatas, maka akan diteliti Pelaksanaan rehabilitasi oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Propinsi Bali terhadap penyalahgunaan narkoba di Provinsi Bali. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan metode wawancara. hasil pengolahan ini disajikan dengan deskriptif analisis, disusun secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan rehabilitasi terhadap penyalahgunaan narkoba di BNN Provinsi Bali dan dalam rehabilitas terhadap penyalahgunaan narkotika cukup berhasil dengan bekerjasama dengan Polisi dalam hal ini Polda Bali dalam meringkus pelaku pengedar dan pengguna narkotika, selain itu bekerjasama dengan berbagai pusat rehabilitasi yang terdapat di Provinsi Bali.Kata kunci : rehabilitas, narkoba.
POLA KOMUNIKASI KELUARGA DALAM PENDIDIKAN KARAKTER ANAK DI LINGKUNGAN KELUARGA
SUTIKA, I MADE
Widya Accarya Vol 8 No 2 (2017): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (80.276 KB)
|
DOI: 10.46650/wa.8.2.505.%p
Peranan orang tua sebagai pendidik yang pertama dan utama nampaknya makin terabaikan di dalam masyarakat  karena kesibukan orang tua, baik desakan ekonomi, profesi ataupun hobi sering menyebabkan kurang adanya kedekatan orang tua dengan anak. Kondisi demikian bila tidak disadari maka lama kelamaan akan terjadi penghalang terhadap kedekatan hubungan antara orang tua dengan anak-anaknya, yang berarti terganggulah hubungan kedekatan psikologis kedua belah pihak. Sementara itu  semua mengetahui bahwa hubungan harmonis antara orang tua dan anak di dalam keluarga akan banyak berpengaruh terhadap kehidupan anak selanjutnya.Permasalahan dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimanakah pola komunikasi keluarga yang dilakukan oleh orang tua dalam pendidikan karakter anak di lingkungan keluarga ? 2) Apakah hambatan internal dan hambatan eksternal bagi orang tua dalam proses pendidikan karakter anak di lingkungan keluarga ? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola komunikasi keluarga yang digunakan dalam pendidikan karakter anak serta kendala-kendala yang dihadapinya. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan dengan mengacu dari berbagai sumber kemudian dideskripsikan secara kualitatif.Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1) Pola komunikasi keluarga dalam pendidikan karakter anak khususnya tentang aspek integritas yang terdiri dari nilai kejujuran, religius, sikap tanggung jawab, kepedulian sosial dan aspek kedisiplinan menggunakan pola komunikasi persamaan, pola komunikasi tak seimbang terpisah, pola komunikasi seimbang terpisah dan pola komunikasi monopoli. 2) Hambatan-hambatan dalam pendidikan karakter pada anak yaitu hambatan internal dan eksternal. Hambatan internal berupa kurang intesitasnya komunikasi dalam keluarga disebabkan kesibukan orang tua yang bekerja sedangkan hambatan eksternalnya berupa pergaulan anak di lingkungan masyarakat dan pengaruh teknologi informasi dan komunikasi.Kata kunci: Pola Komunikasi, Keluarga, Karakter, Anak.
PERANAN MANAJEMEN MUTU PENDIDIKAN TINGGI BERBASIS SPMI DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN UNTUK MEWUJUDKAN PENDIDIKAN BERKUALITAS
SILA, I MADE
Widya Accarya Vol 8 No 2 (2017): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (94.825 KB)
|
DOI: 10.46650/wa.8.2.506.%p
Pendidikan yang berkualitas merupakan suatu kebutuhan dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi dan sebagai salah satu penentu bagi pembangunan negara. Lulusan yang berkualitas membutuhkan sistem pendidikan yang berkualitas pula. Dalam pembentukan sistem pendidikan yang berkualitas, selain SDM, sarana dan prasarana, kurikulum dan modal  juga diperlukan manajemen yang berkualitas . Dewasa ini, perkembangan pemikiran manajemen penjaminan mutu  perguruan tinggi mengarah pada sistem manajemen terpadu yang disebut dengan system penjaminan mutu internal ( SMPI ) Permasalahan yang menjadi fokus dalam  penulisan ini, yaitu bagaimana sebaiknya SPMI  tersebut diselenggarakan di perguruan tinggi agar mampu membentuk sarjana yang kompeten dan kompetitif, memberikan pelayanan yang paripurna dalam pengelolaan perguruan tinggi ?. Maksud pembahasan ini adalah sebagai bahan informasi dan kajian dalam mengembangkan mutu perguruan tinggi agar mampu membentuk sarjana yang kompeten dan komtetitif memberi pelayanan yang paripurna pada seluruh pemangku kepentinganPendekatan yang digunakan dalam penelitian in adalah kualitatif dengan metode diskriptif dan verifikatif melalui instrumen penelitian berupa kuesioner yang diberikan kepada responden yang terdiri dari kepala biro/kepala bagian, ketua program studi, dosen dan mahasiswa. Temuan penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan bahwa Penjaminan mutu melalui SPMI berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap mutu universitas, sehingga mampu memberikan pelayanan yang baik untuk meningkatkan kepuasan pelanggan khususnya mahasiswa Peneliti merekomendasikan kepada pimpinan universitas (rektor) untuk menggunakan model SPMI yang mampu memberikan penilaian yang obyektif dan meningkatkan motivasi civitas akademika. Di lain pihak rektor juga sebaiknya lebih memperhatikan kinerja dosennya dengan meningkatkan kompetensi, dan motif berpretasinya, serta mampu menciptakan lingkungan yang kondusif.Kata kunci, Manajemen mutu, peningkatan pelayanan dan kualitas pendidikanÂ
PENGEMBANGAN PROFESI TENAGA PENDIDIK DALAM MENCIPTAKAN PENDIDIKAN YANG BERKUALITAS
PRIANTINI, DEWA AYU MADE MANU OKTA
Widya Accarya Vol 8 No 2 (2017): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (72.757 KB)
|
DOI: 10.46650/wa.8.2.507.%p
 Pendidikan yang bermutu mempunyai makna sebagai suatu proses dan hasil pendidikan secara keseluruhan. Melalui pendidikan yang bermutu akan dihasilkan manusia-manusia cakap yang dibutuhkan dalam proses pembangunan. Salah satu kontribusi terwujudnya pendidikan yang bermutu adalah guru yang profesional. Tanpa guru, pendidikan hanya akan menjadi slogan muluk karena segala bentuk kebijakan dan program pada akhirnya akan ditentukan oleh kinerja pihak yang berada di garis terdepan yaitu guru. Menyadari peran penting guru dan berkembangnya tuntutan profesionalitas guru di abad 21, pemerintah menetapkan berbagai kebijakan yang ditujukan untuk peningkatan mutu guru. Pengembangan profesi guru menjadi sangat penting artinya dalam meningkatkan mutu pendidikan saat ini, mengingat profesionalisasi guru (pendidik) merupakan suatu keharusan, terlebih lagi apabila kita melihat kondisi objektif saat ini berkaitan dengan berbagai hal yang ditemui dalam melaksanakan pendidikan. Dengan demikian menjadi jelas bahwa pengembangan kemampuan guru dalam melaksanaan tugas, fungsi dan peranannya, merupakan suatu kebutuhan yang harus diterima dan dilaksanakan. Hal ini harus di maknai sebagai konsekwensi dari profesi yang menuntut harus dilaksanakan secara profesional.Kata Kunci: pengembangan profesi, tenaga pendidik, dan pendidikan bermutu
PERAN STRATEGIS PKN UNTUK MEMBANGUN KARAKTER BAGI MAHASISWA
MAHENDRA, PUTU RONNY ANGGA
Widya Accarya Vol 8 No 2 (2017): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (428.022 KB)
|
DOI: 10.46650/wa.8.2.508.%p
Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) memiliki peranan yang strategis dalam mengenalkan dan menanamkan prinsip demokrasi, semangat kebangsaan, dan ikut serta membina karakter bangsa (Nation and Character Building). Dengan melaksanakan PKn dalam arti luas (Citizenship Education) yang mencakup sasaran dalam dunia pendidikan formal melalui school civic education dan masyarakat luas (Community Civic Education) (Rahmat, 2009:31). Aspek PKn yang mencakup pengetahuan kewarganegaraan, ketrampilan kewarganegaraan, dan watak/karakter kewarganegaraan, merupakan hal yang substantif dan esensial dalam pembelajaran PKn. Kompetensi watak atau karakter adalah suatu muara dari pengembangan kompetensi sebelumnya (pengetahuan dan ketrampilan). Pendidikan dan pengembangan karakter di beberapa Negara sudah menjadi suatu prioritas sejak pendidikan usia dini dimulai. Dengan melihat visi-misi PKn, karakteristik, tujuan dari PKn, maka dengan kolaborasi yang baik dalam pelaksanaan pendiidkan formal maka suatu kelompok masyarakat akan mampu menggerakan komponen di dalamnya menunjang terbentuknya karakter warga bangsa yang baik (Good Citizenship).Kata Kunci : PKn, dan Karakter Â
EFEKTIFITAS PENGEMBANGAN NILAI-NILAI KARAKTER PADA PESERTA PASRAMAN KILAT TINGKAT DASAR DI DESA PAKRAMAN SELANBAWAK, KECAMATAN MARGA, KABUPATEN TABANAN, BALI
Winaya, I Made Astra;
Mahendra, I Putu Ronny Angga;
Aryawan, I Wayan
Widya Accarya Vol 8 No 2 (2017): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (799.883 KB)
|
DOI: 10.46650/wa.8.2.566.%p
AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh sebuah keinginan untuk mengetahui efektivitas kegiatan pasraman kilat terhadap pengembangan nilai-nilai karakter anak di Desa Pakraman Selanbawak. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) Mendeskripsikan profil eksistensi pelaksanaan pesrman kilat tingkat dasar. (2) Mengelaborasi nilai-nilai karakter pada anak-anak peserta pasraman kilat tingkat dasar. (3) Menganalisis efektifitas pengembangan nilai-nilai karakter pada anak-anak peserta pasraman kilat tingkat dasar di Desa Pasraman Selanabwak. (4) Menganalisis kendala-kendala yang dihadapi. Jenis Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan jumlah sampel sebanyak 91 orang. Lokasi penelitian dilaksnakan di Desa Pakraman Selnbawak. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen kuisioner, wawancara, dan observasi di lapanagan. Keseluruhan data yang diperoleh kemudian dideskripsikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Eksistensi pelaksanaan pesrman kilat tingkat dasar di Desa Pekraman Selanbawak ditentukan oleh faktor pendanaan kegiatan yang bersumber dari dana BKK provinsi, telah memiliki tujuan yang jelas untuk memberdayakan generasi muda yang berkualitas, serta dukungan stakehoder yang sangat solid, (2) Elaborasi nilai-nilai karakter pada kegiatan pasraman kilat dikembangkan melalui pendekatan dharma wacana, dharma tula, dharma gita dan dharma kria, (3) Pelaksanaan kegiatan pasraman kilat memiliki efektifitas yang tinngi terhadap pengembangan nilai-nilai karakter pada para pesertanya. (4) Terdapat beberapa kendala-kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan pasraman kilat. Kata kunci: Pasraman Kilat, Nilai-nilai Karakter, Desa Selanbawak.  AbstractThis research is motivated by a desire to know the effectiveness of pasraman flash activities towards the development of children character values in Desa Pakraman Selanbawak. Based on this background, the purpose of this study is to (1) Describe the existence profile profile of the basic lightning fastener. (2) Elaborate on the character values of the participants of the basic lightning-level participants. (3) Analyzing the effectiveness of developing character values in children of elementary lightning pasraman at Pasraman Selanabwak Village. (4) Analyzing the constraints faced. This type of research is a qualitative descriptive research with a total sample of 91 people. The research location is done in Desa Pakraman Selnbawak. Data collection techniques used questionnaires, interviews, and observations in the field. The entire data obtained is then described. The result of the research shows that: (1) Existence of the implementation of basic lightning pesrman in Pekraman Selanbawak Village is determined by funding factor of activity sourced from provincial fund, has a clear goal to empower the qualified young generation, and support very solid stakeholders, 2) Elaboration of character values in lightning pasraman activities developed through the approach of dharma discourse, dharma tula, dharma gita and dharma kria, (3) Implementation of pasraman kilat activity has high effectiveness towards the development of character values on the participants. (4) There are several obstacles faced in the implementation of activities pasraman flash. Keywords: Pasraman Kilat, Character Values, Selanbawak Village.
THE ANALYSIS OF TRANSFERRING MESSAGE IN CONSECUTIVE INTERPRETING ON BILINGUAL SEMINAR HELD BY SMK DWIJENDRA DENPASAR BALI
FERRYANTI, NI PUTU
Widya Accarya Vol 8 No 2 (2017): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (56.784 KB)
|
DOI: 10.46650/wa.8.2.574.%p
Abstract. Language interpreting is the intellectual activity of facilitating oral and sign language communication, either simultaneously or consecutively, between two or more users of different languages. The process of interpreting involves attending the message, concentrating on the task at hand, remembering the message, comprehend the meaning of the message, analyzing the meaning for the message, and visualizing the message non-verbally in which finally reformulating the message in the target language. The aim of this research is to analyze the process of conveying message from the speaker to the hearer in consecutive interpreting at SMK Dwijendra. This is a qualitative type of research. The collected data was presented in descriptive narrative explanatory. As the results, the interpreter at SMK Dwijendra had understood the system in conducting consecutive interpreting. She applied the note taking technique during the interpreting process. Even though, her facial expression while conducting note taking expressed her confusion in finding the equivalent interpretation. Because of repetition, she could keep on track and did not out of frame in interpreting the speakerâ??s utterances as she was confused to organized the speakerâ??s utterances systematically as opening, main or conclusion statement and frequently loss the information.           Key words: Consecutive Interpreting; Interpreter; Messages
REFORMASI POLITIK DALAM PELAKSANAAN PEMILIHAN UMUM PADA ERA REFORMASI DI INDONESIA
KARTIKA, I MADE
Widya Accarya Vol 8 No 2 (2017): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (75.778 KB)
|
DOI: 10.46650/wa.8.2.576.%p
Abstract Reform is a change that exists at a time in society or the State in all fields whether it is political, legal, economic, and social. Political reform is a drastic change for improvement in politics. In Indonesia, many have experienced changes in politics, one of them is in the implementation of the general election. The Indonesian nation has eleven election times, with every execution having differences. Elections are a process of selecting people who will occupy the seat of government. This general election is held to create a democratic State, where the leaders are selected by majority vote. Elections are held periodically as a means of democracy that will give birth to the sovereignty of the people as the core in the life of the state. The general election followed by the people is very important for the effectiveness of the organization. Elections using district and proportional systems are excellent for implementation in Indonesia since the Indonesian nation consists of several islands. The problem studied in this research is how the implementation of elections in Indonesia during the reform period and what Kendaa-obstacles facing elections during the reform era. In the process of collecting data to complete this research, the authors use the study of documentation and literature. Based on the analysis conducted through documentation and literature techniques, then in the implementation of elections during the reform era has many changes. At the time of liberation reform every person founded the party caused the number of parties during the reform period. This freedom also led to a number of dark campaigns that prevented the people from participating in a better change of government with all their heart. Such problems are still very difficult to avoid during the reform period. Elections during the reform period are also not as smooth as expected, because there are many political actors who only think about their personal interests and their party.Keywords: Political Reform, General Election, Reform Era Abstrak Reformasi merupakan perubahan yag ada pada suatu masa di masyarakat atau Negara dalam segala bidang baik itu politik, hukum, ekonomi, maupun sosial. Reformasi politik adalah perubahan secara drastis untuk perbaikan dalam bidang politik. Di Indonesia telah banyak yang mengalami perubahan dalam politik salah satunya adalah dalam pelaksanaan pemilihan umum. Bangsa Indonesia telah banyak sebelas kali melaksanaan pemilihan umum, dengan setiap pelaksanaaannya memiliki perbedaan. Pemilihan umum adalah suatu proses untuk memilih orang-orang yang akan menduduki kursi pemerintahan. Pemilihan umum ini diadakan untuk mewujudkan Negara yang demokrasi, dimana para pemimpinyya dipilih berdasarkan suara terbanyak. Pemilihan umum diselenggarakan secara berkala sebagai sarana demokrasi yang akan melahirkan kedaulatan rakyat sebagai inti dalam kehidupan bernegara. Pemilihan umum yang diikuti oleh rakyatnya sangat penting untuk efektifitas penyelenggaraan negranya. Pemilihan umum yang menggunakan sistim distrik dan proporsional sangat bagus untuk diterapkan di Indonesia berhubung bangsa Indonesia terdiri dari beberap pulau. Masalah yang diteliti dalam peneliitian ini yaitu bagaimana pelaksanaan pemilihan umum di Indonesia pada masa reformasi dan apa Kendaa-kendala yang dihadapi pemilihan umum dimasa reformasi. Dalam proses pengumpulan data untuk menyelesaikan penelitian ini, penulis menggunakan tehnik studi dokumentasi dan kepustakaan. Berdasarkan analisis yang dilakukan melalui tehnik dokumentasi dan kepustakaan, maka dalam pelaksanaan pemilihan umum pada masa reformasi telah banyak perubahan. Pada masa reformasi kebebasan setiap orang mendirikan partai menimbulkan banyaknya partai pada masa reformasi. Kebebasan ini juga menyebabkan banyaknya kampanye gelap yang menghalang rakyat untuk berpartisipasi dalam mengubah pemerintahan lebih baik dengan sepenuh hati. Masalah-masalh yang seperti inilah masih sangat sulit dihindar pada masa reformasi. Pemilihan umum pada masa reformasi juga tidak berjalaan mulus sesuai yang dicita-citakan, karena banyaknya pelaku-pelaku politik yang hanya memikirkan kepentingan pribadi dan partainya.Kata kunci : Reformasi Politik, Pemilihan Umum, Era Reformasi
PENGARUH PENERAPAN PENDIDIKAN KARAKTER TERHADAP PERILAKU AKADEMIK SISWA KELAS XI AKUTANSI SMK DWIJENDRA DENPASAR
SUJANA, I GEDE
Widya Accarya Vol 8 No 2 (2017): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (122.66 KB)
|
DOI: 10.46650/wa.8.2.577.%p
The purpose of this study is to determine the application of character education in SMK Dwijendra Denpasar. In addition, the purpose of this study was to determine the effect of character education on the academic behavior of students of class XI Accounting SMK Dwijendra Denpasar. With the formulation of the problem proposed how the influence of the application of character education to the academic behavior of the students of class XI Akutansi SMK Dwijendra Denpasar? The type of this research is expost pacto research using mixed methods. The subjects of the study were students of class XI Akutansi SMK Dwijendra Denpasar which amounted to 47 people, while the research place was done at SMK Dwijendra Denpasar Lesson Year 2017/2018. Data collection techniques used are methods of observation, recording documents and interviews. Data analysis used include quantitative and qualitative data analysis. Analysis to testthe hypothesis used t-test that previously conducted the test data normality, homogeneity and linearity. Qualitative analysis includes data collection, data reduction, data presentation and data verification. Based on the results obtained from the qualitative analysis, that there is influence of the application of character education to students' academic behavior. The amount of influence that occurs from the application of character education conducted by the school is equal to 39.7%. The results obtained are supported by qualitative data that can be concluded that the application of character education has pangaruh on the development of academic behavior of students. The influence that occurs is a positive influence, so that students' academic behavior becomes more character. The conclusion is evident from the many indicators achieved from the application of character education. Thus, based on the conclusions of qualitative and quantitative data, the results of the application of character education in SMK Dwijendra Denpasar quite good. Keywords: Character Education, academic behavior Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan pendidikan karakter yang ada di SMK Dwijendra Denpasar. Selain itu tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan pendidikan karakter terhadap perilaku akademik siswa kelas XI Akutansi SMK Dwijendra Denpasar. Dengan rumusan masalah yang diajukan bagaimanakah pengaruh penerapan pendidikan karakter terhadap perilaku akademik siswa kelas XI Akutansi SMK Dwijendra Denpasar? Jenis penelitian ini adalah penelitian expost pacto dengan menggunakan metode penelitian campuran (mixed methods). Subyek penelitian adalah siswa kelas XI Akutansi SMK Dwijendra Denpasar yang berjumlah 47 orang, sedangkan tempat penelitian dilakukan di SMK Dwijendra Denpasar Tahun Pelajaran 2017/2018. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, pencatatan dokumen dan wawancara.Analisis data yang digunakan meliputi analisis data kuantitatif dan kualitatif. Analisis untuk menguji hipotesis digunakan uji-t yang sebelumnya data dilakukan uji normalitas, homogenitas dan linieritas. Analisis kualitatif meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari analisis kualitatif, bahwa ada pengaruh penerapan pendidikan karakter terhadap perilaku akademik siswa. Adapun besarnya pengaruh yang terjadi dari penerapan pendidikan karakter yang dilakukan pihak sekolah adalah sebesar 39,7%. Hasil yang dieroleh tersebut didukung dengan data kualitatif yang dapat disimpulkan bahwa penerapan pendidikan karakter memiliki pangaruh terhadap perkembangan perilaku akademik siswa. Pengaruh yang terjadi merupakan pengaruh yang positif, sehingga perilaku akademik siswa menjadi lebih berkarakter. Simpulan tersebut terbukti dari banyaknya indikator yang tercapai dari penerapan pendidikan karakter. Dengan demikian, berdasarkan simpulan data kualitatif dan kuantitatif, maka hasil penerapan pendidikan karakter di SMK Dwijendra Denpasar tergolong baik. Kata kunci : Pendidikan Karakter, Perilaku akademik
PENERAPAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK DALAM PENANGANAN PASIEN GANGGUAN JIWA DI RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI BALI
TIRTAWATI, ANAK AGUNG RAI
Widya Accarya Vol 8 No 2 (2017): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (376.422 KB)
|
DOI: 10.46650/wa.8.2.617.%p
ABSTRACT               Therapeutic communication is one way that can be used to help the healing process of the patient. This research was conducted to see the implementation of therapeutic communication in handling mental disorder patient according to Standard Operational Procedure (SOP) at Bali Provincial Mental Hospital 2017. The formulation of the problem is "How is the application of therapeutic communication in handling mental patients in Mental Hospital of Bali Province"          The study is located in RSJ Bali Province which is a government hospital located in Bangli Regency. This research uses qualitative approach and object approach method using empirical approach. Selection of research subjects using purposive sampling which amounted to 13 nurses and methods of data collection using observation techniques, questionnaires, unstructured interviews and documentation. This study uses descriptive statistical analysis techniques used to examine the percentage of the percentage, which is then deepened with a qualitative study.          The result of the research on the application of therapeutic communication in phase I (orientation phase) between the nurse and the mental disorder patient is 71% of the results in phase II (work phase) is 77%, then the result of research on the application of therapeutic communication in phase III (termination phase) is 67%. In addition to the above three phases, therapeutic attitudes of nurses and communication techniques are also investigated. The results of research on the application of therapeutic attitude of nurses in conducting therapeutic communication in mental disorder patients is 88% and nurse communication technique in applying therapeutic communication is 92%. In general, the results of research on the application of therapeutic communication in the treatment of ganggguan soul patients at RSM Jiwa Bali Province has been implemented optimally Keywords: Therapeutic Communication, Mental Disorders ABSTRAK          Komunikasi terapeutik merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk membantu proses penyembuhan pasien. Penelitian ini dilakukan untuk melihat penerapan komunikasi terapeutik dalam menangani pasien gangguan jiwa sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali tahun 2017.Rumusan masalahnya adalah â?? Bagaimana penerapan komunikasi terapiutik dalam menangani pasien gangguan jiwa di Rumah sakit Jiwa Provinsi Bali â??         Penelitian berlokasi di RSJ Provinsi Bali yang merupakan rumah sakit pemerintah bertempat  di Kabupaten Bangli. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode pendekatan objek menggunakan pendekatan empiris. Pemilihan subjek penelitian menggunakan purposive sampling yang berjumlah 13 perawat dan metode pengumpulan data menggunakan teknik observasi, kuesioner, wawancara tidak terstruktur dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis statistik deskriptif yang digunakan sebatas mengkaji besaran presentase, yang kemudian diperdalam dengan kajian secara kualitatif.         Hasil penelitian terhadap penerapan komunikasi terapeutik pada fase I (fase orientasi) antara perawat dengan pasien gangguan jiwa ialah sebesar 71% hasil pada fase II (fase kerja) ialah sebesar 77%, kemudian hasil penelitian pada penerapan komunikasi terapeutik pada fase III (fase terminasi) ialah sebesar 67%. Selain ketiga fase di atas, sikap terapeutik perawat dan teknik komunikasi juga diteliti. Hasil penelitian terhadap penerapan sikap terapeutik perawat dalam melakukan komunikasi terapeutik pada pasien gangguan jiwa ialah sebesar 88% dan teknik komunikasi perawat dalam menerapkan komunikasi terapeutik ialah sebesar 92%. Secara umum hasil penelitian terhadap penerapan komunikasi terapeutik dalam penanganan pasien ganggguan jiwa di RSJ Jiwa Provinsi Bali penerapannya telah terlaksana secara optimal Kata Kunci : Komunikasi Terapeutik, Gangguan Jiwa