cover
Contact Name
Ni Wayan Swarniti
Contact Email
jurnalaccarya@gmail.com
Phone
+6285739637227
Journal Mail Official
jurnalaccarya@gmail.com
Editorial Address
Jalan Kamboja No.17, Dangin Puri Kangin, Kec. Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali - Indonesia
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Widya Accarya
Published by Universitas Dwijendra
ISSN : 20850018     EISSN : 27228339     DOI : -
Core Subject : Education,
Widya Accarya, 2085-0018 (Print ISSN), 2722-8339 (Electronic ISSN) is the Journal of Education who published research articles and of theoretical articles in education which published by Faculty of Teacher Training and Pedagogy, Dwijendra University. The journal is published twice a year every April and October published by Faculty of Teacher Training and Pedagogy. This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: • Education • Language Teaching and Learning • Classroom Action Research • Morphology • Syntax • Phonology • Semantic • Pragmatic • Discourse Analysis • Translation • Comparative Linguistics History • Applied Linguistic
Articles 243 Documents
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA INTERAKTIF DENGAN KONSEP TRI HITA KARANA UNTUK PEMBELAJARAN TEMATIK DI SD KELAS III GUGUS 6 KECAMATAN ABIANSEMAL, BADUNG, BALI Winaya, I Made Astra; Okta Priantini, Dewa Ayu Made Manu; Widiastuti, Ni Luh Gede Karang
Widya Accarya Vol 9 No 2 (2018): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.139 KB) | DOI: 10.46650/wa.9.2.657.%p

Abstract

AbstractThis study aims to develop interactive multimedia-based learning media with the concept of Tri Hita Karana. This learning media is intended for third grade elementary school students because the theme of learning is a lot to discuss human behavior in maintaining good relations with fellow humans, the environment and God. The purpose of this research is (1) to produce interactive learning media with the concept of Tri Hita Karana that is valid, practical, and effective, (2) to know the validity of interactive multimedia learning media with the Tri Hita Karana concept for elementary school students, (3) knowing the level of practicality of multimedia learning media with the Tri Hita Karana concept for elementary students, and (4) knowing the effectiveness of interactive multimedia learning media with the Tri Hita Karana concept in increasing students' learning motivation in the classroom. The type of research used, namely research and development (R & D) adopted from the Dick and Carey model. The design of this study was carried out in several stages, namely: (1) Determination of learning materials and basic competencies to be achieved by students. (2) needs analysis. (3) Development of learning media. (4) Trial of learning media. The population in this study were all third grade elementary school students in the cluster 6 area of Abiansemal District, Badung Regency consisting of 4 schools. The population in this study was 72 students. The technique of determining samples by means of random sampling with those chosen to be the primary school sample 1 Abiansemal 14 people and primary school 2 Abiansemal 10 people. Data was collected using observation, validation, questionnaire, and learning outcome tests. After the collected data were analyzed descriptively qualitative. As for the results of his research, namely: First, the results of the study of the validity of the learning media are in the valid category and feasible to use. Second, the results of the study showed that the learning media developed had fulfilled the practicality requirements, namely: 1) the implementation of the learning media, 2) the teacher's response to the learning media, and 3) the students' response to the learning media. Third, the results of the study showed the test scores of students' learning outcomes obtained an average of 76.73 and from 24 students reached completeness 95.83% when viewed from the value of the minimum completeness criteria used by the researcher, namely 72. The average motivation score was 3 , 78 in the very high category. Therefore, the learning media developed can be said to be effective. Fourth, there are several obstacles faced in implementing media learning both from the readiness of teachers and students, but can be overcome.Keywords: Learning Media, Interactive Multimedia, Tri Hita Karana, Motivation, Learning Outcomes.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis multimedia interaktif dengan konsep Tri Hita Karana. Media pembelajaran ini diperuntukan untuk siswa kelas III SD karena tema pembelajrannya banyak membahas perilaku manusia dalam menjaga hubungan baik dengan sesama manusia, lingkungan dan Tuhan. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk menghasilkan media pembelajaran interaktif dengan konsep Tri Hita Karana yang berkualitas valid, praktis, dan efektif, (2) mengetahui validitas media pembelajaran  multimedia interaktif dengan konsep Tri Hita Karana untuk siswa SD, (3) mengetahui tingkat kepraktisan media pembelajaran multimedia dengan konsep Tri Hita Karana untuk siswa SD, dan (4) mengetahui efektivitas media pembelajaran multimedia  interaktif dengan konsep Tri Hita Karana dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di kelas. Jenis penelitian yang digunakan, yaitu penelitian dan pengembangan (R&D) mengadopsi dari model Dick and Carey. Rancangan  penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahapan, yaitu: (1) Penetapan Materi pembelajaran dan kompetensi dasar yang akan dicapai siswa. (2) Analisis kebutuhan. (3) Pengembangan media pembelajaran. (4) Uji coba media pembelajaran. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa-siswi kelas III sekolah dasar yang ada di wilayah gugus 6 Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung yang terdiri dari 4 sekolah. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 72 orang siswa. Teknik penentuan sampel dengan cara random sampling dengan yang terpilih menjadi sampel SD 1 Abiansemal 14 orang dan SD 2 Abiansemal 10 orang. Data dikumpulkan menggunakan teknik observasi, validasi, kuesioner, dan tes hasil belajar. Setelah data terkumpul dianalisis secara deskriptif kualitatif. Adapun hasil penelitiannya, yaitu: Pertama, Hasil penelitian validitas media pembelajaran berada pada kategori valid dan layak digunakan. Kedua, hasil penelitian menunjukkan media pembelajaran yang dikembangkan telah memenuhi syarat kepraktisan, yaitu: 1) keterlaksanaan media pembelajaran, 2) respon guru terhadap media pembelajaran, dan 3) respon siswa terhadap media pembelajaran. Ketiga, hasil penelitian menunjukkan nilai tes hasil belajar siswa didapatkan rata-rata 76,73 dan dari 24 orang siswa mencapai ketuntasan 95,83% jika dilihat dari nilai KKM yang digunakan peneliti yaitu 72. Adapun nilai rata-rata motivasi diperoleh sebesar 3,78 dengan kategori sangat tinggi. Oleh karena itu, media pembelajaran yang dikembangkan dapat dikatakan efektif. Keempat, terdapat beberapa kendala-kendala yang dihadapi dalam mengimplemantasikan media pembelajran baik dari kesiapan guru dan siswa, namun telah dapat diatasi.Kata kunci:  Media Pembelajaran, Multimedia Interaktif, Tri Hita Karana, Motivasi, Hasil belajar.
KEDUDUKAN SENTANA RAJEG DALAM PEWARISAN MENURUT AWIG-AWIG DI BANJAR MERANGGEN, DESA TANGKAS, KECAMATAN KLUNGKUNG KABUPATEN KLUNGKUNG Sudiarta, I Nengah
Widya Accarya Vol 9 No 2 (2018): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.359 KB) | DOI: 10.46650/wa.9.2.658.%p

Abstract

ABSTRACTIn the community there are known three family systems, namely the Patrilineal Family System, namely the child connects himself to the father (unilateral male lineage father relative), the Matrilineal Family System, namely the child connects with the mother (unilateral female lineage mother), and The Parental System is that the child connects with both parents (bilateral fathers and mothers). From the existence of the three family systems, especially in Bali, the Patrilineal Family System is adopted, this marriage is based on blood relations according to the father line or Purusa. The familial system adopted by Balinese is a patrilineal family system, that is, the wife joins her husband and becomes a husband's husband. In the execution of marriage, the woman will switch to the place of the family of the man and then the woman becomes a member of the man. In reality, not all families have sons, as happened in Banjar Meranggen, Tangkas Village,  sub-district, Klungkung   there are several families that have no sons and the family appoints their daughter as Sentana Rajeg to continue their descent and bound by father-ayahan or obligations that have been arranged awig-awig the traditional village of banjar. With the existence of these problems so the writer can determine the suitable title in this study. In this study aims to find out about the position of a person who is positioned as Sentana Rajeg according to the awig awig applicable in Banjar Meranggen Tangkas Klungkung.   In this study the techniques used are documentation techniques, events, libraries, data processing techniques in a qualitative and comparative descriptive way. Based on the formulation of the problem in the results of this study the authors can provide conclusions, namely the Position of Sentana Rajeg in inheritance according to Awig-Awig in Banjar Meranggen, Tangkas Village, Klungkung District Klungkung, Klungkung regency is the role of women changing their status as male roles (purusa) and according to adat he has the right to all property belonging to his family and has the right to manage it, while the rights and obligations, namely the rights of Sentana Rajeg are entitled to receive all inheritance belonging to his family and his obligation is to maintain the continuity of the family and continue the family lineage so as not to put down.Keywords: Sentana Rajeg, Inheritance according to Awig awig, Descendants ABSTRAKDi masyarakat dikenal ada tiga sistem kekeluargaan, yaitu Sistem Kekeluargaan Patrilineal yaitu anak menghubungkan diri dengan ayah (kerabat ayah garis keturunan laki-laki secara unilateral), Sistem Kekeluargaan Matrilineal yaitu anak menghubungkan diri dengan ibu (kerabat ibu garis keturunan perempuan secara unilateral), dan Sistem Parental yaitu anak menghubungkan diri dengan kedua orang tuanya (kerabat ayah dan ibu secara bilateral). Dari adanya tiga sistem kekeluargaan tersebut, khususnya di Bali dianut Sistem Kekeluargaan Patrilineal, perkawinan ini didasarkan pada pertalian darah menurut garis bapak atau Purusa. Sistem kekeluargaan yang dianut pada masyarakat Bali adalah system kekeluargaan Patrilineal, yaitu si istri ikut suami dan menjadi kerabat suami. Dalam pelaksanaan perkawinan, si wanita akan beralih tempat kekeluarga si pria dan selanjutnya si wanita menjadi anggota si pria. Dalam kenyataannya tidak semua keluarga mempunyai anak laki-laki, seperti yang terjadi di banjar Meranggen, Desa Tangkas, kecamatan Klungkung Kabupaten Klungkung ada beberapa keluarga yang tidak mempunyai anak laki-laki dan keluarga tersebut mengangkat anak gadisnya sebagai Sentana Rajeg untuk meneruskan keturunan serta terikat oleh ayah-ayahan atau kewajiban-kewajiban yang sudah diatur awig-awig desa adat banjar teresebut.  Dalam penelitian ini teknik yang dipergunakan adalah teknik dokumentasi, wawacara, perpustakaan, teknik pengolahan data dengan cara deskriptif kualitatif dan komperatif.  Berdasarkan rumusan masalah dalam hasil penelitian ini penulis dapat memberikan kesimpulan, yaitu Kedudukan Sentana Rajeg dalam pewarisan menurut Awig-Awig di Banjar Meranggen, Desa Tangkas, Kecamatan Klungkung Kabupaten Klungkung adalah pihak peran wanita berubah statusnya sebagai peran laki-laki (purusa) dan menurut adat ia mempunyai hak atas segala harta benda milik keluarganya dan berhak mengelolanya, sedangkan Hak dan kewajiban, yaitu hak Sentana Rajeg berhak menerima segala harta warisan milik keluarganya serta kewajibannya adalah mempertahankan kelangsungan keluarga dan meneruskan garis keturunan keluarganya agar tidak putung.Kata Kunci : Sentana Rajeg, Pewarisan menurut Awig awig, Keturunan
PENGGUNAAN BAHASA BALI DAN BAHASA INGGRIS DALAM SEMINAR AKADEMIK BERBAHASA INDONESIA DI DENPASAR BALI Ferryanti, Ni Putu
Widya Accarya Vol 9 No 2 (2018): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.884 KB) | DOI: 10.46650/wa.9.2.659.%p

Abstract

ABSTRACT                The massive development of information and technology (IT) is affected every sector of Indonesian peopleâ??s life. One of it is in language sector. Nowadays, Indonesian language is not wholly used by people even in formal situation. Hence, a research regarding in what level of Indonesian sentence pattern affected by the use of Balinese and English language in Indonesian academic seminar and how is the impact of then intensity of usage of those languages towards Indonesia language. The aims of this research are to recognize in what level the use of Balinese and English language emerging on Indonesian sentence pattern and to analyze the impact of those language to Indonesian language in terms of their intensity of usage on academic seminar in Denpasar, Bali. The data source was taken from the academic seminar held by Dwijendra University, Udayana University, and The Public Hindu Dharma Insitute Denpasar, Bali. Further, the data was collected by using note taking and interviewing technique. The speakers and participants at the seminars were interviewd to collect the data. Qualitative research method was used to explain the analysis descriptively, while quantitative research method was used to display the intensity of the emerging of Balinese and English language at the Indonesian language academic seminar in form of table. As the results of the research, there are 36 words, 15 phrase, and 6 sentences of Balinese and English language emerged at the level of sentence pattern on Indonesian language and there are two impacts regarding the intensity of those languages, namely positive and negative impacts. The positive impact is regarding the enrichment of Indonesian language vocabulary, while the negative one is degrading the official function of Indonesia language for Indonesian society.Key words: Balinese Language, English Language, Indonesian Language, Impact, Academic Seminar ABSTRAKPesatnya perkembangan informasi dan teknologi (IT) tentu mempengaruhi segala lini dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Salah satunya adalah dari lini bahasa. Dewasa ini bahasa Indonesia tidak hanya melulu dipergunakan secara utuh dan menyeluruh bahkan dalam kondisi yang formal sekalipun. Oleh karena itu, penelitian tentang dalam level apa sajakah dan bagaimanakah dampak intensitas penggunaan bahasa Bali dan bahasa Inggris terhadap seminar akademik berbahasa Indonesia di Denpasar, Bali menjadi sangat signifikan untuk dilakukan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui level struktur kalimat dalam bahasa Indonesia yang menggunakan bahasa Bali dan bahasa Inggris serta untuk menganalisis dampak dari intensitas penggunaan bahasa Bali dan bahasa Inggris dalam seminar akademik berbahasa Indonesia di Denpasar, Bali. Sumber data dari penelitian ini diambil langsung dari seminar akademik yang diadakan oleh universitas Dwijendra, Universitas Udayana, dan Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar, Bali. Data dikumpulkan dengan mencatat penggunaan bahasa Bali dan bahasa Inggris selama seminar berlangsung serta mewawancarai para narasumber dan peserta yang mengikuti seminar-seminar tersebut. Metode kualitatif digunakan untuk mendeskripsikan dan menganalisis data yang terlah dikumpulkan, sementara metode kuantitatif juga digunakan untuk menyajikan data yang berkaitan dengan intensitas penggunaan bahasa Bali dan Bahasa Inggris dalam bentuk tabel. Adapun hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah terdapat 36 kata dalam pada level kata, 15 frasa dalam level frasa, dan  6 kalimat dalam level kalimat bahasa Bali dan bahasa Inggris yang muncul dalam seminar akademik berbahasa Indonesia di Denpasar, Bali. Sementara intensitas penggunaan bahasa Bali dan bahasa Inggris dalam seminar tersebut memberikan dampak positif dalam perbendaharaan bahasa Indonesia serta dampak negatif yang berkaitan dengan eksistensi bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi bangsa Indonesia.Kata Kunci: Bahasa Bali, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Dampak, Seminar Akademik
COMMUNICATION STRATEGIES USED BY ENGLISH EDUCATION DEPARTMENT STUDENTS OF DWIJENDRA UNIVERSITY IN LEARNING PROCESS Triana Juliari, I Gusti Ayu Indah
Widya Accarya Vol 9 No 2 (2018): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.533 KB) | DOI: 10.46650/wa.9.2.663.%p

Abstract

ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk menginvestigasi strategi â?? strategi berkomunikasi yang digunakan oleh  mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris dalam proses pembelajaran. Penelitian ini fokus pada jenis â?? jenis dan alasan siswa menggunakan strategi â?? strategi berkomunikasi. Subjek dari penelitian ini adalah mahasiswa semester lima Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Dwijendra. Dalam mengumpulkan data, peneliti menggunakan beberapa instrumen â?? instrumen, antara lain lembar observasi, catatan lapangan, dan pedoman wawancara. Jenis â??jenis dari strategi berkomunikasi dikumpulkan melalui melakukan observasi dan mencatat hal â?? hal penting yang terjadi pada proses pembelajaran, sementara itu metode wawancara digunakan untuk mengetahui alasan Mahasiswa dalam menggunakan strategi â?? strategi tersebut dalam proses pembelajaran. Hasil dari penelitian ini menujukkan bahwa ada 8 jenis strategi â?? strategi berkomunikasi yang digunakan oleh Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Strategi â?? strategi tersebut adalah message abandonment dari avoidance strategies, approximation, literal translation, code switching, and stalling or time gaining from compensatory strategies, appeal for assistance and non-linguistic signals/mime from conscious transfer, and asking for repetition of interactional strategy. Stalling or time gaining strategi merupakan strategi yang paling sering digunakan oleh Mahasiswa. Strategi tersebut terjadi sebanyak 12 kali di dalam proses pembelajaran. Alasan mahasiswa menngunakan strategi â??strategi tersebut karena mereka tidak tahu beberapa kata dalam bahasa Inggris dan agar teman â?? temannya mengerti tentang topic yang sedang didiskusikan.Kata Kunci: Strategi - strategi Berkomunikasi, Pelajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing, Pengajaran Bahasa Inggris, Proses Pembelajaran ABSTRACTThe purpose of this research is to investigate Communication Strategies used by English Education Department Students Dwijendra University in learning process. It focuses on types and the students reasons toward the use of Communication Strategies. The subjects of this research were the fifth semester of English Education Department Students at Dwijendra University. In collecting the data, the researcher used some instruments, namely: observation sheet, field note, and interview guide. The types of Communication Strategies were gathered by observing and take note for the important thing in learning process, while the interview method was used to know the studentsâ?? reason in using those strategies in learning process.  The results of this research showed that there were 8 types of Communication Strategies used by English Education Department Students. Those strategies were message abandonment from avoidance strategies, approximation, literal translation, code switching, and stalling or time gaining from compensatory strategies, appeal for assistance and non-linguistic signals/mime from Conscious transfer, and asking for repetition of interactional strategy. Stalling or time gaining strategy was the most frequently used by the students. It occurred for 12 times in learning process. The reasons of the students used those strategies because they do not know the English of certain words and in order to make their friends understand about the topic being discussed.Keywords: Communication Strategies, EFL, English Language Teaching, Learning Process
THE IMPACT OF PROJECT-BASED INSTRUCTION ON STUDENTS’ ENGAGEMENT AND SPEAKING SKILLS Septyarini Putri Astawa, Ni Luh Putu Ning
Widya Accarya Vol 9 No 2 (2018): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.811 KB) | DOI: 10.46650/wa.9.2.664.%p

Abstract

ABSTRAKTulisan ini bertujuan untuk menyajikan hasil studi tentang Dampak Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL) pada keterampilan berbicara siswa dan bagaimana kegiatan PjBL meningkatkan proses belajar siswa. Siswa kelas VII dari sekolah menengah pertama di Bali-Indonesia dilibatkan untuk bergabung dengan kelas intervensi selama 10 minggu. Penelitian ini menggunakan desain metode campuran yang tertanam dimana data kuantitatif dikumpulkan melalui tes berbicara, dan data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara, checklist observasi, dan tes kuesioner terbuka. Paired samples t-test diadministrasikan dalam menganalisis data kuantitatif, sedangkan data kualitatif dianalisis secara deskriptif menggunakan model aliran Miles dan Huberman (1994). Analisis menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap keterampilan berbicara siswa. Peningkatan belajar siswa juga diamati dalam hal antusiasme, kepercayaan diri, kreativitas, kemampuan belajar secara mandiri dan kolaboratif. Penelitian ini mendukung implementasi PjBL yang meningkatkan keterampilan berbicara dan keterlibatan siswa dalam proses belajar.Kata Kunci: Pembelajaran Berbasis Proyek, Bahasa Inggris sebagai bahasa asing, keterampilan berbicara, proses belajar mengajar ABSTRACTThis paper aims to present the result of a study on the effect of Project-Based Learning (PjBL) on studentsâ?? speaking skills and how the activities enhance studentsâ?? learning process. Grade VII students from a junior high school in Bali-Indonesia were invited to join 10 weeks of the intervention class. This study employed an embedded mixed-method design in which quantitative data were collected through speaking test, and the qualitative data were collected through interview, observation checklist, and open-ended questionnaire test. Paired samples t-test was administered in analyzing the quantitative data, while the qualitative data were analyzed descriptively using Miles and Hubermanâ??s (1994) flow model. The analysis shows a significant effect on studentsâ?? speaking skills. Studentsâ?? learning enhancement was also observed in term of critical thinking skill, creativity, communicative, and collaborative learning ability. This study supports the implementation of PjBL which enhances studentsâ?? speaking skills and learning process.Keywords: Project-Based Learning, English as foreign language, speaking skills, teaching and learning process
THE EFFECT OF USING POWTOON AUDIOVISUAL MEDIA UPON THE STUDENTS’ WRITING ACHIEVEMENT OF THE THIRD SEMESTER STUDENTS OF ENGLISH EDUCATION DEPARTMENT FACULTY OF TEACHER TRAINING AND PEDAGOGY DWIJENDRA UNIVERSITY Yuniari, Ni Made
Widya Accarya Vol 9 No 2 (2018): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.375 KB) | DOI: 10.46650/wa.9.2.668.%p

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menyelidiki ada atau tidak pengaruh signifikan dari Media Audiovisual Powtoon terhadap pencapaian dari Menulis Mahasiswa Semester Tiga Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra. Berdasarkan tujuan penelitian tersebut, hipotesis null diformulasikan. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah cluster random sampling. Dua grup dipilih sebagai sampel penelitian antara lain grup kontrol dan grup eksperimen. Ada 15 orang dipilih sebagai grup eksperimen dan 15 orang dipilih sebagai grup kontrol. Grup kontrol diajarkan dengan menggunakan power point biasa dan grup eksperimen diajarkan dengan menggunakan Media Audiovisual Powtoon. Hasil dari analisis data menunjukkan bahwa mahasiswa yang diajarkan dengan menggunakan Media Audiovisual Powtoon memiliki pencapaian dalam menulis yang lebih baik daripada mahasiswa yang diajarkan dengan menggunakan power point biasa. Hal ini dapat dilihat dari skor mean dari grup eksperimental yaitu 75.18 dan skor mean dari grup kontrol yakni 66.00. Selain itu, hasil dari analisis t-test menunjukkan bahwa t0 yakni 5.000. Ini lebih tinggi dari nilai tcv yakni 1.96 (α=0.05).Hal tersebut menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara dua grup. Dalam hal ini hipotesis null ditolak. Dengan kata lain, terdapat pengaruh yang signifikan dalam pencapaian menulis mahasiswa semester tiga prodi Pendidikan Bahasa Inggris yang diajar dengan menggunakan Media Audiovisual Powtoon dan mahasiswa yang diajar dengan menggunakan power point biasa.Kata Kunci: Pengaruh, Media Audiovisual Powtoon, Pencapaian Menulis. ABSTRACTThis research aimed at investigating whether or not there was any significant effect of Powtoon Audiovisual Media upon the third semester students of English Education Department Faculty of Teacher Training and pedagogy. On the basis of the purpose of the research, there was a null hypothesis formulated. The sampling technique used in this research was cluster random sampling. Two groups were selected as the samples of research. They are the control group and the experimental group. There were 15 students selected as the experimental group and 15 students were selected as the control group. The control group was taught by using Conventional power point and the experimental group was taught by using Powtoon audiovisual media. The result of the data analysis showed that students who were taught by using the Powtoon Audiovisual Media performed better achievement in writing than those who were taught by implementing conventional power point. It was shown from the mean score of the experimental group which was 75.18 and the mean score of control group was 66.00. Moreover, the result of t-test analysis showed that the to was 5.000. It was higher than the value of tcv at 1.96 (α=0.05). It indicated that the difference between the two groups was significant. In this case, the null hypothesis was rejected. In other words, there is a significant effect in the writing achievement of the third semester students of English Education Department taught by using Powtoon Audiovisual Media and those who taught by using conventional power point.Key words: Effect, Powtoon Audiovisual Media, Writing Achievement.
PERANAN NILAI-NILAI PANCASILA DALAM MEMBANGUN ETIKA POLITIK DI INDONESIA Kartika, I Made
Widya Accarya Vol 9 No 2 (2018): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.544 KB) | DOI: 10.46650/wa.9.2.669.%p

Abstract

Abstrak Dinamika masyarakat dalam menghadapi perbedaan yang berkembang menimbulkan konflik  dalam menanggapi setiap permasalahan yang ada. Akan tetapi dalam banyak hal, Pancasila sebagai ideologi negara telah memberikan pedoman dalam bertingkah laku khususnya dalam etika politik.   Rumusan masalah dalam  penelitian ini adalah : 1) Bagaimanakah peranan nilai-nilai Pancasila dalam membangun etika politik di Indonesia; 2) Faktor-faktor apakah yang menjadi penghambat dalam membangun etika politik di  Indonesia  berdasarkan nilai-nilai Pancasila  ?  Sedangkan tujuan penelitian adalah untuk mengetahui peranan nilai-nilai Pancasila dalam membangun etika politik di Indonesia,dan untuk mengetahui faktor-faktor penghambat dalam membangun etika politik di Indonesia berdasarkan  nilai-nilai Pancasila.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi dan teknik kepustakaan. Kemudian analisis data mengunakan teknik deskriptif kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila memberikan acuan normatif dalam etika politik di Indonsesia, sehingga segala aktivitas politik termasuk  penyelenggaraan negara,  menuntut agar kekuasaan dalam negara dijalankan sesuai dengan (1) asas legalitas, (2) disahkan dan dijalankan secara demokratis, dan (3) dilaksanakan berdasarkan prinsip-prinsip moral. Sedangkan faktor-faktor penghambat dalam membangun etika politik di Indonesia adalah,  ketidakpahaman dan ketidakmampuan masyarakat memahami Pancasila sebagai konsep etika politik, krisis moral yang terjadi dalam lingkungan masyarakat Indonesia, longgarnya kepercayaan dan pemahaman individu terhadap agama yang dianutnya, dan maraknya paham  radikalisme di masyarakat,  lemahnya pengawasan serta penegakkan hukum yang kurang  tegas.Kata kunci : peranan nilai-nilai Pancasila, membangun etika politik.                                                         Abstract                The dynamics of society in the face of growing differences creates conflict in responding to any existing problems. Will remain in many ways, the Pancasila as a state ideology has provided guidenlines for acting specifically in  political ethics. The formulation of the problem in this research is, (1).  How is the role of the Pancasila values in building political ethics in Indonesia?, (2). What factors are obstacles to building political ethis in Indonesia based on Pancasila values?.  While the purpose of the research  is to determine the role of Pancasila values in developing political ethics in Indonesia, and  to find out the inhibiting factors in building political ethics in Indonesia based on Pancasila values.                Data collection techniques in this research used  documentation techniques and library study techniques. Then analyze the data using qualitative descriptive techniques.                The results of the research so that the Pancasila values provide a normative reference in political ethics in Indonseia, so that all  political activities, including the administration of the state, demand that the power in the state be carried out in accordance with  with (1). the principle of legality, (2). legalized and carried out democratically and (3). carried of based on moral principles. While the inhibiting factors in building political ethics in Indonesia  are the incomprehension and inability of the public to understand Pancasila as a concept of political ethics, the moral crisis that occurs inthe Indonesiaan society, the loosening of individual beliefs and understanding of the religion they embrace, the radicalism in society, their weakness less strict supervision and law enforcement.Keywords: the role of Pancasila values, build political ethics.
SIKAP SATYA DAN BAKTI DALAM GEGURITAN PANCA DATU (WIT WASTAN JAGAT BALI) Putera Semadi, Anak Agung Gde
Widya Accarya Vol 9 No 2 (2018): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.223 KB) | DOI: 10.46650/wa.9.2.673.%p

Abstract

     Abstract          Geguritan Panca Datu (Wit Wastan Jagat Bali) is a traditional Balinese literature work which uses macepat song as it literary media. Bali is historical values and satya bakti philosophy which are developed as the main theme in this work can be utilized to guide polite character for each generation. This problem is very interesting to be studied from the paradigm of literature psychology theory. This study is a type of qualitative research. The data were collected by using library study method and assisted with in-depth interview techniques, participatory observation, note, and recording. All data were reviewed by both analysis descriptive method and text content analysis. The presentation of that data analysis result is delivered verbally, sharply, and systematically. Satya and bakti are two powerful mental attitudes which can be applied in reaching the success of life goals and this life which are based on dharma. In Geguritan Panca Datu (Wit Wastan Jagat Bali) these two forms of attitude are purely highlighted as the embodiment of truly value-field work of art.                                                                                       Key words :  Geguritan, Satya, and Bakti. AbstrakGeguritan Panca Datu (Wit Wastan Jagat Bali) adalah karya sastra Bali tradisional yang menggunakan tembang macepat sebagai medium sastranya. Nilai-nilai historis Bali dan filosopis satya bakti yang dikembangkan sebagai tema utama dalam karya ini dapat dimanfaatkan untuk menuntun karakter yang santun bagi setiap generasi. Permasalahan ini sangat menarik dikaji dari paradigma teori psikologi sastra.Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif. Data yang dikumpulkan menggunakan metode studi pustaka dan dibantu dengan teknik wawancara mendalam, observasi partisipasi, pencatatan, dan rekaman. Seluruh data dikaji dengan metode deskriptif analisis serta analisis isi teks. Penyajian hasil analisis data itu dilakukan secara verbal, tajam, dan sistematis.Satya dan bakti adalah dua sikap batin yang sangat kuat dapat diaplikasikan dalam mencapai kesuksesan tujuan hidup dan kehidupan ini berdasarkan atas dharma. Dalam Geguritan Panca Datu (Wit Wastan Jagat Bali) kedua bentuk sikap tersebut murni ditonjolkan sebagai  perwujudan karya seni yang benar-benar sarat nilai. Kata kunci : Geguritan, Satya, dan Bakti.
THE IMPLEMENTATION OF CHARACTER EDUCATION IN ENGLISH CLASSROOM ACTIVITIES BASED ON 2013 CURRICULUM Triana Juliari, I Gusti Ayu Indah
Widya Accarya Vol 9 No 1 (2018): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.452 KB) | DOI: 10.46650/wa.9.1.679.%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk menginvestigasi implementasi dari pendidikan karakter dalam aktivitas belajar bahasa Inggris berdasarkan kurikulum 2013. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas VIII dan guru bahasa Inggris di SMPN 1 Tabanan. Instrumen â?? instrumen  yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi, catatan lapangan dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 7 jenis nilai â?? nilai karakter yang diimplementasikan oleh guru di pertemuan pertama, yaitu: kereligiusan, kedisiplinan, kejujuran, keingintahuan, kemandirian, menghargai prestasi orang lain, and bersahabat/komunikatif. Sementara itu, ada 9 jenis nilai â??nilai karakter yang diimplementasikan oleh guru pada pertemuan kedua, yaitu: kereligiusan, kedisiplinan, kejujuran, keingintahuan, kemandirian, kerja keras, kreatif, menghargai prestasi orang lain, and bersahabat/komunikatif. Berdasarkan observasi dan wawancara kepada guru bahasa Inggris, nilai â??nilai karakter tersebut disisipkan ke dalam rencana pelaksanaan pembelajaran, khususnya pada indikator dan aktivitas pembelajaran. Namun ada beberapa perbedaan antara nilai â?? nilai karakter yang disisipkan dalam rencana pelaksanaan pembelajaran. Hal tersebut bergantung pada topik dan indikator yang akan dicapai pada proses pembelajaran. Mengimplementasikan nilai â?? nilai pendidikan karakter dalam aktivitas pembelajaran sangat penting khususnya dalam kelas bahasa Inggris sebagai bahasa asing, karena tujuan pendidikan tidak hanya mengedukasi pelajar untuk menjadi sukses tetapi juga memberikan kesempatan kepada mereka untuk membangun karakternya masing â?? masing dengan meningkatkan nilai â?? nilai moral. Kata kunci: Pendidikan karakter, Aktivitas belajar bahasa Inggris, Kurikulum 2013.
KARAKTERISTIK DAN MODEL LAYANAN PENDIDIKAN BAGI ANAK BERKESULITAN BELAJAR Widiastuti, Ni Luh Gede Karang
Widya Accarya Vol 10 No 1 (2019): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.591 KB) | DOI: 10.46650/wa.10.1.680.%p

Abstract

AbstrakArtikel ini disusun dengan maksud untuk memberikan jawaban atas permasalahan yang sering kali muncul dan dihadapi guru di sekolah. Salah satu permasalahan yang sering kali terjadi adalah berkaitan dengan kondisi siswa yang dalam konteks ini adalah anak-anak yang mengaami kesulitan belajar.Anak berkesulitan belajar adalah anak yang mengalami kesulitan dalam tugas-tugas akademiknya, yang disebabkan oleh adanya disfungsi minimal otak, atau dalam psikologis dasar, sehingga prestasi belajarnya tidak sesuai dengan potensi yang sebenarnya. Kesulitan belajar merupakan bidang yang sangat luas, dan sangat komplek untuk dipelajari, karena menyangkut sekurang-kurangnya aspek psikologis, neurologis, pendidikan dan aspek kehidupan sosial anak dalam keluarga/masyarakat. Anak-anak yang mengalami kesulitan belajar, baik secara umum ataupun khusus memerlukan layanan pendidikan khusus dalam proses pembelajarannya di sekolah. Mereka membutuhkan bimbingan dan program yang sesuai dengan kebutuhan belajarnya.Kata-kata kunci: layanan pendidikan khusus, anak berkesulitan belajar

Page 10 of 25 | Total Record : 243