cover
Contact Name
Ni Wayan Swarniti
Contact Email
jurnalaccarya@gmail.com
Phone
+6285739637227
Journal Mail Official
jurnalaccarya@gmail.com
Editorial Address
Jalan Kamboja No.17, Dangin Puri Kangin, Kec. Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali - Indonesia
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Widya Accarya
Published by Universitas Dwijendra
ISSN : 20850018     EISSN : 27228339     DOI : -
Core Subject : Education,
Widya Accarya, 2085-0018 (Print ISSN), 2722-8339 (Electronic ISSN) is the Journal of Education who published research articles and of theoretical articles in education which published by Faculty of Teacher Training and Pedagogy, Dwijendra University. The journal is published twice a year every April and October published by Faculty of Teacher Training and Pedagogy. This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: • Education • Language Teaching and Learning • Classroom Action Research • Morphology • Syntax • Phonology • Semantic • Pragmatic • Discourse Analysis • Translation • Comparative Linguistics History • Applied Linguistic
Articles 202 Documents
KEMAMPUAN MENGANALISIS STRUKTUR TEKS CERITA PENDEK SISWA KELAS XI TKJ SMK DWIJENDRA DENPASAR YOGAN DEWI, IDA AYU NOVITA
Widya Accarya Vol 9 No 1 (2018): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.418 KB) | DOI: 10.46650/wa.9.1.614.%p

Abstract

Abstrak Kemampuan menganalisis adalah salah satu upaya yang dilakukan untuk menaikkan memperhebat dan mempertinggi tinggi kesanggupan, kecakapan dan kekuatan berusaha dengan diri sendiri dalam menguasai sesuatu, yang merupakan hasil latihan atauu praktek yang digunakan untuk dapat diwujudkan melalui tidakan-tindakan. Tujuan dari penelitian ini adalah bagaimanakah Kemampupan Menganalisis Struktur Teks Cerita Pendek siswa Kelas XI TKJ SMK Dwijendra Denpasar yangberjumlah 24 orang siswa, teori yang digunakan adalah teori struktural. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan dan data sekunder yang bersumber dari hasil analisis tes siswa. Data dalam penlitian ini diolah dengan menggunakan teknik analisis data secara kuantitatif. Data dalam penelitian ini dari hasil analisis tes siswa yang akan disajikan dalam bentuk formal dan informal yaitu dari hasil penelitian disajikan dalam bentuk tabel dan grafik kemudian dideskripsikan dalam bentuk naratif untuk memahami makna dan menjawab permasalahan penelitian. Penentuan penelitian ini terdiri atas semua populasi siswa kelas XI TKJ Dwijendra sebanyak 24 orang siswa. Dalam penelitian ini dipergunakan beberapa metode yang mendukung yaitu (1) metode dan teknik pengumpulan data, (2) metode pengumpulan data, (3) teknik pengumpulan data, (4) metode dan analisis data. Metode yang penulis gunakan adalah metode tes dan kepustakaan. Adapun hasil yang dapat dicapai siswa kelas XI TJK SMK Dwijendra Denpasar yaitu sebagai berikut: 2 orang siswa (8,33%) memperoleh nilai 10 dengan predikat istimewa, 5 orang siswa (20,83) memperoleh nilai 9 dengan predikat baik sekali, 9 orang siswa (37,5%) memperoleh nilai 8 dengan perikat baik, 8 orang siswa (33,33%) memperoleh nilai 7 dengan predikat lebih dari cukup. Jadi rata-rata nilai siswa seluruhnya 8,125 dibulatkan menjadi 8,13. Dari dat di atas disimpulkan bahwa kemampuan menganalisis struktur teks cerita pendek siswa kelas XI TKJ SMK Dwijendra Denpasar dalam menganalisis struktur teks cerpen dikatakan tergolong lebih baik dan telah memenuhi kriteria ketuntasan minimum (KKM). Kata Kunci : Kemampuan, Struktur Teks, Cerita Pendek Abstract The ability to analyze is one of the efforts being done to increase, improve and enhance the level of ability, competence and strength of effort from oneself to mastering something which as the result of training or practicing being used to be able to manifest through actions. The aim of this research is to find out how the Ability to Analyze the Text Structure of Short Stories by students at Grade XI TKJ SMK Dwijendra Denpasar, numbering 24 students, the theory being used was structural theory. Type of data being used was primary and secondary data originated from analysis result of studentsâ?? exam. Data from this study was processed by using quantitative data analysis technique. Data in this study was from analysis result of studentsâ?? exam which would be presented in formal and informal form that is from research result was presented in the form of table and graphic and later was described in narrative form to comprehend the meaning and  1 answering researchâ??s problem. Population of this research consisted of all population of students at grade XI TKJ Dwijendra of 24 students. In this study several methods were used to support namely (1) data sampling method and technique, (2) data sampling method, (3) data sampling technique, (4) data analysis method. The method that the author used was test and literature method. Whereas the result that can be achieved by students at Grade XI TKJ SMK Dwijendra Denpasar are as follows: 2 students (8.33%) achieving score of 10 with excellent citation, 5 students (20.83%) achieving score of 9 with remarkable citation, 9 students (37.5%) achieving score of 8 with good citation, 8 students (33.33%) get the score of 7 with fairly good citation. So the average of overall studentsâ?? scores is 8.125 and rounded to 8.13. From the data above it can be concluded that the ability to analyze text structure of short stories by students at Grade XI TKJ SMK Dwijendra Denpasar in analyzing text structure of short stories can be said classified as better and has met the minimum completeness criteria (KKM).  Key words: Ability, Text Structure, Short Stories.
THE ROLES OF EDUCATIONAL INSTITUTION IN DEVELOPING THE NATIONALISM SPIRIT FOR INDONESIA’S NATIONAL RESURGENCE FERRYANTI, NI PUTU
Widya Accarya Vol 9 No 1 (2018): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.225 KB) | DOI: 10.46650/wa.9.1.615.%p

Abstract

ABSTRAK            Penelitian dalam artikel ini dilaksanakan dengan menganalisis peranan para guru dan kurikulum pada setiap jenjang pendidikan dalam meningkatkan semangat nasionalisme demi kebangkitan nasional Bangsa Indonesia. Adapun tujuannya adalah untuk menganalisis sejauh mana peranan institusi pendidikan dalam meningkatkan semangat nasionalisme. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dari penelitian ini berupa dokumen dan informan. Data dokumen merupakan kurikulum yang dipakai oleh setiap jenjang pendidikan, sementara informannya adalah para guru yang mengajar di sana. Data yang dikumpulkan berdasarkan analisis data dan kuesioner. Lalu, data yang didapatkan kemudian dianalisis untuk mencari peranan institusi pendidikan. Berkaitan dengan peningkatan semangat nasionalisme, terdapat beberapa temuan antara lain enam (6) poin dalam pendidikan dasar, lima (5) poin dalam pendidikan menengah, dan tiga (3) poin dalam pendidikan tinggi dalam jenjang pendidikan yang harus diaplikasikan baik di dalam pengembangan kurikulum dan kegiatan belajar mengajar. Mengembangkan semangat nasionalisme merupakan masalah yang serius karena masyarakat cenderung bersifat individual dewasa ini. Pendidikan sebagai bagian terpenting dalam kehidupan masyarakat memiliki peranan penting untuk mengembangkan semangat nasionalisme tersebut. Program-program yang diaplikasikan di setiap jenjan pendidikan harus juga memasukkan program yang bersifat nasionalisme sehingga semangat kebangkitan nasional bisa ditingkatkan.Kata Kunci: Institusi Pendidikan, Nasionalisme, Peranan ABSTRACTThe research of this article is conducted by analyzing the roles of teachers and curriculum of every level at educational institution in developing the spirit of nationalism for Indonesia Country of National Resurgence. The aims is to analyze how far the roles of education institution in developing the spirit of nationalism. The research method applied is descriptive qualitative. The sources of data consist of document and informants. The document is the curriculum of every level of education, while the informants are the teachers. It used content analysis and questionnaire to collect the data. Moreover, the results of the content analysis and questionnaire were analyzed to figure out the roles of educational institution. In order to develop the spirit of nationalism, the final findings of this research showed six (6) points at primary level of education, five (5) points at secondary level of education , and three (3) points at tertiary level of education were needed to be applied on their curriculum development and teaching-learning process. Developing the spirit of nationalism becomes a serious problem as people tend to be individualistic nowadays. Education as the essential part of peopleâ??s life takes a very important role to develop it. The programs applied in every level of education should insert nationalism programs, hence it can develop the spirit of national resurgence. Key words: Education Institution, Nationalism, Role
PENERAPAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK DALAM PENANGANAN PASIEN GANGGUAN JIWA DI RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI BALI TIRTAWATI, ANAK AGUNG RAI
Widya Accarya Vol 8 No 2 (2017): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.422 KB) | DOI: 10.46650/wa.8.2.617.%p

Abstract

ABSTRACT                Therapeutic communication is one way that can be used to help the healing process of the patient. This research was conducted to see the implementation of therapeutic communication in handling mental disorder patient according to Standard Operational Procedure (SOP) at Bali Provincial Mental Hospital 2017. The formulation of the problem is "How is the application of therapeutic communication in handling mental patients in Mental Hospital of Bali Province"          The study is located in RSJ Bali Province which is a government hospital located in Bangli Regency. This research uses qualitative approach and object approach method using empirical approach. Selection of research subjects using purposive sampling which amounted to 13 nurses and methods of data collection using observation techniques, questionnaires, unstructured interviews and documentation. This study uses descriptive statistical analysis techniques used to examine the percentage of the percentage, which is then deepened with a qualitative study.          The result of the research on the application of therapeutic communication in phase I (orientation phase) between the nurse and the mental disorder patient is 71% of the results in phase II (work phase) is 77%, then the result of research on the application of therapeutic communication in phase III (termination phase) is 67%. In addition to the above three phases, therapeutic attitudes of nurses and communication techniques are also investigated. The results of research on the application of therapeutic attitude of nurses in conducting therapeutic communication in mental disorder patients is 88% and nurse communication technique in applying therapeutic communication is 92%. In general, the results of research on the application of therapeutic communication in the treatment of ganggguan soul patients at RSM Jiwa Bali Province has been implemented optimally Keywords: Therapeutic Communication, Mental Disorders ABSTRAK           Komunikasi terapeutik merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk membantu proses penyembuhan pasien. Penelitian ini dilakukan untuk melihat penerapan komunikasi terapeutik dalam menangani pasien gangguan jiwa sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali tahun 2017.Rumusan masalahnya adalah â?? Bagaimana penerapan komunikasi terapiutik dalam menangani pasien gangguan jiwa di Rumah sakit Jiwa Provinsi Bali â??          Penelitian berlokasi di RSJ Provinsi Bali yang merupakan rumah sakit pemerintah bertempat  di Kabupaten Bangli. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode pendekatan objek menggunakan pendekatan empiris. Pemilihan subjek penelitian menggunakan purposive sampling yang berjumlah 13 perawat dan metode pengumpulan data menggunakan teknik observasi, kuesioner, wawancara tidak terstruktur dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis statistik  deskriptif yang digunakan sebatas mengkaji besaran presentase, yang kemudian diperdalam dengan kajian secara kualitatif.          Hasil penelitian terhadap penerapan komunikasi terapeutik pada fase I (fase orientasi) antara perawat dengan pasien gangguan jiwa ialah sebesar 71% hasil pada fase II (fase kerja)  ialah sebesar 77%, kemudian hasil penelitian pada penerapan komunikasi terapeutik pada fase III (fase terminasi) ialah sebesar 67%. Selain ketiga fase di atas, sikap terapeutik perawat dan teknik komunikasi juga diteliti. Hasil penelitian terhadap penerapan sikap terapeutik perawat dalam melakukan komunikasi terapeutik pada pasien gangguan jiwa ialah sebesar 88% dan teknik komunikasi perawat dalam menerapkan komunikasi terapeutik ialah sebesar 92%. Secara umum hasil penelitian terhadap penerapan komunikasi terapeutik dalam penanganan pasien ganggguan jiwa di RSJ Jiwa Provinsi Bali penerapannya telah terlaksana secara optimal Kata Kunci : Komunikasi Terapeutik, Gangguan Jiwa
PRESIDENT JOKOWI’S CAMPAIGN SPEECH ON “MEWUJUDKAN JAKARTA BARU” THE ANALYSIS OF ILLOCUTIONARY ACT SUDARMAWAN, I PUTU YUDI
Widya Accarya Vol 9 No 1 (2018): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/wa.9.1.618.%p

Abstract

AbstractSpeech is one of the important steps during campaign process to attract voters in the political election. The candidates choose the proper diction to make the voters believe about their future programs and have faith to the person itself in making the programs come to real. This study attempts to analyze political campaign speech of Jokowi for Jakarta gubernatorial election. Revealing Jokowiâ??s intention and purpose in his campaign speech becomes the objective of this study. This study helps politicians to learn and investigate about the political strategy in campaigning, and for Jakarta gubernatorial election voters, it might help in monitoring Jokowiâ??s programs in the campaign and its realization. This study applies qualitative research method approach. The writer uses YouTube as media to collect the data. In analyzing the data, the writer uses Speech Act Theory, especially Illocutionary Act that is proposed by John Searle. The finding of the study, the writer found that Jokowi mostly use representatives speech act in his campaign speech, since the representatives speech act deals with the speakerâ??s belief. During his campaign speech, Jokowi states his believes that there must be some improvements for Jakarta by using representatives act. Keywords: Campaign; Speech; Illocutionary Act;  AbstrakPidato adalah salah satu langkah penting selama proses kampanye untuk menarik pemilih dalam pemilihan politik. Para kandidat memilih diksi yang tepat untuk membuat para pemilih percaya tentang program masa depan mereka dan memiliki keyakinan kepada orang itu sendiri dalam membuat program menjadi nyata. Penelitian ini mencoba menganalisis pidato kampanye politik Jokowi untuk pemilihan gubernur DKI Jakarta. Mengungkap niat dan tujuan Jokowi dalam pidato kampanyenya menjadi tujuan dari penelitian ini. Studi ini membantu politisi untuk belajar dan menyelidiki tentang strategi politik dalam kampanye, dan untuk pemilih pemilihan gubernur Jakarta, mungkin membantu dalam memantau program Jokowi dalam kampanye dan realisasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode penelitian kualitatif. Penulis menggunakan YouTube sebagai media untuk mengumpulkan data. Dalam menganalisis data, penulis menggunakan Speech Act Theory, khususnya Illocutionary Act yang diusulkan oleh John Searle. Temuan dari penelitian ini, penulis menemukan bahwa Jokowi kebanyakan menggunakan kata-kata perwakilan dalam pidato kampanyenya, karena pidato perwakilan berbicara tentang kepercayaan pembicara. Selama pidato kampanyenya, Jokowi menyatakan keyakinannya bahwa harus ada beberapa perbaikan untuk Jakarta Dengan Menggunakan Aksi perwakilan. Kata Kunci: Kampanye, Illocutianary Act
PERANAN KEPALA SUB DIREKTORAT CYBER CRIME DALAM MENANGGULANGI PENIPUAN BERKEDOK INVESTASI ONLINE DI KEPOLISIAN DAERAH BALI SUJANA, I GEDE
Widya Accarya Vol 9 No 1 (2018): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.643 KB) | DOI: 10.46650/wa.9.1.635.%p

Abstract

Abstrak:  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Bagaimana Peranan Kepala Sub Direktorat Cyber Crime Dalam Menanggulangi Penipuan Berkedok Investasi Online di Kepolisian Daerah Bali. Disamping itu untuk mengetahui faktor yang menghambat Kepala Sub Direktorat Cyber Crime Dalam Menanggulangi Penipuan Berkedok Investasi Online di Kepolisian Daerah Bali.Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang diguanakan dalam penelitian ini adalah analisis data induktif, melalui reduksi data, unitisasi/kategorisasi data, dan penarikan simpulan.Dari hasil penelitian menunjukan bahwa,1) Bagaiamana Peranan Kepala Sub Direktorat Cyber Crime Dalam Menanggulangi Penipuan Berkedok Investasi Online di Kepolisian Daerah Bali yaitu: dengan cara menerima laporan atau pengaduan dari masyarakat atau dengan melakukan cyber parpol guna menemukan pelaku dengan cara penyelidikan kemudian penyidikan.2) Hambatan Kepala Sub Direktorat  Cyber Crime Dalam Menanggulangi Penipuan Berkedok Investasi Online di Kepolisian Daerah Bali adalah faktor hadware atau software yang kurang memadai untuk melakukan penyidikan, anggaran, kemampuan penyidik, alat bukti, kesadaran hukum untuk melaporkan kasus ke kepolisian masih sangat rendah, perangkat hukum yang belum memadai dan fasilitas komputer forensik yang belum memadai. Berdasarkan penelitian dan pembahasan tentang Peranan Kepala Sub Direktorat Cyber Crime Dalam Menanggulangi Penipuan Berkedok Investasi Online di Kepolisian Daerah Bali dapat disimpulkan bahwa cyber crime merupakan perbuatan yang merugikan. Modus operandi cyber crime sangat beragam dan terus berkembang sejalan dengan perkembangan teknologi, tetapi jika diperhatikan lebih saksama akan terlihat bahwa banyak di antara kegiatan-kegiatan tersebut memiliki sifat yang sama dengan kejahatan-kejahatan konvensional. Perbedaan umumnya adalah bahwa  cyber crime melibatkan komputer dalam pelaksanaanya. Sistem perundang-undangan di Indonesia belum mengatur secara khusus mengenai kejahatan komputer melalui media internet. Beberapa peraturan yang ada baik yang terdapat di dalam KUHP maupun diluar KUHP untuk sementara dapat diterapkan terhadap beberapa kejahatan, tetapi ada juga kejahatan yang tidak dapat diantisipasi oleh undang-undang yang saat ini berlaku.Kata Kunci : Cyber Crime, penipuan, Investasi Online.Abstract: The purpose of this study is to find out how the role of the Head of Sub Directorate of Cyber Crime in Overcoming Fraud under the Fraudulent Online Investment in the Regional Police Bali. Besides, to know the factors that inhibit the Head of Sub Directorate of Cyber Crime in Tackling Fraud under the Fraudulent Online Investment in the Bali Regional Police. The type of this research is descriptive research using qualitative approach. Data collection techniques used are interviews and documentation. Data analysis technique used in this research is inductive data analysis, through data reduction, unitization / data categorization, and conclusion drawing.             The results of the research show that 1) how the role of the Head of Sub Directorate of Cyber Crime in Tackling Fraud under the Online Investment in the Bali Regional Police is by receiving reports or complaints from the public or by conducting cyber parties to find the perpetrators by means of investigation and then investigation.2 ) Obstacles Head of Sub Directorate of Cyber Crime in Overcoming Fraud Under the False of Online Investment in Bali Regional Police is a factor of hadware or software that is inadequate to conduct investigation, budget, investigator ability, evidence, law awareness to report case to police still very low, which has not been sufficient and inadequate computer forensic facilities. Based on research and discussion about the role of Head of Sub Directorate of Cyber Crime In Overcoming Fraud Under the False Investment Online in Bali Regional Police can be concluded that cyber crime is a harmful action. The modus operandi of cyber crime varies greatly and continues to grow in line with technological developments, but if more careful attention will be observed that many of these activities have the same characteristics as conventional crimes. The general difference is that cyber crime involves a computer in its implementation. The Indonesian legislation system has not specifically regulated computer crimes through internet media. Some of the existing rules contained within the Criminal Code as well as outside the Criminal Code are temporarily applicable to some crimes, but there are also crimes that can not be anticipated by current laws. Keywords: Cyber Crime, scams, Online Investment.
PERANAN KEPALA SUB DIREKTORAT CYBER CRIME DALAM MENANGGULANGI PENIPUAN BERKEDOK INVESTASI ONLINE DI KEPOLISIAN DAERAH BALI SUJANA, I GEDE
Widya Accarya Vol 9 No 1 (2018): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.643 KB) | DOI: 10.46650/wa.9.1.636.%p

Abstract

Abstrak:  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Bagaimana Peranan Kepala Sub Direktorat Cyber Crime Dalam Menanggulangi Penipuan Berkedok Investasi Online di Kepolisian Daerah Bali. Disamping itu untuk mengetahui faktor yang menghambat Kepala Sub Direktorat Cyber Crime Dalam Menanggulangi Penipuan Berkedok Investasi Online di Kepolisian Daerah Bali.Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang diguanakan dalam penelitian ini adalah analisis data induktif, melalui reduksi data, unitisasi/kategorisasi data, dan penarikan simpulan.Dari hasil penelitian menunjukan bahwa,1) Bagaiamana Peranan Kepala Sub Direktorat Cyber Crime Dalam Menanggulangi Penipuan Berkedok Investasi Online di Kepolisian Daerah Bali yaitu: dengan cara menerima laporan atau pengaduan dari masyarakat atau dengan melakukan cyber parpol guna menemukan pelaku dengan cara penyelidikan kemudian penyidikan.2) Hambatan Kepala Sub Direktorat  Cyber Crime Dalam Menanggulangi Penipuan Berkedok Investasi Online di Kepolisian Daerah Bali adalah faktor hadware atau software yang kurang memadai untuk melakukan penyidikan, anggaran, kemampuan penyidik, alat bukti, kesadaran hukum untuk melaporkan kasus ke kepolisian masih sangat rendah, perangkat hukum yang belum memadai dan fasilitas komputer forensik yang belum memadai. Berdasarkan penelitian dan pembahasan tentang Peranan Kepala Sub Direktorat Cyber Crime Dalam Menanggulangi Penipuan Berkedok Investasi Online di Kepolisian Daerah Bali dapat disimpulkan bahwa cyber crime merupakan perbuatan yang merugikan. Modus operandi cyber crime sangat beragam dan terus berkembang sejalan dengan perkembangan teknologi, tetapi jika diperhatikan lebih saksama akan terlihat bahwa banyak di antara kegiatan-kegiatan tersebut memiliki sifat yang sama dengan kejahatan-kejahatan konvensional. Perbedaan umumnya adalah bahwa  cyber crime melibatkan komputer dalam pelaksanaanya. Sistem perundang-undangan di Indonesia belum mengatur secara khusus mengenai kejahatan komputer melalui media internet. Beberapa peraturan yang ada baik yang terdapat di dalam KUHP maupun diluar KUHP untuk sementara dapat diterapkan terhadap beberapa kejahatan, tetapi ada juga kejahatan yang tidak dapat diantisipasi oleh undang-undang yang saat ini berlaku.Kata Kunci : Cyber Crime, penipuan, Investasi Online.Abstract: The purpose of this study is to find out how the role of the Head of Sub Directorate of Cyber Crime in Overcoming Fraud under the Fraudulent Online Investment in the Regional Police Bali. Besides, to know the factors that inhibit the Head of Sub Directorate of Cyber Crime in Tackling Fraud under the Fraudulent Online Investment in the Bali Regional Police. The type of this research is descriptive research using qualitative approach. Data collection techniques used are interviews and documentation. Data analysis technique used in this research is inductive data analysis, through data reduction, unitization / data categorization, and conclusion drawing.             The results of the research show that 1) how the role of the Head of Sub Directorate of Cyber Crime in Tackling Fraud under the Online Investment in the Bali Regional Police is by receiving reports or complaints from the public or by conducting cyber parties to find the perpetrators by means of investigation and then investigation.2 ) Obstacles Head of Sub Directorate of Cyber Crime in Overcoming Fraud Under the False of Online Investment in Bali Regional Police is a factor of hadware or software that is inadequate to conduct investigation, budget, investigator ability, evidence, law awareness to report case to police still very low, which has not been sufficient and inadequate computer forensic facilities. Based on research and discussion about the role of Head of Sub Directorate of Cyber Crime In Overcoming Fraud Under the False Investment Online in Bali Regional Police can be concluded that cyber crime is a harmful action. The modus operandi of cyber crime varies greatly and continues to grow in line with technological developments, but if more careful attention will be observed that many of these activities have the same characteristics as conventional crimes. The general difference is that cyber crime involves a computer in its implementation. The Indonesian legislation system has not specifically regulated computer crimes through internet media. Some of the existing rules contained within the Criminal Code as well as outside the Criminal Code are temporarily applicable to some crimes, but there are also crimes that can not be anticipated by current laws. Keywords: Cyber Crime, scams, Online Investment.
PENGARUH POLA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENGATASI PENYALAH GUNAAN NARKOBA PADA SISWA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS DWIJENDRA DENPASAR Sila, I Made; Rai, Ida Bagus
Widya Accarya Vol 9 No 2 (2018): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.047 KB) | DOI: 10.46650/wa.9.2.640.%p

Abstract

ABSTRACTDrug abuse and dissemination is one of the criminal acts and it has become such a serious phenomenon that must be overcome and resolved by both the self, the society, the educational environment and the government. Schools as formal educational institutions need to take a serious handling by carrying out socialization in the community and education. Headmaster as a leader of educational institution need to make various innovations, especially in implementing leadership patterns to influence the behavior of institutions and subordinates, especially learners. A credible, transparent, accountable, and responsible headmaster pattern will be a good example for teachers and learners. This research was categorized into a qualitative research, because this research tried to describe the symptoms or facts as they are or naturally in verbal narrative (using words). Informants in this study were determined by purposive sampling technique. While the technique of data collection was done by interviewing, observation and documentation. Data analysis technique used was descriptive technique with induction and argumentation technique. From the results of the study note that the leadership pattern of headmasterwas very influential on the behavior of teachers and students. While the school effort was by the way of promotive, preventive, curative, rehabilitative and repressive. The advice I could give for headmaster is she/heshould always provide sufficient supervision for learners, because children or teenagers are vulnerable to drug abuse and for the government is it is advisable to continue to program the prevention of the dangers of drugs and to take firm action against the perpetrators of drugs crimes.Keywords, Leadership pattern, drugs abuseABSTRAKPenyalahgunaan dan penyebaran narkoba adalah sebagai salah satu perbuatan yang melanggar hukum dan telah menjadi fenomena yang begitu serius yang harus ditanggulangi dan selesaikan baik oleh diri sendiri, masyarakat, lingkungan pendidikan dan pemerintah. Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal perlu melakukan  penanggulangan yang serius dengan melaksanakan sosialisasi dilingkungan masyarakat dan pendidikan. Kepala sekolah sebagai pemimpin lembaga pendidikan perlu melakukan berbagai inovasi terutama dalam menerapkan pola kepemimpinan untuk dapat mempengaruhi prilaku lembaga dan bawahannya terutama peserta didiknya.  Pola kepemimpinan kepala sekolah yang kredibel, transparan, akuntabel,  dan bertanggung jawab  akan merupakan contoh yang baik bagi guru dan peserta didik. Penelitian ini tergolong penelitian kualitatif, karena penelitian ini berusaha mendeksripsikan gejala atau fakta apa adanya atau secara alami secara naratif verbal (menggunakan kata-kata). Informan dalam penelitian ini ditentukan dengan teknik purposive sampling. Sedagkan teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dipergunakan adalah teknik deskriptif dengan teknik induksi dan argumentasi. Dari hasil penelitian diketahui bahwa pola kepemimpinan Kepala sekolah sangat berpengaruh terhadap prilaku guru dan siswa. Sedangkan upaya sekolah adalah  dengan cara promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif dan represif. Saran yang dapat saya berikan adalah bagi para kepala sekolah  hendaknya selalu memberikan pengawasan yang cukup bagi peserta didik, karena anak-anak atau remaja rentan menjadi korban penyalahgunaan narkoba dan bagi pemerintah disarankan untuk terus memprogramkan upaya-upaya pencegahan terhadap bahaya narkoba dan menindak tegas pelaku kejahatan narkoba. Kata kunci, Pola kepemimpinan, penyalahgunaan narkoba
STUDI KOMPARATIF TUGAS DAN FUNGSI PRESIDEN DALAM SISTEM KETATANEGARAAN SEBELUM DAN SESUDAH AMANDEMEN UUD 1945 Rindawan, I Ketut
Widya Accarya Vol 9 No 2 (2018): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.619 KB) | DOI: 10.46650/wa.9.2.641.%p

Abstract

 Abstract This study aims to find out how the duties and functions of the president of the Republic of Indonesia according to the 1945 Constitution before and after the amendment and how differences in the Indonesian constitutional system before and after the amendments to the 1945 Constitution and to deepen the study material on Constitutional Law courses for students. In this study using descriptive, qualitative and literature study methods, where the data obtained were then analyzed from the prevailing laws and regulations. After being analyzed, the results of data analysis will be realized in the form of concise and clear data so that it is easy to understand. The results of the study show that the duties and powers of the president according to the 1945 Constitution after the amendment are the President of the Republic of Indonesia holding the power of the government of the country according to the Constitution. Thus the president functions as head of state and head of government. The fact that the function of the president as head of state can be seen from the elucidation of articles 10 to 15 which states that the power of the president as head of state. Whereas regarding the mechanism of accountability of the president in the 1945 Constitution, the President who is directly elected by the people through a general election is responsible for his performance and duties in his tenure according to the mandate and mandate of the state based on the applicable Law. Keywords: Tasks and Functions of the President, Before and After the Amendment of the 1945 Constitution of the Republic of IndonesiaAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tugas dan fungsi presiden Republik Indonesia menurut UUD 1945 sebelum dan setelah amandemen dan bagaimana perbedaan sistem ketatanegaraan Indonesia sebelum dan setelah amandemen UUD 1945 dan untuk memperdalam bahan kajian mata kuliah Hukum Tata Negara bagi mahasiswa. Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif, kualitatif dan studi pustaka, dimana data yang diperoleh kemudian dianalisis dari sudut perundang-undangan yang berlaku. Setelah dianalisis selanjutnya hasil analisis data akan diwujudkan dalam bentuk data yang ringkas dan jelas sehingga mudah dipahami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tugas dan kekuasaan presiden menurut UUD 1945 setelah amandemen adalah Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan pemerintahan negara menurut Undang-Undang Dasar. Dengan demikian presiden berfungsi sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan. Kenyataan fungsi presiden sebagai kepala negara dapat dilihat dari penjelasan pasal 10 sampai pasal 15 yang menyatakan bahwa kekuasaan presiden sebagai kepala negara. Sedangkan mengenai mekanisme pertanggungjawaban presiden dalam UUD 1945 adalah presiden yang dipilih langsung oleh rakyat melalui suatu pemilihan umum bertanggungjawab terhadap kinerja dan tugasnya dalam masa jabatanya sesuai mandat dan amanat negara berdasarkan Undang-Undang yang berlaku. Kata kunci : Tugas dan Fungsi Presiden, Sebelum dan Sesudah Amandemen UUD RI 1945 
PENERAPAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MEMBENTUK KEMANDIRIAN BELAJAR PADA ANAK AUTIS (STUDI KASUS DI SEKOLAH MADANIA CENTER BANJAR BUMI SARI DENPASAR BARAT) Sutika, I Made
Widya Accarya Vol 9 No 2 (2018): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.705 KB) | DOI: 10.46650/wa.9.2.642.%p

Abstract

ABSTRACTThe increasing numbers of autism children become an important issue. It is not only the responsibilty of medical personnel or psychologist, but also need the role of parents and teacher at school.  Besides an educator, teacher also has responsibilty to educate the students in forming their behaviors through character education. It becomes importance since it directs autism students become independent human and develop themselves based on their potential. Therefore, it could give the benefit for themselves and their environment. In line with that, the problem in this study could be formulated as follows: 1) how does the implementation of character education in forming autism studentsâ?? independent learning at Madania School Center Banjar Bumi Sari, West Denpasar? 2) what are the obstacles faced in implementing character education to form autism studentsâ?? independent learning at Madania School Center Banjar Bumi Sari, West Denpasar?  The purposes to be achieved in this study are: 1) To find out about the implementation of character education in forming autism studentsâ?? independent learning at Madania School Center Banjar Bumi Sari, West Denpasar. 2) To find out the obstacles faced in implementing character education in order to form autism studentsâ?? independent learning at Madania School Center Banjar Bumi Sari, West Denpasar. The methods of collecting the data used in this research were interview, observation and documentation methods, with the research subjects were the principal, teacher guardian and 3 (three) autism students who made the case. The data analysis techniques used was qualitative descriptive through data reduction, data presentation and conclusion. The results of this study showed that the implementation of character education in forming the autism independent learning, were: 1) By doing habitual, Activity of Daily Living (ADL) is known as self-development which refers to personal activities but has an impact related to human relationships. 2) Normalization and normative culture in schools by applying applicable morals. 3) Using an integrated learning model with the theme centre of intrest for meaningful learning. 4) Understanding individual child differences, therefore in implementing character education could develop and be independent according to his potential. Meanwhile the obstacles were the difficulty of understanding each autism student because of individual differences and also the lack of professional teacher attitude in learning and understanding deeply about pedagogic competency. Then the advice that could be conveyed in this study is the habitual of learning with the term self-development should be carried out consistently, collaboratively with the theme centre of intrest. The teachers should have a serious willingness to increase their knowledge to learn the behavior of autism students; therefore they become professionals in educating.Keywords: Character Education, Independent Learning, Autism Students  ABSTRAKMeningkatnya jumlah anak autis merupakan persoalan penting yang menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya bagian medis atau psikolog saja tetapi tidak kalah pentingnya juga peran orang tua dan guru di sekolah. Tugas guru di sekolah disamping sebagai pengajar juga mengemban tugas sebagai pendidik yakni dalam proses membentuk sikap, prilaku anak melalui  pendidikan karakter.. Hal tersebut berperan penting untuk mengarahkan anak autis menjadi manusia yang mandiri kemudian berkembang sesuai dengan potensi yang ada pada dirinya sehingga dapat bermanfaat bagi dirinya sendiri maupun lingkungan disekitarnya. Sejalan dengan tersebut di atas yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimanakah penerapan pendidikan karakter dalam membentuk kemandirian belajar pada anak  autis di sekolah Madania Center Banjar Bumi Sari, Denpasar Barat? 2) Kendala-kendala apa saja yang dihadapi dalam menerapkan pendidikan karakter untuk membentuk kemandirian belajar pada anak autis di sekolah Madania Center Banjar Bumi Sari,Denpasar Barat? Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui tentang penerapan pendidikan karakter dalam membentuk kemandirian belajar pada anak   autis  di Sekolah Mediana Center Banjar Bumi Sari Denpasar Barat 2) Untuk mengetahui kendala-kendala apa saja yang dihadapi dalam menerapkan pendidikan karakter untuk  membentuk kemandirian belajar pada anak autis di Sekolah Mediana Center Banjar Bumi Sari Denpasar barat. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode wawancara, observasi dan dokumentasi, dengan subyek penelitian adalah Kepala sekolah, guru wali dan 3 (tiga) orang anak autis yang dijadikan kasus. Teknik analisis data yang digunakan adalah diskriptif kualitatif melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pendidikan karakter dalam membentuk kemandirian belajar pada anak autis adalah  ; 1) Dengan melakukan pembiasaan yakni Activity of Daily Living ( ADL )  dikenal dengan istilah bina diri yang mengacu pada kegiatan pribadi tetapi memiliki dampak yang berkaitan dengan human relationship. 2) Pembiasaan dan pembudayaan  yang normatif di sekolah dengan menanamkan akhlak yang aplikatif. 3)Menggunakan model pembelajaran yang terpadu dengan tema centre of intrest agar pembelajaran bermakna. 4) Memahami perbedaan individu anak agar dalam menanamkan pendidikan karakter dapat berkembang dan mandiri sesuai dengan potensinya Sedangkan kendala-kendalanya adalah sulitnya memahami masing-masing anak autis karena adanya perbedaan individu dan juga kurangnya sikap professional guru dalam mempelajarinya serta memahami secara mendalam tentang kompetensi pedagogik. Kemudian saran yang dapat disampaikan dalam penelitian ini adalah pembiasaan pembelajaran dengan istilah bina diri hendaknya dilaksanakan secara konsisten, kolaboratif dengan tema center of intrest  Para guru hendaknya ada kemauan yang serius dalam menambah ilmu pengetahuan untuk mempelajari prilaku anak yang autis sehingga menjadi tenaga professional dalam mendidik.Kata Kunci : Pendidikan Karakter, Kemandirian Belajar, Anak Autis
PANDANGAN HUKUM PIDANA TERHADAP KEJAHATAN KORPORASI (SUATU KAJIAN TEORITIS) Sujana, I Gede
Widya Accarya Vol 9 No 2 (2018): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.664 KB) | DOI: 10.46650/wa.9.2.645.%p

Abstract

AbstractThe development of corporations today is quite encouraging, which can be seen from the growth and development of the corporation itself, both in the number, the various fields of business, and the magnitude of which is almost dispersed throughout the major cities in Indonesia. The purpose of this study are: 1) To analyze the kind and form of an act committed by the corporation is said to be a crime corporations. 2) To analyze the Indonesian criminal law's view of a crime committed by a corporation whether the views are stipulated in the general provisions of the Criminal Code, as well as those stipulated in special provisions, namely the provisions of the Law outside the Criminal Code. 3) To analyze the form of accountability of the perpetrators of corporate crime, whether committed by an individual within a corporation or by the corporation itself. The analytical method used in this study, descriptive analysis after the legal material is processed, then analyzed qualitatively by trying to be embodied to the current social facts about the reality related to corporate crime and accountability. This qualitative analysis does not base its research on the collection of data from the research site, but its size is based on the fact that it is global (general), so the data or legal material that has been obtained is the fact that applicable, so that the a priori law material has enough to prove the truth. Therefore, the presentation of data and data analysis is described in essay form with a rather long sentence to discuss the issues raised in the formulation of the problem. Corporations as legal entities, then in the case of committing a criminal act, according to the provisions of the Criminal Code (Penal Code), can not be subject to criminal sanctions, as a legal entity or corporation is considered unable to commit a crime (Societas/university delinquere non potest) legal entity or corporation can not be criminal. The Corporations can not be prosecuted, because the Criminal Code only considers people (Natuurlijk persoon) as legal subjects, whereas koporasi is not considered a legal subject. However, in the provisions of legislation outside the Criminal Code, as well as in the Criminal Code Draft (Ius Constituendum), corporations are considered as legal subjects, so they can be held accountable under criminal law, and may be subject to criminal sanctions. And in accountability there are various systems in accordance with the formulation of existing legislation, among others: a) .Churcheers corporations as responsible makers and managers, b) .Corporations as makers and administrators responsible, c) .Corporations as makers and also as responsible.Keywords: Criminal Law, Corporate Crime. AbstrakPerkembangan korporasi dewasa ini cukup menggembirakan, yang dapat di saksikan dari tumbuh dan berkembangnya korporasi itu sendiri, baik dalam jumlah, macam bidang usahanya, maupun besarnya yang hampir tersebar diseluruh kota-kota besar di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah : 1) Untuk menganalisa macam dan bentuk  suatu perbuatan yang dilakukan oleh korporasi itu dikatakan sebagai kejahatan korporsi. 2) Untuk menganalisa pandangan hukum pidana Indonesia terhadap kejahatan yang dilakukan korporasi baik pandangan yang diatur di dalam ketentuan umum yaitu Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, maupun yang diatur dalam ketentuan khusus yaitu ketentuan Undang-Undang di luar Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. 3) Untuk menganalisa mengenai bentuk pertanggungjawaban dari pelaku kejahatan korporasi, baik perbuatan yang dilakukan perorangan yang berada dalam suatu korporasi, maupun yang dilakukan oleh korporasi itu sendiri. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini, analisis deskriptif setelah bahan hukum diolah, kemudian dianalisis secara kualitatif dengan mencoba dijewantahkan kepada fakta sosial yang sedang belangsung tentang kenyataan yang berkaitan dengan kejahatan korporasi dan pertanggtungjawabannya. Analisis kualitatif ini tidak mendasarkan penelitiannya pada pengumpulan data dari tempat penelitian, tetapi ukurannya berdasarkan kenyataan yang bersifat global (umum), jadi data-data atau bahan hukum yang telah didapat itu merupakan kenyataanyang berlaku, sehingga bahan hukum itu apriori telah cukup membuktikan kebenarannya. Oleh karenanya penyajian data dan analisis datanya dideskripsikan dalam bentuk essay  guna membahas permasalahan yang diangkat dalam rumusan masalah. Korporasi sebagai badan hukum, maka dalam hal melakukan suatu tindak pidana, menurut ketentuan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP), tidak dapat dikenakan sanksi pidana, karena badan hukum atau korporasi dianggap tidak dapat melakukan tindak pidana (Societas/universitas delinquere non potest), sehingga badan hukum atau korporasi tidak dapat dipidana.. Tidak dapat dipidananya Korporasi,  disebabkan karena KUHP hanya menganggap orang (Natuurlijk persoon) sebagai subyek hukum, sedangkan koporasi tidak dianggap sebagai subyek hukum. Namun dalam ketentuan peraturan perundang-undangan diluar KUHP, begitu juga didalam RUU KUHP (Ius Constituendum), korporasi sudah dianggap sebagai subyek hukum, sehingga dapat dimintakan pertangungjawaban menurut hukum pidana, serta dapat dikenakan sanksi pidana. Dan dalam pertanggungjawabannya terdapat berbagai system sesuai dengan perumusan dari perundang-undangan yang ada antara lain : a).Pengurus korporasi sebagai pembuat dan pengurus yang bertanggung jawab, b).Korporasi sebagai pembuat dan pengurus bertanggung jawab, c).Korporasi sebagai pembuat dan juga sebagai yang bertanggung jawab.Kata Kunci : Hukum Pidana, Kejahatan Korporasi. 

Page 9 of 21 | Total Record : 202