Articles
339 Documents
HERMENEUTIKA HADIS YUSUF QARDAWI (Studi Analisa Terhadap Metodologi Interpretasi Qardawi)
Bisri Tujang
Al-Majaalis : Jurnal Dirasat Islamiyah Vol 2 No 1 (2014): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37397/almajaalis.v2i1.21
Penelitian ini membahas kevalidan metode hermeneutika hadits Yusuf Qard}a>wi yang diusung oleh para tokoh “intelek” Islam masa kini yang diafiliasikan kepadanya. Apakah pandangan miring yang diafiliasikan kepada beliau adalah sebuah factual?, bagaimana langkah yang telah di ambil oleh beliau untuk memperlakukan sunah/hadis Nabi ketika memberikan solusi pada umat?. Bagaimana prosesi interpretasi teks-teks hadis Nabi yang dilunakkan oleh beliau untuk bisa melebur bersama konteks kekinian yang disebut metode penafsiran hermeneutik? Penelitin ini merupakan penelitian pustaka yang memusatkan perhatian pada isu-isu penting seputar langkah-langkah dan metodologi interpretasi hadis Syekh Qard}a>wi. Penelitian ini menggunakan metodekualitatif-analisa isi, dengan menganalisa teks-teks yang tertuang pada metode interpretasi yang digagas oleh Syekh Qard}a>wi dalam bukunya “Kayfa Nata'amal ma'a al-Sunnah al-Nabawiyyah” (Bagaimana berinteraksi dengan sunnah) dengan berpijak pada kerangka teori hermeneutic negosiasi teks hadis yang memperhitungkan aspek sosial, politik, sains dan agama, apakah Qardhawi menyentuh salah satu dari semuanya.Penelitian ini menyimpulkan bahwa beliau adalah seorang tokoh Hermeneutika yang “moderat-eklektis”69, beliau dalam sebagian metodenya masih komitmen menelusuri metode dan prinsip interpretasi para ulama clasik yang berkutat pada urusan ibadah. Namun semangat interpretasi kaum liberal telah mendominasi kerangka berpikir beliau. Analisa ini juga menjawab hasil penelitian Mir’atun Nisa’ “Hermeneutika Hadis Yusuf Qard}a>wi dalam Hermeneutika al-Qur’an dan Hadis”, yang menyimpulkan bahwa Qard}a>wi belum menyentuh pada langkah menganalisa pemahaman teks-teks hadis dengan teori social, politik, ekonami, dan sains terkait. Justru dari analisa yang kami temukan Qard}a>wi juga telah menyentuh teori hermeneutika sains, ekonomi, politik apalagi sosial dan agama.
STUDI KORELASI BAB KEIKHLASAN DAN KEUTAMAAN “LAA ILAAHA ILLALLAH” DALAM KITAB "RIYADHUS SHOLIHIN" DENGAN TEMA "TAUHID ULUHIYYAH" (Studi Analisa Konten)
Muhammad Nur Ihsan
Al-Majaalis : Jurnal Dirasat Islamiyah Vol 2 No 1 (2014): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37397/almajaalis.v2i1.22
Kitab "Riyadhus Sholihin" adalah sebuah karya monumental yang ditulis oleh salah seorang ulama besar yang memiliki reputasi yang tinggi dikalangan kaum muslimin, yaitu Imam Nawawi, kendati kitab tersebut berbicara tentang targhiib wat tarhiib dan tazkiyatun nufus, akan tetapi juga mencakup tema-tema akidah dan tauhid yangdi konsep oleh pengarang dalam bab-bab terpisah disertai dengan dalil-dalil dari al qur'an dan hadits. Nah bagaimana korelasai antara tema-tema tersebut dengan tauhid uluhiyyah dan korelasai teks-teks yang beliau bawakan dengan tema-tema diatas?. Tulisan sederhana ini berusaha menjawab pertanyaan tersebut dengan menggunakan metode library research dan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan analisa konten. Pembahasan tulisan ini dibagai kepada beberapa sub bahasan: pendahuluan, biogarafi singkat Imam Nawawi, pengertian tauhid Uluhiyyah, sunnah dan bid'ah dan studi korelasi tema-tema kitab Riyadhus sholihin dengan tauhid Uluhiyyah dan korelasi teks-teks dalilnya dengan tema-tema tersebut, Terakhir penutup, mencakup kesimpulan berikut: (1) Kitab Riyadhus Sholihin bukan kitab hadits yang berbicara tentang tarqhiib wat tarhiib dan tazkiyaun nufus saja, tetapi juga kitab akidah, (2) Kejelian Imam Nawawi dalam mengkonsep bab-bab kitab tersebut dan memilih dalil-dalil yang berkaitan dengannya, (3) Korelasi antara tema-tema kitab tersebut dengan tauhid Uluhiyyah dan dalil-dalilnya dengan tema-tema tersebut sangat erat sekali, (4) Antara tauhid uluhiyyah dan perintah mengikuti sunnah serta larangan dari bid'ah memiliki korelasi yang sangat kuat.
ISIS DALAM TINJAUAN AQIDAH ISLAMIYAH
Ali Musri Semjan Putra
Al-Majaalis : Jurnal Dirasat Islamiyah Vol 2 No 1 (2014): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37397/almajaalis.v2i1.23
Islam is a peaceful and just religion even to the non-muslims. Therefore, Islam prohibits wrongdoing to anyone, even to animal. Whoever reads the Islamic literatures that were written by the classic scholars will find this matter clearly. Even the word Islam itself means peace or salvation.But, nowadays, the beauty of this Islamic teaching is covered by the dust and fog of thoughts that deviate from the pure Islamic teaching. One of them is ISIS, which recently becomes an issue that stirs people in the world. So, in this call paper that the author proposes, the forms of deviation of ISIS will be discussed from the point of view of Islamic creed based on the valid proofs from the Qur'an and shahih hadits.
DESKRIPSI TAWASSUL DAN HUKUMNYA
Misbahuzzulam
Al-Majaalis : Jurnal Dirasat Islamiyah Vol 2 No 1 (2014): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37397/almajaalis.v2i1.24
Tawasssul merupakan salah satu bentuk pendekatan diri seseorang kepada Allah dengan suatu perantara, baik itu berupa amal shalih yang pernah dilakukannya atau dengan yang lainnya. Semua kaum kuslimin sepakat akan bolehnya jenis tawassul dengan nama Allah, sifat Allah dan amal shalih, namun perselisihan di antara mereka terjadi pada jenis tawassul yang lain, yaitu seperti tawassul dengan kedudukan dan fisik.Di antara mereka ada yang membolehkannya secara umum dan ada yang membaginya menjadi tawassul yang disyari'atkan dan tawassul yang tidak disyari'atkan. Pembagian inilah yang tepat, karena didukung oleh berbagai h}ujjah yang kuat, serta istida>l yang tepat. Dalam tulisan ini, argument-argument yang digunakan oleh pihak yang berpendapat bolehnya tawassul dengan kedudukan disebutkan beserta kritik terhadap argument trsebut. Tentunya argument-argument yang ditulis di sini adalah sebatas yang ditemukan penulis. Sehingga bisa saja ada argument lain yang tidak tertulis di sisni karena penulis tidak menemukannya.
MERAJUT CINTA MELALUI KOMUNIKASI DALAM RUMAH TANGGA NABI SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM
Muhammad Arifin Badri
Al-Majaalis : Jurnal Dirasat Islamiyah Vol 2 No 1 (2014): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37397/almajaalis.v2i1.25
Artikel ini mengamati hal-hal apakah yang harus diperhatikan agar komunikasi antara suami dengan istrinya dapat berlangsung dengan baik?dan bagaimana aplikasi komunikasi yang baik dalam kehidupan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam?Pada artikel ini, penulis mencoba untuk menelusuri kiat-kiat sukses beliau dalam berkomunikasi bersama Shafiyah bintu Huyai yang terekam dalam hadis tentang komunikasi Nabi dengan beliau. Setelah mencermati komunikasi beliau ini terbukti bahwa di antara faktor keberhasilan beliau dalam berkomunikasi ialah keluhuran akhlaq beliau. Akhlaq beliau terrefleksi dalam empat hal; kerendahan hati, keuletan dalam mengutarakan alasan, dan menghormati lawan komunikasi. Kisah komunikasi beliau dengan Shafiyah bintu Huyai menjadi contoh nyata keberhasilan beliau dalam merajut keharmonisan dalam berumah tangga.
SEGI-SEGI PELANGGARAN TERORISME TERHADAP SYARI'AT ISLAM
Ali Musri Semjan Putra
Al-Majaalis : Jurnal Dirasat Islamiyah Vol 2 No 2 (2015): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37397/almajaalis.v2i2.26
One of the methods to prevent terrorism is by explaining to people about its transgression against the teaching of Islam. It is important especially so that the youth can prepare themselves from being exposed to many doctrines that are spread out by the terrorists. It also serves as a beneficial treatment for those who are already influenced by these doctrines. In this paper, I am trying to discuss in details various aspects of transgression of terrorism against the teaching of Islam by analysing the valid evidences from al-Qur’an, Sunnah, and the explanations of prominent and outstanding scholars of Islam.
STUDI KORELASI BAB: PERINTAH PENGIKUTI SUNNAH DAN LARANGAN MELAKUKAN BID'AH DALAM KITAB "RIYADUS SOLIHIN" DENGAN TEMA TAUHID ULUHIYYAH" (Studi Analisa Konten)
Muhammad Nur Ihsan
Al-Majaalis : Jurnal Dirasat Islamiyah Vol 2 No 2 (2015): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37397/almajaalis.v2i2.27
Kitab "Riyadus Solihin" adalah sebuah karya monumental yang ditulis oleh salah seorang ulama besar yang memiliki reputasi yang tinggi dikalangan kaum muslimin, yaitu Imam Nawawi, kendati kitab tersebut berbicara tentang targhib wat tarhib dan tazkiyatun nufu>s, akan tetapi juga mencakup tema-tema akidah dan tauhid, sunnah dan larangan dari bid'ah yang konsep oleh pengarang dalam bab-bab terpisah disertai dengan dalil-dalil dari al qur'an dan hadits. Nah bagaimana korelasai antara tema-tema tersebut dengan tauhid uluhiyyah dan korelasai teks-teks yang beliau bawakan dengan tema-tema diatas?Tulisan sederhana ini berusaha menjawab pertanyaan tersebut dengan menggunakan metode library research dan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan analisa konten. Pembahasan tulisan ini dibagai kepada beberapa sub bahasan: pendahuluan, biogarafi singkat Imam Nawawi, pengertian tauhi>d Uluhiyyah, sunnah dan bid'ah dan studi korelasi tema mengikuti sunnah dan larangan melakukan bid'ah dengan tauhid Uluhiyyah serta korelasi teks-teks dalilnya dengan tema-tema tersebut.Tulisan ini mengungkap beberapa kesimpulan berikut: (1) Kitab Riyadus Solihin bukan kitab hadits yang berbicara tentang targhi>b wat tarhi>b dan tazkiyatun nufu>s saja, tetapi juga kitab akidah, (2) Kejelian Imam Nawawi dalam mengkonsep bab-bab kitab tersebut dan memilih dalil-dalil yang berkaitan dengannya, (3) Korelasi antara tema mengikuti sunnah dan larangan melakukan bid'ah dengan tauhi>d Ulu>hiyyah dan dalil-dalilnya dengan tema-tema tersebut sangat erat sekali, (4) Antara tauhi>d ulu>hiyyah dan perintah mengikuti sunnah serta larangan dari bid'ah memiliki korelasi yang sangat kuat.
AL-NASIKH WA AL-MANSUKH (Deskripsi Metode Interpretasi Hadis Kontradiktif)
Bisri Tujang
Al-Majaalis : Jurnal Dirasat Islamiyah Vol 2 No 2 (2015): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37397/almajaalis.v2i2.28
Penelitian ini hendak mencari jawaban beberapa persoalan, di antaranya; yaitu bagaimana penerapan metode na>sikh dan mansu>kh untuk interpretasi hadis dan mengapa harus dengan metode tersebut? Apakah ia menjadi solusi harmonisasi hadis-hadis yang bertentangan? Bagaimana model naskh yang terjadi pada sebuah hadis?Kajian ini merupakan jenis penelitian pustaka, berinduk pada tulisan-tulisan ulama klasik. Selanjutnya, metode deskriftif adalah metode penelitian yang akan digunakan oleh penulis pada penelitian ini. Sebuah metode pendekatan yang dipakai untuk menjelaskan persoalan tertentu yang bersifat apa adanya. Pada prakteknya, penulis dalam pembahasan ini berusaha mengemukakan beberapa metode interpretasi hadis yang berstatus naskh(nasikh dan mansukh) disertai pemilihan dan pengelompokan hadits sebagai hadits nasikh mansukh dengan penjelasannya.Penelitian ini berhasil menjawab bahwa nasikh dan mansukh digunakan oleh sebagian ahli hadits apabila mereka kesulitan dalam menggabungkan dua hadits yang bertabrakan dan tidak dapat diharmoniskan, serta di antara keduannya diketehui mana hadits yang muncul belakangan. Mengidentifikasi hadis-hadis naskh dapat dilakukan melalui penelusuran pada pernyataan terang dari Nabi, perkataan dan penjelasan sahabat Nabi. mengetahui sejarah, seperti hadits Syaddad bin ‘Aus dan Ijma’ ulama’. Dan ditinjau dari model naskh pada teks(redaksi dan hukum), substansi nasikh/mansukh berlaku pada tiga keadaan;(1)hukum sebuah redaksi dihapus, namun redaksinya tetap. (2)redaksisnya dihapus, namun hukumnya tetap. (3) hukum dan redaksinya dihapus.
HAKIKAT CEMBURU DALAM RUMAH TANGGA (Studi Deskritif Tentang Kehidupan Nabi dengan Istri-istrinya)
Muhammad Arifin Badri
Al-Majaalis : Jurnal Dirasat Islamiyah Vol 2 No 2 (2015): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37397/almajaalis.v2i2.29
Penelitian ini membahas tentang salah satu dinamika kehidupan rumah tangga Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu seputar kecemburuan di antara sesama istri-istri beliau. Kajian yang bertujuan untuk meluruskan pemahaman kaum lelaki tentang arti kecemburuan kaum istri. Banyak dari masyarakat menganggap bahwa kecemburuan adalah racun rumah tangga, karena dianggap sebagai bentuk intervensi istri terhadap kebebasan suami dalam menjalani kehidupan bermasyarakat dan bersosial. Penelitian ini membuktikan bahwa sejatinya rasa cemburu seorang istri adalah luapan dari rasa cinta dan kesetian sebagai seorang istri yang tidak ingin diduakan.Dari kajian ini terbukti pula bahwa rumah tangga Nabi S}allallahu ‘alaihi wa sallam tidak luput dari berbagai kejadian yang dipicu oleh rasa cemburu, yang terefleksi dalam berbagai tindakan dan kejadian. Walau demikian, berbagai kejadian yang dipicu oleh kecemburuan antara sesama istri beliau tidaklah menyurutkan keharmonisan dan kasih sayang beliau kepada istri-istrinya. kiat-kiat yang beliau lakukan dalam menyelesaikan gejolak rasa cemburu di antara istri-istri beliau.Melalui penelitian ini, saya juga bertujuan untuk mengungkap sisi lain dari kehidupan berpoligami seperti yang dilakukan oleh Nabi S}allallahu ‘alaihi wa sallam. Dengan demikian, pembaca mendapatkan gambaran yang lebih riil tentang dinamika kehidupan berpoligami, sehingga tidak ceroboh dalam memutuskan untuk berpoligami dan sebaliknya tidak anti pati dengannya.
KORELASI ANTARA KOMPETENSI PERAWI DENGAN MATAN HADIS DAN SUBSTANSI (STUDI ANALISIS HADIS-HADIS HAKIM IBN HIZAM DALAM SAHIH AL-BUKHARY)
Noor Ikhsan Silviantoro
Al-Majaalis : Jurnal Dirasat Islamiyah Vol 3 No 1 (2015): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37397/almajaalis.v3i1.30
Sebagai seorang sahabat Nabi yang mengalami masa jahiliyah dan Islam secara berimbang, kontribusi keilmuan dan kompetensi Haki>m ibn Hiza>m sangat dikenal oleh kaum muslimin, beliau memiliki 40 hadis yang diriwayatkan secara musnad sampai kepada Rasulullah saw, tetapi hanya 4 hadis yang diriwayatkan al-Bukhari di dalam S}ahihnya, 2 hadis pada kasus yang bersifat personal dan 2 lainnya juga diriwayatkan oleh sahabat-sahabat Nabi yang tidak sedikit jumlahnya. Di saat yang sama, beredar opini yang meragukan standar keilmiahan S}ahi>h al-Bukha>ri jika ditinjau dari kacamata keilmuan modern. Berawal dari fenomena ini, maka dilakukanlah library research terhadap keempat hadis tersebut dengan metode kualitatif induktif dan pendekatan deskriptif untuk mengungkap salah satu standar keilmuan al-Bukha>ri yaitu korelasi antara kompetensi rawi dengan matan dan substansi hadis yang diriwayatkannya. Berdasar data dan analisa, dapat disimpulkan bahwasanya al-Bukha>ri memiliki standar keilmuan yang sangat tinggi, tidak hanya kesahihan sanad dan matan yang dipersyaratkan bahkan kompetensi rawi sangat diutamakan. Kompetensi tersebut berupa linearitas antara pekerjaan/sisi kehidupan rawi dengan bidang keilmuan atau substansi hadis yang diriwayatkannya, bisa pula berupa keberadaan rawi sebagai subjek/pelaku kejadian, saksi, objek, dan yang semisalnya. Dengan demikian nilai-nilai keilmiahan al-Bukha>ri dan standar keilmuannya benar-benar dapat dipertanggungjawabkan.