cover
Contact Name
Dr. Irfan Yuhadi, M.S.I
Contact Email
irfan.yuhadi@gmail.com
Phone
+62331-326831
Journal Mail Official
almajalis.ejournal@gmail.com
Editorial Address
Jl. M.H. Thamrin Gang Kepodang No. 5 Jember - Jawa Timur, Indonesia
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Al-Majaalis : Jurnal Dirasat Islamiyah
ISSN : 23392630     EISSN : 24778001     DOI : https://doi.org/10.37397/almajalis.v7i2
Al Majaalis adalah Jurnal Dirasat Islamiyah diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafii Jember. Al Majaalis awalnya dipublikasikan dalam bentuk cetak, fokus pada ilmu fiqih, hadis, aqidah dan Al Quran. Jurnal dapat dikutip, digunakan untuk kepentingan yang baik dan ilmiah.
Articles 339 Documents
HADIS DAN SUNAH DALAM PERSPEKTIF IGNAZ GOLDZIHER Rohmansyah
Al-Majaalis : Jurnal Dirasat Islamiyah Vol 3 No 1 (2015): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/almajaalis.v3i1.31

Abstract

Hadith and Sunah is a staple source of Islamic teachings which serve as explanatory against the verses of the Qur'an. But in reality there is still some Orientalist Ignaz Goldziher i.e. makes a statement with distinguishing between Hadith and Sunah which differ with the opinion of the experts of Hadith and Fiqh. This article will try to explain the Hadith and sunah according to Ignaz Goldziher theory of hermeneutics Dasein Heidegger and use methods of analysis-interpretation approach. From here will be revealed how a biography of Ignaz Goldziher, thoughts and opinions of the scholars of Hadith or Fiqh related Hadith and sunah, then the implications in the study of Islamic thought is the Hadith and Sunah.
EKSISTENSI A COMMON LINK DALAM SANAD HADIS STUDI KRITIK TERHADAP TEORI JOSEPH SCHACHT Bisri Tujang
Al-Majaalis : Jurnal Dirasat Islamiyah Vol 3 No 1 (2015): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/almajaalis.v3i1.32

Abstract

Teori-teori tentang otentisitas hadis masih menitipkan banyak keraguan di pikiran para "pemikir-pemikir" hadits dari para orientalis di era kontemporer. Kemudian mereka dan terkhusus Joseph Schach menuangkan pikiran-pikarannya dalam teori a common link, teori yang propokatif untuk merekonstruksi teori sanad yang sudah baku, yang kemudian membuat ulama dan umat Islam terusik, karena menurut teori tersebut seorang common link adalah indikasi kepalsuan hadis. Setumpuk masalah ini, maka kajian ini akan mencoba menjawab teori a common link dan eksistensinya dalam sanad hadis dan menawarkan teori normative tentang kritik sanad hadis. Kajian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif normative. Pendekatan deskriftif normative yang penulis maksudkan adalah bagaimana sejatinya para peneliti hadis mampu menjelaskan masalah system isna>d dengan apa adanya dan mengkritik serta memahami hadits secara komperhensif, merujuk pada konsep kullu ha>mil ha>dza al-di>n 'adl (seluruh pengemban agama ini berkredibilitas dan ber-otoritas tinggi). Setelah kajian ini berjalan; menyimpulkan bahwa teori common link terbentuk dengan pikiran kosong, karena kekosongan pikiran tersebut, maka justifikasi kepalsuan sebuah hadis pun salah, karena dibangun di atas hipotesa yang meragukan. Hasil kajian dari cara kerja teori common link menyingkap bahwa Joseph keliru dalam banyak hal; kesalahan beliau memahami hadis yang dijadikan sebagai objek kajiannya, sebagaimana kesalahan menjustifikasi a common link adalah indikasi pemalsu hadis, termasuk kesalahan memprediksi masa polemic pada hadis yang dikaji, kesalahan membandingkan hadis yang dikaji dengan hadis lain dan keliru menisbatkan hadis lawan kepada perawi aslinya, beliau tidak obyektif dan konsisten, selanjutnya beliau memiliki kesalahan pada keyakinan dan kesalahan menentukan referensi penelitian.
METODE SELEKTIF AL-SUYUTI ATAS PENDAPAT ULAMA TENTANG HADIS SAHIH DAN HADIS HASAN DALAM KITAB TADRIB AL-RAWI Nur Kholis bin Kurdian
Al-Majaalis : Jurnal Dirasat Islamiyah Vol 3 No 1 (2015): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/almajaalis.v3i1.33

Abstract

Untuk memahami ilmu hadis, telah banyak ditawarkan manhaj (metode), dan kajian ini yang tertuang dalam judul “Manhaj al-Suyu>t}i> dalam Menyeleksi Pendapat Ulama tentang Hadis Sahih dan Hadis Hasan dalam Kitab Tadri>b al-Ra>wi)” ditulis untuk meneliti manhaj yang digunakan oleh al-Suyu>t}i> dalam kitabnya tersebut terkait dengan menyeleksi pendapat para ulama tentang hadis sahih dan hasan.Yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana metode al-Suyuti dalam menyeleksi pendapat ulama tentang hadis sahih dan hadis hasan dalam kitab tersebut? dan bagaimana analisis al-Suyuti terhadap pendapat ulama tersebut? Ulasan-ulasan yang dibahas untuk menjawab permasalahan di atas adalah 1) Menjelaskan metode-metode yang digunakan oleh al-Suyuti dalam menyeleksi pendapat para ulama. 2) Menjelaskan analisis al-Suyuti terhadap pendapat-pendapat tersebut.Untuk mencapai tujuan tersebut, jenis penelitian ini adalah library research dengan menggunakan metode analisis deskriptif. Adapun metode pengambilan sampel dan ukurannya maka penelitian ini menggunakan metode purposive sample. Metode ini diberlakukan untuk mengambil sampel dengan cara mengambil subjek bukan didasarkan atas strata, random atau daerah tetapi didasarkan atas adanya tujuan tertentu.Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa metode al-Suyuti dalam menyeleksi pendapat ulama tentang hadis sahih dan hasan dalam kitab Tadri>b al-Ra>wi> adalah bervariasi, ada sembilan metode yang dihasilkan dalam penelitian ini, dan di antara metode-metode tersebut yang paling sering digunakan adalah mendiskusikan suatu pendapat tanpa memberikan komentar. Adapun yang dihasilkan dari analisis al-Suyuti terhadap pendapat-pendapat tersebut adalah jarang melakukan ijtihad sendiri, melainkan ia sering memilih pendapat Ibn Hajar.
KEPUASAN BIOLOGIS DALAM HUBUNGAN SUAMI ISTRI PERSPEKTIF ISLAM Muhammad Arifin Badri
Al-Majaalis : Jurnal Dirasat Islamiyah Vol 3 No 1 (2015): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/almajaalis.v3i1.34

Abstract

Penelitian ini mengulas tentang arti kepuasan biologis dan berbagai faktor syar’i yang dapat mendukung tercapainya kepuasan. Penelitian ini juga bertujuan untuk membuktikan bahwa kepuasan dalam hubungan suami istri meliputi kepuasan biologis dan lainnya. Dengan demikian, bila pasangan suami istri atau salah satu dari keduanya belum berhasil mencapai kepuasan dalam hal biologis, namun bia jadi ia berhasil mendapatkan kepuasan dalam hal lainnya. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah metode analisa konteks atas data yang ditelusuri. Analisis data yang digunakan adalah metode analisis yang mengacu pada metode Interpretasi, merupakan sebuah metode yang memperantarai pada sebuah pesan, yang secara eksplisit dan implisit termuat dalam realitas. Penelitian ini membuktikan bahwa kepuasan biologis yang bagi banyak orang dianggap sebagai tujuan utama dari hubungan suami istri, sejatinya hanyalah sebagian kecil dari tujuan yang sebenarnya. Adanya kesalah pahaman ini, berdampak langsung pada perilaku suami istri. Dari mereka ada yang berusaha mendapatkan kepuasan biologis dengan berbagai cara, dan di sisi lain banyak dari mereka yang kecewa bahkan berputus asa, akibat gagal mendapatkannya. Adanya anggapan bahwa kepuasan biologis adalah tujuan utama pernikahan, seringkali menjadi biang bagi kehancuran rumah tangga, terutama di saat pasangan suami istri mulai dijangkiti kejenuhan. Suami atau istri sering kali mudah terjerumus dalam perselingkuhan, demi mendapatkan kepuasan biologis yang gagal ia dapatkan dari pasangannya. Suami atau istri seakan membenarkan mitos “rumpu tetangga lebih hijau dari rumput sendiri”. Melalui penelitian ini, saya juga bertujuan untuk mengungkap berbagai syariat, yang terbukti efektif memudahkan suami dan istri untuk mencapai kepuasan biologis dari setiap hubungan mereka.
أثر الجهل في حدوث البدعة في نظر علماء الشافعية Muhammad Nur Ihsan
Al-Majaalis : Jurnal Dirasat Islamiyah Vol 3 No 1 (2015): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/almajaalis.v3i1.35

Abstract

البدعة: كل ما أحدث في الدين مما يخالف الكتاب والسنة والإجماع وما كان عليه سلفالآمة وقواعد الشريعة سواء كان في الاعتقادات أو العبادات". وقد وردت النصوص الكثيرةمن الكتاب والسنة في النهي عن الابتداع والتحذير منه، ومع ذلك قد وقعت البدعة فيالآمة وانتشرت بين الناس سواء كان في العقيدة أو العبادة، وما أحدثت تلك البدع صدفةدون سبب، بل هناك أسباب كثيرة أدت إلى ظهور البدع وانتشارها، ومن أعظمها الجهل،ا كيف أثر الجهل في حدوث البدع وانتشارهاًكما ذكر ذلك علماء الشافعية وغيرهم، إذبين الناس؟ فهذا البحث المتواضع محاولة في الجواب عن هذا السؤال وذلك من خلال نظر علماء الشافعية. وقسمته إلى مقدمة تشتمل على خلفية البحث وتحديد المسألةومنهج البحث، ثم موضوع البحث ويشتمل على تعريف البدعة لغة واصطلاحا، وأثرالجهل في حدوث البدع في نظر علماء الشافعية، ثم الخاتمة وفيها ذكر نتائج البحث.وهذا البحث يعد من البحوث المكتبية التي تعتمد على المنهج الكمي ) Kuantitatif )الذي يقوم بجمع أقوال علماء الشافعية من بطون مؤلفاتهم المتعلقة بهذه المسألة، وأماما يتعلق بعرض البيانان وتقريب المعلومات للوصول إلى نتائج البحث فيستخدم المنهجالوصفي ) Deskriptif ( والاستقرائي ) Deduktif ( وتحليل المحتوى ) Analisa isi .)ومن خلال دراسة أقوال هؤلاء العلماء واستقرائها وتحليلها يمكن أن يلخص أثرالجهل في حدوث البدع في الصور التالية: 1( الجهل بمصادر التشريع وبمكانتها، 2( الجهلبمذهب السلف وسوء الظن بهم، 3( الجهل بلغة الع رب وأساليب خطابهم، 4( الجهلبمقاصد الشرع وقواعده.
KEMULIAAN AHLUL BAIT PERSPEKTIF AHLUSSUNNAH Ali Musri Semjan Putra
Al-Majaalis : Jurnal Dirasat Islamiyah Vol 3 No 1 (2015): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/almajaalis.v3i1.36

Abstract

Tidaklah sempurna keimanan seseorang mukmin sampai ia mencintai Rasulullah melebihi dari mencintai orang tua dan anaknya serta manusia seluruhnya, bahkan dari dirinya sendiri. Beliau bersabda:"Tidaklah sempurna iman salah seorang kalian samapai aku lebih ia cintai dari orang tua dan anaknya serta manusia seluruhnya." Di antara bukti penghormatan dan kecintaan seseorang kepada Rasulullah adalah mencintai dan memuliakan keluarga beliau. Sebagaimana beliau perintahkan dalam sabdanya: "Aku ingatkan kalian pada Allah tentang (hak-hak) kelurgaku." Berkata Imam Baihaqy: ”Termasuk bagian dari menganggungkan Nabi adalah menghormati para keluarganya serta anak-anak kaum Muhajirin dan Anshar.” Penelitian ini akan membahas tentang Pengertian Ahlul Bait, penjelasan tentang kemulian Ahlul Bait bedasarkan ayat Al Qur'an dan Sunnah yang shohihah serta perkataan para ulama Ahlussunnah. Disamping itu akan dibahas beberapa bentuk penyimpangan dalam mencintai Ahlul Bait. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka dengan menelaah dan menkaji dalil-dalil dari Al Qur’an dan hadits-hadits yang menejelaskan tentang kemulian Ahlul Bait. Kemudian melihat penjelasan para ulama tentang dalil-dalil tersebut melalui kitab tafsir, kitab syarah hadits dan kitab-kitab Aqidah. Disamping itu melakukan pembandingan dengan pemahaman yang menyimpang melalui kitab-kitab yang menjadi pegangan oleh sekte-sekte tertentu.
STUDI KOMPARASI ANTARA BAB AL-MIYAH DI KITAB AL-MUHARRAR FI AHADITS AL-AHKAM DENGAN BAB AL-MIYAH DI KITAB BULUGHUL MARAM MIN ADILLAH AL-AHKAM Nur Kholis bin Kurdian
Al-Majaalis : Jurnal Dirasat Islamiyah Vol 3 No 2 (2016): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/almajaalis.v3i2.39

Abstract

Ibnu abdil hadi dan Ibnu hajar adalah ulama yang hidup pada satu Abad yang sama, yaitu abad kedelapan, kedua-duanya sama-sama memiliki karya dalam hadits ahkam. menjadi sesuatu yang menarik jika dua kitab tersebut diperbandingkan. Pada penelitian ini penulis memulai studi komparasi dari bab pertama, bab al-miya>h di kitab al-muh}arrar dengan bab pertama pula, bab al-miya>h di kitab bulu>gh al-mara>m. Untuk mengetahui bagaimanakah metode Ibnu abdil hadi dan Ibnu hajar dalam menyebutkan hadits-hadits pada bab al-miya>h? dan dari dua bab al-miya>h tersebut manakah yang paling unggul?. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan istiqra' dari hadits-hadits yang mereka sebutkan dalam bab al-miya>h dari kedua kitab, al-muh}arrar dan bulu>gh al-mara>m. Dari perbandingan tersebut tentunya meskipun ada persamaan, namun masing-masing juga memiliki kelebihan dan kekurangan, tergantung dari sisi mana seseorang melihatnya, dan tergantung pula kepada kebutuhan seseorang. Jika seseorang ingin mempelajari atau menghafal hadits ahkam beserta perkataan ulama 'ilal terkait dengan derajat hadits, jalur periwayatan yang berbeda, dan fawaid isna>diyah lainnya maka kitab al-muh}arrar memiliki kelebihan dalam bidang tersebut. Adapun jika seseorang ingin mempelajari atau menghafal hadits ahkam secara ringkas dan to the point serta memiliki perhatian lebih terhadap matan hadits maka kitab bulu>gh al-mara>m memiliki kelebihan di bidang tersebut. Walla>hu a'lam.
KONSEP JIHAD DALAM KUTUB AT-TIS’AH (STUDI MAUDU’I) Rohmansyah
Al-Majaalis : Jurnal Dirasat Islamiyah Vol 3 No 2 (2016): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/almajaalis.v3i2.40

Abstract

Based on the results of the study, there are about 146 hadith; between 54 jihâd concept and 92 suport jihâd hadith that have been collected from Kutub at-Tis’ah that result in the concept of jihâd, which is the definition of the jihâd, the kinds of the jihâd, the procedure of the jihâd, and the philosophy of the jihâd. The jihâd means mobilizing all of the capabilities in terms of spirits and materials and avoiding blamable conducts in order to be close to Allah SWT. Additionally, the jihâd also means learning religious knowledge and teaching others the knowledge. The kinds of the jihâd include the jihâd against polytheists (musyrik), the jihâd against desires, and the jihâd against tyrant. The procedure of the jihâd includes good intention (niat), parental permission, organized collectively, and under the command of a leader. The philosophy of the jihâd is to spread Islamic knowledge, to deny hostility and evil, to protect and to defend self and possessions, to express truth and justice, to socialize good and noble conduct and to materialize Islamic values in social, national and state lives.
PENGARUH PEMIKIRAN IBNU TAIMIYAH TERHADAP PEMIKIRAN IBNU ABDULWAHHAB TENTANG SYIRIK (STUDI KOMPARASI) Bisri Tujang
Al-Majaalis : Jurnal Dirasat Islamiyah Vol 3 No 2 (2016): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/almajaalis.v3i2.41

Abstract

Di antara polemik pemikiran pada tubuh umat Islam adalah persoalan tauhid ibadah yang diserukan oleh seorang ulama dan penasehat pertama negara Arab Saudi, beliau adalah Muhammad bin Abdulwahha>b(selanjutnya Ibnu Abdulwahha>b). Pemikiran-pemikiran beliau diasumsikan oleh kebanyakan umat Islam telah “meresahkan” ideologi mereka yang telah bertahun-tahun dijalani. Pasalnya tipologi pemikiran beliau secara keseluruhan adalah baru, diadopsi dari Syekhul Islam Ibnu Taimiyah. Bertitik tolak dari motivasi-motivasi ini, penulis akan meneliti dua persoalan mendasar; pertama, seberapa besar dominasi pemikiran Ibnu Taimiyah terhadap pemikiran Ibnu Abdulwahab tentang syirik? Kedua, apakah interpretasi syirik yang diyakini dan dijalani Ibnu Abdulwahab tersebut murni adopsi pemikiran Ibnu Taimiyah ataukah ada pendahulunya? Penulis dalam penelitian ini menggunakan metode komparasi, mengomparasikan pemikiran Ibnu Taimiyah pada persoalan syirik dengan pemikiran Ibnu Abdulwahab. Kemudian mengkorelasikan dengan pemikiran-pemikiran ulama pendahulu mereka terkait persoalan-persoalan tersebut untuk menguji porsi pemikiran Ibnu Abdulwahab yang diasumsikan diwarnai oleh pemikiran Ibnu Taimiyah. Setelah ditelaah, penulis sampai kepada sebuah fakta bahwa sangat sedikit dominasi pemikiran Ibnu Taimiyah terhadap pemikiran Ibnu Abdulwahha>b tentang masalah ini. Bahkan bisa dipastikan bahwa Ibnu Abdullwahha>b tidak menjadikan induk pemikirannya kepada Ibnu Taimiyah. Oleh karena itu, interpretasi syirik yang diyakini dan dijalani Ibnu Abdulwahab tersebut bukan adopsi pemikiran imam Ibnu Taimiyah, sebab telah ada pendahulunya.
BUDAYA DALAM TINJAUAN AQIDAH ISLAMIYAH Ali Musri Semjan Putra
Al-Majaalis : Jurnal Dirasat Islamiyah Vol 3 No 2 (2016): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/almajaalis.v3i2.42

Abstract

Penelitian ini membahas tentang budaya dalam perspektif Aqidah Islamiyah. Maka dalam penelitian ini akan menguapas berbagai hal tentang keterkaitan budaya dengan agama; mulai dari definisi budaya, perbedaan antara budaya dengan agma, pandangan Islam terhadap budaya, islamisasi budaya dan penejelasan tentang kenapa Jazirah Arab dipilih sebagai tempat diutusnya nabi yang terakhir.Penelitian ini merupakan penelitian pustaka yang memusatkan perhatian pada penejalasan dalil-dalil dari Al Quran dan As Sunnah serta pendapat para ulama kaum muslimin dari masa ke masa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis, dengan menganalisa teks-teks Al Quran dan As Sunnah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa budaya adalah hasil karya akal dan pengalaman manusia yang punya banyak sisi kelemahan, kebenarannya relativ. Islam sangat mengakomodir budaya lokal selama tidak bertentang dengan pokok-pokok ajaran Islam.Budaya atau tradisi dapat dijadikan sebagai salah satu data dalam pertibangan hukum Islam. Akan tetapi dalam menggunakan budaya atau tradisi sebagai salah satu sumber data memiliki syarat da ketentuan menurut pandangan para ulama klasik maupun kotemprer. Islam bukan budaya Arab, akan tetapi Islam adalah agama Allah yang sempurna, diturunkan untuk semua suku bangsa dan berlaku untuk sepanjang masa serta cocok pada setiap tempat.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 1 (2025): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH Vol 12 No 2 (2025): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH Vol 12 No 1 (2024): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH Vol 11 No 2 (2024): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH Vol 11 No 1 (2023): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH Vol 10 No 2 (2023): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH Vol 10 No 1 (2022): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH Vol 9 No 2 (2022): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH Vol 9 No 1 (2021): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH Vol 8 No 2 (2021): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH Vol 8 No 1 (2020): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH Vol 7 No 2 (2020): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH Vol 7 No 2 (2020): AL-MAJAALIS: JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH Vol 7 No 1 (2019): AL-MAJAALIS: JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH Vol 7 No 1 (2019): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH Vol 6 No 2 (2019): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH Vol 6 No 2 (2019): AL-MAJAALIS: JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH Vol 6 No 1 (2018): AL-MAJAALIS: JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH Vol 6 No 1 (2018): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH Vol 5 No 2 (2018): AL-MAJAALIS: JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH Vol 5 No 2 (2018): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH Vol 5 No 1 (2017): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH Vol 5 No 1 (2017): AL-MAJAALIS: JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH Vol 4 No 2 (2017): AL-MAJAALIS: JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH Vol 4 No 2 (2017): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH Vol 4 No 1 (2016): AL-MAJAALIS: JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH Vol 4 No 1 (2016): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH Vol 3 No 2 (2016): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH Vol 3 No 2 (2016): AL-MAJAALIS: JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH Vol 3 No 1 (2015): AL-MAJAALIS: JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH Vol 3 No 1 (2015): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH Vol 2 No 2 (2015): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH Vol 2 No 2 (2015): AL-MAJAALIS: JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH Vol 2 No 1 (2014): AL-MAJAALIS: JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH Vol 2 No 1 (2014): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH Vol 1 No 2 (2014): AL-MAJAALIS: JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH Vol 1 No 2 (2014): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH Vol 1 No 1 (2013): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH Vol 1 No 1 (2013): AL-MAJAALIS: JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH More Issue