cover
Contact Name
Kartianom
Contact Email
kartianom@gmail.com
Phone
+6285242704085
Journal Mail Official
jurnalannisa45@gmail.com
Editorial Address
Jl. HOS. Cokroaminoto No. 9, Watampone, 92731, Indonesia
Location
Kab. bone,
Sulawesi selatan
INDONESIA
An Nisa'
Core Subject : Social,
An Nisa is a scientific journal for disseminating results of conceptual research or studies on gender and child, is published two times (June and December) a year. An Nisa is managed by the Institute for Research and Community Service (LPPM) at Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone. The publications through An Nisa include results of research or conceptual studies about gender, women, and child that have never been published elsewhere. The An Nisa is intended for experts, academics, practitioners, state administrators, and NGOs. The aim of this journal is to provide a venue for academicians, researchers and practitioners for publishing the original research articles or review articles. The scope of the articles published in this journal deal with a broad range of topics in the fields ofgender and child.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "vol. 13 no. 2 (2020)" : 10 Documents clear
Trend hijrah di kalangan remaja muslim milenial: Studi kasus mahasiswa pada Fakultas Sains dan Teknologi UIN Alauddin Makassar Titi Mildawati; Hastuti Hastuti; Rofia Masrifah
AN-NISA Vol. 13 No. 2 (2020)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/an.v13i2.3988

Abstract

This research discussed about trend Hijrah in Among Teens Muslim Millineal (Study Case of Students of the faculty of Science and Technology UIN Alauddin Makassar). There are several subproblems which will be discussed in the research is the first, how the understanding of students abot the meaning of hijrah?, second, how are the factors causing the student’s migration? Third, how the factors inhibiting and supporting the migration of students? Fourth, how solution to the migration of studenst so that the changes brought goodness? To answer the problem of the research is using the method of interview, observation or observation online using the questionnaire with google form and examines literature-literature science that relates to the discussion of this research. The work write ilmiah also an investigation of a systemic, controlled, empirical, and critical of the phenomenon-natural phenomenon guided by theories about the phenomena of the so phenomenological also one of the approaches that are used in this research. The phenomenon of migration in the teenage Muslim millineal be a concern for all people, the majority of people look at that trend moved in among teens is just as fashion as to follow the development of the times, a view this may mean that the people who seem to move (appearance) is only limited to the bandwagon.Penelitian ini membahas tentang Trend Hijrah di Kalangan Remaja Muslim Milineal (Studi Kasus Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi UIN Alauddin Makassar). Ada beberapa submasalah yang akan dibahas dalam penelitian ini yang pertama, Bagaimana pemahaman mahasiswa tentang makna Hijrah? Kedua, faktor penyebab hijrahnya mahasiswa? Ketiga, Bagaimana solusi terhadap hijrahnya mahasiswa sehingga perubahan membawa kebaikan? Untuk menjawab masalah tersebut proposal penelitian ini menggunakan metode interviw, observasi atau pengamatan dan menggunakan kuisioner dengan google form serta menelaah literatur-literatur ilmiah yang berkaitan dengan pembahasan penelitian ini. Karya tulis ilmiah juga merupakan penyelidikan yang sistematis, terkontrol, empiris, dan kritis tentang fenomena-fenomena alami dengan dipandu oleh teori-teori tentang fenomena-fenomena tersebut sehingga fenomenologis juga salah satu pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini. Fenomena hijrah di kalangan remaja muslim milineal menjadi perhatian bagi semua orang, sebagian orang memandang bahwa trend hijrah di kalangan remaja hanyalah sebagai fashion karena mengikuti perkembangan zaman, pandangan ini dapat diartikan bahwa orang yang kelihatan hijrah (penampilan) hanya sebatas ikut-ikutan.
Perspektif pemahaman konsep siswa dalam pembelajaran matematika berdasarkan teori bruner dan gender Sugian Nurwijaya
AN-NISA Vol. 13 No. 2 (2020)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/an.v13i2.3993

Abstract

This study aims to describe the profile of students' mathematical reasoning with an independent cognitive field in terms of gender. The mathematical reasoning abilities studied are interpreting mathematical ideas, describing problem situations in the form of images, proposing conjectures, and stating the results of problem solving. The subjects in this study were 4 students of class VIII at SMP Negeri 1 Watampone. The data collection technique in this study used a test method in the form of a problem-solving test. The data analysis process starts from data collection until the researcher completes the task in the field. When the researcher began to collect data, analysis was carried out on the questions asked based on the subject's responses. For example, if the subject's response to the question posed is not in accordance with the research objectives and according to the researcher's analysis, the response given is not interesting to express, then the question is asked in a different sentence, but still at the core of the problem. The results of this study indicate that the written mathematical reasoning profile of the male student with the Field Independence cognitive style in solving mathematical problems, at the stage of understanding the problem, he writes what is known and what is asked accurately but not completely.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil penalaran matematika siswa yang bergaya kognitif field independen yang ditinjau berd asarkan gender. Kemampuan penalaran matematis yang diteliti adalah menginterpretasikan ide matematis, menggambarkan situasi masalah dalam bentuk gambar, mengajukan dugaan, dan menyatakan hasil pemecahan masalah. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 4 siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Watampone. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode tes berupa tes pemecahan masalah. Proses analisis data dimulai sejak pengumpulan data sampai pada saat peneliti menyelesaikan tugas di lapangan. Ketika peneliti mulai mengumpulkan data, analisis dilakukan terhadap pertanyaan yang diajukan berdasarkan respon subjek. Misalkan, jika respon subjek terhadap pertanyaan yang diajukan tidak sesuai dengan tujuan penelitian dan menurut analisis peneliti, respon yang diberikan tidak menarik untuk diungkapkan, maka diajukan pertanyaan dengan kalimat yang berbeda, namun tetap dalam inti permasalahan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa profil penalaran matematis secara tertulis siswa laki-laki dengan gaya kognitif Field Independence dalam pemecahan masalah matematika, pada tahap memahami masalah, ia menuliskan hal-hal yang diketahui dan yang ditanyakan dengan akurat namun tidak lengkap.
Perspektif pemahaman konsep siswa dalam pembelajaran matematika berdasarkan teori bruner dan gender Munawarah Munawarah
AN-NISA Vol. 13 No. 2 (2020)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/an.v13i2.3989

Abstract

This type is a literature study that aims to analyze some research results on Understanding Student Concepts In Mathematics Learning Based on Bruner Theory and Gender. The study found that Bruner's concept comprehension model explained that concept formation and concept understanding are two different categorizing activities that demand different thought processes. A good way to learn is to understand concepts, meanings, and relationships, through an intuitive process and finally come to a conclusion (discovery learning). In mathematics learning a student must understand / have good concept comprehension skills as the basis for further material development. To achieve understanding the concept of learners in mathematics is not an easy thing because the understanding of a mathematical concept is done individually. Basically, there are several factors that affect the learning of mathematics students, one of which is the internal factor that is a factor arising from within the individual itself. There are individual learning differences between men and women in learning mathematics as follows: 1) Men excel in reasoning, women excel in accuracy, thoroughness, accuracy, and careful thinking. 2) Men have better math and mechanics skills than women, these differences are not noticeable at the elementary school level but become clearer at a higher level.Jenis ini merupakan studi kepustkaan yang bertujuan untuk menganalisis beberapa hasil penelitian tentang Pemahaman Konsep Siswa Dalam Pembelajaran Matematika Berdasarkan Teori Bruner dan Gender. Penelitian ini menemukan bahwa model pemahaman konsep Bruner menjelaskan bahwa pembentukan konsep dan pemahaman konsep merupakan dua kegiatan mengkategori yang berbeda yang menuntut proses berpikir yang berbeda pula. Cara yang baik untuk belajar adalah memahami konsep, arti, dan hubungan, melalui proses intuitif dan akhirnya sampai pada suatu kesimpulan (discovery learning). Dalam pembelajaran matematika seorang siswa harus memahami/ memiliki kemampuan pemahaman konsep yang baik sebagai dasar untuk pengembangan materi lebih lanjut. Untuk mencapai pemahaman konsep peserta didik dalam matematika bukanlah suatu hal yang mudah karena pemahaman terhadap suatu konsep matematika dilakukan secara individual. Pada dasarnya ada beberapa faktor yang mempengaruhi belajar matematika siswa, salah satunya adalah faktor intern yang merupakan faktor yang timbul dari dalam diri individu itu sendiri. Ada perbedaan belajar individu antara laki-laki dan perempuan dalam belajar matematika sebagai berikut: 1) Laki-laki lebih unggul dalam penalaran, perempuan lebih unggul dalam ketepatan, ketelitian, kecermatan, dan keseksamaan berpikir. 2) Laki-laki memiliki kemampuan matematika dan mekanika yang lebih baik dari pada perempuan, perbedaan ini tidak nyata pada tingkat sekolah dasar akan tetapi menjadi tampak lebih jelas pada tingkat yang lebih tinggi.
Pentingnya komunikasi orang tua terhadap perkembangan pendidikan anak pada SM SATAP 6 Ponre Kabupaten Bone Sultan Hasanuddin
AN-NISA Vol. 13 No. 2 (2020)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/an.v13i2.3994

Abstract

This study discusses the importance of parental communication on the development of children's education at SMP Satap 6 Ponre, Bone district. In lembanga, communication is very important in realizing a common vision. Especially in achieving the vision of education, communication between educators and parents of students is needed. Because with communication, various problems can be resolved properly. Especially at SMP Satap 6 Ponre, Bone Regency, which is located in a remote area and has limited information, so intense communication can be a solution in overcoming these problems. The purpose of this study was to provide an overview of the importance of parental communication on the development of children's education at SMP Satap 6 Ponre, Bone district. The research method used is descriptive qualitative method, which describes the importance of communication from the object of research. Data collection techniques in this study were observation, interview and documentation study, while data processing through three stages, namely data reduction, data presentation and drawing conclusions. The approaches used in this research are pedagogical and sociological approaches. The results showed that the level of communication intensity between parents and teachers at SMP Satap 6 Ponre was going well, this was evidenced by the involvement of parents in formulating strategic policy directions in school development.Penelitian ini membahas tentang pentingnya komunikasi orang tua terhadap perkembangan pendidikan anak pada SMP Satap 6 Ponre kabupaten Bone. Di lembanga Komunikasi memang sangat penting dalam mewujudkan visi bersama. Terkhusus pada pencapaian visi pendidikan maka komunikasi antara pihak pendidik dengan orang tua peserta didik sangatlah dibutuhkan. Karena dengan adanya komunikasi maka berbagai permasalahan dapat diselesaikan dengan baik. Terlebih pada SMP Satap 6 Ponre Kabupaten Bone yang lokasinya berada di daerah pedalaman dan memiliki keterbatasan informasi maka komunikasi secara intens dapat dapat menjadi solusi dalam mengatasi permasalahn tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran mengenai pentingnya komunikasi orang tua terhadap perkembangan pendidikan anak pada SMP Satap 6 Ponre kabupaten Bone. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif yaitu menggambarkan mengenai pentingnya komunikasi dari objek penelitian. Tehnik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan studi dokumentasi sedangkan pengolahan data melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pendekatan yang digunakan di dalam penelitian ini yaitu pendekatan paedagogik dan sosiologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat intensitas komunikasi antara orang tua dengan guru pada SMP Satap 6 Ponre sudah berjalan dengan baik, hal tersebut dibuktikan dengan adanya keterlibatan orang tua dalam merumuskan arah kebijakan strategis dalam pengembangan sekolah.
Konsep psikologi Islam tentang pelaku konversi agama (muallaf) Ahmad Irfan
AN-NISA Vol. 13 No. 2 (2020)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/an.v13i2.3985

Abstract

This research is included in the category of library research, because the data sources only come from written materials published in the form of journals, books, and other sources that are considered representative and relevant. The concept of Islamic psychology regarding religious converts in this case is referred to as converts, influenced by the intervention of Allah Almighty, by providing guidance to the conscience of the converters, because the potential for guidance is related to psychological infrastructure, namely reason, heart, lust, lust and conscience. which has an impact on human intelligence, namely intellectual intelligence (IQ), emotional intelligence (EQ) and spiritual intelligence (SQ).Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian pustaka (library research), karena sumber datanya hanya berasal dari bahan-bahan tulisan yang dipublikasikan dalam bentuk jurnal, buku, dan sumber lainnya yang dianggap repsentatif dan relevan. Konsep psikologi Islam tentang pelaku konversi agama dalam hal ini disebut sebagai muallaf dipengaruhi oleh intervensi Allah swt., dengan memberikan hidayah ke dalam nurani pelaku konversi tersebut, karena potensi datangnya hidayah berhubungan dengan infrastruktur psikologis yaitu akal, hati, syahwat, hawa nafsu dan nurani, yang berdampak kepada kecerdasan manusia yaitu kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ).
Penerapan teori belajar behaviorisme dalam pembelajaran (studi pada anak) Andi Mustika Abidin
AN-NISA Vol. 13 No. 2 (2020)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/an.v13i2.3990

Abstract

This article discusses the application of behaviorism learning theory in learning (studies in children) through the literature review method. In behaviorism learning theory has a basic concept that learning is an interaction between stimulus (stimulus) and response (response). This theory prioritizes measurement, because measurement is an important thing to see whether or not there is a change in behavior in children. The application of this theory requires teachers to identify learning objectives, conduct learning analysis, identify early characteristics and abilities of children, determine indicators of learning success, develop teaching materials, develop learning strategies to be used, observe stimuli that might be given to children such as exercises or assignments, observing and analyzing student responses, providing reinforcement, both positive and negative reinforcement, and finally revising learning activities.Artikel ini membahas mengenai penerapan teori belajar behaviorisme dalam pembelajaran (studi pada anak) melalui metode tinjauan literatur. Dalam teori belajar behaviorisme memiliki konsep dasar bahwa belajar merupakan interaksi antara rangsangan (stimulus) dan tanggapan (respon). Teori ini mengutamakan pengukuran, sebab pengukuran merupakan suatu hal penting untuk melihat terjadi tidaknya perubahan tingkah laku pada anak. Penerapan teori ini menuntut guru agar mengindentifikasi tujuan pembelajaran, melakukan analisis pembelajaran, mengidentifikasi karakteristik dan kemampuan awal anak, menentukan indikator keberhasilan belajar, mengembangkan bahan ajar, mengembangkan strategi pembelajaran yang akan digunakan, mengamati stimulus yang mungkin bisa diberikan kepada anak seperti latihan atau tugas, mengamati dan menganalisis respon pembelajar, memberikan penguatan (reinforcement) baik penguatan positif maupun negatif, dan terakhir merevisi kegiatan pembelajaran.
Pengaruh gender terhadap prestasi belajar siswa kelas VII MTS Mallari ditinjau dari kemampuan pemecahan masalah Aisyah Nursyam; Asriani Syam; Andi Srimularahmah
AN-NISA Vol. 13 No. 2 (2020)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/an.v13i2.3986

Abstract

This study discusses gender and its response to the math learning achievements of grade VII MTs students reviewed problem solving skills. This research is based on problems in the school that have low student learning achievement and problem-solving ability, based on interviews from teachers about the results of the test. MTS Mallari has a different learning system, which is grouping male students and girls in different classes. The purpose of this study was to find out the influence of gender on learning achievement seen problem solving students in grade VII seen in terms of problem-solving ability in MTs Mallari. This type of research is expost-facto research. The sample of this study was a class of VII men taken using Purposive sampling techniques. The data was collected using the questionnaire and then used as a dikument and the test was then analyzed using infrensial statistic analysis. The results of this study had no gender influence on the problem-solving ability of grade VII students on the subject of the set judging by the problem-solving ability in MTs Mallari. This is indicated by a score of p=0.0612>sig0.05 and then H0 is accepted so that there is no gender influence on the learning achievement of grade VII students in terms of students' problem-solving skills in MTs in MallariPenelitian ini membahas tentang gender dan pengarunya terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VII MTs ditinjau kemampuan pemecahan masalah. Penelitian ini dilatar belakangi dari adanya permasalahan di sekolah tersebut yang memiliki prestasi belajar dan kemampuan pemecahan masalah siswa yang rendah, hal ini berdasarkan wawancara dari guru tentang hasil ulangan. MTS Mallari mempunyai sistem pembelajaran berbeda, yaitu mengelompokkan siswa laki-laki dan perepuan pada kelas yang berbeda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh gender terhadap prestasi belajar dilihat pemecahan masalah siswa kelas VII dilihat dari segi kemampuan pemecahan masalah di MTs Mallari. Jenis penelitian ini adalah penelitian expost-facto. Sampel penelitian ini adalah kelas laki-laki VII yang diambil menggunakan teknik Purposive sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner tersebut kemudian dijadikan sebagai dikument dan tes kemudian dianalisis menggunakan analisis statistic infrensial. Hasil dari penelitian ini tidak ada pengaruh gender terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa kelas VII pada pokok bahasan himpunan dilihat dari kemampuan pemecahan masalah di MTs Mallari. Hal ini ditunjukkan dengan nilai p=0,0612>sig0,05 dan maka H0 diterima sehingga tidak ada pengaruh gender terhadap prestasi belajar siswa kelas VII dilihat dari segi kemampuan pemecahan masalah siswa di MTs di Mallari.
Kekerasan dalam rumah tangga perspektif hukum Islam Samsidar Samsidar
AN-NISA Vol. 13 No. 2 (2020)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/an.v13i2.3991

Abstract

This article about hardness in perpective household Islam of taw, that in life house hold hardness case domesticity often happened and its perpetrator by husband to child and wife, cause the happening of effect of culture of patriarkhi [lineage], woman labelisasi or wife, condition of weak physical, religion interpretation which disagree with is universal of religion, or caused by the condition of husband of tempremental, ill bounce, alcoholic drunkard. Because of therefore problem how meaning hardness of household which is arranged in Code/Law of No. 23 at 2004 and also how far values of normatif punish Islam believed as universal base can give contribution in social reality that happened in the middle of life of society related to hardness in household ( KDRT) namely every deed to someone especially woman, causing incidence of gried of miseriedor distress physically, sexual, psychological and or is neglecled of household is including threat. Law of woke up pursuant to understanding of human being nash of Al-Qur’an and also hadits arranging human life going into efect is universal, hadrdness in household in harmony with punish of Islam, discrimination and hardnes specially in household scope, hardness in household represent action jarīmah diyat and law of Islam is not tolerated hardness becauas do not agree the mentioned. Beside impinging syariat act hardness household have also Law No. 23 at 2004 about abolition of hardness in houselhold. Law of Islam very is protecting of child and wife to action of husband (Sentence Q.S.An-Nisa 34, Sentence Al-Mujaadilah 1-6, Sentence Al- Baqarah 187, Sentence Al-Baqarah 233) Ideally Islam always attend in big idea for human.Tulisan ini tentang Kekerasan dalam Rumah Tangga perspektif Hukum Islam, bahwa dalam kehidupan rumah tangga kasus kekerasan sering terjadi dan pelakunya oleh suami kepada istri dan anak, penyebab terjadinya akibat budaya patriarkhi, labelisasi perempuan atau istri, kondisi fisik yang lemah, interpretasi agama yang tidak sesuai dengan universal agama, ataupun disebabkan karena kondisi suami tempremental, sakit mental, pecandu alkohol, frustasi, Oleh karena itu sentral problem bagaimana makna kekerasan rumah tangga yang diatur dalam Undang-undang No. 23 Tahun 2004 serta sejauh mana nilai-nilai normatif hukum Islam yang diyakini sebagai landasan universal mampu memberikan kontribusi dalam realitas sosial yang terjadi di tengah kehidupan masyarakat terkait dengan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Menjawab permasalahan tersebut dengan metode analisis deskriptif, dengan pendekatan yuridis dan pendekatan teologis normatif digunakan. Hasil penelitian menunjukkan produk yang dibentuk pemerintah sebagai payung hukum Undang-undang Nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yakni setiap perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan, yang berakibat timbulnya kesengsaran atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis, dan atau penelantaran rumah tangga termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkup rumah tangga. Hukum sebagai aturan yang dibangun berdasarkan pemahaman manusia atas nash Al-Qur’an maupun Hadits yang mengatur kehidupan manusia yang berlaku universal. kekerasan dalam rumah tangga selaras dengan hukum Islam, anti kekerasan dan diskriminasi sesama manusia khususnya dalam lingkup rumah tangga, kekerasan dalam rumah tangga merupakan suatu tindakan jarīmah diyat dan hukum Islam tidak mentolerir kekerasan karena Islam tidak membenarkan hal tersebut. Selain melanggar syariat tindak kekerasan dalam rumah tangga juga telah melanggar undang- undang No. 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga, Hukum Islam sangat melindungi istri dan anak dari tindakan kekerasan suami (Q.S.An-Nisa ayat 34, Al-Mujaadilah ayat 1-6, Al- Baqarah ayat 187, Al-Baqarah ayat 233) Idealnya Islam selalu hadir dalam gagasan besar untuk kemanusiaan.
Fiqhi shalat berjamaah bagi wanita Arnidah Arnidah
AN-NISA Vol. 13 No. 2 (2020)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/an.v13i2.3987

Abstract

It is required for those who chant iqamah to be of the male sex. All scholars agree that women are forbidden to chant iqamah when the prayer congregation has a man. Ibn Abidin, a scholar from the Al- Hanafiyah sect who mutaakhkhirin said that it is not sunnah for women to recite the call to prayer and iqamah when they pray in congregation with each other.Disyaratkan buat yang melantunkan iqamah harus berjenis kelamin laki- laki. Seluruh ulama sepakat bahwa wanita diharamkan melantunkan iqamah ketika jamaah shalat itu ada laki-lakinya. Ibnu Abidin, ulama dari kalangan mazhab Al-Hanafiyah yang mutaakhkhirin menyebutkan bahwa tidak disunnahkan untuk para wanita melantunkan adzan maupun iqamah ketika mereka shalat berjamaah sesama mereka sendiri.
Deskripsi pedagogical content knowledge guru matematika SMK ditinjau dari perbedaan gender Sirwanti Sirwanti; Mulyadi Mulyadi; Muhammad Syafruddin
AN-NISA Vol. 13 No. 2 (2020)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/an.v13i2.3992

Abstract

The differences of gender can be affect the ability pedagogical content knowledge of mathematics teachers. The purpose of this study is to find out the mathematics teacher's pedagogical content knowledge by gender. This type of research is qualitative descriptive. The subject consisted of one female teacher and one male teacher. Data collection techniques used in this study were observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques used are data reduction, data presentation, and drawing conclusions or verification. The results of this study indicate that according to the two teachers have carried out mathematics learning well, have implemented existing learning models for students, have carried out assessments in accordance with aspects of the 2013 curriculum assessment. Both teachers lack the use of teaching aids during mathematics learning. Female teachers are more active during learning than male teachers. Female teachers are more aware of the material contained in the 2013 curriculum. For the whole, mathematics teacher's pedagogical content knowledge looks superior to female teachers compared to male teachers.Perbedaan gender dapat berpengaruh pada kemampuan pedagogical content knowledge guru matematika. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pedagogical content knowledge guru matematika berdasarkan gender. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek terdiri dari satu guru perempuan dan satu guru laki-laki. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa menurut kedua guru sudah melaksanakan pembelajaran matematika dengan baik, sudah menerapkan model-model pembelajaran yang ada kepada siswa dan sudah melakukan penilaian sesuai dengan aspek penilaian kurikulum 2013. Kedua guru kurang dalam penggunaan alat peraga saat pembelajaaran matematika. Guru perempuan lebih aktif pada saat pelaksanaan pembelajaran dibandingkan dengan guru laki-laki. Guru perempuan lebih paham mengenai materi yang ada dalam kurikulum 2013. Secara keseluruhan, pedagogical content knowledge guru matematika terlihat lebih unggul guru perempuan dibandingkan dengan guru laki-laki.

Page 1 of 1 | Total Record : 10