cover
Contact Name
Jurnal Tarbiyah Al-Awlad
Contact Email
tarbiyah.alawlad@uinib.ac.id
Phone
+6285274713400
Journal Mail Official
tarbiyah.alawlad@uinib.ac.id
Editorial Address
Prodi Pendidikan Guru Madarasah Ibtidauyah Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang. Jl. Prof Mahmud Yunus Lubuk Lintah, Kuranji Kota Padang Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Tarbiyah Al-Awlad: Jurnal Kependidikan Islam Tingkat Dasar
ISSN : 20868065     EISSN : 2723004X     DOI : https://doi.org/10.xxx/xxxx
Core Subject : Education,
Terbit dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember mulai tahun 2009, setiap volume ada 2 edisi. Berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan pemikiran orisinil dibidang pendidikan khusus pendidikan dasar atau madrasah ibtidaiyah
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2018)" : 11 Documents clear
THE IMPLEMENTATION OF FRAYER MODEL STRATEGY IN REINFORCING YOUNG LEARNERS’ VOCABULARY ACHIEVEMENT Martin Kustati; Yelfi Prisillia
Tarbiyah al-Awlad Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1096.156 KB) | DOI: 10.15548/alawlad.v8i1.1595

Abstract

Mempelajari kosa kata baru seringkali membosankan dan sulit bagi pelajar pemula. Mereka mungkin menghadapi kesulitan berurusan dengan makna, ejaan, kelas kata, dan pengucapan kata-kata baru. Beberapa pelajar pemula juga sulit mengingat kata-katanya. Hanya beberapa dari mereka yang dapat mengingat dengan baik, baik dalam pengejaan, atau pengucapan kata-kata. Jadi seorang guru bahasa Inggris harus menemukan strategi yang menarik dalam menghadapi situasi ini. Salah satu strategi yang dapat digunakan adalah strategi Frayer Model. Strategi ini memungkinkan peserta didik untuk mempelajari kata-kata baru. Mereka mendefinisikan sebuah konsep, kata atau istilah, menggambarkan karakteristik esensialnya, memberikan contoh-contoh gagasan dan menyarankan bukan contoh-contoh gagasan. Dengan demikian, pembelajar bahasa dapat menggunakan waktu secara efektif dalam pembelajaran kosa kata. Dari strategi Frayer Model, mereka dapat mempelajari makna, ejaan, dan pengucapan kata baru juga. Dengan demikian, makalah ini dimaksudkan untuk menggambarkan implementasi strategi Model Frayer dalam memperkuat kosakata bahasa Inggris pelajar pemula.  
PERUBAHAN KURIKULUM PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN SD/MI DI INDONESIA: DARI KTSP MENUJU KURIKULUM 2013 Andi Prastowo
Tarbiyah al-Awlad Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.523 KB) | DOI: 10.15548/alawlad.v8i1.1590

Abstract

Perubahan kurikulum adalah sebuah keniscayaan agar pendidikan tidak anti realitas. Kurikulum Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidiayah di Indonesia juga mengalami perubahan seiring dengan perubahan kebijakan kurikulum 2013 yang menggantikan Kurikulum 2006. Perubahan ini dilakukan agar terjadi perbaikan mutu pendidikan di Indonesia. Namun, seiring pelaksanaan Kurikulum 2013 masih saja terjadi berbagai persoalan moral dan hukum di lingkungan anak dan pelajar yang tidak kunjung surut. Berangkat dari persoalan itulah, penelitian ini berupaya untuk mengungkap bagaimana perubahan kurikulum Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk Sekolah dasar dan Madrasah Ibtidaiyah. Dengan menggunakan studi kepustakaan, temuan penelitian ini berhasil mengungkapkan bahwa perubahan kurikulum PPKn untuk Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah ternyata substansial mencakup empat aspek yaitu tujuan, isi atau materi, strategi atau metode, dan evaluasi pembelajarannya.
DIAGNOSIS KESULITAN BELAJAR DI SEKOLAH Mulyadi, Mulyadi
Tarbiyah al-Awlad Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (792.097 KB) | DOI: 10.15548/alawlad.v8i1.1596

Abstract

Kesulitan belajar sering dialami oleh peserta didik di sekolah, hal ini merupakan masalah penting yang perlu mendapat perhatian yang serius karena dapat membawa dampak negatif, baik terhadap diri peserta didik itu sendiri, maupun terhadap lingkungannya. Untuk mencegah dampak negatif yang mungkin timbul karena kesulitan belajar yang dialami oleh peserta didik, maka para pendidik harus mengetahui dan memahami  gejala-gejala kesulitan belajar yang mungkin dialami oleh para peserta didiknya. Diganosis kesulitan belajar merupakan suatu prosedur dalam memecahkan kesulitan belajar. Sebagai prosedur maka diagnosis kesulitan belajar terdiri dari langkah-langkah yang tersusun secara sistematis dengan cara: a) mengenali peserta didik yang mengalami kesulitan belajar, b) memahami sifat dan jenis kesulitan belajarnya, c) menetapkan latar belakang kesulitan belajar, d) menetapkan usaha-usaha bantuan, pelaksanaan bantuan, dan e) tindak lanjut. 
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERSTIF TIPE STAD BAGI PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V DI SDN 21 PADANG Prima Aswirna
Tarbiyah al-Awlad Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.887 KB) | DOI: 10.15548/alawlad.v8i1.1591

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri 21 Padang. Siswa yang terlibat dalam penelitian ini sebanyak 32 orang kelas V SD Negeri  Padang tahun pelajaran 2016-2017. Metode yang digunakan dalam penelitian   ini   adalah:   Model   Pembelajaran   Kooperatif  Tipe  STAD.   Hasil penelitian  menunjukkan  bahwa penerapan  model  pembelajaran  kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri  21 Padang, pada materi perubahan wujud benda dan peubahan sifat benda di tes awal : siswa yang tuntas 216 orang atau persentase 50% dengan daya serap klasikal 65,47% atau nilai rata-rata 65%. Pada Siklus I meningkat siswa yang tuntas 24 orang atau 75% dengan daya serap klasikal 75,94%, . Dan pada siklus II meningkat siswa yang tuntas 30 orang atau persentase 95% dengan daya serap klasikal sebesar 87,03%. dan aktivitas guru dan siswa pada  tindakan siklus I pertemuan  ke 21 dan 2 dalam kategori cukup dan baik dalam siklus II meningkat dalam kategori baik dan sangat baik. 
PEMBELAJARAN BERKELOMPOK TIPE EXAMPLE NON EXAMPLE DI MADRASAH IBTIDAIYAH Anas Salahudin; Dede Rohaniawati
Tarbiyah al-Awlad Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (755.39 KB) | DOI: 10.15548/alawlad.v8i1.1586

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar kognitif siswa pada pembelajaran IPA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuihasil belajar kognitif siswa sebelum dan sesudah memakai model example non example serta bagaimana aktivitas pembelajaran gugu ketika menggunakan model tersebut.Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian adalah siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyah. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil belajar kognitif siswa sebelum diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe examples non examples nilai rata-rata keseluruhan siswa hanya mencapai 42 yang berarti bernilai rendah. Dan hasil belajar setelah menggunakan tipe example non example di siklus 1 menjadi 73 yang berarti predikat baik, dan pada siklus 2 menjadi 86 dengan predikat sangat baik. Begitu juga dengan aktifitas guru dan siswa meningkat pada setiap siklusnya.Hasil observasi aktivitas guru pada siklus I sebesar 84% artinya baik, pada siklus II menjadi 97% artinya sangat baik, sedangkan untuk aktivitas siswa pada siklus I sebesar 77% artinya baik, pada siklus II sebesar 95% artinya sangat baik.
PENGEMBANGAN DESAIN MODEL ASSURE PADA PEMBELAJARAN IPS SD/MI Syahril Syahril
Tarbiyah al-Awlad Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.818 KB) | DOI: 10.15548/alawlad.v8i1.1592

Abstract

Desain pembelajaran memiliki peranan yang sangat penting dalam menciptakan kualitas proses dan hasil pembelajaran di kelas. Keberhasilan guru dalam mengembangkan pembelajaran sangat ditentukan oleh keberhasilannya dalam mendesain pembelajaran yang dilakukannya. Desain pembelajaran mencerminkan keputusan guru tentang materi pelajaran, aktivitas siswa, skenario pembelajaran, metode yang mendidik, dan media yang mempermudah siswa belajar untuk mencapai tujuan dan cara mengevaluasinya. Di antara desain model pempelajaran yang dapat menuntun guru secara sistematis untuk merencanakan proses pembelajaran secara efektif adalah desain model ASSURE.  Sesuai dengan namanya desain model ini terdiri dari enam langkah yaitu; Analyze, State Object, Select, Utilize, Require, and Evaluate, yang disingkat dengan ASSURE. Dalam pelaksanaannya, model ini memadukan penggunaan teknologi dan media di ruang kelas. Sesuai dengan karakteristik materi dan siswa SD/MI, model ASSURE dapat membantu guru dalam mendesein pembelajaran IPS di SD/MI yang dari beberapa hasil penelitian telah terbukti meningkatkan efektifitas dan kualitas pembelajaran IPS di SD/MI. 
PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP IPA MELALUI METODE EKSPERIMEN PADA SISWA KELAS V SDN 07 SUNGAI TARAB KECAMATAN SUNGAI TARAB KABUPATEN TANAH DATAR Kamsinar Kamsinar
Tarbiyah al-Awlad Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.403 KB) | DOI: 10.15548/alawlad.v8i1.1587

Abstract

Rumusan masalah penelitian adalah: bagaimana bentuk perencanaan pembelajaran, bagaimana pelaksanaan pembelajaran untuk peningkatan pemahaman konsep IPA melalui metode eksperimen pada Siswa Kelas V SDN 07 Sungai Tarab Kecamatan Sungai Tarab Kabupaten Tanah Datar, dan bagaimana hasil pembelajaran melalui metode eksperimen pada pada Siswa Kelas V SDN 07 Sungai Tarab Kecamatan Sungai Tarab Kabupaten Tanah Datar. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan rencana pembelajaran, mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman konsep IPA melalui metode eksperimen pada pada Siswa Kelas V SDN 07 Sungai Tarab Kecamatan Sungai Tarab Kabupaten Tanah Datar, dan mendiskripsikan hasil pembelajaran IPA melalui metode eksperimen pada pada Siswa Kelas V SDN 07 Sungai Tarab Kecamatan Sungai Tarab Kabupaten Tanah Datar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 07 Sungai Tarab Kecamatan Sungai Tarab Kabupaten Tanah Datar. Tindakan dan pengamatan pembelajaran IPA dengan metode eksperimen yaitu: mempersiapkan pemakaian metode eksperimen, melaksanakan pemakaian metode eksperimen, tindak lanjut dari penggunaan metode eksperimen. Prosedur penelitian yang digunakan yaitu: tahap refleksi awal, tahap perencanaan, tahap pelaksanaan dan pengamatan tindakan, tahap refleksi. Pembelajaran dengan menggunakan pemahaman konsep melalu metode eksperimen dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Peningkatan hasil belajar siswa tersebut dapat dilihat pada siklus I dengan nilai rata-rata 63,8 selanjutnya pada siklus II meningkat dengan nilai rata-rata  87,8. Hal ini merupakan bukti keberhasilan pelaksanaan penelitian yang telah dilakukan di SDN 07 Sungai Tarab, Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar.
PENERAPAN METODE CERITA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS V SDN 12 LUBUK ALUNG KABUPATEN PADANG PARIAMAN Zulfahmi Zulfahmi; Afrita Sari
Tarbiyah al-Awlad Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.499 KB) | DOI: 10.15548/alawlad.v8i1.1593

Abstract

Kasus yang penulis temui dalam penerapan metode cerita, pendidik bercerita hanya sebatas membacakan isi teks, tanpa ekspresi, dan gerakan yang menarik serta tidak menggunakan alat atau media penunjang. Karena dalam kajian penelitian ini adalah bagaimana perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pendidik serta apa faktor pendukung dan penghambat penerapan metode cerita. Hasil penelitian dapat disimpulkan: pertama, langkah awal dalam menerapkan metode bercerita pendidik sudah membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) tentang langkah-langkah metode bercerita. Kedua, penerapan sudah menggunakan berbagai macam metode bercerita diantaranya membacakan langsung dengan teknik bermain peran. Ketiga, evaluasi melalui tes tulis dan lisan, Keempat, kendala yang dihadapi diantaranya tidak memanfaatkan sarana sekolah seperti laptop, tape, gambar, dan speaker sebagai media pembelajaran.  
DIAGNOSIS KESULITAN BELAJAR DI SEKOLAH Mulyadi Mulyadi
Tarbiyah al-Awlad Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/alawlad.v8i1.1588

Abstract

Kesulitan belajar sering dialami oleh peserta didik di sekolah, hal ini merupakan masalah penting yang perlu mendapat perhatian yang serius karena dapat membawa dampak negatif, baik terhadap diri peserta didik itu sendiri, maupun terhadap lingkungannya. Untuk mencegah dampak negatif yang mungkin timbul karena kesulitan belajar yang dialami oleh peserta didik, maka para pendidik harus mengetahui dan memahami  gejala-gejala kesulitan belajar yang mungkin dialami oleh para peserta didiknya. Diganosis kesulitan belajar merupakan suatu prosedur dalam memecahkan kesulitan belajar. Sebagai prosedur maka diagnosis kesulitan belajar terdiri dari langkah-langkah yang tersusun secara sistematis dengan cara: a) mengenali peserta didik yang mengalami kesulitan belajar, b) memahami sifat dan jenis kesulitan belajarnya, c) menetapkan latar belakang kesulitan belajar, d) menetapkan usaha-usaha bantuan, pelaksanaan bantuan, dan e) tindak lanjut.
PENERAPAN PEMBELAJARAN AKTIF TIPE GIVING QUESTION AND GETTING ANSWERS UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA Dorisno Dorisno
Tarbiyah al-Awlad Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (782.485 KB) | DOI: 10.15548/alawlad.v8i1.1594

Abstract

Pembelajaran Matematika masih dianggap sulit bagi siswa SDN 28 Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman. Ini terlihat dari banyaknya nilai ujian Matematika siswa yang tidak mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Selain itu aktivitas siswa dalam belajar masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk Melihat peningkatan  aktivitas dan  hasil belajar siswa setelah menerapkan strategi belajar aktif tipe Giving Question and Getting Answers (GQGA). Penelitian ini merupakan  Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Masing-masing siklus terdiri atas tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 28  Kecamatan Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman. Hasil analisis data ada peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa menggunakan strategi belajar aktif tipe GQGA. Sehingga dapat disimpulkan penerapan strategi belajar aktif tipe GQGA dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar matematika siswa.  

Page 1 of 2 | Total Record : 11