Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami
Jurnal AL-TAUJIH adalah jurnal pengembangan kajian keilimuan bimbingan dan konseling Islam, kajian pendidikan konseling, dan berbagai kajian bimbingan konseling dalam berbagai pendekatan yang diterbitkan oleh salah satu Program Studi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang. Sebagai salah satu wadah literasi akademik, jurnal ini memberikan kesempatan bagi dosen, praktisi, guru, pengamat dan ahli di bidang bimbingan dan konseling. Tulisan dalam jurnal ini berupa (a) Kumpulan/akumulasi pengetahuan baru, (b) Pengamatan empirik, (c) Pengembangan gagasan atau usulan baru, (d) hasil penelitian, (e) Artikel konseptual dan telaah (review) buku baru.
Articles
189 Documents
PANDANGAN KONSELOR TERHADAP KONSELI DALAM PROSES BIMBINGAN DAN KONSELING (Kajian Filosofis Hakikat Manusia Berdasarkan Alquran)
Nursyamsi, Nursyamsi
Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami Vol 1, No 1 (2015): Januari-Juni 2015
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/atj.v1i1.920
Counselling as a profession helper, the root of every profession helper lies in the nature of man himself must be understood by the counselor. The counselor must have the knowledge, skills, and support experience and personality. The counselor must have the competence that is built on a philosophical foundation of human nature, with all its potential, strengths and weaknesses in his life as a creature of Allah Almighty. Academic competence and professional counselors are integrated to build the integrity of the pedagogical, personality, social and professional. Based on the view of human nature, the nature of counseling, not independent and is associated with human nature itself, as a counseling service that helps resolve the problems faced by individuals. If the individual was not able to finish it, then there is a way one way to find a solution, is through counseling.
Model Pengembangan Karakter-Cerdas Mahasiswa Melalui Infusi dalam Pembelajaran Psikologi Belajar Di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan IAIN IB Padang
Anidar, Jum
Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami Vol 2, No 1 (2016): Januari-Juni 2016
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/atj.v2i1.936
Permasalahan dalam penelitian ini adalah banyak sekali mahasiswa yang belum menunjukkan karakter sesuai dengan yang diharapkan, masih banyak ditemui mahasiswa yang pintar tapi sombong, dan sebaliknya. Banyak mahasiswa yang tidak menghargai dosen bahkan ada mahasiswa yang justru menjelek-jelekkan dosen. Sering juga ditemui mahasiswa yang coumloude tapi susah mencari pekerjaan, itu karena hanya mementingkan kognitif saja tanpa memikirkan karakter yang lainnya. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen, sampel penelitian adalah mahasiswa jurusan MPI semester III. Instrumen penelitiannya angket, sedangkan pengumpulan data dilakukan melalui pre test dan pos test. Pengolahan dan analisis data ini dengan menggunakan bantuan program SPSS versi 20.00.Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan perhitungan dengan menggunakan Uji t. Diperoleh t hitung = 2.584 dan t table  = 2,16 pada taraf Alpha = 0,05 Oleh karna, t hitung lebih besar dari t table ,maka disimpulkan bahwa karakter cerdas kelompok eksperimen yang diberikan perlakuan pengembangan karakter cerdas melalui infusi dalam pembelajaran Psikologi belajar lebih tinggi dari pada karakter cerdas mahasiswa yang tidak diberikan perlakuan. Dilihat dari hasil rata-rata pos test kelas eksperimen 201,76 dan post test kelas kontrol 193.00. maka terjadi peningkatan karakter cerdas mahasiswa kelompok eksperimen sebanyak sebanyak 8,76 %.
Urgensi Pendidikan Islam Untuk Anak Sejak Dini
Haryatri Waewa
Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami Vol 2, No 2 (2016): Juli-Desember 2016
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/atj.v2i2.947
Kerusakan moral pada anak disebabkan oleh kurangnya pendidikan agama pada anak. Pendidikan agama dapat menjadi solusi dari permasalahan kerusakan moral anak. Dengan adanya Pendidikan agama, diharapkan anak dapat menerapkan nilai-nilai moral, sopan santun, norma dan etika yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai bentuk tanggung jawab dari pendidikan untuk anak sejak dini maka tulisan ini akan mencoba memberikan pemikiran yang berkaitan dengan persoalan tersebut.
KEDISIPLINAN DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VII DI SMPN 2 KUANTAN
Dewi Anggraini
Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami Vol 6, No 1 (2020): Januari-Juni 2020
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/atj.v6i1.1752
Penelitian ini dilatar belakangi oleh fenomena yang terjadi di lapangan, bahwa ada beberapa siswa yang mengalami kedisiplinan kurang baik, yang dibuktikan dengan seringnya melanggar aturan sekolah diantaranya tidak membuat pekerjaan rumah, tidak memakai seragam sekolah sesuai aturan, datang terlambat, sering keluar masuk saat jam pelajaran, cabut, membolos dan mencontek saat ujian karena tidak mampu menjawab soal sendiri sehingga mengalami ketinggalan dalam belajar dan memperoleh prestasi belajar yang rendah. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif korelatif. Alat pengumpulan data yang digunakan yaitu instrumen angket memakai skala likert dan dokumentasi hasil belajar. Pengkorelasian variabel penelitian menggunakan rumus r product moment, dengan menggunakan Statistic Product and Science Solution (SPSS) versi 22.00.
HUBUNGAN LINGKUNGAN SEKOLAH DENGAN KEDISIPLINAN BELAJAR PESERTA DIDIK DI SMP NEGERI 4 BAYANG
Vemi Herlina;
Yusrizal Wahab Lubis;
Nur’aidi Nur’aidi
Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami Vol 6, No 2 (2020): Juli-Desember 2020
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/atj.v6i2.2184
Disiplin merupakan perilaku yang taat dan patuh pada peraturan, artinya jika seseorang berprilaku disiplin, maka ia akan memperlihatkan tingkahlaku yang sesuai dan patuh pada aturan-aturan yang berlaku di masyarkat. Peserta didik dituntut untuk disiplin dalam belajar, agar dia mampu melaksanakan pembelajaran dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji hipotesis bahwa ada hubungan signifikan antara lingkungan sekolah dengan kedisiplinan belajar peserta didik di SMPN 4 Bayang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik SMPN 4 Bayang yang berjumlah 83 peserta didik dengan memakai teknik total sampling. Instrument yang digunakan yaitu angket. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan SPSS Versi 20 dan untuk melihat hubungan antara kedua variabel digunakan statistic parametric yaitu pearson correlation product moment. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa (1) Lingkungan sekolah peserta didik di SMPN 4 Bayang berada pada kategori cukup baik, (2) Kedisiplinan Belajar peserta didik di SMPN 4 Bayang pada kategori cukup baik, (3) dari hasil pengolahan data di dapatkan bahwa r xy = 0,765 lebih besar dari r tabel untuk signifikan 1% = 0,283 dan untuk signifikan 5% = 0,217 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Pada koefisien korelasi menunjukkan arah korelasi yang positif, artinya terdapat korelasi yang positif dan signifikan antara lingkungan sekolah dengan kedisiplinan belajar peserta didik di SMPN 4 Bayang.
Perilaku Agresif Peserta Didik di MTsN Thawalib Padusunan
Andeska Putra;
Safri Mardison
Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami Vol 4, No 1 (2018): Januari-Juni 2018
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/atj.v4i1.510
Penelitian ini dilatar belakangi oleh banyaknya muncul perilaku agresif dan kasus-kasus pelanggaran yang terjadi dikalangan remaja baik dalam bentuk fisik maupun lisan. Perilaku agresif yang dimaksud adalah yang terkait dengan perilaku lisan yang disengaja dengan tujuan menyakiti orang lain. Berdasarkan fakta yang terlihat dilapangan, ditemukan adanya peserta didik yang memiliki perilaku agresif verbal pasif langsung. Untuk itu perlakuan khusus dari guru BK untuk membantu peserta didik perilaku agresif verbal pasif langsung, berupa memberikan bimbingan dan pelayanan agar mereka bisa merubah perilakunya tersebut. Hasil penelitian di lapangan menunjukkan bahwa, Bentuk perilaku agresif verbal pasif langsung peserta didik di MTsN Thawalib Padusunan adalah: menghina, memaki, marah, mengumpat dan sindiran. Penyebab perilaku agresif verbal pasif langsung peserta didik di MTsN Thawalib Padusunan disebabkan karena faktor frustasi yang dialami oleh siswa, adanya provokasi langsung dari orang lain, peran belajar model kekerasan dan pengaruh kelompok. Upaya guru BK dalam mengentaskan perilaku agresif verbal pasif langsung di MTsN Thawalib Padusunan adalah dengan memberikan teguran, surat perjanjian dan dilakukan pemanggilan orang tua. Serta melaksanakan layanan-layanan konseling, berupa : layanan konseling individu, dan layanan konseling kelompok
MOTIVASI BELAJAR DALAM PERSPEKTIF HADITS
Syahril Syahril
Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami Vol 3, No 2 (2017): Juli-Desember 2017
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/atj.v3i2.532
Islam mewajibkan umatnya untuk menuntut ilmu. Berkaitan dengan kewajiban tersebut banyak ditemukan maupun Hadits Nabi Muhammad SAW baik secara implisit maupun eksplisit yang memotivasi umat Islam untuk selalu belajar dan menuntut ilmu tanpa membedakan ilmu agama dengan ilmu umum. Motivasi tersebut dapat berupa ekstrinsik maupun intrinsik. Motivasi ekstrinsik dengan mengemukakan beberapa keutamaan belajar atau menuntut ilmu seperti orang yang menuntut ilmu akan dimudahkan jalannya ke surga, ditinggikan derjatnya dan sebagainya. Sedangkan motivasi intrinsik bahwa belajar harus didasarkan pada niat yang ikhlas untuk mendapatkan keredhaan Allah. Motivasi belajar menurut hadits ini sekaligus membedakan motivasi belajar menurut Islam dengan teori-teori belajar menurut teori-teori belajar Barat yang bersifat sekuler dan antroposentrik. Konsep motivasi belajar dalam Islam bersifat transendental dan teosentrik yang menempatkan posisi manusia pada posisi balance, bahwa belajar bukan hanya untuk kepentingan dunia semata, akan tetapi ilmu yang menambah keimanan dan ketaatan kepada Allah dan rasul-Nya, sekaligus bermanfaat tidak hanya untuk kehidupan dunia, melainkan juga untuk kehidupan akhirat.
Pengokohan Fungsi Keluarga Sebagai Upaya Preventif Terjadinya Degradasi Moral Pada Remaja
Alfi Rahmi;
Januar Januar
Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami Vol 5, No 1 (2019): Januari-Juni 2019
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/atj.v5i1.755
Masa remaja merupakan masa transisi dari anak-anak menuju dewasa. Salah satu yang mesti dimiliki oleh remaja yaitu nilai-nilai moral budi pekerti yang luhur. Pada zaman era modern sekarang ini, remaja seringkali menjadi lupa dengan perannya sebagai generasi penerus bangsa. Perubahan sosial dan pergeseran nilai telah mempengaruhi perkembangan remaja. Salah satu akibat perubahan sosial dan pergeseran nilai yaitu remaja yang terjerumus pada perilaku menyimpang yang tidak sesuai dengan nilai moral. Terdapat remaja yang melanggar norma-norma yang berlaku dimasyarakat. Kondisi seperti ini tidak menutup kemungkinan akan melahirkan degradasi moral pada remaja. Salah satu faktor penyebabnya degradasi moral pada remaja yaitu melemahnya fungsi keluarga dan peran keluarga dalam membina remaja.Keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama bagi anak untuk memperoleh pendidikan dan penanaman nilai-nilai moral. Fungsi pendidikan dalam lingkungan pendidikan keluarga secara potensial dapat membentuk remaja yang memiliki budi pekerti yang luhurdan bertanggung jawab akan tetapi apabila fungsi pendidikan gagal maka remaja akan mengalami degradasi moral.
KERANGKA KONSELING PSIKOSOSIAL DENGAN MENGGUNAKAN TERAPI CUENTO (Pendekatan Kelompok)
Zuwirda Zuwirda
Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami Vol 1, No 2 (2015): Juli-Desember 2015
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/atj.v1i2.931
storytelling can be used as a model of intervention to the problems experienced by clients especially problems related to the problems of social life. Other than as individual human beings are also social beings. As social beings humans have the urge to fulfill social responsibility and any individual who conducted always in touch with their social group. Storytelling therapy model was first introduced by Costantino, 1982 to intervene in the two cultures of children using folklore of Puerto Rico Cuentos, used as an intervention model of cognitive / behavior. This model is called therapy cuento for the application of this therapeutic approach, the characters in a fairy tale Puerto Rico Cuentos proposed as models of the characters to convey the theme or moral of the story. Through the characters told in this tale of troubled individuals who can take a lesson from the story so that the client's understanding of the exposure of the characters are expected clients can use it for the matter to be (preventive function), being experienced (revise function) or even to her development (development function).
Penguasaan Kompetensi Konselor Mahasiswa Peserta Program Pengalaman Lapangan (PPL) Prodi Bimbingan Konseling IAIN Bukittinggi
Fadhilla Yusri
Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami Vol 5, No 2 (2019): Juli-Desember 2019
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/atj.v5i2.1141
Kinerja seorang konselor sekolah dinyatakan berkualitas jika ia menunjukkan perilaku tugas yang sesuai dengan indikator kompetensi inti yang ditentukan dalam Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor (SKAKK). Kualitas kinerja guru BK mengacu pada tingkat kesesuaian antara perilaku nyata yang ditunjukkan oleh guru BK ketika melakukan tugas khusus sebagai guru BK dan indikator kompetensi inti yang ditetapkan dalam SKAKK. Semakin tepat kinerja konselor sekolah dengan spesifikasi yang ditentukan dalam SKAKK, semakin berkualitas kinerja profesional konselor sekolah yang bersangkutan. Kualitas kinerja profesional konselor sekolah dengan demikian dapat diartikan sebagai memenuhi spesifikasi perilaku tugas profesional oleh konselor sekolah sesuai dengan yang ditentukan dalam indikator SKAKK.