Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami
Jurnal AL-TAUJIH adalah jurnal pengembangan kajian keilimuan bimbingan dan konseling Islam, kajian pendidikan konseling, dan berbagai kajian bimbingan konseling dalam berbagai pendekatan yang diterbitkan oleh salah satu Program Studi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang. Sebagai salah satu wadah literasi akademik, jurnal ini memberikan kesempatan bagi dosen, praktisi, guru, pengamat dan ahli di bidang bimbingan dan konseling. Tulisan dalam jurnal ini berupa (a) Kumpulan/akumulasi pengetahuan baru, (b) Pengamatan empirik, (c) Pengembangan gagasan atau usulan baru, (d) hasil penelitian, (e) Artikel konseptual dan telaah (review) buku baru.
Articles
189 Documents
Pengaruh Layanan Dasar dengan Strategi layanan Informasi terhadap Kemandirian Belajar Siswa di SMA Negeri 5 Bukittinggi
Mutia Rahmi;
Alfi Rahmi;
Intan Sari
Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami Vol 6, No 2 (2020): Juli-Desember 2020
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/atj.v6i2.1922
Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan fenomena yang ada di SMA Negeri 5 Bukittinggi yang menunjukkan dimana siswa masih bergantung pada orang lain dalam belajar, kurang mampu menentukan pihannya dan bertanggung jawab terhadap pilihannya. Jadi, kemandirian siswa dalam belajar yang rendah dapat dibantu dengan memberikan layanan bimbingan dan konseling yang salah satunya yaitu layanan informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah diberikannya layanan informasi terhadap kemandirian belajar Penelitian ini tergolong penelitian pre eksperimen model One Group Pretest Postest Design. Populasinya adalah seluruh siswa kelas X MIPA 2 di SMA Negeri 5 Bukittinggi yang berjumlah 36 orang, sedangkan teknik yang dipakai dalam pengambilan sampel adalah teknik Purposif Sampling dimana pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan pertimbangan tertentu. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X MIPA 2. Data tentang kemandirian belajar siswa dikumpulkan melalui pretest dan postest, kemudian dianalisis dengan menggunakan uji Wilcoxon Rank Test dengan bantuan SPSS 22. Hasil penelitian yang telah dilakukan terdapat perbedaan antara nilai pretest dan postest, hal ini juga dibuktikan dengan nilai zhitung (5,144) > ztabel (1.645) pada taraf signifikan 0,05. Maka dapat dikatakan Ha diterima artinya terdapat pengaruh layanan dasar dengan strategi layanan informasi terhadap kemandirian belajar siswa di SMA Negeri 5 Bukittinggi.
KENAKALAN ORANGTUA PENYEBAB KENAKALAN REMAJA
Rahmatul Ulfa Auliya
Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami Vol 4, No 2 (2018): Juli-Desember 2018
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/atj.v4i2.505
Media masa akhir-akhir ini menunjukkan kenakalan remaja di Indonesia semakin meningkat. Secara teoritik diketahui bahwa peran orangtua kelak memberikan dampak kepada anak, salah satu bentuk negatif yang muncul dari kesalahan orangtua dalam membimbing anak adalah kenakalan remaja. Usia remaja merupakan masa peralihan menuju dewasa yang penuh akan gejolak. Pada masa ini dibutuhkan arahan dan kedekatan anak dengan orang tuanya untuk memberikan kenyamanan dan pembimbingan. Hal ini tentunya akan sulit dilakukan oleh orangtua jika orangtua teralu mengekang bahkan tidak membiarkan anaknya berfikir sendiri tentang masa depan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kenakalan yang ternyata penyebab dari kenakalan dari orangtuanya dan faktor yang mempengaruhinya. Subjek dalam penelitian ini adalah remaja yang sedang mengalami masa transisi. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan yang mengambil sumber dari buku-buku yang berkaitan dengan penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola tingkahlaku dan peran orangtua yang salah menjadi penyebab kenakalan remaja sehingga remaja melakukan pertentangan dengan berbuat hal-hal yang disukainya tanpa diketahui orangtua. Banyak remaja yang melakukan berbagai hal yang negatif seperti menggunakan narkoba,minum-minuman keras, melakukan seks bebas, melakukan perusakan tempat umum dan suka berkelahi dengan orang lain. Hal ini disebabkan beberapa faktor seperti proses keluarga, kelas sosial ekonomi, harapan pendidikan nilai-nilai disekolah dan kualitas lingkungan sekitar tempat tinggal.
Profil Motivasi Berprestasi Mahasiswa Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Bukittinggi
Syawaluddin Syawaluddin
Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami Vol 3, No 2 (2017): Juli-Desember 2017
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/atj.v3i2.533
Mahasiswa sepanjang masa studinya di perguruan tinggi diharapkan untuk sukses dalam tiga hal, yaitu sukses akademik, sukses persiapan karir dan sukses sosial kemasyarakatan. Untuk mencapai ketiga sukses di atas mahasiswa harus memiliki motivasi, salah-satunya motivasi berprestasi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan motivasi berprestasi mahasiswa Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif jenis deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Semester II dan IV berjumlah 73 Orang. Penulis menggunakan teknik total sampling dalam menentukan jumlah sampel. Jumlah sampel sebanyak 73 Orang. Instrumen yang digunakan adalah angket yang mengungkapkan motivasi berprestasi mahasiswa, dimana hasil data yang diperoleh dari responden diolah dan dikategorikan ke dalam 5 kriteria kategori yaitu sangat tinggi (ST), tinggi (T), sedang (S), rendah (R), dan sangat rendah (SR). Data dianalisis dengan menggunakan teknik persentase. Temuan penelitian menunjukkan bahwa: sebanyak 37 responden atau sebesar 51% memiliki motivasi berprestasi yang tinggi (T), 34 responden atau sebesar 46% memiliki motivasi berprestasi yang sangat tinggi (ST), dan sebanyak 2 responden atau sebesar 3% memiliki Motivasi berprestasi dalam kategori sedang (S). Apabila dilihat dari nilai persentase rata-rata secara keseluruhan motivasi berprestasi mahasiswa KPI berada pada kategori tinggi (T) dengan nilai persentase rata-rata sebesar 78.4%.
Konsep Zikir dalam Al-Qur’an dan Relevansinya dengan Bimbingan Dan Konseling Islami
Asri Atuz Zeky;
Meli Susanti
Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami Vol 5, No 1 (2019): Januari-Juni 2019
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/atj.v5i1.750
Pesatnya perkembangan teknologi pada sekarang ini mengakibatkan tingkat spiritual keagamaan semakin menurun. Banyak manusia yang lupa dengan Allah Swt (tidak berzikir) sehingga membuat hatinya menjadi gelisah dan tidak tenang, manusia mencari kebahagian dengan cara menjauh dari Allah seperti bermaksiat, berzina, meminum- minuman keras, berjoget dan berdansa, serta mendengarkan nyanyian-nyanyian yang melalaikan. Rumusan masalah yaitu bagaimana konsep zikir dalam al-Qur’an dan relevansinya dengan bimbingan dan konseling Islami? Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui bagaimana konsep zikir dalam al-Qur’an. 2) Mengetahui relevansi zikir dengan bimbingan dan konseling Islami. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kepustakaan (library research). Hasil penelitian ini adalah: 1) konsep zikir dalam al-Qur’an mempunyai banyak makna dan bentuk kata diantaranya bentuk mengingat, peringatan, mengambil pelajaran, kitab-kitab Allah dan tanda keagungannya. 2) Relevansi zikir dengan bimbingan dan konseling islami adalah zikir sebagai teknik terapi dalam konseling islami. Serta melakukan zikir sama dengan melakukan teknik relaksasi (penenangan).
BIMBINGAN PRIBADI DAN SOSIAL BAGI REMAJA
Febri Santi
Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami Vol 1, No 1 (2015): Januari-Juni 2015
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/atj.v1i1.926
Teenage phase is a phase of changes not only physically but also psycho-socially. Teenage phase is characterized as “storm and stress” phrase. In this phase, teenagers experience strong emotions caused by pressure and tense to reach maturity. Emotional awareness is important to develop adaptive character in social interaction. Social-personal counselling covers emotional awareness which focusses solution to help students to solve emotional problems at school.
Kepribadian Konselor dalam Perspektif Islam
Marta Suhendra
Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami Vol 2, No 1 (2016): Januari-Juni 2016
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/atj.v2i1.942
Counseling in Islam is a comprehensive concept for life. The concept that can help happiness, tranquility and contentment for humans. The concept is capable of directing man towards the best path, the path of self actualization to deliver a perfect human being. Achieve it all counselors need to equip themselves to have at least four competencies in themselves, such as: 1) pedagogic competence, 2) personal competence, 3) social competences and 4) professional competence. Personal competence special attention in the Islamic counseling. This is because in Islam counseling counselor's personality will become a role model for students who will be guiding learners in actualize himself.
Kontrol Diri dan Motivasi Berprestasi Peserta Didik
Zulvia Trinova;
Een Rasullu
Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami Vol 5, No 2 (2019): Juli-Desember 2019
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/atj.v5i2.1136
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masalah yang ditemukan terlihat bahwa dalam fenomena yang terjadi di lapangan yaitu adanya peserta didik mengobrol dengan teman ketika jam pelajaran berlangsung, bahkan ada yang membantah, adanya peserta didik yang duduk di warung ketika jam pelajaran sedang berlangsung dalam masalah tersebut akan mempengaruhi kontrol diri peserta didik untuk motivasi berprestasi. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah terdapat hubungan kontrol diri dengan motivasi berprestasi peserta didik kelas VIII di SMPN 28 Padang. Batasan masalah dari penelitian ini adalah: (1) kontrol diri peserta didik kelasVIII di SMPN 28 Padang. (2) Motivasi berprestasi peserta didik kelasVIII di SMPN 28 Padang. (3) Hubungan kontrol dengan motivasi berprestasi peserta didik kelas VIII di SMPN 28 Padang. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui gambaran kontrol diri peserta didik kelas VIII di SMPN 28 Padang. (2) untuk mengetahui gambaran motivasi berprestasi peserta didik kelas VIII di SMPN 28 Padang, (3) untuk mengetahui gambaran hubungan kontrol diri dengan motivasi berprestasi peserta didik kelas VIII di SMPN 28 Padang. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif korelasional. Populasi 234 peserta didik, sampel 70 perserta didik, teknik pengambilan sampel digunakan yaitu random sampling. Hasil yang didapatkan yaitu terdapatnya hubungan yang signifikan antara kontrol diri dengan motivasi berprestasi peserta didik kelas VII di SMPN 28 Padang, dimana r_xy=0,698 lebih besar dari taraf signifikan yang telah ditentukan. Artinya semakin tinggi kontrol diri peserta didik maka semangkin tinggi pula motivasi berprestasi peserta didik, dan sebaliknya semakin rendah Kontrol diri Peserta Didik maka Semakin rendah pula Motivasi berprestasinya.
PERKEMBANGAN JIWA KEAGAMAAN PADA REMAJA
Khadijah Khadijah
Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami Vol 6, No 1 (2020): Januari-Juni 2020
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/atj.v6i1.1663
Masa remaja adalah masa transisi dari anak-anak menuju masa dewasa, masa yang sangat rentan karena masa penyesuain terhadap perubahan-perubahan baik secara fisik, psikis dan emosi yang terjadi pada diri remaja. Masa remaja di bagi menjadi tiga fase, yaitu fase remaja awal dalam rentang usia 12 sampai 15 tahun, fase remaja madya rentang usia 15 sampai 18 tahun, dan fase remaja akhir dalam rentan usia 18 sampai 21 tahun. Perkembangan agama pada remaja seiring dengan perkembangan fisik dan psiskis remaja, terdapat beberapa aspek yaitu pertumbuhan pikiran dan mental hal ini ditandai dengan adanya sifat kritis pada diri remaja terhadap ajaran agama. Perkembangan perasaan ditandai dengan perasaan sosial, etis dan estetis mendorong remaja untuk menghayati kehidupan agama yang terbiasa di lingkungannya. Pertimbangan sosial, ditandi remaja lebih memilih kehidupan dunia daripada akhirat, namun di saat tertentu remaja mencari kebahagiaan jiwa dengan menggantungkan diri kepada Tuhan. Perkembangan moral yang bertitik tolak dari usaha mencari perlindungan. Sikap dan minat remaja terhadap agama sedikit karena dipengaruhi oleh lingkungan dan zaman. Lingkungan pendidikan sangat membantu perkembangan keagamaan pada remaja, baik pendidikan informal, formal maupun non formal.
EFEKTIVITAS KURIKULUM JURUSAN MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM KONSENTRASI BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM (Studi tentang Kesesuaian Kurikulum dengan Lapangan Kerja Alumni)
Jum Anidar
Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami Vol 4, No 2 (2018): Juli-Desember 2018
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/atj.v4i2.500
Keberhasilan sebuah institusi yaitu mampu menghasilkan lulusan yang dapat mengamalkan ilmu dalam bidangnya di masyarakat. Hal ini sejalan dengan salah satu tujuan pembelajaran agar peserta didiknya dapat berguna serta bermanfaat dalam menyumbangkan keahliannya sesuai dengan bidangnya. Rumusan masalah penelitian adalah apakah kompetensi alumni Manajemen Pendidikan Islam Konsentrasi Bimbingan dan Konseling Islam sudah efektif dalam mempersiapkan alumni di dunia kerja? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompetensi alumni MPI konsentrasi BKI dan tanggapan stakeholder. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif, dengan metode penelitian Mixed methods. Sumber datanya adalah: pimpinan sekolah/madrasah, guru BK (stakeholder), dan alumni. Populasi penelitian ini adalah seluruh alumni Jurusan MPI Konsentrasi BKI Fakultas Tarbiyah dan Keguruan IAIN Imam Bonjol Padang dari tahun 2005 sampai 2016 yang berjumlah 518 orang dan sampel 52 orang. Hasil Penelitian menunjukkan Pekerjaan alumni yang sesuai dengan pendidikan dan spesifikasi keilmuan sebanyak 96,2%. Masa tunggu sebelum mendapatkan pekerjaan, pada umumnya adalah 00 – 0,6 bulan, sebanyak 80,8%, Rata-rata tanggapan pihak pengguna lulusan tentang kompetensi alumni jurusan Manajemen Pendidikan Islam Konsentrasi Bimbingan dan Konseling Islam adalah pada rentang sangat baik dan baik.
Menilik Kajian Psikologi Sosial
Ahmad Masrur Firosad
Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami Vol 4, No 1 (2018): Januari-Juni 2018
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/atj.v4i1.516
Judul Buku: Psikologi Sosial (Integrasi Pengetahuan Wahyu dan Empirik)Penulis: Dr. Agus Abdul Rahman, M. PsiPenerbit: PT Raja Grafindo Persada