cover
Contact Name
Teguh Darsono
Contact Email
physcom@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
physcom@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Gedung A Pascasarjana Universitas Negeri Semarang Kampus Kelud Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Physics Communication
ISSN : 25285971     EISSN : 2528598X     DOI : https://doi.org/10.15294/physcomm
Core Subject : Science,
Physics Communication is devoted to reporting important new developments in the area of physics. Papers cover the fields of: atomic and molecular physics condensed matter and theory of statistical physics nuclear theory fluid theory and plasmas elementary particle physics and quantum field theory quantum mechanics and quantum optics theoretical astrophysics cosmology relativity Certain new interdisciplinary subjects such as theoretical biophysics, mathematical physics and computational physics are also incorporated.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2017): August 2017" : 12 Documents clear
IDENTIFIKASI STRUKTUR LAPISAN BAWAH PERMUKAAN LAHAN GAMBUT DI DESA ARANG LIMBUNG KECAMATAN SUNGAI RAYA KABUPATEN KUBU RAYA DENGAN METODE RESISTIVITAS KONFIGURASI DIPOLE-DIPOLE Ramadhaningsih, Laila; Sampurno, Joko
Physics Communication Vol 1, No 2 (2017): August 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.568 KB) | DOI: 10.15294/physcomm.v1i2.10869

Abstract

Pendugaan struktur lapisan bawah permukaan lahan gambut di Desa Arang Limbung telah dilakukan dengan menggunakan metode geolistrik tahanan jenis (resistivitas). Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi terkait struktur tanah dalam rangka persiapan perancangan bangunan di lokasi penelitian. Pengambilan data dilakukan pada lima lintasan dimana panjang tiap lintasannya adalah 150 m dan jarak antar lintasannya adalah 15 m. Konfigurasi elektroda yang digunakan adalah konfigurasi Dipole-Dipole dengan spasi elektrodanya adalah 15 m. Nilai resistivitas semu diinversi menggunakan perangkat lunak Res2Dinv untuk mendapatkan distribusi nilai resistivitas bawah permukaan pada tiap lintasan. Berdasarkan distribusi nilai resistivitas tersebut dapat diinterpretasikan bahwa struktur lapisan bawah permukaan lahan gambut di Desa Arang Limbung terdiri dari empat lapisan utama yaitu gambut, tanah liat berpasir, pasir basah dan batuan bercampur pasir. Ketebalan lapisan gambut bervariasi dari 2,56 m hingga 16 m. Lapisan ini berada pada posisi paling atas. Lapisan tanah liat berpasir berada pada kedalaman 2,56 m hingga 32,7 m. Lapisan pasir basah berada pada kedalaman 13,1 m hingga 30 m dan lapisan batuan bercampur pasir berada pada kedalaman 13,1 m hingga 32,7 m. Berdasarkan struktur ini maka direkomendasikan agar kedalaman pondasi bangunan yang akan dibuat di lokasi ini harus melebihi 16 m.
IDENTIFIKASI KESULITAN BELAJAR FISIKA BERDASARKAN KEMAMPUAN MULTI REPRESENTASI Theasy, Yoan; Wiyanto, Wiyanto; Sujarwata, Sujarwata
Physics Communication Vol 1, No 2 (2017): August 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.833 KB) | DOI: 10.15294/physcomm.v1i2.10404

Abstract

Multi representasi dapat digunakan untuk mengetahui tingkat pemahaman yang dimiliki oleh mahasiswa. Identifikasi pola kesulitan belajar fisika berdasarkan kemampuan multi representasi terhadap pemecahan masalah telah dilakukan melalui metode kualitatif model grounded theory, dan dilaksanakan pada mahasiswa pendidikan Fisika Unnes Tahun akademik 2016/2017. Bentuk multi representasi yang digunakan adalah verbal (V), gambar/diagram (D), grafik (G), dan matematis (M). Kemampuan multi representasi mahasiswa kategori tinggi, sedang dan rendah memiliki kecenderungan representasi matematis (M) secara berurutan sebesar 67,85%, 79,92%, dan 75%. Mahasiswa kategori tinggi memiliki pola kesulitan belajar fisika yaitu, merencanakan solusi (memahami bahasa soal dan menentukan tahap penyelesaian) serta melaksanakan rencana solusi (menentukan persamaan), mahasiswa kategori sedang memiliki pola kesulitan belajar merencanakan solusi (memahami bahasa soal dan menentukan solusi), melaksanakan rencana solusi (proyeksi gaya, menentukan komponen gaya yang bekerja pada benda, menentukan persamaan, pengaplikasian, perhitungan), dan mahasiswa kategori rendah yaitu merencanakan solusi (memahami bahasa soal), melaksanakan rencana solusi (menentukan persamaan, membedakan simbol-simbol fisika, pengaplikasian persamaan, dan perhitungan) serta tidak melakukan pengecekan dan evaluasi.
OPTIMALISASI WAKTU COATING PADA BAHAN KOMPOSIT ALAM UNTUK KARAKTERISASI MORFOLOGI DENGAN SCANNING ELECTRON MICROSCOPY (SEM) ENERGY DISPERSIVE X-RAY SPECTROSCOPY (EDX) Setyaningsih, Natalia Erna; Muttaqin, Rodhotul
Physics Communication Vol 1, No 2 (2017): August 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.944 KB) | DOI: 10.15294/physcomm.v1i2.10777

Abstract

Komposit alam berbahan dasar daun jati telah dikembangkan di Universtas Negeri Semarang sebagai bahan alternatif pengganti kayu. Bahan komposit tersebut bersifat non konduktif sehingga untuk mengamati morfologinya dengan SEM (Scanning Electron Microscopy) diperlukan proses coating dengan menggunakan bahan konduktif seperti emas (Au) dan Palladium (Pd). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan waktu coating optimal untuk sampel komposit alam. Metode yang digunakan adalah dengan variasi waktu coating yaitu 30 sampai 180 detik dengan penambahan 30 detik pada arus tetap 18 mA. Dari hasil SEM menunjukkan bahwa secara kualitatif waktu coating optimal untuk bahan komposit alam adalah 90 detik. Dari analisis EDX didapatkan penambahan waktu coating mengakibatkan penurunan persentase kandungan unsur bahan komposit alam. Hasil EDX pada waktu coating 90 detik diperoleh kandungan Carbon 10,7 %, Oksigen 1,4% dan Nitrogen 1% dan bahan pelapis Emas 85,5% dan Palladium 0,6%.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GENERATIF BERBASIS HANDS-ON ACTIVITY PADA MATERI FLUIDA DINAMIS TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA Uki, Riyan Setiawan; Saehana, Sahrul; Pasaribu, Marungkil
Physics Communication Vol 1, No 2 (2017): August 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.035 KB) | DOI: 10.15294/physcomm.v1i2.10431

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran generatif berbasis hands-on activity pada materi fluida dinamis terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI IPA SMA Negeri 5 Palu. Metode yang digunakan adalah eksperimen kuasi dengan non-equivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMA Negeri 5 Palu. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah teknik purposive sampling. Kelas XI IPA 1 dengan jumlah peserta didik sebanyak 27 orang dipilih sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPA 2 dengan jumlah peserta didik sebanyak 27 orang dipilih sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan berupa tes kemampuan berpikir kritis berbentuk uraian berjumlah 8 soal yang telah divalidasi. Setiap unit soal mengukur satu indicator kemampuan berpikir kritis yaitu fokus pada pertanyaan, menganalisis argumen, menilai kredibilitas sumber, membuat kesimpulan secara deduktif, membuat kesimpulan secara induktif, menilai definisi, mendefinisikan asumsi, dan mengambil keputusan dalam tindakan. Berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan uji statistik, diperoleh rerata skor posttest kelas eksperimen sebesar 78,09 dengan standar deviasi sebesar 15,34 dan kelas kontrol sebesar 69,00 dengan standar deviasi sebesar 15,65. Analisis data dilakukan dengan teknik statistik uji-t dua pihak untuk menguji perbedaan rerata skor kemampuan berpikir kritis siswa. Hasil perhitungan diperoleh nilai . Nilai pada taraf nyata dan . Hal ini berarti, nilai berada pada interval penolakan sehingga diterima. Secara kuantitaif juga dilakukan uji N-gain dan diperoleh hasilnya untuk kelas eksperimen , dan untuk kelas kontrol . Hasil uji ini mengindikasikan bahwa model pembelajaran generatif berbasis hands-on activity lebih unggul daripada model pembelajaran generatif. Berdasarkan hasil uji yang telah dilakukan menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran generatif berbasis hands-on activity pada materi fluida dinamis terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI IPA SMA Negeri 5 Palu.
ANALISIS PEMBELAJARAN FISIKA KELAS X SMA NEGERI DI KOTA CIREBON BERDASARKAN LITERASI SAINS Rohman, Saeful; Rusilowati, Ani; Sulhadi, Sulhadi
Physics Communication Vol 1, No 2 (2017): August 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.259 KB) | DOI: 10.15294/physcomm.v1i2.10402

Abstract

Science and technology has a significant role to increase human kinds prosperity. The ability to comprehend science and technology literature is a requirement for us to apply science and technology on the right way for the sake of humans prosperity and safety. The International research result showed that Indonesian students low ability of literacy. The students ability of scientific literacy is influenced by teachers competence in delivering materials that use scientific literacys aspects. This reseach aimed at analyzing the teachers ability of scientific literacy on learning materials and the learning process in their class and the students ability of scientific literacy as result of the learning process. This research used qualitative approach with the research subject of 12 teachers in grade X and 325 students of grade X from 9 state senior shcool at Cirebon. The analysis of scientific literacy used was conducted through test, non-test, and documentation. Generally, result of research indicated the teachers ability of scientific literacy was high, the emergence of scientific literacy was medium, and the students ability of scientific literacy after the learning process was medium. Based on the result of research, it can be concluded that the upgrading quality of teaching process in the class, in which the ability of scientific literacy appear is extremely needed to increase the students ability of scientific literacy
APROKSIMASI BRAGG-WILLIAMS PADA MODEL ISING 2D: FENOMENA KRITIS MATERIAL FEROMAGNETIK Wibowo, Edy; Ulya, Naily; Abdullah, Mikrajuddin
Physics Communication Vol 1, No 2 (2017): August 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (772.669 KB) | DOI: 10.15294/physcomm.v1i2.10339

Abstract

Aproksimasi Bragg-Williams pada model Ising 2D material feromagnetik disajikan dalam makalah ini berdasarkan tinjauan mekanika statistik. Mekanika statistik menjelaskan fenomena fisika pada skala makroskopik ditinjau dari bentuk interaksi materi penyusun sistem tersebut. Berdasarkan tinjauan mekanika statistik, jika ungkapan energi sistem diketahui maka fungsi partisi sistem tersebut akan dapat ditentukan sehingga besaran-besaran termodinamik pada skala mikroskopik dapat ditentukan. Sistem makroskopik tersusun oleh materi dengan kuantitas yang sangat besar dengan karakteristik yang juga sangat kompleks sehingga tidak bisa lagi didekati dengan mekanika klasik. Berangkat dari permasalahan ini, Ising membangun sebuah model sederhana untuk menjelaskan fenomena pada skala makroskopoik dengan melihat keteraturan interaksi yang terjadi pada skala mikroskopik. Dengan menggunakan model tersebut, Ising berhasil menyatakan ungkapan energi total dan fungsi partisi sebuah sistem material feromagnetik. Banyak pendekatan yang telah dilakukan untuk mencari solusi model Ising ini, pendekatan yang paling sederhana adalah aproksimasi Bragg-Williams. Dari hasil aproksimasi Bragg-Williams pada model Ising 2D diperoleh informasi bahwa kemagnetan bahan feromagnetik ditentukan oleh tingkat keteraturan spin dari atom-atom dalam kristal (short-range order dan long-range order). Keteraturan spin-spin ini akan berkurang dan akhirnya lenyap saat mencapai temperatur kritis. Temperatur kritis merupakan temperatur transisi material feromagnetik dari sifat magnet ke bukan magnet. Pendekatan ini berhasil menjelaskan fenomena magnetisasi spontan dan peristiwa perubahan capasitas panas yang terjadi secara drastis pada material feromagnetik. Miskipun pada awalnya model Ising digunakan untuk menjelaskan terjadinya fenomena kritis pada material feromagnetik, namun saat ini sudah dikembangkan untuk memodelkan berbagai fenomena fisika yang lain seperti binary alloy, kisi gas, cacat kristal, ketidak teraturan material kaca, bahkan sejumlah fenomena di luar bidang fisika.
Identifikasi Struktur Lapisan Bawah Permukaan Lahan Gambut di Desa Arang Limbung Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya dengan Metode Resistivitas Konfigurasi Dipole-Dipole
Physics Communication Vol 1, No 2 (2017): August 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/physcomm.v1i2.10869

Abstract

Pendugaan struktur lapisan bawah permukaan lahan gambut di Desa Arang Limbung telah dilakukan dengan menggunakan metode geolistrik tahanan jenis (resistivitas). Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi terkait struktur tanah dalam rangka persiapan perancangan bangunan di lokasi penelitian. Pengambilan data dilakukan pada lima lintasan dimana panjang tiap lintasannya adalah 150 m dan jarak antar lintasannya adalah 15 m. Konfigurasi elektroda yang digunakan adalah konfigurasi Dipole-Dipole dengan spasi elektrodanya adalah 15 m. Nilai resistivitas semu diinversi menggunakan perangkat lunak Res2Dinv untuk mendapatkan distribusi nilai resistivitas bawah permukaan pada tiap lintasan. Berdasarkan distribusi nilai resistivitas tersebut dapat diinterpretasikan bahwa struktur lapisan bawah permukaan lahan gambut di Desa Arang Limbung terdiri dari empat lapisan utama yaitu gambut, tanah liat berpasir, pasir basah dan batuan bercampur pasir. Ketebalan lapisan gambut bervariasi dari 2,56 m hingga 16 m. Lapisan ini berada pada posisi paling atas.  Lapisan tanah liat berpasir berada pada kedalaman 2,56 m hingga 32,7 m. Lapisan pasir basah berada pada kedalaman 13,1 m hingga 30 m dan lapisan batuan bercampur pasir berada pada kedalaman 13,1 m hingga 32,7 m. Berdasarkan struktur ini maka direkomendasikan agar kedalaman pondasi bangunan yang akan dibuat di lokasi ini harus melebihi 16 m.
Identifikasi Kesulitan Belajar Fisika Berdasarkan Kemampuan Multi Representasi
Physics Communication Vol 1, No 2 (2017): August 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/physcomm.v1i2.10404

Abstract

Multi representasi dapat digunakan untuk mengetahui tingkat pemahaman yang dimiliki oleh mahasiswa. Identifikasi pola kesulitan belajar fisika berdasarkan kemampuan multi representasi terhadap pemecahan masalah telah dilakukan melalui metode kualitatif model grounded theory, dan dilaksanakan pada mahasiswa pendidikan Fisika Unnes Tahun akademik 2016/2017. Bentuk multi representasi yang digunakan adalah verbal (V), gambar/diagram (D), grafik (G), dan matematis (M). Kemampuan multi representasi mahasiswa kategori tinggi, sedang dan rendah memiliki kecenderungan representasi matematis (M) secara berurutan sebesar 67,85%, 79,92%, dan 75%. Mahasiswa kategori tinggi memiliki pola kesulitan belajar fisika yaitu, merencanakan solusi (memahami bahasa soal dan menentukan tahap  penyelesaian) serta melaksanakan rencana solusi (menentukan persamaan), mahasiswa kategori sedang memiliki pola kesulitan belajar merencanakan solusi (memahami bahasa soal dan menentukan solusi), melaksanakan rencana solusi (proyeksi gaya, menentukan komponen gaya yang bekerja pada benda, menentukan persamaan, pengaplikasian, perhitungan), dan mahasiswa kategori rendah yaitu merencanakan solusi (memahami bahasa soal), melaksanakan rencana solusi (menentukan persamaan, membedakan simbol-simbol fisika, pengaplikasian persamaan, dan perhitungan) serta tidak melakukan pengecekan dan evaluasi.
Optimalisasi Waktu Coating pada Bahan Komposit Alam untuk Karakterisasi Morfologi dengan Scanning Electron Microscopy (SEM) – Energy Dispersive X-Ray Spectroscopy (EDX)
Physics Communication Vol 1, No 2 (2017): August 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/physcomm.v1i2.10777

Abstract

Komposit alam berbahan dasar daun jati telah dikembangkan di Universtas Negeri Semarang sebagai bahan alternatif pengganti kayu. Bahan komposit tersebut bersifat non konduktif sehingga untuk mengamati morfologinya dengan SEM (Scanning Electron Microscopy) diperlukan proses coating dengan menggunakan bahan konduktif seperti emas (Au) dan Palladium (Pd). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan waktu coating optimal untuk sampel komposit alam. Metode yang digunakan adalah dengan variasi waktu coating yaitu 30 sampai 180 detik dengan penambahan 30 detik pada arus tetap 18 mA. Dari hasil SEM menunjukkan bahwa secara kualitatif waktu coating optimal untuk bahan komposit alam adalah 90 detik. Dari analisis EDX didapatkan penambahan waktu coating mengakibatkan penurunan persentase kandungan unsur bahan komposit alam. Hasil EDX pada waktu coating 90 detik diperoleh kandungan Carbon 10,7 %, Oksigen 1,4% dan Nitrogen 1% dan bahan pelapis Emas 85,5% dan Palladium 0,6%. 
Pengaruh Model Pembelajaran Generatif Berbasis Hands-On Activity pada Materi Fluida Dinamis terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa
Physics Communication Vol 1, No 2 (2017): August 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/physcomm.v1i2.10431

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran generatif berbasis hands-on activity pada materi fluida dinamis terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI IPA SMA Negeri 5 Palu. Metode yang digunakan adalah eksperimen kuasi dengan non-equivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMA Negeri 5 Palu. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah teknik purposive sampling. Kelas XI IPA 1 dengan jumlah peserta didik sebanyak 27 orang dipilih sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPA 2 dengan jumlah peserta didik sebanyak 27 orang dipilih sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan berupa tes kemampuan berpikir kritis berbentuk uraian berjumlah 8 soal yang telah divalidasi. Setiap unit soal mengukur satu indicator kemampuan berpikir kritis yaitu fokus pada pertanyaan, menganalisis argumen, menilai kredibilitas sumber, membuat kesimpulan secara deduktif, membuat kesimpulan secara induktif, menilai definisi, mendefinisikan asumsi, dan mengambil keputusan dalam tindakan. Berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan uji statistik, diperoleh rerata skor posttest kelas eksperimen sebesar 78,09 dengan standar deviasi sebesar 15,34 dan kelas kontrol sebesar 69,00 dengan standar deviasi sebesar 15,65. Analisis data dilakukan dengan teknik statistik uji-t dua pihak untuk menguji perbedaan rerata skor kemampuan berpikir kritis siswa. Hasil perhitungan diperoleh nilai . Nilai  pada taraf nyata  dan . Hal ini berarti, nilai  berada pada interval penolakan  sehingga  diterima. Secara kuantitaif juga dilakukan uji N-gain dan diperoleh hasilnya untuk kelas eksperimen , dan untuk kelas kontrol . Hasil uji ini mengindikasikan bahwa model pembelajaran generatif berbasis hands-on activity lebih unggul daripada model pembelajaran generatif. Berdasarkan hasil uji yang telah dilakukan menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran generatif berbasis hands-on activity pada materi fluida dinamis terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI IPA SMA Negeri 5 Palu.

Page 1 of 2 | Total Record : 12