cover
Contact Name
Aan Hasanah
Contact Email
dna.mika@unsur.ac.id
Phone
+628999216842
Journal Mail Official
dna.mika@unsur.ac.id
Editorial Address
https://jurnal.unsur.ac.id/dinamika/about/editorialTeam
Location
Kab. cianjur,
Jawa barat
INDONESIA
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
ISSN : -     EISSN : 27158381     DOI : -
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya is a scientific journal published by Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Program Magister, Universitas Suryakancana that covers various issues related to the learning of bahasa Indonesia. The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been studied in the area of Indonesian language-literature, art, and teaching.
Articles 93 Documents
Nilai Pendidikan Novel "Gadis Pantai" Karya Pramoedya Ananta Toer Yulia, Yanti
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 1, No 1 (2018): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.215 KB) | DOI: 10.35194/jd.v1i1.609

Abstract

Mengingat pentingnya pembelajaran sastra terutama pemahaman terhadap nilai-nilai kehidupan yang bermanfaat bagi perkembangan pendidikan karakter siswa, pendidikan karakter di sekolah perlu dikembangkan. Kaitan dengan hal tersebut, pembelajaran novel tentang nilai-nilai pendidikan karakter seringkali menjadi fenomena yang sukar bagi pembelajar. Artikel ini akan mengungkap, (1) nilai pendidikan novel Gadis Pantai karya Pramoedya Ananta Toer dan; (2) mengungkap kemungkinan menjadikannya sebagai bahan pembelajaran sastra di SMA.  Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu penelitian deskriptif dengan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter yang terkandung dalam novel Gadis Pantai karya Pramoedya Ananta Toer adalah religius, jujur, toleransi, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat, cinta tanah air, bersahabat, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggungjawab. Dengan demikian,  novel Gadis Pantai cocok untuk dijadikan bahan ajar pendidikan karater, karena hampir keseluruhan nilai karakter dalam novel tersebut relevan dengan nilai yang ada di dalam kurikulum. Kata kunci: novel, nilai-nilai pendidikan, bahan ajar Given the importance of literary learning, especially understanding of life values that are beneficial to the development of student character education, character education in schools needs to be developed. Related to this, novel learning about the values of character education is often a difficult phenomenon for learners. This article will reveal, (1) the educational value of the Pantai Pantai novel by Pramoedya Ananta Toer and; (2) revealing the possibility of making it as a literary learning material in high school. The method used in this research is descriptive research with content analysis techniques. The results showed that the character education contained in the novel by Pantai Pantai by Pramoedya Ananta Toer was religious, honest, tolerance, hard work, creative, independent, democratic, curiosity, enthusiasm, love of the motherland, friendly, loving peace, fond of reading, care about the environment, care about social, and responsibility. Thus, the Pantai Gadis novel is suitable to be used as teaching material for character education, because almost all of the character values in the novel are relevant to the values in the curriculum.Keywords: novels, educational values, teaching materials
Cinta Tanah Air dalam Cerita Rakyat "Pahlawan Prawatasari" Kusuma Dewi, Devi
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 2, No 2 (2019): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.091 KB) | DOI: 10.35194/jd.v2i2.987

Abstract

Artikel ini berjudul Kajian Aspek Cinta Tanah Air dalam Cerita Rakyat Pahlawan Prawatasari. Masyarakat tidak mengetahui cerita rakyat daerah seperti Pahlawan Prawatasari yang ada di Cianjur. Ini disebabkan kurangnya kepedulian dari Pemerintah Daerah dan masyarkat terhadap cerita rakyat Pahlawan Prawatasari yang seharusnya terpublikasikan sejak dulu sampai saat ini. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana aspek cinta tanah air, persiapan dan hasil pelaksanaan pengkajian aspek cinta tanah air dalam cerita rakyat Pahlawan Prawatasari. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kwantitatif. cerita rakyat Pahlawan Prawatasari  mengandung tiga aspek cinta tanah air yaitu aspek kesetiaan, aspek kepedulian, dan aspek penghargaan. Dalam cerita rakyat Pahlawan Prawatasari terdapat dapat disimpulkan  bawa cerita rakyat ini mengandung enam aspek kesetiaan, tujuh belas aspek kepedulian, dan empat aspek penghargaan.Kata kunci: Cinta tanah air, cerita rakyatThis article is titled Study of the Love Aspects of the Motherland in Prawatasari Heroes' Folklore. People do not know the local folklore like Prawatasari Heroes in Cianjur. This is due to the lack of concern from the Regional Government and the community towards Prawatasari's folklore which should have been published since then until now. The formulation of the problem of this research is how aspects of patriotism love, preparation and results of the implementation of the assessment of patriotism aspects in the Prawatasari folklore. This research uses quantitative descriptive analysis method. Prawatasari's Pahlawan folklore contains three aspects of patriotism, namely loyalty, caring, and respect. In the Prawatasari folklore there can be concluded that this folklore contains six aspects of loyalty, seventeen aspects of caring, and four aspects of appreciation.Keywords: Love the motherland, folklore 
Tema dan Nilai Moral dalam Cerita Pendek Terbaik "Kompas" Periode Tahun 2000-2017 Serta Pemanfaatan untuk Bahan Ajar Nurjatnika, Nurjatnika
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 2, No 1 (2019): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.405 KB) | DOI: 10.35194/jd.v2i1.678

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk mendeskripsikan tema dan nilai moral dalam cerita pendek terbaik Kompas Periode tahun 2000-2017 serta pemanfaatannya untuk menyusun bahan ajara dengan dukung WhatsApp. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif kualitatif. Dalam penelitian dilakukan penafsiran dan dikategorikan. Berdasarkan hasil penganalisisan, cerita pendek terbaik Kompas, memiliki tema yang bervariasi, tetapi dapat ditarik kesimpulan tema-tema cenderung tentang ketuhanan dan kemanusiaan, sindiran terhadap keadaan sekitar baik sosial, budaya, politik, atau lingkungan. Pada nilai moral sesuai yang diteliti, adalah nilai moral baik dan nilai moral buruk. Nilai moral baik didominasi oleh nilai moral, ‘amanah’ dan ‘kasih sayang’. Sedangkan nilai moral buruk, didominasi oleh nilai moral, ‘menurutkan hawa nafsu’. Dengan demikian hal tersebut dapat dimanfaatkan untuk menyusun bahan ajar apresiasi sastra di sekolah dengan dukungan WhatsApp. Kata kunci: tema, nilai moral, cerita pendek, bahan ajar, dan WhastApp..This study intends to describe the themes and moral values in the best short stories Kompas Period 2000-2017 and their use to compile teaching materials by supporting WhatsApp. The method used in this research is descriptive qualitative method. In this study, interpretation is made and categorized. Based on the results of the analysis, Kompas' best short story has varied themes, but it can be concluded that themes tend to be about God and humanity, allusions to circumstances surrounding both social, cultural, political, or environmental. On the moral values as investigated, are good moral values and bad moral values. Good moral values are dominated by moral values, 'mandate' and 'compassion'. While bad moral values, dominated by moral values, 'according to lust'. Thus it can be used to compile literary appreciation teaching materials in schools with the support of WhatsApp.Keywords: themes, moral values, short stories, teaching materials, and WhastApp
Wanita dalam Novel "Ronggeng Dukuh Paruk" Karya Ahmad Tohari Telaah Struktural-Feminisme Faradila, Lisda
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 1, No 2 (2018): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.562 KB) | DOI: 10.35194/jd.v1i2.594

Abstract

Karakter wanita sudah sejak lama menjadi pusat perhatian pengarang  sastra Indonesia. Novel adalah gambaran dari kehidupan dan perilaku yang nyata, dari zaman pada saat novel itu ditulis. Artikel ini akan menyajikan dengan cara apa karakter wanita digambarkan dalam novel “Ronggeng Dukuh Paruk”. Dalam penelitian digunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data yaitu kajian pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter karakter Srintil, Nyai Sakarya, Nyai Kartareja, Tampi, Istri Santayib, Siti, Ciplak, Ibu Camat, Ibu Wedana, dan Nyai Sentika perwatakannya melalui penampilan fisik, melalui ucapan/perbuatan, melalui pikiran, dan melalui penerangan langsung. Karakter Nenek Rasus, Ibu Komandan Polisi dan karakter Darsinah hanya digambarkan melalui penampilan fisik, melalui ucapan/perbuatan, dan melalui penerangan langsung. Karakter Emak Rasus, Istri Lurah Pecikalan, Istri Sakum, Ronggeng Trombol, Ronggeng Cepon, dan Istri Kapten Mortir penggambarannya melalui penerangan langsung. Sedangkan karakter Riwed, Darkem, Blokeng, Trombol penggambarannya melalui ucapan dan perbuatan. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa penggambaran karakter wanita yang ada dalam novel dibedakan menjadi empat bagian, yaitu melalui penampilan fisik, melalui ucapan/perbuatan, melalui pikiran, dan melalui penerangan langsung dalam cerita novel. Kata kunci : struktur, karakter,  wanita, feminisme, bahan ajarFemale characters have long been the center of attention of Indonesian literary authors. The novel is a picture of life and real behavior, from the time when the novel was written. This article will present in what way female characters are depicted in the novel "Ronggeng Dukuh Paruk". In the study used descriptive research methods with a qualitative approach. The technique used in collecting data is literature review. The results showed that the characters of Srintil, Nyai Sakarya, Nyai Kartareja, Tampi, Istri Santayib, Siti, Ciplak, Ibu Camat, Ibu Wedana, and Nyai Sentika were expressed through physical appearance, through speech/action, through thought, and through direct illumination. The characters of Nenek Rasus, Ibu Komandan Polisi and Darsinah character are only depicted through physical appearance, through speech / deeds, and through direct illumination. The character of Emak Rasus, Istri Lurah Pecikalan, Istri Sakum, Ronggeng Trombol, Ronggeng Cepon, and Istri Kapten Mortir portrayed through direct lighting. While the characters Riwed, Darkem, Blokeng, Trombol portrayed through words and deeds. It can be said simply that the portrayal of female characters in the novel is divided into four parts, namely through physical appearance, through speech/action, through thought, and through direct illumination in the story of the novel.Keywords: structure, character, women, feminism, teaching materials
Struktur dan Nilai Cerita Pendek Terbitan "Majalah Bobo" Ahmad Ripai
DINAMIKA Vol 1, No 1 (2018): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.782 KB) | DOI: 10.35194/jd.v1i1.580

Abstract

Artikel ini mendiskusikan penggunaan modalitas pada novel. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu deskriptif dengan sumber data dua buah karya sastra, yaitu novel  “Ayat-ayat Cinta” terbitan tahun 2006 dan novel “Dalam Mihrab Cinta” terbitan 2007. Kedua novel itu merupakan karya Habiburrahman El Shirazy yang diterbitkan oleh penerbit Repubika. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah kartu data yang memuat nomor kode, kalimat yang mengandung pengungkap modalitas, dan analisis dari data yang ditemukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur pengungkap modalitas dalam kalimat ditemukan sebanyak 32 kata dengan frekuensi pemakaian sebanyak 139 kalimat. Unsur pengungkap tersebut berwujud adverbia, verba, dan klausa. Distribusi pengungkap modalitas ditemukan dalam dua posisi, yakni pada awal kalimat sebanyak 43 dan di tengah kalimat sebanyak 96. Modalitas dalam kalimat pada novel “Ayat-Ayat Cinta” dan “Dalam Mihrab Cinta” memiliki berbagai subkategori dan submakna. Pemakaian modalitas intensional diungkapkan oleh adverbia, verba, dan klausa sebanyak 136 kalimat. Modalitas intensional terdiri atas makna keinginan, harapan, ajakan, pembiaran, dan permintaan. Pemakaian modalitas dinamik diungkapkan oleh adverbia sebanyak 20 kalimat. Modalitas dinamik hanya terdiri atas satu makna, yaitu makna kemampuan. Kata kunci: modalitas, novel, sintaksis, dan semantik leksikal.This article discusses the use of modalities in novels. The method used in this research is descriptive with data sources of two literary works, namely the novel "Ayat-Ayat Cinta" published in 2006 and the novel "In Mihrab Cinta" published in 2007. Both novels are the work of Habiburrahman El Shirazy, published by Repubika publishers. The instrument used in the study was a data card that contained code numbers, sentences containing disclosures of modalities, and analysis of the data found. The results showed that the expressing element of the modality in the sentence was found as many as 32 words with a frequency of use of 139 sentences. The disclosure element is in the form of adverbs, verbs, and clauses. The distribution of expressions of modality is found in two positions, namely at the beginning of the sentence as many as 43 and in the middle of the sentence as much as 96. The modality in the sentences in the novels "Ayat Ayat Ayat Cinta" and "In Mihrab Cinta" has various subcategories and submitives. The use of intentional modality is expressed by adverb, verb, and clause as many as 136 sentences. Intensiveional modalities consist of the meaning of desire, hope, invitation, omission, and demand. The use of dynamic modality is expressed by adverb in 20 sentences. Dynamic modality consists of only one meaning, which is the meaning of ability.Keywords: modality, novel, syntax, and lexical semantics
Peningkatan Kreativitas Mahasiswa dalam Menulis Puisi Melalui Teknik Satu Peristiwa Satu Karya Ristiani, Iis
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 3, No 1 (2020): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.826 KB) | DOI: 10.35194/jd.v3i1.998

Abstract

Artikel ini akan membahas penerapan cara untuk menggali gagasan, ide, pikiran, atau perasaan yang ada pada mahasiswa melalui kreativitas menulis puisi dengan teknik satu peristiwa satu karya (KMP-SPSK). Teknik diujicobakan dengan metode penelitian eksperimen semu pada mahasiswa Semester Tiga. Adapun teknik penelitian yang digunakan adalah tes dan angket. Target yang diharapkan dari penelitian ini adalah terwujudnya kreativitas mahasiswa dengan optimalisasi peningkatan kemampuan berpuisi melalui teknik SPSK. Oleh karena itu, luaran yang diharapkan adalah setiap mahasiswa memiliki kumpulan atau antologi puisi karya masing-masing. Semua kegiatan dilaksanakan untuk menjawab permasalahan keefektifan penggunaan teknik SPSK dalam peninghklatan kemampuan mahasiswa menulis puisi.Kata kunci: kreativitas, satu peristiwa satu karya, puisi.This article will discuss the application of ways to explore ideas, ideas, thoughts, or feelings that exist in students through the poetry writing creativity with the one-event one-work technique (KMP-SPSK). The technique was tested using quasi-experimental research methods on students in Semester Three. The research techniques used are tests and questionnaires. The expected target of this research is the realization of student creativity by optimizing the ability to poetry through the SPSK technique. Therefore, the expected outcome is that each student has a collection or anthology of their own poetry. All activities were carried out to address the issue of the effective use of the SPSK technique in improving students' ability to write poetry.Keywords: creativity, one event, one work, poetry.
Struktur dan Nilai Budaya Cerita Rakyat Sukabumi Selatan Susilawati, Usu
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 2, No 2 (2019): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.311 KB) | DOI: 10.35194/jd.v2i2.674

Abstract

Artikel ini akan memaparkan struktur dan nilai budaya cerita rakyat di Sukabumi Selatan. Sebagai penelitian deskriptif kualitatif, digunakan strategi multi metode dengan teknik observasi, teknik wawancara, studi pustaka, studi dokumentasi, dan teknik transkripsi lisan ke dalam tulisan. Kemudian melakukan pengkajian struktur dan nilai budaya, dan selanjutnya dimanfaatkan sebagai bahan ajar menyimak teks fiksi. Kesimpulan hasil kajiannya yaitu (1) Sukabumi Selatan merupakan daerah yang masih memelihara budaya leluhur beserta adat istiadatnya, (2) penceritaannya secara lisan berasal dari Suku Sunda yang mengandung banyak nilai kehidupan bagi suku pemiliknya, (3) struktur ceritanya meliputi tokoh penokohan, tema, amanat, alur, latar, gaya bahasa, dan titik pandang yang menarik untuk disimak, dan (4) nilai budaya didalamnya yakni nilai kenikmatan, nilai kehidupan, nilai kejiwaan, dan nilai kerohanian sebagai solusi  pembina karakter adiluhung bangsa. Kata kunci : cerita rakyat, struktur, nilai, dan  karakter.This article will explain the structure and cultural value of folklore in South Sukabumi. As a qualitative descriptive study, a multi-method strategy was used with observation techniques, interview techniques, literature studies, documentation studies, and oral transcription techniques into writing. Then do an assessment of the structure and cultural values, and then used as teaching material to listen to fictional texts. The conclusions of the results of the study are (1) South Sukabumi is an area that still preserves ancestral culture and customs, (2) oral narration comes from the Sundanese who contain a lot of life values for the tribe owners, (3) the structure of the story includes characterizations, themes, mandate, plot, setting, linguistic style, and interesting point of view to be listened to, and (4) the cultural values in it namely the value of enjoyment, life value, mental value, and spiritual value as solutions to build the nation's noble character.Keywords: folklore, structure, values, and characters.
Aspek Modalitas dalam Novel "Ayat-Ayat Cinta" dan Novel "Dalam Mihrab Cinta" Nurmala, Asmi
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 2, No 1 (2019): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.468 KB) | DOI: 10.35194/jd.v2i1.582

Abstract

Artikel ini mendiskusikan penggunaan modalitas pada novel. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu deskriptif dengan sumber data dua buah karya sastra, yaitu novel "Ayat-ayat Cinta" terbitan tahun 2006 dan novel "Dalam Mihrab Cinta" terbitan 2007. Kedua novel itu merupakan karya Habiburrahman El Shirazy yang diterbitkan oleh penerbit Repubika. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah kartu data yang memuat nomor kode, kalimat yang mengandung pengungkap modalitas, dan analisis dari data yang ditemukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur pengungkap modalitas dalam kalimat ditemukan sebanyak 32 kata dengan frekuensi pemakaian sebanyak 139 kalimat. Unsur pengungkap tersebut berwujud adverbia, verba, dan klausa. Distribusi pengungkap modalitas ditemukan dalam dua posisi, yakni pada awal kalimat sebanyak 43 dan di tengah kalimat sebanyak 96. Modalitas dalam kalimat pada novel "Ayat-Ayat Cinta" dan "Dalam Mihrab Cinta" memiliki berbagai subkategori dan submakna. Pemakaian modalitas intensional diungkapkan oleh adverbia, verba, dan klausa sebanyak 136 kalimat. Modalitas intensional terdiri atas makna keinginan, harapan, ajakan, pembiaran, dan permintaan. Pemakaian modalitas dinamik diungkapkan oleh adverbia sebanyak 20 kalimat. Modalitas dinamik hanya terdiri atas satu makna, yaitu makna kemampuan. Kata kunci: modalitas, novel, sintaksis, dan semantik leksikal.This article discusses the use of modalities in novels. The method used in this research is descriptive with data sources of two literary works, the novel "Ayat-Ayat Cinta" published in 2006 and the novel "Dalam Mihrab Cinta" published in 2007. Both novels are the work of Habiburrahman El Shirazy, published by the publisher Repubika. The instrument used in the study was a data card that contained code numbers, sentences containing disclosure of modalities, and analysis of the data found. The results showed that the expressing element of modality in sentences was found as many as 32 words with a frequency of use of 139 sentences. The disclosure element is in the form of adverbs, verbs, and clauses. The distribution of the modality reveals is found in two positions, namely at the beginning of the sentence as many as 43 and in the middle of the sentence as much as 96. The modality in the sentence in the novel "Ayat-Ayat Cinta" and "Dalam Mihrab Cinta" has various subcategories and subm meanings. The use of intentional modality is expressed by adverb, verb, and clause as many as 136 sentences. Intensiveional modalities consist of the meaning of desire, hope, invitation, omission, and demand. The use of dynamic modality is expressed by adverb in 20 sentences. Dynamic modality consists of only one meaning, which is the meaning of ability.Keywords: modality, novel, syntax, and lexical semantics
Struktur Cerita Padi Nusantara dan Penafsiran Simbol-Simbolnya dalam Sudut Pandang Antropologi Levi Strauss Ginanjar, Ahmad
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 1, No 1 (2018): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.863 KB) | DOI: 10.35194/jd.v1i1.597

Abstract

Artikel  ini akan mendeskripsikan alur cerita padi dari daerah Banyumas,  daerah Bali, dan  daerah Jawa Barat;  kemudian mendeskripsikan penerapan teori struktural-antropologi Levi-Strauss  Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu metode deskriptif-analitis dengan pendekatan kualitatif.  Sumber data penelitian adalah cerita-cerita padi dari berbagai daerah yang terdapat dalam buku “Tjerita Rakjat I” terbitan Balai Pustaka tahun 1963 yang terdiri atas 21 cerita, tetapi yang berkaitan dengan cerita padi hanya 7 cerita. Adapun cerita padi yang dijadikan sumber data adalah Cerita Padi dari Banyumas (diceritakan kembali oleh Suwandi), Cerita Padi dari Daerah Bali (diceritakan kembali oleh A.A.G. Raka), dan Cerita Padi dari Daerah Jawa Barat (yang diceritakan kembali oleh Soepanto). Hal-hal yang tergambar antara lain tentang: (a) keteraturan semesta; (b) sistem mata pencaharian; (c) teknologi, baik untuk senjata, pekerjaan, kesenian, dan alat pemakaman; (d) sistem pemerintahan; (e) sistem organisasi sosial; (f) sistem religi dan kepercayaan. Adapun simbol-simbol yang tergambar dan ditafsirkan antara lain: (a) simbol warna; (b) simbol telur dan Widji Widajat; (c) simbol Dewi Sri; (d) simbol lembu; (e) simbol raja. Kata kunci: cerita padi, struktural-antropologi levi strauss, simbol.This article will describe the storyline of rice from the Banyumas area, the Bali area, and the West Java area; then describe the application of Levi-Strauss structural-anthropological theory The method used in the research is descriptive-analytical method with a qualitative approach. The data source of the research is rice stories from various regions contained in the book "Tjerita Rakjat I" published by Balai Pustaka in 1963 consisting of 21 stories, but those relating to rice stories are only 7 stories. The rice story used as the source of data is the Rice Story from Banyumas (retold by Suwandi), the Rice Story from the Bali Region (retold by A.A.G. Raka), and the Rice Story from the West Java Region (retold by Soepanto). The things pictured include about: (a) the order of the universe; (b) livelihood system; (c) technology, both for weapons, occupations, arts and funeral equipment; (d) government system; (e) social organization system; (f) religious and belief systems. The symbols drawn and interpreted include: (a) color symbols; (b) the symbol of the egg and Widji Widajat; (c) the symbol of Dewi Sri; (d) the symbol of an ox; (e) king symbol. Keywords: rice story, levi strauss structural-anthropology, symbol.
Cerpen "Bunga Layu di Bandar Baru" Karya Yulhasni sebagai Bahan Ajar Lestari, Astri
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 3, No 1 (2020): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.744 KB) | DOI: 10.35194/jd.v3i1.673

Abstract

Artikel ini akan mendeskripsikan aspek sosial cerita pendek pada kumpulan Bunga Layu di Bandar Baru karya Yulhasni serta pemanfaatannya sebagai bahan ajar. Metode penelitian yang diguanakan adalah metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata yang diperoleh oleh subjek dalam pembelajaran pembelajaran menulis cerpen pada siswa kelas XI di SMA Pasundan 1 Cianjur adalah 80. Nilai tersebut berada dalam kategori Baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan nilai sosial pada kumpulan cerpen Bunga Layu di Bandar Baru karya Yulhasni sebagai bahan ajar dalam pembelajaran menulis cerpen pada siswa kelas XI di SMA Pasundan 1 Cianjur memberikan hasil yang positif dan mampu mendorong siswa dalam menulis cerpen.Kata kunci: kajian sosiologis, cerpen, bahan ajar.This article will describe the social aspects of the short story in the collection of Bunga Layu in Bandar Baru by Yulhasni and its use as teaching material. The research method used is descriptive method. The results showed the average value obtained by the subject in learning to write short stories in class XI students in SMA Pasundan 1 Cianjur was 80. The value was in the Good category. So it can be concluded that the use of social values in the collection of Bunga Layu short stories in Bandar Baru by Yulhasni as teaching material in learning to write short stories in class XI students at SMA Pasundan 1 Cianjur gave positive results and was able to encourage students to write short stories.Keywords: sociological studies, short stories, teaching materials.

Page 2 of 10 | Total Record : 93