cover
Contact Name
Aan Hasanah
Contact Email
dna.mika@unsur.ac.id
Phone
+628999216842
Journal Mail Official
dna.mika@unsur.ac.id
Editorial Address
https://jurnal.unsur.ac.id/dinamika/about/editorialTeam
Location
Kab. cianjur,
Jawa barat
INDONESIA
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
ISSN : -     EISSN : 27158381     DOI : -
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya is a scientific journal published by Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Program Magister, Universitas Suryakancana that covers various issues related to the learning of bahasa Indonesia. The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been studied in the area of Indonesian language-literature, art, and teaching.
Articles 105 Documents
Penggunaan Huruf Kapital dan Tanda Baca dalam Teks Biografi Komalasari, Fatia
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 3, No 2 (2020): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v3i2.1003

Abstract

Artikel ini membahas penggunaan huruf kapital dan tanda baca dalam tulisan peserta didik pada teks autobiografi. Metode yang digunakan dalam penelitian  ialah metode deskriptif kualitatif dengan sumber data primer. Berdasarkan hasil analisis, masih banyak peserta didik yang melakukan kesalahan dalam penggunaan huruf kapital dan tanda baca. Kesalahan terbesar dalam penggunaan huruf kapital yaitu sebagai huruf pertama awal kalimat dengan persentase 56%. Sedangkan kesalahan terbesar dari penggunaan tanda baca yaitu dalam penggunaan tanda koma dengan persentase 50%. Penyebab utama timbulnya kesalahan tersebut karena keterbiasaan peserta didik dan kurangnya pengetahuan mengenai ejaan yang disempurnakan khusunya pada huruf kapital dan tanda baca.Kata kunci: huruf kapital, tanda baca, teks autobigrafiThis article discusses the use of capital letters and punctuation in students' writing in autobiographical texts. The method used in this research is a qualitative descriptive method with primary data sources. Based on the results of the analysis, there are still many students who make mistakes in the use of capital letters and punctuation. The biggest mistake in using capital letters is as the first letter of the beginning of the sentence with a percentage of 56%. While the biggest mistake of using punctuation is in the use of commas with a percentage of 50%. The main cause of these errors is due to students' habits and lack of knowledge about enhanced spelling especially in capital letters and punctuation.Keywords: capital letters, punctuation, autobigraphic text
Tindak Tutur Lokusi, Ilokusi, dan Perlokusi dalam Teks Anekdot Saadah, Saadah
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 4, No 1 (2021): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v4i1.1013

Abstract

Artikel ini akan membahas tindak tutur dalam kesan pesan yang ditulis oleh peserta didik kelas X SMK Pasundan 1 Cianjur. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa tulisan kesan pesan yang dibuat oleh peserta didik berjumlah 17. Berdasarkan hasil analisis terhadap data, ditemukan tuturan lokusi, tindak tutur ilokusi paling banyak ditemukan dengan 4 jenis yang berbeda, yaitu ilokusi asertif, ilokusi komisif, ilokusi ekspresif, dan ilokusi direktif. Tidak ditemukan jenis tindak tutur ilokusi deklaratif. Selain itu, jenis tindak tutur perlokusi atau tuturan yang mengharapkan suatu tindakan dari mitra tutur memiliki jumlah paling sedikit. Hasil analisis dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar menulis teks anekdot.Kata Kunci: tindak tutur, lokusi, ilokusi, dan perlokusi, anekdot.
Penggunaan SQ3R dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Cepat Purwaningsih, Sri
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 3, No 2 (2020): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v3i2.1002

Abstract

Belajar adalah proses yang aktif ketika siswa harus terlibat langsung dalam berbagai kegiatan pembelajaran sebagai respons terhadap stimulus guru. Stimulus yang diberikan guru tidak akan berarti tanpa adanya perhatian dan motivasi siswa. Menumbuhkan motivasi siswa dapat dilakukan dengan menerapkan metode SQ3R. Oleh Karena itu, artikel ini akan memaparkan penggunaan SQ3R dalam meningkatkan pembelajaran membaca cepat. Subjek dalam penelitian adalah siswa kelas IX B. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan lembar observasi, sedangkan analisis data menggunakan deskriptif  kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kecepatan baca siswa pada siklus I yaitu 140 kpm dan rata-rata persentase pemahaman isi bacaan 54%, sedangkan pada siklus II, rata-rata kecepatan baca pada siklus II yaitu 175 kpm, rata-rata persentase pamahaman isi bacaan yaitu 90%. Berdasarkan itu, dapat disimpulkan bahwa SQ3R mampu meningkatkan kemampuan membaca siswa.Kata kunci: SQ3R, KEM, membaca cepat Learning is an active process when students must be directly involved in various learning activities in response to teacher stimulus. The stimulus given by the teacher will not be meaningful without the attention and motivation of students. Growing student motivation can be done by applying the SQ3R method. Therefore, this article will explain the use of SQ3R in improving speed reading learning. Subjects in the study were students of class IX B. Data collection techniques used tests and observation sheets, while data analysis used descriptive qualitative and quantitative. The results showed the average reading speed of students in the first cycle was 140 kpm and the average percentage of reading content comprehension was 54%, whereas in the second cycle, the average reading speed in the second cycle was 175 kpm, the average percentage of reading content reading i.e. 90%. Based on that, it can be concluded that SQ3R can improve students' reading abilities.Keywords: SQ3R, KEM, speed reading
Tindak Tutur Perlokusi pada Dialog Film "Keluarga Cemara" Karya Yandy Laurens Nadzifah, Zulfa Naurah; Yudi Utomo, Asep Purwo
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 3, No 2 (2020): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v3i2.960

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan tindak tutur perlokusi yang ada dalam film "Keluarga Cemara" karya Yandy Laurens. Penelitian memiliki dua masalah pertama, bagaimana tindak tutur perlokusi yang digunakan dan kedua, bagaimana konteks atau latar belakang tindak tutur perlokusi dalam dialog film Keluarga Cemara karya Yandy Laurens. Penelitian berjenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik catat. Teknik catat dilakukan untuk mencatat data yang berupa tuturan dalam dialog film Keluarga Cemara yang mengandung tindak tutur perlokusi. Sedangkan metode analisis data menggunakan metode padan. Metode ini digunakan untuk memadankan wujud tindak tutur perlokusi dengan kondisi atau konteks yang melingkupinya. Sumber data dalam penelitian ini adalah kalimat atau dialog yang merupakan tindak tutur perlokusi dalam dialog film Keluarga Cemara. Hasil yang diperoleh menunjukkan ada sembilan wujud tindak tutur perlokusi dengan masing tujuan yang berbeda. Ada yang bertujuan memberikan penegasan sejumlah 2, pertanyaan 2, pernyataan 3, penawaran 1, dan permintaan 1. Tindak tutur perlokusi yang muncul ternyata juga tidak terlepas dari situasi yang melahirkan tuturan tersebut. Konteks bisa muncul karena topik tuturan, lawan tutur, kondisi penutur, sikap penutur atas kejadian masa lalu, keinginan akan kondisi masa lalu, pengetahuan yang dimiliki, dan keinginan membantu lawan tutur.Kata kunci: perlokusi, konteks, dan filmThis article describes the speech acts of percocution in the film "The Family Cemara" by Yandy Laurens. The research has two problems, first, how the speech acts of speech are used and second, how is the context or background of speech acts of speech in the dialogue of the film Family Cemara by Yandy Laurens. This type of research is a qualitative descriptive study. Data collection techniques using note taking. The note taking technique was carried out to record data in the form of utterances in the dialogues of the Cemara Family film which contained speech acts of perlocution. While the data analysis method uses the matching method. This method is used to match the form of speech acts of perlokusi with the conditions or context that surrounds them. The data source in this research is a sentence or dialogue which is a speech act of percussion in the dialogues of the film Family Cemara. The results obtained show that there are nine forms of speech acts of perlokusi with each different purpose. Some aim to provide confirmation of a number of 2, question 2, statement 3, offer 1, and request 1. Actions that occur when it occurs are not separate from the situation that gave birth to the speech. Context can arise because of the topic of speech, the opposite of the speaker, the condition of the speaker, the attitude of the speaker of the past event, the desire for the condition of the past, the knowledge possessed, and the desire to help the interlocutor.Keywords: perlokusi, context, and film
Pemanfaatan Gambar/Foto dalam Meningkatkan Keterampilan Menulis Cerpen Oktapiyani, Rini
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 4, No 1 (2021): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v4i1.1025

Abstract

Artikel ini menjelaskan pembelajaran menulis cerita pendek dengan memanfaatkan media gambar/foto. Metode penelitian yang digunakan adalah metode preeksperimental. Penelitian dilakukan di kelas XI SMK Negeri 2 Cilaku Cianjur tahun ajaran 2019-2020. Sampel yang digunakan adalah kelas XI APL-1 dan XI TKJ-2 yang diplih secara acak. Instrumen yang digunakan adalah observasi, angket dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas eksperimen memiliki sikap yang lebih positif, dengan rata-rata jawaban di atas 50% berada pada daerah setuju. Hasil menulis cerpen menunjukkan hasil bahwa kelas kontrol dikategorikan cukup dengan nilai rata-rata tes 68,57, sedangkan dengan pemanfaatan media gambar/foto yang diterapkan pada kelas eksperimen hasilnya berada pada kategori yang baik dengan nilai rata-rata 83,16. Selanjutnya, setelah dilakukan Uji Mann-Whitney, diproleh nilai signifikasi antara kelas eksperimen dan kelas kontrol adalah 0,000, artinya nilai signifikasi 0,000 < 0,05 maka H0 ditolak. Dari data tersebut, dapat diketahui bahwa penggunaan media gambar/foto dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran menulis cerpen.Kata kunci: menulis, cerpen, media, gambar,  foto.ABSTRACTThis article describes learning to write short stories using images / photos as media. The research method used is a pre-experimental method. The research was conducted in class XI SMK Negeri 2 Cadilah Cianjur in the academic year 2019-2020. The sample used was class XI APL-1 and XI TKJ-2 which were randomly selected. The instruments used were observation, questionnaires and tests. The results showed that the experimental class students had a more positive attitude, with an average answer of more than 50% being in the agreed area. The results of writing short stories show that the control class is categorized as sufficient with an average test score of 68.57, while with the use of image / photo media applied to the experimental class the results are in the good category with an average value of 83.16. Furthermore, after the Mann-Whitney test was carried out, the significance value between the experimental class and the control class was 0.000, meaning that the significance value was 0.000 <0.05, so H0 was rejected. From these data, it can be seen that the use of image / photo media can increase the effectiveness of learning to write short stories.Keywords: writing, short stories, media, pictures, photos. 
Representasi Ketidakadilan terhadap Perempuan dalam Tiga Cerita Pendek karya Asma Nadia Citra, Dewi; Firdaus, Asep; Suparman, Fauziah
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 4, No 2 (2021): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v4i2.1550

Abstract

Artikel ini akan mendeskripsikan bentuk ketidakadilan terhadap perempuan dalam tiga cerita pendek karya Asma Nadia. Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data penelitian meliputi kutipan teks terkait bentuk ketidakadilan terhadap perempuan. Pengumpulan data penelitian menggunakan teknik kepustakaan atau studi dokumentasi. Analisis data penelitian menggunakan pendekatan kritik sastra feminis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk ketidakadilan terhadap perempuan dalam cerita “Cemburu pada Istri Kedua”, “Isrti Kedua Ayahku” dan “Sebab, Aku Istri Kedua” karya Asma Nadia, meliputi (1) perempuan dalam keluarga yang berpoligami, (2) perasaan cemburu seorang istri, (3) pandangan masyarakat terhadap janda (single parent), serta (4) istri yang tidak mendapatkan haknya.Kata Kunci: ketidakadilan, perempuan, ceritaAbstract:This article will describe the forms of injustice against women in three short stories by Asma Nadia. This type of research is qualitative research with a descriptive approach. The research data includes text excerpts related to forms of injustice against women. Collecting research data using library techniques or documentation studies. Analysis of research data using a feminist literary criticism approach. The results showed that the forms of injustice against women in the stories "Jealous of the Second Wife", "My Father's Second Wife" and "Because, I'm the Second Wife" by Asma Nadia, include (1) women in polygamous families, (2) feelings of jealousy of a wife, (3) society's view of widows (single parent), and (4) wives who do not get their rights.Keywords: injustice, women, story
Kesantunan Imperatif dalam Kumpulan Cerita Pendek "Corat-Coret di Toilet" Karya Eka Kurniawan Masfufah, Elra Azmi; Yuhdi, Achmad
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 4, No 2 (2021): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v4i2.1475

Abstract

Artikel ini akan mendeskripsikan kesantunan imperatif dalam kumpulan cerita pendek karya Eka Kurniawan. Pengambaran tokoh dalam sebuah karya sastra dapat dimuat dalam bentuk dialog antar tokoh, setiap tokoh memiliki tindak tutur masing-masing dari penutur dengan mitra tutur. Cerita pendek yang dimuat oleh Eka Kurniawan ini adalah cerita pendek yang membahas tentang berbagai permasalahan kehidupan manusia dalam bercinta, pendidikan, keluarga, pemerintahan, dan sebagainya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriftif untuk mendeskripsikan dan menjawab persoalan-persoalan suatu fenomena atau peristiwa yang terjadi saat ini. Dalam penelitian deskriptif ini berusaha mendeskripsikan suatu peristiwa dan kejadian yang menjadi pusat perhatian. Berdasarkan hasil penelitian dapat dikemukan di dalam kumpulan cerpen yang berjudul Corat-Coret di Toilet karya Eka Kurniawan sangat sedikit percakapan yang memiliki tindak tuturan kesantunan imperatif, hanya ditemukan tindak tutur deklaratif imperatif  dan interogatif  imperatif .Kata kunci: tindak tutur, imperatif, cerita pendekAbstractThis article will describe the imperative politeness in a collection of short stories by Eka Kurniawan. The depiction of characters in a literary work can be contained in the form of a dialogue between characters, each character has their own speech acts from the speaker and the speech partner. This short story published by Eka Kurniawan is a short story that discusses various problems of human life in love, education, family, government, and so on. The method used in this study is a descriptive qualitative method to describe and answer the problems of a phenomenon or event that is currently happening. In this descriptive study trying to describe an event and events that became the center of attention. Based on the results of the research, it can be found in the collection of short stories entitled Scribbles on the Toilet by Eka Kurniawan very few conversations have imperative politeness speech acts, only imperative declarative and imperative interrogative speech acts are found.Keywords: speech act, imperative, short story
Pengaruh Penggunaan "Contextual Teaching and Learning (CTL) terhadap Kemampuan Menulis Surat Dinas Apriliani, Reni; Supendi, Deden Ahmad; Agustiani, Tanti
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 4, No 2 (2021): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v4i2.1557

Abstract

Artikel ini akan mengungkapkan pengarauh penggunaan  “Contextual Teaching and Learning (CTL)” terhadap kemampuan menulis surat dinas. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah kuantitatif deksriptif dengan desain penelitian eksperimental. Populasi dan sampel dari penelitian adalah peserta didik kelas VII SMP Negeri 2 Bantargadung TKB Cikembang yang berjumlah 32 siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai dari perlakuan penggunaan pendekatan CTL terhadap kemampuan menulis surat dinas peserta didik meski peningkatannya beragam. Hal tersebut dapat dilihat dari perolehan nilai siswa saat pretest dan posttest terdapat perbedaan. Peningkatan yang paling rendah adalah  dari nilai 56 menjadi 67 yaitu meningkat 11 poin, dan peningkatan paling tinggi adalah dari nilai  44 menjadi 100 yaitu meningkat 56 poin.  Meskipun demikian, perlu dikemukakan hipotesis bahwa  pendekatan CTL berpengaruh terhadap kemampuan menulis surat dinas pada siswa dinyatakan ditolak karena pada uji signifikasi t hitung lebih kecil dari pada t tabel. Kata kunci: menulis, surat, CTLAbstractThis article will reveal the effect of using “Contextual Teaching and Learning (CTL)” on the ability to write official letters. The method used in this research is descriptive quantitative with experimental research design. The population and sample of the study were students of class VII SMP Negeri 2 Bantargadung TKB Cikembang, totaling 32 students. The results showed that there was an increase in the value of the treatment using the CTL approach on the ability to write official letters of students, although the increase varied. It can be seen from the students' scores during the pretest and posttest that there are differences. The lowest increase was from 56 to 67, which was an increase of 11 points, and the highest increase was from 44 to 100, which was an increase of 56 points. Nevertheless, it is necessary to put forward the hypothesis that the CTL approach has an effect on the ability to write official letters to students, which is rejected because the t-count significance test is smaller than the t-table.Keywords: writing, letter, CTL
Struktur dan Nilai Religi "Babad Cianjur" Ramadhani, Siti Rani
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 4, No 2 (2021): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v4i2.1606

Abstract

Artikel ini akan mendeskripsikan unsur intrinsik berupa tema, tokoh dan penokohan, latar, sudut pandang, dan amanat “Babad Cianjur”. Selain itu, akan dideskripsikan juga nilai religinya. Penelitian dilakukan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh sentral  memiliki karakter bijaksana, baik,  ingin berkuasa, penyayang dan lain sebagainya sedangkan tokoh tambahan memiliki karekter pemarah, dermawan, jahat dan lainnya. Adapun latar waktu terjadinya malam, penyebutan tanggal 10 Desember 1691, dan tanggal 2 juli 1677. Latar tempat di antaranya pendopo, Majalaya, Kerajaan Mataram. Latar sosial di antaranya kebiasaan hidup, bawah/rendah, menengah atau tinggi, tradisi dan lain sebagainya. Adapun sudut pandang yang ada di sini adalah sudut pandang orang ketiga: “dia”. Nilai di dalam “Babad Cianjur”  tentang kebaikan, perlu mematuhi orang tua dan toleransi. Kata kunci: struktur, nilai religi, Babad Cianjur  AbstractThis article will describe the intrinsic elements in the form of themes, characters and characterizations, setting, point of view, and the message of "Babad Cianjur". In addition, the religious value will also be described. The research was conducted using a qualitative descriptive method. The results of the study show that the central character has wise, kind, eager to power, compassionate and so on characters while the additional characters have angry, generous, evil and other characters. As for the time of night, the mention of December 10, 1691, and July 2, 1677. The setting of the place includes the pavilion, Majalaya, Mataram Kingdom. Social backgrounds include living habits, low/low, middle or high, traditions and so on. The point of view here is the third person point of view: "he". Values in the "Babad Cianjur" about kindness, need to obey parents and tolerance. Keywords: structure, religious values, chronicle Cianjur
Prinsip Kognitif dalam Pengajaran Bahasa Berlian, Raisa; Nursalim, N.
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 4, No 2 (2021): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v4i2.1579

Abstract

Artikel ini akan mengkaji teks,buku, ataupun berbagai naskah publikasi tentang prinsip kognitif dalam pengajaran bahasa. Sumber data diperoleh dari data hasil penelitian terdahulu. Penelitian ini menggunakan metode library research. Adapun langkah-langkahnya ialah mengumpulkan data pustaka, membaca, mencatat, membandingkan berbagai referensi yang kemudian diolah untuk mendapatkan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang berasal dari berbagai artikel, jurnal yang berkaitan dengan materi yang sedang dibahas. Prinsip kognitif merupakan prinsip pertama dalam pengajaran bahasa. Dikatakan sebagai prinsip pertama karena cakupan prinsip ini berhubungan dengan mental intelektual (otak). Dengan demikian, hal-hal  yang berkaitan dengan berbagai aktivitas otak termasuk ke dalam prinsip kognitif. Terdapat lima bagian dari prinsip kognitif ini, di antaranya otomatisitas, pembelajaran bermakna, antisipasi penghargaan, motivasi instrinsik, dan strategi investasiKata kunci: kognitif, pengajaran, bahasa, otomasi, investasiAbstractThis article will examine texts, books, or various published manuscripts on cognitive principles in language teaching. Sources of data obtained from data from previous research. This research uses library research method. The steps are collecting library data, reading, taking notes, comparing various references which are then processed to get conclusions. This study uses secondary data from various articles and journals related to the material being discussed. The cognitive principle is the first principle in language teaching. It is said to be the first principle because the scope of this principle is related to the intellectual mental (brain). Thus, matters relating to various brain activities are included in the cognitive principle. There are five parts of this cognitive principle, including automaticity, meaningful learning, reward anticipation, intrinsic motivation, and investment strategy.Keywords: cognitive, teaching, language, automation, investment 

Page 4 of 11 | Total Record : 105