cover
Contact Name
Aan Hasanah
Contact Email
dna.mika@unsur.ac.id
Phone
+628999216842
Journal Mail Official
dna.mika@unsur.ac.id
Editorial Address
https://jurnal.unsur.ac.id/dinamika/about/editorialTeam
Location
Kab. cianjur,
Jawa barat
INDONESIA
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
ISSN : -     EISSN : 27158381     DOI : -
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya is a scientific journal published by Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Program Magister, Universitas Suryakancana that covers various issues related to the learning of bahasa Indonesia. The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been studied in the area of Indonesian language-literature, art, and teaching.
Articles 93 Documents
Formula Misteri dalam "Permainan Jurit Malam" Buatan Gambir Game Studio Kajian Genre John G. Cawelti Arifin, Farid; Merawati, Fitri; Hanifah, Hairini Nur
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 5, No 1 (2022): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v5i1.1894

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan formula misteri serta konvensi dan invensi dalam permainan “Jurit Malam” buatan Gambir Game Studio. Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif, sedangkan objek penelitian ini adalah formula misteri. Metode pengumpulan data yaitu dengan baca catat pada teks cerita. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tema cerita adalah misteri. Tokohnya ada empat. Latar tempat berjumlah 17, latar waktu berjumlah 2, latar suasana berjumlah 20. Alur misteri berjumlah 7. Unsur ekstrinsik berupa budaya, sosial, dan pendidikan. Invensi meliputi: (1) penambahan alur misteri; dan (2) pengubahan alur misteri. Konvensi meliputi: (1) Kejahatan dan petunjuk, (2) Penyelidikan, (3) Pengumuman solusi, (4) Penjelasan solusi. Di dalam permainan “Jurit Malam” telah ditemukan bahwa genre cerita adalah misteri dan bertumpang-tindih dengan genre detektif. Kata Kunci: invensi, konvensi, formula misteri, permainan ABSTRACTThis article describes the mystery formula as well as conventions and inventions in the game "Jurit Malam" by Gambir Game Studio. This type of research is descriptive qualitative, while the object of this research is a mystery formula. The method of data collection is by reading notes on the story text. The results of this study indicate that the theme of the story is a mystery. There are four characters. The setting is 17 places, the time setting is 2, the atmosphere setting is 20. The mystery plot is 7. Extrinsic elements are culture, society, and education. The invention includes: (1) the addition of a mystery plot; and (2) changing the mystery plot. Conventions include (1) Crimes and instructions, (2) Investigations, (3) Announcement of solutions, (4) Explanation of solutions. In the game “Night Warriors” it has been found that the story genre is the mystery and overlaps with the detective genre. Keywords: invention, convention, mystery formula, game
Metafora dalam Buku Kumpulan Puisi "Hujan Bulan Juni" Karya Sapardi Djoko Damono Verasari, Ade Irma
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 5, No 1 (2022): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v5i1.1844

Abstract

Artikel ini membahas  penggunaan metafora  ekologi dalam buku kumpulan puisi “Hujan Bulan Juni” karya  Sapardi Djoko Damono.  Metode yang digunakan adalah studi pustaka.   Hasil analisis data disajikan secara deskriptif. Distribusi frekuensi kategori metafora ekologi terdapat 231 metafora. Penyair rupanya lebih banyak menggunakan kategori manusia dengan segala tingkah lakunya mencapai kisaran  33,4 %. Kategori keadaan  dipakai penyair  sebesar 20%. Ketiga adalah kategori kekuatan sebesar 10.8%, selanjutnya kategori objek menduduki tempat keempat dengan 12,1%, berikutnya kategori hewan dengan jumlah 6,1%, kategori tumbuhan memperoleh jumlah 5,6%, kategori substansi mendapat jumlah sebesar 4,4% sementara dua kategori terakhir yang paling jarang digunakan oleh penyair adalah benda langit dan dataran dengan jumlah sama yaitu 3,8%.  Pemakaian metafora ekologi pada 35 puisi dalam buku kumpulan puisi “Hujan Bulan Juni” menyebar distribusinya. Sapardi  sebagai bagawan penyair puisi liris membuktikan kepiawaiannya menggunakan kesembilan kategori sistem ekologi dalam metafora yang indah. Kata Kunci: metafora ekologi, sastra hijau ABSTRACTThis article discusses the use of ecological metaphors in the book collection of poems “Junior Rain” by Sapardi Djoko Damono. The method used is a literature study. The results of data analysis are presented descriptively. The frequency distribution of the category of ecological metaphors contains 231 metaphors. Poets apparently use the human category more with all their behavior reaching the range of 33.4%. The category of conditions used by the poet is 20%. The third is the power category with 10.8%, then the object category occupies the fourth place with 12.1%, the next is the animal category with 6.1%, the plant category gets 5.6%, the substance category gets 4.4% while two the last category that is rarely used by the poet is celestial bodies and land with the same number, namely 3.8%. The use of ecological metaphors in 35 poems in the book collection of poems "Junior Rain" spreads its distribution. Sapardi as a poet of lyrical poetry proves his skill in using the nine categories of ecological systems in beautiful metaphors. Keywords: ecological metaphor, green literature
Peningkatan Keterampilan Menulis Puisi Berbasis dengan Menggunakan Media Puzzle Fauziah, Eka Rizky
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 5, No 1 (2022): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v5i1.1851

Abstract

Artikel ini akan membicarakan peningkatan keterampilan menulis puisi menggunakan media puzzle. Metode yang digunakan yakni quasi eksperimen atau eksperimen semu yang melibatkan satu kelompok belajar dengan memberikan tes awal dan tes akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap persiapan, perangkat pembelajaran yang digunakan sudah yang terbaru, tahap proses pembelajaran menggunakan lembar observasi dan angket dengan merespons positif. Hasil keterampilan menulis puisi yang diperoleh dari peserta didik kelas X Asper 1 SMK Bunga Persada Cianjur memiliki nilai dengan rata-rata pada tes awal sebesar 68.6 dan masuk ke dalam kategori cukup dan pada tes akhir sebesar 79.2 yang masuk ke dalam kategori baik. Dalam penelitian ini, data yang diperoleh tidak berdistribusi normal sehingga menggunakan uji Wilcoxon diperoleh data menulis puisi dengan Asymp. Sig (2-tailed) bernilai 0,000 karena nilai 0,000 lebih kecil dari <0,05 maka Ha diterima sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest atau sebelum dan sesudah diberikan perlakuan yaitu menggunakan media puzzle dalam menulis puisi. Kata Kunci: media, puzzle, pembelajaran, menulis, puisi ABSTRACTThis article will discuss improving poetry writing skills using puzzle media. The method used is quasi-experimental or quasi-experimental which involves one study group by giving a pre-test and a post-test. The results showed that in the preparation stage, the learning tools used were the latest, the learning process stage used observation sheets and questionnaires by responding positively. The results of poetry writing skills obtained from students of class X Asper 1 SMK Bunga Persada Cianjur have an average score on the initial test of 68.6 and fall into the sufficient category and on the final test of 79.2 which is in the good category. In this study, the data obtained were not normally distributed so that using the Wilcoxon test data were obtained for writing poetry with Asymp. Sig (2-tailed) has a value of 0.000 because the value of 0.000 is smaller than <0.05 then Ha is accepted so that there is a significant difference between the pretest and posttest or before and after being given treatment, namely using puzzle media in writing poetry. Keywords: media, puzzle, learning, writing, poetry
Etnopedagogi dan Pendidikan Karakter dalam Cerita Raden Aria Cikondang Rozy, M. Irpan Abdurrohman; Rusyana, Yus; Ristiani, Iis
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 5, No 1 (2022): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v5i1.1879

Abstract

Artikel ini akan membahas aspek etnopedagogis dan pendidikan kakarkter dalam cerita rakyat Raden Aria Cikondang. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian membuktikan bahwa (1) Cerita rakyat Raden Aria Cikondang mengandung unsur etnopedagogi berupa catur diri insan, moral kemanusiaan, gapura pancawaluya, dan prilaku nyunda tri-silas. (2) Nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam cerita berupa nilai religius, cinta tanah air, tanggung jawab, demokratis, menghargai prestasi, dan kreatif. (3) Cerita rakyat Raden Aria Cikondang dapat dimanfaatkan sebagai bahan, model, dan kegiatan pembelajaran cerita rakyat di kelas X SMK. (4) Tanggapan siswa terhadap bahan ajar komik digital cerita rakyat Raden Aria Cikondang pada aspek pembelajaran, bahasa, gambar, dan penyajian memperoleh hasil 94%. Dengan demikian bahan ajar tersebut termasuk kategori kriteria kelayakan sangat baik.Kata Kunci: cerita rakyat; etnopedagogi; pendidikan karakterABSTRACTThis article will discuss the ethnopedagogical and character education aspects of the folklore Raden Aria Cikondang. The research method used is descriptive qualitative method. The results of the study prove that (1) The folktale "Raden Aria Cikondang" contains ethnopedagogical elements in the form of human self-chess, human morality, pancawaluya gate, and nyunda tri-silas behavior. (2) The value of character education contained in the story is in the form of religious values, love for the homeland, responsibility, democracy, respect for achievement, and creativity. (3) The folklore "Raden Aria Cikondang" can be used as materials, models, and folklore learning activities in class X SMK. (4) Students' responses to the teaching materials of the folklore digital comic "Raden Aria Cikondang" in the aspects of learning, language, images, and presentation obtained 94% results. Thus the teaching materials are included in the category of very good eligibility criteria.Keywords: folklore; ethnopedagogy; character building
Kepribadian Tokoh Utama dalam Novel "Katarsis" Karya Anastasia Aemilia: Kajian Psikoanalisis Izaty, Firlana
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 5, No 1 (2022): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v5i1.1625

Abstract

Karya sastra sebagai salah satu pandangan kehidupan manusia kemudian tidak hanya menjadi sebuah karya estetika yang hanya menyajikan unsur kehidupan manusia secara murni, tulus dan juga menarik bagi pembaca untuk dibaca. Sehingga melaui karya sastra ini seorang penulis dapat menuliskan pendapat atau pandangannya terhadap kepribadian dari masing-masing karakter tokoh. Tujuan dari penelitian ini yaitu mendeskripsikan keadaan jiwa pada tokoh utama dalam novel Katarsis katya Anastasia Aemilia dengan menggunakan kajian psikoanalisis dari Sigmund Freud. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian dokumentasi. Novel Katarsis karya Anastasia Aemilia menjadi sumber data dalam penelitian ini. Adapun hasil penelitian dalam penelitian ini yaitu ditemukan beberapa jenispembagian jiwa pada tokoh utama. Pembagian jiwa sendiri dibagi menjadi 3 macam yaitu; id, ego, dan superego. Hasil yang ditemukan yaitu sebagai berikut; id (membenci orang tuanya, mendorong, mencari koin, , membenci Moses) ego (memanggil orang tuanya dengan nama, memukul dengan sekop, menghindari Moses) dan superego (penakut).Kata kunci: jiwa, sastra, psikoanalisis Sigmund FreudAbstractLiterary works as one of the views of human life then not only become an aesthetic work that only presents elements of human life in a pure, sincere, and also interesting for readers to read. So that through this literary work a writer can write his opinion or views on the personality of each character. The purpose of this study is to describe the mental state of the main character in Katya Anastasia Aemilia's novel Katarsis by using the psychoanalytic study of Sigmund Freud. This research uses descriptive qualitative research with the type of documentation research. The novel Katarsis by Anastasia Aemilia is the source of data in this study. The results of the research in this study were found several types of division of the soul in the main character. The division of the soul itself is divided into 3 kinds, namely; id, ego, and superego. The results found are as follows; id (hating his parents, pushing, looking for coins, hating Moses) ego (calling his parents by name, hitting with a shovel, avoiding Moses), and superego (coward). Keywords: Division of the Soul, Literary Work, Psychoanalysis Sigmund Freud
Kilir Lidah pada Produksi Ujaran dalam Akun Youtube Arief Muhammad Nurfaridah, Firly; Harras, Kholid Abdullah; Nurhadi, Jatmika
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 5, No 1 (2022): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v5i1.1860

Abstract

Artikel ini akan membicarakan  kilir lidah dalam produksi ujaran pada akun Youtube Arief Muhammad. Kilir lidah merupakan fenomena kekeliruan wicara yang lumrah terjadi. Pada penelitian analisisnya fokus pada salah satu video Yotube Arief Muhammad yang berjudul “Tukar Nasib sama Omen”. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik simak dan catat. Temuan penelitian menunjukkan terdapat tiga jenis kilir lidah yang muncul dalam video “Tukar Nasib sama Omen”. Tiga jenis kilir lidah itu meliputi (1) kekeliruan seleksi semantik, (2) kekeliruan assembling proposisi, dan (3) kekeliruan antisipasi.Kta kunci: kekeliruan wicara, kilir lidah, produksi ujaran ABSTRACTThis article will discuss the slip of the tongue in speech production on Arief Muhammad's Youtube account. Tongue slip is a common phenomenon of speech errors. In the research, the analysis focuses on one of Arief Muhammad's YouTube videos, entitled "Exchange Fate with Omen". The research was conducted using descriptive qualitative methods with listening and note-taking techniques. The findings of the study show that there are three types of tongue twisters that appear in the video "Exchange Fate with Omen". The three types of tongue twisters include (1) semantic selection errors, (2) propositional assembling errors, and (3) anticipation errors.Keywords: speech errors, sleep of the tongues, speech production
Konstruksi Sintaksis Tajuk Rencana Harian "Suara Merdeka" Edisi Desember 2021-Januari 2022 Ratnasari*, Dian; Pramitasari, Afrinar
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 5, No 2 (2022): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v5i2.2408

Abstract

This article will describe syntactic construction errors in the editorial of the daily “Suara Merdeka” edition from December 2021 to January 2022. The type of research used is qualitative research. The research data is in the form of sentences in the editorial which contain syntactic construction errors at the phrase and sentence level. Data collection techniques used are reading techniques and note-taking techniques. The results showed that 92.8% of the sentences in the daily editorial were in accordance with the syntactic construction. However, 7.2% of them still found that the syntactic construction was wrong at the phrase and sentence level. Phrasal level syntactic construction errors were found due to redundant meaning, while sentence level syntactic construction errors included (1) unsubjected sentences (2) excessive use of conjunctions, (3) ambiguous sentences, (4) redundant use of words, (5) use of terms. foreign, (6) sentence logic.ABSTRAK Artikel ini akan mendeskripsikan kesalahan konstruksi sintaksis pada tajuk rencana harian “Suara Merdeka” edisi Desember 2021 sampai dengan Januari 2022. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Data penelitian  berupa kalimat dalam tajuk rencana yang terdapat kesalahan konstruksi sintaksis tataran frasa dan kalimat. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik baca dan teknik catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 92,8%  kalimat dalam tajuk rencana harian itu sudah sesuai dengan konstruksi sintaksis. Akan tetapi masih ditemukan 7,2%  yang konstruksi sintaksisnya salah pada tataran frasa dan tataran kalimat. Kesalahan konstruksi sintaksis  tataran frasa yang ditemukan karena makna redundan, sedangkan kesalahan konstruksi sintaksis tataran kalimat meliputi (1) kalimat tidak bersubjek (2) penggunaan konjungsi yang berlebihan, (3) kalimat ambigu, (4) penggunaan kata mubazir, (5) penggunaan istilah asing, (6) logika kalimat.Kata kunci: konstruksi sintaksis;  tajuk rencana; Suara Merdeka
Dekadensi Moral dalam Naskah Drama "Operasi" Karya Putu Wijaya Sari*, Novita; Anggraini, Purwati
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 5, No 2 (2022): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v5i2.2443

Abstract

This article will describe the forms of moral decadence in the play "Operation" by Putu Wijaya. This research is qualitative descriptive research. The source of data in this research is drama scripts. The data in this study were obtained from excerpts of dialogue, narration, and behavior of characters in drama scripts that describe forms of moral decadence. The research data were analyzed using reading, inventory, and recording techniques. The results show that the forms of moral decadence in drama scripts are moral decadence in human relations with God in the form of not being grateful for God's favors, moral decadence in relation to human relations with society in the form of being disrespectful to others, and moral decadence in human relations with themselves in the form of insecure and arrogant.ABSTRAKArtikel ini akan mendeskripsikan bentuk-bentuk dekadensi moral dalam naskah drama “Operasi” karya Putu Wijaya. Penelitian merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian adalah naskah drama. Data dalam penelitian ini didapatkan dari kutipan-kutipan dialog, narasi, dan perilaku tokoh dalam naskah drama yang menggambarkan bentuk-bentuk dekadensi moral. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan teknik baca, inventarisasi, dan pencatatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk dekadensi moral dalam naskah drama adalah dekadensi moral dalam hubungan manusia dengan Tuhan berwujud tidak mensyukuri nikmat Tuhan, dekadensi moral dalam kaitan dengan hubungan manusia dengan masyarakat berwujud tidak sopan terhadap orang lain,dan dekadensi moral dalam hubungan manusia dengan dirinya sendiri berwujud tidak percaya diri dan sombong.Kata kunci: dekadensi; pergeseran; moral; naskah drama
Feminisme dan Nilai Moral Novel "Panggil Aku Kartini Saja" Karya Pramoedya Ananta Toer Fatimah*, Ai; Pamungkas, Daud
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 5, No 2 (2022): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v5i2.2183

Abstract

This article will describe feminism and moral values in the novel "Panggil Aku Kartini Saja" by Pramoedya Ananta Toer. This study uses a qualitative method, namely content analysis. The data of this research is novel. Data collection techniques used are literature study and content analysis techniques. The data that has been collected is analyzed by reading the entire contents of the novel several times, determining sentences, paragraphs, and quotations, writing sequentially the results of the analysis, describing the results of the analysis, and concluding the results of the analysis. The results of this study indicate that the existence of women depicted in the novel is women who experience injustice in the form of marginalization, subordination, stereotypes, violence, and in terms of workload. Moral values in the novel include the form of hard work, responsibility, respect, and tolerance.ABSTRAK Artikel ini akan mendeskripsikan feminisme dan nilai moral di dalam novel “Panggil Aku Kartini Saja” karya Pramoedya Ananta Toer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu content analysis. Data penelitian ini adalah novel. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik studi pustaka dan analisis isi. Data yang sudah terkumpul dianalisis dengan membaca beberapa kali keseluruhan isi novel, menentukan kalimat, paragraph serta kutipan, Menuliskan secara berurutan hasil analisis, mendeskripsikan hasil analisis, dan menyimpulkan hasil analisis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa eksistensi perempuan yang tergambar dalam novel yaitu perempuan yang mendapatkan ketidakadilan berupa marginalisai, subordinasi, stereotype, kekerasan, dan dalam halbeban kerja. Nilai moral dalam novel meliputi wujud kerja keras, tanggung jawab, rasa hormat,  dan toleransi.Kata kunci:  feminisme; nilai moral; novel
Kata Kerja Aktif dalam Teks Prosedur Karangan Siswa Kelas VII SMP Muhammadiyah 8 Surakarta Ardhana*, Muhammad Febrian; Nasucha, Yakub
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 5, No 2 (2022): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v5i2.2330

Abstract

A procedure text is a text in the form of a series of instructions that explain how to do something structurally. The study was conducted to identify the use of active verbs in procedural texts made by seventh-grade students of Junior High School Muhammadiyah 8 Surakarta. The purpose of the research is to find the forms of the verbs contained in the procedure text and then classify them based on the type and describe the morphological process towards the formation of active verbs. This research is qualitative descriptive research by utilizing Miles and Huberman data analysis. The results showed that there were two kinds of verbs, namely transitive and intransitive active verbs. In addition, several types of morphological processes were found, namely affixation and reduplication, including the use of prefixes (me-), phoneme adjustment (N), prefixes (meNg-), and suffixes (-kan), suffixes (-i), confixes (meM-kan). ), confix (meN-kan), confix (meNg-i), and reduplication, namely the repetition of all basic forms.ABSTRAKTeks prosedur merupakan teks yang berbentuk rentetan pentunjuk yang menjelaskan cara melakukan suatu hal secara testuktur. Penelitian dilakukan untuk mengidentifikasi penggunaan kata kerja aktif pada teks prosedur yang dibuat siswa kelas VII SMP Muhammadiyah 8 Surakarta. Tujuan penelitian yaitu untuk menemukan bentuk-bentuk kata kerja yang terdapat pada teks prosedur kemudian mengklasifikasikan berdasarkan jenisnya dan untuk mendeskripsikan terjadinya proses morfologis terhadap terbentuknya kata kerja aktif. Penelitian ini merupakan penelitian jenis deskriptif kualitatif dengan memanfaatkan analisis data miles and Huberman. Hasil penelitian menunjukkan terdapat dua macam kata kerja yakni kata kerja aktif transitif dan intransitif. Selain itu, ditemukan beberapa jenis proses morfologis yaitu afiksasi dan reduplikasi di antaranya penggunaan prefiks (me-), penyesuaian fonem (N), prefiks (meNg-), sufiks (-kan), sufiks (-i), konfiks (meM-kan), konfiks (meN-kan), konfiks (meNg-i) dan reduplikasi yakni pengulangan seluruh bentuk dasar.Kata kunci: kata kerja aktif; proses morfologi; teks prosedur

Page 5 of 10 | Total Record : 93