cover
Contact Name
Asep Amam
Contact Email
jurnalwahanapendidikan@gmail.com
Phone
+6285220520401
Journal Mail Official
jurnalwahanapendidikan@gmail.com
Editorial Address
Jln. R.E. Martadinata No. 150 Tlp. (0265) 772192
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Wahana Pendidikan
Published by Universitas Galuh
ISSN : 23552425     EISSN : 27156796     DOI : 10.25157
Core Subject : Education,
Jurnal Wahana Pendidikan merupakan Jurnal Ilmiah Nasional yang memuat artikel penelitian (research article) di bidang pengembangan proses pembelajaran, praktikum, pengembangan bahan ajar, peningkatan kompetensi guru, dan pengembangan manajemen sekolah. Jurnal Wahana Pendidikan diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun (Januari dan Agustus). P-ISSN: 2355-2425 dan E-ISSN : 2715-6796 Wahana Pendidikan is a high-quality open access peer-reviewed research journal published by the Teaching and Education Faculty of Galuh University (UNIGAL). Wahana Pendidikan provides a platform that welcomes and recognizes high-quality original empirical research articles on education written by researchers, academics, professionals and practitioners from around the world.
Articles 316 Documents
PEMBELAJARAN BERBASIS STEM UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP ENERGI DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF MELALUI PROJEK PLTMH Heryanti, Ai Deti
Wahana Pendidikan Vol 7, No 1 (2020): Januari
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.683 KB) | DOI: 10.25157/wa.v7i1.3241

Abstract

The students’ reasoning ability is still very low. One of the reasons is due to the lack of opportunities for students to develop optimally their ability to think creatively in the learning process. Research in the form of Classroom Action Research (CAR) conducted in 2 cycles. The results showed that in the first cycle with an N-gain value of 0.54 was in the medium category. It increased in cycle II with an N-gain value of 0.72 which was in the high category. The average value of creative thinking skills in cycle I and cycle 2 expressed by the average creative assessment process which has increased with the acquisition in cycle 1 of 62.4 which is categorized sufficiently and in cycle 2 of 78 which is categorized well. The average creative assessment of products in cycle 1 of 63.2 was categorized sufficiently and had an increase in cycle 2 with an average rating of 80.3 in the good category. The results of the analysis proved that STEM-based learning through PLTMH projects was able to help students in class VII D students of SMPN 4 Sumedang, Indonesia to improve the concept of energy and their creative thinking skills. Keywords: STEM, Energy concepts, creative skills.ABSTRAKKemampuan bernalar peserta didik masih sangat kurang. Salah satu penyebabnya dikarenakan kurangnya kesempatan peserta didik untuk mengembangkan secara optimal kemampuan berpikir dan kreativitasnya dalam proses pembelajaran. Penelitian berbentuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK) sebanyak 2 siklus. Hasil pemahaman konsep siswa pada konsep Energi pada siklus I dengan nilai N-gain sebesar 0,54 kategori sedang. Sedangkan pada siklus II meningkat dengan nilai N-gain sebesar 0,72 kategori tinggi. Terjadi peningkatan pemahaman konsep Energi pada media PLTMH melalui pendekatan STEM dengan nilai Gain pada siklus 1 sebesar 0,54 kategori sedang menjadi 0,72 pada siklus 2 dengan kategori tinggi. Nilai rata-rata ketrampilan berfikir kreatif siklus I dan siklus 2 yang dinyatakan dengan rata-rata penilaian kreatif proses mengalami peningkatan dengan perolehan pada siklus 1 sebesar 62,4 yang dikategorikan cukup dan pada siklus 2 sebesar 78 yang dikategorikan baik. Rata-rata penilaian kreatif produk pada siklus 1 sebesar 63,2 dikategorikan cukup dan mengalami peningkatan di siklus 2 dengan rata rata penilaian sebesar 80,3 dengan kategori baik. Hasil analisis membuktikan bahwa pembelajaran berbasis STEM melalui projek PLTMH, mampu membantu siswa dalam meningkatkan penguasaan konsep Energi dan ketrampilan berfikir kreatif pada siswa kelas VII D SMPN 4 Sumedang. Kata Kunci: STEM, konsep Energi, keterampilan kreatif.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MELALUI PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING DALAM MENYELESAIKAN PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL Sarinarulita, Ita
Wahana Pendidikan Vol 5, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.104 KB) | DOI: 10.25157/wa.v5i3.1538

Abstract

   Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan Model Quantum Teaching  sebagai upaya  untuk meningkatkan hasil belajar siswa  pada materi lingkaran. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) dengan melakukan 2 (dua) siklus tindakan, yang pada setiap siklus dilakukan melalui tahapan yaitu perencanaan (planning), Pelaksanaan (Acting), Observasi (Observation), dan Refleksi(Reflecting). Objek penelitian adalah siswa kelas VIII-C SMP Negeri 20 Tasikmalaya (N= 37). Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengamatan proses pembelajaran, aktivitas siswa, tes hasil belajar siswa dan pengisian angket.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Penggunaan Model Quantum Teaching  terbukti dapat meningkatkan hasil belajar  siswa. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan hasil belajar siswa dibandingkan dengan pra tindakan. Proses belajar pada siklus I  meningkat sebesar 9% menjadi  84% pada siklus II meningkat sebesar 7% menjadi 91% pada akhir siklus III. Hasil belajar dan kemampuan siswa pada siklus I sebesar 79,79% meningkat sebesar 1,76% menjadi 81,55% pada siklus II. Demikian pula, hasil belajar dan kemampuan siswa pada siklus II meningkat sebesar 0,83% menjadi 82,38% pada siklus III. Pada umumnya siswa merespon dengan baik penggunaan Model Quantum Teaching. 
UPAYA MENINGKATAN KEMAMPUAN SISWA DALAM MENDESKRIPSIKAN PERKEMBANGAN KEPENDUDUKAN MELALUI PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE INTEGRATED READING AN COMPOSITION (CIRC) Kiah, Kiah
Wahana Pendidikan Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.248 KB) | DOI: 10.25157/wa.v5i1.920

Abstract

Salah satu persoalan dalam dunia pendidikan khususnya pendidikan IPS adalah kebanyakan siswa baru mampu menghapal tanpa memahami secara menyeluruh isi pelajaran, sehingga kemampuan mendeskripsikan juga rendah. Termasuk pada Siswa kelas IX-F SMP Negeri 14 Tasikmalaya, nilai tes pemahaman konsep sebelum diberi tindakan adalah 71 belum memenuhi KKM yaitu 75. Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan untuk melihat proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) dan untuk mengetahui peningkatkan kemampuan siswa dalam mendeskripsikan perkembangan kependudukan dengan menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC). Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK)  dalam 2 siklus pembelajaran dengan langkah-langkah planning, actuating, observing,dan reflecting. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes pemahaman konsep berupa pilihan ganda dan lembar observasi. Tes pemahaman konsep dimaksudkan untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep sesudah diterapkan model pembelajaran Kooperatif Tipe Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC). Lembar observasi digunakan untuk mengamati aktivitas siswa dan guru dalam  proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC.) Aktivitas siswa pada siklus I terlaksana sebesar 57,3% termasuk kategori cukup dan meningkat pada siklus II sebesar 71,2 % termasuk kategori baik. Aktivitas guru dalam proses pembelajaran meningkat dari siklus I sebesar 72,5% meningkat menjadi 87,5% pada siklus II. Kemampuan siswa untuk mendeskripsikan perkembangan kependudukan mengalami peningkatan hal ini terlihat dari jumalh siswa yang mampu menuntaskan KKM sebanyak 20 orang pada siklus I meningkat menjadi 34 orang pada siklus II. Hal ini membuktikan bahwa penggunaan model pembelajaran Kooperatif Tipe Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) efektif untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam mendeskripsikan perkembangan kependudukan. Kata Kunci: Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC), Perkembangan                      kependudukan
PENGARUH MODEL CONTEXTUAL LEARNING PADA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI MADRASAH IBTIDAIYAH AL-IKHWAN KELAS IV Hidayat, Heri; Qurrotul Aini, Alfan Siti; Mulyani, Heny; Sircahyati, Arlin; Nuraisyah, Desi
Wahana Pendidikan Vol 7, No 1 (2020): Januari
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.848 KB) | DOI: 10.25157/wa.v7i1.3079

Abstract

ABSTRACTThis study aims to determine the effect of the contextual teaching-learning model on citizenship education in Madrasah Ibtidaiyah Al-Ikhwan class IV. The contextual teaching-learning method helps teachers links material which is taught with students’ real-world situations. So, the knowledge which is obtained can be well embedded and not easily forgotten by the students. When the students find a concept, they experience it themselves through the process of observing, feeling, and experimenting. Therefore, this method will also attract the attention of the students because they feel directly in an environment that is familiar with their lives and can foster a love for their motherland and environment. Keywords: contextual teaching-learning, citizenship education ABSTRAKPenulisan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran contextual teaching learning pada pelajaran pendidikan kewarganegaraan di Madrasah Ibtidaiyah Al-Ikhwan kelas IV, metode pembelajaran contextual teaching learning ini sebagai bentuk pembelajaran yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi di dunia nyata siswa. Maka pengetahuan yang diperoleh dapat tertanam dengan baik dan tidak mudah dilupakan oleh siswa. Karena saat menemukan suatu konsep mereka mengalami sendiri baik melalui proses mengamati, meraba, merasa, maupun bereksperimen. Sehingga metode ini juga menarik perhatian siswa karena siswa merasa dibawa langsung ke lingkungan yang telah akrab dengan kehidupannya dan dapat menumbuhkan kecintaan pada tanah air maupun lingkungannya. Kata Kunci: contextual teaching learning, pendidikan kewarganegaraan 
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA PADA MATERI UANG DAN LEMBAGA KEUANGAN (Penelitian Tindakan Kelas di Kelas IX-E SMP Negeri 20 Tasikmalaya) Widaningsih, Wiwin
Wahana Pendidikan Vol 6, No 1 (2019): Januari
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/wa.v6i1.2035

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui untuk mengetahui peningkatkan pemahaman siswa pada materi Uang dan Lembaga Keuangan menggunakan model pembelajaran numbered head together (NHT). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri atas  2 siklus pembelajaran dengan langkah-langkah planning, actuating, observing,dan reflecting. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes pemahaman konsep berupa pilihan ganda dan lembar observasi. Proses belajar menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) pada siklus 1 terlaksana sebesar 81,33% termasuk kategori baik dan meningkat pada siklus 2 sebesar 91,33 % termasuk kategori baik sekali. Aktivitas siswa dalam pembelajaran pada siklus 1 meningkat pada kemampuan bertanya sebesar 32 % kategori kurang, menjawab pertanyaan 65 % kategori baik, mengemukakan gagasan 65 % kategori baik dan mengungkapkan pengetahuan awal 51 % kategori cukup. Kemudian meningkat lagi pada siklus 2 dengan kemampuan bertanya sebesar 51 % kategori cukup menjawab pertanyaan 84 % kategori sangat baik, mengemukakan gagasan 76 % kategori baik dan mengungkapkan pengetahuna awal 65 % kategori baik. Pemahaman siswa pada materi Uang dan Lembaga Keuangan meningkat dari nilai rata-rata hasil tes pra siklus 71.62 menjadi 81,62 pada siklus 1 dan lebih meningkat pada siklus 2 menjadi 88,11.Hal ini membuktikan bahwa penggunaan model pembelajaran numbered head together (NHT) efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa pada materi Uang dan Lembaga Keuangan.
PENGGUNAAN METODE CARD SORT DALAM UPAYA MENYELESAIKAN PERSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL (PENELTIAN TINDAKAN KELAS DI KELAS VII-F SMP NEGERI 3 TASIKMALAYA) Apriyani, Evi
Wahana Pendidikan Vol 5, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.801 KB) | DOI: 10.25157/wa.v5i3.1529

Abstract

Salah satu kompetensi siswa yang perlu ditingkatkan melalui Penelitian Tindakan Kelas ini adalah Materi Persamaan Linear Satu Variabel dengan menggunakan Metode Card Sort sehingga diharapkan dapat menyelesaikan persamaan linear satu variabel. Rumusan masalah pokok dalam penelitian ini adalah ?Bagaimana penggunaan Metode Card Sort dalam menyelesaikan persamaan linear satu variabel? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan Metode Card Sort  dalam upaya menyelesaikan persamaan linear satu variabel. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) dengan melakukan 2 (dua) siklus tindakan, yang pada setiap siklus dilakukan melalui tahapan yaitu perencanaan (planning), Pelaksanaan (Acting), Observasi (Observation), Refleksi(Reflecting). Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi kepada siswa dan observasi  guru,tes hasil belajar dan pengisian angket Hasil penelitian menunjukan bahwa Proses belajar terjadi peningkatan rata ?rata skor 45 pada pra siklus  menjadi 51 pada siklus 1 atau meningkat 6 atau 9 % . Proses pembelajaran makin meningkat pada siklus 2 dengan peningkatan rata-rata skor menjadi 60 atau dengan kata lain meningkat 9 atau 15% .Penggunaan Metode Card Sort juga terbukti dapat menyelesaikan persamaan linear satu variabel, peningkatan rata-rata skor dari 57,50 pada pra tindakan menjadi 80,66 pada siklus 1 atau dengan kata lain hasil belajar siswa meningkat 23,04 atau 40%. Hasil belajar siswa dalam pembelajaran makin meningkat pada siklus 2 dengan peningkatan rata-rata menjadi 87,43 atau dengan kata lain meningkat 6,77 atau 8,4%. Demikian pula siswa merespon dengan baik penggunaan Metode Card Sort.Hal ini dibuktikan dari hasil pengamatan terhadap aktivitas siswa yang menunjukkan bahwa aktivitas siswa dalam kegiatan proses pembelajaran melalui tindakan penggunaan Metode Card Sort dari siklus ke siklus menunjukkan kemajuan dan peningkatan. Aktivitas siswa pada siklus I sebesar  37% meningkat sebesar 13% menjadi 50% pada siklus  2.
PERANAN GOLONGAN BORJUIS DALAM REVOLUSI PERANCIS 1789 Sondarika, Wulan
Wahana Pendidikan Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.498 KB) | DOI: 10.25157/wa.v4i2.742

Abstract

Tujuan  penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan golongan borjuis Perancis dalam Revolusi Perancis tahun 1789. Penelitian ini menggunakan metode historis. Sedangkan teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah melalui studi literature atau studi kepustakaan yakni dengan mengumpulkan sumber-sumber yang sesuai.Hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan sumbangan pemikiran terhadap pengembangan ilmu pendidikan kesejarahan. Sehingga mahasiswa mendapat pemahaman yang lebih mendalam. 
PENGGUNAAN MODEL TALKING STICK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM MEMBACA ARTIKEL Hernawati, Ai Rustini
Wahana Pendidikan Vol 6, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2650.122 KB) | DOI: 10.25157/wa.v6i2.3049

Abstract

Kompetensi siswa yang ditingkatkan melalui Penelitian Tindakan Kelas ini adalah membaca artikel dengan menggunakan model pembelajaran Talking Stick  sehingga diharapkan adanya peningkatan hasil belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengetahui penggunaan model pembelajaran Talking Stick  dalam meningkatkan hasil belajar siswa dalam membaca artikel. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan melakukan 2 (dua) siklus tindakan, yang pada setiap siklus dilakukan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi.Teknik pengumpulan data dalam penelitian tindakan kelas ini terdapat empat   teknik yaitu  pengamatan, tes,  dokumentasi, dan angket. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Penggunaan model pembelajaran Talking Stick  terbukti dapat meningkatkan aktifitas siswa dalam belajar. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan aktifitas siswa dari prasiklus ke siklus 1  sebesar 33,34 atau meningkat sebesar 28,55% dan dari siklus 1 ke siklus 2  meningkat sebesar 13,67 atau meningkat sebesar      11,39 %.Terdapat peningkatan proses belajar menggunakan model pembelajaran  Talking Stick   dari prasiklus ke siklus 1 sebesar 0,8 atau meningkat  sebesar 20,5 % dan peningkatan dari siklus 1 ke siklus 2 sebesar 0,78 atau meningkat sebesar 19,5 %. Terjadi peningkatan pada rata-rata nilai tes dari prasiklus  ke  siklus 1 pertemuan ke 1 sebesar 14,67 atau meningkat sebesar  22.56 % dan meningkat pada persentase siswa yang tuntas  sebesar 40 %. Dari siklus 1  ke siklus 2 terjadi peningkatan rata-rata  nilai sebesar 3,6 atau meningkat sebesar 3,2 %.Penggunaan model pembelajaran Talking Stick dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IX-H SMP Negeri 3  Tasikmalaya dalam membaca artikel.Pada umumnya siswa merespon dengan baik penggunaan model pembelajaran  Talking Stick   Kata Kunci: Hasil Belajar, Membaca Artikel, Model Pembelajaran, Talking Stick 
MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DALAM PENYUSUNAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MELALUI SUPERVISI KELOMPOK Sriyanto Sriyanto
Wahana Pendidikan Vol 8, No 1 (2021): Januari
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/wa.v8i1.4988

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini untuk mendapatkan gambaran tentang peningkatakan kompetensi guru dalam pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) di SMK Negeri 1 Salatiga pada semester gasal tahun pelajaran 2020/ 2021. Metode pendekatan penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) yaitu penelitian yang dilakukan oleh Kepala Sekolah di sekolah tempat bertugas. Penelitian ini menggunakan 2 siklus. Dalam setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Obyek sekaligus subyek penelitian  adalah  guru  SMK Negeri 1 Salatiga Kota Salatiga tahun pelajaran 2020/2021 berjumlah 78. Teknik analisis data digunakan analisis perbandingan, artinya data awal sebelum mulai penelitian menjadi dasar, dibandingkan dengan hasil siklus I kemudian disempurnakan pada siklus II. Dari seluruh siklus yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa supervise kelompok  dapat dijelaskan bahwa: 1) Nilai rata-rata pra-siklus adalah 62. 2) Nilai rata-rata RPP pada siklus I mencapai 93. Pada siklus ke II nilai rata-rata RPP meningkat menjadi 97. Kompetensi guru dalam pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dapat meningkat melalui kegiatan supervise kelompok di SMK Negeri 1 Salatiga Kota Salatiga Tahun Pelajaran 2020/2021.Kata Kunci : supervisi kelompok, kompetensi guru, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)ABSTRACTThis study aims to determine the effect of group supervision on increasing teacher competence in the preparation of a Learning Implementation Plan (RPP) at SMK Negeri 1 Salatiga, Salatiga City, 2020/2021 Academic Year. The research approach method used was School Action Research (PTS), namely research conducted by the principal at the school where he served. This study used 2 cycles. Each cycle consists of planning, implementing, observing, and reflecting. The object and subject of the research were 78 teachers of SMK Negeri 1 Salatiga, City of Salatiga in the academic year 2020/2021. The data analysis technique used comparative analysis, meaning that the initial data before starting the study became the basis, compared to the results of cycle I then refined in cycle II. From all the cycles that have been carried out, it can be concluded that the group supervision can be explained that: 1) The pre-cycle average value is 62. 2) The average value of the RPP in cycle I reaches 93. In the second cycle the average value of the RPP increased to 97. It turns out that group supervision can improve teacher competence in preparing lesson plans at SMK Negeri 1 Salatiga, Salatiga City, 2020/2021 academic year.Keywords: group supervision, teacher competence, lesson plan (RPP)
MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS SURAT RESMI SISWA MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA KOMPONEN MASYARAKAT BELAJAR Momon Rahman
Wahana Pendidikan Vol 8, No 1 (2021): Januari
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/wa.v8i1.4678

Abstract

ABSTRACTThe skills in writing official letters of grade VI SD Negeri 2 Sukamaju, Indihiang District, Tasikmalaya City are still low. This happens because students lack practice so that students have difficulty writing official letters. This study aims to describe the improvement of formal letter writing skills and changes in student behavior after being given contextual learning from the components of the learning community. This research is a Classroom Action Research which is conducted in two cycles. The subjects in this study were all students of grade VI, totaling 30 people. The results showed that the students' skills in writing official letters had increased after learning with a contextual approach to the learning community components. The class average score on the pre-action test reached 67.63 and was in the moderate category. After the learning action was carried out in the first cycle, the students' average score increased to 77.1 and was included in the sufficient category. The average value in the first cycle has not met the determined assessment target, so it is necessary to carry out learning actions in cycle II. After the second cycle of learning action was carried out, the average score of the students' official letter writing test increased by 15.47. The class average score on the second cycle test reached 83.1 and had met the determined assessment target because it was in the good category. Based on these results the application of a contextual approach to the components of the learning society was able to improve students' official letter writing skills.Keywords: writing skills, official letter, contextual approach, component of the learning communityABSTRAKKeterampilan menulis surat resmi siswa kelas VI SD Negeri 2 Sukamaju Kecamatan Indihiang Kota Tasikmalaya masih rendah.Terjadinya hal ini karena kurangnya siswa dalam berlatih oleh sebab itu siswa mengalami kesulitan dalam kegiatan menulis surat resmi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsi peningkatan keterampilan menulis surat resmi dan perubahan tingkah laku siswa setelah diberikan pembelajaran kontekstual komponen masyarakat belajar. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek pada penelitian yakni seluruh siswa kelas VI dengan jumlahnya 30 orang. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan keterampilan menulis surat resmi siswa setelah dilaksanakan pembelajaran dengan pendekatan kontekstual komponen masyarakat belajar. Pencapaian nilai rata-rata kelas pada tes pratindakan yakni 67,63 dan tergolong  kategori cukup. Setelah dilaksanakan tindakan pembelajaran pada siklus I, nilai rata-rata siswa terjadi peningkatan yakni 77,1 dan tergolong kategori cukup. Nilai rata-rata pada siklus I belum mencapai ketentuan target penilaian oleh karenanya diperlukan tindakan pembelajaran siklus II. Setelah dilaksanakan tindakan pembelajaran siklus II, nilai rata-rata tes menulis surat resmi siswa terjadi peningkatan sebanyak 15,47. Pencapaian nilai rata-rata kelas pada tes siklus II yakni 83,1 dan sudah memenuhi ketentuan target penilaian sebab tergolong kategori baik. Berdasarkan hasil tersebut pendekatan kontekstual pada komponen masyarakat belajar yang diterapkan mampu menyebabkan meningkatnya keterampilan penulisan surat resmi siswa.Kata Kunci: keterampilan menulis, surat resmi, pendekatan kontekstual, komponen masyarakat belajar.