cover
Contact Name
Asep Amam
Contact Email
jurnalwahanapendidikan@gmail.com
Phone
+6285220520401
Journal Mail Official
jurnalwahanapendidikan@gmail.com
Editorial Address
Jln. R.E. Martadinata No. 150 Tlp. (0265) 772192
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Wahana Pendidikan
Published by Universitas Galuh
ISSN : 23552425     EISSN : 27156796     DOI : 10.25157
Core Subject : Education,
Jurnal Wahana Pendidikan merupakan Jurnal Ilmiah Nasional yang memuat artikel penelitian (research article) di bidang pengembangan proses pembelajaran, praktikum, pengembangan bahan ajar, peningkatan kompetensi guru, dan pengembangan manajemen sekolah. Jurnal Wahana Pendidikan diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun (Januari dan Agustus). P-ISSN: 2355-2425 dan E-ISSN : 2715-6796 Wahana Pendidikan is a high-quality open access peer-reviewed research journal published by the Teaching and Education Faculty of Galuh University (UNIGAL). Wahana Pendidikan provides a platform that welcomes and recognizes high-quality original empirical research articles on education written by researchers, academics, professionals and practitioners from around the world.
Articles 316 Documents
ANALISIS PERSIAPAN GURU DALAM PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS IV SD NEGERI JAMBU 01 Dwi Puji Astuti; Arifin Muslim; Dhi Bramasta
Wahana Pendidikan Vol 7, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/wa.v7i2.3676

Abstract

ABSTRACTThis study aims to determine what preparations are made by the teacher in the implementation of mathematics learning. The method used in this research is qualitative with descriptive analysis. Research subjects are informants who provide research data through interviews. The informants in this study were grade IV teachers of Jambu State Elementary School 01. While the data analysis used in this study were data reduction, data presentation and verification. This research resulted in the findings of preparations made by the teacher in the implementation of mathematics learning, among others, which must be prepared are the learning objectives, learning materials, learning methods, learning media, evaluation of learning, students, teachers and the place of learning environment. The obstacles in the preparation are students who often talk to themselves and disturb other friends, then a weak internet connection that causes the process of finding learning resources to be difficult.Keywords: Mathematics Learning Implementation, Teacher PreparationABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui persiapan apa saja yang dilakukan oleh guru dalam pelaksanaan pembelajaran matematika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan analisis deskriptif. Subjek penelitian adalan informan yang memberikan data penelitian melalui wawancara. Informan dalam penelitian ini adalah guru kelas IV SD Negeri Jambu 01. Sedangkan analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Penelitian ini menghasilkan temuan persiapan yang dilakukan oleh guru dalam pelaksanaan pembelajaran matematika antara lain yang harus dipersiapkan adalah tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, metode pembelajaran, media pembelajaran, evaluasi pembelajaran, siswa, guru dan tempat lingkungan belajar. Kendala dalam persiapan tersebut adalah siswa yang sering berbicara sendiri dan mengganggu teman yang lain, kemudian koneksi internet yang lemah yang menyebabkan proses pencarian sumber belajar menjadi sulit.Kata Kunci: Pelaksanaan Pembelajaran Matematika, Persiapan Guru
MENINGKATKAN KINERJA GURU DALAM PEMBELAJARAN MELALUI PEMBIMBINGAN INTENSIF SD NEGERI CIBANGBAY KOTA TASIKMALAYA Dede Maryati
Wahana Pendidikan Vol 8, No 1 (2021): Januari
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/wa.v8i1.4886

Abstract

ABSTRAKPendidikan di sekolah sangat dipengaruhi oleh kualitas tenaga pengajar dan pendidikannya. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan kegiatan bimbingan dan penataran secara intensif dalam meningkatkan kinerja mengajar guru sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya sebagai upaya mewujudkan visi dan misi yang telah dirumuskan oleh SD Negeri Cibangbay Kota. Tasikmalaya. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah. Data yang digunakan untuk mendukung penelitian ini adalah penyusunan RPP, pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, hasil evaluasi belajar siswa, lembar observasi dan lembar supervisi pengajaran. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan penelitian tindakan sekolah dua siklus dengan empat tahapan pada setiap siklusnya yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil siklus I sebanyak 16 guru yang kinerja mengajarnya berada pada kategori kurang memuaskan. Ini tidak seperti yang diharapkan. Oleh karena itu tindakan dilakukan pada siklus II. Hasil siklus II sebanyak 11 guru, dengan kata lain 68,7% guru memiliki kemampuan mengajar sangat memuaskan dan 31,3% guru dalam kategori memuaskan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan pendampingan yang intensif dapat meningkatkan kinerja mengajar guru.Kata kunci: Kinerja guru, pembelajaran, bimbingan intensif. ABSTRAKPendidikan di sekolah sangat terbantu oleh kualitas tenaga pendidik dan kependidikannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan pembimbingan intensif dan kegiatan inservice-training dan upgrading dalam meningkatkan kinerja mengajar guru sesuai tugas pokok dan fungsinya sebagai upaya mewujudkan visi dan misi yang sudah dirumuskan SD Negeri Cibangbay Kota Tasikmalaya. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah. Data yang digunakan untuk mendukung penelitian ini adalah penyusunan Rencana Persiapan Pembelajaran, pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar, hasil evaluasi belajar siswa, lembar observasi dan lembar pengawasan. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan tindakan sekolah selama dua siklus dengan empat tahap dalam setiap siklusnya, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan (observasi), dan refleksi. Hasil siklus I dari 16 orang guru kinerja mengajarnya termasuk kategori kurang memuaskan. Hal ini belum seperti yang diharapkan. Oleh karena itu dilakukan tindakan dalam siklus II. Hasil siklus II sebanyak 11 orang guru dengan kata lain 68,7% guru memiliki kemampuan mengajar sangat memuaskan dan sebanyak 5 orang guru atau 31,3% mengajar dengan kategori yang memuaskan. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa kegiatan pembimbingan intensif dapat meningkatkan kinerja mengajar guru. Hasil siklus II sebanyak 11 orang guru dengan kata lain 68,7% guru memiliki kemampuan mengajar sangat memuaskan dan sebanyak 5 orang guru atau 31,3% mengajar dengan kategori yang memuaskan. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa kegiatan pembimbingan intensif dapat meningkatkan kinerja mengajar guru. Hasil siklus II sebanyak 11 orang guru dengan kata lain 68,7% guru memiliki kemampuan mengajar sangat memuaskan dan sebanyak 5 orang guru atau 31,3% mengajar dengan kategori yang memuaskan. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa kegiatan pembimbingan intensif dapat meningkatkan kinerja mengajar guru.Kata Kunci: Kinerja guru, pembelajaran, pembimbingan intersif    
EKRANISASI NOVEL DUA GARIS BIRU KARYA LUCIA PRIANDARINI KE BENTUK FILM DUA GARIS BIRU KARYA GINA S. NOER DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA Syifa Anis Kurli; Sri Mulyati; Syamsul Anwar
Wahana Pendidikan Vol 7, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/wa.v7i2.3586

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this study was to examine the forms of ekranisasi novel Dua Garis Biru by Lucia Priandarini to the Dua Garis Biru movie by Gina S. Noer and the implications of learning in High School. This research only presents forms of plot and character ekranisasi in the novel to the film. This study uses a qualitative method. Descriptive method for describing the forms of ekranisasi in novels and films Dua Garis Biru. The data source used is the novel Dua Garis Biru by Lucia Priandarini and the film Dua Garis Biru by Gina S. Noer. The data are in the form of excerpts from the novel Dua Garis Biru by Lucia Priandarini and film Dua Garis Biru by Gina S. Noer. Data colletion uses reading, watching, and note techniques. Analysis of the results using descriptive analysis techniques with three steps, namely describing, analyzing data, and completing results. This research produces, updates, and changes the forms of ekranisasi from the novel to the film Dua Garis Biru. This research can be applied to Indonesia language learning specifically Indonesia Specialization in class XII second semester (even) with basic competence of 3,9 Analyzing novel content and linguistics, and 4.9 Designing novels or novels by paying attention to the contents and linguistics both oral and written.Keywords: Ekranisasi, Implications of learning, Movies and Novels Dua Garis BiruABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk meneliti bentuk-bentuk ekranisasi novel Dua Garis Biru Karya Lucia Priandarini ke bentuk film Dua Garis Biru Karya Gina S. Noer dan Implikasi Pembelajarannya di SMA. Penelitian ini hanya memaparkan bentuk-bentuk ekranisasi alur dan tokoh pada novel ke film. Pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Metode deskriptif untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk ekranisasi dalam novel dan film Dua Garis Biru. Sumber data yang digunakan adalah novel Dua Garis Biru Karya Lucia Priandarini dan Film Dua Garis Biru Karya Gina S. Noer. Wujud data berupa kutipan pada novel Dua Garis Biru Karya Lucia Priandarini dan Film Dua Garis Biru Karya Gina S. Noer. Pengumpulan data menggunakan teknik baca, tonton dan catat. Penyajian hasil analisis menggunakan teknik deskriptif analisis dengan tiga langkah, yaitu mendeskripsikan, menganalisis data, dan menyimpulkan hasilnya. Penelitian ini menghasilkan pengurangan, penambahan, dan perubahan bervariasi yang merupakan bentuk-bentuk ekranisasi dari novel ke film Dua Garis Biru. Penelitian ini dapat di implikasikan pada pembelajaran Bahasa Indonesia khususnya Bahasa Indonesia Peminatan kelas XII semester dua (genap) dengan kompetensi dasar yaitu 3.9 Menganalisis isi dan kebahasaan novel, dan 4.9 Merancang novel atau novelet dengan memerhatian isi dan kebahasaan baik secara lisan maupun tulis.Kata kunci: Ekranisasi, Novel dan Film Dua Garis Biru, Implikasi Pembelajaran
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBICARA SISWA KELAS IV SD NEGERI 2 SUKAMAJU KOTA TASIKMALAYA MELALUI PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR Cucu Damanix
Wahana Pendidikan Vol 8, No 1 (2021): Januari
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/wa.v8i1.4601

Abstract

ABSTRACTThis study aims to determine the speaking ability of fourth grade students of SD Negeri 2 Sukamaju Kota Tasikmalaya through the use of image media in learning. This research was conducted in the 2019/2020 school year with a sample of 29 students. The research method is classroom action research. Data collection through interviews, observation sheets, and tests. Based on the results of the study, there were significant changes in the students' speaking ability in each cycle. In the pre-cycle observation, only 3 students or 10.34% were categorized as quite fluent and proficient, daring to speak. Furthermore, in cycle I, 6 students or 20.68% were categorized as almost fluent and almost brave with sufficient voices. In the second cycle, 34.48% of the 10 students were categorized as almost fluent and brave with loud enough voices. At the end of the third cycle there were 15 students or 51.72% in the good category, 10 students or 34.48% in the enough category and 4 students or 13.79% in the poor category. The results showed that learning using image media helped and attracted students to speak in Indonesian which was applied by storytelling so as to improve students speaking skills.Keywords: speaking skills, image media, IndonesianABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengetahui kemampuan berbicara siswa kelas IV SD Negeri 2 Sukamaju Kota Tasikmalaya melalui penggunaan media gambar dalam pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan pada tahun pelajaran 2019/2020 dengan sampel sebanyak 29 orang siswa. Metode penelitian dengan penelitian tindakan kelas. Pengumpulan data melalui wawancara, lembar observasi, dan tes. Berdasarkan hasil penelitian terdapat perubahan signifikan kemampuan siswa dalam berbicara pada tiap siklus. Pada observasi prasiklus hanya 3 orang siswa atau 10,34% yang termasuk kategori cukup lancar dan cakap, berani untuk berbicara. Selanjutnya pada siklus I, 6 orang siswa atau 20,68% termasuk kategori hampir lancar dan hampir berani dengan suara cukup. Pada siklus II, 10 orang siswa 34,48% yang termasuk kategori hampir lancar dan berani dengan suara cukup keras. Diakhir siklus III mencapai 15 orang siswa atau 51,72% yang termasuk kategori baik, 10 orang siswa atau 34,48% kategori cukup dan 4 orang siswa atau 13,79% dalam kategori kurang. Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran dengan penggunaan media gambar membantu dan menarik minat siswa untuk berbicara dalam Bahasa Indonesia yang diaplikasikan dengan bercerita sehingga dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa.Kata Kunci: berbicara, media gambar, Bahasa Indonesia
KARAKTER TOKOH AIRA DALAM NOVEL PADA SENJA YANG MEMBAWAMU PERGI KARYA BOY CANDRA DAN IMPLIKASI PEMBELAJARANNYA Citra Mutiara Sari
Wahana Pendidikan Vol 7, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/wa.v7i2.3756

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this study is to describe the character of the character Aira in the novel In the Twilight That Takes You Away by Boy Candra and describe the implications of literary learning in high school. This study uses a qualitative method. Qualitative research methods are research that aims to find out the facts carried out for the subject of assessment, such as character, appreciation, motivation, action, holistically, as well as described in the spelling format. The characters and characters in the novel In the Twilight That Takes You Away by Boy Candra is Aira. Researchers examined the character of Aira based on the attitude of interest, desire, emotional and moral found in Aira through direct dialogue or sentences spoken by other figures about the character of Aira. There are three characters of attraction that are loving Gian, like black clothes or dark nuances, and like twilight. Then from the attitude of desire there are three characters namely wanting to get a scholarship to Japan, making peace with the past, and wanting to live life with Gian. From the emotional attitude there is one character that is still pictured in his past. Finally, the moral attitude that is mature in dealing with a thing, a woman who is smart, polite and kind, always respecting others, and caring about her grandmother's feelings.Keywords: Characters, novels, learning implications.ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan karakter tokoh Aira dalam novel Pada Senja yang Membawamu Pergi karya Boy Candra dan mendeskripsikan implikasi pembelajaran sastra di SMA. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Metode penelitian kualitatif adalah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui fakta yang dilakukan bagi subjek pengkajian, seperti karakter, apresiasi, motivasi, tindakan, secara holistic, serta diuraikan pada format ejaan. Tokoh dan penokohan dalam novel Pada Senja yang Membawamu Pergi karya Boy Candra adalah Aira. Peneliti menelaah karakter tokoh Aira berdasarkan sikap ketertarikan, keinginan, emosional dan bermoral yang terdapat pada Aira melalui dialog langsung maupun kalimat yang diucapkan oleh tokoh lain tentang karakter Aira. Terdapat tiga karakter dari sikap ketertarikan yaitu mencintai Gian, menyukai pakaian berwarna hitam atau berunuansa gelap, dan menyukai senja. Kemudian dari sikap keinginan terdapat tiga karakter yaitu ingin mendapatkan beasiswa ke Jepang, berdamai dengan masa lalu, dan ingin menjalani hidup bersama Gian. Dari sikap emosional terdapat satu karakter yaitu masih terbayang masa lalunya. Terakhir dari sikap bermoral yaitu dewasa dalam menyikapi suatu hal, wanita yang cerdas, sopan dan baik hati, selalu menghargai orang lain, dan peduli dengan perasaan Neneknya.Kata Kunci: Karakter Tokoh, novel, implikasi pembelajaran.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA PADA MATERI BANGUN RUANG MELALUI PEMANFAATAN ALAT PERAGA Tatang Tatang
Wahana Pendidikan Vol 8, No 1 (2021): Januari
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/wa.v8i1.4896

Abstract

ABSTRACTOne of the efforts to increase students' motivation, activeness, and interest in mathematics is by using teaching aids during on-going learning. The use of teaching aids can improve the quality of learning and help students understand the concept of the material being studied which will have an impact on increasing student learning outcomes. This study ha a purpose was to describe the increase in mathematics learning outcomes of grade VI SD Negeri Tamansari Kota Tasikmalaya on geometry through the use of teaching aids. This research is a classroom action research conducted on 19 grade students. The research was conducted in two cycles. Each cycle consists of stages of planning, action, observation, and reflection. The instruments used were tests and student observation sheets. Based on the results of the study, it was obtained that the average value of mathematics increased in the first cycle of students who met the Minimum Completion Criteria (KKM) as many as 5 students or 25% while the other 75% were not yet complete so the study continued to cycle II. In the second cycle student learning outcomes experienced a significant increase, namely 100% of students had achieved completeness. The average score of students also increased in the first cycle of 58.5, while the average score in the second cycle was 80. These results have met the established success criteria so that it can be said that the use of teaching aids in learning materials for geometry can improve the results. student learning.Keywords:     Learning Outcomes, Geometry, Teaching AidsABSTRAKSalah satu upaya guna meningkatan motivasi, keaktifan, dan minat siswa pada matematika yakni dengan menggunakan alat peraga pada saat pembelajaran belangsung. Penggunaan alat peraga mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dan membantu siswa dalam memahami konsep materi yang dipelajari yang akan berdampak pada meningkatnya hasil belajar siswa. Penelitian dilaksanakann bertujuan guna memberikan deskripsi peningkatan hasil belajar matematika siswa kelas VI SD Negeri Tamansari Kota Tasikmalaya pada materi bangun ruang dengan memanfaatkan alat peraga. Penelitian termasuk tindakan kelas dimana pelaksanaannya pada siswa kelas VI yang jumlahnya 19 orang. Pelaksanaan penelitian dilakukan dua siklus. Masing-masing siklus terdiri dari tahapan perencanaan (planning), tindakan (action), pengamatan (observation), dan refeleksi (reflection). Instrumen yang digunakan adalah tes dan lembar observasi siswa. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data nilai rata-rata matematika mengalami peningkatan pada siklus I siswa yang memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) adalah sebanyak 5 orang siswa atau sebesar 25% sedangkan 75% lainnya belum tuntas sehingga penelitian dilanjutkan ke siklus II. Pada siklus II hasil belajar siswa mengalami peningkatan yang signifikan yaitu 100% siswa sudah mencapai ketuntasan. Rata-rata nilai siswa juga mengalami peningkatan pada siklus I sebesar 58,5 sedangkan perolehan nilai rata-rata pada siklus II sebesar 80. Hasil tersebut sudah memenuhi kriteria keberhasilan yang ditetapkan sehingga dapat dikatakan bahwa penggunaan alat peraga pada pembelajaran materi bangun ruang dapat meningkatkan hasil belajar siswa.Kata Kunci:    Hasil Belajar, Materi Bangun Ruang, Alat Peraga
CITRA PEREMPUAN JAWA DALAM NOVEL GARIS PEREMPUANKARYA SANIE B. KUNCORO DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA Alfi Nur Afidah; Tri Mulyono; Afsun Aulia Nirmala
Wahana Pendidikan Vol 7, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/wa.v7i2.3588

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this study was to describe the image of Javanese women contained in the novel Garis Perempuan by Sanie B. Kuncoro and the implications of learning the image of Javanese women "towards learning Indonesian in" high school. The research method used is a descriptive qualitative method. The data is identified based on the type of image of women, namely in physical aspects, psychological, in the family, and in society. Data collection techniques using literature review with data analysis using informal techniques. The results showed that the novel contained images of Javanese women depicted by Mbok Warsi, Yu Rah, Bunda Tawangsri, and Bunda Masari consisting of images of Javanese women in physical having beautiful faces, attractive appearance, and inexpensive smile. In the psychological of being patient, loyal, always thinking positive, thorough and diligent, and accepting. In families simple, strong and unyielding character, th spirit provides motivation, clever, and obedient. In society, as Javanese women who are obedient to the prevailing traditions or customs, have courtesy, and are generous. Implicate the results of research in the novel in learning Indonesian in high school class XII on enjoying novels with basic competencies 3.9 analyzing the content and language in the novel.Keywords:The image of Javanese Women, the Novel Garis Perempuan, the Implications of Language Learning.ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsi citra perempuan Jawa yang terdapat dalam novel Garis Perempuan karya Sanie B. Kuncoro dan untuk mendeskripsi implikasi pembelajaran citra perempuan Jawa dalam novel Garis Perempuan terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data berupa novel Garis Perempuan karya Sanie B. Kuncoro dengan wujud data berupa kata, frasa, klausa, dan kalimat. Wujud data diidentifikasi berdasarkan jenis citra perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik kasian pustaka. Teknik analisis data menggunakan teknik informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Garis Perempuan terdapat citra perempuan Jawa yang terdiri dari citra perempuan Jawa dalam aspek fisik yang digambarkan oleh tokoh Mbok Warsi, Yu Rah, Bunda Tawangsri, dan Bunda Masari memiliki wajah yang cantik, berpenampilan menarik, dan murah senyum. Dalam aspek psikis memiliki sifat sabar, setia, berpikir positif, teliti dan rajin, serta menerima. Dalam keluarga memiliki karakter sederhana, kuat dan pantang menyerah, semangat memberikan motivasi, pandai, serta penurut. Dalam masyarakatsebagai perempuan Jawa yang patuh terhadap tradisi yang berlaku, memiliki sopan satun, dan dermawan. Implikasi hasil penelitian dalam novel Garis Perempuandapat digunakan dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMA kelas XII pada materi menikmati novel kompetensi dasar 3.9 menganalisis isi dan kebahasaan dalam novel.Kata Kunci: Citra Perempuan Jawa, Novel Garis Perempuan,Implikasi Pembelajaran Bahasa. 
PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL STRATEGI REACT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SISWA Aen Nurul Aen
Wahana Pendidikan Vol 8, No 1 (2021): Januari
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/wa.v8i1.4423

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this study was to determine the application of contextual learning REACT strategy to improve student achievement in social studies subjects in class V SD Negeri Karangtengah, Kota Tasikmalaya. The method used in this research is Classroom Action Research. This rerearch procedures include determining the focus of the problem, planning actions, implementing actions, observation and interpretation, analysis and reflection. The instruments used in this study were the observation sheets and tests. The results of data analysis showed that in the first cycle the average student learning outcomes were 64.23 with learning completeness of 64.23% or as many as 16 students. In the application of cycle II the average student learning outcomes is 80.62 with student learning completeness of 88.46% or as many as 23 students. The increase in student learning outcomes is seen from the difference in the average value of the first cycle and the second cycle, namely 16.38, while the learning completeness increases by 26.92%. This means that contextual learning of the REACT strategy can be applied and can improve student social studies learning outcomes.Keywords:   contextual learning, REACT strategy, student achievementABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengetahui penerapan pembelajaran kontekstual strategi REACT untuk meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS di kelas V SD Negeri Karangtengah Kota Tasikmalaya. Metode penelitian ini berupa Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Prosedur PTK mencakup penetapan fokus permasalahan, perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan diikuti dengan observasi dan interpretasi, analisis dan refleksi. Instrumen yang digunakan dalam PTK ini adalah lembar observasi dan tes. Hasil analisis data menunjukkan siklus I rata-rata hasil belajar siswa adalah 64,23 dengan ketuntasan belajar sebesar 64,23% atau sebanyak 16 orang siswa, sedangkan pada penerapan siklus II rata-rata hasil belajar siswa adalah 80,62 dengan ketuntasan belajar siswa sebesar 88,46% atau sebanyak 23 orang siswa. Peningkatan hasil belajar siswa dilihat dari selisih nilai rata-rata siklus I dan siklus II yaitu 16,38 sedangkan pada ketuntasan belajar meningkat sebesar 26,92%. Hal ini dapat diartikan bahwa pembelajaran kontekstual strategi REACT mampu diterapkan dan dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa.Kata Kunci: Pembelajaran Kontekstual, Strategi REACT, Prestasi Belajar
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARN EXAMPLE NON EXAMPLE UNTUK MENINGKATKAN RASA INGIN TAHU DAN PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK TEMA 7 DI KELAS V SD NEGERI 3 KOTAYASA Riyan Widiya Wati; Dhi Bramasta; Sony Irianto
Wahana Pendidikan Vol 7, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/wa.v7i2.3757

Abstract

ABSTRACTThe learning process in the 2013 curriculum is a student center or learning centered on students, where students are required to be more active in learning, and the task of the teacher in the 2013 curriculum is to become a facilitator. Active in learning shows that students have a high curiosity so that they can answer and express their own ideas. The emergence of high curiosity makes students understand information clearly.This study aims to determine the increase in curiosity and student learning achievement with the Non Non Example learning model on theme 7 (Events in Life) in class V SD Negeri 3 Kotayasa. This type of research uses Classroom Action Research (CAR) conducted in 2 cycles. The research subjects were 21 students. the data collected is curiosity and student learning achievement.The results showed that: first, the application of the Example Non Example learning model can increase students' curiosity as seen from the classical percentage acquisition of cycle I namely 4,5% with the criteria pretty good and has increased to 6,8% in the second cycle with the criteria very good. Secondly, the application of the Example Non Exampe learning model can improve student learning achievement seen from the acquisition of the average value of the first cycle namely 57,15% by completing learning pretty good and increasing to 83,5% by completing learning very good in the second cycle so that indicators of success research reached.Keywords: Curiosity, Learning achievement, Example Non Example learning model.ABSTRAKProses pembelajaran pada Kurikulum 2013 adalah student center atau pembelajaran berpusat pada peserta didik, dimana peserta didik dituntut untuk lebih aktif dalam pembelajaran, dan tugas guru di dalam Kurikulum 2013 adalah menjadi seorang fasilitator. Keaktifan dalam pembelajaran menunjukkan bahwa peserta didik memiliki rasa ingin tahu yang tinggi sehingga dapat menjawab dan mengemukakan gagasannya sendiri. Munculnya rasa ingin tahu yang tinggi membuat peserta didik memahami informasi secara jelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan rasa ingin tahu dan prestasi belajar peerta didik dengan model pembelajaran Example Non Examplepada tema 7 (Peristiwa dalam Kehidupan) di kelas V SD Negeri 3 Kotayasa. Jenis penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam 2 siklus. Subjek penelitian berjumlah 21 peserta didik. data yang dikumpulkan adalah rasa ingin tahu dan prestasi belajar peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, penerapan model pembelajaran Example Non Exampledapat meningkatkan rasa ingin tahu peserta didik dilihat dari perolehan persentase klasikal siklus I yaitu 4,5% dengan kriteria Cukup Baik dan mengalami peningkatan menjadi 6,8% di siklus II dengan kriteria Sangat Baik. Kedua, penerapan model pembelajaran Example Non Exampedapat meningkatkan prestasi belajar peserta didik dilihat dari perolehan rata-rata nilai siklus I yaitu 57,15% dengan ketuntasa belajar Cukup Baik dan meningkat menjadi 83,5% dengan ketuntasan belajar Sangat Baik pada siklus II sehingga indikator keberhasilan penelitian tercapai.Kata kunci: Rasa ingin tahu, Prestasi belajar, Model pembelajaran Example Non Example.
DAMPAK LATIHAN BOX JUMP DENGAN TUCK JUMP TERHADAP POWER TUNGKAI Ikhwan Khalid; Hendra Rustiawan
Wahana Pendidikan Vol 7, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/wa.v7i2.3303

Abstract

ABSTRACTThe Purpose of this research was to know the impact of box jump exercises with tuck jump against increased power limbs. The use of research methods was pre experimental design. The research design used was two group pretest-posttest design. The population were a joined in extracurricular of 3 High School Bolavoli, Ciamis, Indonesia. The totaling were 26 participants. Sampling techniques used a total sampling. The Instrument used was Sergeant Jump Test. Data analysis used the paired sample T-Test and Independent sample T-Test , the results of the studied were as follows: 1. There was a significant influence of box jump exercises against the enhancement of power limbs with a probability value (sig.) 0.000 < 0.05, 2. There was a significant influence of Tuck jump exercises against increased power limbs with probability value (sig.) 0.000 < 0.05, the conclusion was a box jump exercise was better compared to the tuck jump Exercises for the development of power limbs on volleyball players and the results of this study are expected to be one of the power leg Exercise program recommendations.Keywords: Jump, Plyometric, PowerABSTRAKTujuan penelitian ini untuk mengetahui dampak latihan box jump dengan tuck jump terhadap peningkatan power tungkai. Metode penelitian yang digunakan adalah pre experimental design. Desain penelitian yang digunakan adalah two group pretest-posttest design. Populasinya adalah tim bola voli SMA Negeri 3 Kabupaten Ciamis yang berjumlah 26 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrument yang digunakan adalah sergeant jump test. Analisis data menggunakan paired sample t test dan independent sample t-test, hasil penelitian adalah sebagai berikut: 1.Terdapat pengaruh yang signifikan latihan box jump terhadap peningkatan power tungkai dengan nilai probabilitas (sig.) 0.000 < 0.05, 2.Terdapat pengaruh yang signifikan latihan tuck jump terhadap peningkatan power tungkai dengan nilai probabilitas (sig.) 0.000 < 0.05, Kesimpulannya adalah latihan box jump lebih baik dibandingkan dengan latihan tuck jump untuk pengembangan power tungkai pada pemain bola voli dan hasil penelitin ini diharapkan menjadi salah satu rekomendasi program latihan power tungkai.Kata Kunci: Jump, Pliometrik, power