cover
Contact Name
Asep Amam
Contact Email
jurnalwahanapendidikan@gmail.com
Phone
+6285220520401
Journal Mail Official
jurnalwahanapendidikan@gmail.com
Editorial Address
Jln. R.E. Martadinata No. 150 Tlp. (0265) 772192
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Wahana Pendidikan
Published by Universitas Galuh
ISSN : 23552425     EISSN : 27156796     DOI : 10.25157
Core Subject : Education,
Jurnal Wahana Pendidikan merupakan Jurnal Ilmiah Nasional yang memuat artikel penelitian (research article) di bidang pengembangan proses pembelajaran, praktikum, pengembangan bahan ajar, peningkatan kompetensi guru, dan pengembangan manajemen sekolah. Jurnal Wahana Pendidikan diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun (Januari dan Agustus). P-ISSN: 2355-2425 dan E-ISSN : 2715-6796 Wahana Pendidikan is a high-quality open access peer-reviewed research journal published by the Teaching and Education Faculty of Galuh University (UNIGAL). Wahana Pendidikan provides a platform that welcomes and recognizes high-quality original empirical research articles on education written by researchers, academics, professionals and practitioners from around the world.
Articles 316 Documents
PENERAPAN BIMBINGAN TERSTRUKTUR SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU MATEMATIKA DALAM MELAKSANAKAN PTK (PENELITIAN TINDAKAN SEKOLAH DI SMP NEGERI 2 TASIKMALAYA) Nahidah, Dadah
Wahana Pendidikan Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.032 KB) | DOI: 10.25157/wa.v4i2.746

Abstract

Guru merupakan salah satu tenaga kependidikan yang mempunyai peran sebagai salah satu faktor penentu keberhasilan tujuan pendidikan, karena guru yang langsung bersinggungan dengan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran sesuai  tugas utama yaitu mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik. Salah satu kompetensi profesional adalah meningkatkan kualitas pembelajaran melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Kenyataannya masih banyak guru matematika SMP Negeri 2 Kota Tasikmalaya yang belum memahami pelaksanaan PTK.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan bimbingan terstruktur oleh kepala sekolah dalam meningkatkan kemampuan PTK guru Matematika SMP Negeri 2 Kota Tasikmalaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penemuan. Penelitian tindakan sekolah ini dilakukan pada guru matematika SMP Negeri 2 Tasikmalaya. Dalam penelitian ini penulis berkolaborasi dengan seorang pengawas satuan pendidikan tersebut.Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan bimbingan terstruktur dapat meningkatkan kemampuan guru-guru Matematika dalam melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas, hal ini terlihat dari indikator keberhasilan yang menunjukkan adanya peningkatan dari berhasil ke sangat berhasil untuk perumusan judul PTK dan dari kurang berhasil ke cukup berhasil untuk Laporan PTK. Implikasinya kepala sekolah diharapkan menggunakan metoda bimbingan terstruktur sebagai salah satu solusi ketika membimbing guru melaksanakan PTK dan terus mendorong dan memotivasi guru-guru untuk melaksanakan PTK baik dalam bentuk materi maupun non materi, waktu melakukan pembimbingan hendaknya dicari waktu yang luang dan pertemuan yang teratur supaya proses pembimbingan berjalan lebih baik, guru matematika perlu mengembangkan PTK untuk memperbaiki proses pembelajaran, tetapi perlu juga diperhatikan waktu supaya kegiatan pembelajaran tidak terbengkalai dan guru secara umum perlu terus-menerus membaca literatur baik dari buku-buku maupun internet.
MENINGKATKAN KEMAMPUANMEMBACA PUISI (SAJAK) DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING PADA SISWA KELAS X IPA 2 SMA N 1 KAWALI Iskandar, Ishak
Wahana Pendidikan Vol 6, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4485.89 KB) | DOI: 10.25157/wa.v6i2.3053

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan model pembelajar kemampuan siswa kelas X IPA 2 SMA N 1 Kawali  dalam membaca puisi (sajak) dengan menggunakan model pembelajaran discovery learning. Model penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas / PTK. Prosedur PTK (Penelitian Tindakan Kelas) ini dilaksanakan atas dasar tahapan-tahapan sebagai berikut: merencanakan PTK, melaksanakan PTK, melaksanakan observasi, dan melakukan refleksi. Penelitian ini berlangsung dalam Pra Siklus dan dua siklus yaitu Siklus 1 dan siklus 2. Peneliti melihat adanya peningkatan dalam jumlah prosentase siswa yang mendapat nilai di atas KKM. Pada tingkatan pra siklus prosentasenya adalah 7,5%. Pada siklus 2 jumlahnya menjadi 100%. Peneliti menghitung peningkatan jumlah siswa yang mendapat nilai di atas KKM sebesar 92,5%. Sedangkan untuk prosentase pemahaman materi pada tindakan pra siklus adalah 61%. Diakhir siklus 2, jumlah ini meningkat menjadi 85%. Ini berarti bahwa total peningkatan yang terjadi pada prosentase penguasaan materi adalah sebesar 69,5%. Pada aspek keterampilan menunjukan indikator intonasi (lentong) dari pra siklus (60%) menjadi (88,5%) terjadi peningkatan (28,5%), vokal dari pra siklus (61%) menjadi (88%) terjadi peningkatan (27%), Mimik (pasemon) dari prasiklus (64%) menjadi (82%) terjadi peningkatan (18%), penghayatandari prasiklus (64%) menjadi (85%) terjadi peningkatan (21%) dan nyangkem naskah dari pra siklus (65%) menjadi (86%) terjadi peningkatan (21%). Secara keseluruhan indikator membaca puisi (sajak)  pada aspek keterampilan menunjukan adanya peningkatan dari tiap tindakan prasiklus sampai siklus 2. Sedangkan pada aspek pengetahuan menunjukan bahwa indikator tema dari pra siklus (64%) menjadi (77%) terjadi peningkatan (23%), Amanat dari pra siklus (56%) menjadi (88%) terjadi peningkatan (32%), Rasa pra siklus (56%) menjadi (87%), terjadi peningkatan (18%), dan Nada pra siklus (60%) menjadi (86%) terjadi peningkatan (26%). Secara keseluruhan indikator materi puisi pada aspek pengetahuan menunjukan adanya peningkatan dari tiap tiap tindakan pra siklus sampai siklus 2. Berdasarkan hasil penelitian tersebut peneliti menyimpulkan bahwa model pembelajaran discovery learning berhasil meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca puisi (sajak). Kata Kunci:  Kemampuan, Membaca Puisi (Sajak),  Model Pembelajaran                          Discovery Learning
PENERAPAN COOPERATIF LEARNING TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PERSAMAAN GARIS LURUS Hasanah, Lilis Titin
Wahana Pendidikan Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.142 KB) | DOI: 10.25157/wa.v5i2.1524

Abstract

Pelaksanaan pembelajaran matematika selama ini masih dilaksanakan secara konvensional seperti ekspositori atau ceramah sehingga anak cenderung pasif dan hanya menerima materi saja, anak kurang aktif dan tidak terlibat langsung dalam proses pembelajaran sehingga hasil yang dicapai kurang memuaskan. ?Guru sering kecewa melihat hasil ulangan pada pembelajaran materi Persaman Garis Lurus dengan rata-rata nilai 64,33, karena kriteria ketuntasan minimal matematika di Kelas VIII-A SMP Negeri 15 Tasikmalaya sebesar 75?. Berdasarkan temuan di lapangan tersebut, ternyata selama ini pembelajaran matematika kurang dapat mengaktifkan siswa dan kurang menantang, siswa hanya menerima informasi, siswa tidak terlibat langsung dalam proses pembelajaran dan tidak dilibatkan dalam menemukan sendiri dalam menentukan persaman garis lurus. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil belajar baik latihan di sekolah maupun di rumah umumnya. Salah satu faktor penyebab masalah di atas diantaranya guru belum menggunakan metode yang tepat, sehingga proses pembelajaran kurang efektif dan efisien, serta pengaruh karakteristik siswa. Tujuan penelitian ini secara umum yaitu untuk meningkatkan prestasi atau hasil pembelajaran matematika dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran materi Persaman Garis Lurus di Kelas VIII-A SMP Negeri 15 Tasikmalaya rangpari melalui penerapan cooperatif learning tipe team assisted individualization. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Simpulan penelitian, adalah hasil belajar siswa setelah menggunakan cooperatif learning tipe team assisted individualization dalam pembelajaran matematika tentang materi persaman garis lurus melalui cooperatif learning tipe team assisted individualization mengalami peningkatan, pada siklus I rata-rata nilai siswa sebesar 63, pada siklus II meningkat menjadi 78,25.
MODEL INOVASI PENDIDIKAN DENGAN STRATEGI IMPLEMENTASI KONSEP “DARE TO BE DIFFERENT” Kusnandi, Kusnandi
Wahana Pendidikan Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.724 KB) | DOI: 10.25157/wa.v4i1.391

Abstract

Dalam menghadapi perubahan kehidupan di berbagai aspek yang semakin cepat dan semakin rumit serta sulit diprediksi, inovasi pendidikan harus menjadi prioritas penting dan genting karena pendidikan masih dijadikan penopang utama peningkatan kualitas sumber daya manusia. Model inovasi pendidikan di Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia masih cenderung lebih dominan menggunakan startegi?top-down model? yaitu inovasi pendidikan yang dikembangkan dari atas oleh pihak penentu kebijakan dari tingkat pusat, untuk dilaksanakani secara imperatip hingga ke tingkat insitusi pendidikan yang paling bawah, hal ini akan membuat tenaga pendidik dan tenaga kependidikan kreatifitasnya menjadi tumpul. Dengan demikian inovasi pendidikan mestinya diimbangi dengan strategi ?bottom-up model? yaitu model inovasi pendidikan yang dikembangkan dari bawah, yang bersumber dari hasil kreatifitas tenaga pendidikan dan tenaga kependidikan di setiap institusi pendidikan yang dilaksanakan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan. Agar inovasi pendidikan dapat berjalan lebih cepat dari berbagai perubahan lainnya, perlu dicari berbagai model dan strategi yang lebih ampuh melalui berbagai pendekatan ilmiah.Model inovasi pendidikan dengan strategi implementasi konsep?Dare to be different? merupakan suatu konsep yang digunakan untuk memotivasi para penyelenggara pendidikan dalam melakukan inovasi pendidikan dengan tidak mempertentangkan berbagai model dan strategi inovasi pendidikan yang sudah ada. Model ini lebih menitikberatkan pada internalisasi semangat dalam melakukan inovasi pendidikan, khususnya oleh para pendidik. Dare to be different artinya berani tampil beda, maka mulailah dengan kata dare yang merupakan singkatan dari kata dream, attitude, relatioship, dan excellence. Kata Kunci: Inovasi pendidikan, dare to be different
PENGGUNAAN METODE EKSPERIMEN UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA TENTANG FOTOSINTESIS Ambaryati, Iis Rosidah
Wahana Pendidikan Vol 6, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3358.961 KB) | DOI: 10.25157/wa.v6i2.2971

Abstract

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa banyak peserta didik yang cenderung menjadi malas berpikir secara mandiri. Cara berpikir yang dikembangkan dalam kegiatan belajar belum menyentuh domain afektif  dan psikomotor.  Berdasarkan hasil observasi awal diketahui bahwa pencapaian hasil belajar IPA tentang Fotosintesis selama ini masih rendah.  Nilai rata-rata kelas VII-D SMP Negeri 3 Tasikmalaya pada tahun sebelumnya baru mencapai 60,7.  Nilai tes harian siswa menunjukkan hanya 40% siswa Kelas VII-D yang memperoleh nilai ≥ 75. Hasil ulangan tersebut masih rendah jika dibandingkan dengan kriteria ketuntasan belajar, yaitu 75. Rendahnya hasil belajar siswa tersebut, disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain: (1) Metode yang digunakan oleh guru hanyalah metode ceramah, sehingga siswa merasa jenuh, diskusi kurang menarik karena bersifat teoritis; (2) Siswa tidak pernah diberi pengalaman langsung ; (3) Pemberian tugas belum teratur dan tidak disertai dengan pemberian resitasi, (4) Faktor keterlibatan siswa yang belum optimal disebabkan karena terbatasnya waktu kegiatan pembelajaran. Tujuan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini secara umum adalah untuk memperoleh data tentang rencana pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran mengenai penggunaan metode eksperimen untuk meningkatkan prestasi belajar siswa pada pembelajaran IPA tentang Fotosintesis di Kelas VII-D SMP Negeri 3 Tasikmalaya.Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yaitu bentuk penelitian tindakan yang langsung dilaksanakan di kelas. Jumlah siswa sebagai subjek penelitian sebanyak 35 orang terdiri dari 18 orang siswa laki-laki dan 17 siswa perempuan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Kemampuan guru dalam penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) mengalami perbaikan dan peningkatan. kemampuan guru dalam pelaksanaan proses pembelajaran mengalami perbaikan dan peningkatan pada setiap tindakan pembelajaran. Prestasi belajar siswa setelah penggunaan metode eksperimen pada pembelajaran IPA tentang Fotosintesis di Kelas VII-D SMP Negeri 3 Tasikmalaya, pada siklus I memperoleh nilai rata-rata sebesar 76,58, pada siklus II sebesar 83,95. Hal ini dapat diartikan bahwa pembelajaran IPA tentang Fotosintesis dengan penggunaan metode eksperimen, selain berpengaruh terhadap rencana dan pelaksanaan pembelajaran, juga berpengaruh terhadap prestasi belajar
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS CERPEN DENGAN MENERAPKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE BANTUAN INDIVIDU DALAM KELOMPOK KELAS IX-B SMP NEGERI 20 TASIKMALAYA Suryani, Neni
Wahana Pendidikan Vol 6, No 1 (2019): Januari
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/wa.v6i1.2026

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe bantuan individu dalam kelompok  dalam upaya meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis cerpen.Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas ( PTK ) dengan melakukan dua siklus tindakan, yang pada setiap siklus dilakukan melalui tahapan yaitu perencanaan (planning), pelaksanaan (acting), observasi (observation), refleksi (reflecting). Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi kepada siswa dan observasiguru,tes hasil belajar dan pengisian angket. Hasil penelitian menunjukan bahwa Proses belajar terjadi peningkatan rata –rata skor 45 pada pra siklus  menjadi 51 pada siklus 1 atau meningkat 6 atau 9 %. Proses pembelajaran makin meningkat pada siklus 2 dengan peningkatan rata-rata skor menjadi 60 atau dengan kata lain meningkat 9 atau 15%. Penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe bantuan individu dalam kelompok juga terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siawa dalam menulis cerpen, peningkatan rata-rata skor dari 57,62 pada pra tindakan menjadi 71,75 pada siklus 1 atau dengan kata lain hasil belajar siswa meningkat 14,13 atau 32,5 %. Hasil belajar siswa dalam pembelajaran makin meningkat pada siklus 2 dengan peningkatan rata-rata menjadi 78,46 atau dengan kata lain meningkat 6,71 atau 35%. Demikian pula siswa merespon dengan baik penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe bantuan individu dalam kelompok.Hal ini dibuktikan dari hasil pengamatan terhadap aktivitas siswa yang menunjukkan bahwa aktivitas siswa dalam kegiatan proses pembelajaran melalui tindakan penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe bantuan individu dalam kelompok pada pertemuan dan siklus ke siklus menunjukkan kemajuan dan peningkatan. Aktivitas siswa pada siklus I pertemuan ke-1 sebesar  76,37 meningkat sebesar 5,62.% menjadi 16,13 .% pada siklus  2.
ANALISIS PENGEMBANGAN KURIKULUM PJKR S1 UNIVERSITAS GALUH Kardani, Gani
Wahana Pendidikan Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.376 KB) | DOI: 10.25157/wa.v4i1.384

Abstract

Banyak faktor yang dapat menunjang keberhasilan suatu proses pendidikan salah-satunya  adalah  pengembangan kurikulum yang erat kaitan dengan mahasiswa, karakeristik kurikulum dan propesional dosen. Adapun tujuan penelitian ini  untuk meng-analisis profil mahasiswa PJKR S1  FKIP UNIGAL, gambaran karakteristik kurikulum PJKR S1 FIK UNIGAL, serta mata kuliah yang sangat penting di kuasai untuk bekal menjadi seorang guru pendidikan jasmani . Penelitian ini termasuk jenis penelitian survey. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa program studi PJKR S1  FIK UNIGAL dengan jumlah sampel penelitian 50 orang yang dipilih secara random sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis dengan menggunakan persentase.Berdasarkan dari hasil analisis data, maka penelitian ini menyimpulkan bahwa kesenangan para mahasiswa untuk berolahraga sewaktu masih duduk di bangku sekolah sebanyak 90%, menjadi modal mereka untuk mengikuti perkuliahan khususnya dalam mata kuliah praktek yang persentasenya sekitar 60%. Gambaran karakteristik kurikulum PJKR S1  FIK UNIGAL yang lebih dominan adalah mata kuliah praktek cabang olahraga yang berorientasi kepada pendekatan metode bermain melalui modifikasi peraturan dan sarana prasarana. Mata kuliah yang sangat penting di kuasai untuk bekal menjadi seorang guru pendidikan jasmani  yakni lebih dominan memilih mata kuliah yang berkaitan langsung dengan karakteristik Kurikulum yang ada disekolah . Kata kunci:    Analisis, pengembangan, kurikulum, dan pendidikan jasmani.
MENGGUNAKAN PERMAINAN 3 ON 3 DAPAT MENINGKATKAN KETERAMPILAN PASSING BAWAH BOLAVOLI SISWA SISWA KELAS IX-C SMP NEGERI 15 TASIKMALAYA Sapari, Heri Moch
Wahana Pendidikan Vol 6, No 1 (2019): Januari
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/wa.v6i1.2050

Abstract

Penelitian  ini  dilatarbelakangi  oleh  masih  rendahnya  keterampilan passing bawah  bolavoli  peserta  didik  di  kelas  IX-C SMP Negeri 15 Tasikmalaya. Penelitian  ini  bertujuan untuk  mengetahui  peningkatan apakah  permainan 3 on 3dapat meningkatakan keterampilan passing bawah bolavoli pada siswa kelas IX-C SMP Negeri 15 Tasikmalaya. Penelitian  ini  adalah  penelitian  tindakan  kelas  (classroom  action  research) yang  dilakukan  secara  kolaboratif  dan  partisipatif.  Desain  penelitian  ini menggunakan Model  Kurt  Lewin  dalam  2  siklus  terdiri  dari  perencanaan, pelaksanaan & observasi, dan refleksi. Sampel penelitian meliputi siswa kelas IX-C yang berjumlah 36 siswa di SMP Negeri 15 Tasikmalaya. Fokus penelitian adalah  meningkatkan keterampilan passing  bawah.  Teknik  pengumpulan  data melalui tes perbuatan. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Keterampilan  Passing Bawah Bolavoli Menggunakan  Permainan 3  On  3 Untuk  Siswa  Kelas  IX-CSMP Negeri 15 Tasikmalaya mengalami  peningkatan,  yaitu  dari Hasil  tes siklus  I  diperoleh  sebanyak  8  siswa  (32,26%)  tuntas  belajar,  dan 18 siswa  atau 67,74% belum tuntas belajar. Kemudian pada hasil tes siklus  II menunjukkan 24siswa  (93,55%)  tuntas  belajar  dan  2  siswa  atau  6,45%  belum  tuntas  belajar. Berdasarkan  hasil  rerata  yang  diperoleh  tersebut  dapat  dikatakan  terjadi  peningkatan  20,18%  pada  siklus  II  dari  siklus  I.  Dengan  demikian  dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan permainan 3 on 3dapat meningkatkan proses pembelajaran dan kemampuan passing bawah bola voli siswa kelas IX-C SMP Negeri 15 Tasikmalaya.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING TENTANG HAK ASASI MANUSIA Nurkhasanah, Nurkhasanah
Wahana Pendidikan Vol 5, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.853 KB) | DOI: 10.25157/wa.v5i4.1548

Abstract

Kenyataan di lapangan, khususnya di Kelas VII-A SMP Negeri 15 Tasikmalaya, ada yang masih belum paham pada materi hak asasi manusia. Kurang pemahaman siswa dalam proses pembelajaran tersebut, akibat dari masih kurang adanya upaya dalam memotivasi siswa dalam memahami hak asasi manusia. Kurangnya pemahaman siswa dalam mata pelajaran PKN pada materi hak asasi manusia, berdasarkan hasil observasi awal bahwa nilai ulangan siswa Kelas VII-A  SMP Negeri 15 Tasikmalaya  menunjukkan dari jumlah siswa 26 orang hanya memperoleh nilai rata-rata sebesar 66. Artinya taraf pemahaman siswa tentang materi hak asasi manusia  hanya sebesar 66, masih kurang dari KKM mata pelajaran PKN kelas VII yaitu sebesar 75. Hal ini, karena materi yang disampaikan hanya secara verbalisme tentu akan menyulitkan bagi siswa, dan tentunya hal ini perlu ada pemecahannya, salah satunya menggunakan model pembelajaran Student Facilitator And Explaining. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data hasil pelaksanaan pembelajaran dalam meningkatkan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran Student Facilitator And Explaining tentang  hak asasi manusia  pada mata pelajaran PKN di Kelas VII-A  SMP Negeri 15 Tasikmalaya. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian tindakan kelas (PTK).  Objek penelitian adalah siswa Kelas VII-A  SMP Negeri 15 Tasikmalaya (N= 26). Simpulan yang diperoleh berdasarkan pembahasan hasil penelitian ini adalah: (1) Hasil belajar siswa setelah menggunakan model pembelajaran student facilitator and explaining tentang hak asasi manusia pada pembelajaran PKN di Kelas VII-A SMP Negeri 15 Tasikmalaya pada setiap siklus diperoleh data bahwa pada tindakan pertama nilai rata-rata sebesar 71,7, pada tindakan kedua sebesar 79,4. Hal ini dapat diartikan bahwa pembelajaran PKN melalui model pembelajaran student facilitator and explaining, selain berpengaruh terhadap rencana dan pelaksanaan pembelajaran, juga berpengaruh terhadap peningkatkan hasil belajar siswa tentang hak asasi manusia  di kelas VII-A SMP Negeri 15 Tasikmalaya.
PERBEDAAN PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TALKING STICK DAN TIPE ROLE PLAYING TERHADAP AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA (Penelitian pada Sub Konsep Sistem Ekskresi Manusia di Kelas XI SMAN 1 Ciamis) Purwati, Meilani; Toto, Toto; Afifi, Ruhana
Wahana Pendidikan Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.958 KB) | DOI: 10.25157/wa.v5i1.930

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick dan Role Playing terhadap aktivitas dan hasil belajar kognitif siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Ciamis dengan metode Quasy experiment dan desain Two Group Pretest Post Test. Populasi penelitian ini adalah 298 siswa. Sampel penelitian ini diambil 2 kelas dengan sampling purposive,  yaitu kelas XI IPA 1 berjumlah 43 siswa sebagai kelas eksperimen pertama menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick dan kelas XI IPA 4 berjumlah 42 siswa sebagai kelas eksperimen kedua menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Role Playing. Pengumpulan data diperoleh melalui lembar observasi dan teknik test. Aktivitas belajar siswa diuji menggunakan uji wilcoxon, dan hasil belajar kognitif siswa diuji menggunakan uji beda dua rata-rata (uji t).  Hasil analisis data dari uji wilcoxon untuk aktivitas belajar siswa yaitu   < (α = 5 %) (42), (20 <  298,45). Uji hipotesis untuk hasil belajar kognitif siswa yaitu bahwa  >  (4,66 > 1,99), sehingga Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Talking Stick berpengaruh terhadap aktivitas dan hasil belajar kognitif siswa.Kata kunci : Talking Stick,  Role Playing, Aktivitas, Hasil Belajar Kognitif Siswa

Page 11 of 32 | Total Record : 316