cover
Contact Name
Teguh Wibowo
Contact Email
jec@walisongo.ac.id
Phone
+6285640307383
Journal Mail Official
jec@walisongo.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. Hamka Km. 02 Semarang, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Educational Chemistry (JEC)
Core Subject : Science, Education,
Journal of Educational Chemistry (JEC) is a journal managed by Program Studi Pendidikan Kimia Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang (the Chemistry Education Department of Science and Technology Faculty, Walisongo State Islamic University). This Journal aims to accommodate all the writings of theoretical studies and research in the field of chemical education. This journal is published twice a year. Researchers and educational practitioners are welcome to disseminate their writings through this journal. Scope of writings published in this journal include: Learning chemistry Evaluation of chemistry education Chemistry education policy Integrating islamic value in chemistry education
Articles 133 Documents
Pengaruh Model Problem Based Learning Terintegrasi STEM terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Ariyatun Ariyatun; Dissa Feby Octavianelis
Journal of Educational Chemistry (JEC) Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Chemistry Education Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jec.2020.2.1.5434

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model problem based learning terintegrasi STEM terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Metode penelitan menggunakan control group pretest-postest design. Analisis data menggunakan uji uji N-gain untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa dan uji t untuk mengetahui pengaruh model problem based learning terintegrasi STEM terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Sampel dalam penelitian ini diperoleh dengan teknik cluster random sampling dari populasi seluruh siswa SMA N 1 Weleri. Hasil uji N-gain kelas eksperimen sebesar 0,56 (skategori sedang) lebih tinggi dari pada kelas kontrol sebesar 0,33 (kategori sedang). Uji hipotesis dengan menggunakan uji 1 pihak kanan dengan kriteria Ha diterima jika t hitung t tabel dan Ha ditolak jika t hitung ≤ t tabel. Hasil uji t menunjukkan t hitung 8,23 t kritis 1,98 dengan taraf signifikansi 5%. Berdasarkan hasil uji hipotesis t hitung t tabel maka penelitian tersebut dapat disimpulkan penerapan model problem based learning terintegrasi STEM mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis siswa.
Pengembangan Modul Bermuatan Pendidikan Karakter materi Elektrokimia Program Keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik Nur Aeni
Journal of Educational Chemistry (JEC) Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Chemistry Education Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jec.2019.1.2.4321

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada masih ditemukannya kasus degradasi  moral di kalangan peserta didik seperti kasus tawuran dan kebiasaan mencontek, kurangnya sumber belajar kimia SMK serta sumber belajar yang tersedia belum terintegrasi dengan program keahlian peserta didik. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menghasilkan modul pembelajaran elektokimia bermuatan pendidikan karakter program keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL). Penelitian pengembangan ini menggunakan metode Research and Development dengan model 4D dari Thiagarajan. Subjek dari penelitian ini adalah peserta didik kelas X program keahlian TITL SMK N 5 Semarang. Karakteristik modul Hasil uji kualitas modul menurut ahli materi dan media pada tahap 1 menunjukkan bahwa modul cukup layak dengan skor rerata 0,76. Pada tahap 2 mengalami peningkatan sebesar 0,8 dengan kategori sangat layak. Persentase respon/tanggapan peserta didik sebesar 85,3% dengan kategori sangat valid. Berdasarkan data hasil uji validasi dan tanggapan peserta didik maka dapat disimpulkan bahwa modul kimia bermuatan pendidikan karakter program keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik layak dan dapat digunakan sebagai sumber belajar peserta didik.
Keterampilan Proses Sains Peserta Didik Kelas X Unggulan Bilingual Class System (BCS) pada Praktikum Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit Ilyana Rohmatin Nuzul; Ratih Rizqi Nirwana; Abdul Kholiq
Journal of Educational Chemistry (JEC) Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Chemistry Education Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jec.2019.1.1.3780

Abstract

Perkembangan ilmu di bidang sains tidak luput dari kegiatan observasi (pengamatan), penelitian, dan uji coba. Kegiatan ini disebut juga sebagai keterampilan proses sains dalam dunia pendidikan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui deskripsi keterampilan proses sains peserta didik kelas X unggulan Bilingual Class System (BCS) MAN 2 Kudus pada praktikum larutan elektrolit dan nonelektrolit. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Data penelitian diperoleh melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik kelas X unggulan Bilingual Class System (BCS) mempunyai keterampilan proses sains dasar pada aspek mengamati sebesar 77% (Baik), keterampilan mengukur sebesar 82% (Baik), keterampilan mengklasifikasi sebesar 92% (Sangat Baik), keterampilan mengkomunikasi sebesar 87% (Sangat Baik), dan keterampilan menyimpulkan sebesar 69% (Cukup). Sedangkan keterampilan proses sains terpadu pada aspek merencanakan percobaan sebesar 88% (Sangat Baik), keterampilan menganalisis data sebesar 70% (Cukup), dan keterampilan memperoleh dan menyajikan data sebesar 72% (Cukup). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa Persentase tertinggi keterampilan proses sains dasar adalah keterampilan mengklasifikasi, sedangkan persentase terendah adalah keterampilan menyimpulkan. Persentase tertinggi keterampilan proses sains terpadu adalah keterampilan merencanakan percobaan, sedangkan persentase terendah adalah keterampilan menganalisis data.
Analysis of Understanding Chemical Bond Concepts in Students with Three-Tier Multiple Choice Mellyzar Mellyzar
Journal of Educational Chemistry (JEC) Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Chemistry Education Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jec.2021.3.1.7560

Abstract

One type of diagnostic test is a three-tier multiple choice, which is a test question in the form of choices consisting of three questions, the first part is about the concept of the topic, the second part is the reason refers to the first question, and the third part is the level of confidence in the two previous questions. Students' understanding of chemical bonding. The method used is descriptive with the research subject of 93 students of chemistry education. Data collection with 14 three-tier multiple choice test questions and analysis of students' level of understanding using the Certainty of Responses Index (CRI) technique. The results showed that the understanding of the concept of chemical bonds was very low at 29.50% and misconceptions at 62.77% in the high category. With high student misconceptions, it means that the concept of chemical bonds that they have is still not in accordance with the truth. Based on these findings, for teachers there needs to be special preparations and strategies to improve students' understanding of concepts, for example carrying out learning using methods that are in accordance with the characteristics of the material presented or by using appropriate learning media.
Identifikasi Chemophobia dan faktor yang mempengaruhi Persepsi pada Mahasiswa Nina Herlina; Resi Pratiwi; Sri Mulyanti
Journal of Educational Chemistry (JEC) Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Chemistry Education Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jec.2020.2.2.6318

Abstract

“Chemophobia” atau kecemasan kimia diyakini menjadi salah satu penyebab sedikitnya minat siswa terhadap jurusan kimia. Siswa juga kurang optimal dalam memahami pelajaran kimia. Siswa memandang kimia sebagai sesuatu yang negatif yang disebabkan oleh persepsi dan informasi yang mengenai kimia. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi eksistensi Chemophobia  di kalangan mahasiswa serta faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan persepsi tersebut. Identifikasi dilakukan terhadap 60 mahasiswa jurusan sains dari beberapa universitas di Jawa dan Aceh menggunakan kuisioner googleform. Analisis dilakukan dengan tiga tahapan; penerimaan stimulus, pengelolaan stimulus, dan pembentukan persepsi. Berdasarkan hasil identifikasi didapatkan 55% responden  tidak  mengalami chemophobia sedangkan 45% responden mengalami chemophobia. Hal ini menunjukkan bahwa 45% responden memiliki ketakutan terhadap bahan kimia. Analisi pembentukan persepsi menunjukkan sebanyak 87% respoden mengaatakan bahan kimia berdampak positif. Hasil analiss faktor pembentukan persepsi dapat disimpulkan bahwa faktor internal memiliki pengaruh lebih besar dibandingkan dengan faktor eksternal dalam pembentukan persepsi tentang kimia jumlah yang mengalami Chemophobia  sedikit.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran pada Mata Kuliah Kimia Dasar berdasarkan Kurikulum KKNI Anggi Desviana Siregar
Journal of Educational Chemistry (JEC) Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Chemistry Education Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jec.2020.2.1.5512

Abstract

Perangkat pembelajaran merupakan salah satu faktor penting dalam mempengaruhi keberhasilan pembelajaran terutama diperguruan tinggi. Dengan meningkatkan kualitas perangkat pembelajaran, maka dapat memudahkan mahasiswa dalam memahami materi termasuk materi pembelajaran kimia. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran berupa Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dan Rancangan Tugas Mahasiswa (RTM) sesuai kurikulum kerangka kualifikasi nasional indonesia (KKNI). Pengembangan ini dilakukan pada mata kuliah kimia dasar dijurusan Teknik kimia Institut Teknologi Medan (ITM).  Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pengembangan model 4-D oleh Thiangarajan, namun pada penelitian ini hanya sampai pada 3 tahap yaitu tahap pendefinisian, tahap perancangan, dan tahap pengembangan. Validator yang terlibat pada penelitian ini adalah validator ahli pengembangan dan ahli materi. Hasil validasi perangkat pembelajaran diperoleh nilai rata-rata kedua perangkat adalah 3,75 (kriteria sangat layak). Hal ini berarti perangkat pembelajaran yang dibuat sudah sesuai dengan kerangka kualifikasi nasional Indonesia.
Penguasaan Konsep dan Retensi melalui Pogil (Process Oriented Guided Inquiry Learning) Bermuatan Multiple Level Representation Khulliyah Khulliyah; Andi Fadlan
Journal of Educational Chemistry (JEC) Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Chemistry Education Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jec.2019.1.1.3942

Abstract

Rendahnya hasil belajar peserta didik pada materi hidrolisis khususnya pada level mikroskopik dan proses pembelajaran yang masih menggunakan metode pembelajaran konvesional di MA Uswatun Hasanah. Melalui model POGIL (Process Oriented Guided Inquiry Learning) bermuatan Multiple Level Representation diharapkan dapat mengetahui tingkat penguasaan konsep dan retensi peserta didik MA Uswatun Hasanah pada materi hidrolis. Data penelitian diperoleh dengan metode dokumentasi untuk mendapatkan daftar nama-nama peserta didik kelas XI jurusan IPA MA Uswatun Hasanah dan metode tes untuk memperoleh data hasil belajar peserta didik yang diperoleh dari nilai pre-test, post-test, dan retest. Penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran melalui model POGIL bermuatan Multiple Level Representation dapat meningkatkan tingkat penguasaan konsep dan retensi peserta didik kelas XI IPA MA Uswatun Hasanah. Terdapat 30% peserta didik mengalami peningkatan penguasaan konsep kategori tinggi, 40% pada kategori sedang, dan 30% pada kategori rendah. Adapun tingkat retensi peserta didik adalah 92,7% yang tergolong tinggi. 
The Analysis of HOTS (Higher Order Thinking Skills) Questions Based on Brookhart Category in the 2013 Curriculum High School Chemistry Textbook Lia Agustina; Tonih Feronika; Luki Yunita
Journal of Educational Chemistry (JEC) Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Chemistry Education Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jec.2021.3.1.6546

Abstract

Higher Order Thinking Skills is one of the skills necessary in 21st century. So, learning media are required to improve students’ higher order thinking skills. Chemistry textbooks which are used as learning media should contain questions that improve students' thinking processes, especially higher order thinking skills (HOTS). However, there are no criteria for assessing the questions in the textbook, especially for higher order thinking questions. This study aims to determine the HOTS aspect using the Brookhart category on questions contained in the XII grade chemistry textbook. The research method used is descriptive method of document analysis. The results showed that the average percentage of HOTS questions in the three class XII chemistry textbooks was 25.95%, covering aspects of analyzing 8.85%, creating 3.51%, reasoning and logic 8.35%, problem solving 3.71%, and creative thinking 1.53%. Meanwhile, the aspects of evaluating and making decisions are not present in each analyzed chemistry textbook. Based on the research results, it can be seen that the chemistry textbook for class XII is still dominated by questions of low-level thinking skills.
Peningkatan Keaktifan Belajar Siswa dengan Penggunaan Metode Ceramah Interaktif Kezia Rikawati; Debora Sitinjak
Journal of Educational Chemistry (JEC) Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Chemistry Education Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jec.2020.2.2.6059

Abstract

Karakter siswa yang selfcentered dan serba instan mempengaruhi disiplin belajar dan respon mereka selama pembelajaran. Siswa menjadi tidak aktif dan tujuan pembelajaran belum bisa tercapai dengan efektif. Maka dari itu, guru mengupayakan metode yang meningkatkan keaktifan siswa agar siswa dapat memahami pembelajaran. Metode tersebut adalah metode ceramah interaktif yang di dalamnya terdapat kombinasi dari metode ceramah, tanya jawab, dan diskusi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, artikel ini bertujuan untuk mengkaji tentang penggunaan metode ceramah interaktif sebagai upaya untuk meningkatkan keaktifan siswa. Pemaparan metode ceramah interaktif dapat memberikan gambaran tentang bagaimana tahap-tahap dalam metode ini dan interaksi yang terjadi di dalamnya dapat memenuhi indikator keaktifan belajar berupa semangat mengikuti pembelajaran, berani bertanya, berani menjawab pertanyaan, dan berani mempresentasikan hasil belajar siswa di depan kelas melalui interaksi yang ada. Penggunaan metode ceramah interaktif efektif digunakan sebagai alternatif solusi untuk masalah keaktifan siswa dan mendukung pencapaian tujuan pembelajaran.
Efektivitas Penggunaan Multimedia Pembelajaran berbasis Multi Level Representasi (MLR) untuk meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik pada Materi Sistem Koloid Kelas XI MAN Kendal Indah Dwi Astuti; Mulyatun Mulyatun
Journal of Educational Chemistry (JEC) Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Chemistry Education Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jec.2019.1.2.4357

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan pembelajaran multimedia berbasis MLR pada materi sistem koloid. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen dengan bentuk Pretest-posstest Control Group Design dengan pengambilan sampel dalam kelompok cluster random sampling. Nilai rata-rata hasil belajar yang diperoleh dari kelas eksperimen dan kelas kontrol berturut-turut adalah 74,85 dengan persentase ketuntasan 71% dan 65,97 dengan persentase ketuntasan 33%. Berdasarkan hasil uji t-test pada = 5% dan dk = 56 diperoleh thitung ttabel = 4,475 2,003, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata hasil belajar antara kelas eksperimen dan kontrol. Selanjutnya dari hasil analisis sisi kanan, diperoleh thitung ttabel = 4,475 1,672 dengan dk = 57 dan pada = 5%. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kimia menggunakan multimedia berbasis pembelajaran MLR pada materi koloid efektif diterapkan pada pembelajaran kimia, dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI MIPA di MAN Kendal.

Page 6 of 14 | Total Record : 133