cover
Contact Name
Ani Safitri, M.Pd
Contact Email
jurnaloborpenmas@uika-bogor.ac.id
Phone
+6281382526961
Journal Mail Official
jurnaloborpenmas@uika-bogor.ac.id
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Ibn Khaldun Bogor Jl. KH. Sholeh Iskandar Km. 2, Kedung Badak, Tanah Sareal, Bogor 16162 Telp: 0251 8336325
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Obor Penmas: Pendidikan Luar Sekolah
ISSN : 26548291     EISSN : 26548615     DOI : https://doi.org/10.32832/obor
Core Subject : Education,
Jurnal OBOR PENMAS dibangun untuk mengkombinasikan hasil penelitian dan kajian ilmiah yang dapat memberikan kontribusi pada pemahaman, pengembangan teori dan konsep keilmuan serta implementasi terhadap pendidikan masyarakat yang mencakup peadagogy, andragogy, penyuluhan dan pemberdayaan masyarakat.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2020)" : 6 Documents clear
PENDIDIKAN KELUARGA RESPONSIF GENDER Rahmi Alendra Yusiyaka; Ani Safitri
Jurnal Obor Penmas: Pendidikan Luar Sekolah Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.265 KB) | DOI: 10.32832/oborpenmas.v3i1.2985

Abstract

Keluarga merupakan pijakan pertama dalam perkembangan kehidupan manusia, melalui keluarga manusis mengenal berbagai pengertahuan dan dapat mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki. Pada prinsipnya, setiap manusia secara fitrah sudah dibekali potensi baik, maka melalui keluargalah segala pontesi itu dapat distimulus untuk mewujudkan sumberdaya yang berkualitas. Pendidikan dalam keluarga yang responsif gender sangat diutamakan dalam pendidikan keluarga,dengan demikian anak bisa berkembang tanpaadanya bias gender, yang akan sangat berpengaruh kepada polapikir dan pembentukan karakter manusia yang bebudi luhur dan berdaya, sehingga dapat menwujudkan sumberdaya manusia yang berkualitas.Orang tua merupakn pihak utama yang bertanggung jawab dalam pendidikan didalam keluargUntuk mewujudkan hal ini tentu perlu disiapkan beberapa hal, agar tujuan tersebut apat dicapai, layaknya sebuh lembaga pendidikan, ada yang perludipersiapakan, dintaranya; pendidik, sarana prasarana serta lingkungan keluarga yang dapat menunjang terselenggaranya pendidikan keluarga. Namun reaitasnya, banyak sekali ditemukan orag tua yang bertindak sebagai pendidik tidak memiliki kematangan keilmuandan pengetahuan tentang pendidikan yang akan diselenggarakan dalam keluarga.
STUDI IMPLEMENTASI STANDAR PENYELENGGARAAN PROGRAM PENDIDIKAN KESETARAAN PADA PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT (PKBM) DI SUMATERA SELATAN Imron A Hakim; Evy RK Waty; Azizah Husin; Shomedran .
Jurnal Obor Penmas: Pendidikan Luar Sekolah Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.076 KB) | DOI: 10.32832/oborpenmas.v3i1.2981

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengetahui implementasi standar penyelenggaraan program pendidikan kesetaraan pada Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Sumatera Selatan dalam hal ini PKBM Bukit Sulap Kota Lubuk Linggau. Adapun Standar Penyelenggaraan Progam Pendidikan Kesetaraan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan, yaitu: 1) Standar Kompetensi Lulusan; 2) Standar Isi; 3) Standar Proses; 4) Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan; 5) Standar Sarana dan Prasarana; 6) Standar Pengelolaan; 7) Standar Pembiayaan; dan 8) Standar Penilaian.Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif.Pengumpulan data dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dandokumentasi. Teknik analisis data reduksi data, penyajian data dan penarikankesimpulan dengan validitas penelitian menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menemukan bahwa PKBM Bukit Sulap secara umum sudah menerapkan berbagai komponen atau butir-butir yang menyangkut delapan standar penyelenggaraan program pendidikan kesetaraan, walaupun masih ada beberapa butir yang belum maksimal dalampenerapannya. Disimpulkan bahwa secara keseluruhan implementasi standarpenyelenggaraan program pada PKBM Bukit Sulap sudah cukup baik dengan berbagai bukti yang ada pada setiap standar yang ditetapkan. Untuk itu kedepan diharapkan pengelola lebih memahami dan menerapkan standar penyelenggaraan program Pendidikan Kesetaraan pada PKBM dengan lebih baik dikarenakan hal ini sangat penting dengan tujuan untuk menjamin dan meningkatkan mutu Pendidikan Nonformal gunamendapatkan pelayanan yang lebih baik pula
PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN PETA KONSEP BAHAN AJAR CETAK PADA MATA KULIAH EVALUASI PROGRAM PENDIDIKAN NONFORMAL Rufran Zulkarnain; Parlan .
Jurnal Obor Penmas: Pendidikan Luar Sekolah Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.527 KB) | DOI: 10.32832/oborpenmas.v3i1.2986

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah tersusunnya Rencana Pembelajaran Semester(RPS) yang berorientasi peta konsep, terciptanya proses pelaksanaan pembelajarandengan peta konsep dan adanya peningkatan hasil belajar mahasiswa yang menggunakanpembelajaran dengan peta konsep pada mata kuliah Evaluasi Program PNF  di Prodi PNFFKIP UNIB. Metode yang digunakan dalam penelitian peningkatan kualitas pembelajaranadalah jenis penelitian tindakan kelas (Class Room Action Research). Prosedur dirancangmenggunakan dua siklus sesuai dengan tingkat permasalahan dan kondisi yang akanditingkatkan. Setiap siklus terdiri dari empat tahapan yang harus ditempuh, yaituperencanaan, tindakan, pengamatan  dan refleksi. Hasil dari penelitian ini ditemukanbahwa persiapan proses pembelajaran terstruktur dan bisa diikuti oleh mahasiswa dandosen, proses pembelajaran dilakukan secara lebih bermakna karena mahasiswadituntut untuk belajar secara rasional sesuai dengan peta konsep materi pada bahan ajarcetak dan peningkatan hasil belajar mahasiswa menjadi lebih bermakna,sistematis/terstruktur dan komprehensif.
KETERAMPILAN SOSIAL SISWA SMP NEGERI 27 BEKASI Siti Aminah Alfalathi; Bella Yugi Fanzy; Eka Yani Muharomah
Jurnal Obor Penmas: Pendidikan Luar Sekolah Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.044 KB) | DOI: 10.32832/oborpenmas.v3i1.2982

Abstract

Peningkatan perilaku sosial cenderung paling menyolok pada masa kanak-kanakawal. Hal ini disebabkan oleh pengalaman sosial yang semakin bertambah pada anakanak mempelajari pandangan pihak lain terhadap perilaku mereka dan bagaimana pemandangan tersebut mempengaruhi tingkatan penerimaan dari kelompok teman sebaya akan tetapi ada beberapa bentuk perilaku yang tidak sosial atau antisosial. Janice J. Beaty (1998: 147) menyebutkan bahwa keterampilan sosial atau disebut juga prosocial behavior mencakup perilaku-perilaku seperti: (a) empati; (b) kemurahan hati; (c) kerjasama; dan (d) memberi bantuan. Berdasarkan latar belakang permasalahan yang dialami oleh siswa maka peniliti ingin melihat keterampilan sosial dari siswa SMP Negeri 27 Kota Bekasi. Penelitian ini mengambil lokas di SMPN 27 Bekasi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif, waktu penelitian dilaksanakan pada semester ganjil di tahun ajaran 2014/2015. Subyek sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII, VIII dan IX SMPN 27 Bekasi. Subyek yang dipakai berjumlah minimal 30orang siswa dari setiap gender. Penetapan jumlah subyek yang tidak kurang dari 30orang siswa tersebut dilakukan untuk memenuhi syarat perhitungan statistik dan agar distribusi frekuensi semakin mendekati populasi penelitian ini akan menggunakan skala likert dalam bentuk check-lis. Ha= Keterampilan sosial siswa perempuan berprestasi lebih baik daripada keterampilan sosial siswa laki-laki berprestasi di SMP Negeri 27 Bekasi. Dengan hipotesa yang peneliti ajukan dan dibandingkan dengan hasil Mann Whitney U, membuktikan bahwa Phitung (0,220) > α (0,05), maka Ha DITERIMA dan H0 DITOLAK. Dengan demikian terdapat perbedaan keterampilan sosial antara siswa/i berprestasi dengan siswa/i tidak berprestasi. Berdasarkan jumlah mean dari sample ditemukan bahwa keterampilan sosial siswa/i berprestasi lebih baik dari pada keterampilan sosialsiswa/i tidak berprestasi.
PENGELOLAAN DIKLAT PENGUATAN KEPALA SEKOLAH UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH (STUDI KEPALA SEKOLAH SDN DI KABUPATEN SUKABUMI) Ani Safitri; Rahmi Alendra Yusiyaka
Jurnal Obor Penmas: Pendidikan Luar Sekolah Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.231 KB) | DOI: 10.32832/oborpenmas.v3i1.2983

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, mengamati, mengkaji, menganalisis sertamendeskripsikan pengelolaan diklat penguatan kepala sekolah untuk mengingkatkankompetensi kepala sekolah. Peneliti menggunakan teori-teori: pendidikan luar sekolah, pelatihan, pengelolaan pelatihan, model pelatihan, dan kompetensi kepala sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan ialah wawancara, observasi dan dokumentasi. Subyek penelitian terdiri peserta, penyelenggara pelatihan yang terdiri dari pengelola dan pengajar pelatihan, serta panitia penyelenggara. Hasil penelitian antara lain: (1) perencanaan pelatihan dilakukan LPD UIKA koordinasi dengan PPPP TK dan PLB, dalam identifikasi kebutuhan pelatihan tidak melibatkan peserta pelatihan secara langsung, penyusunan program pelatihan dilakukan oleh LPPKS. (2) pelaksanaan pelatihanberlangsung selama tujuh hari enam malam di Hotel Grand Prioritas menggunakanpendekatan andragogy, sistem penugasan terstruktur dan presentasi. (3) evaluasidilakukan setelah penugasan dengan cara pengajar memberikan evaluasi sekaliguspenilaian dengan memberikan penilaian yang terdiri dari karakter, kognitif, afektif danpsikomotorik kepada peserta, setelah pelatihan berlangsung evaluasi untukpenyelenggara, pengajar serta sarana prasarana pembelajaran dengan menjawabkuesioner yang telah disediakan penyelenggara. (4) hasil pelatihan terhadappeningkatan kompetensi peserta dari aktivitas pembelajaran, penugasan dan presentasi.Kesimpulan yang dapat disampaikan adalah pengelolaan diklat penguatan kepalasekolah untuk meningkatkan kompetensi kepala sekolah dari aspek perencanaan,pelaksanaan, evaluasi dan hasil mengutamakan indicator-idikator ketercapaian yangtelah ditentukan oleh LPPKS dengan menghadirkan peserta yang memiliki latar belakangyang sama
TEKNIK TECHNOLOGY OF PARTICIPATION (TOP) DALAM PEMBANGUNAN MASYARAKAT DESA Jaka Ramdani
Jurnal Obor Penmas: Pendidikan Luar Sekolah Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.451 KB) | DOI: 10.32832/oborpenmas.v3i1.2984

Abstract

Pembangunan masyarakat pada tingkat desa saat ini sedang digencarkan melalui berbagai program penanganan kemiskinan seperti dibidang infrastruktur, bidang perekonomian,  kesehatan, sosial, dan bidang pendidikan masyarakat. Desa Munjul Kecamatan Cilaku Kabupaten Cianjur menjadi salah satu wilayah  yang sedang melakukan pembangunan tersebut, akan tetapi belum dirasakan dampaknya bagi masyarakat setempat. Melalui penelitian ini diharapkan mampu menerapkan Technology of participation (TOP) dalam suatu pembangunanmasyarakat di Desa. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan (Action Research) dengan model Kemmis, S., & Taggart, M yaitu berbentuk spiral dari siklus satu ke siklus lainnya. Hasil penelitian menunjukan capaian langkah-langkah penerapan Technology of  participation (TOP) yaitu Perumusan Nama Kegiatan (diperoleh kesepakatan bersama untukdapat membantu Keluarga miskin dari segi pemberdayaan), Perumusan Tujuan Kegiatan (terbentuknya wadah usaha dan keluarga miskin dapat berdaya mengelola potensi lokal di ingkungannya sehingga dapat meningkatkan pendapatannya serta membangun rasa kebersamaan dan kerjasama antarwarga yang tergabung dalam kelompok), Sistem yang terlibat (Inisiator system, change agent system, client system, support system, controlling system, implementing system, target system, action system), Kesiapan sistem untuk bekerja (keinginanwarga yang kuat untuk meningkatkan kemampuan dan penghasilan Keluarga miskin dengan menciptakan keterampilan masyarakat dan juga penguatan yang dapat dimanfaatkan), dan Identifikasi kebijakan (mengumpulkan informasi kebijakan atau program yang ada di wilayah setempat)

Page 1 of 1 | Total Record : 6