Jurnal Inovasi Pembelajaran Karakter
The journal acts as a medium of publication the result of research covering the learning innovation theme from the elementary to higher education level. The journal also acts as a medium of disseminating research thought conducted by teachers and lecturers. In substance, the articles published in the journal are projected to inspire circles of education in conducting innovation in the teaching and learning process.
Articles
14 Documents
Search results for
, issue
"Vol 5, No 3 (2020): September - Desember 2020"
:
14 Documents
clear
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS LAPORAN PRAKERIN DENGAN MENGGUNAKAN METODE PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK
Agustin, Maria Ulfa
Jurnal Inovasi Pembelajaran Karakter Vol 5, No 3 (2020): September - Desember 2020
Publisher : Jurnal Inovasi Pembelajaran Karakter
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Berdasarkan pengalaman pembelajaran selama beberapa tahun, sebagian besar siswa/peserta didik mengalami kesulitan dalam menulis laporan hasil Prakerin. Indikatornya adalah kualitas laporan prakerin yang mereka tulis masih rendah. Untuk memperbaiki kondisi tersebut, penulis melakukan Penelitian Tindakan Kelas dengan menerapkan metode pembelajaran berbasis proyek, khususnya untuk pembelajaran menulis laporan prakerin. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan ketrampilan menulis Laporan Prakerin dengan metode pembelajaran berbasis Proyek. ini mengambil subyek kelas XII Multi Media -1 dan kelas XII Multimedia-2 SMK Negeri 7 Jakarta yang terdiri dari 59 siswa, yang dilaksanakan menjelang dan pada saat para siswa melakukan praktik kerja industri (prakerin). Penelitian dilakukan dalam dua siklus, dimana setiap siklus terdiri 4 tahap yaitu: perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil observasi terhadap nilai rata-rata aktivitas dan peran serta siswa dalam pembelajaran menunjukan angka 61 pada kondisi dasar, dan meningkat menjadi 65,5 pada siklus I serta menjadi 80,83 pada siklus II. Sedang observasi terhadap nilai laporan prakerin siswa juga menunjukkan peningkatan dari 59,25 pada kondisi dasar menjadi 67,5 pada siklus I dan 81,5 pada siklus II. Artinya dengan dua siklus tindakan menunjukan bahwa tujuan penelitian tindakan kelas dapat tercapai.
UPAYA MENINGKATKAN MUTU PENYUSUNAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MELALUI PROGRAM BIMBINGAN BERKELANJUTAN
-, Syukrowati
Jurnal Inovasi Pembelajaran Karakter Vol 5, No 3 (2020): September - Desember 2020
Publisher : Jurnal Inovasi Pembelajaran Karakter
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Dalam meraih mutu pendidikan yang baik sangat dipengaruhi oleh kinerja guru dalam melaksanakan tugasnya sehingga kinerja guru menjadi tuntutan penting untuk mencapai keberhasilan pendidikan. Keberhasilan guru melaksanakan proses pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh kemampuan guru saja, tetapi peran kepala sekolah dalam membantu terwujudnya kegiatan pembelajaran yang efektif juga sangat diperlukan. Perencanaan pembelajaran merupakan langkah yang sangat penting sebelum pelaksanaan pembelajaran. Perencanaan yang matang diperlukan supaya pelaksanaan pembelajaran berjalan secara efektif. Perencanaan pembelajaran dituangkan ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) atau beberapa istilah lain seperti desain pembelajaran, skenario pembelajaran. Masalah yang terjadi di lapangan masih ditemukan adanya guru (baik di sekolah negeri maupun swasta) yang tidak bisa memperlihatkan RPP yang dibuat dengan alasan ketinggalan di rumah dan bagi guru yang sudah membuat RPP masih ditemukan adanya guru yang belum melengkapi komponen tujuan pembelajaran dan penilaian. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah yang dilaksanakan di SMP Negeri 154 Jakarta Selatan. Alat pengumpulan data dalam PTS ini adalah wawancara, observasi, dan diskusi. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa pada siklus pertama, nilai rata-rata komponen RPP hanya 69% dan pada siklus kedua naik menjadi83%. Berdasarkan data ini, terjadi peningkatan sebesar 14% dari siklus pertama.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN TECHNOPRENERSHIP BERBASIS E-LEARNING DI ERA PANDEMI COVID-19
Ismail, Edy;
-, Priyanti
Jurnal Inovasi Pembelajaran Karakter Vol 5, No 3 (2020): September - Desember 2020
Publisher : Jurnal Inovasi Pembelajaran Karakter
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran Technopreneurship yang tepat saat masa pandemic covid-19 , menguji efektivitas dan kepraktisan model pembelajaran Technopreneurship tersebut dalam Program Study Teknik Kendaraan Ringan. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan. Subyek percobaan, kelompok belajar satu Technopreneurship. Instrumen pengumpulan data adalah kuisioer dosen, dosen dan mahasiswa, instrumen validasi, lembar observasi interpersonal, intrapersonal, keterampilan mahasiswa, laporan produk, respon dosen, dosen dan mahasiswa, tes kognitif. Analisis data dengan uji t untuk efektivitas dan kepraktisan belajar. Hasil penelitian ini adalah model pembelajaran Technopreneurship yang memiliki 4 tahap untuk meningkatkan sikap technopreneur dengan mengembangkan jasa berdasarkan kebutuhan otomotif di lingkungan sekitar di masa pandemi. Model pembelajaran Technopreneurship dinyatakan efektif dilihat hasil post test penilaian yang lebih baik dari hasil penilaian pre-test. Model pembelajaran Technopreneurship dilaksanakan pada mahasiswa semester empat yang telah melaksanakan praktik industri dan mata kuliah kewirausahaan. Dosen harus memiliki kemampuan produktif dan entrepreneurship. Hasil akhir dari pengembangan model pembelajaran Technopreneurship saat masa pandemic Covid-19 pada Program Study Teknik Kendaraan Ringan adalah Model “Pembelajaran Jarak Jauh Technopreneurship Produktif Orientasi Lapangan 4 Tahap (PJJT POL 4T)". Penerapan model ini sangat tepat disaat pandemic Covid-19 agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan kemandirian mahasiswa dan awal pengalaman langsung secara berwirausaha.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGHITUNG BARISAN DAN DERET BILANGAN DENGAN PENDEKATAN KOOPERATIF
Purwaningsih, Eko Rini
Jurnal Inovasi Pembelajaran Karakter Vol 5, No 3 (2020): September - Desember 2020
Publisher : Jurnal Inovasi Pembelajaran Karakter
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Model pembelajaran ini mengutamakan kerja sama dalam menyelesaikan permasalahan untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Berdasarkan hal tersebut, dilakukan penelitian ini dengan tujuan untuk mengetahui bahwa melalui pendekatan kooperatif di kelas IX-2 SMP Negeri 154 Jakarta Selatan mampu meningkatkan hasil belajar matematika materi baris dan deret geometri di Semester-2 tahun pelajaran 2016-2017. Adapun model penelitian yang digunakan yaitu model penelitian tindakan kelas. Penelitian dilaksanakan selama 2 siklus, dengan 3 pertemuan setiap siklusnya. Simpulan yang didapatkan dari penelitian ini adalah saat merujuk pada hasil observasi awal, sebelum penggunaan metode kooperatif didapati hanya sebesar 27,72% siswa yang memiliki kemampuan mengerjakan materi deret dan baris dengan baik. Setelah dilaksanakan penelitian dengan pemberian metode kooperatif, maka pada siklus 1 terjadi peningkatan sebesar 72,22%. Selanjutnya pada siklus 2 sebanyak 94,66% siswa telah mampu mengerjakan materi deret dan baris dan mendapati hasil belajar matematika yang meningkat akibat metode kooperatif. Pada akhir siklus, siswa telah mampu mengerjakan materi deret dan baris. Manfaat penelitian ini dapat dirasakan oleh berbagai pihak seperti kepala sekolah, guru, dan siswa dalam pembelajaran.
PENINGKATAN PEMAHAMAN GURU DALAM MENETAPKAN KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL (KKM) MELALUI KEGIATAN WORKSHOP TERPADU
-, Suryoto
Jurnal Inovasi Pembelajaran Karakter Vol 5, No 3 (2020): September - Desember 2020
Publisher : Jurnal Inovasi Pembelajaran Karakter
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) merupakan tahapan awal pelaksanaan penilaian hasil belajar sebagai bagian dari langkah pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Kenyataan di lapangan, guru dalam menetapkan KKM tidak berdasarkan analisis dan tidak memperhatikan prinsip serta langkah-langkah penetapan. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan dan menguji efektivitas kegiatan yang dapat memberikan informasi kepada guru dalam menetapkan KKM. Kegiatan tersebut berupa workshop terpadu pada awal tahun pelajaran untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menetapkan KKM. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan sekolah. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode deskriptif dengan teknik analisis data kualitatif. Penelitian dilakukan dalam empat langkah, yakni perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Terjadi peningkatan kesiapan dan kemampuan guru dalam menetapkan KKM melalui pembinaan berupa Workshop di SMP Negeri 160 Jakarta. Hasil siklus I ke siklus II mencapai target minimal yang telah ditetapkan yakni 85%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa melalui workshop dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menetapkan KKM. Penelitian ini bermanfaat sebagai pedoman pelaksanaan workshop bagi guru. Selain itu, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi peneliti lain untuk mengembangkan penelitian sejenis.
UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU MELALUI PENERAPAN PENDEKATAN SUPERVISI KOLABORATIF
-, Syamsuardi
Jurnal Inovasi Pembelajaran Karakter Vol 5, No 3 (2020): September - Desember 2020
Publisher : Jurnal Inovasi Pembelajaran Karakter
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Efektivitas pelaksanaan kinerja profesional guru sangat bergantung pada kompetensi kepala sekolah dalam melaksanakan tugasnya diantaranya dalam melakukan supervisi akademik. Selanjutnya, pembelajaran yang dilaksanakan dengan baik akan berdampak pada peningkatan prestasi siswa. Hasil kajian empirik yang peneliti lakukan terhadap guru-guru menunjukkan bahwa kompetensi profesional guru masih rendah terutama pada kompetensi guru dalam mengembangkan materi pembelajaran yang diampu secara kreatif. Penelitian Tindakan Sekolah ini bertujuan untuk meningkatkan Kompetensi Profesional Guru Melalui Penerapan Pendekatan Supervisi Kolaboratif. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Suro Kabupaten Aceh Singkil Provinsi Aceh terhadap 24 orang guru PNS dan Non PNS sebanyak 2 Siklus. Di dalam mengumpulkan data empirik, peneliti menggunakan hasil wawancara, catatan lapangan dan lembaran observasi, untuk dianalisis kompetensi profesional guru. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa peningkatan kompetensi profesional guru terjadi dari pra-siklus ke siklus 1 sebesar 18,18 poin. Rata-rata kompetensi profesional guru pada pra-siklus sebesar 52,27 dengan kriteria kurang dan pada siklus 1 sebesar 70,45 dengan kriteria cukup. Kompetensi profesional guru juga mengalami peningkatan dari siklus 1 ke siklus 2 sebesar 18,19 poin. Rata-rata kompetensi profesional guru pada siklus 2 sebesar 88,64 dengan kriteria baik. Jadi, dapat disimpulkan bahwa kompetensi profesional guru dapat ditingkatkan melalui penerapan pendekatan supervisi kolaboratif.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI MENULIS PUISI
Purba, Elita Rosmerima
Jurnal Inovasi Pembelajaran Karakter Vol 5, No 3 (2020): September - Desember 2020
Publisher : Jurnal Inovasi Pembelajaran Karakter
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Setiap kegiatan belajar guru menetapkan tujuan-tujuan pembelajaran yang menuju keberhasilan siswa yaitu tercapainya tujuan-tujuan pembelajaran atau tujuan instruksional. Pada hasil evaluasi atau hasil belajar bahasa Indonesia materi pokok puisi belum mencerminkan keterampilan proses dan pembelajaran yang menekankan pada peran aktif peserta didik. Untuk mendukung penyampaian materi pada saat pelaksanaan pembelajaran, guru perlu berinovasi mengembangkan metode dan media pembelajaran yang lebih menarik dan kreatif agar siswa mampu meningkatkan hasil belajar. Dari faktor penyebab rendahnya hasil belajar siswa, peneliti mengajukan mengenai metode yang tepat dan media untuk memudahkan siswa dalam memahami materi yaitu Discovery Learning. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas. Sampel pada penelitian ini adalah peserta didik kelas X TKJ 1 semester genap SMK Negeri 7 Jakarta tahun pelajaran 2017/2018, dengan jumlah peserta didik adalah 36 siswa. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rata-rata kelas 79 dengan keberhasilan mencapai 83% di siklus I. Dengan diterapkannya model pembelajaran Discovery Learning dalam pelaksanaan tindakan pada siklus II, diperoleh nilai rata-rata pada siklus II ini adalah 83, dengan keberhasilan 100 %. Dengan penerapan pembelajaran Discovery Learning hasil perolehan nilai peserta didik dapat meningkat serta aktivitas belajar peserta didik telah menunjukkan peningkatan dari siklus I, siklus II secara signifikan dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik dan kemampuan peserta didik dalam mengidentifikasi dan mendemonstrasikan puisi yang terkandung dalam antologi puisi.
PENINGKATAN KOMPETENSI MENENTUKAN NILAI TEMPAT SUATU BILANGAN MELALUI MODEL COOPERATIVE LEARNING DENGAN ALGA PRANA BATAS
-, Annisa
Jurnal Inovasi Pembelajaran Karakter Vol 5, No 3 (2020): September - Desember 2020
Publisher : Jurnal Inovasi Pembelajaran Karakter
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Model pembelajaran yang variatif diterapkan oleh guru dengan harapan siswa dapat memahami materi dengan baik. Namun variasi model tersebut ternyata tidak cukup untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Hasil belajar siswa kelas 1 pada Tema 7 Subbab 1 KD 3.2 dan 4.2 diketahui masih rendah meskipun guru menggunakan dua model pembelajaran: ceramah dan diskusi kelompok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat hasil belajar siswa yang diberikan pembelajaran dengan penerapan model Coopratif Learning dengan media Alga Prana Batas, pada materi nilai tempat bilangan. Metode yang digunakan adalah metode penelitian tindakan kelas. Penelitian model PTK yang digunakan adalah model Kemmis dan Mc. Taggart yang merupakan pengembangan dari konsep dasar yang diperkenalkan oleh Kurt Lewin. Berdasarkan hasil penelitian pada siklus I dan II ketuntasan siswa meningkat dari 53,57% pada siklus I menjadi 85,89% pada siklus II. Peningkatan juga terjadi pada aspek sikap yakni keaktifan siswa dari 53% pada siklus I menjadi 86% pada siklus II. Kebaruan pada penelitian ini adalah digunakannya juga konsep tutor sebaya saat kegiatan berkelompok menggunakan media Alga Prana Batas. Manfaat penelitian ini bagi ilmu pengetahuan adalah temuan metode pengajaran yang paling tepat diterapkan dalam pembelajaran nilai tempat suatu bilangan. Sementara bagi pendidik, penelitian ini dapat digunakan dalam pengembangan pembelajaran untuk meningkatkan kompetensi siswa.
PENGGUNAAN MEDIA BENDA KONKRET GUNA MENINGKATKAN KEMAMPUAN HITUNG BANGUN DATAR DAN RUANG
Winarbin, Giyarti
Jurnal Inovasi Pembelajaran Karakter Vol 5, No 3 (2020): September - Desember 2020
Publisher : Jurnal Inovasi Pembelajaran Karakter
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pembelajaran matematika yang abstrak menjadikan dunia nyata hanya dijadikan tempat mengaplikasikan konsep. Akibatnya, siswa kurang menghayati atau memahami konsep-konsep matematika, dan siswa mengalami kesulitan untuk mengaplikasikan matematika dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut berimbas pada capaian hasil belajar siswa. Penelitian ini mengimplementasikan penggunaan media pembelajaran berupa benda-benda konkret sesuai bentuk bangun datar dan ruang untuk meningkatkan pemahaman siswa pada materi bangun datar dan ruang. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran terutama pada materi bangun datar dan ruang. Desain penelitian yang penulis lakukan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model siklus. Tindakan diterapkan dalam tiga siklus dimana setiap siklus mencakup empat tahap kegiatan, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi kelas, refleksi dari tindakan. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan teknik observasi, tes, wawancara, dan catatan lapangan. Adapun metode analisis datanya menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, penarikan simpulan, serta verifikasi dan refleksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media benda konkret dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dengan dengan persentase kelulusan siswa sebesar 88.9% dan rata-rata nilai sebesar 86.4. Aktivitas guru dan siswa juga mengalami peningkatan dari yang semula berkategori kurang, menjadi baik, dan sangat baik.
PENERAPAN JOYFULL LEARNING DALAM PEMBELAJARAN MATERI AJAR DESKRIPSI PROKLAMASI KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA
-, Hartini
Jurnal Inovasi Pembelajaran Karakter Vol 5, No 3 (2020): September - Desember 2020
Publisher : Jurnal Inovasi Pembelajaran Karakter
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini mengkaji tentang upaya peningkatan hasil belajar melalui pendekatan Joyfull Learning dengan teknik permainan pohon pintar. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan peningkatan hasil belajar IPS materi proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia pada siswa kelas V SD Negeri Dukuhsalam 03 semester II Tahun Pelajaran 2018/ 2019. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan oleh guru kepada siswa. Subyek penelitian penelitian ini adalah siswa kelas yang berjumlah 31 siswa, terdiri dari 17 siswa laki-laki dan 14 siswa perempuan. Sumber penelitian ini yairtu hasil belajar IPS siswa. Penelitian ini dilaksanakan selama empat bulan yaitu bulan Januari 2019 sampai bulan April 2019. Teknik analisis data menggunakan teknik tes dan non tes. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa melalui pendekatan Joyfull Learning dengan teknik permainan pohon pintar pada materi proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa. Hal tersebut dapat dilihat pada peningkatan siklus yang semula 54,35 meningkat menjadi 76,77 atau meningkat 22,42 dari hasil penjajagan. Jumlah anak yang mencapai KKM bertambah dari 7 siswa menjadi 22 siswa pada siklus I, pada siklus II nilai rata - rata siswa 83,23 dan siswa yang mencapai KKM 30 siswa. Ini berarti 97 % siswa telah mencapai KKM sehingga sudah mencapai indikator kinerja.