Articles
166 Documents
AUGMENTED MARITIME: INOVASI MEDIA PEMBELAJARAN MENINGKATKAN LITERASI KEMARITIMAN ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0
Sandita, Robi
Jurnal Guru Dikmen dan Diksus Vol. 3 No. 1 (2020): Januari-Juni 2020
Publisher : Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47239/jgdd.v3i1.259
Media pembelajaran merupakan alat atau perantara yang berfungsi untuk memudahkan proses belajar mengajar agar komunikasi antara guru dan siswa lebih efektif. Hal ini dapat memudahkan siswa menerima dan memahami pelajaran serta menanggulangi masalah kebutuhan dan karakteristik belajar siswa yang berbeda-beda. Masuknya pembelajaran abad 21 ditandai dengan perubahan era revolusi industri 4.0 yang berdampak pada pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan. Peserta didik yang sudah terbiasa dengan arus informasi dan teknologi memberikan tantangan bagi guru dalam mengembangkan media pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa di era digital. Dewasa ini berkembangnya media pembelajaran yang menarik dan interaktif namun dinilai belum efektif dalam menyampaikan materi pembelajaran yang sifatnya benda/mesin serta jarang ditemui oleh siswa khususnya pada bidang materi perkapalan di SMKN 10 Padang. Adanya media AR Ensiklopedia Maritime Ship akan menyuguhkan materi jenis perkapalan yang seolah nyata dengan benda yang dipelajari. AR Ensiklopedia Maritime Ship dikembangkan untuk menjawab tantang revolusi industri 4.0 dalam dunia pendidikan. Metode dalam penelitian ini adalah metode pengembangan R&D dengan menggunakan model ADDIE pada tahap penelitian Shop ini dibatasi tanpa mencapai langkah implementasi (praktikalitas). Media ini dirancang dan dikembangkan dengan menggunakan aplikasi berbasis android dalam pembelajaran. Bentuk dari media ini akan menyuguhkah materi tentang jenis perkapalan di Indonesia dalam bentuk tiga dimensi yang nyata dengan berbantuan buku bergambar sebagai marker. Media ini dibutuhkan oleh guru dan siswa sebagai inovasi pembelajaran kemaritiman serta mengatasi masalah perbedaan karakteristik belajar siswa yang berbeda-beda serta menjawab tantangan guru di era pendidikan revolusi industri 4.0.
DESAIN BUKU IQRO’ TIGA DIMENSI BERBASIS ASOSIASI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA AL QURAN ANAK TUNAGRAHITA
Karimah, Mauludatul
Jurnal Guru Dikmen dan Diksus Vol. 3 No. 2 (2020): Juli - Desember 2020
Publisher : Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47239/jgdd.v3i2.261
Buku iqro’ ini didesain khusus bagi anak tunagrahita ringan untuk membantu mereka belajar membaca Alquran. Penelitian ini bertujuan menghasilkan buku iqro’ tiga dimensi berbasis asosiasi untuk anak tunagrahita ringan serta untuk menguji kelayakan buku iqro’ tiga dimensi berbasis asosiasi ini. Desain penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan menerapkan model Borg & Gall. Prosedur pengembangan Borg & Gall terdiri dari 10 langkah, akan tetapi dalam penelitian ini hanya menggunakan 7 langkah. Penentuan tingkat kelayakan buku iqro’ tiga dimensi ini berdasarkan uji validasi para ahli dan uji coba empiris kepada anak tunagrahita ringan. Hasil dari penelitian ini adalah terciptanya produk buku iqro’ tiga dimensi berbasis asosiasi yang terdiri dari 4 jilid buku yaitu: (1) buku jilid 1 berisi tentang materi pengenalan huruf hijaiyah, (2) buku jilid 2 tentang huruf gandeng, (3) buku jilid 3 tentang pengenalan harokat, dan (4) buku jilid 4 tentang huruf mati atau sukun. Kelayakan produk buku iqro’ ini menurut ahli materi dinilai layak (dengan persentase 85%), dan menurut ahli desain sangat layak (dengan persentase 87,69%). Sedangkan kelayakan berdasarkan uji empiris menyatakan bahwa anak tunagrahita ringan sangat merespon baik/ sangat layak terhadap buku iqro’ tiga dimensi berbasis asosiasi ini (dengan persentase 92%-96%). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa produk ini layak digunakan berdasarkan validasi ahli desain dan validasi ahli materi serta uji empiris. Hasil observasi diperoleh data bahwa anak tunagrahita ringan sangat tertarik dengan buku iqro’ tiga dimensi berbasis asosiasi ini, akan tetapi produk ini masih memerlukan penyesuaian asosiasi yang lebih tepat bagi anak tunagrahita ringan.
PELATIHAN KETERAMPILAN SOSIAL MODEL REMAJA KUAT DALAM PENANGANAN KORBAN CYBERBULLYING
Handayani, Nur
Jurnal Guru Dikmen dan Diksus Vol. 3 No. 2 (2020): Juli - Desember 2020
Publisher : Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47239/jgdd.v3i2.262
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas program keterampilan sosial dengan menggunakan model Remaja Kuat dalam menangani korban cyberbullying dan mengetahui perbedaan efektivitas program keterampilan sosial Remaja Kuat antara kelompok intervensi dengan kelompok kontrol. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental, dengan metode penelitian quasi eksperimen atau  eksperimen semu, dengan desain penelitian pre-test and post-test with control group design. Jumlah sampel 24 responden dengan teknik total sampling (12 intervensi dan 12 kontrol dengan random sampling). Kelompok intervensi diberikan intervensi berupa pelatihan Remaja Kuat dan tidak melibatkan perlakuan pada kelompok kontrol (untreated control group design). Pengukuran dilakukan dengan membandingkan skor harga diri peserta pada saat pretest dan posttest antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa program Remaja Kuat secara signifikan dapat meningkatkan harga diri korban cyberbullying pada kelompok eksperimen dibandingkan dengan kelompok kontrol. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa terdapat efektivitas pelatihan Remaja Kuat dalam menangani korban cyberbullying. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa Program Remaja Kuat secara signifikan dapat meningkatkan harga diri korban cyberbullying pada kelompok eksperimen dibandingkan dengan kelompok kontrol. Rekomendasi penelitian ini adalah perlunya meningkatkan efektivitas program penanganan korban cyberbullying dan korban bullying.
ENTREPRENEURSHIP BUILDING BERBASIS INSTAGRAM SOLUSI PEMBELAJARAN KREATIF DI TENGAH PANDEMI COVID-19
Ermavianti, Dwi
Jurnal Guru Dikmen dan Diksus Vol. 4 No. 1 (2021): Januari - Juni 2021
Publisher : Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Guru dan siswa dihadapkan dalam pembelajaran jarak jauh, mata pelajaran produktif merupakan pembelajaran praktik yang membuat guru harus berpikir kreatif agar siswa tetap dapat melaksanakannya di rumah. Kesulitan yang dialami selama kegiatan belajar secara daring ini antara lain; 1) pembelajaran praktik Produk Kreatif dan Kewirausahaan terkendala daring; 2) siswa sering terkendala kuota dan sinyal; 3) tidak semua media sosial dapat memuat video/ gambar interaktif yang dapat merekam kegiatan yang dilakukan siswa; 4) pengumpulan tugas siswa tidak tepat waktu. Solusi pembelajaran yang dilakukan guru yakni dengan mengimplementasikan model pembelajaran blended learning berbasis Instagram pada siswa kelas XII Tata Kecantikan 2 sebanyak 27 orang. Model blended learning adalah pembelajaran yang menggabungkan berbagai teknologi berbasis web untuk mencapai tujuan pembelajaran, atau kombinasi dari tatap muka dengan kelas online. Dalam pelaksanaannya guru menggunakan media sosial sebagai penunjang pembelajaran yakni Instagram. Hasil yang dicapai dari kegiatan ini munculnya dampak positif pada siswa yakni menjadi lebih bertanggung jawab dan disiplin (entrepreneurship) dalam  mengikuti  pembelajaran secara online maupun offline. Pembelajaran  praktik dapat disolusikan dengan praktik di rumah dan dipresentasikan melalui live streaming Instagram, sedangkan efektivitas yang muncul adalah; 1)  sebanyak 70% siswa merasa senang karena dapat menjadi solusi praktik di rumah yang diawasi oleh guru secara daring; 2) munculnya rasa tanggung jawab siswa terhadap jadwal praktik yang telah disusun tanpa diperintah atau dipaksa; 3) munculnya rasa mandiri atas pekerjaan atau tindakan praktik yang dilakukan secara daring; 4) pengumpulan tugas siswa yang tepat waktu secara luring. Â
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA CEPAT TEKS EDITORIAL MELALUI MODEL PEMBELAJARAN EXPLICIT INSTRUCTION
Agriyati, Agriyati
Jurnal Guru Dikmen dan Diksus Vol. 4 No. 1 (2021): Januari - Juni 2021
Publisher : Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca cepat teks editorial melalui model pembelajaran Explicit Instruction. Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah peserta didik kelas XII MIPA 1. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus meliputi: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Kedua siklus tersebut memberikan tindakan penerapan model Explicit Instruction dalam pembelajaran membaca cepat teks editorial dengan standar pencapaian yang ditetapkan 75 untuk Siklus I dan 80 untuk Siklus II. Data yang terkumpul dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan data yang diperoleh hasil Siklus I rerata mencapai 78,61 dan Siklus II 81,90 terjadi peningkatan dari Siklus I ke Siklus II sebesar 3,29 atau 4,01%. Peningkatan secara keseluruhan di setiap aspek dalam hal ini menemukan informasi yang berupa opini, mengklarifikasi informasi yang berupa fakta, menafsirkan alternatif solusi, dan menarik simpulan teks editorial dikuasai dengan baik oleh peserta didik. Peningkatan yang signifikan ini membuktikan bahwa model pembelajaran Explicit Instruction berhasil meningkatkan kemampuan membaca cepat teks editorial peserta didik kelas XII MIPA 1 SMA Negeri 7 Yogyakarta.
Percaya Listrik Paringin; Program Edukatif Re-Instalasi Cahaya Listrik Paringin
syarif, izuddin
Jurnal Guru Dikmen dan Diksus Vol. 4 No. 1 (2021): Januari - Juni 2021
Publisher : Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
As a vocational school, the learning system should combine the technical competencies and interpersonal skills of students. For electricity engineering students, the work field is service-oriented. The condition of the Covid-19 pandemic, which made face-to-face learning directed in online mode, was deemed inappropriate for practical use of vocational school students. Through Percaya Listrik Paringin Program, students in grade XI of the Electrical Power Installation Engineering at SMKN 1 Paringin are formed in teams of 2-3 people whose domicile is close together under the guidance of grade XII. The team will work on a lighting installation project in his neighborhood. The final assessment of the project is divided into 2, namely competence and customer satisfaction. All face-to-face activities are limited and replaced by information technology. 22 teams were formed to target 22 houses with 45 light points and 22 sockets points. All activities were carried out from March - May 2020. The program gave 100% results the team was declared to have completed the competency assessment. While customers are satisfied with a mean score of 4.85. The economic impact that is felt is the practicum material that schools no longer need to pay for and free installation services for customers.
PERRSEPSI SISWA TERHADAP PENGGUNAAN CORPUS TOOLKIT DALAM PEMBELAJARAN GRAMMAR BAHASA INGGRIS
Muhyidin, Abdul Muis
Jurnal Guru Dikmen dan Diksus Vol. 4 No. 1 (2021): Januari - Juni 2021
Publisher : Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
English grammar learning has been widely used through deductive teaching grammar. Students were trained to be introduced by knowing grammar patterns. Thus they were stimulated to memorize them. However, English learning grammar needs to be equipped with the real language used. It could be bridged by spoken corpus. As the spoken corpus is under-explored, this present research aimed at exploring students' perceptions toward the implementation of the spoken corpus in English grammar learning applied in the Vocational English classroom. The research involved the students from electrical engineering as research participants. Six students out of thirty-six were agreed to be interviewed. The basic interpretative study used as the design of this research as the students explored their learning experiences. The result illustrated that corpus toolkit mediated students actively engaged, delighted, and enthusiastic in learning grammar; spoken English words used in learning grammar through the corpus toolkit motivated students to speak English; the corpus toolkit met the students need to learn during the COVID-19 pandemic. The implications of this present research while the Pandemic situation potentially contributed to the students having accessible learning and met their needs during the COVID-19 pandemic.
PENGUASAAN KOSA KATA BAHASA INGGRIS PESERTA DIDIK TUNARUNGU DENGAN METODE MATAHARI
Listyaningsih, Yuliana Ani
Jurnal Guru Dikmen dan Diksus Vol. 4 No. 1 (2021): Januari - Juni 2021
Publisher : Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan penelitian adalah meningkatkan penguasaan kosa kata Bahasa Inggris peserta didik tunarungu dalam pembelajaran dengan menggunakan Metode Matahari. Metode Matahari adalah metode pembelajaran dengan memberikan lima kosa kata Bahasa Inggris dalam satu hari. Tindakan yang dilakukan secara terkendali dengan hanya memberikan lima kata per hari diharapkan dapat menajamkan ingatan sehingga secara efektif meningkatkan penguasaan kosa kata Bahasa Inggris. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang terdiri dari dua siklus. Masing-masing siklus meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian adalah dua peserta didik tunarungu kelas VIII SLB Tunas Kasih Sedayu. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, tes tertulis, wawancara, dan dokumen. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif, dengan memaparkan penguasaan kosa kata sebelum dan sesudah tindakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan penguasaan kosa kata Bahasa Inggris peserta didik dapat ditingkatkan dengan menggunakan Metode Matahari. Nilai penguasaan kosa kata Bahasa Inggris meningkat dari 40 dan 30 menjadi 80 dan 77.
MODEL PEMBELAJARAN SEKOLAH PEDULI ANAK HEBAT (SPAH) BAGI SISWA PENYANDANG DISABILITAS
Normalia Sage
Jurnal Guru Dikmen dan Diksus Vol. 1 No. 1 (2018): Januari-Juni 2018
Publisher : Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47239/jgdd.v1i1.12
Pemerintah mencanangkan pendidikan inklusif sesuai Permendiknas Nomor 70 tahun 2009. Siswa penyandang disabilitas dapat belajar di sekolah umum. Pendidikan inklusif menghadapi tantangan diantaranya kompetensi guru, sumber kurikulum yang kurang dan orang tua yang kurang puas, sehingga pendidikan inklusif berkembang sesuai dengan gaya dan kemampuan masing-masing lembaga. Ada yang lebih berfokus pada peningkatan skill kerja siswa penyandang disabilitas, ada juga yang meningkatkan kemampuan akademik sesuai kebutuhan mereka. Tulisan ini memaparkan pengembangan suatu inovasi pembelajaran inklusif alternatif yang berbasis passion siswa penyandang disabilitas di SMA. Sistem pendidikan yang dikembangkan ini fleksibel mengikuti bakat dan minat siswa dengan nama model pembelajaran Sekolah Peduli Anak Hebat (SPAH). SPAH memiliki lima model pembelajaran yakni Religious-Emotional-Social-Health- Supporting (RESHES); Sport-Art-Entrepreneur (SAE); Career Class (CC); Fun Academic (FA); dan Parent Society (PS) yang 50% berfokus pada peningkatan potensi hati dan 30% potensi fisik dan 20% potensi akal pada pengembangan bakat-minat, karakter dan akademik anak hebat.
PEMANFAATAN MICMAC CARD DAN WORD SQUARE DALAM PEMBELAJARAN EKONOMI SMA: EFEKTIVITAS DAN RESPONS PESERTA DIDIK
Ariyanti
Jurnal Guru Dikmen dan Diksus Vol. 1 No. 1 (2018): Januari-Juni 2018
Publisher : Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47239/jgdd.v1i1.14
Banyaknya materi, konsep, grafik, kurva dan perhitungan matematis menjadi keluhan utama peserta didik pada pembelajaran ekonomi. Suasana pembelajaran yang monoton dan cenderung pasif semakin menyulitkan peserta didik dalam membedakan konsep dan memahami materi. Strategi pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan di atas adalah penggunaan media kartu (card) MicMac dan Word Square yang dipadukan dengan permainan (games). Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan dan menguji efektivitas MicMac Card dan Word Square di kelas X. Penelitian menggunakan model riset dan pengembangan (R & D) Borg and Gall yang dikombinasikan dengan penelitian tindakan kelas (PTK). Hasil penelitian menyatakan bahwa MicMac Card dan Word Square dapat meningkatkan hasil belajar, serta respons dan minat peserta didik.