cover
Contact Name
M. Fahli Zatrahadi
Contact Email
m.fahli.zatra.hadi@uin-suska.ac.id
Phone
+6281371856122
Journal Mail Official
alittizaan@uin-suska.ac.id
Editorial Address
Jl. HR Soebantas KM 15, Simpang Baru, Tampan, Pekanbaru, Riau 28293
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Al-Ittizaan : Jurnal Bimbingan Konseling Islam
ISSN : 26203820     EISSN : 2723021X     DOI : -
Al-Ittizaan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam adalah jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, merupakan media komunikasi ilmiah antar peminat ilmu Bimbingan Konseling Islam yang terdiri dari dosen, pakar dan praktisi, mahasiswa dan lain sebagainya. Jurnal ini mengangkat tulisan/karya ilmiah Bimbingan Konseling Islam. Artikel-artikel yang dipublikasikan dalam jurnal ini merupakan kajian ilmiah atas masalah-masalah yang berkembang dalam masyarakat, gagasan-gagasan orisinal dan juga ringkasan hasil penelitian yang dituangkan dalam bahasa Indonesia. Artikel dapat berupa hasil penelitian baik pustaka maupun lapangan, analisis teori, asumsi empirik yang berkaitan dengan pengembangan kajian Bimbingan Konseling Islam. Focus and Scope: 1. Konseling Islam 2. Kesehatan mental 3. Komunikasi antar pribadi 4. Bimbingan konseling islam 5. Konseling pendidikan 6. Komunikasi Persuasif
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 95 Documents
Layanan Konseling Keluarga Pada Klinik Keluarga Sakinah Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Sinjai Suryanti Suryanti; Muhammad Ilyas; Suhaimi Suhaimi
Al-Ittizaan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 1, No 1 (2018): Al-Ittizaan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.158 KB) | DOI: 10.24014/0.877263

Abstract

Family Clinics is a community institution of engaged in Family Counseling. Refers to Civil Rights and Political Ordinance in 23 Paragraph 1, which explains that the family is a small unit that is entiled to protection by society and the state of society. The working are organizations such as Family Clinic covers about settling the problems occurred in the family, either the complication of preventive and rehabilitative. Provide to the community, both individuals and families in it has a problem.The purpose of this study was to determine the family counseling service of Sakinah Family Clinic of the region of Aisyiyah movement in Sinjai. The Method used in this research is qualitative research method are conducted intensive studies and detailed in an organization or institution. The data obtained are mostly primary data collected directly from informants, as well as with a there is a source secoundary data. Methods of data collection in this study is to optimize the process of observation, interviews and documentation.Family Counseling Services in family coaching sakinah at Sakinah Family Clinic Aisyiyah Kota Sinjai done very well by putting forward the ethics of counseling also using the islamic approach religious advice that is part of the solution faced by clients, the form of counseling done by the counselor to the client is also no rigid with only face to face but also by optimizing exiting communication tools and the freedom of counselor and client on the determination of time and place in conducting counseling.Kata Kunci : Family Counseling, Sakinah Family
Analisis pengaruh kecemasan Mahasiswa tingkat akhir dalam menghadapi dunia kerja (studi di fakultas dakwah dan komunikasi uin suska riau) Ratna Sari; Suhaimi Suhaimi; Silawati Silawati
Al-Ittizaan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 1, No 1 (2018): Al-Ittizaan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.384 KB) | DOI: 10.24014/0.877286

Abstract

Mahasiswa tingkat akhir yang nantinya lulus dari Universitas merasakan kecemasan saat memasuki dunia kerja. Mahasiswa lulusan UIN ini berharap bahwa proses pendidikan yang sedang mereka jalani akan mempermudah mereka untuk mendapatkan pekerjaan yang diinginkan. Namun fenomena yang menyebabkan banyak mahasiswa semester akhir merasa cemas yaitu, karena persaingan dunia kerja yang sangat sulit, lapangan pekerjaan yang tersedia hanya sedikit, selain itu pula dihadapkan pada kualifikasi tenaga kerja yang tinggi yang ditawarkan oleh lembaga atau perusahaan. Kecemasan ini merupakan dampak psikologis ketidakjelasan nasib mereka setelah lulus dari kampus. Adapun rumusan dari penelitian ini Bagaimana analisis pengaruh kecemasan mahasiswa tingkat akhir dalam menghadapi dunia kerja (studi di Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Suska Riau). Sampel penelitian ini adalah 67 sampel dengan menggunakan Slovin. Jenis penelitian ini deskriptif kuantitatif dianalisis dengan regresi linier, pengambilan data melalui angket yang disebarkan kepada responden, dan pengolahan dalam penulisan ini menggunakan program SPSS (Statistical Product and Service Solution)17.0 for windows. Hasil pengolahan data kecemasan mahasiswa tingkat akhir yang diberikan berpengaruh pada saat mahasiswa memasuki dunia kerja hal ini ditunjukkan sebesar 61,2% pengaruh kecemasan terhadap pengaruh kecemasan mahasiswa tingkat akhir  dalam menghadapi dunia kerja. Kecemasan berpengaruh secara siginifikan terhadap duniakerja hal ini dibuktikan dengan pengujian signifikansi 0,05 dan 2-tailed. Adapun t hitung didapat sebesar 2,993dan signifikansi 0,000. dimana t hitung > t tabel yakni 1,669. Karena nilai t hitung > t tabel (2,993>1,669) dan signifikansi < 0,05 maka Ha diterima dan Ho ditolak. Jadi dapat disimpulkan bahwa, apabila mahasiswa tingkat akhir mengalami kecemasan dalam mengahadapi dunia kerja, maka akan berpengaruh pada saat mahasiswa tersebut memasuki dunia kerja.Kata kunci: Pengaruh Kecemasan, Mahasiswa Tingkat Akhir, Dunia Kerja.
Pola Asuh Single Parent Dalam mengembangkan Moralitas Anak Di Desa Marga Mulya Kecamatan Rambah Samo Kabupaten Rokan Hulu Laila Lathifatul Mudrikah
Al-Ittizaan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 2, No 2 (2019): Al-Ittizaan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.757 KB) | DOI: 10.24014/0.878941

Abstract

Dalam penelitian ini dituliskan berdasarkan judul pada skripsi ini yakni Pola Asuh Single Parent Dalam Mengembangkan Moralitas Anak di Desa Marga Mulya Kecamatan Rambah Samo Kabupaten Rokan Hulu, sebagaimana permasalahannya tentang kesulitan yang dihadapi oleh single parent dalam menjalani peran ganda dikeluarganya sehingga single parent kurang dapat fokus terhadap pengasuhan anaknya sebab harus sibuk bekerja untuk keberlangsungan hidup keluarganya. Sehingga dapat dirumuskan bagaimana Pola Asuh Single Parent dalam mengembangkan moralitas anak di Desa Marga Mulya Kecamatan Rambah Samo Kabupaten Rokan Hulu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pola Asuh Single Parent dalam mengembangkan moralitas anak di Desa Marga Mulya Kecamatan Rambah Samo Kabupaten Rokan Hulu. Subjek dalam penelitian ini adalah ibu single parent di Desa Marga Mulya. Dalam kajian ini peneliti menggunakan teori Authoritarian, Permissive dan Authoritative. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi, kemudian jenis penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah 5 orang ibu single parent. Dari hasil penelitian ini diketahui para informan menerapkan pola asuh yang mengarah pada pola asuh permisif dan authoritative  dalam mendidik anak mereka dengan cara lebih mencari aman dalam mengasuh, mendidik, dan mengawasi anak sebab kesibukan sebagai ibu single parent yang menyandang dua posisi sebagai tulang punggung keluarga dan ibu untuk anaknya maka ibu single parent tersebut mengasuh anaknya dengan  memberikan kebebasan kepada anak, memaklumi segala perilaku anak, kurang menuntut tanggung jawab anak dan perilaku anak namun single parent tetap berusaha memberikan yang terbaik untuk anaknya dengan segala keterbatasan waktu yang dimilikinya.
Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Siswa di Sekolah Ayudia Nur Annisa
Al-Ittizaan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 2, No 2 (2019): Al-Ittizaan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.485 KB) | DOI: 10.24014/0.8710124

Abstract

This study aims to find out how the influence of learning motivation on student achievement in school. This research is focused on the teacher's role in fostering student learning motivation. This motivation is very important for improving student learning achievement. Because as is well known, student motivation in learning is lacking. This will affect its success in learning. For this reason, there is a need for efforts by teachers to increase interest in learning and motivate students to be more enthusiastic about achieving in school. The approach taken in this journal research is the approach (library research) which uses literature as its object. From the research of several literatures, the results of this study indicate that learning motivation has an influence on student learning activities, especially on student achievement. The higher the student's motivation, the better the learning achievement. Vice versa, the lower the motivation of student learning, it will be difficult for these students to achieve achievement in learning. The teacher also has a very important role and has an influence on student motivation in school. 
Konseling Teman Sebaya Berbasis Islam dalam mengurangi Kecemasan Mahasiswa Menghadapi Tantangan Masyarakat Modern Mufida Istati; Anwar Hafidzi
Al-Ittizaan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 3, No 1 (2020): Al-Ittizaan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.241 KB) | DOI: 10.24014/0.8710505

Abstract

The application of Islamic-based peer counseling to help students reduce anxiety in facing the challenges of modern society is based on the concept of cosmopolitan Islamic education which aims to achieve a balance between normative tendencies and freedom of thought. The method used is literature study with a qualitative approach to the relevance of the theory of counseling based on Q.S. Al-Insyirah verses 1-8. Peer counseling is designed through a halaqah approach. The findings of this study were peer counseling through the stages of the halaqah approach which functioned preventively preventive), curative (healing), preservative (maintenance) and development (development). The halaqah mechanism in increasing the ability to face problems through an internalization process which consists of three stages, namely ta'lim/ transformation, takwin/ transaction, and tanfidz/ transinternalization. The result of these three processes is the formation of the ability to cope with stress, namely thinking positively, acting positively, and expecting positively.ABSTRAKPenelitian ini membahas tentang penerapan konseling teman sebaya berbasis Islam untuk membantu mahasiswa mengurangi kekurangan dalam menghadapi tantangan masyarakat modern berdasar konsep pendidikan Islam kosmopolitan yang mencapai keseimbangan antara kecenderungan normatif dan kebebasan berfikir. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif terhadap relevansi teori konseling berdasar dari Q.S. Al-Insyirah  ayat 1-8. Temuan penelitian ini adalah konseling teman sebaya melalui tahapan pendekatan halaqah yang erfungsi secara preventif (pencegahan), kuratif (penyembuhan), reservatif (pemeliharaan) dan pengembangan (pengembangan). Sementara itu, halaqah dalam meningkatkan kemampuan menghadapi masalah adalah melalui proses internalisasi yang terdiri dari tiga tahap yakni ta’lim/ tranformation, takwin/ transaction dan tanfidz/ transinternalisasi. Hasil dari ketiga proses tersebut adalah terbentuknya kemampuan dalam coping stres yaitu berpikir positif, bertindak positif dan harapan positif.
Kondisi Psikologis Personil Tni-Ad Menghadapi Pensiun Mardhiah Rubani
Al-Ittizaan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 1, No 2 (2018): Al-Ittizaan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.18 KB) | DOI: 10.24014/0.877265

Abstract

Pembahasan ini bertolak dari pemikiran bahwa perlunya persiapan menghadapi pensiun. Melihat fenomena yang terjadi, ternyata ada sebagian pensiunan yang mengalami ketidaktenangan jiwa dalam menjalani masa pensiun. Ada mereka yang terkejut atas perubahan yang dialami setelah pensiun, yakni: biasanya mereka seorang pekerja yang sibuk, tekun dan optimis, kini hanya berdiam diri saja di rumah; biasanya mereka bersosialisasi dengan rekan-rekan kerjanya, kini hubungan tersebut terputus karena mereka tidak bekerja lagi sedangkan rekannya masih bekerja. Melihat gejala-gejala diatas kemungkinan disebabkan oleh kondisi jiwa yang tidak siap menghadapi pensiun. Ini pertanda perlunya mempersiapkan diri dalam menyongsong masa pensiun. Kesiapan seseorang menghadapi pensiun diawali dengan kesiapan mereka menyongsong pensiun. Begitu pula kiranya yang terjadi pada diri personil TNI-AD Makorem 031/Wirabima. Untuk menjawab permasalahan tersebut, penulis mengumpulkan data yang diperlukan melalui wawancara mendalam pada informan Kata kunci:Personil TNI-Ad, Kondisi jiwa, Pesiun
Pengaruh Keterbukaan Diri Suami Istri Terhadap Keharmonisan Keluarga Di Desa Titian Resak Kecamatan Seberida Kabupaten Indragiri Hulu Eka Rifqi M.
Al-Ittizaan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 2, No 1 (2019): Al-Ittizaan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290 KB) | DOI: 10.24014/0.878930

Abstract

Setiap pasangan suami istri pasti mendambakan keharmonisan dalam keluarganya, namun tidak sedikit dari mereka untuk memutuskan untuk bercerai. Persoalan-persoalan yang tidak teratasi menimbulkan konflik yang berkepanjangan. Hal ini terjadi ketika pasangan suami istri tidak menjunjung tinggi keterbukaan diri. Keharmonisan keluarga adalah suasana selaras, serasi yang ditandai dengan adanya persetujuan dan kerjasama yang baik antara suami dan istri. Salah satu faktor agar keluarga harmonis yaitu dengan adanya keterbukaan diri suami dan istri. Keterbukaan diri adalah yang memberikan informasi berupa perasaan atau pikiran kepada individu lain agar terjalinnya hubungan lebih akrab lagi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keterbukaan diri suami istri terhadap keharmonisan keluarga. Dalam kajian ini penulis menggunakan jenis penelitian kuantitatif, agar dapat diketahuinya adanya pengaruh atau tidak keterbukaan diri suami istri terhadap keharmonisan keluarga. Responden dalam penelitian ini adalah suami istri dengan umur 25 sampai 35 tahun di Desa Titian Resak sejumlah 29 pasang suami istri. Analisis data yang digunakan adalah Regresi Linier dengan bantuan program SPSS versi 17.00 for windows. Hasil penelitian diketahui bahwa df atau dk (derajat kebebasan) = n-2 = 58-2 = 56 (t tabel 56 = 2,00), ternyata nilai t hitung ≥ t tabel atau (5,008) ≥ (2,00), maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya signifikan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa adanya pengaruh keterbukaan diri suami istri terhadap keharmonisan keluarga di Desa Titian Resak Kecamatan Seberida Kabupaten Indragiri Hulu.Setiap pasangan suami istri pasti mendambakan keharmonisan dalam keluarganya, namun tidak sedikit dari mereka untuk memutuskan untuk bercerai. Persoalan-persoalan yang tidak teratasi menimbulkan konflik yang berkepanjangan. Hal ini terjadi ketika pasangan suami istri tidak menjunjung tinggi keterbukaan diri. Keharmonisan keluarga adalah suasana selaras, serasi yang ditandai dengan adanya persetujuan dan kerjasama yang baik antara suami dan istri. Salah satu faktor agar keluarga harmonis yaitu dengan adanya keterbukaan diri suami dan istri. Keterbukaan diri adalah yang memberikan informasi berupa perasaan atau pikiran kepada individu lain agar terjalinnya hubungan lebih akrab lagi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keterbukaan diri suami istri terhadap keharmonisan keluarga. Dalam kajian ini penulis menggunakan jenis penelitian kuantitatif, agar dapat diketahuinya adanya pengaruh atau tidak keterbukaan diri suami istri terhadap keharmonisan keluarga. Responden dalam penelitian ini adalah suami istri dengan umur 25 sampai 35 tahun di Desa Titian Resak sejumlah 29 pasang suami istri. Analisis data yang digunakan adalah Regresi Linier dengan bantuan program SPSS versi 17.00 for windows. Hasil penelitian diketahui bahwa df atau dk (derajat kebebasan) = n-2 = 58-2 = 56 (t tabel 56 = 2,00), ternyata nilai t hitung ≥ t tabel atau (5,008) ≥ (2,00), maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya signifikan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa adanya pengaruh keterbukaan diri suami istri terhadap keharmonisan keluarga di Desa Titian Resak Kecamatan Seberida Kabupaten Indragiri Hulu.
Layanan Konsultasi Kasus Anak Korban Kekerasan Fisik Di Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan Dan Anak (P2tp2a) Kota Pekanbaru Rahmad Rahmad
Al-Ittizaan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 2, No 2 (2019): Al-Ittizaan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.755 KB) | DOI: 10.24014/0.878944

Abstract

Anak merupakan amanah dan anugrah dari Allah SWT yang perlu dilindungi. Anak dinilai rentan terhadap tindakan kekerasan dan penganiayaan, seharusnya di rawat, di asuh, di didik dengan baik agar mereka tumbuh dan berkembang secara sehat. Tindak kekerasan merupakan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) pelanggaran ketentuan hukum negara dan norma agama serta norma sosial (budaya dan peradaban) manusia. Untuk penanganan permasalahan anak korban kekerasan telah di bentuk Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A). Berdasarkan laporan kasus korban kekerasan fisik yang terjadi di salah satu perguruan tinggi negeri yang saat ini dibantu dan mendapatkan dampingan oleh konselor, maka dapat disimpulkan bahwa konselor berupaya dengan sekuat pikiran dan tenaga memberikan pelayanan kepada korban dengan rincian kegiatan sebagai berikut 1) Konselor membuat perencanaan layanan konsultasi terdahulu. Rencana yang dibuat oleh konselor tersebut didasari oleh kebutuhan. 2) Konselor melaksanakan layanan konsultasi berdasarkan standar operasional prosedur dan di mulai dari tata cara penerimaan klien, melakukan interaksi malalui tatap muka langsung atau face to face dan melalui media telepon, empati, ramah dan terbuka serta memberikan penguatan psikologis, pengetahuan dan keterampilan sehingga konsulti merasa nyaman, terlindungi dan memiliki wawasan yang baru. 3) Melakukan evaluasi layanan konsultasi untuk mengetahui bagaimana proses, tepat atau tidaknya layanan yang diberikan atau perkembangan sikap dan perilaku atau tingkat ketercapaian tugas-tugas perkembangan. Secara umum aspek yang dievaluasi meliputi: kesesuaian pelaksanaan layanan, serta hambatan-hambatan yang dijumpai, dampak psikologis terhadap klien, dan respon klien, serta perubahan perkembangan klien secara pribadi dan sosialnya. 4) Setelah mengevaluasi layanan konsultasi, Selanjutnya konselor menafsirkan hasil evaluasi. Analis layanan konsultasi berkaitan dengan diri klien dalam hal ini adalah korban. Analisis hasil evaluasi yang dilakukan konselor berupa hasil konsultasi tersebut mempunyai dampak terhadap perkembangan sikap konsulti hari demi hari maupun pihak ketiga adakah perubahan positif dari tingkahlaku sebelumnya.
Pentingnya Evaluasi Pendidikan Islam Dalam Proses Pembelajaran Hannisa Mustika
Al-Ittizaan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 2, No 2 (2019): Al-Ittizaan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/0.8710125

Abstract

This study discusses important of evaluation of education in learning. In the world of Islamic education, all teaching and learning activities are carried out well to achieve an educational goal. In Islamic education, the main goal to be achieved is to increase the faith and piety to Allah SWT. However, at this time a lot of Islamic schools that have not been able to achieve the goals of Islamic education. Many students who do not practice the knowledge obtained from school. For this reason, an education evaluation is needed so that educators and students can find out where their mistakes are. Educational evaluation aims to assess the extent to which learning is obtained by students. With this evaluation teachers and students are expected to be able to optimize the teaching and learning process in the classroom.
Eksistensial Humanistik dalam Perspektif Bimbingan Konseling Islam Syatria Adymas Pranajaya; Ananda Firdaus; Nurdin Nurdin
Al-Ittizaan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 3, No 1 (2020): Al-Ittizaan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.857 KB) | DOI: 10.24014/0.8710513

Abstract

Humanistic existentialism considers that humans have authority over themselves in determining actions, changes, and destinies. The method used is literature study with a qualitative approach.Humanistic existential there are 6 positive basic dimensions that exist in humans:(1) Capacity for self-awareness; (2) Freedom and responsibility; (3) Creating self-identity and creating meaningful relationships with others; (4) The search for meaning, purpose, values and targets; (5) Anxiety as a living condition; (6) Awareness of the coming of death and non-existence, in which the six dimensions will be associated with Islamic counseling. In Islam, there are values in the 6 basic dimensions of humanistic existential positivity such as the capacity for self-awareness that is about awareness of being a servant of God assigned as caliph on Earth, freedom of action but also being responsible for his actions, creating harmonious relationship with others, realizing that the self has limitations and must be willing to face death whose nature cannot be avoided as living creatures and others.ABSTRAKEksistensial humanistik menganggap bahwa manusia memiliki otoritas terhadap dirinya sendiri dalam menentukan tindakan, perubahan, serta nasib. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif. Pada eksistensial humanistik terdapat 6 dimensi dasar positif yang ada pada manusia, yaitu: (1) Kapasitas akan kesadaran diri; (2) Kebebasan serta tanggung jawab; (3) Menciptakan identitas dirinya dan menciptakan hubungan yang bermakna dengan orang lain; (4) Usaha pencarian makna, tujuan, nilai dan sasaran; (5) Kecemasan sebagai suatu kondisi hidup; (6) Kesadaran akan datangnya maut serta ketidakberadaan, yang dimana keenam dimensi tersebut akan dikaitkan dengan konseling Islam. Di dalam Islam sendiri pun terdapat nilai – nilai yang ada pada 6 dimensi dasar positif eksistensial humanistik seperti kapasitas akan kesadaran diri yaitu mengenai fitrah dan kesadaran akan sebagai hamba Allah yang ditugaskan sebagai khalifah di Bumi, kebebasan dalam bertindak tetapi juga bertanggung jawab atas tindakannya, menciptakan hubungan yang harmonis dengan orang lain, menyadari bahwa diri memiliki keterbatasan dan harus ikhlas menghadapi kematian yang hakikatnya tidak dapat dihindari sebagai mahluk hidup dan lain – lain.

Page 2 of 10 | Total Record : 95