cover
Contact Name
M. Fahli Zatrahadi
Contact Email
m.fahli.zatra.hadi@uin-suska.ac.id
Phone
+6281371856122
Journal Mail Official
alittizaan@uin-suska.ac.id
Editorial Address
Jl. HR Soebantas KM 15, Simpang Baru, Tampan, Pekanbaru, Riau 28293
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Al-Ittizaan : Jurnal Bimbingan Konseling Islam
ISSN : 26203820     EISSN : 2723021X     DOI : -
Al-Ittizaan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam adalah jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, merupakan media komunikasi ilmiah antar peminat ilmu Bimbingan Konseling Islam yang terdiri dari dosen, pakar dan praktisi, mahasiswa dan lain sebagainya. Jurnal ini mengangkat tulisan/karya ilmiah Bimbingan Konseling Islam. Artikel-artikel yang dipublikasikan dalam jurnal ini merupakan kajian ilmiah atas masalah-masalah yang berkembang dalam masyarakat, gagasan-gagasan orisinal dan juga ringkasan hasil penelitian yang dituangkan dalam bahasa Indonesia. Artikel dapat berupa hasil penelitian baik pustaka maupun lapangan, analisis teori, asumsi empirik yang berkaitan dengan pengembangan kajian Bimbingan Konseling Islam. Focus and Scope: 1. Konseling Islam 2. Kesehatan mental 3. Komunikasi antar pribadi 4. Bimbingan konseling islam 5. Konseling pendidikan 6. Komunikasi Persuasif
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 95 Documents
Keberhasilan Karir Guru: Psychological capital Sebagai Landasan Utama Justitia, Dewi; Hidayat, Dede Rahmat; Rahman, Azka Giaz; Karmila, Rifdha
Al-Ittizaan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 7, No 1 (2024): Al-Ittizaan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/ittizaan.v7i1.29543

Abstract

Keberhasilan sebuah karir ditentukan oleh banyak faktor, baik internal maupun eksternal. Salah satu faktor internal yang sangat penting dan memberikan tingkat keberhasilan yang tinggi adalah modal psikologis (Psychological capital). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan psychological capital mahasiswa berdasarkan gender. Metode yang digunakan adalah survey dengan melibatkan 73 responden yang merupakan calon guru dari dari Fakutas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta. Instrumen yang digunakan adalah PSQ-24 yang terdiri dari 24 item. Data yang sudah terkumpul akan dianalisis secara deskriptif dan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan dalam variabel psikologis antara laki-laki dan perempuan. Secara khusus, laki-laki cenderung memiliki skor yang lebih tinggi dalam variablel psychological capital, begitu pula dengan aspek-aspeknya laki-laki lebih tinggi efikasi, harapan, resiliensi, dan optimis dibandingkan dengan perempuan. Namun, perbedaan yang signifikan hanya terjadi dalam aspek efikasi, sementara variabel lainnya tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik antara laki-laki dan perempuan. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang holistik dan inklusif dalam merancang strategi pengembangan profesional dan dukungan psikologis untuk memastikan bahwa semua individu memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berhasil dalam karir mereka, tanpa memandang jenis kelamin.
Legal Politics as a Component for Improving the Minimum Service Standard for Early Childhood Education Nurhasanah, Nia; Farma Rahayu, Mella Ismelina; Christiawan, Rio; Widyaningrum, Tuti
Al-Ittizaan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 6, No 2 (2023): Al-Ittizaan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/ittizaan.v6i2.30279

Abstract

Based on the Preamble to the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia, the fourth paragraph refers to the ideals to be implemented within a single composition of the Republic of Indonesia. Article 28 C paragraph (1) of the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia mandates that every person has the right to develop himself through meeting his basic needs, has the right to receive education and to benefit from science and technology, arts and culture, to improve for the quality of his life and for the welfare of humanity. This research aims to analyze legal politics in implementing the fulfillment of Minimum Service Standards (SPM) in Early Childhood Education (PAUD) in Indonesia. This research is normative legal research with a normative juridical approach. The research results show that the implementation of SPM in the PAUD sector is very important to ensure that every young child receives quality educational services. Article 11 of Government Regulation Number 2 of 2018 concerning Minimum Service Standards explains that local governments are obliged to implement SPM to fulfill the types of basic services and quality of basic services that every citizen has the right to receive. The implication is that the implementation of Minimum Service Standards (SPM) in Early Childhood Education (PAUD) is very important to ensure that every young child in Indonesia receives quality educational services, which ultimately contributes to improving the quality of life and human welfare.
Profil Bystander Bullying (Penonton Perundungan) di Sekolah Dasar Fahrunnisa, Windi Farah; Hajar, Siti
Al-Ittizaan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 8, No 2 (2025): Al-Ittizaan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/ittizaan.v8i2.38452

Abstract

The phenomenon of bullying in elementary schools does not only involve perpetrators and victims, but also bystanders who play a crucial role in either reinforcing or reducing the intensity of bullying. This study aims to describe the profile of bystander bullying among students at SDN Samparwadi 1. The research employed a descriptive quantitative method with data collected through questionnaires and observations. The subjects consisted of 150 students from grades IV to VI. The findings indicate that the majority of students fall into the category of passive bystanders, who tend to merely witness without taking action, while a smaller portion act as defenders who attempt to protect the victims. Factors influencing bystander behavior include fear of becoming a target, peer group norms, and limited understanding of appropriate ways to help victims. These results highlight the need for character education programs and school interventions focusing on strengthening empathy, moral courage, and students’ social skills to minimize bullying.
Peran Protektif Dukungan Sosial Teman Sebaya dalam Mengurangi Stres Akademik Mahasiswa Gen Z Wenno, Yulian Hermanus; Ellis, Rusnawati; Wakasala, Syahril
Al-Ittizaan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 8, No 2 (2025): Al-Ittizaan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/ittizaan.v8i2.38518

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh dukungan sosial teman sebaya terhadap stres akademik pada mahasiswa baru Jurusan Ilmu Pendidikan Universitas Pattimura Ambon. Mahasiswa tahun pertama berada dalam fase transisi akademik dan sosial yang rentan menimbulkan tekanan psikologis, sehingga dukungan sosial menjadi faktor protektif yang penting. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif inferensial dengan pendekatan survei. Sampel terdiri dari 83 mahasiswa baru yang dipilih melalui teknik simple random sampling dari populasi 330 mahasiswa. Instrumen penelitian mencakup Skala Dukungan Sosial Teman Sebaya dan Skala Stres Akademik yang divalidasi menggunakan corrected item-total correlation serta reliabilitas Cronbach’s alpha. Analisis data dilakukan melalui statistik deskriptif dan regresi linier sederhana. Hasil menunjukkan bahwa dukungan sosial teman sebaya berada pada kategori sedang (72.3%), sementara stres akademik juga didominasi kategori sedang (67.5%). Analisis regresi mengungkapkan bahwa dukungan sosial berpengaruh signifikan terhadap stres akademik (p < 0.001) dengan kontribusi R² sebesar 0.407. Temuan ini mendukung teori stress-buffering yang menjelaskan bahwa dukungan emosional, informasional, dan instrumental dapat mengurangi dampak negatif stres. Meskipun demikian, 59% variansi stres dipengaruhi faktor lain seperti regulasi emosi, manajemen waktu, kondisi ekonomi, dan kesiapan akademik. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan program mentoring, interaksi sosial positif, serta dukungan berbasis komunitas sebagai strategi institusi pendidikan untuk membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan tekanan akademik.
Studi Kasus Kualitatif tentang Makna Penerimaan Diri Remaja Broken Home yang Mengalami Kehamilan di Luar Perkawinan Haumahu, Cynthia Petra; Korlefura, Criezta; Fitriana, Eva
Al-Ittizaan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 8, No 2 (2025): Al-Ittizaan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/ittizaan.v8i2.38517

Abstract

Kehamilan pranikah pada remaja dari keluarga broken home merupakan fenomena yang kompleks dan sarat dengan dinamika psikologis. Kondisi keluarga yang tidak harmonis memperburuk kerentanan emosional remaja dan memengaruhi proses penerimaan diri mereka. Penelitian ini bertujuan mengungkap makna penerimaan diri pada remaja perempuan yang mengalami kehamilan di luar perkawinan dalam konteks keluarga broken home. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus digunakan untuk menggali pengalaman subjektif secara mendalam. Sebanyak 20 informan dipilih melalui proses penyaringan bertahap dari 100 remaja di Kecamatan Sirimau, Kota Ambon. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik menggunakan NVivo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penerimaan diri berkembang melalui beberapa fase utama, dimulai dari reaksi emosional negatif yang intens seperti panik, syok, takut, dan malu, disusul dengan upaya memahami keadaan melalui pencarian informasi dan dukungan sosial. Strategi regulasi emosi internal seperti menenangkan diri, menulis, atau menarik diri muncul sebagai respons awal untuk menghadapi kecemasan di tengah konflik keluarga. Seiring waktu, penerimaan diri terbentuk melalui dukungan dari figur aman, terutama ibu, serta jejaring sosial alternatif seperti teman, guru BK, dan komunitas religius. Penerimaan diri ini pada akhirnya menghasilkan peningkatan ketahanan emosional, pengurangan self-blame, dan kemunculan perspektif positif terhadap masa depan. Penelitian ini menegaskan bahwa penerimaan diri remaja hamil tidak hanya merupakan proses psikologis individual, tetapi sangat dipengaruhi konteks relasional dan dukungan sosial yang tersedia. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi konselor, pekerja sosial, dan lembaga pendidikan untuk merancang intervensi yang lebih empatik, berfokus pada penguatan dukungan emosional, dan sensitif terhadap kondisi keluarga remaja.

Page 10 of 10 | Total Record : 95