cover
Contact Name
Ridwan Rustandi
Contact Email
ridwanrustandi@uinsgd.ac.id
Phone
+6285721502422
Journal Mail Official
jurnaltabligh@gmail.com
Editorial Address
Floor 4 Dakwah and Communication Faculty, Universitas Islam Negeri, Sunan Gunung Djati, Bandung, Indonesia Jln. A.H. Nasution 105 Cibiru, Bandung, Indonesia 40614
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
ISSN : 26229781     EISSN : 26229773     DOI : DOI: https://doi.org/10.15575/tabligh.v5i1
Core Subject : Social,
Focus and Scope Tabligh Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam publishes original researches in multi concepts theories, perspectives, paradigms, and methodologies on Islamic communication studies. Specific topics of interest include Public speaking, writing and journalism, Mass media, Social media, Computer-mediated communication
Articles 131 Documents
Pesan Tabligh dalam Karya Sastra Novel I AM Sarahza Malikhatul Farida; Aang Ridwan; Tata Sukayat
Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 5 No 1 (2020): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Department of Islamic Communication and Broadcasting, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/tabligh.v5i1.2033

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pesan tabligh yang terdapat dalam novel I AM Sarahza karangan Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra. Pesan tabligh yang dimaksudkan adalah berdasarkan pada Organisasi Pesan, Kategorisasi Pesan dan Karakteristik Pesan. Metode penelitian menggunakan metode analisis isi deskriptif, yaitu mencaritahu dan mengkaji lebih dalam mengenai pesan tabligh dalam karya sastra novel I AM Sarahza sebagai sarana sekaligus sumber penyampaian pesan tabligh melalui tulisan yang tujuan untuk menggambarkan isi novel secara mendetail, logis, sistematis dan menyeluruh baik melalui makna, isi maupun ungkapan pesan tabligh dalam novel. Hasil Penelitian menunjukan bahwa dalam bentuk organisasi pesan tabligh terdapat pesan yang paling mendominasi yaitu Induktif atau kalimat yang memiliki ide pokok di awal kalimat dan kesimpulan di akhir kalimat, lalu dalam bentuk kategorisasi pesan lebih mendominasi terhadap bentuk kategori Ibadah yakni jenis prilaku atau ketaatan manusia dengan Allah SWT yang dibuktikan dengan karakter manusia yang amar ma’ruf nahi munkar dan terakhir adalah bentuk karakteristik pesan yang memiliki hasil yang seimbang antara verbal (pesan langsung) dan Nonverbal (pesan tidak langsung). ABSTRACT The study aims to determine the tabligh messages contained in the novel of I AM Sarahza by Hanum Salsabiela Rais and Rangga Almahendra. The intended tabligh message based on Message Organization, Message Categorization and Message Characteristics. The research method uses descriptive content analysis method, which is to find out and examine more deeply about the message of tabligh in the literary work of the novel I AM Sarahza as a means as well as a source of delivering tabligh messages through writing to describe the contents of the novel in detail, logically, systematically and thoroughly both through meaning, content and expression of Tabligh messages in the novel. The results showed that in the form of tabligh message organization there is the most dominant message that is Inductive or a sentence that has the main idea at the beginning of the sentence and the conclusion at the end of the sentence. In the form of message categorization is more dominant towards the form of worship categories namely the type of human behaviour or obedience with God SWT as evidenced by the human character that is amar ma'ruf nahi munkar and finally is a characteristic form of message that has a balanced outcome between verbal (direct messages) and Nonverbal (indirect messages).
Seni Teater sebagai Salah Satu Model Dakwah Nesya Puspita Sari; Uwoh Saepulloh; Aang Ridwan
Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 1 No 3 (2016): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Department of Islamic Communication and Broadcasting, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/tabligh.v1i3.2069

Abstract

Penulis menganalisis seluruh kegiatan dan program yang dilakukan oleh komunitas teater yaitu Teater Menara Salman ITB. Mencari tahu apakah ada unsur-unsur dakwah yang terkandung di Teater Menara Salman ITB? Bagaimana proses transformasi pesan dakwahnya? Serta apa karakteristik dakwah yang ada di Teater Menara Salman ITB?Metode yang digunakan adalah deskriptif yaitu menggambarkan seni teater sebagai salah satu model dakwah di Teater Menara Salman ITB. Jenis data yang dikumpulkan adalah jenis data kualitatif yaitu berupa pemaparan atau uraian langsung dari para pelaku (primer) narasumber, tentang muatan dakwah yang dilakukan lewat media kesenian Teater Menara Salman ITB,, untuk kemudian data-data tersebut dianalisis dalam hal pesan dakwah yang disampaikan. Data yang dikumpulkan berupa kata-kata dan gambar. Langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini untuk memperoleh data yang diharapkan adalah dengan melakukan observasi terhadap objek penelitian, wawancara, yang dilakukan terhadap narasumber yaitu Ius Kadarusman sebagai pendiri dan juga pembina. Dari data-data yang diperoleh, akhirnya penulis dapat menyimpulkan bahwa Teater Menara Salman ITB ini bisa menjadi salah satu model dakwah. Karena teater ini mengandung unsur-unsur dakwah didalamnya. Juga dapat diamati bahwa proses transformasi pesan hingga menjadi naskah/ skenario yang mengandung nilai-nilai dakwah tidak sembarangan dilakukan. Teater Menara Salman ITB memiliki karakteristik dakwah yang khas dalam teaternya dari mulai musik yang digunakan, lagu-lagu yang diciptakan, dialog pemainnya, hingga adegan-adegannya. Hal ini membuatnya unik dan menarik perhatian banyak orang. The uthor analyzes all activies and programs undertaken by the theater community the Teater Menara Salman ITB. Find out if there are elements of dakwahcontained in the Teater Menara Salman ITB. How does the process of transforming the message of dajwah? And what are the characteristics of dakwah in Teater Menara Salman ITB?The method used is descriptive that describesthe art of theater as one model Teater Menara Salman ITB. The type of data collected is the type of qualitative data that is in the form of exposure or direct description of the principals (primer) resource, about thethrough the media art of Teater Menara Salman ITB, for then the data is analyzed in terms of messages preached submitted. The data collected in the form of words and pictures. The steps undertaken in this study to obtain the expected data is to make observation of the object of research, interviews conduted on sources that Ius Kadarusman as founder and buider.From the data obtained finally the autors can conclude that the Teater Menara Salman ITB can be one of the dakwah model. Because this theater contains element of dakwah. it can also be observed that the process of transforming the messaage into a script or skenario containing dakwah values is not arbitrarily done. Tetaer Menara Salman ITB has the typical dakwah characteristic of the music used, the songs are created, the dialogue of the players, to the scenes by scene. This makes is unique and attracts the attention of many people.
Dinamika Dakwah di Tanah Perkabaran Injil Teluk Wondama Papua Barat Dinda Ahlul Latifah; Tjetjep Fachrudin; Mukhlis Aliyudin
Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 1 No 3 (2016): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Department of Islamic Communication and Broadcasting, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/tabligh.v1i3.2070

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dinamika dakwah yang terjadi di tanah perkabaran injil, Teluk Wondama,Papua Barat. Hal yang digali dalam penelitian ini adalah interaksi antarumat beragama, peran da’i serta media dakwah yang digunakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi fenomenologi. pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi partisiatif,wawancara,Focus Group Discussion dan studi dokumentasi.. Dalam penelitian ini ditemukan pola interaksi assosiatif dan disasosiatif antarumat beragama yakni muslim dan kristen yang mempengaruhi dinamika dakwah yang terjadi. Kondisi dakwah di Tanah Zending termasuk kedalam konteks Dakwah Antarbudaya sehingga peranan da’i dan media dakwah yang digunakan sangat berpengaruh bagi keberlangsungan dakwah dan stabilitas sosial dalam ruang lingkup masyarakat yang majemuk. This research exploring about dakwah activities and social relationship process among moslem and Christian communities in Teluk Wondama, West papua. Based on the history of Christian expansi in papua, Teluk Wondama is one of important land where zending comes and spread religion by empower local society. The impact of Zending has transformed and integrated into the social system in Wondama till now. This research will exlpore how interfaith interaction in the Zending land. How moslem communities survive, and how moslem intitution developt their dakwah activities. Descriptive and Kualitatif methods are applied by fenomenologi approach to indetificate social realitis based on the communities, moslem and christian. Theres 3 main result of this research first, social interaction berween Moslem and Christian that having two differences side, Assosiatif and Disasosiatif. Second, Da’i efforts in the dakwah activities has important impact to the interfaith conection. Third,moslem intitution has been developt dakwah medium to spread islam and accomodate moslem necessary.
Dakwah Emha Ainun Najib melalui Akun Facebooknya dari bulan Mei sampai dengan Agustus 2016 Enah Suminar; Indira Sabet Rahmawaty; Tjetjep Fachrudin
Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 1 No 3 (2016): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Department of Islamic Communication and Broadcasting, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/tabligh.v1i3.2072

Abstract

Dengan seiring perkembangan jaman, kegiatan berdakwah dapat dilakukan melalui berbagai media yang ada, salah satunya dengan menggunakan media jejaring sosial facebook. Salah satu pendakwah yang sering juga mendapatkan respon positif maupun negatif pada fanpage facebooknya ialah budayawan Emha Ainun Najib dalm akunya caknun.com. untuk dapat mengetahui bagaimana konten dakwah yang disampaikan caknun pada akun facebooknya maka penelitian ini penting untuk dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengehtahui bentuk dakwah dan respon netizen dari dakwah yang dilakukan Caknun dalam akun facebooknya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Bentuk dakwah yang digunakan Emha Ainun Najib yaitu dengan menggunakan nasehat dengan menggunakan tabsyir wa tandzir (kabar gembira dan peringatan) bentuk dakwah yang kedua adalah wasiat. (2) Respon Netizen terhadap dakwah Emha Ainun Najib sangat positif namun netizen kesulitan untuk mengambil interpretasii makna dari pesan yang disampaikan karena kesulitan pemilihan kata yang digunakan. With the development of the times, preaching activities can be done through various existing media, one of them by using social networking media facebook. One of the preachers who often also get a positive or negative response on his facebook fanpage is the culture of Emha Ainun Najib dalm akunya caknun.com. to be able to know how content da'wah delivered caknun on facebook account then this research is important to do. The purpose of this research is to mengehtahui form daakwah and netizen response from da'wah done Caknun in facebook account. The method used in this research is using descriptive analysis method. Data collection techniques are observation, interview and documentation. The results of this study show that: (1) The form of propaganda used by Emha Ainun Najib by using the advice by using tabsyir wa tandzir (good news and warning) the second form of dakwah is testament. (2) Netizen's response to the propagation of Emha Ainun Najib is very positive but netizens find it difficult to take interpretation of the meaning of the message conveyed because of the difficulty of choosing the word used.
Kegiatan Tabligh di Masjid Agung Trans Studio Bandung dalam Upaya Dakwah Islam Alifia Rahmatika Nugraha
Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 1 No 3 (2016): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Department of Islamic Communication and Broadcasting, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/tabligh.v1i3.2073

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kegiatan tabligh yang ada di Masjid Agung Trans Studio Bandung. Mengingat banyak sekali yang datang ke masjid tersebut bukan untuk mengikuti kegiatan yang di sajikan oleh DKM, akan tetapi karena kemegahan dari masjid tersebut sebagian pengunjung atau masyarakat malah melakukan kegiatan lain seperti berfoto di depan masjid tanpa masuk ke masjid tersebut. Penulis akan meneliti dari kegiatan dakwah yang ada disana, dan melihat apakah banyak karyawan, pengunjung atau masyarakat yang ikut dalam kegiatan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan tekhnik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi, studi kepustakaan dan analisis data. Dengan menggunakan teori who say what in which chanel whom whit what effect dari Harold Lasswell. Metode ini mengedintifikasi elemen-elemen utama dalam proses komunikasinya yaitu terdiri sumber, pesan, saluran pesan, penerima, dan efek. Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa kegiatan tabligh di Masjid Agung Trans Studio Bandung dalam upaya dakwah Islam dinilai cukup efektif untuk menarik para karyawan, pengunjung dan masyarakat untuk mengikuti kegiatan-kegiatan yang ada di masjid tersebut. metode yang di sampaikan dengan tekhnik khitobah, kitabah, I’lam bisa membuat orang-orang untuk datang ke kegiatan yang di adakan di masjid tersebut. Bukan hanyak itu, pihak DKM pun memanfaatkan media social untuk menyiarkan kegiatan-kegitan tabligh sehingga banyak juga yang mengikuti kajian tersebut melalui media social.
Penerapan Model Tayangan Tabligh Inovatif pada Acara Berita Islami Masa Kini Trans TV Fitri Pebriani
Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 1 No 3 (2016): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Department of Islamic Communication and Broadcasting, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/tabligh.v1i3.2074

Abstract

Tujuan penelitian ini, diantaranya: 1). Bagaimana model tayangan Tabligh pada program acara berita islami masa kini Trans TV? 2). Bagaimana konsep materi Tabligh pada program berita islami masa kini Trans TV? 3). Bagaimana strategi produser berita islami masa kini Trans TV dalam memproduksi tayangan tabligh? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus. Hasil penelitian menunjukan bahwa model tayangan tabligh pada Program Berita Islami masa kini merupakan model tayangan dengan Format Spot News, program acara ini memberikan format berita yang berbeda. Setiap segment itu memiliki beragam tema yang di kemas dengan VT dan materi yang berisi pesan dakwah menjadi lebih menarik untuk sebuah pengaplikasikan pesan dakwah menjadi audio visual yang menarik. Berdasarkan temuan ini dapat disimpulkan bahwa program berita islami masa kini mampu menghadirkan strategi pengemasan dan konsep materi tabligh yang dibuat menarik, ringan dan muatan pesan dakwah bershifat universal. Namun di tayangan ini masih banyak kekurangan. Dalam pengemasan materi untuk sebuah tayangan televisi di harapkan memperhatikan tema-tema yang tidak bertentangan dengan sosial di masyarakat.
Analisis Wacana Kritis Pesan Dakwah Pernikahan Dalam Film “Aku, Kau Dan Kua” Susi Nurhidayah
Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 1 No 3 (2016): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Department of Islamic Communication and Broadcasting, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/tabligh.v1i3.2075

Abstract

Film merupakan media dalam menyampaikan pesan. Agar pesan dakwah dapat diterima dengan mudah oleh masyarakat, maka film adalah salah satu media efektif yang memiliki pengaruh besar bagi masyarakat. Film “Aku, Kau dan KUA” menyampaikan pesan dakwah mengenai pernikahan yang dikemas dengan apik, menarik dan menghibur, tanpa mengabaikan nilai edukasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui a) pesan teks dakwah tentang pernikahan dalam film “Aku, Kau dan KUA”. b) kognisi sosial tentang pernikahan dalam film “Aku, Kau dan KUA”. c) konteks sosial dalam film “Aku, Kau dan KUA”. Objek dari penelitian ini adalah film drama religi, disutradarai Monty Tiwa, sebagai adaptasi dari buku Aku Kau dan KUA dari @tweetnikah karya Marah Adil. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode analisis wacana model Teun A. Van Dijk. Tema besar dalam film ini adalah pernikahan meliputi persiapan pernikahan, proses ta’aruf, dan muhasabah diri. Bahasa yang digunakan oleh setiap pemain dalam film ini yaitu bahasa Indonesia yang biasa digunakan sehari-hari. Dari segi kognisi sosial, sutradara, penulis buku, menampilkan pesan dakwah mengenai pernikahan secara implisit, dikemas dengan apik, menarik, menghibur sekaligus sarat akan makna. Dari segi konteks sosial, Film “Aku, Kau dan KUA” hadir menyampaikan pesan tentang pernikahan sebagai alternatif akan kebutuhan informasi bagi umat Islam secara pribadi, keluarga dan masyarakat.
Isi Pesan Dakwah Pada Program Siaran Sirah Nabawiyah Annastasya Pratiwi; Karsidi Diningrat; Ratna Dewi
Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 1 No 4 (2016): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Department of Islamic Communication and Broadcasting, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/tabligh.v1i4.2076

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui dan memahami bagaimana isi pesan dakwah serta kategorisasi pesan dakwah dalam siaran Sirah Nabawiyah pada Program siaran Inspirasi Sore. Edisi Rabu, 2 Maret 2016-Edisi Rabu, 25 Mei 2016 Radio MQ 102,7Fm Bandung yang berjumlah 13 Edisi. Metode yang digunakan adalah analisis isi dalam operasionalnya, dikumpulkan data berupa Isi Pesan Dakwah Siaran Sirah Nabawiyah. Kemudian mengklasifikasikan data tersebut berdasarkan topik yang diangkat, isi pesan dakwah dan kategorisasi pesan dakwah, selanjutnya data ditafsirkan lalu menarik kesimpulan. Hasil analisis yang dicapai menunjukan bahwa Siaran Sirah Nabawiyah memuat kisah-kisah para Nabi dan Sahabat Nabi dalam memperjuangkan Islam. Kisah yang diangkat dalam siaran ini begitu mudah dipahami oleh kalangan masyarakat karena dikemas dalam bentuk cerita yang tentunya mengandung muatan-muatan dakwah. Dari kategorisasi isi, ternyata pesan aqidah 10 judul, ibadah ada 6 judul dan akhlaq ada 6 judul. Sedangkan dari kategorisasi bentuk terbagi menjadi tiga bagian, pertama informatif, kedua persuasif, dan ketiga instruktif, informatif. Dari penelitian ini diketahui bahwa siaran sirah nabawiyahdalam menyampaikan dakwah lebih mengedepankan kategori pesan aqidah, daripada kategori pesan ibadah dan akhlaq. Alangkah lebih baik jika kategori pesan aqidah dapat dipertahankan dan pesan ibadah dan akhlaqnya dapat ditingkatkan dengan mengacu kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah sehingga dapat dipertanggungjawabkan. The purpose of research to know and understand how the content of the message of da'wah and the categorization of da'wah messages in broadcast Sirah Nabawiyah on the program broadcast Inspiration Afternoon. Edition Wednesday, March 2, 2016-Edition Wednesday, May 25, 2016 Radio MQ 102.7Fm Bandung which amounted to 13 Editions. The method used is the analysis of content in its operations, collected data in the form of Content Dakwah Broadcast Sirah Nabawiyah. Then classify the data based on the topic raised, the contents of the message of da'wah and the categorization of the message of da'wah, then the data is interpreted and then draw conclusions. The results of the analysis showed that the Sirah Nabawiyah broadcasts contained stories of Prophets and Companions of the Prophet in the struggle for Islam. The story raised in this broadcast is so easily understood by the community because it is packaged in the form of stories that certainly contain the content of propaganda. From the categorization of content, it turns out aqidah message 10 titles, worship there are 6 titles and akhlaq there are 6 titles. While the form of categorization is divided into three parts, first informative, both persuasive, and third instructive, informative. From this research it is known that broadcast sirah nabawiyahdalam deliver da'wah more priority category message aqidah, than category message of worship and akhlaq. It would be better if the category of aqidah message can be maintained and the message of worship and akhlaqnya can be improved by referring to the Qur'an and As-Sunnah so it can be accounted for.
Pengaruh Humor Ustadz Fuad Ghinan Burhanudin Terhadap Respon Jamaah Wiwin Winaningsih; Aep Wahyudin; Syamsuddin RS
Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 1 No 4 (2016): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Department of Islamic Communication and Broadcasting, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/tabligh.v1i4.2077

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengungkap perhatian, pemahaman dan penerimaan jamaah terhadap humor dalam tabligh Ustadz Fuad Ghinan Burhanudin pada pengajian mingguan di Pondok Pesantren Darussalam Tanjungsari. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data diantaranya adalah observasi, angket dan wawancara. Sedangkan analisis data dalam penelitian ini menggunakan teori Stimulus Organisme Respons (S-O-R) karena objek yang di teliti adalah manusia dengan segala unsur dan komponennya seperti sikap, perilaku dan kognisinya. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat perhatian jamaah terhadap humor dalam tabligh Ustadz Fuad Ghinan Burhanudin cukup besar dengan jumlah prosentase yang cukup tinggi, tingkat pemahaman jamaah terhadap humor dalam tabligh Ustadz Fuad Ghinan Burhanudin sangat besar dan tingkat penerimaan jamaah terhadap humor dalam tabligh Ustadz Fuad Ghinan Burhanudin cukup besar.Hal ini terindikasi dari tingginya minat jamaah terhadap tabligh yang disisipi humor edukatif yang disampaikan oleh Ustadz Fuad Ghinan Burhanudin. Selain itu, hasil penelitian ini juga memperlihatkan bahwa orientasi jamaah mengikuti pengajian di pondok pesantren Darussalam Tanjungsari bukan pada humornya namun humor menjadi daya tarik dalam tabligh. Kesimpulan dari penelitian tentang respon jamaah terhadap humor dalam tabligh Ustadz Fuad Ghinan Burhanudin di Pondok Pesantren Darussalam Tanjungsari Sumedang sangat baik. The purpose of this study to reveal the attention, understanding and acceptance of pilgrims to humor in Tabligh Ustadz Fuad Ghinan Burhanudin on weekly study in Pondok Pesantren Darussalam Tanjungsari. This research type is quantitative with descriptive method. Data collection techniques such as observation, questionnaires and interviews. While the data analysis in this research using Stimulus Organism Response theory (S-O-R) because the object in the perusal is human with all the elements and components such as attitude, behavior and cognition. The results showed that the level of attention of pilgrims to humor in Tabligh Ustadz Fuad Ghinan Burhanudin quite large with a fairly high percentage, level understanding of humor in the tabligh Ustadz Fuad Ghinan Burhanudin very large and the level of acceptance of pilgrims to humor in Tabligh Ustadz Fuad Ghinan Burhanudin enough This is indicated by the high interest of the congregation towards the tabligh which is inserted by educative humor delivered by Ustadz Fuad Ghinan Burhanudin. In addition, the results of this study also shows that the orientation of pilgrims to follow pengajian in boarding school Darussalam Tanjungsari not on humor but humor into attraction in tabligh. The conclusion of research on the response of pilgrims to humor in Tabligh Ustadz Fuad Ghinan Burhanudin in Pondok Pesantren Darussalam Tanjungsari Sumedang very good.
Pesan Dakwah dalam Film 7 Petala Cinta Yeni Nuraeni
Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 1 No 4 (2016): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Department of Islamic Communication and Broadcasting, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/tabligh.v1i4.2078

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan makna denotasi dalam film “7 Petala Cinta” hubungannya dengan dakwah, makna konotasi dalam Film “7 Petala Cinta” hubungannya dengan dakwah dan makna mitos dalam Film “7 Petala Cinta” hubungannya dengan dakwah. Penelitian ini menggunakan teori semiotik Roland Barthes yaitu mengungkap makna yang tersembunyi dibalik tanda-tanda yang bersifat deskriptif dengan melakukan pendekatan signifikansi pada tahap, yaitu tahap denotasi konotasi dan mitos, karena objek yang diteliti adalah film dengan segala unsur dan komponennya. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa makna denotasi yang terkandung didalam film 7 Petala Cinta ini yaitu gambaran tentang seorang wanita yang sabar ketika mendapat ujian. Dan seorang yang berusaha bertaubat. Sedangkan makna konotasi dalam film ini adalah kesabaran Saidatul Nafisa ketika dia di uji dengan kepergian Hamka. Dan perjuangan Attar berusaha keluar dari jalan hidupnya yang salah. Dan makna mitos dalam film ini ketika seseorang berniat bertaubat pasti akan selalu ada ujian yang menimpanya, tetapi jangan sampai ujian yang dialami membuat seseorang terjerumus kembali ke dalam hal yang salah.

Page 11 of 14 | Total Record : 131


Filter by Year

2016 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 6 No 3 (2021): Tabligh : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 6 No 2 (2021): Tabligh : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 6 No 1 (2021): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 5 No 4 (2020): Tabligh : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 5 No 3 (2020): Tabligh : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 5 No 2 (2020): Tabligh : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 5 No 1 (2020): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 4 No 4 (2019): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 4 No 3 (2019): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 4 No 2 (2019): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 4 No 1 (2019): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 3 No 4 (2018): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 3 No 3 (2018): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 3 No 2 (2018): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 3 No 1 (2018): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 2 No 4 (2017): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 2 No 3 (2017): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 2 No 2 (2017): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 2 No 1 (2017): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 1 No 4 (2016): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 1 No 3 (2016): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 1 No 2 (2016): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 1 No 1 (2016): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam More Issue