cover
Contact Name
Ridwan Rustandi
Contact Email
ridwanrustandi@uinsgd.ac.id
Phone
+6285721502422
Journal Mail Official
jurnaltabligh@gmail.com
Editorial Address
Floor 4 Dakwah and Communication Faculty, Universitas Islam Negeri, Sunan Gunung Djati, Bandung, Indonesia Jln. A.H. Nasution 105 Cibiru, Bandung, Indonesia 40614
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
ISSN : 26229781     EISSN : 26229773     DOI : DOI: https://doi.org/10.15575/tabligh.v5i1
Core Subject : Social,
Focus and Scope Tabligh Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam publishes original researches in multi concepts theories, perspectives, paradigms, and methodologies on Islamic communication studies. Specific topics of interest include Public speaking, writing and journalism, Mass media, Social media, Computer-mediated communication
Articles 131 Documents
Strategi Dakwah Santri Dalam Menghadapi Berita Hoax di Media Sosial Laila Afifah Tohari; Uwes Fatoni; Atjep Muhlis
Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 5 No 2 (2020): Tabligh : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Department of Islamic Communication and Broadcasting, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/tabligh.v5i2.1349

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi dakwah pada santri dalam menghadapi berita hoax di media sosial. Bagaimana penerapan strategi dakwah santri serta metode apa yang digunakan dalam menghadapi berita di media sosial agar tidak terjebak pada hoax. Adapun untuk penelitian ini menggunakan metode studi kasus di Pondok Pesantren Mahasiswa Universal yang dilakukan secara intensif, terinci dan mendalam tentang berita hoax di kalangan santri. Sedangkan untuk hasil dari penelitian ini adalah santri menggunakan strategi dakwah reduksi dan strategi dakwah pencapaian dalam menghadapi berita hoax agar dirinya tidak terjebak ke dalam oknum berita hoax, sehingga santri mampu membedakan berita hoax dan berita fakta. This research aims to find out the da’wah strategies of students in facing hoax news on social media. How to implement the students propaganda strategy and what methods are used in dealing with news on social media so as not to get caught up in hoaxes. This research uses the case study method in universal student boarding schools which is carried out intensively, in detail and in depth about hoax news among students. The results of this study are that some students do not have the ability to distinguish between hoaxes and facts. And also the whole students can alrealy distinguish true news and hoax news, they have the ability to apply to themselves in order to avoid hoax news.
Pesan Dakwah dalam Novel Kuntum-kuntum Surga Nurlaili Nabilah; Tjetjep Fachruddin; Encep Taufik Rahman
Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 5 No 4 (2020): Tabligh : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Department of Islamic Communication and Broadcasting, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui struktur makro, superstruktur dan struktur mikro pesan dakwah dalam novel Kuntum-kuntum Surga karya Ririn Astutiningrum. Metode penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik analisis wacana model Teun A. Van Dijk. Analisis wacana bersifat kuaalitatif sehingga mengandalkan penafsiran peneliti terhadap teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur makro pesan dakwah dalam novel Kuntum-kuntum Surga terdiri dari pesan akidah, ibadah dan akhlak. Superstrukur dalam novel Kuntum-kuntum Surga terdapat pesan dakwah yaitu setiap alur kehidupan yang kita jalani pasti terdapat hikmah apabila kita selalu melibatkan Allah dalam segala urusan. Struktur mikro dalam novel Kuntum-kuntum surga terdapat muatan pesan dakwah yaitu tentang tatacara komunikasi atau berbahada yang mudah (Qaulan Maisura), dapat dipahami, dan berbahasa yang benar (Qaulan Sadida). This paper aims to find out the macro structure, superstructure and micro structure in the novelKuntum-kuntum Surga by Ririn Astuningrum. The research method uses qualitative research methods using the discourse analysis tehnique of the Teun A. Van Dijk model. Discourse analysis is qualitative so that research rely on the interpretation of the text. The result showed that the macro structure of da'wah messages in the novel Kuntum-kuntum Surga consisted of the message of faith, worship and morals. Superstructre in the Kuntum-kuntum Surga contained te message of da'wah that every path of life that we live there must be wisdom if we always involve Allah in all matters. The micro structure in Kuntum-kuntum Surga contained the message of the da'wah message, which is about communication procedures or easy Language (Qaulan Maisura), can be understood language, and the correct language (Qaulan Sadida).
Pesan Dakwah Minoritas dalam Vlog Citra Nurjanah; Jujun Junaedi; Uwes Fatoni
Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 5 No 4 (2020): Tabligh : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Department of Islamic Communication and Broadcasting, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/tabligh.v5i4.1485

Abstract

Penelitian ini ingin mengetahui pesan dakwah minoritas tentang akidah, syariah, dan akhlak yang terdapat dalam vlog akun YouTube Gita Savitri Devi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teori pesan dakwah dari Wahyu Ilaihi yaitu akidah, syariah dan akhlak dan teori fiqh minoritas dari Yusuf Al-Qardhawi. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode analisis isi kualitatif yakni dengan melakukan penyusunan data yang kemudian dijelaskan, dianalisis, yang dilakukan bersamaan dengan pengumpulan data. Hasil dari penelitian ini adalah pesan dakwah minoritas tentang akidah yang terdapat dalam vlog Gita Savitri itu ditemukan pesan tentang keimanan kepada Allah dan kepada Kitab Allah, sedangkan pesan dakwah minoritas tentang syariah ditemukan pesan tentang ibadah shalat, ibadah puasa, makanan halal, dan mengenakan hijab, adapun Pesan dakwah minoritas tentang akhlak ditemukan pesan tentang akhlak terhadap manusia dan sedekah. Kata Kunci : Pesan dakwah; Minoritas; Vlog. The aim of this research is to find out a minority's message of da'wah regarding aqidah, sharia, and akhlaq in Gita Savitri Devi YouTube account's vlogs. The theory which was used in this research is da'wah message theory (obtained) from Wahyu Ilaihi which is aqidah, sharia, and akhlaq as well as fiqh of the minority theory from Yusuf Al-Qardhawi. The method used in this study is a qualitative content analysis method by compiling data which is then explained, analyzed, which is carried out simultaneously with data collection. The results obtained through this research is that a minority's da'wah message regarding aqidah includes faith in Allah and in Allah's holy books; da'wah message regarding sharia includes messages about prayer, fasting, halal food, and the use of hijab; and da'wah message regarding akhlaq includes akhlaq towards other people and sadaqah. keywords: da'wah message, minority, vlog
Khitobah dalam Perspektif Gender Hani Solehatunnisa; chatib Saefullah; Aang Ridwan
Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 6 No 1 (2021): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Department of Islamic Communication and Broadcasting, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/tabligh.v6i1.1600

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui makna pesan terkait gender pada khutbah nikah di Kecamatan Baleendah. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif denganmetode analisis wacana dari A. Van Dijk (1998) yaitu dengan menentukan tematik, skematik, dan semantik yang berhubungan dengan gender dan dianggap mampu menjabarkan makna gender pada khutbah nikah di kecamatan Baleendah. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa tidak semua khutbah nikah mengandung bias gender yang memposisikan laki-laki lebih unggul dari perempuan. Dari 15 pesan khutbah nikah yang diteliti di Kecamatan Baleendah terdapat 12 kategori tema syariah, 9 kategori tema akidah dan akhlak, dan 8 kategori tema gender yang diklasifikasikan menjadi Akidah sebagai fondasi dalam penanaman rumah tangga, Syariah sebagai pedoman interaksi sosial dan Akhlak sebagai tema sentral dalam khutbah nikah. Kata Kunci : Gender; Khitobah; Nikah; Pesan Dakwah. The aim of this research is to determine the meaning of gender message in marriage khotbah in Baleendah. This research was conducted with a qualitative approach with a discourse analysis method from A. Van Dijk (1998) which determining thematic, schematic, and semantic related to gender and it is considered capable of describing the meaning of gender on marriage khotbah in Baleendah. The results of this research prove that not all marriage khotbah contain gender biases that position men superior to women. From 15 marriage khotbah messages which researched in Baleendah, there were 12 categories of sharia, 9 categories of faith and moral, and 8 categories of gender which are classified into Aqeedah as a foundation in planting households, Sharia as a guide for social interaction and Morals as a central theme in marriage khotbah. Keywords: Gender; Khotbah; Marriage; Da'wah Massage.
Pemahaman Bacaan Shalat pada Anak-anak Tunarungu Damar Retno Dhyanti; Tata Sukayat; Jujun Junaedi
Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 6 No 1 (2021): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Department of Islamic Communication and Broadcasting, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/tabligh.v6i1.1617

Abstract

Penyandang tunarungu memiliki hambatan pendengaran dan dalam proses bicara dan bahasanya terhambat pula. Penyandang tunarungu menggunakan bahasa isyarat sehari-hari dalam berkomunikasi dengan orang lain. Materi yang diajarkan pun menggunakan bahasa isyarat oleh guru mereka. Materi pelajaran yang biasanya disampaikan lewat bahasa lisan, harus disampaikan lewat bahasa isyarat. Termasuk juga pelajaran agama Islam yang disampaikan oleh bahasa isyarat, seperti bacaan shalat yang disampaikan dengan bahasa isyarat di SLB Negeri Cileunyi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perhatian, pemahaman dan penerimaan anak-anak tunarungu terhadap bahasa isyarat dalam memahami bacaan shalat. Serta mengenal bahasa isyarat sebagai komunikasi nonverbal. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode deskriptif. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data diantaranya yaitu observasi, angket dan wawancara. Terdapat respon antara bahasa isyarat yang digunakan anak-anak tunarungu dengan bacaan shalat yang diajarkan di sekolah. Bahasa isyarat membantu anak-anak tunarungu dalam memahami, mengikuti serta pada pengaplikasian bacaan shalat di sekolah maupun di rumah. Kata Kunci : Anak-anak Tunarungu; Bahasa Isyarat; Bacaan Shalat Deaf people have hearing impairments and are also hampered in the process of speech and language. Deaf people use daily sign language in communicating with others. The material taught also uses sign language by their teacher. The subject matter, which is usually delivered through oral language, must be delivered through sign language. It also includes Islamic lessons delivered by sign language, such as prayer readings delivered in sign language at SLB Negeri Cileunyi. The purpose of this study was to determine the attention, understanding and acceptance of deaf children to sign language in understanding prayer readings. And recognize sign language as nonverbal communication. This type of research is quantitative with descriptive methods. Techniques used in data collection include observation, questionnaires and interviews.There is a response between sign language used by deaf children and prayer readings taught at school. Sign language helps deaf children understand, follow along with the application of prayer readings at school or at home. Keywords : Deaf Children; Sign language; Prayer Readings
Pesan Dakwah Melalui Media Instagram Pramita Dewi S.; Atjep Muhlis; Asep Shodiqin Maulana
Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 6 No 1 (2021): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Department of Islamic Communication and Broadcasting, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/tabligh.v6i1.1651

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana isi pesan dakwah dalam videogram sebuah akun Instagram conntent creator @arifmuhammaddd_ dan bagaimana strategi penyajian pesan dakwah pada videogram akun tersebut. Metode penelitian menggunakan metode analisis isi metode ini digunakan untuk menganalisis, menguraikan, memahami dan menjelaskan yang terdapat pada penelitian sehingga kita dapat mengetahui pesan dan strategi yang digunakan dalam videogram tersebut. Analisis data dengan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa pesan dakwah yang disampaikan bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunnah. Pesan dakwahnya terbagi menjadi tiga golongan pesan akidah, pesan ibadah dan pesan akhlak. Strategi penyajian pesan melalui media sosial Instagram. Penyajiannya berupa pesan kebaikan yang dikemas melalui videogram yang di dalamnya terkandung beberapa unsur dakwah serta memiliki nilai edukasi dan komedi sehingga lebih mudah diterima oleh kalangan masyarakat dan khalayak ramai tentunya remaja. Kata Kunci : Pesan Dakwah; Instagram; Media Sosial. This research is to study how the contents of the da'wah message in the videogram of an Instagram account creator @arifmuhammaddd_ and how the strategy of presenting the da'wah message on the videogram account is. The research method using the content analysis method is used to analyze, describe, discuss and explain related to research so that we can understand the messages and strategies used in the videogram. Data analysis with qualitative analysis. The results showed that the message of da'wah delivered came from the Al-Qur’an and As-Sunnah. The message of da'wah is divided into three categories of religious messages, religious messages and moral messages. Strategy for presenting messages through social media Instagram. The presentation consisted of a message of honor packaged through a videogram containing some of the da'wah and also the value of education and comedy was more easily accepted by the public and the public was favored by adolescents. Keywords: Message of da’wah; Instagram; Social media.
Pesan Moral Dalam Film Bulan Terbelah di Langit Amerika REZA HERDIANA RESTU; Asep Muhyiddin; Uwes Fatoni
Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 5 No 2 (2020): Tabligh : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Department of Islamic Communication and Broadcasting, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna wacana pesan moral dalam film Bulan Terbelah di Langit Amerika dari segi teks yang terdiri dari struktur makro, superstruktur dan struktur mikro. Penelitian kualitatif ini menggunakan teori analisis wacana model Teun A. Van Dijk untuk mengkaji serta menjelaskan hubungan dan makna wacana pada dimensi teks meliputi struktur makro, superstruktur dan struktur mikro. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan tiga kesimpulan utama: Pertama, struktur makro mengenai perbedaan keyakinan bukan sumber dari konflik. Kedua, superstruktur film terdiri dari lima bagian yakni opening sequence, teaser, plotline, climax dan ending. Ketiga, struktur mikro pada bagian film terdapat unsur semantik (latar, detil, maksud) sintaksis (koherensi, bentuk kalimat deduktif-induktif, dan kata ganti) stilistik (bahasa sehari-hari), retoris (grafis, hiperbola, ironi memakai majas hiperbola). Garis besar cerita yang diangkat pada film ini menggunakan pendekatan kontruksi sosial, mengkontruksi wacana mengenai kisah Islam usai tragedy 11/9 di Amerika sebagai pesan moral. This research aims to find out the meaning of the discourse of moral messages in the film Bulan Terbelah di Langit Amerika in terms of text consisting of macro structure, superstructure and micro structure. This qualitative research uses the theory of discourse analysis of the Teun A. Van Dijk that model to study and explain the relationship and meaning of discourse on the dimensions of the text including macro structure, superstructure and micro structure. Based on the results of the study found three main conclusions: first, the macro structure regarding differences in beliefs not the source of conflict. Second, the film superstructure consists of five parts namely opening sequence, teaser, plotline, climax and ending. Third, the micro structure in the film part fulfills the semantic element (background, details, intent) syntactically (coherence, deductive-inductive sentences, and pronouns) stylistic (daily languange) rhetorical (graphic, hyperbole, irony using majas hyperbole). The outline of the story raised in this film uses a social construction approach, constructing a discourse about the story of Islam after the 9/11 tragedy in America as a moral message.
Retorika Dakwah Ustadz Haikal Hassan MERI ASTUTI; ATJEP MUHLIS; ASEP SHODIQIN
Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 5 No 1 (2020): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Department of Islamic Communication and Broadcasting, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/tabligh.v5i1.1672

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana ethos phatos dan logos ustadz haikal hassan dengan dalam penelitian ini adalah teori Aristoteles menjelaskan tentang bahwa prinsip retorika terdiri dari ethos,phatos dan logos. Juga di dukung dengan teori Harold Lasswell menjelaskan who say what in channel to whom with what effect.menggunakan metode analisis isi, bertujan untuk menggunakan pesan atau isi yang tersirat dan tersurat dalam sebuah dokumentasi. Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa prinsip retorika yaitu ethos phatos dan logos ethos dimiliki oleh Ustadz Haikal Hassan. This paper aims to find out how the ethos of phatos and logos ustadz haikal hassan with in this study Aristotle's theory explains that the principle of rhetoric consists of ethos, phatos and logos. Also supported by Harold Lasswell's theory explains who say what in the channel to whom with what effect. Using the content analysis method, it is raining to use the message or the content that is implied and express in a documentation. The results of this study prove that the rhetoric principle of ethos phatos and logos ethos is owned by Ustadz Haikal Hassan
Khitobah dalam Perspektif Gender Hani Solehatunnisa; Chatib Saefullah; Aang Ridwan
Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 5 No 2 (2020): Tabligh : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Department of Islamic Communication and Broadcasting, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/tabligh.v5i2.1699

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui makna pesan terkaitgender pada khutbah nikah di Kecamatan Baleendah. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif denganmetode analisis wacana dari A. Van Dijk (1998) yaitu dengan menentukan tematik, skematik, dan semantik yang berhubungan dengan gender dan dianggap mampu menjabarkan makna gender pada khutbah nikah di kecamatan Baleendah. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa tidak semua khutbah nikah mengandung bias gender yang memposisikan laki-laki lebih unggul dari perempuan. Dari 15 pesan khutbah nikah yang diteliti di Kecamatan Baleendah terdapat 12 kategori tema syariah, 9 kategori tema akidah dan akhlak, dan 8 kategori tema gender yang diklasifikasikan menjadi Akidah sebagai fondasi dalam penanaman rumah tangga, Syariah sebagai pedoman interaksi sosial dan Akhlak sebagai tema sentral dalam khutbah nikah. ABSTRACT The aim of this research is to determine the meaning of gender message in marriage khotbah in Baleendah. This research was conducted with a qualitative approach with a discourse analysis method from A. Van Dijk (1998) which determining thematic, schematic, and semantic related to gender and it is considered capable of describing the meaning of gender on marriage khotbah in Baleendah. The results of this research prove that not all marriage khotbah contain gender biases that position men superior to women. From 15 marriage khotbah messages which researched in Baleendah, there were 12 categories of sharia, 9 categories of faith and moral, and 8 categories of gender which are classified into Aqeedah as a foundation in planting households, Sharia as a guide for social interaction and Morals as a central theme in marriage khotbah.
Bahasa Isyarat Dalam Memahami Bacaan Shalat Pada Anak-anak Tunarungu Damar Retno Dhyanti; Jujun Junaedi; Tata Sukayat
Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 5 No 2 (2020): Tabligh : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Department of Islamic Communication and Broadcasting, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/tabligh.v5i2.1775

Abstract

ABSTRAK Penyandang tunarungu memiliki hambatan pendengaran dan dalam proses bicara dan bahasanya terhambat pula. Penyandang tunarungu menggunakan bahasa isyarat sehari-hari dalam berkomunikasi dengan orang lain. Materi yang diajarkan pun menggunakan bahasa isyarat oleh guru mereka. Materi pelajaran yang biasanya disampaikan lewat bahasa lisan, harus disampaikan lewat bahasa isyarat. Termasuk juga pelajaran agama Islam yang disampaikan oleh bahasa isyarat, seperti bacaan shalat yang disampaikan dengan bahasa isyarat di SLB Negeri Cileunyi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perhatian, pemahaman dan penerimaan anak-anak tunarungu terhadap bahasa isyarat dalam memahami bacaan shalat. Serta mengenal bahasa isyarat sebagai komunikasi nonverbal. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode deskriptif. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data diantaranya yaitu observasi, angket dan wawancara. Terdapat respon antara bahasa isyarat yang digunakan anak-anak tunarungu dengan bacaan shalat yang diajarkan di sekolah. Bahasa isyarat membantu anak-anak tunarungu dalam memahami, mengikuti serta pada pengaplikasian bacaan shalat di sekolah maupun di rumah. Kata Kunci : Anak-anak Tunarungu; Bahasa Isyarat; Bacaan Shalat ABSTRACT Deaf people have hearing impairments and are also hampered in the process of speech and language. Deaf people use daily sign language in communicating with others. The material taught also uses sign language by their teacher. The subject matter, which is usually delivered through oral language, must be delivered through sign language. It also includes Islamic lessons delivered by sign language, such as prayer readings delivered in sign language at SLB Negeri Cileunyi. The purpose of this study was to determine the attention, understanding and acceptance of deaf children to sign language in understanding prayer readings. And recognize sign language as nonverbal communication. This type of research is quantitative with descriptive methods. Techniques used in data collection include observation, questionnaires and interviews.There is a response between sign language used by deaf children and prayer readings taught at school. Sign language helps deaf children understand, follow along with the application of prayer readings at school or at home. Keywords : Deaf Children; Sign language; Prayer Readings

Page 9 of 14 | Total Record : 131


Filter by Year

2016 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 6 No 3 (2021): Tabligh : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 6 No 2 (2021): Tabligh : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 6 No 1 (2021): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 5 No 4 (2020): Tabligh : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 5 No 3 (2020): Tabligh : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 5 No 2 (2020): Tabligh : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 5 No 1 (2020): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 4 No 4 (2019): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 4 No 3 (2019): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 4 No 2 (2019): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 4 No 1 (2019): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 3 No 4 (2018): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 3 No 3 (2018): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 3 No 2 (2018): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 3 No 1 (2018): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 2 No 4 (2017): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 2 No 3 (2017): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 2 No 2 (2017): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 2 No 1 (2017): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 1 No 4 (2016): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 1 No 3 (2016): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 1 No 2 (2016): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 1 No 1 (2016): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam More Issue