Articles
703 Documents
Pengucapan Akhiran -ed pada Verba Bahasa Inggris
Maemuna Muhayyang;
G Hasriani;
Mardiyanah Nasta
Madaniya Vol. 3 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53696/27214834.282
Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan teoritis dan pemahaman mengenai pengucapan verba lampau bahasa Inggris yang berakhiran –ed bagi mahasiswa semester VII Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Jurusan Bahasa Inggris, Fakultas Bahasa dan Sastra, Universitas Negeri Makassar. Pelatihan ini memiliki beberapa kegiatan, yaitu penyusunan materi tentang pengucapan akhiran –ed pada verba lampau bahasa Inggris, presentasi materi dalam bentuk power point, pembuatan latihan-latihan pengucapan akhiran –ed pada verba lampau bahasa Inggris baik dalam teks maupun video, dan penyiapan alat dan bahan-bahan pendukung pelatihan. Metode pelatihan yang digunakan adalah ceramah, diskusi/tanya jawab, konsultasi individu/kelompok, dan presentasi. Hasil pelatihan ini menunjukkan bahwa peserta (1) memiliki pengetahuan dan pemahaman yang kemungkinan besar tidak berada pada level yang sama mengenai teori-teori dasar pengucapan akhiran -ed verba lampau bahasa Inggris yang meliputi fungsi akhiran –ed pada verba lampau dan aturan pengucapannnya, dan (3) sekitar 95 % mampu membaca teks rikaun dengan tepat dalam bentuk materi audiovisual dan sekitar 5% masih memiliki kesalahan karena pengaruh bahasa daerah mereka. Tim pelaksana menyimpulkan bahwa pelatihan ini bisa membantu mahasiswa semester VII Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris memperbaiki kesalahan pengucapan akhiran –ed pada verba lampau bahasa Inggris.
Pemberdayaan Usaha Urutan di Badung Melalui Penerapan Iptek
Ni Made Wirasyanti Dwi Pratiwi;
I Gusti Agung Mas Krisna Komala Sari;
Putu Indah Ciptayani
Madaniya Vol. 3 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53696/27214834.283
Usaha kuliner online menjadi solusi usaha di masa pandemi Covid-19, salah satunya adalah usaha daging babi milik mitra pengabdian. Usaha ini dimulai dari penjualan daging babi mentah kemudian merambah pada produk olahan daging babi yaitu tum kulit babi, gorengan babi, dan urutan babi. Lokasi produksi usaha ini adalah Br. Latusari, Abiansemal, Badung. Proses produksi usaha ini masih dilakukan secara manual dan melibatkan pihak lain untuk proses yang memerlukan alat atau mesin. Selain itu, tidak memiliki alat vakum untuk pengemasan produk serta keterbatasan pemasaran. Solusi untuk permasalahan mitra yaitu penyediaan teknologi tepat guna berupa alat produksi dan pengemasan dan pelatihan teknologi tepat guna berupa pelatihan pengemasan dan sosial media. Indikator capaian yang diharapkan dari kegiatan ini adalah peningkatan jumlah produksi 50%, penambahan 1 jenis produk yaitu urutan babi frozen. Kegiatan yang telah terlaksana yaitu persiapan kegiatan, sosialisasi, penyediaan teknologi tepat guna, pelatihan serta pendampingan teknologi tepat guna dan evaluasi. Berdasarkan hasil evaluasi, produksi meningkat karena adanya permintaan terdapat penghematan waktu produksi sebesar 50% dari 8 jam menjadi 4 jam serta penambahan jenis produk yaitu urutan frozen serta tercapainya pemasaran menggunakan teknologi tepat guna berupa Facebook dan Instagram.
Pemberdayaan Bumdes Wisnu Prabawa Desa Guwang Sukawati Menuju Desa Wisata
I Gde Agus Jaya Sadguna;
I Made Anom Adiaksa;
Ni Ketut Pradani Gayatri Sarja
Madaniya Vol. 3 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53696/27214834.284
Maraknya pengembangan desa menjadi desa wisata memunculkan niatan desa-desa menjadi desa wisata. Desa Guwang merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar dengan memiliki luas wilayah 278,5 Ha. Desa ini dibagi menjadi beberapa wilayah yaitu bagian utara, timur, dan barat. Pada tahun 2015 penduduk Desa Guwang berjumlah 6.029 jiwa. Desa guwang tidak memiliki areal hutan namun demikian Desa Guwang memiliki sentral Pengerajin Industri kecil seperti Pengerajin patung, tukang ukir dan jasa, seni budaya di Desa Guwang sangat berkembang. Desa Guwang merupakan salah satu desa di Bali yang menjadikan potensi objek wisata Hidden Canyon sebagai unit Badan Usaha Milik Desa. Walaupun dikelola oleh BUMdes saat ini status Desa Guwang belum menjadi Desa Wisata. Beberapa permasalahan yang dihadapi adalah belum optimalnya pengelolaan desa wisata melalui BUMdes dengan legitimasi Desa Wisata Guwang, kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat desa dalam memetakan potensi wisatanya serta belum optimalnya peran Pokdarwis dan pemandu wisata dalam memberikan pelayanan serta fasilitas pendukung di objek wisata Hidden Canyon. Solusi yang diberikan untuk permasalahan tersebut adalah memberikan pelatihan mengenai pemetaan potensi desa untuk menuju desa wisata, melakukan pendampingan dan pelatihan kepada Pokdarwis dan pemandu wisata untuk meningkatkan pelayanan di objek wisata Hidden Canyon, memberikan bantuan infrastruktur pendukung di desa wisata dan objek wisata seperti Plang Desa Wisata, plang petunjuk arah, serta denah objek wisata serta melakukan pendampingan dan pelatihan pengelolaan desa wisata melalui Bumdes dengan legitimasi Desa Guwang. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan masyarat desa tentang pemetaan potensi desa, meningkatkan pelayanan Pokdarwis dan pemandu wisata, penambahan infratruktur penunjang untuk objek wisata Hidden Canyon serta meningkatkan pengetahuan tentang pengelolaan desa wisata melalui Bumdes dengan legitimasi Desa Guwang.
Restrukturisasi Organisasi untuk Penataan Sumber Daya Manusia Badan Usaha Milik Desa Mekar Sejahtera
Titin Kartini;
Devi Komalasari
Madaniya Vol. 3 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53696/27214834.285
Restrukturisasi organisasi merupakan langkah penting bagi suatu lembaga usaha sehingga dapat bertahan menghadapi tantangan bisnis. Penataan sumber daya manusia (SDM) dalam melakukan restrukturisasi organisasi adalah salah satu pilar dari perbaikan diluar aspek kelembagaan dan sistem. Desa Cibitung adalah daerah yang berada di Kecamtan Ciater Kabupaten Subang memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dengan nama BUMDes Cinta Mekar. Pemerintah Desa telah memberikan modal, namun sampai saat ini pemerintah desa belum mendapatkan kontribusi anggaran dari BUMDes Mekar Sejahtera. Pada kegiatan pengabdian ini penulis melakukan pendampingan dalam restrukturisasi pengelola BUMDes tersebut dengan tiga tahapan yaitu observasi, penyebaran undangan, dan musyawarah. Kegiatan tersebut mendapatkan respon positif dari pemerintah desa, pengelola BUMDes dan masyarakat sekitar, sehingga BUMDes tersebut dapat memberikan kontribusi bagi ekonomi masyarakat Cibitung.
Pemberdayaan Usaha Kuliner Rumahan Ikan Bakar Khas Jimbaran
I Gusti Lanang Made Parwita;
I Putu Mertha Astawa;
I Gde Agus Jaya Sadguna
Madaniya Vol. 3 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53696/27214834.286
Pandemi Covid19 yang melanda dunia mengakibatkan merosotnya jumlah kunjungan wisatawan ke Bali, turunnya tingkat hunian hotel, sepinya restoran dan toko souvenir, menurunnya kunjungan ke obyek wisata serta berdampak pada perekonomian masyarakat Bali yang sebagian besar bergantung pada sektor pariwisata. I Made Swandita merupakan salah satu pekerja sektor pariwisata yang terdampak Pandemi Covid19. Hotel tempat Ia bekerja mengalami kondisi sepi dari tamu yang menginap sehingga banyak karyawannya yang terpaksa dirumahkan atau diberikan cuti tanpa diupah. Kondisi ini membuat Bapak I Made Swandita mencoba usaha dengan membuka usaha kuliner Ikan Bakar Khas Jimbaran yang diberi nama Warung Dolpin Lucky 9. Selama ini mitra lebih memfokuskan pemasaran produk ikan bakar khas Jimbarannya dengan memanfaatkan media social seperti Facebook, Instagram dan WhatsApp. Pemasaran dengan memanfaatkan internet sangat cocok diterapkan di era sekarang ini karena sebagian besar masyarakat sudah sangat akrab dengan internet khususnya media social seperti Facebook, Instagram dan WhatsApp. Dalam perkembangannya, usaha Warung Dolpin Lucky 9 belum begitu mengembirakan dan masih mengalami beberapa permasalahan seperti keterbatasan peralatan penunjang proses produksi dan penyimpanan bahan baku, jangkauan pemasaran yang dirasa kurang luas serta keterbatasan dalam manajemen keuangan usaha. Untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh mitra, tim pengabdian memberikan solusi diantaranya: memberikan bantuan peralatan penunjang proses produksi dan penyimpanan bahan baku, memberikan pelatihan manajemen dan pemasaran online serta memberikan pelatihan laporan keuangan sederhana. Kegiatan pengabdian ini dimulai dari sosialisasi kegiatan, pemberian bantuan peralatan, pelatihan pemasaran online. Selanjutnya tim pengabdian memberikan pelatihan laporan keuangan usaha dan evaluasi terhadap kegiatan yang dilakukan. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah peningkatan produktivitas dan pendapatan usaha mitra sebesar 25% disbanding sebelum dilakukan kegiatan pengabdian.
Pendampingan Pembuatan Media Promosi Berbahasa Inggris sebagai Salah Satu Strategi Pemasaran Melcosh Café, Roastery, dan Glamcamp
Rina Astuti Purnamaningwulan;
Thomas Wahyu Prabowo Mukti;
Fransisca Desiana Pranatasari;
Kristia Kristia
Madaniya Vol. 3 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53696/27214834.287
Melcosh café, roastery dan Glamcamp adalah salah satu unit usaha yang menopang perekonomian di area wisata Kaliurang, Yogyakarta. Mengusung konsep integrated outing space, kafe ini menyimpan berbagai daya tarik bagi wisatawan lokal dan internasional. Berbagai fasilitas yang tersedia meliputi café, roastery, glamcamp, dan outdoor entertainment space dapat memfasilitasi kebutuhan masyarakat akan hiburan dan wisata outdoor. Berbagai potensi ini sayangnya belum terinformasikan secara luas kepada masyarakat karena kurangnya media promosi yang cukup memadai. Oleh sebab itu, tim pengabdi memandang adanya urgensi untuk melakukan pendampingan dan edukasi dalam hal pembuatan media promosi berbahasa Inggris bagi tim marketing Melcosh café. Media promosi yang menjadi target pengabdian ini adalah berupa flyer untuk glamcamp dan buku menu untuk café. Program pendampingan ini dilaksanakan dalam kurun waktu 2 bulan, yaitu mulai pertengahan Agustus hingga pertengahan Oktober 2022, dan dalam tiga tahapan, yaitu pengambilan materi, pendampingan pembuatan media promosi, dan produksi media promosi. Media promosi yang dihasilkan dapat sesuai dengan target, yaitu flyer dan buku menu berbahasa Inggris. Kedua media promosi dibuat dalam bentuk fisik dan digital, sehingga proses distribusi menjadi lebih mudah dan fleksibel.
Peningkatan Usaha Tedung Bali untuk Perangkat Upacara Yadnya di Mengwi Badung
I Ketut Parnata;
Ni Made Ayu Dwijayanti;
I Made Sudana
Madaniya Vol. 3 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53696/27214834.288
Adat, budaya, tradisi, dan upakara keagamaannya merupakan beberapa ciri khas yang membuat masyarakat Hindu Bali dikenal. Diperlukan berbagai bentuk dan jenis produk sarana upakara dengan segala fungsinya untuk mendukung berbagai upakara yang diadakan masyarakat Hindu di Bali. Salah satu contoh sarana upakara keagamaan menjadi identitas budaya Hindu di Bali adalah Tedung. Tedung merupakan salah satu jenis sarana upakara keagamaan khususnya di Bali, memiliki beberapa bentuk, ukuran, warna, fungsi dan istilah yang beragam. Meningkatnya kebutuhan dan daya tarik terhadap tedung baik untuk masyarakat lokal maupun wisatawan membuka peluang untuk para pengrajin tedung dalam mengembangkan usaha serta kreativitas menciptakan karya baru yang lebih artistik dan menarik. Mitra pada kegiatan pemberdayaan masyarakat ini adalah Bapak I Putu Anom Kartana yang merupakan pemilik UKM Wahdar Tedung Bali yang beralamat di Br. Serangan, Mengwi, Badung. Permasalahan yang dihadapi mitra saat ini adalah masih menggunakan jasa pihak ketiga untuk menjahit kain tedung karena mesin jahit sudah tua serta lama waktu produksi karena terdapat mesin yang rusak serta pemasaran masih berpatokan secara offline Mengacu pada kendala yang dihadapi tersebut, maka akan dilakukan kegiatan pemberian alat bantu produksi berupa mesin jahit dan mesin bor sehingga produksi bisa dilakukan lebih cepat dan dikelola sepenuhnya oleh mitra serta pelatihan pembuatan dan penggunaan media sosial Instagram untuk pemesanan online. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa adanya peningkatan kuantitas produksi hingga 50% dan peningkatan pemasaran 50%.
Penerapan Teknologi Tepat Guna Dalam Pengelolaan Pakan Peternakan Kambing di Mengwi Badung
Putu Adi Suprapto;
I Made Anom Adiaksa;
Ni Luh Ayu Kartika Yuniastari Sarja
Madaniya Vol. 3 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53696/27214834.289
Ternak kambing merupakan salah satu jenis ternak potensial yang dapat dimanfaatkan bagian tubuhnya, mulai dari daging, susu sampai kulitnya pun bisa dimanfaatkan. Prospek pengembangan kambing cukup baik, di samping untuk memenuhi kebutuhan daging di dalam negeri juga memiliki peluang ekspor, sehingga akan membuka kesempatan kerja dan usaha untuk meningkatkan pendapatan petani. Kambing memiliki tempat tersendiri di kalangan peternak. Perkembangan dan minat dari peternak dalam membudidayakan kambing meningkat pesat dari tahun ke tahun. Bapak I Made Kartawan merupakan mitra kegiatan pemberdayaan yang merupakan pemilik usaha peternakan kambing yang berlokasi di Abianbase Mengwi. Beberapa permasalahan yang dihadapi mitra saat ini adalah mesin penghancur pakan rusak sehingga harus dilakukan secara manual, keterbatasan pengetahuan pengolahan dan pengawetan pakan kambing, tidak melakukan pencatatan keuangan dan media pemasaran secara langsung serta melalui Facebook. Solusi dari permasalahan ini dapat diatasi dengan mengimplementasikan beberapa kegiatan yaitu memberikan bantuan mesin pencacah pakan, instalasi dan pelatihan penggunaan mesin pencacah pakan ternak serta pelatihan pengolahan pakan ternak kambing tambahan sebagai alternatif pakan. Dengan diadakannya kegiatan ini mampu mempersingkat waktu pengolahan pakan menjadi 50% dari waktu pengolahan manual, 5 orang karyawan dapat menggunakan mesin pencacah pakan ternak serta bertambahnya jenis pakan ternak sebanyak 2 jenis pakan.
Strategi Pemanfaatan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) di Rumah Sakit Umum Daerah Kolonodale
Sherly Pede
Madaniya Vol. 3 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53696/27214834.290
Pemanfaatan SIMRS secara operasional berguna meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada pasien, memudahkan koordinasi antar unit, dan meningkatkan kemampuan SDM. Namun SIMRS ini masih belum dimanfaatkan secara menyeluruh oleh semua unit dikarenakan ada beberapa kendala lapangan sehingga Pimpinan yang dalam hal ini adalah Direktur Rumah Sakit sulit mendapatkan data yang akurat serta real time yang juga sangat menghambat untuk mengambil kebijakan yang tepat dan cepat, menganalisis faktor yang menghambat dalam penggunaan SIMRS di RSUD Kolonodale serta mengkaji strategi yang tepat agar SIMRS bisa optimal digunakan oleh penyedia layanan dan hasilnya bisa dimanfaatkan oleh pengguna layanan di RSUD Kolonodale. Kegiatan ini memuat hasil analisis yang diperoleh melalui analisis Fish Bone untuk menentukan faktor-faktor penyebab masalah, menetukan prioritas melalui analisis USG dan dilanjutkan dengan penyusunan strategi melalui analisis SWOT. Faktor peningkatan kompetensi SDM menjadi faktor utama yang mendukung keberhasilan pemanfaatan teknologi SIMRS di Rumah Sakit.
Sosialisasi Penanganan dan Pengawetan Daging Segar Bagi Siswa Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) di SMK Negeri 6 Kabupaten Kendal
Adi Sampurno;
Rohadi Rohadi
Madaniya Vol. 3 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53696/27214834.291
Daging merupakan bahan pangan sumber protein hewani yang tergolong perishable food (makanan yang mudah rusak). Oleh karena itu, pengetahuan tentang penanganan dan pengawetan daging segar sangat penting untuk diketahui oleh masyarakat umum dan pelaku industri pangan, termasuk siswa Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) di SMK Negeri 6 Kendal yang nantinya akan terjun ke dunia usaha terkait dengan industri pertanian khususnya pangan. Sosialisasi tentang penanganan dan pengawetan daging segar dilakukan dalam rangka menambah wawasan siswa APHP, dimana salah satu tujuan SMK adalah menyiapkan lulusan yang terampil dan siap kerja di bidang keahliannya. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan informasi berupa sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman tentang penanganan dan pengawetan daging segar yang aman dan sesuai dengan aspek ASUH (Aman, Sehat, Utuh dan Halal) kepada siswa APHP di SMK Negeri 6 Kendal. Metode sosialisasinya berupa ceramah tentang penanganan dan pengawetan daging segar serta demonstrasi cara mendapatkan daging melalui paparan audiovisual. Peserta kegiatan sebanyak 45 siswa dan dipilih secara acak 23 siswa untuk mengisi angket pre dan post test (berisi 10 pertanyaan terkait materi sosialisasi). Data hasil pengisian angket diolah secara statistik dengan uji-t (t-test); analisis perubahan perilaku menggunakan parameter Efektifitas Penyuluhan (EP) dan Efektifitas Perubahan Perilaku (EPP). Hasil uji-t data pre dan post test menunjukkan nilai rata-rata pengetahuan sebelum kegiatan adalah 6,09 menjadi 6,91 setelah kegiatan, meningkat sebesar 0,82 (82%) dengan nilai signifikansi 0,034 (p<0,05). Berdasarkan hasil uji-t diketahui bahwa program pengabdian secara statistik mampu meningkatkan pengetahuan peserta. Nilai EP sebesar 8,26% dan EPP sebesar 21% berada pada kategori rendah atau kurang efektif, dengan kata lain kegiatan penyuluhan kurang efektif dalam mengubah perilaku peserta. Metode dan media yang digunakan dalam penyampaian sosialisasi turut mendukung keberhasilan penangkapan pesan oleh peserta kegiatan.