cover
Contact Name
Khoirul Faizin
Contact Email
staiattanwirjurnal@gmail.com
Phone
+6285236129171
Journal Mail Official
kfaizin6@gmail.com
Editorial Address
http://e-jurnal.staiattanwir.ac.id/index.php/attanwir/index
Location
Kab. bojonegoro,
Jawa timur
INDONESIA
Attanwir : Jurnal Keislaman dan Pendidikan
ISSN : 22525238     EISSN : 25993062     DOI : -
Core Subject : Religion,
Fokus 
Fokus jurnal ini adalah upaya mengaktualkan pemahaman yang lebih baik tentang kajian keislaman dan pendidikan , baik lokal maupun internasional melalui publikasi artikel, laporan penelitian, dan ulasan buku. 
Ruang Lingkup 
Berisi kajian-kajian keislaman dan ilmu pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 13 No. 2 (2022): September" : 8 Documents clear
Urgensi Pendidikan Karakter di Tengah Masifnya Pengaruh Globalisasi Kebudayaan: Ditinjau dari Perspektif Agama Islam Mohamad Alvian Hadi Arahman; Ahmad Sudi Pratikno
Attanwir : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2022): September
Publisher : STAI Attanwir Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53915/jurnalkeislamandanpendidikan.v13i2.124

Abstract

Artikel ini merupakan studi pustaka tentang pentingnya pendidikan karakter di tengah globalisasi budaya. Perkembangan globalisasi yang kian masif mempengaruhi segala sisi kehidupan Bangsa Indonesia. Tidak terkecuali lunturnya budaya lokal ketimuran Indonesia. Sebuah negara yang dijuluki dunia sebagai negara yang ramah dan berbudaya luhur, kini dilanda krisis karakter para generasi penerusnya. Contoh sederhana adalah perkembangan media sosial seperti Instagram dan Tiktok yang sering menampilkan keabsurdan remaja masa kini, yang sama sekali tidak mencerminkan budaya dan keluhuran karakter Indonesia. Bahkan nilai-nilai kesopanan yang mulai luntur tercermin dari perilaku warganet Indonesia. Kelemahan inilah yang harus segera dibenahi, salah satunya dengan pendidikan karakter. Pendidikan karakter dalam Agama Islam dikenal sebagai pendidikan akhlak, yang merupakan salah satu tugas utama Rasulullah Saw dalam dakwahnya. Seperti yang telah disabdakan oleh beliau dalam hadist riwayat Abu Hurairah “ إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلاقِ “, sesungguhnya aku (Nabi Muhammad Saw) diutus untuk menyempurnakan akhlak. Pendidikan akhlak mengatur hubungan sosial manusia dan dengan Allah Swt. Pentingnya pendidikan karakter ini merupakan tanggung jawab bersama, dimulai dari kesadaran diri tiap individu. Keluarga mempunyai peran utama dalam melaksanakan pendidikan ini, karena anak akan belajar dari pengalaman yang ia lalui sejak kecil. Orang tua harus mampu memberikan bimbingan, teladan, hingga menjadi pembiasaan. Selain keluarga, pendidikan formal sekolah juga tak kalah penting dalam pelaksanaan ini. Pendidikan akhlak tidak semata hanya dilakukan oleh guru agama, melainkan menjadi tanggung jawab tiap guru saat pembelajaran untuk diisi dengan nilai-nilai akhlak
Model Kemandirian Belajar Siswa Sekolah Dasar Persepektif Teori Belajar Humanistik Mazroatul Hidayah; Moch Nurcholis Majid; Evy Dwi Andriani
Attanwir : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2022): September
Publisher : STAI Attanwir Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53915/jurnalkeislamandanpendidikan.v13i2.169

Abstract

Sistem pendidikan memiliki berbagai model dalam menciptkan lulusan yang handal di era revolusi industri 4.0 saat ini. seperti halnya dengan mengembangkan model kemandirian belajar dengan tujuan dapat meningkatkan potensi-potensi dan kemampuan siswa dalam menyelesaikan tugas yang telah diberikan secara mandiri dan memiliki sikap tangungjawab atas tugas yang diberikan. Hal ini dapat diterapkan dengan sering menjalankan kegiatan belajar kelompok sehingga ada saling interaksi antara siswa lain dan kebebasan mencari pengetahuan untuk menyelesaikan suatu permasalahan di dalam kelompok tersebut. Serta posisi guru sebagai pendamping dalam proses proses belajar kelompok tersebut bukan sebagai penceramah atau menyelesaikan problem dalam setiap kelompok. Sehingga peran guru sebagai fasilitor dalam proses pembelajaran sesui dengan konsep merdeka belajar. Hal ini sejalan dengan toeri belajar humanistik yang menjadikan peserta didik sebagai subjek dan guru sebagai fasilitator atau pendamping dalam proses pembelajaran. Sehingga dengan demikian proses pembelajaran dengan model kemandirian belajar siswa dapat tercipta dengan baik. dengan hal itu untuk menetukan keberhasilan dalam kemandirian belajar para siswa.
Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam Melalui Bahan Ajar PAI Berbasis TIK Arif Afandi
Attanwir : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2022): September
Publisher : STAI Attanwir Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53915/jurnalkeislamandanpendidikan.v13i2.208

Abstract

kurikulum menjadi pegangan atau dasar dalam menjalankan suatu kegiatan belajar mengajar ataupun kegiatan dan pengalaman di lingkungan sekolah/madrasah. Pengembangan kurikulum PAI adalah suatu proses atau kegiatan memperbaharui seperangkat rencana baik tujuan, isi, metode, dengan mengembangkan potensi peserta didik sesuai dengan ajaran Islam. Untuk meningkatkan mutu sekolah, perlunya inovasi dalam pembelajaran sehingga pembelajaran dapat dipahami oleh peserta didik. Salah satu cara yaitu dengan upaya menerapkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam pembelajaran. Dapat diketahui bahwa bahan Ajar PAI pada kelas VI di SDIT AL USWAH Pamekasan berbasiz TIK sebagai berikut: LCD, PROYEKTOR, dan Audio. 
Dampak Pembelajaran Secara Daring di Madrasah Aliyah Al-karomah Qamariyah Qamariyah; Mamluatur Rohmah; Kamal Yusuf
Attanwir : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2022): September
Publisher : STAI Attanwir Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53915/jurnalkeislamandanpendidikan.v13i2.219

Abstract

This study aims to determine the problems faced by students during web-based learning, students' insight into the direction given by Islamic senior High School Al-Karomah, besides that this study aims to determine student assumptions in terms of internet learning at  senior High School Al-Karomah, Pamekasan, Madura so that it can run more smoothly. The method used in this research is a descriptive qualitative method. The technique used in this study is by distributing questionnaires to respondents, the Department of Social Education (IPS) is 26 people and some of the educators who educate at the institution are 8 people, with a total of 36 people. All respondents who were distributed on Google forms, filling out the form took place for 6 days from 13-18 April 2022. The results of this study indicate that there are several impacts found in learning Arabic class XII online at Islamic senior High School Al-Karomah, including : 1). The material presented makes it difficult for students, and finally students have difficulty understanding the material, 2). Inadequate signal during the learning process, 3). limited use of Arabic learning media, 4). interest and inspiration of students, 5). accessible time, there must be additional time, 6). and a less stable learning climate, the teacher's strategy in conditioning the class is less stable.
Hidden Curriculum di Pesantren Sebagai Solusi Pembentukan Karakter Anak Masa Kini: Telaah dari Pengalaman Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 5 Darul Qiyam Magelang Alfiansyah Topandi Harahap
Attanwir : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2022): September
Publisher : STAI Attanwir Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53915/jurnalkeislamandanpendidikan.v13i2.225

Abstract

Berdasarkan perkembangan situasi pendidikan pada masa pandemi Covid 19 dewasa ini, kondisi pembelajaran siswa sangat menghawatirkan, beberapa penelitian menuturkan dampak dari pembelajaran daring yang tidak tersentuh dengan pendidikan karakter anak, dampak dari tidak adanya pendidikan karakter adalah perilaku penyimpangan akan terjadi pada anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menganalisis bahan primer dan bahan sekunder serta mencari sumber tersier dari surat kabar. Hasil penelitian ini menghasilkan bahwasanya pendidikan karakter sangatlah penting dan diperlukan terutama dengan perkembangan situasi di tengah pandemi covid sekarang ini, solusi alternatif dalam penerapan pendidikan karakter adalah pondok pesantren yang salah satu penerapannya terjadi di pondok Gontor dengan pola pendidikan karakter berbasis hidden curriculum Gontor menerapkan pembentukan karakter  yang menghasilkan alumni alumni yang berkualitas dan berakhlakul karimah.
Dinamika Pendidikan Islam dan Liberalisasi Pendidikan di Indonesia Asnawan Asnawan; Abdul Bashith; Khurin In Ratnasari
Attanwir : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2022): September
Publisher : STAI Attanwir Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53915/jurnalkeislamandanpendidikan.v13i2.247

Abstract

Tulisan ini mengupas tentang dinamika pendidikan Islam dan liberalisasi pendidikan. Tulisan ini bermula dari regulasi pendidikan Islam yang terjerat dalam jaring pusaran liberalisme barat. Sebuah formula baru untuk mendefinisikan konsep pendidikan secara ideal disebut “liberalisasi”, dan menuntut guru untuk secara kritis dan berkelanjutan memahami pertumbuhan siswa mereka selama proses belajar mengajar.Pendidikan Islam dan liberalisasi pendidikan merupakan upaya untuk mengubah atau mereformasi sistem pendidikan agar lebih mutakhir dan dinamis sehingga pendidikan Islam dapat berfungsi secara dinamis. Liberalisasi pendidikan tidak berarti kebebasan, melainkan harus berpegang pada prinsip-prinsip pendidikan Islam dan diperbarui seperlunya untuk mengikuti kemajuan bidang pendidikan. Sementara, konsep utama dalam pendidikan Islam difokuskan pada pencapaian keberhasilan, kebahagiaan, dan kemaslahatan di akhirat dan dunia, sesuai dengan norma-norma Islam.
Implementasi Pendidikan Profetik dalam Memebentuk Karakter Peserta Didik di SD Al-Mahrusiyah ahmad Khoirul Mustamir
Attanwir : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2022): September
Publisher : STAI Attanwir Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53915/jurnalkeislamandanpendidikan.v13i2.248

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu pendorong peradaban umat manusia yang syarat dengan nilai-nilai spiritual dan materila. Oleh karena itu, gelombang pengarusutamaan nilai-nilai profetik pada lembaga pendidikan menjadi daya tawar dan daya saing tersendiri. Hal ini menjadikan,menariknya penelitian bertema implementasi nilai-nilai profetik dalam membentuk karakter siswa. Penelitian ini menggunkan studi dan analisi kualitatif. Hasilnya adalah Konsep nilai-nilai profetik menggunakan pendekatan makna amar makruf nahi munkar yang terejawantahkan pada NU. Penguasaan pemahaman, dapat dilihat pada bagaimana memerankan diri ketika menghadapi kemunkaran berbasis bil yad, bel lisan, dan bil qolbi. Semua tindakan tersebut dikerangkai dalam pemahaman Islam rahmatal lil ‘alamin. Berdasakan rapat evaluasi tahuan, menunjukkan penanaman nilai-nilai tersebut mampu menjadi karakter atau identitas alumni LPI Al Mahrusiyah
Motivasi Pendekatan Saintifik melalui Modulasi Pembelajaran al-Qur’an dan Hadis Saadahtul Wahidah; Muhammad Abdul Halim Sidiq; Mohammad Darwis
Attanwir : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2022): September
Publisher : STAI Attanwir Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53915/jurnalkeislamandanpendidikan.v13i2.249

Abstract

Increasing students' learning motivation towards learning the Qur'an and Hadith of course we are required to solve problems that occur in the world of education today. Problems that occur in the student learning module because this module is a form of supporting factor in an effort to increase student learning motivation. The reality in schools for subjects of the Qur'an and Hadith tends to be considered a boring lesson due to the methods used or other factors. From here, the researcher took the initiative to develop a module through a scientific approach to increase student learning motivation. In this study, researchers chose to use qualitative methods through data sources from observations, interviews, intentionally or not, and used descriptive methods in analyzing. Based on the results of the data obtained by the researchers and the analysis that has been carried out, it can be seen that the development of the module through a scientific approach can increase the learning motivation of Mts Nurul Hasan students towards the Qur'anic Hadith subjects. In addition to developing learning modules, the institution must maximize the supporting factors and minimize the inhibiting factors that occur so that the process of increasing student motivation will be maximized

Page 1 of 1 | Total Record : 8