cover
Contact Name
arief yanto
Contact Email
arief.yanto@unimus.ac.id
Phone
+6285876336907
Journal Mail Official
nersmuda@unimus.ac.id
Editorial Address
Jl. Kedungmundu Raya No. 18 Semarang Gedung NRC University of Muhammadiyah Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Ners Muda
ISSN : -     EISSN : 27238067     DOI : https://doi.org/10.26714/nm
Core Subject : Health, Education,
Ners Muda is intended to be the university journal for publishing articles reporting the results of research and case study in nursing. Ners Muda invites manuscripts in the areas of medical-surgical nursing, emergency and disaster nursing, critical nursing, pediatric nursing, maternity nursing, mental health nursing, gerontological nursing, community health nursing, management and leadership nursing.
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 3 (2023)" : 13 Documents clear
Penurunan Kecemasan Pasien Pre Operasi Dengan General Anestesi Menggunakan Terapi Humor Choerunisa, Nasyifa Zulfa; Hidayati, Eni
Ners Muda Vol 4, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v4i3.10457

Abstract

Kecemasan pra operasi disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk ketakutan akan rasa sakit, citra tubuh, kecacatan, hingga kematian. Kecemasan pasien yang tinggi bisa mempengaruhi fungsi fisiologis tubuh sebelum operasi. Hal ini ditandai dengan peningkatan denyut jantung dan peningkatan pernapasan, perubahan tekanan darah dan suhu tubuh, kulit terasa dingin, pupil melebar, dan mulut kering. Kondisi ini dapat berbahaya bagi pasien dan mungkin memerlukan pembatalan atau penundaan operasi. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat menurunkan tingkat kecemasan pasien adalah terapi humor. Terapi humor dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti menonton reality show, film lucu, grup komedi, komik lucu, kartun lucu, serta membaca kumpulan cerita lucu lainnya. Desain studi kasus ini deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan. Subjek terdiri dari 2 pasien pra operasi yang akan dilakukan tindakan pembedahan dengan general anestesi dan pasien tersebut mengalami kecemasan. Alat pengumpulan data yang digunakan berupa lembar observasi yang berisi usia, jenis operasi, pekerjaan dan tingkat kecemasan pasien. Instrumen yang digunakan adalah Numeric Rating Scale Of Anxiety (NRS-A) yang dilakukan pengukuran tingkat kecemasan sebanyak 2 kali pre dan post yaitu pre 40 menit dan post 5 menit sebelum pasien memasuki ruangan operasi.  Tingkat kecemasan pada kedua pasien mengalami penurunan setelah dilakukan intervensi terapi humor, hal ini ditandai dengan kedua pasien mengalami penurunan yang sama yaitu tingkat kecemasan sedang turun menjadi ringan, dengan skala penurunan 2. Terapi humor efektif dalam mengurangi tingkat kecemasan terhadap kedua pasien yang merasa cemas sebelum tindakan operasi
Penurunan nyeri saat kanulasi (inlet femure) pasien hemodialisa menggunakan kompres dingin Wahyuni, Sri; Sukraeny, Nury
Ners Muda Vol 4, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v4i3.11939

Abstract

Hemodialisis adalah pilihan utama pada pasien penyakit ginjal kronis untuk menunjang kehidpan yang membutuhkan akses vaskular atau akses femoral akan menyebabkan timbul rasa nyeri. Nyeri tersebut jika tidak teratasi bisa menyebabkan perubahan hemodinamik pada pada pasien hd seperti tensi naik dan terjadi takikardi. Tujuan studi kasus ini adalah untuk mengetahui efektifitas kompres dingin untuk menurunkan intensitas nyeri pemasangan inlet akses femoral pada pasien yang menjalani hemodialisa. Jenis studi kasus ini adalah analisis deskriptif. Subjek dalam studi kasus ini sebanyak 3 pasien dengan mengukur intensitas nyeri selama proses hemodialisa dengan dilakukan kompres dingin selama 3 menit setiap jam selama intradialisis dan menggunakan instrument numerical pain rating scale untuk mengukur tingkat nyeri. Nyeri yang dialami pasien setelah dilakukan kompres dingin kepada ketiga pasien tersebut mengalami penurunan tingkat skala nyeri dengan rata rata nilainya 2,3. Kompres dingin dapat diterapkan pada pasien yang menjalani hemodialisa sebagai tindakan nonfarmakologis untuk menurunkan intensitas nyeri pemasangan inlet akses femoral.
Pengaruh Hand Massage Terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan Pasien Pre Operasi Larasati, Nia; Rahayu, Desi Ariyana
Ners Muda Vol 4, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v4i3.10424

Abstract

Tindakan operasi merupakan ancaman yang aktual maupun potensial yang dapat menimbulkan stres psikologis maupun fisiologis pada pasien dan merupakan pengalaman yang sulit hampir bagi semua pasien. Ketika seseorang menghadapi berbagai macam stresor yang menyebabkan kecemasan dan rasa takut, bahkan rentang waktu tunggupun dapat menimbulkan kecemasan. Terapi non-farmakologi yang dapat diterapakan pada pasien pre operasi yaitu terapi hand massage untuk menurunkan tingkat kecemasan pada pasien. Tujuan studi ini adalah menganalisis intervensi terapi hand massage terhadap penurunan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi. Penerapan studi kasus ini menggunakan metode pendekatan asuhan keperawatan dengan mengaplikasikan evideance based practice nursing pada dua pasien pre operasi yang mengalami kecemasan. Alat pengumpulan data dengan lembar pengkajian, dan kuesioner Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale (APAIS). Hasil penerapan menunjukkan adanya perubahan nilai tingkat kecemasan pada pasien 1 dari skor 24 (kecemasan berat) menjadi 14 (kecemasan sedang), pada pasien 2 dari skor 21 (kecemasan berat) menjadi 12 (kecemasan ringan). Intervensi ini dapat menjadi salah satu manajemen terapi yang dapat diaplikasikan untuk menurunkan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi.
Terapi foot massage menurunkan intensitas nyeri pasien post sectio caesarea Ismiati, Ismiati; Rejeki, Sri
Ners Muda Vol 4, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v4i3.13658

Abstract

Pasien Sectio caesarea mengalami rasa nyeri terutama setelah efek anestesi pasca operasi hilang. Nyeri dapat menyebabkan gangguan dalam hubungan kasih sayang, aktivitas sehari-hari sulit dilakukan, pergerakan tubuh terbatas, penggunaan susu ibu tertunda, serta mempengaruhi proses menyusui awal pasca persalinan sekcio caesarea yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kekuatan bayi yang lahir. Pengurangan intensitas nyeri dapat dilakukan dengan menggunakan metode non farmakologi dan non invasive seperti terapi pijat kaki. Terapi foot massage adalah suatu teknik yang menekankan pada gerakan memijat area kaki dengan tujuan meningkatkan aliran energi melalui titik-titik kaki. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mencari tahu perubahan tingkat rasa sakit pada pasien setelah melahirkan dengan metode bedah caesarea melalui menggunakan terapi pijat kaki. Pada penelitian ini, metode deskriptif digunakan dengan pendekatan dalam proses perawatan kesehatan. Subjek yang diamati dalam kasus ini adalah seorang pasien yang telah menjalani operasi caesarea. Ada 3 orang yang menjadi subjek studi kasus. Pada periode selama dua hari, dilakukan penggunaan teknik terapi pijat pada kaki pada tiga individu dengan masing-masing diberikan selama 20 menit. Pada hari pertama, foot massage therapy umumnya dilakukan sekitar tujuh jam setelah operasi. Penelitian ini dilakukan pada individu yang menjalani operasi Caesar dengan menggunakan metode pemulihan diperkuat setelah operasi Caesar (ERACS). Dalam pengumpulan data, digunakan metode numeric rating scale (NRS) untuk mengukur tingkat keparahan nyeri dan juga lembar observasi. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa foot massage yang dilakukan dua kali pertemuan selama 20 menit memiliki efek yang efektif dalam mengurangi tingkat nyeri pada pasien yang telah menjalani operasi sectio caesarea.
Penerapan Intervensi Pemberian Jahe Merah Terhadap Kadar Glikemik Indeks Pada Lansia Dengan Diabetes Mellitus Luthfiani, Farikha; Setyowati, Dewi
Ners Muda Vol 4, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v4i3.10603

Abstract

Diabetes mellitus merupakan sekelompok kelainan yang ditandai oleh peningkatan kadar glukosa darah (hiperglikemia). Diabetes Mellitus disebut dengan the silent killer karena penyakit ini dapat menimbulkan berbagai komplikasi antara lain gangguan penglihatan mata, katarak, penyakit jantung, sakit ginjal, impotensi seksual, luka sulit sembuh dan membusuk/gangren, infeksi paru-paru,gangguan pembuluh darah, stroke dan sebagainya Tujuan studi kasus adalah untuk menurunkan kadar glukosa darah pada pasien Diabetes Mellitus melalui kunjungan rumah dengan memberikan pendidikan kesehatan dan pemberian seduhan jahe merah. Metode penerapan yang digunakan pada studi kasus ini yaitu deskriptif dengan menggunakan pendekatan proses asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi dan evaluasi. Studi ini dilakukan dengan cara pemberian pendidikan kesehatan dan seduhan jahe merah selama 7x kunjungan ke rumah. Pemeriksaan GDS sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) yaitu memberikan pendidikan kesehatan dan seduhan jahe merah. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan. Teknik pengumpulan data dalam studi kasus ini menggunakan cara observasi langsung sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan dan seduhan jahe merah dengan mengukur kadar gula darah sewaktu menggunakan digital glukosa EasyTouch GCU ET-301. Subjek pada studi kasus ini yaitu 2 penderita diabetes mellitus. Kedua keluarga dilakukan asuhan keperawatan selama 7x kunjungan. Keluarga dan klien mampu memahami masalah kesehatan yang ada dan keluarga sangat kooperatif mengikuti tahapan implementasi yang dilakukan.
Aplikasi Aromaterapi Peppermint Terhadap Mual Muntah Pada Ibu Hamil Trimester I Hernandini, Revin Raga; Machmudah, Machmudah
Ners Muda Vol 4, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v4i3.10884

Abstract

Perubahan fisiologis ibu hamil menimbulkan ketidaknyamanan dalam kehamilan, seperti mual muntah. Mual muntah kehamilan disebabkan peningkatan kadar hormon estrogen dan progesterone yang diproduksi HCG. Mual muntah kehamilan berdampak pada kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari, fungsi sosial, perkembangan stres dan menyebabkan kelelahan, gangguan nutrisi, dehidrasi, kelemahan, penurunan berat badan, serta ketidakseimbangan elektrolit. Aromaterapi peppermint berefek menenangkan lambung, mengurangi mual muntah ibu hamil. Studi ini bertujuan untuk mengetahui penurunan mual muntah pada ibu hamil trimester I. Desain studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses asuhan keperawatan. Subjek studi kasus ini adalah 2 ibu hamil trimester I dengan keluhan mual muntah yang didapatkan secara purposive sampling. Metode studi kasus ini wawancara dan observasi menggunakan instrument lembar observasi PUQE-12 dengan pengambilan data sebelum dan setelah 12 jam pemberian intervensi aromaterapi peppermint selama 4 hari. Hasil penelitian didapatkan rata-rata skor PUQE-12 sebelum pemberian intervensi aromaterapi peppermint pada kedua subjek didapatkan nilai 5.75, dimana mual muntah dalam kategori ringan. Hasil penelitian didapatkan rata-rata skor PUQE-12 setelah 12 jam pemberian intervensi aromaterapi peppermint pada Ny. N yaitu 4.75, sedangkan pada Ny. R dengan hasil 4, dimana mual muntah dalam kategori ringan. Berdasarkan hasil penelitian kedua subjek, disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian intervensi aromaterapi peppermint pada mual muntah ibu hamil trimester I.
Penerapan Edukasi Laktasi Menggunakan Metode Participatory Learning And Action Terhadap Masalah Defisit Pengetahuan Tentang Menyusui Pada Ibu Hamil Trimester III Apriyanto, Hendro; Juliana, Diena
Ners Muda Vol 4, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v4i3.11215

Abstract

Air susu ibu adalah makanan pertama yang alami untuk bayi. ASI mengandung semua zat gizi yang dibutuhkan bayi untuk memenuhi kebutuhan gizi di 6 bulan pertamanya. Salah satu faktor yang menyebabkan bayi tidak mendapatkan ASI dengan baik adalah faktor pengetahuan ibu. Persiapan menyusui pada masa kehamilan penting dilakukan, sebab dengan persiapan yang lebih baik maka ibu lebih siap menyusui bayinya dan menunjang keberhasilan ASI eksklusif. Dengan dilakukannya edukasi laktasi, diharapkan pengetahuan ibu hamil dan keluarga tentang menyusui akan meningkat sehingga dapat mengurangi resiko terjadinya gangguan laktasi. Studi kasus ini bertujuan untuk memberikan edukasi laktasi menggunakan metode participatory learning and action terhadap masalah defisit pengetahuan tentang menyusui pada ibu hamil. Studi kasus ini menggunakan metode studi kasus deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan. Berdasarkan analisis terhadap intervensi yang telah dilakukan didapatkan seluruh ibu memiliki pengetahuan tentang menyusui dengan kategori baik (100%). Setelah dilakukan implementasi selama 3 hari, didapatkan edukasi laktasi pada masa kehamilan efektif dalam meningkatkan pengetahuan tentang menyusui.
Pencegahan Luka Tekan Pada Pasien Hidrosefalus Di Ruang Pediatric Intensive Care Unit Rahmayanti, Wa Ode; Erika, Kadek Ayu; Amin, Ariyati; Hariati, Suni; Fadilah, Nur; Yusuf, Mukhtar
Ners Muda Vol 4, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v4i3.12934

Abstract

Anak penderita hidrosefalus dengan penurunan kesadaran rentan mengalami gangguan integritas kulit, seperti luka tekan akibat tirah baring lama, imobilisasi dan terpasang alat medis. Studi kasus ini bertujuan mengevaluasi intervensi pencegahan luka tekan pada pasien hidrosefalus di ruang Pediatric Intensive Care Unit RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Metode yang digunakan adalah single case design dengan instrumen pedoman pencegahan luka tekan dari National Pressure Injury Advisory Panel pada subjek studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan intervensi serta dokumentasi mulai 19-22 Juni 2023. Hasil studi kasus menunjukkan skala Braden Q berada pada skor 15 di hari pertama dan kedua serta skor 14 di hari ketiga dan keempat (risiko luka tekan sedang). Intervensi pemeriksaan kulit didapatkan terjadi perubahan suhu menjadi normal, tidak ada ruam kulit, tidak ada indurasi, tidak edema dan tidak nyeri akibat tekanan serta tidak ada luka akibat peralatan medis. Selain itu, tidak ada luka pada area tonjolan tulang setelah pemberian posisi miring kanan dan kiri serta pemberian bantalan sebagai penyangga dapat mencegah risiko luka tekan. Penilaian dan standar dari manajemen nutrisi adalah tidak terjadi penurunan berat badan dan tidak ada tanda-tanda dehidrasi. Dapat disimpulkan skor skala Braden Q berada pada risiko sedang sehingga diberikan intervensi sesuai pedoman.
Terapi akupressure PC6 dan ST36 dapat menurunkan mual muntah pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi Dhamanik, Reina; Eriyani, Fini Dwi
Ners Muda Vol 4, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v4i3.13248

Abstract

Kemoterapi pada pasien kanker menyebabkan efek samping mual dan muntah. Kondisi ini dapat menimbulkan ketidakseimbangan cairan, elektrolit, anoreksia, penurunan berat badan, sehingga menyebabkan memperburuk kondisi dan pasien meninggalkan pengobatan. Studi ini bertujuan untuk menerapkan terapi akupressure PC6 dan ST36 untuk menurunkan mual muntah sebagai efek kemoterapi. Studi kasus ini menggunakan case report dengan multicase study melalui pendekatan asuhan keperawatan yang melibatkan dua subjek Perempuan, pasien 1 berusia 45 tahun dan pasien 2 berusia 48 tahun yang mengalami mual muntah. Pemijatan dilakukan pada titik PC6 dan ST36 selama 5 detik secara berulang dalam waktu 3 menit selama dua hari, akupressure dilakukan 30 menit sebelum kemoterapi,4 jam dan 12 jam setelah kemoterapi. pengukuran mual muntah dilakukan setelah 48 jam, alat ukur yang digunakan adalah Index Nausea, Vomiting, and Retching (INVR). Hasil studi menunjukkan adanya penurunan skore INVR dengan masing-masing subjek mengalami penurunan sebesar 4 point. Pada pasien ke-1 terjadi penurunan dari skala 16 menjadi 14 dengan kategori (tetap sedang), pada pasien ke-2 terjadi penurunan skala 12 menjadi 8 (dari sedang menjadi ringan). Titik PC6 dan ST36 merangsang saraf parasimpatis untuk bekerja sehingga produksi HCL atau asam lamung menurun dan rangsangan mual berkurang. Pemberian terapi akupressure PC6 dan ST36 dapat menurunkan mual muntah.
Pemberian Kompres Hangat Basah Dapat Mengurangi Pembengkakan Payudara Pada Masa Laktasi Lestari, Dyah Ayu; Khayati, Nikmatul
Ners Muda Vol 4, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v4i3.13341

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) yang tidak dikeluarkan sampai tuntas dari duktus laktiferus dapat menyebabkan bendungan sehingga terjadi pembengkakan payudara. Akibat bendungan ASI menimbulkan nyeri payudara, puting tenggelam sehingga menyebabkan bayi sulit menyusu, mastitis sehingga pemberian ASI tidak adekuat. Nyeri akibat pembengkakan payudara dapat dikurangi dengan kompres hangat. Studi ini bertujuan untuk menerapan kompres hangat pada ibu post partum untuk menurunkan pembengkakan payudara. Studi ini menggunakan metode desktiptif dengan pendekatan studi kasus dilaksanakan pada Juli 2023, di Rumah Sakit pada 3 subyek studi yang memenuhi kriteria inklusi yaitu ibu post sectio caesarea yang mengalami pembengkakan payudara pada hari ketiga. Kompres hangat jenis basah diberikan selama 20 menit menggunakan stopwatch dilakukan 1 kali sehari dalam waktu 3 hari berturut-turut. Suhu air 40,5  ͦC – 43,0  ͦC. Pengukuan bendungan ASI menggunakan Scalla Engorgement Six Point (SPES). Pengukuran dilakukan sebelum dan setelah tindakan. Penerapan kompres hangat mampu menurunkan pembengakakan payudara pada pasien post partum SC. Kompres hangat akan memberi efek vasodilatasi otot polos pada pembuluh darah. Efek vasodilatasi pembuluh darah akan meningkatkan suplai hormon oksitosin pada payudara, nyeri payudara menurun, kenyamanan dalam menyusui meningkat, sehingga menyusui lebih sering dan bendungan ASI menurun.  Terdapat perubahan rata-rata skala antara 2-3 dari hari pertama hingga hari terahir, subjek I sebelum diberikan skala 6 menjadi 3, pada subjek II sebelum diberikan skala nyeri 6 menjadi 5, sedangkan pada subjek III sebelum diberikan skala nyeri 6 menjadi 3.

Page 1 of 2 | Total Record : 13