cover
Contact Name
Fajar Rizki Widiatmoko
Contact Email
semitan@itats.ac.id
Phone
+6281222333864
Journal Mail Official
semitan@itats.ac.id
Editorial Address
Jl. Arief Rachman Hakim, No. 100, Kota Surabaya, Jawa Timur 60117 » Tel / fax : (031)5945043 / (031)5994620
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN
ISSN : -     EISSN : 26860651     DOI : -
Core Subject : Science,
Prosiding yang berisi hasil penelitian di bidang ilmu kebumian dan kelautan, diselenggarakan pada acara Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN) yang dilaksanakan secara tahunan. Pemateri seminar merupakan akademisi dan praktisi yang bergerak di bidang Kebumian dan Kelautan. aim and scope: Earth Science Mining Engineering Marine Technology Environmental science
Articles 484 Documents
ANALISA STRUKTUR GEOLOGI BALURAN BERDASARKAN DATA GRAVITASI DAN GEOMAGNETIK Alfian Maulana; Abu Anas Hadi; Ines Adnan Thar; Daniel Mahmud; Yuliano Eldianto Atawolo; Cahyadi Kamal Hidayatulloh; Fajar Rizki Widiatmoko
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN) Vol 3, No 1 (2021): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2021.2003

Abstract

Daerah penelitian berada pada wilayah Gunung Baluran Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur. Metode yang digunakan adalah metode geofisika gravitasi, magnetik, dan fault fracture density (FFD). Metode gravitasi menghasilkan peta anomali gravitasi residual yang kemudian dibuat profil penampang untuk mengetahui struktur bawah permukaan bumi. Peta FFD dibuat berdasarkan kelurusan morfologi dikombinasikan dengan peta residual untuk mengetahui asosiasi struktur bawah permukaan dengan permukaan bumi dan arah trend struktur geologi. Metode magnetik menghasilkan peta anomali magnet yang berguna untuk menginterpretasi sumber panas. Dalam sepuluh tahun terakhir, metode analisis FFD telah digunakan secara luas, terutama dalam studi awal panas bumi yang dapat menunjukkan prospek daerah reservoir. Korelasi antara nilai FFD dengan nilai gravitasi residual, yang diasumsikan sebagai indikator magma di bawahnya. Korelasi antara nilai FFD dan nilai gravitasi residual berlaku untuk Pegunungan Baluran. Baluran diklasifikasikan sebagai badan vulkanik yang memiliki tipe batuan sedimen dengan pengaturan tektonik busur magmatik. Relevansi menunjukkan Nilai FFD berkaitan dengan nilai gravitasi residual, tetapi terutama yang tidak terpengaruh oleh aktivitas struktural memiliki nilai FFD yang lebih rendah.
ANALISIS KUALITAS AIR TANAH BERDASARKAN JENIS KANDUNGAN KIMIA FISIK AIR PADA AKUIFER BEBAS CEKUNGAN AIR TANAH (CAT) PALU DI KABUPATEN SIGI PROVINSI SULAWESI TENGAH Arif Rachman; Sapto Heru Yuwanto; Hendra Bahar
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 2, No 1 (2020): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2020.1034

Abstract

Cekungan Air Tanah (CAT) Palu merupakan salah satu Cekungan Air Tanah (CAT) yang yang meliputi kota Palu dan kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Cekungan Air Tanah (CAT) Palu memiliki luas sebesar 313 km2 dan merupakan Cekungan Air Tanah yang digunakan oleh masayarakat untuk keperluan sehari-hari. Cekungan Air Tanah Palu tersusun atas endapan permukaan dan batuan sedimen sehingga dapat menjadi akuifer yang baik dalam menyimpan dan meloloskan air tanah. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kondisi geologi dan hidrogeologi Cekungan Air Tanah (CAT) Palu, serta mengetahui kualitas air tanahnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pemetaan geologi permukaan dan analisis laboratorium. Pemetaan permukaan dilakukan untuk mengetahui kondisi geologi daerah penelitian, sedangkan analisis laboratorium untuk mengetahui kandungan kimia air tanah. Berdasarkan hasil penelitan dan pembahasan daerah penelitian terdiri atas empat (4) satuan geomorfologi berupa dataran yang terangkat (D6), pegunungan tersayat kuat berlereng curam (S4), perbukitan tersayat kuat berlereng curam (S3), dan danau (F2). Daerah penelitian tersusun atas satuan batupasir karbonatan dan endapan permukaan. Air tanah pada daerah penelitian terbagi atas tiga (3) jenis yaitu Magnesium Bicarbonate, Mixed, dan Sodium Chloride. Air tanah pada daerah penelitian secara umum dapat dikonsumsi, kecuali air pada mata air panas yang memiliki pH yang cukup tinggi.
ANALISIS PEMANFAATAN BATU ANDESIT DI DESA KLAKAH DAN SEKITARNYA, KECAMATAN PASREPAN, KABUPATEN PASURUAN – JAWA TIMUR Sapto Heru Yuwanto; Nelson Santiago Ribeiro Araujo
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 2, No 1 (2020): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2020.1069

Abstract

Desa Klakah, Kecamatan Pasrepan – Pasuruan, memiliki potensi sumber daya mineral bukan logam berupa batuan andesit yang melimpah. Selama ini sudah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk bahan bangunan. Secara geologi regional daerah penelitian terdapat pada Formasi batuan gunung api tengger berumur kuater yang dominan terdiri atas litologi tuff, breksi, dan lava andesit. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat petrografis dan sifat keteknikan dari batuan andesit serta pemanfaatannnya selain untuk bahan bangunan. Dalam melakukan penelitian adalah menggunakan metode pemetaan geologi permukaan, analisis yang digunakan analisis petrografi sampel batuan dan analisis kualitas atau sifat keteknikan pada sampel batuan andesit. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, menurut analisis petrografis batuan andesit yang ada di daerah penelitian terdiri atas ±50% mineral piroksen, ±30% mineral plagioklas dan ±20% masa dasar gelas, mineral opak. Sifat keteknikan batuan andesit di daerah penelitian nilai kuat tekan batuan rata-rata sebesar 387,956 kg/cm dan penyerapan air maksimum rata-rata sebesar 0,27, serta ketahanan aus rata-rata sebesar 14.80%. Menurut standar SNI nomor 03-0394-1989 batuan andesit di daerah penelitian memenuhi syarat minimum untuk digunakan sebagai bahan untuk Batu Hias atau Tempel.
ANALISIS UMUR FORMASI SONDE BERDASAR KANDUNGAN MIKROFOSIL DESA KEDUNGSARI DAN SEKITARNYA, KECAMATAN TEMAYANG, KABUPATEN BOJONEGORO, PROVINSI JAWA TIMUR Maria Ines Batfutu; Sapto Heru Yuwanto; Heni Siska Wiyanti
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 1, No 1 (2019): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2019.839

Abstract

Formasi Sonde bagian Timur tepatnya pada Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur, tersusun atas batuan yang sangat bervariasi, seperti batugamping klastik, batupasir, napal, dan batulempung. Tujuan penelitian untuk mengetahui kisaran umur relatif pada Formasi Sonde berdasarkan kandungan mikrofosil. Metode yang digunakan adalah pemetaan geologi permukaan dengan melakukan sampling batuan untuk dianalisis di laboratorium. Sample diambil secara sistematis pada tiga titik, dan diperoleh 45 spesies foraminifera planktonik dengan kisaran umur
SESAR NAIK KALI JEBUG SEBAGAI INDIKASI PENGONTROL NAIKNYA BATUAN PRATERSIER DI KARANGSAMBUNG, KABUPATEN KEBUMEN-JAWA TENGAH Asmoro Widagdo; Racmad Setijadi; Eko Bayu Purwasatriya; Huzaeli Latief Suman; Maulana Rizki Aditama; FX Anjar Tri Laksono
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 2, No 1 (2020): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2020.984

Abstract

Kemunculan komplek batuan melang berumur pra-tersier di daerah Karangsambung, Jawa Tengah merupakan hal yang masih menjadi perdebatan dan telah melahirkan berbagai pendapat yang menjelaskannya. Struktur lipatanantiklin, sesar naik dan sesar mendatar yang dijumpai di sekitar daerah ini dapat menjadi penyebab kemunculan batuan tertua di Pulau Jawa ini. Penelitian ini dilakukan guna menjelaskan kontrol struktur geologi tertentu yang menyebabkan kemunculan batuan berumur Pra-Tersied di sekitar batuan berumur Tersier di Karangsambung. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan kajian struktur geologi pada batas selatan batuan Pra-Tersier. Pemetaansebaran batuan Pra-Tersier dan Tersier serta pengukuran unsur struktur sesar dilakukan pada batas ini. Analisis dilakukan dengan membuat penampang geologi, analisis stereografis data sesar dan lipatan. Sesar Naik Kali Jebugdengan kedudukan N250E/40N pitch 70 ke arah NE telah mengontrol kemunculan batuan Pra-Tersier di Karangsambung. Sesar naik miring ke utara ini menjadi batas batuan Pra-Tersier dan Batuan Formasi Karangsambung yang berumur Eosen di selatan. Sesar ini dihasilkan oleh gaya utama berarah Utara-Selatan yang bekerja pada batuan dasar dan mengasilkan antiklin dan sinklin di daerah Karangsambung.
KAJIAN PENGEMBANGAN INDUSTRI GALANGAN KAPAL DENGAN KONSEP 3E (ECONOMIES OF SCALE, ENERGI EFFICIENCY, ENVIRONMENTAL IMPROVEMENT) Muhamad Muzaki; Minto Basuki
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN) Vol 3, No 1 (2021): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2021.1994

Abstract

Sektor skala ekonomis, efisiensi energi dan pemberdayaan lingkungan menjadi poin penting dalam mengembangkan industri galangan kapal di Indonesia. Kajian mengenai tiga hal tersebut diyakini mampu memberikan stimulus yang baik bagi tiap-tiap galangan kapal dalam meningkatkan kualitas perusahaannya. Galangan kapal akan berdampak besar terhadap upaya pemerintah dalam memberdayakan potensi industri maritim Indonesia. Pengembangan berkelanjutan sangat dibutuhkan agar proses industri dapat terus ditingkatkan. Masalah utama dan strategis dari ketiga poin penting di atas harus segera diselesaikan dengan rencana sistematis. Oleh sebab itu dibuatlah kajian mengenai pengembangan industri galangan kapal dengan konsep 3E, yang dalam hal ini merupakan kombinasi dari Economies of Scale (skala ekonomis), Energy Efficiency (efisiensi energi), dan Environmental Improvement (perbaikan lingkungan). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Analytical Hierarchy Process (AHP), yaitu metode pengambilan keputusan guna mengetahui alteratif terbaik dari banyak elemen pilihan. Data yang diambil adalah data lapangan dengan metode observasi dan kuesioner. Berdasarkan hasil pengolahan data, didapatkan kesimpulan bahwa alternatif tertinggi dari setiap bagian di dalam konsep 3E yaitu melakukan peningkatan mutu tenaga kerja dengan bobot 0,577; pemeliharaan mesin kerja dengan bobot 0,488; serta menyediakan dan memfungsikan sanitasi lingkungan yang baik dengan bobot 0,551.
PERENCANAAN PENGEMBANGAN SARANA PENGEDOKAN DI GALANGAN PT.TRI WARAKO UTAMA Riyan Prayogo Kurniawan; Erifive Pranatal
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 2, No 1 (2020): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2020.1023

Abstract

PT.Hub Maritim Indonesia (HUBMAR) adalah perusahaan dibidang bungker service. Saat ini PT. HUBMAR berencana membeli sebuah dok milik PT.Tri Warako Utama dengan beberapa fasilitas didalamnya yang berada di wilayah perairan madura dengan tujuan memenuhi kebutuhan reparasi/doking untuk armada kapal milik PT.HUBMAR, hal ini dengan tujuan untuk memenuhi permintaan docking setiap tahunnya dan dengan armada yang semakin bertambah serta untuk mengembangkan bisnis jasa reparasi kapal maupun pembangunan bangunan baru dengan produktivitas yang tinggi. Tujuan penulisan ini dilakukan penelitian tentang penilianan potensi dari galangan kapal milik PT.Tri Warako Utama serta perencanaan pembangunan floating dock dengan kapasitas yang dapat melayani armada kapal milik PT.Hub Maritim Indonesia yang ditinjau dari aspek teknis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analiticial Hierarchy Process yang terdiri dari beberapa parameter Hasil penelitian inidihasilkan data berupa potensi pengunaan dan optimalisasi lahan di dok milik PT.Tri Warako Utama dengan kajian dari beberapa aspek maka dapat ditarik nilai global kelayakan potensi sebesar 68% dimana dalam range kelayakannilai tersebut dapat dinotasikan dengan kategori memiliki potensi baik untuk dikembangkan. Perhitungan TLC pada rencana perancangan dok apung (Floating Dock) dari beberapa kriteria data armada kapal perusahan dan rekanan yangdi dapat memilki nilai TLC nya adalah sebesar 2887 Ton nilai tersebut diproyeksikan untuk menunjang kegiatan operasional di kemudian hari dengan penambahan margin 60 % dari total berat kapal kosong armada terbesar.Pemilihan sarana docking floating dock tersebut diharapkan dapat mengalokasikan lahan yang ada untuk proses produksi di galangan dikarenakan floating dock dapat ditempakan di luar lahan dari galangan.
KLASIFIKASI KERENTANAN GERAKAN TANAH DI DESA SENEPO DAN SEKITARNYA, KECAMATAN SLAHUNG, KABUPATEN PONOROGO, PROVINSI JAWA TIMUR Aquilis Bernardo Goncalves; Hendra Bahar; Sapto Heru Yuwanto; Lakon Utamakno
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN) Vol 3, No 1 (2021): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2021.2092

Abstract

Lokasi penelitian berada di Desa Senepo dan sekitarnya, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur, termasuk dalam Lajur Pegunungan Selatan dan Solo, sebagian wilayahnya ditempati oleh batuan gunungapi kuarter. Litologi penyusun lokasi penelitian berupa andesit plagioklas, vitric tuff dan crystal tuff. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui wilayah dengan tingkat kerentanan gerakan tanah tinggi, serta daerah dengan potensi bencana gerakan tanah. Metode yang digunakan adalah metode tumpang susun (overlay) dari parameter-parameter untuk menentukan tingkat kerentanan gerakan tanah, yaitu: curah hujan, tataguna lahan, geologi (litologi), jenis tanah, dan kemiringan lereng. Dari hasil setiap parameter memiliki klasifikasi skor yang dikalikan dengan bobot masing-masing parameter, parameter yang berpengaruh tinggi terhadap kerentanan gerakan tanah maka nilai bobotnya lebih tinggi dari parameter lainnya. Tingkat kerentanan gerakan tanah pada daerah penelitian dibagi menjadi 4 (empat) kelas yaitu: sangat rendah, rendah, sedang, dan tinggi. Wilayah yang termasuk kerentanan sangat rendah-rendah-sedang-tinggi adalah di sekitar Desa Senepo dan Ngerayun. Wilayah yang termasuk kerentanan sangat rendah-rendah-sedang adalah di sekitar Desa Tugurejo, Slahung, Binade, dan Mrayan.
IMPLEMENTASI PARAMETER HIDROLIKA GUNA ZONASI KAWASAN RAWAN BANJIR PADA SUB DAS KOMERING ULU, SUMATERA SELATAN Lorensius Vemo Viandaru; Stevanu Nalendra Jati
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 2, No 1 (2020): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2020.1059

Abstract

Kejadian banjir bandang di Sungai Saka (bagian dari Sub-DAS Komering Ulu) pada 8 Mei 2020 yang menerjang Kecamatan Muara Dua dengan kepadatan penduduk 177,47 jiwa/km2 ditengarai karena adanya peningkatan curah hujan serta perubahan pola tutupan lahan di hulu. Akibatnya terjadi peningkatan debit aliran hingga ketidakmampuan badan sungai dalam menerima respon. Berangkat dari kejadian tersebut maka penelitian ini mengkaji parameter hidrolika pada Sub DAS Komering Ulu yang berimplikasi langsung pada potensi banjir. Parameter hidrolika meliputi: 1) intensitas curah hujan; 2) koefisien limpasan; 3) estimasi debit rencana aliran. Analisis curah hujan maksimum berdasarkan Stasiun Hujan Batumarta dan Stasiun Menangasari, sehingga diperlukan pendekatan statistik melalui persamaan Mononobe-Sherman yang berperan dalam uji akurasi dengan deviasi terkecil. Sedangkan koefisien limpasan mengoptimalkan big data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Kemudian koefisien limpasan dan debit rencana aliran menerapkan metode Hassing dan metode Rasional, yang mana hasilnya dimodelkan menggunakan software Hydrologic Engineering Center-River Analysis System (HEC-RAS). Hasil penelitian melalui komparasi data curah hujan harian maksimum tahun 2011- 2019 menunjukkan adanya lonjakan intensitas curah hujan dari 64,56 mm/jam hingga 337,89 mm/jam. Selain itu, terdapat variasi jenis batuan yang memengaruhi nilai koefisien limpasan. Faktor tersebut yang mengakibatkan debit rencana aliran meningkat sebesar 12,8% dengan periode ulang lima dan sepuluh tahun, yang berarti dapat memberi simulasi debit puncak. Sehingga model analisis ini berperan sebagai upaya preventif serta mereduksi dampak negatif di sekitar Sub DAS Komering Ulu.
KAJIAN PENATAAN LAHAN PADA KEGIATAN REKLAMASI PT. ANTAM (PERSERO) TBK UNIT BISNIS PERTAMBANGAN BAUKSIT TAYAN KECAMATAN TAYAN HILIR KABUPATEN SANGGAU PROVINSI KALIMANTAN BARAT Redha Nagara Hanis; Pramudanu Adityaputra; Waterman Sulistyana Bargawa
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 1, No 1 (2019): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2019.830

Abstract

Sumber daya alam merupakan salah satu modal dasar dalam pembangunan nasional, oleh karena itu harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat dengan memperhatikan kelestarian lingkungan hidup sekitarnya. Kegiatan reklamasi yang dilakukan pada Bukit 7 Pit B masih belum dilakukan dengan benar, sehingga perlu dilakukan kajian agar pada kegiatan reklamasi selanjutnya dapat dilakukan dengan benar. Luas lahan pada Bukit 7 Pit B adalah 11,01 Ha dengan menggunakan metode lubang tanam / pot pada sistem penataan tanah pucuk, sehingga dibutuhkan sebanyak 9.024,75 m3, tetapi penataan tanah pucuk tidak merata hanya sebatas pada pot saja yang menyebabkan daerah sekitar lubang tanam / pot kering. Hal itu menyebabkan proses kegiatan reklamasi tidak berjalan dengan baik. Berdasarkan hasil penelitian dan dari uraian yang telah dilakukan, maka untuk area bekas penambangan di Bukit 7 Pit B seluas 11,01 Ha digunakan sistem penataan lahan tanah penutup (over burden) dengan metode perataan tanah, kebutuhan material tanah penutup sebesar 468.104 LCM dan sistem penataan tanah pucuk pada lahan pascatambang di Bukit 7 Pit dengan metode perataan tanah dan metode sistem pot/lubang tanam, kebutuhan material tanah penutup sebesar 22.020 LCM untuk metode perataan tanah dan 9.024,75 LCM untuk metode sistem lubang tanam. Natural resources is one of the basic capital in national development, therefore, must be exploited in the interest of the people by taking into account the surrounding environment conservation. Reclamation activities conducted at the Mount 7 Pit B still has not been done properly, so it needs to be done in order to study the reclamation activity which can be done properly. The land area at the Mount 7 Pit B is 11.01 Ha using planting hole / pot on top soil structuring system, so that it takes as much as 9024.75 m3, but the arrangement of the uneven topsoil was limited to the pot that causes the area around the planting hole / pot dry. It makes the process of reclamation activities are not going well. Based on the results of research and from the description that has been done, then to the former mining area in Bukit 7 Pit B area of 11.01 Ha land arrangement system used overburden (over-burden) by the method of land leveling, soil cover material needs of 468 104 LCM and structuring system topsoil on post-mining land in Bukit 7 pit with ground leveling method and system methods pots / planting hole, the material needs of the soil cover of 22 020 LCM for land leveling method and system methods 9024.75 LCM to the planting hole.