cover
Contact Name
Fajar Rizki Widiatmoko
Contact Email
semitan@itats.ac.id
Phone
+6281222333864
Journal Mail Official
semitan@itats.ac.id
Editorial Address
Jl. Arief Rachman Hakim, No. 100, Kota Surabaya, Jawa Timur 60117 » Tel / fax : (031)5945043 / (031)5994620
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN
ISSN : -     EISSN : 26860651     DOI : -
Core Subject : Science,
Prosiding yang berisi hasil penelitian di bidang ilmu kebumian dan kelautan, diselenggarakan pada acara Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN) yang dilaksanakan secara tahunan. Pemateri seminar merupakan akademisi dan praktisi yang bergerak di bidang Kebumian dan Kelautan. aim and scope: Earth Science Mining Engineering Marine Technology Environmental science
Articles 484 Documents
KAJIAN TINGKAT KEBERHASILAN REKLAMASI TAHAP OPERASI PRODUKSI PADA PT. GUNUNG BALE DESA ARGOTIRTO KECAMATAN SUMBERMANJING WETAN KABUPATEN MALANG JAWA TIMUR Agung Wicaksono; Yazid Fanani; Lakon Utamakno
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 2, No 1 (2020): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2020.1001

Abstract

Kegiatan Reklamasi adalah bagian hal penting bagi kegiatan pertambangan dimana dalam kegiatan reklamasi ini perlu dilakukannya penilaian terhadap keberhasilan reklamasi yang dilakukan. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengkaji serta mengevaluasi dari kegiatan reklamasi yang dilakukan oleh PT. Gunung Bale dengan mengetahui tingkat keberhasilan reklamasi pada lahan area timbunan. Metode penelitian dengan melakukan pendekatan metode kuantitatif yang meliputi: observasi penataan lahan, revegetasi dan pemeliharaan serta studi pustaka mengenai peraturan perundangan dan laporan penelitian sebelumnya. Hasil akhir yang diperoleh tingkat keberhasilan reklamasi yang dilakukan PT. Gunung Bale adalah 36 dimana nilai ini tidak dapat diterima, kemudian dilakukan kajian kembali dengan memperhatikan faktor dari tingkat keberhasilan reklamasi sehingga didapatkan nilai menjadi 79 nilai ini dapat diterima dengan baik.
CEKUNGAN WATOA PAPUA SITEM PETROLEUM STUDI BATUAN RESERVOIR Theodora Ngaderman
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN) Vol 3, No 1 (2021): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2021.2008

Abstract

Geomorfologi daerah Wotoa dan sekitarnya terdiri dari satuan bentuk lahan morfologi perbukitan denudasional dan satuan bentuk lahan morfologi pedataran fluvial. Ada empat (4) tahapan yang dilakukan antara lain; Tahapan pendahuluan (studi literatur), tahapan pengumpulan data, tahapan analisis dan interpretasi data dan laporan akhir. Tahap Pengumpulan data merupakan tahap awal dimana data yang digunakan dalam penelitian berupa geologi permukaan selanjutnya yaitu tahap analisis dan interpretasi data yaitu sistem petroleum dan batuan reservoir. Pada kala Miosen tengah mulai berlangsung pengangkatan dan penutupan sisitim cekungan busur belakang lempeng benua Australia. Proses ini berlangsung hingga awal Kala Pliosen yang mengakibatkan kondisi perairan di dalam cekungan secara berangsur menjadi semakin dangkal sehingga ideal untuk pengendapan batuan sedimen detritus berupa batulempung, batunapal, batupasir hingga pada pertengahan Plistosen dan dilanjutkan dengan sedimentasi batugamping biomikrit hingga pada akhir Kala Plistosen. Berdasarkan singkapan batuan yang dijumpai di lapangan, maka stratigrafi daerah ini dapat diuraikan dan dikelompokan berdasarkan keseragaman ciri fisik, komposisi, dominasi serta hubungan antara litologi menjadi empat satuan batuan yang secara berurutan dari tua ke muda adalah satuan batulempung laut dalam, satuan batupasir, satuan batugamping koral, dan endapan aluvial. Batuan tertua pada daerah penelitian yaitu batuan batulempung laut dalam, yang menjadi batuan reservoir yakni terdapat pada batupasir. Pembentukan minyak sendiri diinterpretasikan berasal dari batuan dasar (bed rock) yang mengalami pematangan dan bermigrasi keluar melalui sesar yang ada kemudian terperangkap.
EVALUASI SISTEM PENYALRAN TAMBANG TERBUKA DI PIT A SITE SEKAYAN PT PESONA KHATULISTIWA NUSANTARA BULUNGAN KALIMANTAN UTARA Cein Penias Tony; Hasywir Thaib Siri; A.A. Inung Arie Adnyano
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 2, No 1 (2020): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2020.1039

Abstract

PT. Pesona Khatulistiwa Nusantara adalah perusahaan penambangan batubara yang berlokasi di Kecamatan Tanjung Palas, yang proses penambangannya menggunakan metode penambangan permukaan. Di daerah penelitian ini, metode penelitian yang digunakan adalah dengan mengumpulkan data di lapangan dan studi literatur. berdasarkan Pengaruh cuaca pada kegiatan penambangan, pengaruh tanah dan air. Sehingga menjadikan sistem drainase tambang memiliki peran penting. adalah cara mencegah atau mengatasi air yang masuk ke lubang yang menyebabkan lantai bukaan tambang terendam air. Terendamnya lantai pembukaan tambang tidak dapat digunakan secara optimal, membuat target produksi tidak dapat dipenuhi. Metode penelitian digunakan dalam penelitian adalah metode kuantitatif dan kualitatif, dengan mengambil data secara tidak langsung dan langsung. Pengumpulan data dilakukan secara langsung dengan melihat area penambangan dengan data sekunder dan primer. Data primer diperoleh berdasarkan pengumpulan data langsung di lapangan, termasuk pengamatan lingkungan sekitar dan wawancara dengan sumber yang relevan. Data pengolahan dan analisis diolah menjadi data curah hujan yang kemudian menentukan debit air hujan, debit air limpasan, debit udara tanah, dimensi saluran drainase, garis pompa dan jumlah pompa digunakan untuk mengalirkan air dari lokasi penambangan. PT. Pesona Khatulistiwa Nusantara menggunakan 5 pompa, ada 3 unit pompa Multiflo CF 32 M, masing-masing dengan KSB LC 100 dan 1 unit SYKES dengan aliran rata-rata 69,00 l/ s dan pompa 1.400 rpm dengan rata-rata head total 25m. Hasil analisis data curah hujan dan perhitungan debit air, menunjukkan bahwa pendapatan air adalah 366.130. M3 / bulan dan air yang keluar adalah 281 l/s dengan kapasitas saluran 28.170 l/s, sehingga air dapat mengalir dengan baik
ANALISIS EMISI CO2 YANG DISERAP TANAMAN PADA RUANG TERBUKA HIJAU DI KABUPATEN BANGKALAN Rosa Canina Pissera; Yulfiah Yulfiah
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 2, No 1 (2020): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2020.1074

Abstract

Perkembangan wilayah Kabupaten Bangkalan telah membawa konsekuensi bagi meningkatnya aktivitas transportasi, industri, jasa, dan kegiatan lainnya. Kondisi ini mengakibatkan buangan sisa dari kegiatan-kegiatan tersebut ke udara menjadi lebih besar. Salah satu upaya untuk mereduksi CO2 sebagai salah satu bentuk buangan atau emisi, dilakukan dengan membangun Ruang Terbuka Hijau.Penelitian ini dilaksanakan untuk mengidentifikasi jumlah emisi CO2 dari asap kendaraan bermotor di Kab. Bangkalan. Penelitian dilakukan di Kecamatan Burneh yang terdiri dari tiga kelurahan, dan Kecamatan Bangkalan yang meliputi delapan kelurahan.Penelitian berhasil mengidentifikasi bahwa beban emisi CO2 tertinggi dijumpai di Kelurahan Mlajah, yaitu sebesar 79.816,9 (kg/minggu). Kelurahan Martajasah merupakan satu-satunya kelurahan di Kabupaten Bangkalan yang tidak menyisakan sisa emisi. Sedangkan total sisa emisi tertinggi dijumpai di Kelurahan Mlajah, yaitu sebesar 69.588 (kg/minggu) dan Kelurahan Kemayoran sebesar 65.234 (kg/minggu).
PENGARUH SESAR PEGERSARI TERHADAP KEMUNCULAN INTRUSI MIKROGRANODIORIT DAERAH TULUNGAGUNG Huzaely Latief Sunan; Septyo Uji Pratomo; Idham Khaliq Yudhistira; Brigita Nadya Eman
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN) Vol 3, No 1 (2021): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2021.1966

Abstract

Struktur sesar umumnya membentuk retakan pada batuan sehingga bidang rekahan tersebut dapat menjadi bidang lemah bagi magma menuju ke permukaan dalam aktivitas magmatisme maupun vulkanisme. Lokasi penelitian yang terletak di Daerah Secang, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur memiliki persebaran jalur sesar mendatar turun yang terdapat intrusi mikrogranodiorit di salah satu segmennya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh struktur geologi di lokasi penelitian terhadap keberadaan intrusi mikrogranodiorit. Penelitian ini menggunakan metode pemetaan geologi detail, analisis struktur geologi dan analisis petrografi. Stratigrafi lokasi penelitian dibagi menjadi enam satuan dari tua ke muda, yaitu Satuan Lava Andesit, Satuan Breksi Andesit, Satuan Intrusi Mikrogranodiorit, Satuan Breksi Polimik, Satuan Batugamping Terumbu, dan Satuan Aluvial. Hasil analisis data kekar di lapangan menunjukan sesar pagersari yang berarah barat daya - timur laut memiliki pergerakan mendatar mengiri (left strike-slip). Sesar pagersari membentuk struktur sesar penyerta berupa sesar pojok 1 dan sesar pojok 2 yang memotong satuan lava andesit dan breksi andesit. Hubungan potongmemotong dari hasil pemetaan dan analisis sesar menunjukkan sesar di lokasi penelitian terbentuk lebih dahulu dan intrusi mikrogranodiorit terbentuk kemudian. Kesimpulan dari urutan kejadian di lokasi penelitian bahwa sesar pagersari mempengaruhi pembentukan rekahan pada batuan sehingga menjadi jalur naiknya magma membentuk intrusi mikrogranodiorit.
PERANCANGAN KAPAL PEMBERSIH SAMPAH (TRASH SKIMMER) UNTUK WILYAH PERAIRAN TELUK SUMENEP Romzatul Widad; Erifive Pranatal
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 2, No 1 (2020): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2020.992

Abstract

Teluk Sumenep adalah sebuah teluk di Laut Jawa yang terletak di ujung timur Provinsi Jawa Timur. Teluk Sumenep adalah salah satu tempat atau wadah masyarakat untuk membuang sampah sembarangan. Kurang diperhatikannya volume sampah yang setiap hari memenuhi perairan Teluk Sumenep menjadi latar belakang dari dilakukannya penulisan ini. Penelitian ini bertujuan menghasilkan sebuah desain kapal kerja pembersih sampah yang tersebar di perairan laut khususnya perairan Teluk Sumenep. Konfigurasi peralatan geladak dan sistem bongkar muat yang dibuat berdasarkan kebutuhan dan jumlah volume sampah yang terdapat di Teluk Sumenep. Dengan mengasumsikan bahwa luasan wilayah yang ditinjau sebagai rute yang harus ditempuh kapal, maka didapatkan kapasitas muatan sampah yang dapat diangkut kapal yang direncanakan. Desain yang optimum didapatkan melalui metode optimasi dengan variabel, parameter, dan constraints yang telah ditentukan. Yakni berukuran L = 10,7 m, B = 4 m, H = 2 m, T = 1 m. Selanjutnya dari ukuran utama yang diperoleh ini dibuat lines plan dan general arrangements sesuai dengan konfigurasi peralatan bongkar muatnya. Penelitian ini akan menentukan ukuran utama kapal yang direncanakan, kapasitas muatan yang akan diangkut oleh kapal, tahanan dan mesin utama kapal.
PENILAIAN RISIKO K3 PADA TERMINAL NILAM-MIRAH SURABAYA MENGGUNAKAN MATRIK RISIKO DAN FMEA Dwi Yantono; Minto Basuki
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN) Vol 3, No 1 (2021): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2021.1999

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menentukan nilai peringkat risiko, dan memitigasi risiko pada proses bongkar muat pada terminal Nilam-Mirah Surabaya. Data yang digunakan adalah data lapangan dengan metode observasi yang di dapat di terminal Nilam-Mirah Surabaya yang berkaitan dengan risiko K3. Penelitian ini menggunakan metode Matriks Risiko dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk menganalisis tingkat risiko dalam proses bongkar muat di terminal Nilam-Mirah. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa ada 5 potensi bahaya yang teridentifikasi, serta terdapat 2 risiko yang melebihi batas nilai kritis RPN. Dengan risiko tertinggi yaitu pada proses bongkar muat petikemas yang terguling dari chassis truk atau tumpukan lainnya dengan nilai RPN 140 dan petikemas robek atau berlubang saat proses bongkar muat dengan nilai RPN 125 dari batas nilai krisis RPN 63. Pencegahan dan perbaikan (maintanance) yang dapat dilakukan adalah melakukan pengecekan rutin sebelum kegiatan berlangsung terhadap peralatan, dan mewajibkan pekerja yang terlibat dalam proses tersebut menggunakan APD yang meliputi helm, sepatu safety, serta APD lainnya untuk mengurangi risiko yang ada dalam proses bongkar muat. Serta terdapat HSSE untuk memonitor dan memperingatkan bahaya dan risiko yang akan dihadapi pekerja di dalam proses bongkar muat agar mematuhi aturan yang sudah disediakan dan meningkatkan produktivitas kerja
PENGARUH PELAPUKAN TERHADAP KEKUATAN BATUAN ANDESIT Melkianus .A Tamanak; Theo Berhitu; Dandi Gusti Ode; Yudho Dwi Galih Cahyono
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 2, No 1 (2020): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2020.1028

Abstract

Batuan adalah kompleks atau kumpulan dari mineral sejenis atau tidak sejenis yang terikat secara gembur ataupun padat. Ada beberapa jenis batuan salah satu batuan yaitu batuan andesit dimana batuan ini merupakan salah satu jenis batuan beku. Batuan andesit merupakan batuan intermediet yang terjadi hasil pendinginan magma pada permukaan bumi ataupun aktivitas gunung api akibat perbedaan suhu pada saat pendinginan. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kekuatan batuan diantaranya adalah faktor pelapukan batuan. Pada penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan kekuatan batuan andesit fresh atau yang belum dipengaruhi oleh pelapukan dan batuan andesit lapuk atau yang sudah di pengaruhi oleh pelapukan. Penelitian ini dilakukan dengan metode pengamatan di lapangan secara langsung dan di laboratorium untuk pengujian kuat tekan dengan menggunakan UCS (Uniaxial Compressive Strength). Beberapa sampel batuan andesit yang di ambil dari bekas tambang batu pasir di Desa Manduro, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur. Berdasarkan pengujian UCS di peroleh hasil kuat tekan batuan pada sampel batuan andesit lapuk 01 sebesar 42,35 MPa, sampel 02 sebesar 41,07 MPa, sampel 03 sebesar 39,12. Sedangkan hasil kuat tekan batuan pada sampel batuan andesit fresh 01 sebesar 115,15 MPa, sampel 02 sebesar 72,73 MPa, sampel 03 sebesar 78,24 MPa. Dari hasil tersebut dapat di simpulkan bahwa perbedaan nilai kuat tekan pada batuan andesit dapat dipengaruhi oleh pengaruh pelapukan.
Interaksi; Morfotektonik; Sag-Pond; Sesar Aktif Agus Sutiono; Bambang Prastistho; C. Prasetyadi C. Prasetyadi; Supartoyo Supartoyo
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 2, No 1 (2020): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2020.1064

Abstract

Tegangan deformasi regional di daerah penelitian berasal dari gaya subduksi yang dikeluarkan di Selatan Pulau Jawa yakni di lokasi Palung Jawa. Berdasarkan data pengukuran di lapangan, tegangan regional maksimum (?1) disimpulkan merambat di sepanjang azimuth berarah Utara – Selatan (U-S) berkisar dari N355ºE hingga N10ºE. Tekanan regional ini membentuk fraktur regangan yang menonjol pada generasi pertama, yang ditunjukkan oleh karakteristik rekahan U-S; Sesar Girijati (GF), Sesar Sumbermulyo Parangtritis (SPF) dan Kalitirto - Gn.Bangkel - Jombor (KBJ). Rekahan rekehan tersebut berorientasi riedel tension cenderung memiliki karakter sesar aktif. Penting melakukan identifikasi jaringan sesar aktif tersebut untuk diijadikan acuan sebagai petunjuk praktis oleh pemerintah daerah, dalam melaksanakan amanat undang undang nomor 24 dan 27 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana dan tentang Penataan Ruang. Oleh karena itu, makalah ini mengurai sebagian dari jaringan sesar aktif di Yogyakarta dengan melihat indikator antara dimensi Meander Kalitirto di Berbah dan interaksi jaringan pada setiap interkoneksi sesar penentu bentuk geometri meander tersebut. Liniamen Berbah memperlihatkan dua tren sepanjang arah azimuth N 30ºE dan N 180ºE yang menunjukkan orientasi menyimpang dari U-S ke TL-BD. Pembentukan sag-pond dari sebuah fitur morfotektonik yang ditunjukkan oleh laterally confine meander Sungai Opak di Kalitirto selebar 900 m, membentuk dua meander dengan dimensi 571 m lebar dan 723 m panjang (Meander Kalitirto di Utara) dan 216 m lebar dan 399 m panjangnya (Meander Kalitirto di Selatan). Meskipun, keberadaan meander di sepanjang Sungai Opak itu umum dijumpai, tetapi untuk meander yang ditemukan di Desa Kalitirto dan Jogotirto secara morfotektonik memiliki fisik dan dimensi yang unik. Meander ini mengekspresikan ukuran dan bentuk yang aneh, yang secara dramatis memiliki demensi lebar lebih besar dan berbeda dibandingkan perkembangan meander lainnya di sepanjang Sungai Opak. Hal ini disebabkan oleh fraktur regangan membentuk sag-pond ketika cekungan berkembang di dalam zona sesar. Susunan interaksi sesar di SagPond Berbah melibatkan perluasan Sesar Kalitirto - Gn Bangkel Jombor (KBJ) yang berorientasi Utara-Selatan bersama dengan sesar generasi kedua yakni sesar mendatar TL-BD. Karakteristik interaksi dua sesar ini dalam orientasi yang berbeda dari perpindahan pasangan set sesar sintetis dan set sesar antitetis ekstensional bertanggung jawab untuk membentuk tegangan sag-pond tersebut.
ANALISIS PERBEDAAN KADAR ENDAPAN BIJIH NIKEL SAPROLIT ANTARA HASIL EKSPLORASI DENGAN REALISASI PENAMBANGAN PADA BLOK GC PULAU GEE KABUPATEN HALMAHERA TIMUR PROVINSI MALUKU UTAR Jenius Jenius; Waterman Sulistyana Bargawa; Flaminggo Gingga
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 1, No 1 (2019): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2019.835

Abstract

PT. Aneka Tambang Tbk, unit Geomin merupakan bagian dari PT. ANTAM yang membidangi masalah Eksplorasi di daerah pulau Gee, yang kemudian penambangannya dilakukan oleh  PT. Minerina Bhakti dilakukan dengan sistem penambangan terbuka. Tingkat validitas dari data eksplorasi akan terbukti setelah dilaksanakannya kegiatan penambangan, namun pada kenyataannya sering terjadi perbedaan antara data hasil ekplorasi dengan realisasi penambangan, maka penelitian ini akan menganalisa sebab-sebab terjadinya perbedaan kadar hasil ekplorasi dengan realisasi penambangan, serta faktor-faktor penyebab terjadinya perbedaan kadar tersebut. Adapun titik bor yang tertambang pada bulan Juni adalah 19 titik bor dengan kadar Ni eksplorasi rata-rata 2,20 % dan kadar penambangan 2,27 % sedangkan  bulan Juli sebanyak 16 titik bor dengan kadar rata-rata Ni  2,23 % dan kadar rata-rata penambangan 2,20 %. Selisih kadar Ni antara eksplorasi dengan realisasi penambangan pada bulan Juni adalah 0,07 % dan pada bulan Juli adalah 0,04 %. Berdasarkan hasil penelitian, maka diketahui penyebab terjadinya perbedaan kadar Ni antara hasil eksplorasi dan produksi adalah: penyebaran deposit yang tidak merata, pengotoran dan kehilangan bijih saat penambangan, cara pengambilan sampel, air hujan, dan kesalahan manusia PT. Aneka Tambang Tbk, Geomin unit is part of PT. ANTAM is in charge of exploration issues in the Gee island area, which is then carried out by PT. Minerina Bhakti is carried out with an open mining system. The level of validity of exploration data will be proven after mining activities are carried out, but in reality there is often a difference between the exploration data and the realization of mining, so this study will analyze the causes of differences in exploration results with mining realization, as well as the causes of differences these levels. The drill points mined in June are 19 drill points with exploration Ni content of 2.20% and mining levels 2.27% while July is 16 drill points with an average Ni content of 2.23% and average mining levels 2.20%. Ni difference between exploration and mining realization in June was 0.07% and in July it was 0.04%. Based on the results of the study, it is known that the causes of differences in Ni content between the results of exploration and production are: distribution of uneven deposits, contamination and loss of ore during mining, sampling method, rainwater, and human error.