cover
Contact Name
Fajar Rizki Widiatmoko
Contact Email
semitan@itats.ac.id
Phone
+6281222333864
Journal Mail Official
semitan@itats.ac.id
Editorial Address
Jl. Arief Rachman Hakim, No. 100, Kota Surabaya, Jawa Timur 60117 » Tel / fax : (031)5945043 / (031)5994620
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN
ISSN : -     EISSN : 26860651     DOI : -
Core Subject : Science,
Prosiding yang berisi hasil penelitian di bidang ilmu kebumian dan kelautan, diselenggarakan pada acara Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN) yang dilaksanakan secara tahunan. Pemateri seminar merupakan akademisi dan praktisi yang bergerak di bidang Kebumian dan Kelautan. aim and scope: Earth Science Mining Engineering Marine Technology Environmental science
Articles 484 Documents
STUDY PENERAPAN KEAMANAN INTERNATIONAL SHIP AND PORT FACILITY SECURITY (ISPS) CODE PADA PELABUHAN TENAU KUPANG Arkhilaus Obe; Minto Basuki
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN) Vol 3, No 1 (2021): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2021.1960

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa penerapan International Ship And Port Facility Security (ISPS) Code yang menjadi panduan untuk mengurangi risiko-risiko terhadap keamanan dan keselamatan area pelabuhan. Data yang digunakan untuk analisis berdasarkan data data lapangan yang berkaitan dengan penerapan ISPS Code  pada pelabuhan Tenau Kupang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan FMEA (Failure Mode and Effect Analysis). Dari hasil analisis didapatkan penerapan keamanan masih minimum karena pengetahuan sumber daya manusia (SDM) yang masih kurang dalam menerapkan ISPS Code serta kekurangan tenaga dalam bidang keamanan. Oleh sebab itu perlu ditingkatkan pengetahuan sumber daya manusia dengan terus memberikan pelatihan dan menambah personil kemananan untuk benar-benar menjaga keamanan dan keselamatan para pengguna atau orang-orang maupun kapal-kapal yang berkunjung dan melakukan proses bongkar muat menggunakan fasilitas pelabuhan Tenau Kupang
PENENTUAN ZONASI KERENTANAN GERAKAN TANAH DI DESA MOJOREJO DAN SEKITARNYA KECAMATAN MODO KABUPATEN LAMONGAN PROVINSI JAWA TIMUR Muhammad Fanni Syahrozani; Hendra Bahar; Sapto Heru Yuwanto
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 1, No 1 (2019): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2019.866

Abstract

Pada daerah penelitian yaitu di Desa Mojorejo, Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur saat ini telah dijumpai beberapa lokasi pada wilayah hutannya yang telah rusak dan hal ini dapat menyebabkan terjadinya gerakan tanah (longsor), terutama saat musim hujan. Penentuan zonasi kerentanan gerakan tanah pada daerah penelitian diharapkan dapat bermanfaat sebagai upaya pencegahan, menghindari, atau meminimalisir kerugian yang mungkin ditimbulkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan mengumpulkan semua data sekunder dan primer terkait kerentanan gerakan tanah, antara lain kemiringan lereng, litologi/batuan, tataguna lahan, curah  hujan, dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil yang didapatkan adalah zonasi tingkat kerentanan gerakan tanah di lokasi penelitian serta rekayasa teknik yang dapat dilakukan untuk meminimalisir dampak bencana yang mungkin timbul.
EVALUASI GEOMETRI JALAN ANGKUT PADA PENAMBANGAN BATU ANDESIT DESA KALISARI KECAMATAN BANYUGLUGUR KABUPATEN SITUBONDO Yudho Dwi Galih Cahyono; Fiqhih Hadi Saputra
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN) Vol 3, No 1 (2021): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2021.1985

Abstract

Jalan angkut dari front penambangan menuju area crusher di PT.Bukit Kalisari Artha Makmur merupakan jalan angkut dua jalur. Setelah dilakukan pengamatan terdapat beberapa segmen pada jalan tambang yang lebar jalannya belum memenuhi standar. Melalui penelitian ini akan dilakukan Evaluasi mengenai geometri jalan angkut berdasarkan spesifikasi alat angkut terbesar yang melewati jalan tambang.selanjutnya dari Evaluasi tersebut dapat diketahui hasil yang nantinya akan digunakan untuk perbaikan jalan pada area tambang. Adapun metode yang digunakan pada penelitian ini meliputi evaluasi geometri jalan, serta factor yang mempengaruhi kondisi jalan sehingga jalan tersebut mengalami kerusakan.
ANALISIS PLAN REHAB BERDASARKAN PLAN BLASTING DAN LEAD & LAG TERHADAP DAMAGE PADA TAMBANG BAWAH TANAH GRASBERG BLOCK CAVING (GBC) PT. FREEPORT INDONESIA (PTFI) DISTRIK TEMBAGAPURA KABUPATEN MIMIKA PROVINSI PAPUA Yance Sani; Yudho Dwi Galih Cahyono
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 2, No 1 (2020): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2020.1014

Abstract

Batuan yang rusak di Tambang GBC pada tahap produksi terutama disebabkan oleh displacement di sekitar dril drift. dua faktor utama yang mempengaruhi nilai displacement yaitu akibat blasting, dan pengaruh lead and lag pada tambang GBC. displacement akibat blasting mencapa 0,003 mm sampai dengan 40 mm/ blasiting. sedangkan batas maksimum jarak lead and lag antar satu dril drift mencapai 8 ring (17,4 meter). Kekuatan batuan pada dril drift akan tidak stabil dan hancur ketika tegangan melewati nilai batas maksimum sehingga untuk menentukan rehab berdasarkan parameter preventive support maintenance (PSM) tingkat kerusakan pada dril drift akibat displacement dibagi menjadi 4 kelas. kelas 0 dengan tidak ada kerusakan, kelas 1 dengan kerusakan ringan, kelas 2 dengan kerusakan sedang, kelas 3 dengan rusak berat, dan kerusakan 4 dengna kerusakan sangat berat. Contoh kasus kerusakan yang terjadi berdasarkan pemantauan displacement di 15 dril drift area PB2S mulai dari dril drift 23 south sampai dengan 30 south.
KAJIAN KLASIFIKASI MASSA BATUAN ANDSIT DAN POTENSI JENIS LONGSORAN PADA LERENG PENAMBANGAN PT. HARMAK INDOSESIA DI KECAMATAN KOKAP, KABUPATEN KULON PROGO, YOGYAKARTA Ansyarullah S; Koesnaryo Koesnaryo; Isser Samuel Tumalang; Arga Satria Tama
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN) Vol 3, No 1 (2021): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2021.2017

Abstract

Massa batuan terdiri dari banyaknya diskontinuitas, struktur geologi dan berbagai macam mineral yang terkandung di dalamnya menjadi hal yang perlu diperhitungkan terhadap kestabilan lereng penambangan. Bidang diskontinuitas yang merupakan bidang lemah dapat menjadi pemicu terjadinya longsoran sehingga sangat perlu untuk mengetahui klas massa batuan serta potensi jenis longsor yang memungkinkan untuk terjadi. metode empirik yang cukup diandalkan dalam pengklasifikasian massa batuan untuk kestabilan lereng yaitu Rock Mass Rating (RMR), Slope Mass Rating (SMR) dan analisis kinematika untuk mengetahui potensi jenis longsoran yang dapat terjadi. Pada lereng penelitian, berdasarkan klasifikasi massa batuan dengan menggunakan RMR, massa batuan berada pada klas II dengan nilai RMR=67 deskripsi batuan dalam kategori baik, hasil dari klasifikasi SMR, massa batuan berada pada klas III dengan nilai SMR=57 deskripsi massa batuan dalam kategori sedang dengan kondisi stabil Sebagian dan berpotensi longsoran toppling, sedangkan hasil analisis stereonet dengan metode kinematika dengan bantuan perangkat lunak DIPS diketahui kemungkinan tipe longsoran yang dapat terjadi adalah longsoran toppling dengan titik kritis 967, total perpotongan 3654 dan probabilitas 26,46%. 
PENGARUH STRUKTUR KETIDAKMENERUSAN PADA KESTABILAN LERENG PENGGALIAN BATUAN Finanti P Dwikasih; S. Koesnaryo S. Koesnaryo
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 2, No 1 (2020): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2020.1049

Abstract

Batuan di alam pada umumnya bersifat heterogen, anisotrop, dan diskontinu. Struktur ketidakmenerusan (diskontinuitas) pada massa batuan merupakan faktor yang dapat mempengaruhi deformabilitas, kekuatan, dan permeabilitas massa batuan. Selain itu, diskontinuitas yang sangat besar dan persisten secara kritis dapat mempengaruhi tingkat kestabilan lereng.Kestabilan lereng merupakan salah satu permasalahan yang sering dihadapi dalam pekerjaan rekayasa konstruksi pertambangan. Gangguan terhadap kestabilan lereng akan mengganggu keselamatan pekerja, kerusakan lingkungan, kerusakan alat penambangan, mengurangi intensitas produksi, dan mengganggu kelancaran pelaksanaan penambangan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengenali diskontinuitas batuan serta pengaruhnya terhadap kestabilan lereng berdasarkan hasil studi literatur dari beberapa peneliti terdahulu.
RENCANA PENGGUNAAN RUMPUT VETIVER DALAM REKLAMASI DI PERTAMBANGAN RAKYAT KECAMATAN TURI, KABUPATEN SLEMAN, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Fairus Atika Redanto Putri
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 1, No 1 (2019): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2019.821

Abstract

Maraknya penambangan pasir dan batu yang berada di lereng merapi tepatnya di aliran Sungai Gendol merupakan salah satu ancaman kerusakan lingkungan, apabila dalam pelaksanaanya tidak mementingkan kondisi lingkungan dan dampak kerusakan lingkungan. Lokasi penambangan sirtu di  Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Yogyakarta menjadi lahan yang berpotensi terjadinya kerusakan lingkungan dan kerawanan terjadi konflik sosial di masyarakat. Hal yang perlu diperhatikan adalah lahan bekas tambang yang semula aman menjadi sebuah lahan dengan kondisi yang tidak aman bahkan tidak ekonomis, memiliki kemiringan lereng relatif tegak dan rawan terjadinya longsor. Selain itu menjadikan lahan tidak berfungsi dan bermanfaat kepada masyarakat. Berdasarkan Keputusan Gubernur DIY Nomor 63 Tahun 2003 lahan berbobot nilai 54 yaitu dalam kondisi tingkat kerusakan berat. Rencana reklamasi yang dilakukan mencakup penataan lahan, pengendalian erosi dan sedimentasi, serta revegetasi. Berdasarkan kondisi lahan yang ada, lahan akan ditata dan dibentuk terasan berupa teras kebun, dengan lebar teras 2 m, tinggi lereng tunggal 2 m dengan jarak horizontal 1 m sehingga kemiringan lereng adalah 45o atau sekitar 50%. Tanah pucuk yang didapatkan dari penataan lahan adalah sebesar 187,8 m3 dan akan digunakan sebesar 48 m3 untuk pengelolaan tanah pucuk dengan sistem pot, dengan jumlah lubang tanam sebanyak 1.778 lubang. Dimensi saluran terbukayang digunakan berbentuk trapesium dengan lebar atas 0,42 m, lebar bawah 0,2 m, kedalaman 0,18 m dan kemiringan sisi 60o. Dari perencanaan reklamasi yang telah dilakukan, terjadi penurunan Tingkat Bahaya Erosi (TBE) dari 1.364,77 ton/Ha/tahun (kelas V, sangat berat) menjadi 4,5 ton/Ha/tahun (Kelas I, sangat ringan).  Most of sand and stone mining on the slopes of Merapi in the Gendol River, is one of the threats to environmental damage, if the implementation does not prioritize environmental conditions and the impact of environmental damage. The sirtu mining location in Turi Subdistrict, Sleman Regency, Yogyakarta is a land that has the potential for environmental damage and vulnerability to social conflict in the community. The thing that needs to be considered is that ex-mining land that was safe became a land with unsafe conditions and even economical, has a relatively upright slope and is prone to landslides. Besides that, it makes the land not functioning and beneficial to the community. Based on Keputusan Gubernur DIY number 63 year 2003, the area is scored 54. It means that the area is in a heavy damage condition and to decrease the erosion damage level, it is needed to do the reclamation. Reclamation plans include: area forming, erosion and sedimentation controlling, revegetation. Based on the area’s condition, the area will be formed as Teras Kebun. The dimensions are: 2 meters terrace width, 2 meters single slope height with 1 meters horizontal distance so the single  slope angle is 45o or 50%. There are 187,8 m3 top soil left from area forming and 48 m3 from it will be used for top soil managing with pot system, with 1.778 planting hole. The dimensions of the trapezium open channel are: 0,42 meters top width, 0,2 meters bottom width, 0,18 meters depth and 60o for the side’s angle. After the reclamation plans, the erosion damage level will decrease from 1.364,77 tons/Ha/year (V class, very heavy) to 4,5 tons/Ha/year (I class, Very light)
RANCANGAN TEKNIS SISTEM PENYALIRAN TAMBANG PADA PENAMBANGAN NIKEL PT. XYZ KABUPATEN LUWU TIMUR, PROVINSI SULAWESI SELATAN Diana Irnawati Pradani
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN) Vol 3, No 1 (2021): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2021.1951

Abstract

Penggunaan system penambangan terbuka pada penambangan nikel akan mengakibatkan lokasi kerja (front penambangan) menjadi tidak teratur dan bentuk topografi yang bergelombang. Selain itu pada system penambangan terbuka akan membentuk cekungan-cekungan yang dapat menjadi tempat terakumulasinya air hujan pada lantai pit penambangan. Tujuan dari rancangan system penyaliran ini adalah untuk menentukan system penyaliran tambang sesuai dengan kondisi lapangan agar konsentrasi air permukaan yang berada di area tambang dapat dikendalikan. Solusi dari masalah air yang terkumpul di area tambang adalah dengan merencanakan mine drainage system untuk mengendalikan air yang berpotensi masuk ke dalam area tambang dengan perancangan saluran terbuka. Selain perencanaan mine drainage system, perlu dilakukan pula perencanaan mine dewatering system yang berfungsi memompakan air yang berada di area tambang untuk dikeluarkan menuju settling pond. Dalam pengendalian aliran air yang berada pada area tambang PT.XYZ, saluran terbuka berbentuk trapesium dibuat sekitar lokasi kerja dan settling pond yang dibuat berbentuk zigzag dengan memiliki dua kompartemen. 
VISUALISASI RESPON MASSA BATUAN TERKEKARKAN TERHADAP DAMPAK PEMBEBANAN Mohammad Suriyaidulman Rianse; Singgih Saptono; Sayahdin Alfat
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 1, No 1 (2019): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2019.844

Abstract

Massa batuan dilihat dari sisi makro dan mikro merupakan material heterogen dan media diskontinu. Bila diberi tekanan, massa batuan terkekarkan akan memberi respon berupa penjalaran retakan (crack propagation). Penjalaran retakan dapat diamati melalui ekperimen uji kuat tekan batuan dan hasil ekperimen dapat dimodelkan melalui simulasi dengan metode numerik. Tujuan penelitian ini adalah memvisualisasikan penjalaran retakan pada massa batuan terkekarkan dengan investigasi pemodelan numerik. Berdasarkan investigasi melalui pemodelan numerik diketahui bahwa ketika intensitas kekar massa batuan meningkat, pola retakan dan kerusakan yang ditimbulkan pada massa batuan menjadi lebih luas dan lebih dalam. Perambatan retakan akan berhenti ketika mencapai permukaan kekar yang sudah ada sebelumnya (retakan awal).The rock mass viewed from the macro and micro sides is heterogeneous material and discontinuous media. When under pressure, the mass of the rock that is dispersed will respond in the form of crack. Crack propagation can be observed through rock compressive strength test experiments and the results of experiments can be modeled through simulations with numerical methods. The purpose of this study is to visualize the crack propagation in excised rock masses by numerical modeling investigations. Based on investigations through experimental and numerical modeling, it is known that when the mass density of rock masses increases, crack patterns and damage caused to rock masses become wider and deeper. Cracks propagation will stop when they reach a pre-existing muscular surface (initial crack).  
PENDUGAAN MANIFESTASI PANAS BUMI MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT 8 BERDASARKAN ANALISIS KELURUSAN DAN SUHU PERMUKAAN TANAH (STUDI KASUS: ARJUNO-WELIRANG) Ni Made Paramita Dwi L.; Jusfarida Jusfarida
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN) Vol 3, No 1 (2021): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2021.1976

Abstract

Empat puluh persen dari seluruh panas bumi dunia dimiliki Indonesia. Potensi panas bumi Indonesia berupa energi listrik geothermal diperkirakan mencapai 29.000 Megawatt, atau hampir setara dengan pasokan listrik Nasional. Keberadaan panas bumi di Indonesia sangat erat kaitannya dengan proses tumbukan yang terjadi pada lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia, dan lempeng Pasifik, yang menghasilkan busur vulkanik. Daerah dengan aktivitas vulkanik aktif salah satunya adalah Gunung Arjuno-Welirang di Jawa Timur. Potensi panas bumi yang terdapat di suatu daerah dapat diidentifikasi dengan manifestasi fumarol, mata air panas, lumpur panas, steaming ground, dan alterasi hydrothermal. Metode identifikasi manifestasi panas bumi dapat dilakukan melalui pemanfaatan penginderaan jauh pada Citra Landsat 8 dengan sensor Thermal Infrared (TIR) dan DEM SRTM. Data penginderaan jauh dimanfaatkan untuk mendelineasi struktur patahan di permukaan bumi dalam cakupan wilayah yang luas, waktu singkat, dan biaya efisien. Hasil penelitian memperlihatkan titik-titik manifestasi panas bumi berdasarkan pola kelurusan dan sebaran suhu permukaan tanah ke dalam peta pola kelurusan serta sebaran titik-titik panas. Kajian langsung di lapangan dilakukan untuk memastikan titik panas yang merupakan manifestasi dan bukan manifestasi panas bumi.