cover
Contact Name
Vilya Syafriana
Contact Email
v.syafriana@istn.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
sainstechfarma@istn.ac.id
Editorial Address
Fakultas Farmasi ISTN, Jl. Moh. Kahfi II, Jagakarsa, Jakarta Selatan, 12640
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian
ISSN : 20867816     EISSN : 27761878     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal ini memuat artikel penelitian kefarmasian meliputi kimia farmasi, biologi farmasi, bahan alam farmasi, teknologi farmasi, farmasi komunitas dan klinis, serta bioteknologi farmasi.
Articles 163 Documents
Peresepan Obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Ibu dan Anak Aisyiyah Samarinda Sumarti Binti Amrin
SAINSTECH FARMA Vol 13 No 1 (2020): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.959 KB) | DOI: 10.37277/sfj.v13i1.521

Abstract

Rumah sakit adalah salah satu sarana kesehatan tempat menyelenggarakan upaya kesehatan. Upaya kesehatan diselenggarakan dengan pendekatan pemeliharaan, peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit, penyembuhan penyakit, dan pemulihan kesehatan, yang dilaksanakan secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-restropektif yang menggunakan indikator jumlah item obat dalam lembar resep, dan % resep dengan obat. Penelitian ini dilakukan sebagai tahap awal evaluasi peresepan obat di salah satu fasilitas kesehatan yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pengobatan pasien anak dan serta pasien ibu hamil dengan menggunakan indikator jumlah obat per lembar resep, dan jumlah resep yang diterima oleh rumah sakit ibu dan anak di Samarinda. Pengumpulan data resep dari rawat jalan maupun rawat inap diambil secara retrospektif pada periode Desember 2018 - Januari 2019 kurang lebih 14 hari di salah satu fasilitas kesehatan di Samarinda. Sebanyak 249 lembar resep dengan jumlah 578 obat. Dari hasil penelitian diperoleh hasil bahwa pasien di Rumah Sakit Ibu dan Anak Aisyiyah Samarinda lebih banyak menggunakan resep obat bermerek yang mencapai 99%. Rumah Sakit Ibu dan Anak Aisyiyah Samarinda belum memiliki formularium, sehingga belum dapat dikatakan standar dalam hal pelayanan kefarmasian seperti karakteristik pasien, kajian kelengkapan resep karakteristik obat yang diberikan dan pertimbangan klinis.
Evaluasi Waktu Tunggu Pelayanan Obat di Instalasi Farmasi Rawat Jalan RS X Okpri Meila; Jenny Pontoan; Didi Nurhadi Illian
SAINSTECH FARMA Vol 13 No 1 (2020): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.93 KB) | DOI: 10.37277/sfj.v13i1.522

Abstract

Standar waktu tunggu yang ditentukan pemerintah melalui Standar Pelayanan Minimal rumah sakit yaitu, pelayanan resep obat non racikan adalah ≤ 30 menit dan obat racikan adalah ≤ 60 menit. Pada pelayanan farmasi di rumah sakit, waktu tunggu adalah waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan satu proses pelayanan mulai dari penerimaan resep sampai penyerahan obat. Pada jam 11.00 sd 14.00 merupakan jam sibuk di RS X, sehingga pada jam tersebut resep-resep masuk secara bersamaan sehingga terjadi penumpukan resep (delay). Hal ini tentu saja akan berdampak pada rendahnya kepuasan pasien rawat jalan terhadap kualitas pelayanan Depo Rawat Jalan. Maka perlunya mengevaluasi waktu tunggu untuk resep racikan dan non racikan pada Depo Rawat Jalan dan Pelayanan Swasta sehingga aktivitas-aktivitas yang memakan waktu lama pada proses pelayanan resep dapat diketahui. Penelitian dilakukan secara observasional dengan pengambilan data secara prospektif di depo rawat jalan dan pelayanan swasta, evaluasi lama waktu tunggu pelayanan obat dilakukan dengan menuliskan waktu saat pasien menyerahkan resep hingga pasien menerima obat di depo rawat jalan dan pelayanan swasta RS X. Berdasarkan hasil evaluasi waktu tunggu pelayanan obat di depo rawat jalan diketahui waktu tunggu pelayanan obat racikan di depo rawat jalan adalah selama 43 menit 8 detik, dimana ini belum memenuhi standar minimal pelayanan rumah sakit. Sedangkan waktu tunggu pelayanan obat racikan dan non racikan di Pelayanan Swasta adalah selama 13 menit 7 detik dan 32 menit 42 detik, dimana ini telah memenuhi standar minimal pelayanan rumah sakit.
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Biji Anggur (Vitis vinifera L.) terhadap Streptococcus pyogenes Vilya Syafriana; Fathin Hamida; Rani Damayanti; Elsa Vera Nanda
SAINSTECH FARMA Vol 13 No 1 (2020): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.122 KB) | DOI: 10.37277/sfj.v13i1.523

Abstract

Biji anggur (Vitis vinifera L.) merupakan salah satu tanaman yang mengandung metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin dan saponin yang diketahui bersifat antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak biji anggur (Vitis vinifera L.) terhadap Streptococcus pyogenes. Ekstrak biji anggur dibuat secara maserasi menggunakan pelarut n-heksan, etil asetat, dan etanol 70%. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram pada media MHA dengan konsentrasi ekstrak 5%, 10%, 20%, dan 40%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak biji anggur (Vitis vinifera L.) memiliki aktivitas antibakteri terhadap Streptococcus pyogenes. Ekstrak etanol 70% memiliki aktivitas antibakteri yang lebih baik dibandingkan dengan ekstrak etil asetat maupun ekstrak n-heksan.
Formulasi dan Uji Iritasi Sediaan Gel Kombinasi Ekstrak Etanol Rimpang Kencur (Kaempferia galanga L.) dan Ekstrak Etanol Herba Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) Amelia Febriani; Ika Maruya; Fitri Sulistyaningsih
SAINSTECH FARMA Vol 13 No 1 (2020): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.952 KB) | DOI: 10.37277/sfj.v13i1.524

Abstract

Gel adalah sediaan semipadat yang terdiri dari partikel anorganik yang kecil atau molekul organik yang besar terpenetrasi oleh suatu cairan. Rimpang kencur (Kaempferia galanga L.) dan herba pegagan (Centella asiatica L.(Urban)) mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, steroid yang berkhasiat sebagai antiinflamasi. Kombinasi rimpang kencur dan herba pegagan dilakukan agar dapat meningkatkan efek antiinflamasi. Ekstrak rimpang kencur dan herba pegagan dibuat dengan metode maserasi menggunakan etanol 70% sebagai pelarut dan diformulasikan dalam bentuk sediaan gel menggunakan HPMC sebagai gelling agent. Sediaan gel tersebut dibuat menjadi 5 formula, dan memiliki konsentrasi bahan aktif sebesar 2% dengan perbandingan antara ekstrak kencur dan herba pegagan sebagai berikut yaitu Formula I (0,5:1,5); Formula II (1:1); Formula III (1,5:0,5); Formula IV (2:0); Formula V (0:2). Gel yang dihasilkan dievaluasi meliputi uji organoleptik, kemampuan menyebar, homogenitas, pH, viskositas, sifat alir dan uji iritasi dengan metode patch test. Semua sediaan diuji stabilitasnya dengan metode dipercepat pada suhu kamar dan suhu 40℃. Evaluasi dilakukan setiap 7 hari selama 3 minggu. Hasil uji stabilitas menunjukkan gel memiliki stabilitas fisik yang baik, berbentuk semipadat, berwarna hijau hingga cokelat serta homogen, mempunyai nilai daya sebar 1962,5-3419,46 mm2, viskositas antara 15000-60000 cPs, pH 4,90-5,41 dan daya lekat 24,66 – 59,82 detik. Hasil uji iritasi menunjukkan gel tidak mengiritasi kulit.
Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Asam Laktat asal Feses Manusia sebagai Antibakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus Rosario Trijuliamos Manalu; Saiful Bahri; Melisa Melisa; Siti Sarah
SAINSTECH FARMA Vol 13 No 1 (2020): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.578 KB) | DOI: 10.37277/sfj.v13i1.525

Abstract

Bakteri Asam Laktat adalah bakteri anaerob fakultatif yang mampu hidup dalam habitat yang cukup luas di alam, salah satunya terdapat pada feses balita. Sampel yang digunakan adalah feses balita usia 3,5 tahun. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui sifat bakteriosin pada isolat bakteri yang ditemukan. Hasil isolasi diperoleh tujuh isolat dengan zona bening di sekitar koloni dengan morfologi berbeda yang diduga sebagai bakteri asam laktat. Kemudian dilakukan karakterisasi morfologi serta biokimia. Ketujuh isolat merupakan Gram positif, tidak membentuk spora, katalase negatif, Methyl Red positif, Voges Prouskauer negatif, Indol negatif dan Sitrat negatif. Tujuh isolat yang memenuhi persyaratan Bakteri Asam Laktat. Pengujian antibakteri dilakukan terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus menggunakan metode difusi cara sumuran dengan media Nutrient Agar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat Bakteri Asam Laktat FB 4 mampu menghasilkan aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli sebesar 12,65 mm dan terhadap Staphylococcus aureus sebesar 12 mm.
AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK METANOL BIJI MANGGA HARUM MANIS (Mangifera indica L. Varietas Arumanis 143) TERHADAP Bacillus subtilis dan Shigella flexneri Tiah Rachmatiah; Masniari Poeloengan; Helgario Pratama
SAINSTECH FARMA Vol 2 No 1 (2011): Sainstech Farma
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.486 KB) | DOI: 10.37277/sfj.v2i1.589

Abstract

Antimicrobial activity of methanol extract from harum manis mango seeds (Mangifera indicaL.varietas Arumanis 143) has been investigated against Bacillus subtilis and Shigella flexneri. Harum manismango seeds powder were extracted with methanol by maceration method Phytochemical screening of theextract indicated that the extract contained flavonoids, saponins and tannins. Antimicrobial activity of theextracts were tested against Bacillus subtilis and Shigella flexneri with amoxicillin as a positive control.Diffusion and dilution methods by using Mueller-Hinton medium.were used in this test. The results exhibitedtha tzone diameters of inhibition of 50% extract solution in water against B.subtilis and S.flexneri wererespectively 18 mm and 17 mm. The Minimum Inhibitory Concentration (MIC) values against B. subtilis andS. flexineri were showed respectively at 0.3% and 3% extract solutions of harum manis mango seeds.
Uji Antibakteri Ekstrak Bonggol dari Beberapa Varietas Pisang terhadap Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa Desy Muliana Wenas; Herdini Herdini; Wahidin Wahidin; Rifa Pujiati Irawan; Dini Nur Kamaliah
SAINSTECH FARMA Vol 13 No 2 (2020): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37277/sfj.v13i2.757

Abstract

Tanaman pisang diketahui memiliki kandungan metabolit sekunder. Bonggol pisang merupakan salah satu limbah dapat dimanfaatkan sebagai antibakteri diperlukan untuk melawan bakteri patogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak bonggol dari 4 varietas pisang yaitu pisang ambon, pisang kepok putih, pisang mas muli dan pisang raja terhadap Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa. Bonggol pisang diekstraksi dengan metode maserasi dalam etanol 96%. Ekstrak etanol bonggol pisang dari 4 varietas dilakukan pengujian penapisan fitokimia. Hasil penapisan fitokimia menunjukkan bahwa serbuk dan ekstrak bonggol pisang ambon, pisang kepok putih, pisang mas muli, pisang raja mengandung senyawa flavonoid, saponin dan tanin. Metode yang digunakan dalam uji aktivitas antimikroba yaitu metode difusi cakram untuk mengukur Diameter Daya Hambat (DDH) dan metode dilusi padat untuk pengujian Konsentrasi Hambat Minimum (KHM). Ekstrak etanol 96% bonggol pisang mas muli dengan dosis 50% menunjukkan kemampuan penghambatan terbaik terhadap Staphylococcus aureus (16,63 mm) dan Pseudomonas aeruginosa (12,65 mm) dibandingkan dengan ekstrak bonggol pisang kepok putih, pisang ambon dan pisang raja. Pengujian konsentrasi hambat minimum (KHM) terbaik ditunjukkan oleh ekstrak etanol 96% bonggol pisang kepok putih dan pisang mas muli masing-masing pada konsentrasi 5,25% terhadap Staphylococcus aureus.
Hubungan Pemberian Informasi Obat dan Waktu Tunggu Terhadap Kepuasan Pasien di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X Kota Samarinda Habel Roy Sulo
SAINSTECH FARMA Vol 13 No 2 (2020): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37277/sfj.v13i2.758

Abstract

Pemberian informasi obat yang tepat sangat diharapkan oleh pasien guna mencegah penggunaan salah obat. Praktek pelayanan kefarmasian merupakan kegiatan terpadu antara pemberian informasi obat dan waktu tunggu resep obat jadi yang dapat meningkatkan kepuasan pasien. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui adanya hubungan antara pemberian informasi obat dan lama waktu tunggu resep jadi terhadap kepuasan pasien umum rawat jalan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X Kota Samarinda. Penelitian ini merupakan penelitian survei dengan menggunakan kuesioner dan melakukan wawancara langsung pada 80 responden dengan teknik sampling non-probability accidental sampling yang dilakukan pada pasien umum rawat jalan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X Kota Samarinda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara Lama Pelayanan Resep Jadi dengan Kepuasan Pasien Umum Rawat Jalan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X Kota Samarinda diperoleh ρ value sebesar 0,031 dan juga terdapat hubungan yang signifikan antara Pemberian Informasi Obat dengan Kepuasan Pasien Umum Rawat Jalan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X Kota Samarinda diperoleh ρ value sebesar 0,023.
Penggunaan Terapi Obat Antihipertensi Pada Pasien Umum Poliklinik Jantung Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit X Samarinda Susana Linden
SAINSTECH FARMA Vol 13 No 2 (2020): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37277/sfj.v13i2.759

Abstract

Hipertensi secara global masih menjadi masalah kesehatan hingga saat ini. Data Riskesdas (2018) juga menyatakan bahwa Kalimantan Timur berada diurutan tiga besar setelah Sulawesi Utara dan Daerah Istimewa Yogyakarta dengan prevalensi hipertensi tertinggi. Menjadi salah satu kondisi yang sering ditemukan, tatalaksana penyakit ini merupakan intervensi yang sangat umum dilakukan diberbagai tingkat fasilitas kesehatan. Mutu pola pengobatan antihipertensi hendaklah menjadi perhatian di instalasi-instalasi pengadaan terapi, seperti di rumah sakit - rumah sakit. Penelitian ini disusun untuk mengetahui pola pengobatan antihipertensi pada pasien umum poliklinik jantung di instalasi rawat jalan di rumah sakit X Samarinda. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan deskriptif dimana data dikumpulkan secara retrospektif. Data diambil berupa informasi pasien, meliputi umur, jenis kelamin, diagnosis, riwayat penyakit, dan terapi obat.dari rekam medik pasien umum poliklinik jantung di instalasi rawat jalan RS X Samarinda pada bulan Mei 2019. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi tunggal diresepkan sebanyak 9 kasus (5,29%) dan terapi kombinasi sebanyak 152 kasus (89,41%).Terapi kombinasi obat antihipertensi berasal dari golongan dari golongan obat beta-bloker (carvediolol, bisoprolol dan nebivolol); golongan penghambat ACE (Lisinopril); ARB (Candesartan, Valsartan dan Irbesartan); golongan penghambat kanal kalsium atau CCB (Amlodipine dan Diltiazem); Hydrochlorthiazide (HCT); Furosemide dan Spironolacton. Secara keseluruhan, kombinasi menggunakan tiga (3) obat antihipertensi ditemukan paling banyak dalam penelitian ini, sebanyak 72 kasus (42,35%). Kombinasi yang mendominasi adalah kombinasi antara Penghambat ACE, furosemide dan spironolacton, sebanyak 22 kasus (12,94%).
Resistensi Escherichia coli dari Air Danau ISTN Jakarta Terhadap Antibiotik Amoksisilin, Tetrasiklin, Kloramfenikol, dan Siprofloksasin Vilya Syafriana; Fathin Hamida; Ami Rahmawati Sukamto; Lisana Sidqi Aliya
SAINSTECH FARMA Vol 13 No 2 (2020): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37277/sfj.v13i2.761

Abstract

Antibiotik merupakan kelompok obat yang paling sering digunakan terkait dengan banyaknya kejadian infeksi bakteri. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dan berlebihan berakibat pada terjadinya resistensi bakteri terhadap antibiotik tersebut. Salah satu bakteri yang resisten terhadap antibiotik adalah Esherichia coli. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola resistensi dan sensitivitas Escherichia coli yang diperoleh dari air danau ISTN Jagakarsa, Jakarta Selatan terhadap beberapa antibiotik (amoksisilin, tetrasiklin, kloramfenikol, dan siprofloksasin). Sampel diperoleh dari dua air danau, yaitu danau depan (DD) dan danau belakang (DB). Sampel dilakukan uji pendugaan pada medium Lactose Broth (LB) yang dilanjutkan dengan uji penegasan menggunakan medium Chromocult Coliform Agar (CCA) untuk mengisolasi bakteri Escherichia coli. Uji resistensi antibiotik dilakukan dengan metode difusi cakram menggunakan medium Mueller Hinton Agar (MHA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat-isolat E. coli yang diperoleh dari air danau ISTN menunjukkan 100% resisten terhadap amoksisilin, 75% sensitif terhadap tetrasiklin dan kloramfenikol, serta 100 % sensitif terhadap siprofloksasin.

Page 7 of 17 | Total Record : 163


Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 18 No 2 (2025): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol. 18 No. 1 (2025): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 18 No 1 (2025): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 17 No 2 (2024): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 17 No 1 (2024): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 16 No 2 (2023): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 16 No 1 (2023): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 15 No 2 (2022): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 15 No 1 (2022): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 14 No 2 (2021): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 14 No 1 (2021): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 13 No 2 (2020): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 13 No 1 (2020): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 12 No 2 (2019): Sainstech Farma Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 12 No 1 (2019): Sainstech Farma Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 11 No 2 (2018): Sainstech Farma Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 11 No 1 (2018): Sainstech Farma Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 10 No 2 (2017): Sainstech Farma Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 10 No 1 (2017): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 9 No 2 (2016): SAINSTECH FARMA Vol 9 No 1 (2016): SAINSTECH FARMA Vol 8 No 2 (2015): Sainstech Farma Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 7 No 1 (2014): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 6 No 2 (2013): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 4 No 2 (2012): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 2 No 1 (2011): Sainstech Farma More Issue